Tampilkan postingan dengan label Dakwah/Tausiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dakwah/Tausiah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

Barokah Air Zamzam

Kisah Air Zamzam Penuh Barokah

Dengan Sebab Tiupan Ludah Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam
kisah-sumur-zamzam
kisah sumur zamzam
Imam Bukhori meriwayatkan dalam kitab shohihnya :
 حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ، قَالَ: أَنْبَأَنَا البَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّهُمْ كَانُوا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الحُدَيْبِيَةِ أَلْفًا وَأَرْبَعَ مِائَةٍ أَوْ أَكْثَرَ، فَنَزَلُوا عَلَى بِئْرٍ فَنَزَحُوهَا، فَأَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَتَى البِئْرَ وَقَعَدَ عَلَى شَفِيرِهَا، ثُمَّ قَالَ: «ائْتُونِي بِدَلْوٍ مِنْ مَائِهَا» ، فَأُتِيَ بِهِ، فَبَصَقَ فَدَعَا، ثُمَّ قَالَ: «دَعُوهَا سَاعَةً» . فَأَرْوَوْا أَنْفُسَهُمْ وَرِكَابَهُمْ حَتَّى ارْتَحَلُوا
وفي رواية له أيضا من حديث جابر قال رضي الله عنه : لوكنا مئة الف لكفانا
Abu Ishaq berkata : Baro’ bin Azib menceritakan kepada kami bahwa sesungguhnya para shohabat bersama Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam pada hari perang Hudaibiyah, jumlah mereka seribu empat ratus orang atau lebih , mereka bertempat di dekat sebuah sumur, lantas mereka menguras habis airnya (tidak ada setetes air pun yang tertinggal), mereka datang melapor kepada Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wa sallam, maka Rosululloh datang dan duduk di pinggir sumur, kemudian beliau bersabda: Datangkanlah kepadaku satu timba air (yang diambil dari sumur tersebut), maka didatangkanlah satu timba air lantas Rosululloh meludah dan berdo’a (kemudian air yang sudah duludahi dan diberi dο’a itu dimasukkan ke dalam sumur), kemudian Rosululloh bersabda : Biarkanlah dia sebentar. Setelah itu mereka minum sepuas – puasnya dan memberi minum kendaraan – kendaraan mereka sehingga mereka berangkat pergi.
Dan di dalam riwayat lain menurut Imam Bukhori dari Jabir dia berkata : Seandainya kami seratus ribu orang maka air sumur itu mencukupi kepada kita semua.
Air Zamzam (sebagai pengganti) Makanan yang Mengenyangkan
Alloh telah menjadikan keistimewaan air zamzam dan keutamaannya adalah sebagai pengganti makanan yang menguatkan tubuh dan sangat mungkin bahwa orang yang meminumnya merasa cukup dengannya tanpa makanan lain. Hal ini sangat berbeda dengan air lainnya.
Dalam kisah Siti Hajar ibu nabi Ismail, ketika nabi Ibrohim AS meninggalkan mereka berdua di dekat Baitul Harom dengan memberi bekal makanan dan minuman masing – masing dalam sebuah tempat, setelah makanan dan minuman itu habis, maka Siti Hajar kelaparan dan kehausan, begitu pula Ismail putranya yang masih menyusu dia juga kelaparan dan kehausan sampai berkelojotan seperti sedang sekarat. Ibunya sangat iba dan tidak tega melihat keadaan putranya , sehingga berbolak – balik berjalan di antara bukit Shofa dan bukit Marwah sampai tujuh kali sambil melihat di sekitarnya barang kali ada orang yang bisa menolongnya. Tiba – tiba dia melihat malaikat Jibril menjejakkan kaki atau mengibaskan sayapnya di suatu tempat di dekat putranya yang sedang berkelojotan, tiba – tiba menyemburlah air dari dalam tanah. Begitu bahagianya Siti Hajar melihatnya, maka dia bergegas datang dan membuat supaya air bisa menggenang sambil mengucapkan “zamzam – zamzam” . Sejak kejadian itu air penuh barokah itu dikenal dengan nama zamzam.
Siti Hajar meminum sepuasnya sehingga air susunya keluar dengan deras dan bayi Ismail bisa menyusu dengan sepuasnya. Dengan hanya meminum air zamzam Siti Hajar dan putranya bisa bertahan hidup, sampai dengan orang Jurhum berdatangan ikut bertempat tinggal di Baitulloh al Harom.
Imam Al Qurthuby berkata dalam tafsirnya mengenai firman Alloh :
رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ
Rabbanaa innii askantu min dzurrii-yatii biwaadin ghairi dzii zar'in 'inda baitikal muharrami rabbanaa liyuqiimuush-shalaata faaj'al af-idatan minannaasi tahwii ilaihim waarzuqhum minats-tsamaraati la'allahum yasykuruun(a)

Wahai Tuhanku sesungguhnya aku menempatkan sebagian anak turunku di sebuah jurang yang tidak ada tanaman, di sisi rumahMu yang mulia [QS Ibrohim : 37]
Bahwa Alloh telah mengutus seorang malaikat dan Imam Al Qurthuby membicarakan tentang air zamzam dan kedudukannya sebagai pengganti makanan yang mengenyangkan.
Imam Bukhori meriwayatkan dalam kitab Shohihnya  :
Mudah-mudahan Alloh memberi rahmat kepada Ummu Ismail, seandainya dia membiarkan zamzam atau beliau bersabda dia tidak menciduk airnya maka niscaya zam-zam menjadi mata air yang mengalir. Beliau bersabda maka dia meminumnya dan menyusui putranya dan malaikat berkata kepadanya kamu jangan khawatir disia-siakan karena sesungguhnya disini akan dibangun Baitulloh oleh anak ini dan bapaknya. Dan sesungguhnya Alloh tidak akan menyia-nyiakan kekurangannya dan Baitulloh itu berada di sebuah gundukan tanah yang tinggi banjir sering datang ke kanan kirinya . Maka keadaan Siti Hajar terus menerus begitu sampai dengan lewat serombongan orang dari suku Jurhum.
Demikianlah sejak awal kemunculannya di bumi air zam-zam menjadi penganti makanan yang mengenyangkan seperti halnya dia menjadi makanan pokok Siti Hajar dan putranya Ismail Alaihissalam. Ummu Aiman seorang wanita yang menjadi ibu susuan Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam mengatakan : aku tidak pernah melihat Nabi Sholallohu ‘alaihi wasallam merasa kelaparan atau kehausan. Beliau tiap pagi minum air zamzam maka ketika aku menawarkan sarapan kepadanya beliau menjawab aku masih kenyang aku tidak lapar (Thobaqotu Ibnu Sa’ad)
Imam muslim meriwayatkan dalam Shohehnya bahwa: Shohabat Abu Dzar Al Ghifari Jundub bin Junadah ketika datang ke Mekkah dan masuk ke Masjidil Harom dia bertempat tinggal di dalamnya 30 hari.  Abu dzar berkata: Rosululloh Sholallohu ‘alaihi wasallam datang beliau mengusap Hajar Aswad, lantas Beliau thowaf di Baitullah bersama seorang sahabatnya, kemudian Beliau sholat, setelah sholatnya selesai Abu Dzar berkata: aku adalah orang pertama yang mengucapkan penghormatan secara islam. Aku berkata: Assalamu’alaika Ya Rosulullah, beliau menjawab Wa’alaikassalam warohmatulloh, beliau bertanya siapakah anda? Dia berkata: saya menjawab…dari bani ghifar, beliau bertanya: sejak kapan anda disini? Dia berkata: aku menjawab: sejak 30 hari 30 malam yang lalu, Beliau bertanya: siapa yang memberi makan anda? Dia berkata: aku menjawab: aku tidak makan kecuali air zamzam maka aku menjadi gemuk dan berlipat-lipat perutku, aku tidak pernah merasakan lemah badan. Beliau bersabda air zamzam adalah air yang penuh barokah, ia adalah makanan yang mangenyangkan.

Keutamaan Air Zam-Zam

Beberapa Keutamaan Air Zamzam

Keutamaan Dan Keistimewaan Serta Kebarokahan Zamzam
 Sesungguhnya air zamzam itu mempunyai keutamaan yang banyak dan menjadi salah satu tanda kebesaran Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang ada di sekitar Ka’bah. Ia telah menunjukkan kebaikan-kebaikan dan kebarokahannya yang banyak bagi para peminumnya. Di bawah ini akan kami jelaskan keutamaan-keutamaannya, antara lain :
Keutamaan-Dan-Keistimewaan-Serta-Kebarokahan-Zamzam
Keutamaan Dan Keistimewaan Serta Kebarokahan Zamzam
1. Air zamzam sebagai sebab ramainya dan hidupnya kota Makkah al Mukarromah
Sesungguhnya sebagian dari keutamaan-keutamaan dan kebarokahan air zamzam ialah karena Alloh telah menjadikan air yang penuh barokah ini menjadi sebab utama ramainya kota Makkah yang dihuni oleh banyak orang. Kehidupan bermasyarakat berkembang, dan Baitul Harom menjadi pusat kegiatan beribadah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Sebelumnya Makkah dikenal sebagai kawasan yang tidak ada air dan tidak ada seorang pun yang bertempat tinggal di dalamnya. Tapi setelah Alloh menempatkan Nabi Ismail ‘Alaihissalam dan mengeluarkan air zamzam di Makkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan hidup ibunya, Hajar ‘Alaihimassalam, maka berbondong-bondong kaum Jurhum yang berasal dari Negara Yaman, berdatangan untuk bertempat tinggal di Makkah setelah mereka minta izin kepada Siti Hajar ‘Alaihassalam. Bahkan Nabi Ismail ketika dewasa memperistri salah satu dari keturunan mereka.
2. Air zamzam termasuk dari tanda-tanda kebesaran Alloh yang ada di kota Makkah
Alloh telah berfirman :
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ (96) فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (97) سورة ال عمران 96-97
Artinya : Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitulloh yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.
Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (diantaranya) Maqom Ibrohim, barang siapa yang memasukinya (Baitulloh itu) menjadi amanlah dia.
Al Imam al Faqih al Muhaddits Muhammad bin Umar menjelaskan tanda-tanda kebesaran Alloh yang nyata di dalamnya  “fiiihi ayaatun bayyinaatun” ialah : Hajar Aswad, Hatim (Hijr Ismail)memancarnya air zamzam dengan hentakan tumit Malaikat Jibril ‘Alaihissalam, dan meminumnya adalah sebagai obat segala penyakit serta sebagai pengganti makanan bagi tubuh. Begitu pula al Imam al Qurthubi di dalam kitabnya Al Jami’ li ahkamil qur’аn juz 4 halaman 90, telah menghitung bahwa termasuk pengertian   “fiiihi ayaatun bayyinaatun”    Adalah air zamzam :
وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ (27) لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ (28
Artinya : Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.
Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Alloh pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Alloh telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir.
Termasuk nikmat-nikmat Alloh yang agung dan manfaatnya telah disaksikan oleh para jama’ah haji dan umroh adalah air zamzam. Karena menurut pengalaman mereka, setelah mereka meminum air zamzam sekenyang-kenyangnya dan berdo’a sesuai dengan keperluan mereka, maka ternyata dο’a mereka maqbul.
Di antara mereka banyak yang telah menderita sakit parah, yang dokter sendiri tidak sanggup lagi untuk mengobatinya, tetapi setelah mereka minum air zamzam dan berdo’a, mereka sembuh berkat izin Alloh, dan ada pula yang mendapatkan cobaan berat setelah minum air zamzam dan berdo’a, mereka diberi ‘afiyah oleh Alloh, diberi jalan keluar oleh Alloh dan terlepas dari cobaan berat tersebut.

Oleh-Oleh Dari Tanah suci

Zamzam Obat Segala Macam Penyakit Dalam Islam

Tercapainya Tujuan Orang yang Minum Air Zamzam
pengobatan-segala-penyakit
Pengobatan Segala Penyakit
Kadang – kadang ada orang yang berkata : Kamu telah menerangkan bahwa sesungguhnya hadits-hadits yang berhubungan dengan berobat menggunakan air zamzam itu shohih dan kamu juga telah menerangkan adanya kesaksian orang banyak yang telah berhasil sembuh atau tercapai cita-citanya dengan perantaraan minum air zamzam, tetapi mengapa banyak juga orang-orang yang telah minum air zamzam dan tidak sembuh dari penyakitnya atau telah minum air zamzam dengan tujuan tertentu tetapi juga tidak tercapai tujuannya?
Jawabnya : Sesungguhnya Thibu An Nabi / pengobatan dari Nabi SAW itu harus diyakini kesembuhannya / keampuhannya karena Thibu An Nabi SAW itu berdasarkan wahyu Ilahi, sedangkan pengobatan lainnya kebanyakan berdasarkan perkiraan atau percobaan-percobaan, orang-orang yang menggunakan Thibu An Nabi di antara mereka ada yang tidak berhasil karena lemahnya keyakinan mereka bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya setelah minum air zamzam atau karena lemahnya penerimaan mereka terhadap hadits-hadits “air zamzam sebagai obat segala penyakit atau air zamzam tergantung untuk apa dia diminum”. Seperti halnya keyakinan terhadap Al Qur’аn. Al Qur’аn adalah obat bagi penyakit-penyakit yang ada dalam hati manusia. Tetapi di antara manusia ada yang tidak berhasil mengobati hatinya dengan Al Qur’аn karena lemahnya keyakinan dan lemahnya penerimaan terhadap Al Qur’аn bahkan bagi orang munafik maka Al Qur’аn hanya menambah penyakit yang ada dalam hatinya. Thibu An Nabi / pengobatan dari Nabi SAW tidak layak kecuali bagi badan-badan yang bersih sepertihalnya Al Qur’аn sebagai obat tidak layak kecuali bagi hati yang bersih (bacalah keterangan ini dalam kitab Fathul Bari Li Ibni Hajar Juz 10 Hal 170).
Orang yang meminum air zamzam akan mendapatkan apa-apa yang diinginkannya tergantung dengan niatnya, kesungguhan kepasrahannya kepada Alloh Ta’ala, keikhlasannya di dalam berdo’a dan tergantung  pada jauhnya dari segala hal yang menghalang-halangi terkabulnya dο’a, seperti memakan harta yang harom dan tergesa-gesa minta dikabulkan dο’a atau isti’jalul ijabah (tergesa-gesa dalam berdo’a dengan mengucapkan dalam hati atau lisannya : “Sudah lama berdo’a atau sudah berkali-kali berdo’a mengapa belum dikabulkan”.) .
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala mengabulkan dο’a hambanya kadang-kadang secara cepat atau menyimpannya untuk kebaikan hamba pada hari qiyamat atau Alloh memalingkan kejelekan yang akan menimpa yang tidak diketahui oleh hamba yang berdo’a.
Orang yang meminum air zamzam agar disembuhkan dari penyakit umpamanya, maka kadang-kadang Alloh menyembuhkan dari penyakitnya secara cepat atau Alloh memberikan yang lain dari sesuatu yang hamba Alloh tidak mengetahuinya, sehingga dia menyangka Alloh SWT tidak mengabulkan dο’anya. Perhatikanlah hadits-hadits di bawah ini:
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ أَنَّ عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ حَدَّثَهُمْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا عَلَى الْأَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُو اللَّهَ بِدَعْوَةٍ إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهَا أَوْ صَرَفَ عَنْهُ مِنْ السُّوءِ مِثْلَهَا مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ إِذًا نُكْثِرُ قَالَ اللَّهُ أَكْثَرُ.رواه الترمذي
Dari Jubair bin Nufair Sesungguhnya Ubadah bin Shomit telah menceritakan kepada mereka Bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda : “Tidak ada seorang muslim yang berada di atas bumi dia berdo’a kepada Alloh dengan suatu dο’a kecuali Alloh akan memberikan (mengabulkan) dο’anya atau memalingkan darinya kejelekan yang semisalnya selama tidak berdo’a dengan sesuatu yang berdosa atau memutus silatur rahim”. Seseorang di antara kaum berkata : “Kalau begitu aku akan memperbanyak dο’a”, maka Nabi menjawab : “Alloh lebih banyak (pemberiannya)”. (HR. Tirmidzi)
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ مَا مِنْ دَاعٍ يَدْعُو إِلَّا كَانَ بَيْنَ إِحْدَى ثَلَاثٍ إِمَّا أَنْ يُسْتَجَابَ لَهُ وَإِمَّا أَنْ يُدَّخَرَ لَهُ وَإِمَّا أَنْ يُكَفَّرَ عَنْهُ * رواه مالك فى الموطأ
Artinya : Dari Zaid bin Aslam dia berkata : “Tidak seorangpun yang berdo’a dengan suatu dο’a kecuali ada di antara tiga hal, adakalanya dikabulkan dο’anya, adakalanya disimpan untuknya atau dihapus (kejelekan /dosa) darinya”.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَنْصِبُ وَجْهَهُ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَسْأَلَةٍ إِلَّا أَعْطَاهَا إِيَّاهُ إِمَّا أَنْ يُعَجِّلَهَا لَهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ. * رواه أحمد (صحيح لغيره)
Artinya : Dari Abi Huroiroh dia berkata Rasulullah SAW bersabda : “Tidak ada seorang muslim yang menghadapkan wajahnya kepada Alloh SWT dalam berdo’a kecuali Alloh pasti memberinya. Adakalanya Dia mempercepat pemberianNya kepadanya dan adakalanya menyimpan untuknya (di hari qiyamat)”.
Demikianlah menurut aslinya air zamzam sebagai obat segala macam penyakit dan air zamzam tergantung untuk apa dia diminum itu tetap sebagaimana apa adanya.
Al Qodli Ibnul Arobi Al Maliki telah berkata : “Sesungguhnya ini tetap terwujud sampai hari qiyamat bagi orang yang bersih niatnya, selamat hatinya / batinnya, tidak mendustakan dan tidak minum karena mencoba-coba, sesungguhnya Alloh bersama orang yang tawakal dan Alloh akan mempermalukan orang yang mencoba-coba (Ahkamul Qur’аn Juz 3 hal 1124).
Orang yang berdo’a itu membutuhkan keyakinan yang mantap di dalam hati bahwa sesungguhnya Alloh pasti akan mengabulkannya. Kisah tentang terkabulnya dο’a bagi orang orang-orang yang yakin bukan orang yang mencoba-coba sebagaimana yang telah diceritakan oleh Al imam Abdullah bin Wahhab Al Mishri Shohabat Al Imam Malik dari Al Imam Haiwah bin Syuraih At Tujibi Al mishri, Al Imam Al Qudwah Al Muhadits Al Faqih, Syaikh Ad Diyar Al Mishriyah, yang wafat pada tahun 158 H, Rohimahulloh, sesungguhnya dia mengambil jatah pemberian untuknya tiap-tiap tahun enam puluh dinar dan dia ketika mengambilnya tidak pulang kerumahnya sehingga menshodakohkannya. Kemudian dia datang ke rumahnya maka dia menemukan uang enam puluh dinar itu di bawah alas tidurnya. Ketika anak pamannya mendengar kejadian tersebut maka anak pamannya mengambil jatah pemberiannya dan menshodakohkannya kemudian dia datang kerumah mencarinya di bawah alas tidur tetapi dia tidak mendapatkan sesuatu di dalamnnya. Dia mengadu kepada Haiwah, Haiwah berkata kepadanya : “Aku memberikan (shodakoh itu) dengan keyakinan yang mantap kepada tuhanku sedangkan engkau memberikan shodakoh dengan mencoba-coba kepada tuhanmu.
Oleh karena itu, penulis mengajak kepada para pembaca untuk tetap meyakini kebenaran dalil-dalil yang menerangkan tentang keutamaan-keutamaan air zamzam termasuk air zamzam sebagai obat segala penyakit dan air zamzam itu (barokahnya) tergantung untuk maksud apa dia itu diminum dan di dalam meminumnya hendaknya tetap diperhatikan tata kramanya yaitu antara lain :
1.    Menghadap ke kiblat  dan
2.    Minum dalam tiga kali bernafas artinya mulutnya dipisahkan dari tempat air minum tiga kali dan meminumnya juga tiga kali dan .
3.    Membaca Basmalah ketika meminum air zamzam dan
4.    Membaca Hamdalah setelah minum air zamzam dan
5.    Meminum sebanyak-banyaknya sampai kenyang.
Berdasarkan hadits-hadits di bawah ini :
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ ابْنِ عَبَّاسٍ جَالِسًا فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ جِئْتَ قَالَ مِنْ زَمْزَمَ قَالَ فَشَرِبْتَ مِنْهَا كَمَا يَنْبَغِي قَالَ وَكَيْفَ قَالَ إِذَا شَرِبْتَ مِنْهَا فَاسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ وَتَنَفَّسْ ثَلَاثًا وَتَضَلَّعْ مِنْهَا فَإِذَا فَرَغْتَ فَاحْمَدِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ آيَةَ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْمُنَافِقِينَ إِنَّهُمْ لَا يَتَضَلَّعُونَ مِنْ زَمْزَمَ  * رواه ابن ماجة واللفظ له، وقال البوصيري في زوائده :اسناده صحيح. ورواه الدارقطني فى سننه ج2 ص 288 وعبد الرزاق في مصنفه ج5 ص112
 Artinya : Dari Muhammad bin Abdirrahman bin Abi Bakr dia berkata : “Aku duduk di sisi Ibnu Abas RA ketika itu datang seorang laki-laki, dia bertanya, dari mana kamu datang ?.Dia (rojul) menjawab : dari zamzam, Ibnu Abas bertanya : Apakah kamu minum air zamzam dengan semestinya ?, dia menjawab : bagaimana caranya ?, Ibnu Abas menjawab : Apabila kamu minum air zamzam maka menghadaplah ke kiblat dan sebutlah nama Alloh, bernafaslah tiga kali (dalam tiga kali minum) dan minumlah sekenyang-kenyangnya.Ketika selesai maka pujilah Alloh Azza wa Jalla karena sesungguhnya Rasullalloh SAW bersabda :Sesungguhnya tanda yang ada di antara kita dan di antara orang-orang munafik mereka itu tidak mau minum air zamzam sekenyang-kenyangnya.
عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَنَفَّسُ فِي الشَّرَابِ ثَلَاثًا وَيَقُولُ إِنَّهُ أَرْوَى وَأَبْرَأُ وَأَمْرَأُ. رواه مسلم
Artinya : Dari Anas dia berkata : Rasululloh SAW itu bernafas tiga kali di dalam minum air zamzam dan dia bersabda : Sesungguhnya air zamzam itu lebih menyegarkan, lebih menyembuhkan (dari segala macam penyakit) dan lebih mudah dicerna lagi lebih lezat dan bermanfaat.

Mukjizat Ayat Kursi

Ayat Kursi Menjelang Tidur

 

Abu Hurairah r.a. pernah ditugaskan oleh Rasulullah S.A.W untuk menjaga gudang zakat di bulan Ramadhan. Tiba-tiba muncullah seseorang, lalu mencuri segenggam makanan. Namun kepintaran Hurairah memang patut dipuji, kemudian pencuri itu pun berhasil ditangkapnya.

“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” gertak Abu Hurairah. Bukan main takutnya pencuri itu mendengar ancaman Abu Hurairah, hingga kemudian ia pun merengek-rengek : “Saya ini orang miskin, keluarga tanggungan saya banyak, sementara saya sangat memerlukan makanan.” Maka pencuri itu pun dilepaskan.
Keesokan harinya, Abu Hurairah melaporkan kejadian itu kepada Rasulullah S.A.W.
ayat-kursi-mau-tidurMaka bertanyalah beliau, “Apa yang dikatakan oleh pencuri yang kau tangkap semalam, wahai Abu Hurairah?”
“Ya Rasulullah, ia mengeluh bahwa ia orang miskin, keluarganya banyak dan sangat memerlukan makanan. Aku kasihan melihatnya, lalu pencuri itu pun aku lepaskan” jawab Abu Hurairah. Bohong dia! Nanti malam ia akan datang lagi” kata Rasulullah. Karena Rasulullah S.A.W berkata begitu, maka penjagaan malam berikutnya lebih diperketat lagi, kewaspadaan pun ditingkatkan. Dan, benar juga, malam itu si pencuri kembali lagi, lalu mengambil makanan di gudang zakat seperti kemarin. Dan kali ini ia pun tertangkap.
“Akan aku adukan kamu kepada Rasulullah S.A.W,” ancam Abu Hurairah, sama seperti malam sebelumnya. Pencuri itu pun sekali lagi memohon ampun “Saya orang miskin, Tuan. Keluarga saya banyak. Saya berjanji esok tidak akan kembali lagi”  Kasihan juga rupanya Abu Hurairah mendengar keluhan orang itu, dan kali ini pun ia kembali dilepaskan. Keesokan harinya, kejadian itu dilaporkan kepada Rasulullah S.A.W, dan beliau pun bertanya seperti kemarin. Kemudian sekali lagi Rasulullah menegaskan, “Pencuri itu bohong, dan nanti malam ia akan kembali lagi.”
Malam itu Abu Hurairah berjaga-jaga dengan kewaspadaan penuh. Mata, telinga dan perasaannya dipasang baik-baik. Diperhatikannya dengan teliti setiap gerak-gerik disekelilingnya, sudah dua kali ia dibohongi oleh pencuri. Jika pencuri itu benar-benar datang seperti dikatakan oleh Rasulullah dan ia berhasil menangkapnya, ia telah bertekad tidak akan melepaskannya lagi. Hatinya sudah tidak sabar lagi menunggu-nunggu datangnya pencuri jahanam itu. Ia kesal. “Kenapa pencuri kemarin itu dilepaskan begitu saja sebelum diseret ke hadapan Rasulullah S.A.W? Kenapa mau saja ia ditipu olehnya? Awas!” katanya dalam hati. “Kali ini tidak akan kuberikan ampun.”
Malam semakin larut, jalanan sudah sepi, ketika tiba-tiba muncul sesosok bayangan yang datang menghampiri onggokan makanan yang dia jaga. “Nah, benar juga, ia datang lagi,” katanya dalam hati. Dan tidak lama kemudian pencuri itu telah bertekuk lutut di hadapannya dengan wajah ketakutan. Diperhatikannya benar-benar wajah pencuri itu. Ada semacam kepura-puraan pada gerak-geriknya. Kali ini kau pasti akan kuadukan kepada Rasulullah. Sudah dua kali kau berjanji tidak akan datang lagi kemari, tapi ternyata kau kembali juga.  Lepaskan aku, Tuan” pencuri itu memohon. Tapi, tangan Abu Hurairah tetap menggenggam erat-erat pencuri itu, karena ia telah bertekad bahwa kali ini ia tidak akan melepaskan lagi. Maka dengan rasa putus asa akhirnya pencuri itu berkata “Lepaskan aku, Tuan..
Aku akan ajari tuan beberapa kalimat yang sangat berguna”  Kalimat-kalimat apakah itu?” Tanya Abu Hurairah dengan rasa ingin tahu. Bila tuan hendak tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu dan seterusnya sampai akhir ayat. Maka tuan akan selalu dilindungi oleh Allah, dan tidak akan ada syaitan yang berani mendekati tuan sampai pagi.”
Maka pencuri itu pun dilepaskan oleh Abu Hurairah. Rupanya naluri keilmuannya lebih menguasai jiwanya sebagai penjaga gudang. Dan keesokan harinya, ia kembali menghadap Rasulullah S.A.W untuk melaporkan pengalamannya yang luar biasa tadi malam. Ada seorang pencuri yang mengajarinya kegunaan ayat Kursi. Apa yang dilakukan oleh tawananmu semalam?” tanya Rasulullah sebelum Abu Hurairah sempat menceritakan semuanya. Ia mengajariku beberapa kalimat yang katanya sangat berguna, lalu ia aku lepaskan,” jawab Abu Hurairah.
“Kalimat apakah itu?” Tanya Rasulullah. Katanya “Kalau kau tidur, bacalah ayat Kursi : Allaahu laa Ilaaha illaa Huwal-Hayyul Qayyuuumu dan seterusnya sampai akhir ayat. Dan ia katakan pula “Jika kau membaca itu, maka kau akan selalu dijaga oleh Allah, dan tidak akan didekati syaitan hingga pagi hari.” enanggapi cerita Abu Hurairah, Rasulullah S.A.W berkata, “Pencuri itu telah berkata benar, sekalipun sebenarnya ia tetap pendusta.” Kemudian Nabi S.A.W bertanya pula  “Tahukah kamu, siapa sebenarnya pencuri yang bertemu denganmu tiap malam itu?” Entahlah.” Jawab Abu Hurairah.  Itulah syaitan!.” Tegas Rasulullah S A W.


JUHUD AD-DUNYA

JUHUD TERHADAP DUNIA


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz A. Hambali (Pengasuh TPQ "NURUDDIN")
 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
أَمَّا بَعْدُ .فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَي فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحّمَنِ الرَّحِيْمِ : اِعْلَمُوْا اَنَّمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْاَمْوَالِ وَاْلاَوْلَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَيهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حًطَامًا وَفِي الْاَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَضْوَانٌ وَمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا اِلاَّ مَتَاعٌ الْغُرُوْرِ


Pertama-tama dan yang lebih utama marilah kita sama-sama panjatkan puji beserta syukur ke hadirat Allah SWT, yang maha ghofur, berkat hidayat, taufik dan inayahnylah kita bias bertemu, bertatap muka dalam makom yang insyaallah allah mulyakan sehingga alhamdulillah kita bias melaksankan sebagian kewajiban kita yakni shalat jum'at.
Shalawat dan salam semoga selamanya terlimpah curahkan kepada baginda kita Muhammad SAW, yang telah memberikan kepada kita petunjuk aman yang hak, mana yang batil, mana yang benar dan mana yang salah
Tidak lupa kepada keluarganya, sahabatnya dan semua umatnya yang mengikuti ajarannya, termasuk kita sampai hari kiamat. Amin yaallah yarobal a'lamin.

Saudara-saudara seperjuangan yang sangat saya banggakan
Ingsyaallha pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menjelaskan apa itu juhud? dan kenapa kita harus juhud?
Juhud adalah tidak terlalu mementingkan urusan dunia (hanya sekedarnya) dan hanya mementingkan akhirat saja, maka dengan juhud ini kita akan bahagia baik di dunia maupun diakhirat kelak.

Hadirin yang saya hormati
Saya mau bertanya apakah kita mau seperti itu?juhud akan menyelamatkan kepada?, nah kalu mau ada syaratnya, pingin tahu ibu, bapak?nah kalau ingin tahu sebagaimana dalam keterangan bahwa kita juhud dengan cara-cara sebagai berikut :

عَنْ اِبْرَاهِيْمَ بْنِ أَدْهَمَ رَحِمَهُ اللَّهُ أَنَّهُ قِيْلَ لَهُ بِمَ وَجَدْتَ الزُّهْدَ؟ قَالَ بِثَلاَثَةِ أَشْيَاءَ رَأَيْتُ الْقُبْرَ مُوْحِشًا وَ رَأَيْتُ طَرِيْقًا طَوِيْلًا وَ رَأَيْتُ الْجَبَّارَ قَاضِيًا
Artinya :”Dari Ibrahim bin adham r.a. sesungguhnya telah dikatan kepadanya, dengan apa kamu menemukan juhud? Dia berkata :” dengan tiga hal, pertama aku melihat kubur sangat menakutkan, dua aku melihat perjalanan akhirat sangat panjang dan ketiga akau melihat Allah swt, sebagai hakim”.
Dari keterangan di atas bahwa kita bisa menemukan dan bisa juhud dengan tiga hal yaitu bahwa kita harus takut akan masuk alam kubur, ingat bahwa kehidupan akhirat itu sangat panjang, dan ingat bahwa tuhan sebagai hakim, maka ingsyaallah kita kan menemukan juhud itu.

Hadirin yang sangat saya muliakan
Kedu kenapa kita harus juhud?karena dengan juhud ini kita tidak akan tertipu oleh tipudaya hal duniawai yang akan menghancurkan kita, sebagimana dalanm keteranngan :

حُبُّ الدُّنْيَا رَاْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ
Artinya :”Cinta dunia adalah biang keladinya kejelekan”.
Salah satu contoh pada zaman sekarang orang-orang itu banyak yang sibuk mengurusi urusan dunia atau cinta duniadan melupakan akhirat, sehingga segala cara ia lakukan, tidak memandang halal dan haram, sehingga pada akhirnya dia celaka.

Hadirin yang dimuliakan Allah swt
Setiap orang mukmin meyakini dengan sepenuh hati nya bahwa dia akan mengalami tiga terminal kehidupan, yaitu sebagai berikut :
1. Kehidupan dunia sebagai tempat untuk beramal sebanyak-banyaknya
2. Kehidupan di alam barzah yaitu suatu tempat pemisah antara dunia dan akhirat, tempat setiap insane menunggu hari kebangkitannya
3. Kehidupan akhirat yaitu kehidupan yang sebnarnya, tempat mendapatkan balasan amal baik dan buruknya sewaktu di dunia.
Namun seseorang yang terpanah cinta dunia, menganggap kehidupan itu hanyalah apa yang dapat dilihat, didengar dan dirasakan di dunia ini. Mereka dipermainkan oleh dunianya sehingga sebagnyak-banyaknya mengumpulkan dan menghimpun seluruh materi dunia yang dia cintai. Adlam hala ini Allah swt berfirman :

اِعْلَمُوْا اَنَّمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْاَمْوَالِ وَاْلاَوْلَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَيهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حًطَامًا وَفِي الْاَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَضْوَانٌ وَمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا اِلاَّ مَتَاعٌ الْغُرُوْرِ
Artinya :“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah pernainan dan sesuatu yang melalikan, perhiasaan dan bermegah-megahan di antara sesamamu, saling berbangga-bangga karena banyak harta dan anak, seperti hujan (yang menyirami ) tanaman-tanaman yang mengagumkan penanamannya; kemudian menjadi kering dan kamu melihatnya menjadi kering dan hancur. Dan di akhirat nanti (ada yang mendapat ) azab yang keras dan (ada yang mendapat) ampunan serta keridhaan Allah. Dan kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang penuh tipuan”. (Q.S. Al-Hadid, 20)
Banyak manusia yang menjadi buta dungu dengan tipuan dunianya. Mereka menghabiskan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk meraih kemenangan dalam kompetensi duniawi yang segera berkhir dengan kematian, sementara dirinya lelah karena diperbudak dinia. Mereka selalu merasa belum mendapatkannya. Padahal mereka tidak merasakan apa pun selain bayangan fatamorgana yang menjanjikan kesegarean semua di tengah kehausan.

Saudara-saudarku seiman seagama rohumakumullah
Dengan adanya larangan mencintai dunia (Hubbu-dun-ya) ini, bukan berarti kita harus berbalik sikap menjadi benci dunia (bugdud-dun-ya). Karena, setelah disebar Allah di muka bumi ini, manusia tidak akan dapat mengelak dari realitas duninya, dia harus mampu mengelola bumi dengan seluruh sumber dayanya ini, sebagai nikmat dari Allah untuk sepenuhnya menjadi bekal ibadah. Jika seorang, Muslim mengabaikannya direbut orang kaffir, di mana dia akan menjalankan tugas kekhlifahannya untuk menjalankan roda kerajaan (mulkiyah) dan syariah Allah, padahal menegakan hukum merupakan suatu kewajiban yang mutlak. Oleh karena mereka itu, usaha untuk menguasai percaturan dunia pun wajib diperjuangkan oleh setiap Muslim. Lebih sederhana lagi, tak seorang pun dianggap sah menjalankan salat jika menutup aurat, sedangkan lagi jika tidak menutup aurat, sedangkan pakian penutup aurat ini harus diperjuangkan. Karena itu, sangat keliru jika ada suatu paham yang menolak realitas kehidupan dunia. Allah berfirman :
وَابْتَغِ فِيْمَا اَتَكَ اللَّهُ الدَّارَ الْاَخِرَةِ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَا اَحْسَنَ اللَّهُ اَلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْاَرْضِ اِنَّ اللَّهَ لاَيُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Artinya :”Dan carilah pada apa yang telah Allah anugrahkan kepadamu (berupa kebahagiaan) diakhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan)duniawi. Dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepada mu dan janganlah kamu berbuat keruksakan di bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang suka berbuat keruksakan.” (Q.S. Al-Qasas : 77).
Isitifasi seluruh problematika dan dinamika kehidupan di dunia. Rasulallah Saw bersabda :

هَلْ مِنْ اَحَدٍ يَمْشِي عَلَي الْمَاءِ إِلاَّ ابْتَلَّتْ قَدَمَاهُ قَالُوْا : لاَ يَارَسُوْلَ اللَّهِ, قَالَ : كَذَالِكَ صَاحِبُ الدُّنْيَا لاَيَسْلَمُ مِنِ الذُّكُوْبِ (رواه البيهقي)
Artinya :”Mungkinkah jika salah seorang diantara kamu diatas air tapi tidak basah?” para sahabat menjawab: tidak mungkin, Wahai Rasulallah. Rasul meneruskan perkataanya:” demikian pula, orang yang mencintai dunia tidak akan selamat dari dosa. (HR. Bukhari).

حُبُّ الدُّنْيَا رَاْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ
Artinya :”Cinta dunia adalah biang keladinya kejelekan”

اَلدُّنْيَا حَلاَلُهَا حَسَابٌ وَحَرَامُهَا النَّارُ
Artinya :”Dunia itu, halalnya ( harus menjalani) hisaban, sedangkan haramnya menyebakan neraka”. (HR. Baihaki).
Oleh karen itu, ulam tasauf memberikan pelajaran bahwa cara yangtepat dalam menghadapi dunia adalah dengan pola hidup juhud, yaitu:

تَجْرِيْدُ الْقَلْبِ عَنْ نَفْعِ الدُّنْيَا
Artinya :”Mengosongkan hati dari keterikatan dengan dunia. “

Selainitu dengan pola hidup wara, yaitu:

اَلْاِخْتِرَازُ عَنِ الْمَخْظُوْرَاتِ
Artinya :”Mejaga diri dari segala sesuatu yang dilarang oleh syara”.

Para hadirin raohimakumullah
Dengan demikan, juhud dan wara bukanlah mengharamkan segala sesuatu yang halal tetapi menjaga diri dari segala tipuan materi dunia. Juhud dimaksudkan untuk membentengi diri agar dalam salah dalam memperlakukan semua materi dunia yang telah dianugrakhakan, sedangkan wara untuk membentengi diri agar dalam mencari dan mendaya gunakannya titak terjurumus dalam dosa (maksiat).
Berdasarkan makna jihud dan wara tersebut, sangatlah mungkin pada jaman kemajuan dunia ini ada seorang komlemerat yang juhud dan wara. Sebaliknya ada juga kemungkinan simiskin jadi budak dunia sangat berani melanggar aturan Allah.

Hadirin yang saya muliakan
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan kesimpulannya kita jangan terlalu mengurusi urusan dunia pikirkanlah urusan akhirat untuk mengabdi kepada Allah swt.
Mudah-mudahan ceramah ini banyak manfaatnya dan mohon maaf atas segala kekurangannya.



وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Materi Di Sampaikan Oleh Al Ustadz Ahmad Hambali

Menuju Keselamatan Dunia Dan Akherat

MACAM-MACAM TUJUAN MANUSIA TAPI HANYA JUHUD AKAN MEMBUAT SELAMAT DUNIA DAN AKHIRAT

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz Ahmad Hambali Pengasuh TPQ "NURUDDIN"

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنَ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدً رَّسُوْلُ اللَّهِ الصَّادِقُ الْوَعْدِ اْلاَمِيْنَ.
.فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَي فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحّمَنِ الرَّحِيْمِ : يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِ قُلْ فِيْهِ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ وَصّدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجِ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ


Pertama-tama dan yang lebih utama marilah kita sama-sama panjatkan puji beserta syukur ke hadirat Allah SWT, yang maha ghofur, berkat hidayat, taufik dan inayahnylah kita bias bertemu, bertatap muka dalam makom yang insyaallah allah mulyakan sehingga alhamdulillah kita bias melaksankan sebagian kewajiban kita yakni shalat jum'at.
Shalawat dan salam semoga selamanya terlimpah curahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kepada kita kepada jalan yang lurys, dari kekupura menuju kepada keimana dari kesalahan menuju kepada kebenar
Dan tidak lupa kepada keluarganya, sahabatnya dan semua umatnya yang mengikuti ajarannya, termasuk kita sampai hari kiamat. Amin yaallah yarobal a'lamin.

Para hadirin seiman seperjuangan rohimakumullah
Alhamdulullah berkat hidayat, taufiq, qudrot dan inayahnya kita semua bisa berkumpul, bertatap muka untuk mencari ilmu mudah-mudahan dengan berkumpulnya ditempat ini kita diridoi dan diampuni segala dosa kita. Amiin.
Insyallah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan keterangan yang di sampaikan oleh sebagian ahli hikmah yang mengatakan:
عَنْ يَحْيَي مُعَاذٍ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ : تَرْكُ الدُّنْيَا كُلِّهَا اَخْذُ اْلاَخِرَةِ كُلِّهَا فَمَنْ تَرَكَهَا كُلَّهَا اَخَذَهَا كُلَّهَا فَعَذْذُهَا فِي تَرْكِهَا وَتَرْكُهَا قِي اَخْذِهَا وَمَنْ اَخَذَهَا كُلَّهَ تَرَكَهَا كُلَّهَا
Artinya :”Yahya bin Mu’adz r.a berkata :
1. Meninggalkan dunia seluruhnya berarti mengambil akhirat seluruhnya.
2. Barang siapa telah dapat meninggalkan dunia seluruhnya, maka ia telah mengambil akhirat sebelumnya,
3. dan barang siapa yang mengambil dunia seluruhnya, maka ia meninggalkan akhirat seluruhnya.
Maksudnnya bahwa pengapaian kesenangan akhirat seluruhannya terpusat dengan pada satu hal yaitu meninggalkan hubbu dunia (Zuhud).

Hadirin rohimakumullah
Nah apa yang dimaksud dengan Juhud itu ?
Banyak sekali penjelasan ulama tentang makna zuhud. Umumnya mengarah kepada makna yang hampir sama. Di sini akan disampaikan sebagian dari pendapat tersebut.
Makna secara bahasa :
Zuhud menurut bahasa berarti berpaling dari sesuatu karena hinanya sesuatu tersebut dan karena (seseorang) tidak memerlukannya. Dalam bahasa Arab terdapat ungkapan “syaiun zahidun” yang berarti “sesuatu yang rendah dan hina”.
Makna secara istilah:
Ibnu Taimiyah mengatakan sebagaimana dinukil oleh muridnya, Ibnu al-Qayyim bahwa zuhud adalah meninggalkan apa yang tidak bermanfaat demi kehidupan akhirat.
Al-Hasan Al-Bashri menyatakan bahwa zuhud itu bukanlah mengharamkan yang halal atau menyia-nyiakan harta, akan tetapi zuhud di dunia adalah engkau lebih mempercayai apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang ada di tanganmu. Keadaanmu antara ketika tertimpa musibah dan tidak adalah sama saja, sebagaimana sama saja di matamu antara orang yang memujimu dengan yang mencelamu dalam kebenaran.
Di sini zuhud ditafsirkan dengan tiga perkara yang semuanya berkaitan dengan perbuatan hati:
1. Bagi seorang hamba yang zuhud, apa yang ada di sisi Allah lebih dia percayai daripada apa yang ada di tangannya sendiri. Hal ini timbul dari keyakinannya yang kuat dan lurus terhadap kekuasaan Allah. Abu Hazim az-Zahid pernah ditanya, “Berupa apakah hartamu?” Beliau menjawab, “Dua macam. Aku tidak pernah takut miskin karena percaya kepada Allah, dan tidak pernah mengharapkan apa yang ada di tangan manusia.” Kemudian beliau ditanya lagi, “Engkau tidak takut miskin?” Beliau menjawab, “(Mengapa) aku harus takut miskin, sedangkan Rabb-ku adalah pemilik langit, bumi serta apa yang berada di antara keduanya.”
2. Apabila terkena musibah, baik itu kehilangan harta, kematian anak atau yang lainnya, dia lebih mengharapkan pahala karenanya daripada mengharapkan kembalinya harta atau anaknya tersebut. Hal ini juga timbul karena keyakinannya yang sempurna kepada Allah.
3. Baginya orang yang memuji atau yang mencelanya ketika ia berada di atas kebenaran adalah sama saja. Karena kalau seseorang menganggap dunia itu besar, maka dia akan lebih memilih pujian daripada celaan. Hal itu akan mendorongnya untuk meninggalkan kebenaran karena khawatir dicela atau dijauhi (oleh manusia), atau bisa jadi dia melakukan kebatilan karena mengharapkan pujian. Jadi, apabila seorang hamba telah menganggap sama kedudukan antara orang yang memuji atau yang mencelanya, berarti menunjukkan bahwa kedudukan makhluk di hatinya adalah rendah, dan hatinya dipenuhi dengan rasa cinta kepada kebenaran.


Kaum muslimin Rohimakumulloh..
Hakekat zuhud itu berada di dalam hati, yaitu dengan keluarnya rasa cinta dan ketamakan terhadap dunia dari hati seorang hamba. Ia jadikan dunia (hanya) di tangannya, sementara hatinya dipenuhi rasa cinta kepada Allah dan akhirat.
Zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara total dan menjauhinya. Lihatlah Nabi, teladan bagi orang-orang yang zuhud, beliau mempunyai sembilan istri. Demikian juga Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman, sebagai seorang penguasa mempunyai kekuasaan yang luas sebagaimana yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Para Shahabat, juga mempunyai istri-istri dan harta kekayaan, yang di antara mereka ada yang kaya raya. Semuanya ini tidaklah mengeluarkan mereka dari hakekat zuhud yang sebenarnya.

Selanjutnya para hadirin bagaimanakah Zuhud yang Bermanfaat dan Sesuai Dengan Syariat ?
Zuhud yang disyariatkan dan bermanfaat bagi orang yang menjalaninya adalah zuhud yang dicintai oleh Allah dan rasul-Nya, yaitu meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat demi menggapai kehidupan akhirat. Adapun sesuatu yang memberi manfaat bagi kehidupan akhirat dan membantu untuk menggapainya, maka termasuk salah satu jenis ibadah dan ketaatan. Sehingga berpaling dari sesuatu yang bermanfaat merupakan kejahilan dan kesesatan sebagaimana sabda Nabi,
“Carilah apa yang bermanfaat bagi dirimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah.” (HR. Muslim hadits no. 4816)
Yang bermanfaat bagi seorang hamba adalah beribadah kepada Allah, menjalankan ketaatan kepada-Nya dan kepada rasul-Nya. Dan semua yang menghalangi hal ini adalah perkara yang mendatangkan kemudharatan dan tidak bermanfaat. Yang paling berguna bagi seorang hamba adalah mengikhlaskan seluruh amalnya karena Allah. Orang yang tidak memperhatikan segala yang dicintai dan dibenci oleh Allah dan rasul-Nya akan banyak menyia-nyiakan kewajiban dan jatuh ke dalam perkara yang diharamkan; meninggalkan sesuatu yang merupakan kebutuhannya seperti makan dan minum; memakan sesuatu yang dapat merusak akalnya sehingga tidak mampu menjalankan kewajiban; meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar; meningalkan jihad di jalan Allah karena dianggap mengganggu dan merugikan orang lain. Pada akhirnya, orang-orang kafir dan orang-orang jahat mampu menguasai negeri mereka dikarenakan meninggalkan jihad dan amar ma’ruf -tanpa ada maslahat yang nyata-.
Allah berfirman :

يَسْئَلُوْنَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيْهِ قُلْ فِيْهِ قِتَالٌ فِيْهِ كَبِيْرٌ وَصّدٌّ عَنْ سَبِيْلِ اللَّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجِ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِنْدَ اللَّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ
Artinya :“Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah, ‘Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh.’” (QS. Al-Baqarah: 217)
Allah menjelaskan dalam ayat ini, walaupun membunuh jiwa itu merupakan keburukan, akan tetapi fitnah yang ditimbulkan oleh kekufuran, kezaliman dan berkuasanya mereka (orang-orang kafir) lebih berbahaya dari membunuh jiwa. Sehingga menghindari keburukan yang lebih besar dengan melakukan keburukan yang lebih ringan adalah lebih diutamakan. Seumpama orang yang tidak mau menyembelih hewan dengan dalih bahwa perbuatan tersebut termasuk aniaya terhadap hewan. Orang seperti ini adalah jahil, karena hewan tersebut pasti akan mati. Disembelihnya hewan tersebut untuk kepentingan manusia adalah lebih baik daripada mati tanpa mendatangkan manfaat bagi seorang pun. Manusia lebih sempurna dari hewan, dan suatu kebaikan tidak mungkin bisa sempurna untuk manusia kecuali dengan memanfaatkannya, baik untuk dimakan, dijadikan sebagai kendaraan atau yang lainya. Yang dilarang oleh Nabi adalah menyiksanya dan tidak menunaikan hak-haknya yang telah tetapkan oleh Allah.
Nabi bersabda,
“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu, maka jikalau kalian membunuh, bunuhlah dengan baik, dan jika kalian menyembelih maka sembelihlah dengan baik, hendaklah salah seorang diantara kalian menajamkan pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim hadits no. 3615)
Marilah kita lihat bagaimana kehidupan generasi pertama dan terbaik dari umat ini, generasi sahabat yang hidup di bawah naungan wahyu Ilahi dan didikan Nabi. Salah seorang tokoh generasi tabi’in, Imam al-Hasan al-Bashri berkata, “Aku telah menjumpai suatu kaum dan berteman dengan mereka. Tidaklah mereka itu merasa gembira karena sesuatu yang mereka dapatkan dari perkara dunia, juga tidak bersedih dengan hilangnya sesuatu itu. Dunia di mata mereka lebih hina daripada tanah. Salah seorang di antara mereka hidup satu atau dua tahun dengan baju yang tidak pernah terlipat, tidak pernah meletakkan panci di atas perapian, tidak pernah meletakkan sesuatu antara badan mereka dengan tanah (beralas) dan tidak pernah memerintahkan orang lain membuatkan makanan untuk mereka. Bila malam tiba, mereka berdiri di atas kaki mereka, meletakkan wajah-wajah mereka dalam sujud dengan air mata bercucuran di pipi-pipi mereka dan bermunajat kepada Allah agar melepaskan diri mereka dari perbudakan dunia. Ketika beramal kebaikan, mereka bersungguh-sungguh dengan memohon kepada Allah untuk menerimanya. Apabila berbuat keburukan, mereka bersedih dan bersegera meminta ampunan kepada Allah. Mereka senantiasa dalam keadaan demikian. Demi Allah, tidaklah mereka itu selamat dari dosa kecuali dengan ampunan Allah. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha-Nya kepada mereka.” Wallahu A’lam.

Hadirin yang sangat saya muliakan dan Dimuliakan oleh Allah...
Kedua kenapa kita harus juhud?karena dengan juhud ini kita tidak akan tertipu oleh tipudaya hal duniawai yang akan menghancurkan kita, sebagimana dalanm keteranngan :

حُبُّ الدُّنْيَا رَاْسُ كُلِّ خَطِيْئَةٍ
Artinya :”Cinta dunia adalah biang keladinya kejelekan”.
Salah satu contoh pada zaman sekarang orang-orang itu banyak yang sibuk mengurusi urusan dunia atau cinta dunia dan melupakan akhirat, sehingga segala cara ia lakukan, tidak memandang halal dan haram, sehingga pada akhirnya dia celaka.
Dalam keterangan di atas dapat disimpulkan pandangan bahwa harta benda adalah sesuatu yang harus dihindari karena dianggap dapat memalingkan hati, dari mengingat tujuan perjalanan sufi yaitu Allah. Namun ada yang berpendapat bahwa zuhud bukan berarti semata-mata tidak mau memiliki harta benda dan tidak suka mengenyam nikmat duniawi, tetapi sebenarnya adalah kondisi mental yang tidak mau terpengaruh oleh harta dan kesenangan duniawi dalam mengabdikan diri kepada Allah
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan dan jelaskan. Semoga banyak manfaatnya dan mohon atas segala kekurangannya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.

Dari Yang Baik Dan Yang Lebih Baik

EMPAT PERKARA YANG BAIK DAN ADA YANG LEBIH BAIK DARI YANG EMPAT ITU 

 

Ustadz A. Hambali


السَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ

اَ ْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ الْمُتَضِعِيْنَ وَيَكْرَهُ مِنْ خَلْقِهِ الْمُتَكَبِّرِيْنَ وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعُهُ إِلَي يَوْمِ الدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ.أمَّا
.فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَي فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحّمَنِ الرَّحِيْمِ : يَاَيُهَا الّذِيْنَ ءاَمَنُوْا لاَ تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ إِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَي طَعَامٍ غَيْرِ نَاظِرِيْنَ إِنَهُ وَلَكْنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوْا وَلاَ مُسْتَنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍ إِنَّ ذَالِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيِّ فَيَسْتَحْيِ مِنْكُمْ وَاللَّهُ لاَيَسْتَحْيِ مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوْ هُنَّ مَتَعًا فَسْئَلُوْهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَالِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذَوْا رَسُوْلَ اللَّهِ وَلاَ أَنْ تَنْكِحُوْا أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَالِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيْمًا


Pertama-tama dan yang lebih utama marilah kita sama-sama panjatkan puji beserta syukur ke hadirat Allah SWT, yang maha ghofur, berkat hidayat, taufik dan inayahnylah kita bias bertemu, bertatap muka dalam makom yang insyaallah allah mulyakan sehingga alhamdulillah kita bias melaksankan sebagian kewajiban kita yakni shalat jum'at.
Shalawat dan salam semoga selamanya terlimpah curahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kepada kita kepada jalan yang lurys, dari kekupura menuju kepada keimana dari kesalahan menuju kepada kebenar
Dan tidak lupa kepada keluarganya, sahabatnya dan semua umatnya yang mengikuti ajarannya, termasuk kita sampai hari kiamat. Amin yaallah yarobal a'lamin.

Para hadirin rohimakumullah
Alhamdulullah wasyukrilah berkat nikmatnya kita semua bisa berkumpul, bertatap muka untuk mencari ilmu mudah-mudahan dengan berkumpulnya ditempat ini kita diridoi dan diampuni segala dosa kita. Amiin.
Insyallah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan keterangan yang di sampaikan oleh sebagian Ahli Hikmah beliau mengatakan :

أَرْبَعَةٌ حَسَنَةٍ وَلَكِن أَرْبَعَةٌ مِنْهَا أَحْسَنُ: الْحَيَاءُ مِنَ الرِّجَالِ حَسَنٌ وَلَكِنْهُ مِنَ المَرأَةِ اَحْسَنُ.
Artinya :”Bahwa ada 4 perkara nilainya baik, tetapi ada lagi 4 perkra yang nialinya lebih baik :

1. adanya sifat Haya (malu) pada kaum laki-laki adalah baik, tapi sifat haya pada permpuan labih baik.
Karena kalau orang yang malu berarti dia masih punya iman dan tidak cepat untuk melaksanakan perbuatan maksiat. Nabi bersabda :

اَلْحَيَاءُ مِنَ اْلاِيْمَانِ
Arinya:”Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman”.
(HR. Bukhari Muslim)
Agama Islam adalah agama yang mengatur seluruh sistem kehidupan, baik iu berkaitan dengan keyakinan, penyembahan, ibadah ritual, adab, serta akhlak kemanusiahaan. Malahan inti daripada keimanan dan sikap keagamaan. Firman Allah SWT dalam surah Al-Ahzab ayat 53 :

يَاَيُهَا الّذِيْنَ ءاَمَنُوْا لاَ تَدْخُلُوْا بُيُوْتَ النَّبِيِّ إِلاَّ أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَي طَعَامٍ غَيْرِ نَاظِرِيْنَ إِنَهُ وَلَكْنْ إِذَا دُعِيْتُمْ فَادْخُلُوْا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوْا وَلاَ مُسْتَنِسِيْنَ لِحَدِيْثٍ إِنَّ ذَالِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيِّ فَيَسْتَحْيِ مِنْكُمْ وَاللَّهُ لاَيَسْتَحْيِ مِنَ الْحَقِّ وَإِذَا سَأَلْتُمُوْ هُنَّ مَتَعًا فَسْئَلُوْهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَالِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوْبِكُمْ وَقُلُوْبِهِنَّ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذَوْا رَسُوْلَ اللَّهِ وَلاَ أَنْ تَنْكِحُوْا أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَالِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيْمًا
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumahNabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu di undang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir, cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak pula mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.“

Dalam ayat ini iman dihubungkan dengan adab memasuki rumah dengan meminta izin, dan juga menjaga perasaan Rasulullah. Rasulullah sebagai manusia sempurna memiliki perasaan malu yang sangat besar, sehingga beliau tidakdapat menegur tamu yang terus mengobrol, sehingga ALLAH memberikan teguran dengan turunnya ayat di atas.
Rasulullah sangat mementingkan agar umatnya memiliki rasa malu dalam kehidupan, Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan Ibnu Umar r.a. “Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.” (hadist ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).
Sikap malu kepada sesuatu yang tidak baik itu merupakan kunci kebaikan dalam masyarakat, sehingga menurut hadist dari Umar ibn Husain r.a. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda; “Malu itu akan mendatangkan kebaikan.” (HR Bukhari dan Muslim), dan daalam hadist yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan bahwa “malu itu adalah kebaikan seluruhnya.“
Dari Qurah bin Ilyas r.s. berkata bahwa kami bersama Nabi, ada yang mengingatkan tentang malu, mereka berkata: Ya Rasulullah malu itu bagian dari agama, maka Rasulullah SAW bersabda; “Bahkan malu itu adalah agama seluruhnya“, kemudian Rasulullah SAW melanjutkan “Sesungguhnya malu, wara’, sedikit berbicara, adalah bagian dari iman dan itu semua akan menambahkan kehidupan akhirat dan mengurangkan kehidupan dunia dan yang ditambahkan kepada akhirat itu lebih banyak dari pada yang dikurangkan di dunia. Dan pelit, lemah, dan kasar bagian dari sifat munafik dan itu menambah dunia dan mangurangkan akhirat dan apa yang dikurangkan di dunia lebih daripada apa apa yang ditambahnkan di akhirat.”(HR: Thabrani).
Sikap malu dari perbuatan buruk dan keji juga merupakan inti dari ajaran agama Islam, dan akhlak utama dalam Islam adalah malu, sebagai mana dinyatakan oleh hadist dari Zaid bin Talhah bin Rukanah; Rasulullah bersabda; “Sesungguhnya setiap agama aitu mempunyai akhlak, dan akhlak Islam adalah MALU” (HR: Malik dan Ibnu Majah).

Hadirin Rohimakumullah
Oleh sebab itu jika rasa malu sudah tidak dimiliki oleh seorang muslim. berarti ALLAH telah mencabut keimanan dalam hatinya, sabda Rasulullah SAW; “Sesungguhnya Allah Ta’ala apabila hendak menghancurkan seorang hamba maka Dia mencabut rasa malu, dan apa bila rasa malu telah dicabut, maka dia akan dibenci orang, dan apa bila dia dibenci maka akan dicabit darinya sifat amanah, dan apa bila amanah telah dicabut, maka engkau akan berkhianat, dan dicabut darinya rasa kasih sayang, dan apabila kasih sayang telah dicabut, maka engkau akan melihatnya menjadi orang yang terkutuk, dan apa bila engkau melihatnya terkutuk, maka lepaslah tali Islam dari pegangannya.“(HR: Ibnu Majah).
Semoga kita dapat melihat sejauh mana rasa malu masih ada dalam diri kita, dan dalam masyarakat kita. Karena selama ini, banyak pemimpin yang tidak malu membohongi rakyatnya, banyak yang tidak malu bermaksiat, banyak yang tidak malu jika auratnya terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya, banyak pegawai yang tidak malu berbuat korupsi, dan lain sebagainya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa, karena degradasi malu itulah penyebab segala krisis yang terjadi selama ini.
Dan rasa malu yang dimili oleh seorang perempuan lebih baik ketimbang laki-laki mengapa karena perempuan itu harus terjaga dari perbuatan yang membuat menjatuhkan.

Hadirinrohimakumullah

وَالْعَدْلُ مِنْ كُلِّ اَحَدٍ حَسَنٌ وَلَكِنَّهُ مِنَ الآُمَرَاءِ اَحسَنُ

2. Adil pada setiap orang adalah baik, tapi adil pada pemerintah itu lebih baik.
Karen pmerintah kalau tidak adil maka akan hancur kepmerinthannya.

وَالتَّوبَةُ مِنَ الشَّيْخِ حَسَنَةٌ وَلَكِنَّهَا مِنَ الشَبَابِ اَحْسَنُ

3. Tobatnya sikakek-kakek baik, tapi tobatnya anak muda lebih baik.
Maksud kalau seandainya anak muda bertaub dengan taubatan nasuha(sebenarnya) itu baik sekali karen anak muda itu masih serba panas dan masih dedikasinta tinggi maka untuk berbuat tobat itu merupk hal yang berat sekali, tapi untuk kakek –kaket itu hal yang wajar dan seharnya kerena dia sudah mengalai masa muda yang panjang dan dia tinggal bertaubat, kalau seandainya dia tia tidak mau bertaubat alangkah ruginya karena dia sebentar lagi akan masuk liang lahat.

وَالجُوْدُ مِنَ اغْنِيَاءِ حَسَنٌ وَلَكِنَّهُ مِنَ الفُقَرَاءِ احْسَنُ

4. Bermurah hati pada diri kaum kaya adalah baik, tapi bermurah hati bagi Kaum kaya adalah baik, tapi bermurah hati bagi kaum fakir lebih baik.
Maksudnya kalu ada orang kaya menginfakan hartanya bagi orang miskin atau membantu orang lain itu pantas kerena dia punya harta tpi kalau orang fakir mengnfakan harta kepada simiskin dan menolengnya itu merupakanberbuatan yang lebih baik karena ya. Namanya juga orang fakir dia punya hartanya sedikit lalu menginfakannya itu memerlukan perjuangang
Oleh karena itu, jika seseorang memiliki kelebihan harta maka hendaklah mengambil sikap pertengahan : di antara irrof dan bakhil

Hadirin Yang berbahagia
Kesimpulannya bahwa kita harus benar-benar melakukan amal kebaikan jangan ditunda-tunda walaupun tadi telah dijelaskan waktu melakukan amal yang paling baik, namun biasakanlah dari sekarng agar kita terbiasa.
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan dan jelaskan. Semoga banyak manfaatnya dan mohon atas segala kekurangannya.



وَالسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ
…………..

Bahagia dan Celaka

YANG MEMBUAT KEBAHAGIAN DAN YANG MEMBUAT KECELAKAAN 

Ustadz A. Hambali Pengasuh TPQ Nuruddin

 

اَ ْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ يُحِبُّ مِنْ عِبَادِهِ الْمُتَضِعِيْنَ وَيَكْرَهُ مِنْ خَلْقِهِ الْمُتَكَبِّرِيْنَ وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعُهُ إِلَي يَوْمِ الدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ
.فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَي فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحّمَنِ الرَّحِيْمِ : قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الذِّيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالذِّيْنَ لاَيَعْلَمَوْنَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُا اُوْلُوْاْلاَلْبَابِ


Pertama-tama dan yang lebih utama marilah kita sama-sama panjatkan puji beserta syukur ke hadirat Allah SWT, yang maha ghofur, berkat hidayat, taufik dan inayahnylah kita bias bertemu, bertatap muka dalam makom yang insyaallah allah mulyakan sehingga alhamdulillah kita bias melaksankan sebagian kewajiban kita yakni mncari ilmu di tempat ini.
Shalawat dan salam semoga selamanya terlimpah curahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kepada kita kepada jalan yang lurys, dari kekupura menuju kepada keimana dari kesalahan menuju kepada kebenar
Dan tidak lupa kepada dilimpah curakan kepada keluarganya, sahabatnya dan semua umatnya yang mengikuti ajarannya, termasuk kita sampai hari kiamat. Amin yaallah yarobal a'lamin.

Para hadirin rohimakumullah

Alhamdulillah kita pada siang ini bisa dipertemukan dengan ada dalam sehat wal afiat, dan mudah-mudahan dengan hadirnya kita disini menjadi saksi bahwa kita benar-benar orang yang beriman dan taqwa kepada Allah swt. Amiin.
Hadirin yang budiman, Insyallah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan keterangan yang ada dalam kitab Nasoihul ibad :
.طُوْبَى لِمَنْ كَانَ عَقْلُهُ اَمِيْرًا وَهَوَاهُ اَسِيْرًا
 Bahagialah bagi orang yang keadaan akalnya jadi raja. Sedang nafsunya menjadi tawanan.
Maksudnya bahwa bahagialah bagi orang yang akalnya jadi raja maka hawa nafsunya ada dalam bawahannya karena kalau akal yang menjadi raja maka siakal akan selalu menyuruh kepada kebaikan dan ketika mau melaksanakan apa saja pasti akan dipikir
Juga akal harus dipenuhi dengan ilmu karena dengan ilmu kedudakan orang akan di tinggikan oleh Allah swt. Sebagaimana Allah berfirman :

قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الذِّيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالذِّيْنَ لاَيَعْلَمَوْنَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُا اُوْلُوْاْلاَلْبَابِ
Artinya:”Katakanlah :” dakah sama orang-orang yang tidak mengetahui dengan orang yang mengetahui:” Sesungguhnya orang yang berakalah yang dapat menerima pelajaran. (Q.S. Az-Zumara : 9)

Tunutnan malaikat kepada Allah SWT, untuk menjadi kholifah dimuka bumi dengan alasan karena adam adalah hamba yang berdosa, sekaligus dapat dipatahkan melalui aren filterasi (penyariangan) dalam ilmu pengetahuan. Pasukan malaikat meyerah kalah karena mereka diungguli dalam ilmu pengetahuan yang menjadi sarana untuk mengatur tata laksana hidup dan penghidupan didunia.
Hidup dan kehidupan membutuhkan ilmu untuk mengatur dunia, sedangkan malaikat ketika itu belum memiliki ilmu tentang dunia dan juga harus jinjembatatani dengan sarana makanan, minum, tidur, berkeluarga, sedangkan malaikat hidup dengan tidak memakai sarana yang demikian itu pula. Oleh kerenanya, adam as jugalah yang berhak menjabat kholifah dipermukaan bumi, karen dialah yang memenuhi persaratan dan telah kolos dari filterisasi, sekalipuntelah mendapat penataran terlebih dahuku dari Allah SWT.

Kaum Muslimin yang berbahagia
وَوَيْلٌ لِمَنْ كَانَ هَوَاهُ اَمِيْرًا وَعَقْلُهُ اَسِيْرًا
 Dan celakalah bagi orang yang keadaan nafsunya menjadi tawanan.
Maksudnya bahwa hawa nafsu yang menjadi raja dan selalu menjadi penyuruh dalam segala macam
Kaum muslimin-muslimat yang berbahagia
Ketahuilah, bahwa datang silih bergantinya hari dan bulan, tahun dan windu adalah merupakan pelajaran bagi orang yang bisa mengambil pelajaran, dan merupakan peringatan bagi orang yang mau merenungkan, merupakan peringatan bagi orarang-orang yang mempeunyai akal dan fikiran akan semakin bertambah pengertiannya tentang hakekat kehidupan di dunia ini, yang sesungguhnya adalah merupakan desa yang cepat musnah dan cepat berpindah. Bukan merupakan desa tempat tinggal dan bersuka ria.
Sesungguhnya dunia adalah desa untuk lewat dan berlalu. Maka kepergian sbagai dari padany menandakan keprgian semuannya. Banyak sudah dunia memisahkan antar anak dan ayahnya. Banyak pula dunia melewatkan kesempatan, dan meneguk kesesatan.
Akan tetapui meskipun demikian dunia adalah merupakan ladang akhirat. Merupakan harta simpatan, yang di dalamnnya dititipkan amal-amal shaleh yang bisa mendekatkan kepada rahmat Allah dan keridhoannya.
Oleh karen itu orang yang mempunyai akal adalah orang yang menjarah semua waktunya di dunia ini, lalu ia mendahulukan untuk dirinya sesuatu yang akan menjadi simpanan di sisi Tuhannya, dan menjdadi kelonggaran baginya ketika kesedihannya menjadi berat, yaitu pada hari, di mana harta dan anak tiada bermnfaat yaitu:
يَوْمَ يَفِرُّ المَرءُ مِنْ اَخِيْهِز وَاُمِّهِ وَاَبِيْهِ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيْه’ لِكُلِ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأنٌ يُغْنِيْهِ.
Artinya :”Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya. Dari ibu dan bapaknya. Dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukannya. “
Kaum muslimin yang berbahagia.
Kitasekarang ini telah meninggalkan tahun, siang dan malam telah berlalu, lembaran-lembarannya telah melipat segala yang ada di dalamnya baik itu kebaikan atau amal-amal yang diridhai, maupun kerusakan atau amla-amal yang memalukan . tidak ada harapan sama sekali bagi seseorang untuk mengajar suatu yang terjadi pada siang maupun malam yang sudah berlalu, kecuali dengan yang terjadi pada siang maupun malam yang sudah belalu, kecuali dengan taubat yang tulus dan murni, dan kembali kepada Allah Azza wa jalla dengan hati yang penih rasa takut, harapan dan penyesalan atas segala keteladoran dan amal jelek yang telah lampau; serta dengan kemauaan dan kemalsan-malasan segala yang tertinggal sebab keteledoran dan kemalas-malasan, juga tidak adanya niat untuk mengulanginya perbuatan-perbuatan maksiat dan dosa yang telah lalu.
Kita, wahai hamba-hamba Allah, telah meningglkan tahun dan kan menghadapi tahun baru, seorang dari kita tidak mengerti, apakah ia mampu menyempurnakan tahun baru itu, atau membiasakan masanya sebelum menymepurnakannya. Bahkan Demi Allah- tiada malam yang lewat atau hari yang berangkat, kecuali dihabiskan oleh jasad yang kuat, badan yang sehat, lalu tamatlah batas waktunya dan habislah masanya.
Itulah kebenaran hadist Rasulallah saw. Ketika memberi wasiat kepada para sahabatnya, di mana beliau bersabda kepada Abdullah bin Umar:
كُنْ فِى الدُّنْيَا كَاَنَّكَ غَرِيْبٌ اَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ.
Artinya :”Adalah kamu di duni ini seakan kamu seorang pengembara atau seorang yang lewat jalan.”
Hadirin rahimakullah
Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan kesimpulannya bahwa kalau akal yang menjadi raja maka seseorang akan selamat dunia dan akhirat tapi sebaliknya kalau hawa nafsunya yang menjadi raja makan orang itu akan celak dunia dan akhirat. Semoga banyak manfaatnya dan mohon atas segala kekurangannya.
Jadi kita harus punya bekal yang banyak untuk menyongsong masa depan yang kehidupanya melibihi dunia ini yakni akhirat karen malaikat akan menjemput kapan saja dimana saja.


Wassalamu’alaikum, Wr, Wb…..


Tiga Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Memandang Suatu Perkara

Tiga Hal Yang Harus Diperhatikan Dalam Memandang Suatu Perkara

َ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ.
.فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَي فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِا للَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحّمَنِ الرَّحِيْمِ : وَكَأَيِّنْ مِنْ دَآبَّةٍ لاَ تَحْمِلُ رِزْقُهَا اللهُ يَرْزُقُهَا وَإيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم
وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّي اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أُنْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَأَنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ


Marilah kita panjatkan puji beserta syukur ke hadirat Allah SWT, yang maha ghofur, berkat hidayat, taufik dan inayahnylah kita bias bertemu, bertatap muka dalam makom yang insyaallah allah mulyakan sehingga alhamdulillah kita bias melaksankan sebagian kewajiban kita yakni shalat jum'at.
Shalawat dan salam semoga selamanya terlimpah curahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kepada kita kepada kita dari jalan onta kejalan toyota, yang mebawa umatnya dari kegeelapan menuju jalan terang benerang dari alam kejahiliahan kejalan kepintaran.
Dan tidak lupa kepada keluarganya, sahabatnya dan semua umatnya yang mengikuti ajarannya, termasuk kita sampai hari kiamat. Amin yaallah yarobal a'lamin.

Yang saya hormati seluruh para alim ulma
Yang saya hormati para tokoh, para pejabat pemerintah
Dan tak lupa hadirin yang hadir disini seiman seperjuangan rahimakumullah

Berkat nikmat-Nya, pada malam yang berbahagia ini, kita semua bisa berkumpul, bertatap muka dalam rangka mengisi atau melaksanakan sebagian kewajiabn kita yakni dolabul ilmu atau mencari ilmu, semoga pertemuan kali ini dan dengan berkumpulnya ditempat ini, Allah swt meridoi dan mengampuni segala dosa kita. Amiin.
Insyallah pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan keterangan yang di sampaikan oleh sebagian ahli hukama yakni :

اِعْتَصَمَ بِعَقْلهِ ضَلَّمَنْ

1. Bahwa barang siapa berpegang teguh kepada akal, niscaya ia sesat
Maksudnya bahwa barang siapa yang berpegang teguh terhadap akal sehingga lupa terhadap Maha pencipta yakni Allah swt maka dia akan sesat seperti banayak dijaman sekarang orang menapsirkan al-Quran dengan akalnya akhirnya dia melaksanaka sholat dibarengi dengan musik seperti aliran yang ada di jawa dan melaksanakan sholat dengan baan terjemaah memang boleh dalam agama tapi bukan selamanya.
وَمَنْ اسْتَغْنَى بِمَالِهِ قَلَّ
2. barang siapa merasa cukup dengan hartanya, maka dia itu miskin
Kalau dilihat dalam redaksinya bahwa orang yang merasa cukup kepada hartanya maka dia akan miskin, merasa kurang dan merasa kuatir karena dunia sikap ini lahir atas kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan menimpanya pada masa yang datang dalam urusan dunianya. Misalnya, takut mendapat kefakiran, tertimpa sakit atau bencana.
Penyakit ini lenih celaka dari penyaki hati, karena selain menimbulkan keraguan dan buruk sangka terhadap takdir Allah, sikap ini akan menyulut seseorang semakin mencintai dunia dan melupakan akhirat meskipun dalam tensi yang sangat kecil. Dalam hadist dikemukakan bahwa pada suatu saat Rasulallah mejenguk Bilal yang sedang sakit. Ketika Bilal mengekurkan kurma untuk disuguhkan kepada Rasulallah, beliau bertanya:
مَاهَذَا يَابِلَال ؟ فَاقَلَ : اَدْخَرْتَهُ لَكَ، قَالَ : أَمَا تَخْشَى اَنْ يُجْعَلَ لَكَ بُخَارٌ فِى نَارِ جَهَنَّمَ
Artinya:“Apakah ini wahai Bilal ?” Bilal menjawab: “ Saya menyimpan kurma ini untuk engkau.” Rasulallah menjawab:” Apakah kamu tidak takut jika makan-makan ini dijadikan untukmu sebagai gumpalan api neraka jahanam?Infakanlah, wahai Bilal. Janganlah engkau mendapat kefakiran dari Allah Yang Menguasai ‘Arasy.” (H.R. Thabrani).
Orang saleh seperti Bilal, tentu saja, dengan ikhlas mengumpulkan kurma itu karena ingin mengagungkan Rasulallah. Bila melakukannya bukan karena kalau pada masa-masa yang akan datang Allah tidak menumbuhkan lagi pohon kurma, atau karena ingin memperoleh nilai lebih. Meskipun demikian, bila sudah mendapat teguran pahit dari Rasulallah dan diperintahkannya supaya segera diinfakan. Nah, bagaimana dengan orang-orang yang rakus menumpukan kekayaan dan hasil ribanya, sambil melupakan kewajiban infak dan zakatnya?
Maka apa yang yang harus dilakukan apabila orang sudah rakus, apakah cara untuk mengobatinya? Ada Cara mengobati Rakus dan Tamak adalah :
Ketahuilah bahwa obat ini terdiri dari tiga unsur: sabar, ilmu, dan amal. Secara keseluruhan terangkum dalam hal-hal berikut ini :

1. Ekonomis dalam kehidupan dan arif dalam membelanjakan harta.
2. Jika seseorang bisa mendapatkan kebutuhan yang mencukupinya, maka dia tidak perlu gusar memikirkan masa depan, yang bisa dibantu dengan membatasi harapan-harapan yang hendak dicapainya dan merasa yakin bahwa dia pasti akan mendapatkan rezeki dari Allah. Jika sebuah pintu rezeki tertutup baginya, sesungguhnya rezeki akan tetap menunggunya di pintu-pintu yang lain. Oleh karena itu hatinya tidak perlu merasa gusar.

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَآبَّةٍ لاَ تَحْمِلُ رِزْقُهَا اللهُ يَرْزُقُهَا وَإيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْم
Artiny a:“Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Al-’Ankabut: 60)

3. Hendaklah dia mengetahui bahwa qana`ah itu adalah kemuliaan karena sudah merasa tercukupi, dan dalam kerakusan dan tamak itu ada kehinaan karena dengan kedua sifat tersebut, dia merasa tidak pernah cukup. Barangsiapa yang lebih mementingkan hawa nafsunya dibandingkan kemuliaan dirinya, berarti dia adalah orang yang lemah akalnya dan tipis imannya.

4. Memikirkan orang-orang Yahudi dan Nasrani, orang-orang yang hina dan bodoh karena tenggelam dalam kenikmatan. Setelah itu hendaklah dia melihat kepada para nabi dan orang shalih, menyimak perkataan dan keadaan mereka, lalu menyuruh akalnya untuk memilih antara makhluk yang mulia di sisi Allah ataukah menyerupai penghuni dunia yang hina.

5. Dia harus mengerti bahwa menumpuk harta itu bisa menimbulkan dampak yang kurang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

أُنْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَأَنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
Artinya :“Lihatlah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat yang Allah limpahkan kepada kalian.” (Hadits riwayat Muslim).
Hadits ini berlaku dalam urusan dunia. Adapun dalam urusan akhirat, maka hendaklah setiap muslim berlomba-lomba untuk mencapai derajat kedudukan tertinggi. Penopang urusan ini adalah sabar dan membatasi harapan serta menyadari bahwa sasaran kesabarannya di dunia hanya berlangsung tidak seberapa lama untuk mendapatkan kenikmatan yang abadi, seperti orang sakit yang harus menunggu pahitnya obat saat menelannya, karena dia mengharapkan kesembuhan selama-lamanya.
وَمَنْ عَزَّ بِمَخْلُوْكٍ ذَلَّ
3. dan barang siapa merasa mulia karena kekuatannya, maka hinalah dia
Maksudnya barang siapa yang berpegang kepada kekuatanya maka kekuatan itu akan hilang karena manusia tidak akan selamanya kuat pasti satu saat akan lemah karena ada hujan ada panas, siang ada malam, langit ada bumi dan juga begitu ada kekuatan pasti ada kelemahan, tatapi kalau

Hadirin yang budiman
Itu saja yang bisa saya sampaikan dalam pertemuan kali ini mengenai materi yang saya bahas mudah-mudahan banyak manfaatnya dan mhon maaf atas segala kekurangannya.


وَالسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ 
Ustadz Ahmad Hambali Pengasuh TPQ Nuruddin

Pokok-Pokok Dalam Beribadah


 


POKOK-POKOK IBADAH 

Ustadz Ahmad Hambali
اَ ْلحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ السَّكِيْنَةَ فِي قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالصَّلاَ ةُ وَالسَّلاَمُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍسَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَي اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَمِنْ تَبِعَهُ اِلَي يَوْمِ الدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَنَبِيَّ بَعْدَهُ.أمَّا بَعْدُ
فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَي فِي الْقُرْأَنِ الْعَظِيْمِ : اِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ
وَقَالَ رَسُوْلُ اللَّهِ صلعم : رَسُوْلُ اللَّهِ صلعم : أية المنا فقين ثلاث. اذاحدث كذب اذا وعد أخلف اذائتمن خان.(صحيح بخاري.صحيفه.65:4(

Segala puji hanya bagi Allah swt, dia telah memberikan kepad kita kekuatan sehingga dengan nimatnya kita bisa melaksanakan berbagai aktifitas baik amal duniawia maupun amal akhirat, maka wajiblah kita mensukurinya, karena yakin bahwa orang yang rajin-rajin mensyukuri nikmat Allah swt Allah akan melipat gandakannya.
Shalawat dan salam semoga selamanya terlimpah curahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa kepada kita kepada jalan yang lurys, dari kekupura menuju kepada keimana dari kesalahan menuju kepada kebenar
Dan tidak lupa kepada keluarganya, sahabatnya dan semua umatnya yang mengikuti ajarannya, termasuk kita sampai hari kiamat. Amin yaallah yarobal a'lamin.

Para Hadirin Rohimakumullah

Alhamdulullah wasyukrilah berkat nikmatnya kita semua bisa berkumpul, bertatap muka untuk melaksanakan perintah Allah yaitu tholibul ilmi atau mencari ilmu mudah-mudahan dengan niat kita di sini untuk mencari ilmu diridoi dan diampuni segala dosa kita. Amiin.

Pada momentum yang berbahagiai ini saya akan menjelaskan keterangan yang di sampaikan oleh sebagian Ulam ahli hikmah :

قَالَ بَعْضُ الحُكَمَاءِ : جَمِيْعُ الْعِبَادَاتِ مِنَ الْعُبُوْدِيَةِ اَرْبَعَةٌ:
Artinya :”Sebagian ulama ahli hikamah mengatakan, bahwa inti dari sekian banyak macam ibadah ada 4, yaitu :

الوَفَاءُ بِالعُبُوْدِ



A. Menepati janji
Janji. Saya yakin semua orang pasti pernah berjanji. Terlepas dari ditepati atau tidak, dengan demikian memperlihatkan bahwa janji itu jaraknya sangat dekat dengan mulut kita. Permasalahan janji itu muncul bukan karena menepati janji, tapi justru karena ingkar terhadap janji yang sudah dibuat.
Kesempatan kali ini saya mencoba kembali mengingatkan, bahwa janji itu adalah sebuah hal yang penting untuk ditepati. Janji adalah hutang. Hutang itu harus dibayar. Bagaimana kalau masalahnya membayar hutang ini ternyata bukan terletak pada objek bayarannya, tap lebih pada kesempatan yang sudah lewat begitu saja karena ketidakcermatan kita untuk menepati janji. Bingung?
Begini, kalau saja janji itu adalah hutang yang harus dibayar, kemudian setelah kita berjanji ternyata kita akhirnya ingkar, maka akan ada diantara kita yang kemudian berpikir, “okelah, suatu saat pasti gw gw bayar”. Suatu saat? Kapan? Bagaimana kalau kesempatan membayar hutang itu memang cuma datang sekali? Saat tiba waktunya menepati janji itu? (Bingung juga? Wah…kalau begitu kesalahan ada disaya, tidak bisa mengungkapkan maksud sebenarnya, ahahahaha).

Sebagaimana hadits nabi:

حدثنا ابن سلام حدثنا اسماعيل بن جعفر عن ابي سهيل عن نافع بن مالك بن عامر عن ابيه عن ابي هريرة. أن رسول الله صلعم قال: أية المنا فقين ثلاث. اذاحدث كذب اذا وعد أخلف اذائتمن خان.(صحيح بخاري.صحيفه.65:4(
Artinya:”Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga macam. Apabila berkata ia dusta, Apabila berjanji ia ingkar, Apabila di percaya ia khianat”. (Shahih Bukhori, Hal : 65, juz : 4)
Untuk kita yang beragama Islam tentu sudah tidak asing dengan hadist ini bukan? (Kebangetan kalu ada yang tidak tahu, he..he..!) Agama lain pun saya yakin pengajarkan hal yang sama tentang janji. Bahwa setiap janji yang terucap harus ditepat, dengan berbagai usaha. Saya tidak bermaksud mengulas banyak isi hadist tersebut, saya hanya mengingatkan saja.

Hadirin rohimakumullah
Ini tentang apa sih? Kok berkutat terus menerus dipersoalan janji? Ok…sebenarnya begini, saya sedang ada masalah dengan janji (ujung-ujungnya ini masalah elo? basi lo ah…ahahahaha). Saya dengan jujur mengatakan bahwa saya sangat ingin sekali datang ke acara kumpul bareng Seribu tangan Cinta yang diadakan di TIM, siang ini. Masalahnya adalah ternyata saya tidak bisa memaksakan untuk datang karena besok (minggu/11) ada janji lain yang tidak bisa saya tinggalkan.
Teman saya bilang saya harus berpikir skala prioritas donk tentang janji. Lama saya berpikir tentang hubungan antara janji dan skala prioritas, tapi ujung-ujungnya tidak juga menemukan solusi tentang keinginan saya berangkat ke Jakarta. Saya berpandangan (buset…bahasanya, udah kayak caleg aja gw..) tidak adil rasanya kalau ada diantara kita ada yang membenturkan janji dengan skala prioritas. Kenapa? Baca di paragraf selanjutnya. (ahahaha…gw pengen ngelawak).
Ternyata banyak ya…fenomena janji dibenturkan dengan skala prioritas. Atas dasar skala prioritas, maka janji lain yang bahkan sudah lama diagendakan akan begitu saja ditunda atau dibatalkan demi janji lain yang katanya lebih menjanjikan. Benarkah sika-sikap seperti itu? Entahlah…sekali lagi untuk saya itu berlebihan. Kenapa? Temukan jawabannya di sinii..........

Hadirin yang dimuliakan Allah swt
Buat seseorang, janji yang satu sama pentingnya dengan janji yang lain. Tidak bisa begitu saja ditunda atau dibatalkan. Kalau kita kembali pada pengertian janji adalah hutang, dan pada kesempatan yang sama kita membatalkan janji yang satu dengan alasan ada yang lebih penting (lagi-lagi ini tentang skala prioritas), maka sudah barang tentu pada kemudian hari kita harus menepati janji itu. Masalahnya adalah, apakah kita masih punya kesempatan untuk menepati janji? Bagaimana kalau seandainya 1 menit setelah kita melaksanakan agenda yang lebih penting itu kita meninggal alias mati? Maka jawabannya adalah kita akan punya hutang. Itu kalau yang ditunda atau dibatalkan itu 1 janji, bagaimana kalau yang ditunda atau dibatalkan itu banyak? Wah…jadilah kita sie penghutang janji.
Melihat pandangan saya tentang janji di atas, maka kesempatan kali ini saya gunakan untuk minta maaf yang sebesar-besarnya karena saya tidak bisa ikut ngumpul ngariung di acara STC di Jakarta. Hal ini lebih karena saya sudah punya janji yang mungkin nilainya tidak lebih penting dari pertemuan STC. Tapi, sekali lagi, bicara janji buat saya bukanlah soal penting atau tidak penting, tapi bicara janji adalah bicara hutang, dan hutang harus dibayar secepatnya, takut pada akhirnya tidak bisa membayar hutang karena keburu meninggal.

Hadirin rohimakumullah
وَالمُحَافَظَةُ عَلَى الحُدُودِ


B. Memelihara hukum
Dengan cara tidak berani melanggarnya, karena kebiasaan orang berani satu kali melaksanakannya biasanya mudah untuk bernuat yang ke duakalinya
وَالصَّبْرُ عَلَى المَفْقُوْدِ

C. Sabar ketika tiada makanan
Karena setiap orang tidak akan semuanya kaya pasti ada yang miskin, maka bagi orang yang dalam memenuhi kebutuhannya kurang memuaskan haruslah bersabar

اِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ

Artinya :“sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”, oleh sebab itu serahkan semuanya kepada Allah Swt. Tak ada lagi tempat berlindung selain kepada-Nya. Jadi, marilah kita sama-sama mendekatkan diri kepada Allah dengan bersabar, agar hati tetap terjaga dan perbuatan semakin lebih berharga.

وَالرِّضَا بِالمَوْجُوْدِ

D. Senang terhadap rezeki yang ada (apa adanya)
Ini merupak prilaku yang sangat sulit tetpi kalau dibiasakan akan mudah. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan dan jelaskan mengenai bahwa dengan ma’rifat akan membuahkan malu, Cinta kepada Allah dan merasa berani karena Allah SWT. Semoga banyak manfaatnya dan mohon atas segala kekurangannya.

Hadirin Rohimakumullah
Itu saja yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan ada hikmanya dan kesimpulannya dari semua yang jelaskan bahwa : kita harus sobar terhadap ujian Allah swt, agar kita disayangi dan dicintai sehingga kita akan mendapatkan pertolongan dari-Nya.
Sekian dan terimakasih

وَالسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU