Jumat, 19 April 2013

Surat Al Waqiah Dan Artinya Serta Tafsirnya


Surat Al Waqiah









































































































    Artinya  :
    1. Apabila terjadi hari kiamat
    2. tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
    3. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)
    4. apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
    5. dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya
    6. maka jadilah ia debu yang beterbangan,
    7. dan kamu menjadi tiga golongan.
    8. Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
    9. Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
    10. Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
    11. Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
    12. Berada dalam jannah kenikmatan.
    13. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
    14. dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian
    15. Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata
    16. seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
    17. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
    18. dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir
    19. mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk
    20. dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
    21. dan daging burung dari apa yang mereka inginkan
    22. Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli
    23. laksana mutiara yang tersimpan baik.
    24. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
    25. Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa
    26. akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
    27. Dan golongan kanan, alangkah bagianya golongan kanan itu.
    28. Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
    29. dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)
    30. dan naungan yang terbentang luas,
    31. dan air yang tercurah
    32. dan buah-buahan yang banyak,
    33. yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.
    34. dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
    35. Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
    36. dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan
    37. penuh cinta lagi sebaya umurnya.
    38. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
    39. (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
    40. dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
    41. Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
    42. Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih
    43. dan dalam naungan asap yang hitam.
    44. Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
    45. Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan
    46. Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
    47. Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?,
    48. apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?
    49. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
    50. banar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
    51. Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
    52. benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
    53. dan akan memenuhi perutmu denganya.
    54. Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
    55. Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum
    56. Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".
    57. Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?
    58. Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
    59. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
    60. Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
    61. untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
    62. Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
    63. Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
    64. Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
    65. Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.
    66. (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian"
    67. bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa
    68. Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
    69. Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?
    70. Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
    71. Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).
    72. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
    73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
    74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.
    75. Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.
    76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.
    77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
    78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
    79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
    80. Diturunkan dari Rabbil 'alamiin.
    81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
    82. kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
    83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
    84. padahal kamu ketika itu melihat,
    85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
    86. maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) ?
    87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
    88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
    89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.
    90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
    91. maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
    92. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
    93. maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
    94. dan dibakar di dalam jahanam.
    95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
    96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar. 

    Tafsir  :

     
    Surat Al-Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin.
    Dalam beberapa riwayat, diungkapkan bahwa Rosulullah bersabda:
    1. Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka kemiskinan tidak akan menimpa dirinya untuk selamanya
    2. Surat Al-Waqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkan kepada anak-anak kalian
    3. Ajarkanlah istri kalian surat Al-Waqi’ah, karena sesungguhnya surat itu adalah surat kekayaan.
    Dengan melihat kedudukan surat Al-Waqiah yang sedemikian besar khasiatnya untuk mendatangkan rejeki bagi kita, marilah mulai sekarang membacanya secara rutin setiap hari atau setiap malam. Karena memang surat itu penuh berkah dan mengundang kekayaan serta mengusir kemiskinan bagi siapa saja yang mau secara rutin membacanya
    Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
    Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” .” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
    Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
    Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
    Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117).
    Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.”
    Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi’ah mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi’ah, al Mursalat, ??? ???????? (An Naba’, pen) dan ??? ????? ????.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan ghorib.
    Beliau mengatakan bahwa Al Hafizh Ibnu ‘Asakir didalam menerjemahkan Abdullah bin Mas’ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi’ bin Thariq al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab,”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah menjawab,”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”
    Lalu Ibnu ‘Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul : dari Syuja’, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah memberitahuku bahwa Syuja’ telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya.
    Demikian pula Abu Ya’la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad dari Munib al ‘Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”, didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja’. Ibnu Mas’ud mengatakan,”Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap malam.”
    Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513)
    Tentang hadits diatas, Syeikh Al Bani mengatakan didalam kitab “Silsilatul Ahadits adh Dhaifah” /457 bahwa hadits itu dhoif.
    Para ulama, seperti Ahmad, Abu Hatim, anaknya, Daruquthni, Baihaqi dan yang lainnya telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah lemah.
    Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” Hadits ini pun dinyatakan lemah oleh Al Banni didalam “Silsilah adh Dhaifah wal Maudhu’ah” (8/337)
    Saat ditanya tentang hadits “Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.selama-lamanya”, Syeikh Ibn Baaz mengatakan bahwa kami tidak mengetahui adanya jalan yang shahih bagi hadits ini… Akan tetapi (dibolehkan) membaca Al Qur’an yang dengan bacaannya menginginkan tafaaqquh (pemahaman) didalam agama dan mendapatkan berbagai kebaikan, karena Rasulullah saw bersabda,”Bacalah oleh kalian al Qur’an. Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan syafaat bagi para pemiliknya (orang-orang yang suka membacanya, pen) pada hari kiamat.”. Beliau saw juga bersabda,”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan.” Hendaklah seseorang membaca al Qur’an karena keutamaan membacanya dan untuk mendapatkan berbagai kebaikan bukan untuk mendapatkan dunia.”

    Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    Follow by Email

    TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU