Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 20. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 20. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Agustus 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH THAAHAA AYAT 121 - 135 ( 07 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR]: THAAHAA
Ayat [135]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:7/7
121 Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) syurga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.(QS. 20:121)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 121

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى (121

Setelah menyadari bahwa ia dan istrinya telah melanggar perintah Allah dengan memakan buah khuldi ia pun menyesal atas keterlanjurannya itu, merasa kecewa karena membenarkan saja bujukan Iblis yang sudah dijelaskan Tuhan kepadanya bahwa Iblis itu adalah musuhnya dan musuh istrinya. Karena dia begitu cepat terpedaya dengan kata-kata manis dari musuhnya itu. Ia sangat khawatir terhadap nasibnya bersama istrinya karena telah mendurhakai Tuhannya. Ia berdosa dan minta ampun atas kesalahannya itu seperti tersebut pada ayat:


قالا ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
Artinya:
Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" (Q.S Al A'raf: 23)
122 Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.(QS. 20:122)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 122 

ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى (122

Tuhan Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang terhadap hambanya apalagi terhadap orang yang akan diangkat-Nya menjadi Khalifah di bumi tidaklah akan membalas keterlanjuran Adam memakan buah khuldi itu dengan menimpakan siksaan atas dirinya, dia di waktu itu dalam keadaan lupa dan terpedaya dengan bujukan musuhnya, memang dia telah melanggar perintah Tuhan-Nya dan Tuhan telah memerintahkan-Nya supaya dia jangan sampai terpedaya dengan musuhnya itu sehingga dia dikeluarkan dari surga. Apalagi Adam dan istrinya sudah menyesali perbuatannya dan telah bertobat meminta ampun kepada-Nya. Karena itu Allah mengampuni dosanya dan memilihnya menjadi orang yang dekat kepada-Nya. Tetapi sebagai akibat dari melanggar perintah Tuhan, Adam dipersilahkan keluar dari surga dan turun ke bumi dengan demikian terlaksanalah ketetapan Allah bahwa Adam akan dijadikan Khalifah di muka bumi, sebagaimana tersebut di dalam firman-Nya:


إني جاعلك في الأرض خليفة
Artinya:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seseorang Khalifah di muka bumi". (Q.S Al Baqarah: 30)
123 Allah berfirman: `Turunlah kamu berdua dari syurga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.(QS. 20:123)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 123 

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى (123

Bukan saja Adam yang harus turun ke bumi tetapi Iblis yang memperdayakannya dan menjadi musuhnya itu harus turun pula. Kedua jenis makhluk ini akan menjadi musuh satu sama lain, tetapi permusuhan Iblis terhadap manusia adalah permusuhan aktif dan agresif dia akan selalu berusaha menyesatkan manusia dan jalan yang benar dengan berbagai macam tipu daya, karena dia telah mendapat izin dari Tuhan dalam usaha dan tindak tanduknya, sedang manusia hanya mempunyai sikap bertahan terhadap serangan-serangan Iblis itu. Oleh sebab itu Allah mengamanatkan kepada anak cucu Adam agar ia selalu waspada terhadap musuh utamanya itu. Apabila telah datang petunjuk duri Tuhan dengan perantaraan Nabi dan Rasul-Nya maka hendaklah manusia mengikuti petunjuk itu. Maka dengan demikian dia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka. Ibnu Abbas berkata mengenai ayat ini Allah melindungi orang-orang yang mengikuti ajaran Alquran dari kesesatan di dunia dan dari kecelakaan dan malapetaka di akhirat. Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda mengenai ayat ini. Orang-orang yang mengikuti ajaran kitab Allah (Alquran) Allah akan selalu memimpin dan memberinya petunjuk di dunia sehingga dia tidak akan tersesat dan akan melindungi dan memeliharanya pada hari berhisab.
124 Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta`.(QS. 20:124)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 124 

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى (124

Allah menerangkan pula bahwa orang-orang yang berpaling dari ajaran Alquran itu tidak mengindahkannya dan menentang petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya maka dia akan selalu dalam kesepian dan kesulitan dalam menempuh hidupnya. Dia akan selalu bimbang dan gelisah walaupun dia memiliki kekayaan, pangkat dan kedudukan karena selalu diganggu oleh pikiran dan khayalan yang bukan-bukan mengenai kekayaan dan kedudukannya itu. Dia akan dibayangi oleh momok kehilangan kesenangan yang telah dicapainya. Sehingga ia melakukan tindakan-tindakan yang menimbulkan kebencian dan kerugian di dalam masyarakatnya. Kemudian di akhirat nanti ia akan dikumpulkan Allah bersama makhluk-makhluk lainnya dalam keadaan buta mata hatinya Sebagaimana dia di dunia selalu menolak petunjuk-petunjuk Allah yang terang benderang dan memicingkan matanya agar petunjuk itu jangan terlihat olehnya sehingga ia berlarut-larut dalam kesesatan, demikian pula di akhirat ia tidak dapat melihat suatu alasan pun untuk membela dirinya dari ketetapan Allah Yang Maha Adil. Sebagian Ahli Tafsir mengatakan bahwa orang yang berpaling dari ajaran Allah itu memang menjadi buta pancaindera tidak melihat suatu apapun sebagai tambahan siksaan atasnya. Seorang yang buta di kala terjadi huru-hara dan malapetaka akan lebih kalang-kabut pikirannya karena tidak tahu apa yang akan dibuatnya dan tidak tentu arah yang akan ditujunya untuk menyelamatkan dirinya karena tidak melihat dari mana datangnya bahaya yang mengancamnya. Tetapi sesudah itu matanya akan menjadi terang kembali karena akan melihat sendiri buku catatan amalnya dan bagaimana hebat dan dahsyatnya siksaan neraka sebagaimana tersebut dalam ayat:


ورأى المجرمون النار فظنوا أنهم مواقعوها ولم يجدوا عنها مصرفا
Artinya:
Dan orang-orang berdosa melihat neraka, maka mereka meyakini bahwa mereka akan jatuh ke dalamnya dan mereka tidak menemukan tempat berpaling dari padanya. (Q.S Al Kahfi: 53)
125 Berkatalah ia: `Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?`(QS. 20:125)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 125 - 126 

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126

Orang-orang yang kafir itu akan bertanya kepada Allah SWT mengapa Engkau jadikan aku buta sedang mataku dahulu terang dapat melihat. Allah menjawab: Memang demikian! waktu di dunia telah datang kepadamu Rasul-rasul Ku membawa petunjuk-petunjuk Ku tetapi engkau berpaling kepadanya seakan-akan mata hatimu telah buta dan seakan-akan kamu telah melupakannya karena tidak mengindahkan dan memperhatikannya. Oleh sebab itu Kami jadikan mata hatimu buta pada hari iri sehingga engkau tidak dapat mengemukakan suatu alasan untuk membela dirimu dari azab yang telah Ku sediakan bagimu sebagai balasan atas kebutaanmu selama di dunia.
126 Allah berfirman: `Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan`.(QS. 20:126)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 125 - 126 

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا (125) قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى (126

Orang-orang yang kafir itu akan bertanya kepada Allah SWT mengapa Engkau jadikan aku buta sedang mataku dahulu terang dapat melihat. Allah menjawab: Memang demikian! waktu di dunia telah datang kepadamu Rasul-rasul Ku membawa petunjuk-petunjuk Ku tetapi engkau berpaling kepadanya seakan-akan mata hatimu telah buta dan seakan-akan kamu telah melupakannya karena tidak mengindahkan dan memperhatikannya. Oleh sebab itu Kami jadikan mata hatimu buta pada hari iri sehingga engkau tidak dapat mengemukakan suatu alasan untuk membela dirimu dari azab yang telah Ku sediakan bagimu sebagai balasan atas kebutaanmu selama di dunia.
127 Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.(QS. 20:127)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 127 

وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى (127

Demikianlah Allah membalasi orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada bukti-bukti kekuasaan-Nya. Di dunia dia menemui kesulitan yang bertumpuk-tumpuk selalu bimbang dan gelisah, karena tidak ada pegangan dalam hidupnya kecuali kekayaan pangkat dan kedudukannya saja. Bila ia ditimpa suatu kesulitan atau mara bahaya dia segera menjadi panik dan tidak tentu lagi yang akan diperbuatnya dan kadang-kadang tanpa disadarinya ia melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Dia tidak pernah merasakan ketenteraman dan ketenangan hati. Ini berarti dia tidak pernah merasakan kebahagiaan yang hakiki.
Di akhirat dia akan disiksa dengan berbagai siksaan di antaranya siksaan hati karena mata hatinya telah buta tidak dapat memberikan alasan atau hujah-hujah untuk membebaskan dirinya dari hukuman Allah atau dia memang dijadikan benar-benar buta matanya agar dia lebih tersiksa lagi karena tidak berdaya sama sekali bertindak untuk mengatasi suasana yang penuh hura-hura dan kedahsyatan. Sesungguhnya azab di akhirat itu jauh lebih berat dan dahsyat lagi terutama azab di neraka yang bersifat kekal selama-lamanya.
128 Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.(QS. 20:128)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 128 

أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِأُولِي النُّهَى (128

Pada ayat-ayat ini Allah meminta perhatian orang-orang kafir agar mereka memikirkan dengan tenang bagaimana kesudahan umat-umat yang telah lalu yang karena kekafiran, mereka telah dibinasakan oleh Allah dengan menurunkan berbagai macam malapetaka, ada yang berujud angin topan, ada yang berujud gempa yang dahsyat dan ada pula yang berujud suara keras yang mengguntur. Mereka dapat melihat dengan mata kepala sendiri bekas-bekas yang ditinggalkan oleh umat-umat yang telah binasa itu. Bekas-bekas itu menunjukkan bahwa mereka adalah umat-umat yang kuat dan jaya pada masanya memiliki bangunan-bangunan yang besar dan kokoh, mempunyai kebudayaan yang tinggi lebih dan apa yang dimiliki orang-orang kafir Mekah itu. Tetapi karena keingkaran dan kedurhakaan, mereka dibinasakan Allah dengan sekejap mata tak seorangpun yang selamat dari malapetaka itu. Yang dapat dilihat sekarang hanya puing-puing bekas istana dan benteng-benteng pertahanan mereka. Kaum musyrikin Mekah selalu mondar-mandir dalam perjalanan mereka di musim panas dan di musim dingin melalui bekas-bekas kerajaan yang telah runtuh itu, tetapi mereka tidak memikirkan apakah sebabnya maka kerajaan-kerajaan itu hancur dan musnah, dan menganggap hal itu adalah bencana alam belaka. Seharusnya mereka dapat mengambil pelajaran dari umat-umat yang dahulu itu dan menginsafi bahwa bagaimanapun kuat dan jayanya sesuatu umat, tetapi bila Allah menghendaki kehancuran mereka, karena kedurhakaan dan kekafiran tak ada yang dapat mempertahankan atau membela mereka. Mengapa hal ini semua tidak menjadi perhatian mereka. Sebenarnya kalau mereka mau berpikir amat banyak pelajaran dan bukti-bukti kekuasaan Allah yang terdapat pada umat-umat yang telah hancur binasa itu. tetapi anehnya mereka tidak mengindahkannya walau sedikitpun.
129 Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka.(QS. 20:129)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 129 

وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُسَمًّى (129

Kalau tidak karena rahmat dan kasih sayang Allah dan karena ketetapan yang telah diputuskan-Nya bahwa umat Muhammad saw. yang ingkar tidak akan dihancur binasakan seperti umat-umat dahulu itu, dan balasan atas kekafiran mereka ditangguhkan sampai Hari Kiamat tentulah mereka telah mengalami kehancuran pula. Hal ini tersebut dalam firman-Nya:


بل الساعة موعدهم والساعة أدهى وأمر
Artinya:
Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan Hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. (Q.S Al Qamar: 46)
Para Ulama mengatakan bahwa hikmah penangguhan siksa umat Muhammad saw. yang durhaka sampai Hari Kiamat ialah agar ada kesempatan bagi mereka untuk tobat atau ada di antara keturunan mereka yang beriman. Hal itu adalah suatu kehormatan dan kemuliaan bagi Nabi Muhammad saw. dan rahmat serta kasih sayang Allah terhadap umatnya, dan dengan demikian pengikut-pengikut ajarannya akan bertambah banyak. Ini sesuai dengan harapan beliau sebagai ***tersebut dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah:


وإنما كان الذي أوتيته وحيا أوحاه الله إليّ فأرجو أن أكون أكثرهم تابعا. (حديث رواه الشيخان
Artinya:
Apa yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan kepadaku oleh Allah SWT.. Maka aku berharap agar aku menjadi Nabi yang paling banyak pengikutnya di antara para Nabi.
130 Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan pada waktu-waktu di siang hari, supaya kamu merasa senang.(QS. 20:130)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 130 

فَاصْبِرْ عَلَى مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا وَمِنْ آنَاءِ اللَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَى (130

Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw. agar dia tetap bersabar menghadapi tindakan-tindakan kaumnya yang kafir itu serta cemoohan dan penghinaan mereka terhadapnya seperti menuduhnya sebagai tukang sihir, orang gila, penyair dan sebagainya. Di samping itu hendaklah dia senantiasa mengingat dan menyucikan Tuhan-Nya dengan bertasbih dan salat sebelum terbit matahari, sebelum terbenam matahari dan di tengah malam. Memang dengan mengingat Allah dan dengan salat seseorang dapat membebaskan dirinya dari kekalutan pikiran, kesedihan dan kebimbangan. Nabi Muhammad sendiri pernah berkata tentang faedah salat untuk menentramkan hatinya.
وجعلت قرة عيني في الصلاة
Artinya:
Salat itu menjadi ketenangan hati bagi hatiku.
Pada ayat lain Allah memerintahkan untuk menanggulangi suatu masalah yang pelik hendaklah kita bersikap sabar dan mendirikan salat.


واستعينوا بالصبر والصلاة وإنها لكبيرة إلا على الخاشعين
Artinya:
Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Q.S Al Baqarah: 45)
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir Rasulullah saw. bersabda:


قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إنكم سترون ربكم كما ترون هذا القمر لا تضامون في رؤيته فإن استطعتم ألا تغلبوا عن صلاة قبل طلوع الشمس وقبل غروبها فافعلوا.
Artinya:
Bersabda Rasulullah saw., "Sesungguhnya kamu akan melihat Tuhanmu sebagaimana kamu melihat bulan ini, tidak ada keragu-raguan kamu di waktu melihat-Nya. Jika kamu sanggup berusaha agar kamu jangan ketinggalan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, maka kerjakanlah. (HR Bukhari dan Muslim)
Kemudian Nabi membaca ayat 130 ini. Diriwayatkan pula dari Abu Hurairah. Bersabda Nabi Muhammad saw. Allah SWT. berkata: Hai anak Adam luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada Ku. Bila engkau akan mengerjakannya Aku akan mengisi dadamu dengan kekayaan (batin) dan menghapus kekafiranmu. Tetapi bila kamu tidak mau mengerjakannya maka Aku akan mengisi dadamu dengan kebimbangan dan tidak akan menutupi kekafiranmu. Kemudian Allah mengatakan kepada Nabi Muhammad saw. bila engkau telah mengerjakan apa yang telah Aku perintahkan kepadamu yaitu salat sebelum matahari terbit, sebelum terbenamnya, dan di tengah-tengah malam, niscaya engkau akan menjadi puas dan jiwamu tenteram dan engkau akan rida terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepadamu sebagaimana tersebut dalam ayat:


ولسوف يعطيك ربك فترضى
Artinya:
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu lalu hati (kamu) menjadi puas.
Mengenai rida dan kepuasan batin ini, sebuah hadis sahih mengungkapkan sebagai berikut:


إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: يقول الله تعالى: يا أهل الجنة فيقولون: لبيك ربنا وسعديك, فيقول هل رضيتم فيقولون ربنا وما لنا لا نرضى وقد أعطيتنا ما لم تعط أحدا من خلقك, فيقول, إني أعطيكم أفضل من ذلك فيقولون وأي شيء أفضل من ذلك, فيقول أحل عليكم رضواني فلا أسخط عليكم بعده أبدا.
Artinya:
Rasulullah saw. bersabda, "Allah SWT. berkata kepada penghuni surga: Hai para penghuni surga. Mereka menjawab: Kami siap mendengarkan firman Engkau Ya Tuhan kami, selamat dan bahagia atas Engkau, lalu Allah berfirman apakah kamu telah rida dan puas?. Mereka menjawab: Bagaimana kami tidak akan rida dan puas Engkau telah menganugerahkan kepada kami nikmat-nikmat yang tidak Engkau berikan kepada selain kami di antara makhluk-makhluk Engkau. Maka Allah berfirman: Aku akan menganugerahkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari itu. Mereka bertanya: Apakah itu ya Tuhan kami, yang lebih baik dari anugerah yang telah kami terima? Allah berfirman: Aku akan menempatkan di kalangan kamu keridaan Ku, maka Aku tidak akan marah kepadamu setelah itu untuk selama-lamanya". (HR Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
Demikianlah halnya bila seseorang yang telah mencapai rida Allah berkat ketaatan dan kepatuhannya, terhadap Tuhannya.
131 Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.(QS. 20:131)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 131 

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى (131

Kemudian untuk menguatkan hati Rasulullah dan meneguhkan pendiriannya dalam menghadapi perjuangan menegakkan kalimat Allah, Allah mengamanatkan kepadanya agar dia jangan menolehkan perhatiannya kepada kesenangan, kemewahan dan kekayaan yang dinikmati oleh sebagian orang-orang kafir karena hal itu akan melemahkan semangatnya bila matanya telah disilaukan oleh kilauan perhiasan dunia dan ingin mempunyai apa yang dimiliki orang-orang kaya itu. Semua nikmat yang diberikan kepada orang-orang kafir itu hanyalah sementara, ibarat bunga yang sedang berkembang, tetapi tak lama kemudian bunga yang harum semerbak itu akan layu dan berguguran daunnya satu persatu dan hilanglah segala keindahan dan daya tariknya. Nikmat kekayaan yang diberikan kepada orang-orang kafir itu hanyalah buat sementara saja sebagai ujian bagi mereka, apakah dengan nikmat Tuhan itu mereka akan bersyukur kepada-Nya dengan beriman dan mempergunakannya untuk mencapai keridaan-Nya ataukah mereka akan tetap kafir dan bertambah tenggelam dalam lumpur kesesatan, sehingga harta benda itu menjadi sebab kecelakaan mereka sendiri. Allah telah menganugerahkan kepada Nabi sebagai ganti nikmat lahiriyah itu nikmat yang lebih baik dari itu yaitu ketenangan nanti dan kebahagiaan yang berupa keridaan Ilahi.
132 Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu, Kamilah yang memberi rezki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.(QS. 20:132)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 132 

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى (132

Amanat berikutnya yang tidak kurang pentingnya dari yang sebelumnya ialah Nabi saw. menyuruh keluarganya mengerjakan salat sebagaimana telah diperintahkannya sendiri dan tentu saja perintah itu harus dibarengi pula dengan perintah yang kedua yaitu agar keluarganya jangan terpengaruh atau menjadi silau matanya melihat kekayaan dan nikmat yang dimiliki oleh istri-istri orang-orang kafir itu. Demikianlah amanat Allah kepada Rasul-Nya sebagai bekal untuk menghadapi perjuangan berat, yang patut menjadi contoh teladan bagi setiap pejuang yang ingin menegakkan kebenaran di muka bumi. Mereka haruslah lebih dahulu menjalin hubungan yang erat dengan Khaliknya yaitu dengan tetap mengerjakan salat dan memperkokoh batinnya dengan sifat tabah dan sabar. Di samping itu haruslah seisi rumah tangganya mempunyai sifat seperti yang dimilikinya. Dengan demikian ia akan tabah berjuang tidak dapat diombang-ambingkan oleh bunga kehidupan dunia seperti kekayaan, pangkat dan kedudukan. Amanat-amanat inilah yang dipraktekkan oleh Rasulullah saw. dan para sahabatnya sehingga mereka benar-benar sukses dalam perjuangan mereka sehingga dalam masa kurang lebih 23 tahun saja Islam telah berkembang dengan jaya hampir seluruh jazirah Arab dan jadilah kalimat Allah kalimat yang paling tinggi dan mulia. Diriwayatkan oleh Rafi'i seorang tamu datang mengunjungi Rasulullah, sedang di rumahnya tidak ada yang patut disuguhkan kepada tamu itu. Rasulullah menyuruh saya meminjam sedikit tepung gandum kepada orang Yahudi dan akan dibayar nanti pada bulan Rajab. Orang Yahudi itu tidak mau meminjamkan kecuali dengan jaminan. Aku kembali kepada Rasulullah memberitakan hal itu. Rasulullah berkata: Demi Allah aku ini orang dipercaya di langit dan di bumi. Kalau orang Yahudi itu meminjamkan atau menjual sesuatu kepadaku pasti aku melunasi haknya. Bawalah baju besiku ini sebagai jaminan bagi pinjaman itu. Belum lagi aku keluar dari rumah Nabi turunlah ayat ini seakan-akan Allah menghibur Nabi atas kemiskinannya itu. 149)
Diriwayatkan pula oleh Malik dan Baihaqi dari Aslam, di antara adat kebiasaan Umar bin Khattab ialah dia selalu melakukan salat malam sekuat tenaganya sampai hampir waktu fajar tiba. Kemudian beliau membangunkan keluarganya dan memerintahkan supaya mereka melakukan salat, dengan membaca ayat ini.
133 Dan mereka berkata: `Mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhannya?` Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu?(QS. 20:133)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 133 

وَقَالُوا لَوْلَا يَأْتِينَا بِآيَةٍ مِنْ رَبِّهِ أَوَلَمْ تَأْتِهِمْ بَيِّنَةُ مَا فِي الصُّحُفِ الْأُولَى (133

Orang-orang kafir Mekah mencemoohkan Nabi Muhammad saw. bahwa seruannya kepada agama yang dibawanya itu adalah omong kosong belaka dan dia tidak dapat membuktikan kebenarannya. Kalau agama yang dibawanya benar tentulah dia membuktikannya dengan mukjizat-mukjizat seperti yang diberikan kepada Nabi Saleh yaitu unta betina, yang diberikan kepada Nabi Musa seperti tongkat dan yang diberikan kepada Isa yaitu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan penyakit sopak. Andai kata ada pada diri mereka sedikit kemauan untuk berpikir dan sedikit kecenderungan untuk menerima kebenaran tentulah mereka tidak akan mengucapkan kata-kata yang demikian, karena Alquran sendiri yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. adalah mukjizat yang paling besar di antara mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw. Bukankah bukti-bukti telah menunjukkan bahwa mereka tidak dapat meniru keindahan susunan kata-katanya dan mereka tidak dapat mendatangkan satu surat ringkaspun yang setaraf balagah dan fasahah nya dengan surah-surah dalam Alquran. Bukankah di dalam Alquran terdapat kisah-kisah mengenai umat-umat yang terdahulu sedangkan Nabi Muhammad dan kaum musyrikin sendiri tidak mengenal kisah-kisah itu sebelumnya. Bukankah di dalam Alquran terdapat syariat-syariat dan peraturan-peraturan yang maksud dan tujuannya sama dengan syariat yang dibawa Nabi-nabi sebelumnya yaitu syariat-syariat untuk kepentingan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Sebenarnya Alquran itu saja sudah cukup menjadi bukti bagi kebenaran Muhammad saw. dan sudah cukup sebagai mukjizat besar yang kekal dan abadi. Allah sangat menyesalkan sikap mereka yang menolak asal menolak saja tanpa alasan yang benar dan tetap membangkang dan tidak mau memikirkannya walau sedikitpun. Pada ayat lain Allah berfirman pula:


بل هو ءايات بينات في صدور الذين أوتوا العلم وما يجحد بآياتنا إلا الظالمون وقالوا لولا أنزل عليه ءايات من ربه قل إنما الآيات عند الله وإنما أنا نذير مبين أولم يكفهم أنا أنزلنا عليك الكتاب يتلى عليهم إن في ذلك لرحمة وذكرى لقوم يؤمنون
Artinya:
Sebenarnya Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. Dan orang-orang kafir Mekah berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya?". Katakanlah, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata". Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu Alquran sedang dia dibacakan kepada mereka?. Sesungguhnya dalam (Alquran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. (Q.S Al Ankabut: 49-51)
134 Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al quran itu (diturunkan), tentulah mereka berkata: `Ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?`(QS. 20:134)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 134 

وَلَوْ أَنَّا أَهْلَكْنَاهُمْ بِعَذَابٍ مِنْ قَبْلِهِ لَقَالُوا رَبَّنَا لَوْلَا أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ آيَاتِكَ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَذِلَّ وَنَخْزَى (134

Kemudian Allah menerangkan bahwa andai kata Kami membinasakan mereka sebelum Kami mengutus Muhammad kepada mereka, mereka akan mengatakan pada Hari Kiamat, Engkau tidak mengutus kepada kami seorang Rasul yang akan kami ikuti ajaran-ajarannya sehingga kami menjadi orang-orang yang beriman sebelum menemui hari berhisab ini. Oleh sebab itu Kami tidak membinasakan mereka seperti umat-umat yang dahulu agar tidak ada alasan bagi mereka pada Hari Kiamat. Karena Kami telah mengutus kepada mereka Rasul Kami yang akan menerangkan kepada mereka ayat-ayat Kami. Kemudian terserahlah kepada mereka apakah mereka akan mengikuti petunjuk-petunjuk Kami ataukah mereka akan tetap dalam kekafiran dan selalu menghina dan memperolok-olokkan Rasul Kami Muhammad saw.
135 Katakanlah: `Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk`.(QS. 20:135)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 135 

قُلْ كُلٌّ مُتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحَابُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ وَمَنِ اهْتَدَى (135

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw. agar mengatakan kepada orang kafir Mekah itu sebagai jawaban atas omelan dan cemoohan mereka terhadapnya. Kalau kamu tidak juga mau menerima petunjuk Allah dan tetap ingkar dan durhaka, marilah kita sama-sama menunggu keputusan Allah pada Hari Kiamat nanti. Tentu kamu akan mengetahui siapa yang berada di jalan yang benar dan yang mendapat petunjuk. Kamu akan mengetahui di antara kita bahwa kamulah yang sesat dan akan dilemparkan ke neraka Jahanam. Hal ini tersebut dalam firman Allah:


وسوف يعلمون حين يرون العذاب من أضل سبيلا
Artinya:
Dan mereka kelak akan mengetahui di saat mereka melihat azab siapa yang paling sesat jalannya. (Q.S Al Furqan: 42)
Dan firman-Nya:


سيعلمون غدا من الكذاب الأشر
Artinya:
Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. (Q.S Al Qamar: 26)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Thaahaa 135 

قُلْ كُلٌّ مُتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوا فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحَابُ الصِّرَاطِ السَّوِيِّ وَمَنِ اهْتَدَى (135

(Katakanlah:) kepada mereka, ("Masing-masing) di antara kami dan kalian (menanti) menunggu apa yang bakal terjadi padanya di hari kiamat itu (maka nantikanlah oleh kamu sekalian! Kelak kalian akan mengetahui) di hari kiamat itu (siapa yang menempuh jalan) yakni tuntunan (yang lurus) yang tidak menyimpang (dan siapa yang telah mendapat petunjuk") sehingga selamat dari kesesatan, kami ataukah kalian?

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [7]
Ayat 121 s/d 135 dari [135]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH THAAHAA AYAT 101 - 120 ( 06 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR]: THAAHAA
Ayat [135]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:6/7
101 mereka kekal di dalam keadaan itu. Dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di hari kiamat,(QS. 20:101)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 100 - 101 

مَنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُ يَحْمِلُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وِزْرًا (100) خَالِدِينَ فِيهِ وَسَاءَ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حِمْلًا (101

Barang siapa yang berpaling dari ajaran Alquran itu pada hal sudah jelas baginya bahwa ia adalah wahyu dari Allah dan tidak dapat disangkal lagi kebenarannya maka penolakannya terhadap ajaran itu adalah semata-mata karena memperturutkan hawa nafsu, atau karena takut kehilangan pengaruh, kedudukan dan sebagainya. Orang-orang seperti itu sudah wajar bila dianggap sebagai orang yang keras kepala, orang-orang yang sesat dan tidak mau menerima kebenaran. Maka Allah tidak akan mengampuninya dan pada hari kiamat nanti dia akan memikul dosa keingkaran dan kesombongannya, dosa yang paling besar dan paling berat dan hampir-hampir tak sanggup dia memikulnya, dia akan dilemparkan ke neraka Jahanam, dia kekal di sana selama-lamanya dan ditimpakan kepadanya azab yang amat pedih sesuai dengan keingkaran dan kedurhakaannya. Sungguh amat beratlah dosa yang dipikulnya dan amat pedihlah siksaan yang diterimanya.
102 (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;(QS. 20:102)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 102 

يَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ وَنَحْشُرُ الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا (102

Hal itu semua akan terjadi pada hari kiamat yaitu pada waktu tiupan sangkakala yang kedua sebagai tanda agar semua manusia berkumpul di padang mahsyar untuk menerima perhitungan tentang amal dan usahanya sewaktu dia masih di dunia. Amal yang baik akan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda dan amal yang jahat akan dibalas dengan pembalasan yang setimpal. Pada hari itu Allah mengumpulkan orang-orang yang berdosa sedang muka mereka suduh pucat dan biru warnanya, disebabkan beratnya penderitaan yang mereka rasakan serta hebat dan dahsyatnya suasana di kala itu, apalagi setelah memikirkan nasib buruk yang menimpa mereka, kenapa mereka dahulu tidak mau menerima kebenaran dan tetap saja memperturutkan hawa nafsu dan kemauan setan.
103 mereka berbisik-bisik di antara mereka:` Kamu tidak berdiam (di dunia) hanyalah sepuluh (hari).`(QS. 20:103)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 103

يَتَخَافَتُونَ بَيْنَهُمْ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا (103

Mereka saling berbisik di antara mereka dan saling bertanya dengan suara yang hampir-hampir tak terdengar karena sangat merasa takut dan khawatir. "Kita kan baru sepuluh hari saja hidup di dunia? "Mengapa kita telah dikumpulkan saja di padang mahsyar ini sedang kita belum mendapat kesempatan sediditpun untuk beramal dan bersiap-siap untuk menghadapi hari ini? Memang demikianlah halnya setiap orang yang dilanda malapetaka yang berat, terbayanglah di dalam pikirannya liku-liku kehidupannya di masa silam, semuanya berlalu dengan amat cepatnya, seakan-akan hidup yang dinikmatinya berpuluh tahun lamanya terjadi hanya dalam beberapa saat saja.
104 Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka:` Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja `.(QS. 20:104)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 104 

نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا (104

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia mengetahui semua yang mereka perbincangkan dengan cara berbisik-bisik itu, ketika salah seorang yang paling pandai dan paling cendekiawan di antara mereka mengatakan bahwa mereka tinggal di bumi hanya satu hari saja. Mungkin maksudnya mengatakan satu hari saja agar mereka dibebaskan dari siksa kedurhakaan mereka dan dari balasan amal perbuatan mereka karena mereka hanya sebentar saja tinggal di dunia, tidak diberi kesempatan lebih lama untuk bertobat dan mengerjakan amal saleh. Tetapi tak ada gunanya lagi membicarakan yang demikian, karena yang sebenarnya mereka telah diberi kesempatan yang luas sekali semasa hidup di dunia untuk kembali kepada kebenaran, tetapi kesempatan itu tidak mereka pergunakan sama sekali. Pada ayat lain Allah menerangkan keadaan mereka yaitu:

ويوم تقوم الساعة يقسم المجرمون ما لبثوا غير ساعة
Artinya:
Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; "mereka tidak berdiam (dalam kubur) kecuali sesaat (saja)" (Q.S Ar Rum: 55)
Dan firman-Nya:

ويوم يحشرهم كأن لم يلبثوا إلا ساعة من النهار يتعارفون بينهم قد خسر الذين كذبوا بلقاء الله وما كانوا مهتدين
Artinya:
"Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk". (Q.S Yunus: 45)
105 Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung, maka katakanlah:` Tuhanku akan menghancurkannya (di hari kiamat) sehancur-hancurnya,(QS. 20:105)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 105 

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْجِبَالِ فَقُلْ يَنْسِفُهَا رَبِّي نَسْفًا (105

Pada ayat ini Allah menerangkan sebagai jawaban atas pertanyaan kaum musyrikin kepada Muhammad saw. bahwa gunung-gunung pada Hari Kiamat itu di hancur luluhkan dan beterbangan di udara, bagaikan debu di bawa angin ke mana-mana sehingga tak ada bekasnya sama sekali. Dengan ditemukannya bom atom pada abad ke dua puluh ini dapat dibayangkan bagaimana hebatnya dan dahsyatnya kehancuran dan kebinasaan pada Hari Kiamat itu. Sedang dengan sebuah bom atom saja yang dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki masih dianggap kecil daya ledaknya dibanding dengan daya ledak bom nuklir sekarang, sudah demikian hebatnya kehancuran yang timbul karenanya, apalagi kehancuran yang timbul pada Hari Kiamat tentu beribu kali hebat dan dahsyatnya dari kehancuran yang ditimbulkan bom atom di Hirosyima dan Nagasaki itu. Pada ayat lain Allah menerangkan pula bagaimana keadaan gunung-gunung pada Hari Kiamat itu firman-Nya.

ويوم ينفخ في الصور ففزع من في السموات ومن في الأرض إلا من شاء الله وكل أتوه داخرين وترى الجبال تحسبها جامدة وهي تمر مر السحاب صنع الله الذي أتقن كل شيء إنه خبير بما تفعلون
Artinya:
Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". (Q.S An Naml: 87 dan 88)
106 maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,(QS. 20:106)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 106 - 107 

فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا (106) لَا تَرَى فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا (107

Sesudah gunung-gunung itu dihancur luluhkan dan beterbangan dibawa angin ke mana-mana, maka tempat berdiri gunung-gunung itu menjadi rata dan berubahlah wajah bumi yang dahulunya indah dipandang mata, karena ada tembah dan bukitnya ada dataran tinggi, ada pohon-pohon yang rindang dan tanam-tanaman yang hijau, semua itu telah tiada, semuanya telah kembali ke alam fana. Pada hari itu semua manusia menjadi panik berlari ke sana ke mari untuk menyelamatkan dirinya tak tentu arah dan tujuannya seperti tersebut dalam firman-Nya.

يوم يكون الناس كالفراش المبثوث وتكون الجبال كالعهن المنفوش
Artinya:
Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. (Q.S Al Qari'ah: 4 dan 5)
Dan manusia bertanya-tanya apakah yang telah terjadi dengan bumi seperti tersebut dalam firman-Nya.

وقال الإنسان ما لها يومئذ تحدث أخبارها بأن ربك أوحى لها
Artinya:
Dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (jadi begini)?", pada hari itu bumi menceritakan beritanya, karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. (Q.S Al Zalzalah: 3-4 dan 5)
107 tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.(QS. 20:107)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Maaf, Belum tersedia ...atau lihat pada ayat sebelumnya...
108 Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.(QS. 20:108)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 108 

يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهُ وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا (108

Dalam suasana huru-hara dan dalam keadaan panik itu mereka mendengar suara seorang penyeru yaitu malaikat yang menarik perhatian mereka seluruhnya dan tanpa disadari mereka tunduk dan patuh mengikuti perintah penyeru itu tanpa pemikiran lagi akibat dari perintah itu sebagaimana tersebut dalam firman Allah:

مهطعين إلى الداع يقول الكافرون هذا يوم عسر
Artinya:
Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat". (Q.S Al Qamar: 8)
Mereka semua diseru untuk menghadap ke hadirat Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa untuk menerima perhitungan amal perbuatan mereka selama hidup di dunia. Tak ada seorangpun yang dapat menghindar atau membebaskan diri dari perhitungan itu. Di kala itu terdiamlah semua makhluk, tak ada suara yang terdengar kecuali bisik-bisikan yang terjadi antara sesama mereka. Tak ada yang berani mengangkat suaranya karena hebatnya suasana di kala itu suasana menghadap ke hadirat Allah untuk menerima perhitungan. Siapa yang beriman dan baik amalnya, tentu akan menerima ganjaran berlipat ganda dan akan dimasukkan ke dalam surga dan siapa yang kafir dan banyak dosanya akan menerima balasan yang setimpal dan akan dilemparkan ke neraka.
109 Pada hari itu tidak berguna syafaat, kecuali (syafaat) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.(QS. 20:109)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 109

يَوْمَئِذٍ لَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلًا (109

. Pada hari itu tak ada yang dapat menolong seseorang atau memberi syafaat kepadanya baik dari malaikat maupun dari manusia kecuali orang yang telah diberi izin oleh Allah bahwa dia dapat memberikan syafaatnya dapat diterima pula oleh Allah SWT. sesuai dengan bunyi ayat:

وكم من ملك في السموات لا تغني شفاعتهم شيئا إلا من بعد أن يأذن الله لمن يشاء ويرضى
Artinya:
Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai (Nya) (Q.S An Najm: 26)
Sedangkan malaikat ada yang tidak diterima syafaatnya untuk menolong seseorang di waktu itu kalau tidak seizin keridaan dari Allah apalagi setan-setan, berhala-berhala atau pemimpin-pemimpin kemusyrikan lainnya tentulah mereka tak dapat sedikitpun menolong pengikut-pengikutnya. Sedangkan untuk menolong diri mereka sendiri mereka tak berdaya apa-apa, apalagi untuk menolong orang lain.
110 Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.(QS. 20:110)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 110 

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا (110

. Pada ayat ini Allah menerangkan sebab-sebab mengapa sesuatu syafaat tidak bermanfaat kalau tidak dengan izin dan keridaan-Nya. Sebab-sebab itu ialah karena Allah mengetahui semua akal perbuatan manusia iman dan kafirnya, tak ada sesuatupun yang tersembunyi baginya. Dialah sebenarnya yang dapat menentukan apakah seseorang berhak mendapat syafaat, karena iman dan amalnya selama hidup di dunia dan Dia pulalah yang berhak dan dapat menetapkan bahwa seseorang tidak dapat diberi syafaat karena kafirnya dosa-dosanya yang tidak dapat diampuni. Sedangkan malaikat atau manusia yang walaupun telah diizinkan oleh-Nya untuk memberi syafaat tidak mengetahui hal itu secara terperinci yang diketahui Allah SWT.
111 Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.(QS. 20:111)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 111

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا (111

. Di kala itu tunduklah semua muka merasa rendah diri di hadapan Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Perkasa Yang akan memberikan putusan terakhir mengenai nasib mereka masing-masing sesuai dengan iman dan amal mereka, putusan dari Yang Maha Adil yang tidak dapat dibantah dan disangkal dan harus dilaksanakan. Di kala itu menyesallah orang-orang yang ingkar dan berdosa mengapa dia di dunia dahulu mengikuti kemauan setan dan hawa nafsu, mementingkan duniawi tanpa menghiraukan sedikitpun bahwa mereka akan menemui hari berhisab, menghina serta memperolok-olokan seruan para Nabi dan Rasul untuk kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
112 Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.(QS. 20:112)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 112 

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا (112

. Tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh sebagai persiapan untuk menemui hari berhisab ini, merasa bahagia dan bersyukur serta terbayanglah dalam pikiran mereka ganjaran yang akan dianugerahkan Allah kepada mereka sesuai dengan janji-Nya, sesuai dengan keadilan dan rahmat-Nya. Mereka yakin dengan sepenuhnya bahwa mereka tidak akan teraniaya, tidak akan dirugikan sedikitpun, mereka akan dimasukkan ke dalam surga Jannatun Na'im yang di dalamnya tersedia nikmat dan kesenangan yang tiada putus-putusnya.
113 Dan demikianlah Kami menurunkan Al quran dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al quran itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.(QS. 20:113)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 113 

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا (113

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia menurunkan Alquran dalam bahasa Arab agar mudah dipahami oleh orang-orang musyrik Mekah dan agar mereka tertarik untuk memperhatikan isinya dan ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian mereka akan dapat kembali kepada kebenaran dan meninggalkan kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan seperti menyembah berhala dan dapat hidup dengan tenteram dan bahagia dengan menjalankan peraturan-peraturan yang terkandung di dalamnya karena semua perintah dan larangan di dalamnya adalah semata-mata untuk kebaikan dan kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat nanti.
Di dalamnya diutarakan pula beberapa peringatan dan ancaman kepada orang-orang yang durhaka yang tidak mau memperhatikan seruan Nabi-nabi dan Rasul-rasul bahkan tetap menolaknya, karena bertentangan dengan keinginan hawa nafsu mereka seperti kisah umat-umat yang terdahulu yang telah dibinasakan karena kedurhakaan mereka dan keterangan mengenai nasib orang-orang kafir dan berdosa di akhirat nanti. Orang-orang Arab yang demikian kasar hatinya dan mendalam syirik dan akidahnya tidaklah cukup untuk mengembalikan mereka kepada kebenaran hanya dengan dakwah dan penerangan saja, tetapi dakwah dan penerangan itu harus pula disertai dengan peringatan dan ancaman. Hal ini bukan saja berlaku pada kaum musyrikin Mekah tetapi berlaku pula untuk semua manusia. Bila dakwah dan penjelasan tidak juga bermanfaat maka sudah tibalah waktunya untuk memberikan peringatan dengan menerangkan fakta-fakta sejarah dan contoh-contoh umat yang terdahulu, malapetaka dan musibah yang terjadi dalam masyarakat disebabkan kerusakan akhlak dan kehancuran norma-norma keadilan dan kebenaran. Dengan demikian dapat diharapkan manusia akan menjadi sadar dan insaf, menjadi orang yang bertakwa kepada Allah mengakui kebesaran dan kekuasaan-Nya tunduk kepada peraturan-peraturan yang dibuat-Nya untuk kepentingan umat manusia.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Thaahaa 113

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا (113

(Dan demikianlah) lafal Kadzaalika dia'athafkan kepada Kadzaalika Naqushshu pada ayat sembilan puluh sembilan. Artinya: Demikianlah sebagaimana diturunkannya apa yang telah Kami ceritakan tadi (Kami menurunkannya) Alquran (dalam bahasa Arab dan Kami telah menerangkan dengan berulang-ulang) (di dalamnya sebagian dari ancaman, agar mereka bertakwa) takut kepada kemusyrikan (atau agar ia menimbulkan) Alquran ini (pengajaran bagi mereka) melalui kebinasaan yang telah dialami oleh umat-umat sebelumnya sehingga mereka mengambil pelajaran daripadanya.
114 Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al quran sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: `Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.`(QS. 20:114)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 114 

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (114

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar amat Luas Ilmu-Nya yang dengan Ilmu-Nya itu Dia mengatur segala sesuatu dan membuat peraturan-peraturan yang sesuai dengan kepentingan makhluk-Nya, tidak terkecuali peraturan-peraturan untuk keselamatan dan kebahagiaan umat manusia. Dialah yang mengutus para Nabi dan para Rasul dan menurunkan kitab-kitab suci seperti Zabur, Taurat dan Injil serta Dia pulalah Yang menurunkan Alquran kepada Nabi Muhammad saw. Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. dengan secara berangsur-angsur bukan sekaligus sesuai dengan hikmah kebijaksanaan-Nya. Kadang-kadang diturunkan hanya beberapa ayat pendek saja atau surat yang pendek pula dan kadang-kadang diturunkan ayat-ayat yang panjang sesuai dengan keperluan dan kebutuhan pada waktu itu.
Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw. ketika Jibril membacakan kepadanya beberapa ayat yang diturunkan, dia cepat-cepat membacanya kembali pada hal Jibril belum selesai membacakannya seluruhnya. Hal ini karena Nabi takut kalau dia tidak cepat-cepat mengulanginya, mungkin dia lupa dan tidak dapat mengingat kembali. Oleh sebab itu Allah melarangnya bertindak seperti itu, karena tindakan seperti itu mungkin akan lebih mengacaukan hafalannya sebab di waktu dia mengulangi membaca apa yang telah dibacakan kepadanya perhatiannya tentu tertuju kepada pengulangan bacaan itu tidak kepada ayat-ayat selanjutnya yang akan dibacakan Jibril lagi. Allah menjamin akan memelihara Alquran dengan sebaik-baiknya, jadi tidak mungkin Nabi Muhammad lupa atau dijadikan Allah lupa kalau dia mendengarkan baik-baik lebih dahulu semua ayat-ayat yang dibacakan Jibril kemudian bila Jibril telah selesai membacakan seluruhnya, barulah di waktu itu Nabi memhacanya kembali. Mengenai hal ini Allah berfirman:

لا تحرك به لسانك لتعجل به إن علينا جمعه وقرءانه فإذا قرأناه فاتبع قرءانه ثم إن علينا بيانه
Artinya:
Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Alquran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya". (Q.S Al Qiyamah: 16-19)
Mengenai jaminan Allah dan terpeliharanya Alquran tersebut dalam ayat:

إنا نحن نزلنا الذكر وإنا له لحافظون
Artinya:
Sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami benar-benar yang memeliharanya. (Q.S Al Hijr: 9)
Kemudian Allah menyuruh Nabi Muhammad saw. agar berdoa supaya Dia memberikan kepadanya tambahan ilmu. Diriwayatkan oleh At Tirmizi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah berdoa seperti berikut:

اللهم انفعني بما علمتني وعلمني ما ينفعني وزدني علما والحمد لله على كل حال وأعوذ بالله من حال أهل النار
Artinya:
Ya Allah. Jadikanlah ilmu yang Engkau ajarkan kepadaku bermanfaat bagiku, ajarkanlah kepadaku ilmu yang berguna untukku dan berikanlah kepadaku tambahan ilmu. Segala puji bagi Allah atas segala hal, aku berlindung kepada Engkau akan menemui hal-hal yang diderita oleh penghuni neraka. (H.R Tirmizi dan Ibnu Majah)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Thaahaa 114 

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا (114

(Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sesungguhnya) daripada apa yang dikatakan oleh orang-orang musyrik (dan janganlah kamu tergesa-gesa terhadap Alquran) sewaktu kamu membacanya (sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu) sebelum malaikat Jibril selesai menyampaikannya (dan katakanlah, "Ya Rabbku! Tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan") tentang Alquran, sehingga setiap kali diturunkan kepadanya Alquran, makin bertambah ilmu pengetahuannya.
115 Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.(QS. 20:115)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 115 

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَى آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا (115

Pada ayat ini Allah telah menerangkan bahwa Dia telah mengamanatkan kepada Adam supaya selalu waspada terhadap Iblis itu adalah musuhnya dan musuh istrinya Hawa. Memang Iblis telah memperdayakannya dengan bujuk rayunya dan mengatakan kepadanya bahwa pohon khuldi itu pohon yang paling baik, barangsiapa memakan buahnya pastilah dia akan kekal di dalam surga. Karena keinginannya yang sangat agar dia kekal di dalam surga menikmati karunia Allah yang tiada putus-putusnya, maka lupalah dia akan amanat Tuhannya dan larangan-Nya memakan buah khuldi itu. Lupalah dia bahwa Iblis itu musuhnya yang hendak menjerumuskannya ke lembah dosa dan lupa pulalah dia bahwa Allah melarangnya memakan buah khuldi itu dan dimakannya buah itu. Di sini tampaklah bahwa Adam tidak begitu kuat kemauannya dan tekadnya sehingga dapat diperdayakan dengan janji-janji yang menarik dikemukakan Iblis kepadanya dan sangat cocok dengan keinginannya. Seseorang yang mempunyai kemauan yang kuat dan tekad yang membaja tidak akan dapat dipengaruhi oleh siapapun dan janji apapun, dia akan selalu ingat dan waspada dan mati-matian mempertahankan pendirian dan kepercayaan.
116 Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: `Sujudlah kamu kepada Adam`, maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang.(QS. 20:116)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 116

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى (116

Sebagai penjelasan yang terperinci mengenai terpedayanya Adam oleh Iblis sehingga dia memakan buah khuldi yang dilarang Allah memakannya. Allah menerangkan kisah itu dari mulanya yaitu ketika Dia memerintahkan kepada malaikat supaya sujud kepada Adam. Dengan taat dan patuh malaikatpun sujud kepadanya tanpa membantah, tanpa merasa apa-apa dalam hati karena memang demikianlah sifat dan tabiat malaikat itu, tak ada mempunyai perasaan sombong dan takabur tak ada enggan sedikitpun melaksanakan perintah Tuhannya. Berlainan dengan Iblis yang sombong dan takabur, dia enggan dan tidak mau sujud kepada Adam karena menganggap dirinya lebih tinggi dan lebih mulia dari Adam. Mengapa mesti dia yang sujud kepada Adam padahal seharusnya Adam-lah yang sujud kepadanya. Hal ini tersebut dalam firman Allah SWT:

فسجد الملائكة كلهم أجمعون إلا إبليس استكبر وكان من الكافرين قال يا إبليس ما منعك أن تسجد لما خلقت بيدي أستكبرت أم كنت من العالين قال أنا خير منه خلقتني من نار وخلقته من طين
Artinya:
Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis, dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman: "Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku ciptakan dengan kedua tangan Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik dari padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". (Q.S Sad: 73-76)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Thaahaa 116

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَى (116

(Dan) ingatlah (ketika Kami berkata kepada Malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam!" Maka mereka sujud kecuali iblis) dia adalah bapaknya jin, dia dahulu berteman dengan para Malaikat dan ikut menyembah Allah bersama dengan para Malaikat (ia membangkang) tidak mau sujud kepada Nabi Adam; bahkan mengatakan sebagaimana yang telah disitir oleh firman-Nya; Iblis menjawab, "Saya lebih baik daripadanya..." (Q.S. Al-A'raf, 12).
117 Maka Kami berkata: `Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari syurga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.(QS. 20:117)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 117 

فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى (117

Karena Iblis tidak mau sujud kepada Adam disebabkan kesombongannya dan iri hati atas kemuliaan dan kehormatan yang diberikan kepada Adam Allah menegaskan kepadanya bahwa Iblis itu adalah musuhnya dan musuh istrinya. Oleh sebab itu ia harus berhati-hati dan waspada terhadap tindak tanduknya janganlah sekali-kali mengikuti bujuk rayunya yang mungkin berupa nasihat atau anjuran. Tak ada cita-cita dan tujuannya kecuali menimpakan musibah atau malapetaka kepadanya. Jika ia terpedaya dengan mulut manisnya yang bila diikutinya mungkin akan menyebabkan terusirnya dari surga yang penuh rahmat dan karunia-Nya. Bila hal ini terjadi tentulah Iblis akan tertawa gembira dan dia akan menderita kehidupan yang berat di dunia, di mana dia harus berjuang dan bekerja keras untuk kelangsungan hidupnya sedang di dalam surga dia hidup serba cukup tak ada kekurangan satu apapun, semua keinginannya dengan mudah tercapai dan terlaksana.
118 Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,(QS. 20:118)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 118 

إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَى (118

Allah menjanjikan kepada Adam bahwa selama di dalam surga dia tidak akan lapar karena berbagai macam makanan yang enak serta buah-buahan selalu disediakan baginya, dia tidak akan merasa kedinginan karena tidak berpakaian, macam pakaian apapun baik dari wol atau sutra yang indah potongannya tetap tersedia, dia dan istrinya tinggal memilih saja mana yang disukainya. Dia tidak akan pernah merasa haus karena disediakan pula untuknya beraneka ragam minuman yang lezat dan tidak akan terkena sengat matahari yang panas karena selalu berada di tempat yang teduh dengan angin yang menghembus sepoi-sepoi basah. Semua yang disenangi dan disukai dapat dinikmati dalam surga seperti dalam firman-Nya:

ولكم فيها ما تشتهي أنفسكم ولكم فيها ما تدعون نزلا من غفور رحيم
Artinya:
Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S Fussilat: 31-32)
Dan firman-Nya:

وفيها ما تشتهيه الأنفس وتلذ الأعين
Artinya:
Dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan yang sedap dipandang mata. (Q.S Az Zukhruf: 71)
119 dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya.`(QS. 20:119)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 119 

وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَى (119

Setelah Iblis melihat bagaimana senangnya Adam dan istrinya di dalam surga menikmati berbagai macam anugerah Ilahi timbul rasa iri dan dengki dalam hatinya dan dia ingin sekali agar nikmat dan karunia yang dilimpahkan Allah itu dengan segera tercabut dari keduanya. Dia melihat tak ada cara yang lebih tepat dan ampuh untuk terlaksananya keinginannya itu selain menggoda keduanya, supaya memakan buah khuldi yang terlarang memakannya itu. Dengan demikian tentulah Allah akan murka kepada Adam dan mengusirnya dari surga karena telah melanggar perintah-Nya. Lalu dia datanglah ^ kepada Adam berpura-pura sebagai sahabat yang setia yang selalu mementingkan kebaikan dan kebahagiaanya dan berceritalah dia bahwa pohon khuldi itu adalah pohon yang istimewa, buahnya amat lezat sekali rasanya, tak ada buah-buahan di dalam surga yang lebih lezat dari khuldi itu. Barang siapa memakannya pastilah dia akan kekal hidup selama-lamanya dan kekal pula tinggal di dalam surga. Jika engkau ingin tetap selama-lamanya di dalam surga ini maka makanlah buah itu, engkau akan kekal hidup selama-lamanya dalam kerajaan surga yang tidak akan runtuh selama-lamanya.
120 Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: `Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?`(QS. 20:120)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Thaahaa 120 

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَا يَبْلَى (120

Memang itulah yang diingini dan dicita-citakan oleh Adam dan istrinya Hawa, maka tanpa mengingat amanat Tuhannya bahwa Iblis itu adalah musuhnya yang ingin mencelakakannya dan bahwa dia dilarang Allah memakan buah khuldi itu, Adam dan Hawa memetik buah itu dan langsung memakannya dengan penuh harapan bahwa ia bersama istrinya akan hidup kekal di dalam surga. Tidak lama setelah Adam dan Hawa memakan buah khuldi itu tampaklah oleh mereka aurat mereka masing-masing, padahal sebelum memakan buah khuldi itu tidak ada sedikitpun perhatian mereka terhadap aurat itu, lalu mereka merasa malu dan cepat-cepat memetik daun-daunan dalam surga untuk menutupinya. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa akibat memakan buah khuldi timbullah pada Adam dan Hawa dorongan (instink) seksual, karena itu mereka merasa malu melihat aurat masing-masing. Demikianlah karena didorong oleh keinginan yang sangat, Adam lupa akan amanat Tuhannya sampai ia melanggar perintah-Nya. Ia gagal menghadapi ujian Tuhannya, menjadi lemah tekad dan kemaunnya disebabkan godaan Iblis dan disebabkan godaan nafsu dan keinginannya sendiri dan jatuhlah dia ke jurang pelanggaran.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [7]
Ayat 101 s/d 120 dari [135]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU