Minggu, 07 April 2013

Istighosah

ISTIGHOSAH

 

 

Istighosah

Al Istighosah artinya memohon pertolongan dari Alloh untuk mencapai kemenangan dalam menghadapi musuh Alloh. Sayyidina Umar meriwayatkan, saat perang Badar, perang yang pertama dilakukan oleh umat Islam melawan orang-orang musyrik. Nabi melihat jumlah sahabatnya ada 313 orang, sementara jumlah orang musyrik lebih dari 1000 orang. Maka beliau kemudian berdo’a : “Yaa Alloh tepatilah janji-Mu kepadaku, Yaa Alloh bila sekelompok golongan Islam ini hancur, maka tidak akan ada lagi yang akan menyembah kepada-Mu selamanya.”

Umar melanjutukan riwayatnya bahwa Nabi terus saja melanjutkan Istighosahnya dan berdo’a, sehingga surban yang ada di pundaknya jatuh dan oleh Abu Bakar diletakkan di pundaknya lagi, seraya berkata : “Yaa Nabiyalloh cukuplah do’a-do’amu kepada Tuhanmu. Dia akan menepati janji-Nya kepadamu.” (Sirah Nabawiyah fi Fathil Bary jilid II hal 156). Dan menurut riwayat lain bahwa para sahabat yang ada di belakang beliau ikut mengamini do’anya Rasulullah SAW. (Tafsir Munir Dr. Wahbah Zuhaily jilid IX hal. 262)

Setelah Nabi Istighosah dan berdo’a Kepada Alloh dalam waktu yang sangat kritis ini, maka Alloh menurunkan Malaikat Jibril dengan membawa Firman Alloh SWT yang artinya :

“Ingat wahai Muhammad, tatkala kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Tuhanmu akan mengabulkanmu, sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut-turut.”

Dengan ayat tersebut diatas dan ayat-ayat lain yang berhubungan dengan bantuan Alloh yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, para Ulama’ selalu melakukan Istighosah pada saat-saat krisis yang sulit diselesaikan kecuali atas pertolongan Alloh.

Untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT, didalam Istighosah, sebaiknya dibaca ayat-ayat Al Qur’an, kalimat toyyibah, istighfar, sholawat, tahmid, tahlil, do’a-do’a, wirid, hizib, dll.

Dalam surat Al Ghofir / Al Mukmin ayat 60, Alloh Berfirman : “Wa qola Robbukumu ud ’uni astajiblakum.” Yang artinya : “Dan Tuhanmu berfirman : “berdo’alah / mintalah kepada-Ku, pasti Aku mengabulkanmu.” Atau dalam bahasa lain : “Call on Me, I will answer your (prayer)….”

Rasulullah SAW menegaskan : “Barangsiapa yang tidak mau minta kepada Alloh. Dia murka kepada orang tersebut.” (Ibnu Katsir jilid I / 21).

Semoga Alloh selalu meridhoi semua apa yang kita kerjakan, yang selalu bertujuan untuk mendekatkan diri pada-Nya, agar kita selalu dicintai-Nya. Semoga kita semua dibimbing oleh-Nya untuk menjadi hamba yang bisa berma’rifat kepada-Nya.



Amin Ya Robbal Alamin…!


Keutamaan Sholawat


Bersholawat” artinya : kalau dari Alloh berarti memberi rohmat. Sedangkan dari para Malaikat berarti memintakan ampunan. Adapun dari orang mukmin berarti mendo’akan supaya dicurahkan rohmat atas diri Rasulullah Muhammad SAW, seperti dengan perkataan,

Allohumma sholli ‘ala Muhammad.”



Bagi seorang yang beriman, bersholawat kepada Nabi hukumnya wajib. Minimal, sholawat dibaca saat melakukan takhiyat dalam sholat lima waktu.

Perintah bersholawat termaktub dalam Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 56, “Sesungguhnya Alloh dan malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

“Bersholawat” artinya : kalau dari Alloh berarti memberi rohmat. Sedangkan dari para Malaikat berarti memintakan ampunan. Adapun dari orang mukmin berarti mendo’akan supaya dicurahkan rohmat atas diri Rasulullah Muhammad SAW, seperti dengan perkataan, “Allohumma sholli ‘ala Muhammad.”

Keutamaan bersholawat banyak disebutkan di berbagai hadist. Antara lain :

“Sesungguhnya Alloh Ta’ala berfirman : “Barangsiapa mengucapkan salam kepadamu (Muhammad), maka Aku mengucapkan salam (pula) kepadanya, dan barangsiapa yang bersholawat kepadamu, maka Aku akan bersholawat pula kepadanya.” H.R. Ibnu an Najjar dari Abdurrohman bin Auf.

“Bukankah ridho engkau, atau bukankah Dia meridhoimu, bahwa tak seorangpun dari umatmu yang bersholawat kepadamu melainkan Aku bersholawat kepadanya sepuluh kali, dan tak seorangpun yang mengucapkan salam kepadamu melainkan Aku menyampaikan salam kepadanya sepuluh kali.” H.R. At Thobroni dalam Al Jaami’ul Kabiir dari Abu Tholhah R.A.

“Sungguh, diantara hari-harimu yang terbaik adalah Jum’at, maka perbanyaklah bersholawat kepadaku pada hari itu, sebab bacaan sholawatmu itu pasti diperlihatkan. Mereka bertanya : “Ya Rosul, bagaimana hal itu terjadi, sedang engkau sudah menjadi bumi / tanah bubuk ?” jawabnya : “Sungguh, Alloh mengharamkan bumi memakan tubuh para Nabi.” H.R. Abu Daud.



Wallohu a’lam bis showab…!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Follow by Email

TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU