Home » All posts
Jumat, 19 April 2013
Risalah Khutbah Jum'ah : Khutbah Maulud Nabi
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أيها الحاضرون أوصكم وإيايا بتقوي الله فقال الله تعالى في القران الكريم:
Tentu sangat luar biasa tingginya derajat orang yang sangat mulia ini di sisih Allah. Bagaimana tidak, di saat seluruh ummat manusia tidak dapat berbuat apapun selain ketakutan yang sangat, dan kepedihan yang amat, ternyata sang manusia pilihan ini justru diberi kesempatan emas untuk dapat berdialog dengan Allah secara langsung.
Fadillah membaca surat Al Waqiah
KEUTAMAAN SURAT WAQIAH DAN AMALIYAHNYA
1. Surat Pesugihan
روي عن أنس بن مالك, قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : علموا نساءكم سورة الواقعة } ، فإنها سورة الغنى
Dari Anas bin malik RA, Rasul SAW bersabda : Ajarilah isteri-isteri kalian surat waqiah, karena ia adalah suratul ghina (surat kekayaan/pesugihan)
Dalam riwayat lain dari ad-Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.”
2. Terhindar dari Golongan Ghofilin
Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
من قرأ سورة الواقعة لم يكتب من الغافلين
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
3. Terhindar dari kemeralatan
Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda:
من قرء سورة الواقعة كل ليلة لم تصبه فاقة ابدا
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” .” (HR Imam Baihaqi).
4. Surat Mahabbah
Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata:
من قرء في كل ليلة جمعة " الواقعة " أحبه الله وحببه إلى الناس أجمعين، ولم ير في الدنيا بؤسا أبدا ولا فقرا ولا فاقة ولا آفة من آفات الدنيا
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
5. Bukti Merindukan Surga
Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata:
من اشتاق إلى الجنة والى صفتها فليقرء الواقعة ومن احب أن ينظر إلى صفة النار فليقرأ سجدة لقمن
“Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hal 117).
6. Wajah Bersinar
Imam Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abu Thalib berkata:
من قرء الواقعة كل ليلة قبل ان ينام لقى الله عزوجل ووجهه كالقمر ليلة البدر
“Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, hal 117).
7. Cahaya Orang beriman
dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi’ah, al Mursalat, عما يتساءلون (An Naba’, pen) dan إذا الشمس كورت.” (HR Tirmidzi) Maksudnya : Uban itu adalah cahayanya orang yang beriman. Membaca waqiah adalah sebab yang mendatangkan cahaya bagi seorang mukmin.
8. Surat Warisan
dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah bin Mas’ud menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata, ”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab, ”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata, ”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah menjawab,
أتخشى على بناتي الفقر؟ إني أمرت بناتي يقرأن كل ليلة سورة الواقعة ، وإني سمعت رسول الله (ص) يقول : "من قرأ سورة الواقعة كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا"
”Apakah engkau mengkhawatirkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”
Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membaca surat waqiah.
AMALIYAH WAQIAH
Dalam membaca surat waqiah yang dijadikan sebagai amalan / amaliyah / wirid dengan tatacara tertentu maka seyogyanya haruslah memiliki ijazah, karena tanpa ijazah maka suatu amalan tidak mendatangkan asrar/khasiat yang sempurna. Maka Jika anda ingin mengamalkan surat waqiah datnglah langsung kepada para masyayikh pengamal surat waqiah seperti Romo Kyai Badruddin al-haj, atau KH Bafadhal A Damhuji.
Berikut ini akan saya sebutkan sebagian contoh tatacara amaliyah surat waqiah sebagai pengetahuan sebelum anda mengamalkannya.
1. Barang siapa yg membaca surat Al Waqi'ah sebanyak 41 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya, terutama urusan rezeki,
2. Barang siapa membaca surat ini sesudah shalat Ashar sebeanyak 14 kali dalam satu majelis, maka didatangkan hajatnya terutama dalam urusan rejeki.
3. Jika menginginkan datangnya rejeki dari Allah SWT dengan tak terkira-kira datang (min haytsu la yahtasib), maka bacalah surat Al Waqi'ah selama 40 hari berturut-turut tanpa terputus, dan setiap harinya dibaca 40 kali.
4. “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”
5. Supaya menjadi orang yang kaya dan bersyukur, amalkan membaca surah ini sebanyak 3 kali selepas sholat subuh dan 3 kali selepas solat Isya’. InsyaAllah tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan ia akan di jadikan seorang yang hartawan lagi dermawan.
6. Supaya dilimpahkan rezeki, Hendaklah berpuasa selama seminggu dimulai hari Jum'at. Setiap ba'da solat fardhu bacalah Surah Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali sampai pada malam Jumat berikutnya; pada malam Jumat berikutnya itu, setelah solat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas solat Isya’ bacalah surah ini sebanyak 125 kali diikuti dengan sholawat 1000 kali. Setelah selesai, hendaklah ia memperbanyakkan sedekah. Kemudian amalkanlah surah ini sekali pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah berhasil.
Fadhilah Surah Al-Waaqi'ah
Adapun pembahasan al Waaqi’ah di sini, tentu tidak bermaksud mengenyampingkan surat-surat lain dalam al-Qur'an yang juga mempunyai banyak keistimewaan, fadhilah, juga keutamaannya.
Tetapi, karena yang akan saya kaji fokus utamanya adalah Surah al-Waaqi'ah, maka pada ruang pembahasan kali ini saya akan mencoba menelusuri keutamaan dan fadhilah yang terkait dengan ayat-ayat dalam Surat al Waaqi'ah.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa semua yang ada dalam al-Qur'an mempunyai kelebihan dan keutamaan yang sangat besar, karena al-Qur'an merupakan kalam Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai mukjizat besar tanpa tertandingi, sebagai petunjuk bagi yang meyakini, juga sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
Dari bukti ini, sungguh Allah tidak membedakan atau memilih-milih tentang kelebihan dan keutamaan setiap surat atau ayat dalam al-Qur'an. Allah Swt. berfirman: "Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam al Kitab (Al Quran), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. " (QS. al-An'aam: 38).
Dalam menafsirkan ayat di atas, ahli tafsir mengatakan bahwa isi al-Qur'an itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.
Hanya manusia yang tidak mengkajinya secara mendalamlah yang tidak dapat menemukan keutamaan dan fadhilah surat-surat yang ada dalam al-Qur'an. Namun, bagi mereka yang mau menggali al-Qur'an secara cermat dan mendalam serta bersungguh-sungguh, maka dirinya akan merasakan sesuatu yang sangat luar biasa yang didapat dari isi batin al-Qur'an.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi saw ketika ada seorang wanita yang sedang diobati dan dibacakan ruqyah, lalu Nabi saw bersabda kepadanya: "Obatilah dengan kitab Allah (al-Qur'an). " (HR. Muslim).
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa Rasulullah saw. sendiri tidak menyebut ayat-ayat atau surat-surat tertentu untuk mengobati dengan bacaan ruqyah. Sebab, demikian jelas sudah bahwa al-Qur'an seluruhnya adalah obat dari penyakit fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, barang siapa yang dapat istiqamah membaca al-Qur'an secara sempurna, maka dirinya akan mendapat anugerah, karunia, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Allah Swt. berfirman: “Allah menganugerahkan hikmah (kepahaman tentang al-Qur'an dan sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahkan hikmah itu, is benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak...” (QS. al-Baqarah: 269).
Demikian pula apabila ada sebagian kaum muslimin mau mengistiqamahkan membaca Surah al-Waaqi'ah di malam hari secara terus-menerus, maka dirinya akan terhindar dari penyakit fakir. Hal ini sebagaimana hadits yang sudah saya kemukakan yang mengatakan, "Siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam niscaya tidak akan terkena kemiskinan selamanya."
Rasulullah Saw. sangat menganjurkan untuk selalu membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam karena fadhilah yang terdapat dalam surat tersebut sungguh untuk melancarkan jalannya rezeki, sehingga yang mengamalkan akan terhindar dari kefakiran.
Dalam kitab Majmu' Latiif ada sebuah kisah menarik tentang fadhilah Surah al Waaqi'ah. Yakni, pada saat Utsman bin Affan mendatangi Abdullah bin Mas'ud ia bertanya, "Sepertinya engkau sedang sakit. Apa yang sedang engkau derita, wahai Abdullah?" tanya Utsman kepada Abdullah.
"Dosa-dosaku," jawab Abdullah datar. "Lalu, selama ini apa yang engkau sukai, wahai Abdullah?" Utsman bertanya lagi. "Rahmat Tuhanku," jawab Abdullah. Singkat cerita, Utsman kemudian menawarkan jasa untuk mengumpulkan dana guna diberikan kepada putra Abdullah.
Tetapi, Abdullah menolak, "Aku tidak takut putra-putraku akan terjatuh dalam lubang kemiskinan, karena sesungguhnya aku telah memerintahkan semua anak-anak untuk membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap-tiap malam. Dan itu yang aku dengar dari sabda Rasulullah saw berbunyi: "Barang siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah tiap-tiap malam maka tidak akan fakir," Jelas Abdullah terhadap Utsman.
Demikianlah sekilas kisah dalam kitab Majmu' Latiif yang telah menerangkan tentang fadhilah clan keutamaan dalam Surat al-Waagi'ah, yang dijelaskan oleh Utsman bin Affan ketika dirinya berkunjung ke tempat Abdullah bin Mas'ud.
Keutamaan Surat Al Waqiah Diposkan oleh Andreansyah Dwi Wibowo (Andre Tauladan) di 19.24 Listen Surat Al Waqiah Assalaamu'alaikum. Apa kabar para sobat Andan? Dalam posting ini saya ingin berbagi sedikit tentang keutamaan Surat Al Waqiah, Surat ke 56 dengan jumlah 96 ayat. Mungkin sebagian sobat Andan yang mampir ke sini sudah tahu apa keutamaan Surat Al Waqiah. Ya, Surat Al Waqiah memiliki keutamaan sebagai pembuka pintu rezeki. Tentu saja bukan berarti tanpa berusaha, kemudian rezeki datang sendiri. Anda tetap harus berikhtiar. Di bawah ini saya sertakan dalil-dalil tentang keutamaan membaca Surat Al Waqiah. Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” .” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117). Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117). (Syamsuri Rifai) Selain itu, ada juga riwayat lain yang menerangkan tentang keutamaan Surat Al Waqiah. Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.” Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi’ah mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi’ah, al Mursalat, عما يتساءلون (An Naba’, pen) dan إذا الشمس كورت.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan ghorib. Beliau mengatakan bahwa Al Hafizh Ibnu ‘Asakir didalam menerjemahkan Abdullah bin Mas’ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi’ bin Thariq al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab,”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah menjawab,”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Lalu Ibnu ‘Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul : dari Syuja’, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah memberitahuku bahwa Syuja’ telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya. Demikian pula Abu Ya’la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad dari Munib al ‘Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”, didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja’. Ibnu Mas’ud mengatakan,”Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap malam.” Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513) Tentang hadits diatas, Syeikh Al Bani mengatakan didalam kitab “Silsilatul Ahadits adh Dhaifah” /457 bahwa hadits itu dhoif. Para ulama, seperti Ahmad, Abu Hatim, anaknya, Daruquthni, Baihaqi dan yang lainnya telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah lemah. Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” Hadits ini pun dinyatakan lemah oleh Al Banni didalam “Silsilah adh Dhaifah wal Maudhu’ah” (8/337) Saat ditanya tentang hadits “Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.selama-lamanya”, Syeikh Ibn Baaz mengatakan bahwa kami tidak mengetahui adanya jalan yang shahih bagi hadits ini… Akan tetapi (dibolehkan) membaca Al Qur’an yang dengan bacaannya menginginkan tafaaqquh (pemahaman) didalam agama dan mendapatkan berbagai kebaikan, karena Rasulullah saw bersabda,”Bacalah oleh kalian al Qur’an. Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan syafaat bagi para pemiliknya (orang-orang yang suka membacanya, pen) pada hari kiamat.”. Beliau saw juga bersabda,”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan.” Hendaklah seseorang membaca al Qur’an karena keutamaan membacanya dan untuk mendapatkan berbagai kebaikan bukan untuk mendapatkan dunia.” (eramuslim) Demikian keterangan yang ada tentang Keutamaan Surat Al Waqiah. Hal penting yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini adalah, sesungguhnya semua ayat yang terkandung dalam Al Quran memiliki keutamaan, dan saran saya, luruskan niat, agar saat kita membaca isi Al Quran, surat apapun itu, semoga bernilai ibadah dan mendapatkan ridha Allah SWT, dengan begitu Insya Allah, anda akan diberi kemudahan dalam hal apapun, termasuk dalam hal rezeki. Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Original from: http://andretauladan.blogspot.com/2011/12/keutamaan-surat-al-waqiah.html
Visit Us
Original from: http://andretauladan.blogspot.com/2011/12/keutamaan-surat-al-waqiah.html
Visit Us
BONUS !!! Link yang anda masukkan akan ada di dua blog sekaligus yaitu di Dans Olshop dan Andre Tauladan Close Home Sitemap Gallery Guest Book Radio Da'wah Biography Andre Tauladan jual arloji jam tangan Home Islamic Posts Tips n Trik Link Exchange Download Kirim Tulisan Tools Photoshop Online Carty Text Generator Tarty Text Generator Home » Ceramah , islam , motivasi » Keutamaan Surat Al Waqiah Keutamaan Surat Al Waqiah Diposkan oleh Andreansyah Dwi Wibowo (Andre Tauladan) di 19.24 Listen Surat Al Waqiah Assalaamu'alaikum. Apa kabar para sobat Andan? Dalam posting ini saya ingin berbagi sedikit tentang keutamaan Surat Al Waqiah, Surat ke 56 dengan jumlah 96 ayat. Mungkin sebagian sobat Andan yang mampir ke sini sudah tahu apa keutamaan Surat Al Waqiah. Ya, Surat Al Waqiah memiliki keutamaan sebagai pembuka pintu rezeki. Tentu saja bukan berarti tanpa berusaha, kemudian rezeki datang sendiri. Anda tetap harus berikhtiar. Di bawah ini saya sertakan dalil-dalil tentang keutamaan membaca Surat Al Waqiah. Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” .” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117). Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117). (Syamsuri Rifai) Selain itu, ada juga riwayat lain yang menerangkan tentang keutamaan Surat Al Waqiah. Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.” Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi’ah mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi’ah, al Mursalat, عما يتساءلون (An Naba’, pen) dan إذا الشمس كورت.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan ghorib. Beliau mengatakan bahwa Al Hafizh Ibnu ‘Asakir didalam menerjemahkan Abdullah bin Mas’ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi’ bin Thariq al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab,”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah menjawab,”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Lalu Ibnu ‘Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul : dari Syuja’, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah memberitahuku bahwa Syuja’ telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya. Demikian pula Abu Ya’la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad dari Munib al ‘Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”, didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja’. Ibnu Mas’ud mengatakan,”Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap malam.” Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513) Tentang hadits diatas, Syeikh Al Bani mengatakan didalam kitab “Silsilatul Ahadits adh Dhaifah” /457 bahwa hadits itu dhoif. Para ulama, seperti Ahmad, Abu Hatim, anaknya, Daruquthni, Baihaqi dan yang lainnya telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah lemah. Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” Hadits ini pun dinyatakan lemah oleh Al Banni didalam “Silsilah adh Dhaifah wal Maudhu’ah” (8/337) Saat ditanya tentang hadits “Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.selama-lamanya”, Syeikh Ibn Baaz mengatakan bahwa kami tidak mengetahui adanya jalan yang shahih bagi hadits ini… Akan tetapi (dibolehkan) membaca Al Qur’an yang dengan bacaannya menginginkan tafaaqquh (pemahaman) didalam agama dan mendapatkan berbagai kebaikan, karena Rasulullah saw bersabda,”Bacalah oleh kalian al Qur’an. Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan syafaat bagi para pemiliknya (orang-orang yang suka membacanya, pen) pada hari kiamat.”. Beliau saw juga bersabda,”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan.” Hendaklah seseorang membaca al Qur’an karena keutamaan membacanya dan untuk mendapatkan berbagai kebaikan bukan untuk mendapatkan dunia.” (eramuslim) Demikian keterangan yang ada tentang Keutamaan Surat Al Waqiah. Hal penting yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini adalah, sesungguhnya semua ayat yang terkandung dalam Al Quran memiliki keutamaan, dan saran saya, luruskan niat, agar saat kita membaca isi Al Quran, surat apapun itu, semoga bernilai ibadah dan mendapatkan ridha Allah SWT, dengan begitu Insya Allah, anda akan diberi kemudahan dalam hal apapun, termasuk dalam hal rezeki. Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Ceramah, islam, motivasi React: Related Posts ABOUT PEOPLE OF THE ROCK!!!Prophet Muhammad (Sallallahu ‘Alaihi Wasallam) used many methods in order to call people to Islam. For example, he used to tell them true realistic stories as well as the stories of the earlier natio ... readmore Pacaran Saat PuasaPenulis: Ustadz Muhammad Abduh TuasikalBulan Ramadhan adalah bulan yang amat suci dan amat sakral. Sudah kita ketahui bersama bahwa puasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga saja. Kita ... readmore HADITS PALSU TENTANG HURU-HARA AKHIR ZAMANOleh: Muhammad Wasitho Abu FawazBismillah. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wasal ... readmore TYPICAL MISTAKES IN RAMADANASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI TA’ALA WABARAKATUH.RESPECTED BROTHERS AND SISTERS IN ISLAM.I AM REMINDING MYSELF FIRST BEFORE OTHERS. AS WE ARE HEADING TOWARDS THE LAT TEN DAYS OF RAMADAN,…LET US STRI ... readmore Listen Ceramah AF Ghozali-Abdina Allah(Da'i sunda era 80-an)Menjadi seorang abdi Allah, sangatlah mulia bagi seorang muslim. Namun untuk mencapai status itu, tidak semudah membalikkan telapak tangan. Lalu bagaimana seorang muslim bisa menjadi abdi Allah? deng ... readmore 3 komentar: akhsan hakim says: 31 Agustus 2012 06.39 terimakasih postingan nya sangat membantu.. Anonim says: 2 Desember 2012 09.06 Maaf.. Bukannya al waqiah itu artinya kiamat ya tadz? Andreansyah Dwi Wibowo (Andre Tauladan) says: 3 Desember 2012 18.43 @anonim, iyah, artinya hari kiamat,, pinter banget nih sobat yang satu ini. btw, 'tadz' itu siapa ya?? hihi. Poskan Komentar Saran dan kritiknya sangat diharapkan Link ke posting ini Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda Langganan: Poskan Komentar (Atom) Popular Posts Recommended Link Terbaru Manfaat Teh Campur Madu Friends, suka minum teh kan? Suka dicampur-campur kan? Banyak bahan makanan lain yang bisa dicampur dengan teh untuk mendapatkan rasa te... Keutamaan Surat Al Waqiah Listen Surat Al Waqiah Assalaamu'alaikum. Apa kabar para sobat Andan? Dalam posting ini saya ingin berbagi sedikit tentang keuta... Bahaya Cicak, Science dari Hadits Bismillahirrahmaanirrahiim. Saya membuat postingan ini karena saya penasaran akan bahaya cicak. Awalnya saya membaca postingan dari salah s... Download Ceramah K.H. A.F. Ghazali Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. Saat ini diwaktu yang sama, saya sedang mengetik postingan ini sambil mendengarkan... ABOUT PEOPLE OF THE ROCK!!! Prophet Muhammad (Sallallahu ‘Alaihi Wasallam) used many methods in order to call people to Islam. For example, he used to tell them true ... Get this widget or click here Followers Tracker About Me Cuit-cuit profile andreansyah wibowo andre_tauladhan andre_tauladhan 80 malinya dari mana can? @TrioMacan2000: Masya Allah…sdh hampir 80 kali rapat ttg pengurangan Subsidi BBM, Pak @SBYudhoyono minta dikaji 3 days ago · reply · retweet · favorite TrioMacan2000 Masya Allah…sdh hampir 80 kali rapat ttg pengurangan Subsidi BBM, Pak @SBYudhoyono minta dikaji lagi…kapan khatamnya pak ? Hehe 3 days ago · reply · retweet · favorite andre_tauladhan Mbak @ChikiFawzi shortfilmnya keren2... barusan habisdari monsohouse.com thumb up. Profesional bgt.. 3 days ago · reply · retweet · favorite andre_tauladhan ;) "@ChikiFawzi: lalalalala monggo ;) RT @andre_tauladhan: abis liat @ChikiFawzi di pas mantab jadi pengen follow" 3 days ago · reply · retweet · favorite Join the conversation Website Favorit My Facebook Facebook Follow Twitter Front Pembela Islam Official Website FPI Kaskus HTML Tags Converter to Display in Web Youtube to MP3 Converter Cari tips-trik blogger Contents posted byAndre Tauladan. There is no copyright in Islam. Template by FBT and Blogger Teacher. Modified for personal purpose by ‡Andre Tauladan‡.
Original from: http://andretauladan.blogspot.com/2011/12/keutamaan-surat-al-waqiah.html
Visit Us
Kali ini saya akan mengajak Anda untuk memahami keistimewaan, keutamaan, sekaligus kelebihan yang ada dalam Surat al-Waaqi'ah.
Adapun pembahasan al Waaqi’ah di sini, tentu tidak bermaksud mengenyampingkan surat-surat lain dalam al-Qur'an yang juga mempunyai banyak keistimewaan, fadhilah, juga keutamaannya.
Tetapi, karena yang akan saya kaji fokus utamanya adalah Surah al-Waaqi'ah, maka pada ruang pembahasan kali ini saya akan mencoba menelusuri keutamaan dan fadhilah yang terkait dengan ayat-ayat dalam Surat al Waaqi'ah.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa semua yang ada dalam al-Qur'an mempunyai kelebihan dan keutamaan yang sangat besar, karena al-Qur'an merupakan kalam Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai mukjizat besar tanpa tertandingi, sebagai petunjuk bagi yang meyakini, juga sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
Dari bukti ini, sungguh Allah tidak membedakan atau memilih-milih tentang kelebihan dan keutamaan setiap surat atau ayat dalam al-Qur'an. Allah Swt. berfirman: "Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam al Kitab (Al Quran), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. " (QS. al-An'aam: 38).
Dalam menafsirkan ayat di atas, ahli tafsir mengatakan bahwa isi al-Qur'an itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.
Hanya manusia yang tidak mengkajinya secara mendalamlah yang tidak dapat menemukan keutamaan dan fadhilah surat-surat yang ada dalam al-Qur'an. Namun, bagi mereka yang mau menggali al-Qur'an secara cermat dan mendalam serta bersungguh-sungguh, maka dirinya akan merasakan sesuatu yang sangat luar biasa yang didapat dari isi batin al-Qur'an.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi saw ketika ada seorang wanita yang sedang diobati dan dibacakan ruqyah, lalu Nabi saw bersabda kepadanya: "Obatilah dengan kitab Allah (al-Qur'an). " (HR. Muslim).
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa Rasulullah saw. sendiri tidak menyebut ayat-ayat atau surat-surat tertentu untuk mengobati dengan bacaan ruqyah. Sebab, demikian jelas sudah bahwa al-Qur'an seluruhnya adalah obat dari penyakit fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, barang siapa yang dapat istiqamah membaca al-Qur'an secara sempurna, maka dirinya akan mendapat anugerah, karunia, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Allah Swt. berfirman: “Allah menganugerahkan hikmah (kepahaman tentang al-Qur'an dan sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahkan hikmah itu, is benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak...” (QS. al-Baqarah: 269).
Demikian pula apabila ada sebagian kaum muslimin mau mengistiqamahkan membaca Surah al-Waaqi'ah di malam hari secara terus-menerus, maka dirinya akan terhindar dari penyakit fakir. Hal ini sebagaimana hadits yang sudah saya kemukakan yang mengatakan, "Siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam niscaya tidak akan terkena kemiskinan selamanya."
Rasulullah Saw. sangat menganjurkan untuk selalu membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam karena fadhilah yang terdapat dalam surat tersebut sungguh untuk melancarkan jalannya rezeki, sehingga yang mengamalkan akan terhindar dari kefakiran.
Dalam kitab Majmu' Latiif ada sebuah kisah menarik tentang fadhilah Surah al Waaqi'ah. Yakni, pada saat Utsman bin Affan mendatangi Abdullah bin Mas'ud ia bertanya, "Sepertinya engkau sedang sakit. Apa yang sedang engkau derita, wahai Abdullah?" tanya Utsman kepada Abdullah.
"Dosa-dosaku," jawab Abdullah datar. "Lalu, selama ini apa yang engkau sukai, wahai Abdullah?" Utsman bertanya lagi. "Rahmat Tuhanku," jawab Abdullah. Singkat cerita, Utsman kemudian menawarkan jasa untuk mengumpulkan dana guna diberikan kepada putra Abdullah.
Tetapi, Abdullah menolak, "Aku tidak takut putra-putraku akan terjatuh dalam lubang kemiskinan, karena sesungguhnya aku telah memerintahkan semua anak-anak untuk membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap-tiap malam. Dan itu yang aku dengar dari sabda Rasulullah saw berbunyi: "Barang siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah tiap-tiap malam maka tidak akan fakir," Jelas Abdullah terhadap Utsman.
Demikianlah sekilas kisah dalam kitab Majmu' Latiif yang telah menerangkan tentang fadhilah clan keutamaan dalam Surat al-Waagi'ah, yang dijelaskan oleh Utsman bin Affan ketika dirinya berkunjung ke tempat Abdullah bin Mas'ud.
Original from: http://andretauladan.blogspot.com/2011/12/keutamaan-surat-al-waqiah.html
Visit Us
Fadhilah Surah Al-Waaqi'ah
Posted by Beasiswa Waqiah on 01.43. - No comments
Adapun pembahasan al Waaqi’ah di sini, tentu tidak bermaksud mengenyampingkan surat-surat lain dalam al-Qur'an yang juga mempunyai banyak keistimewaan, fadhilah, juga keutamaannya.
Tetapi, karena yang akan saya kaji fokus utamanya adalah Surah al-Waaqi'ah, maka pada ruang pembahasan kali ini saya akan mencoba menelusuri keutamaan dan fadhilah yang terkait dengan ayat-ayat dalam Surat al Waaqi'ah.
Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa semua yang ada dalam al-Qur'an mempunyai kelebihan dan keutamaan yang sangat besar, karena al-Qur'an merupakan kalam Allah yang diturunkan melalui Nabi Muhammad sebagai mukjizat besar tanpa tertandingi, sebagai petunjuk bagi yang meyakini, juga sebagai penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya.
Dari bukti ini, sungguh Allah tidak membedakan atau memilih-milih tentang kelebihan dan keutamaan setiap surat atau ayat dalam al-Qur'an. Allah Swt. berfirman: "Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam al Kitab (Al Quran), kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. " (QS. al-An'aam: 38).
Dalam menafsirkan ayat di atas, ahli tafsir mengatakan bahwa isi al-Qur'an itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.
Hanya manusia yang tidak mengkajinya secara mendalamlah yang tidak dapat menemukan keutamaan dan fadhilah surat-surat yang ada dalam al-Qur'an. Namun, bagi mereka yang mau menggali al-Qur'an secara cermat dan mendalam serta bersungguh-sungguh, maka dirinya akan merasakan sesuatu yang sangat luar biasa yang didapat dari isi batin al-Qur'an.
Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa Nabi saw ketika ada seorang wanita yang sedang diobati dan dibacakan ruqyah, lalu Nabi saw bersabda kepadanya: "Obatilah dengan kitab Allah (al-Qur'an). " (HR. Muslim).
Dari hadits tersebut dapat dipahami bahwa Rasulullah saw. sendiri tidak menyebut ayat-ayat atau surat-surat tertentu untuk mengobati dengan bacaan ruqyah. Sebab, demikian jelas sudah bahwa al-Qur'an seluruhnya adalah obat dari penyakit fisik, mental, dan spiritual. Karena itu, barang siapa yang dapat istiqamah membaca al-Qur'an secara sempurna, maka dirinya akan mendapat anugerah, karunia, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Allah Swt. berfirman: “Allah menganugerahkan hikmah (kepahaman tentang al-Qur'an dan sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa yang dianugerahkan hikmah itu, is benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak...” (QS. al-Baqarah: 269).
Demikian pula apabila ada sebagian kaum muslimin mau mengistiqamahkan membaca Surah al-Waaqi'ah di malam hari secara terus-menerus, maka dirinya akan terhindar dari penyakit fakir. Hal ini sebagaimana hadits yang sudah saya kemukakan yang mengatakan, "Siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam niscaya tidak akan terkena kemiskinan selamanya."
Rasulullah Saw. sangat menganjurkan untuk selalu membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap malam karena fadhilah yang terdapat dalam surat tersebut sungguh untuk melancarkan jalannya rezeki, sehingga yang mengamalkan akan terhindar dari kefakiran.
Dalam kitab Majmu' Latiif ada sebuah kisah menarik tentang fadhilah Surah al Waaqi'ah. Yakni, pada saat Utsman bin Affan mendatangi Abdullah bin Mas'ud ia bertanya, "Sepertinya engkau sedang sakit. Apa yang sedang engkau derita, wahai Abdullah?" tanya Utsman kepada Abdullah.
"Dosa-dosaku," jawab Abdullah datar. "Lalu, selama ini apa yang engkau sukai, wahai Abdullah?" Utsman bertanya lagi. "Rahmat Tuhanku," jawab Abdullah. Singkat cerita, Utsman kemudian menawarkan jasa untuk mengumpulkan dana guna diberikan kepada putra Abdullah.
Tetapi, Abdullah menolak, "Aku tidak takut putra-putraku akan terjatuh dalam lubang kemiskinan, karena sesungguhnya aku telah memerintahkan semua anak-anak untuk membaca Surat al-Waaqi'ah pada tiap-tiap malam. Dan itu yang aku dengar dari sabda Rasulullah saw berbunyi: "Barang siapa yang membaca Surat al-Waaqi'ah tiap-tiap malam maka tidak akan fakir," Jelas Abdullah terhadap Utsman.
Demikianlah sekilas kisah dalam kitab Majmu' Latiif yang telah menerangkan tentang fadhilah clan keutamaan dalam Surat al-Waagi'ah, yang dijelaskan oleh Utsman bin Affan ketika dirinya berkunjung ke tempat Abdullah bin Mas'ud.
Keutamaan Surat Al Waqiah Diposkan oleh Andreansyah Dwi Wibowo (Andre Tauladan) di 19.24 Listen Surat Al Waqiah Assalaamu'alaikum. Apa kabar para sobat Andan? Dalam posting ini saya ingin berbagi sedikit tentang keutamaan Surat Al Waqiah, Surat ke 56 dengan jumlah 96 ayat. Mungkin sebagian sobat Andan yang mampir ke sini sudah tahu apa keutamaan Surat Al Waqiah. Ya, Surat Al Waqiah memiliki keutamaan sebagai pembuka pintu rezeki. Tentu saja bukan berarti tanpa berusaha, kemudian rezeki datang sendiri. Anda tetap harus berikhtiar. Di bawah ini saya sertakan dalil-dalil tentang keutamaan membaca Surat Al Waqiah. Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” .” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203). Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117). Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117). (Syamsuri Rifai) Selain itu, ada juga riwayat lain yang menerangkan tentang keutamaan Surat Al Waqiah. Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.” Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi’ah mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi’ah, al Mursalat, عما يتساءلون (An Naba’, pen) dan إذا الشمس كورت.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan ghorib. Beliau mengatakan bahwa Al Hafizh Ibnu ‘Asakir didalam menerjemahkan Abdullah bin Mas’ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi’ bin Thariq al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab,”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah menjawab,”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Lalu Ibnu ‘Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul : dari Syuja’, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah memberitahuku bahwa Syuja’ telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya. Demikian pula Abu Ya’la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad dari Munib al ‘Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”, didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja’. Ibnu Mas’ud mengatakan,”Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap malam.” Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513) Tentang hadits diatas, Syeikh Al Bani mengatakan didalam kitab “Silsilatul Ahadits adh Dhaifah” /457 bahwa hadits itu dhoif. Para ulama, seperti Ahmad, Abu Hatim, anaknya, Daruquthni, Baihaqi dan yang lainnya telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah lemah. Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” Hadits ini pun dinyatakan lemah oleh Al Banni didalam “Silsilah adh Dhaifah wal Maudhu’ah” (8/337) Saat ditanya tentang hadits “Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.selama-lamanya”, Syeikh Ibn Baaz mengatakan bahwa kami tidak mengetahui adanya jalan yang shahih bagi hadits ini… Akan tetapi (dibolehkan) membaca Al Qur’an yang dengan bacaannya menginginkan tafaaqquh (pemahaman) didalam agama dan mendapatkan berbagai kebaikan, karena Rasulullah saw bersabda,”Bacalah oleh kalian al Qur’an. Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan syafaat bagi para pemiliknya (orang-orang yang suka membacanya, pen) pada hari kiamat.”. Beliau saw juga bersabda,”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan.” Hendaklah seseorang membaca al Qur’an karena keutamaan membacanya dan untuk mendapatkan berbagai kebaikan bukan untuk mendapatkan dunia.” (eramuslim) Demikian keterangan yang ada tentang Keutamaan Surat Al Waqiah. Hal penting yang ingin saya sampaikan dalam artikel ini adalah, sesungguhnya semua ayat yang terkandung dalam Al Quran memiliki keutamaan, dan saran saya, luruskan niat, agar saat kita membaca isi Al Quran, surat apapun itu, semoga bernilai ibadah dan mendapatkan ridha Allah SWT, dengan begitu Insya Allah, anda akan diberi kemudahan dalam hal apapun, termasuk dalam hal rezeki. Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook
Do'a Sesudah Membaca Surat Al Waqiah

Allaahumma
innii as-aluka bi haqqi suuratil Waaqiati wa asraarihaa an tuyassira li
rizqii kamaa yassartahu li katsiirim min khalqika yaa Allaahu yaa
rabbal –aalamiin. Allaahummarzuqnaa rizqam minas sama-i wal ardhi
warzuqna wa anta khairur raaziqiin. Allahumma in kaana rizqunaa fis
sama-a fa anzilhu wa in kaana rizqunaa ma-duuman fa jidhu wa in kaana
rizqunaa –aasiran fa yassirhu lanaa wala tanqulnaa haitsu maa kaana bi
fadl-lika wajuudika wa karamika bi rahmatika yaa arhamar raahimiin.
“Ya Allah,
bahawasanya kami memohon kepada-Mu dengan hak surat Waaqi’ah dan rahsia
(yang terkandung) di dalamnya. Hendaknya Engkau memudahkan rezeki bagi
kami sebagaimana Engkau memudahkannya kepada kebanyakan makhluk-Mu ya
Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah rezeki dari langit dan
bumi kepada kami, berilah kami rezeki kerana Engkaulah sebaik-baik
pemberi rezeki. Ya Allah, jika rezeki kami berada di langit, maka
turunkanlah rezeki itu, jika rezeki kami berada di bumi, maka
keluarkanlah, jika rezeki kami tidak ada maka temukanlah, jika rezeki
kami sulit maka mudahkanlah kepada kami, dan pindahkanlah rezeki itu ke
tempat kami di mana kami berada, dengan karunia-Mu dan kemurahan-Mu
serta kemuliaan-Mu dengan rahmat-Mu wahai sebaik-baik Penyayang dari
para penyayang.”



Bismillahirrahmaanirrohim.
Bimahmahuubin
mahmahuubin dzii luthfin khafiyin bisha’sha’in sha’sha’in dziinnuuri
walbahaa-i bisahsahuubin sahsahuubin dzii’l’izzi ‘sysyaamikh wal
‘azhamati wa’lkibri-yaa-I walqudrati wassulthaan.
Allaahumma
innii as-aluka biismika’lmurtafi’ alladzii a’thoitahu man syikta min
auliyaa-ika wa-ahbaabika an tu’tiyanii rizqan min ‘indika tughnii bihi
faqrii wataqoththo’u bihi ‘alaa-iqi’sysyaithaani min qolbi innaka anta
‘ilhannaanu ‘lmannaanu ‘Iwahhaabu ‘rrozzaaqu ‘lfattaahu ‘lbaashithu
‘Ijawaadu ‘Ikaafii ‘lghaniyu ‘lmughni ‘Ikariimu ‘rrozzaaqu ‘Imu’thi
‘llathiifu’l waasi’u ‘sysyakuru dzulfadhli wanni’ami waljuudi wal karam.
Allaahumma
innii as-aluka bihaqqika wabihaqqi nabiyika wajuudika wakaromika
wafadhlika wa-ih-saanika yaa shodiqal wa’di laa ilaaha illa anta
subhaanaka innii kuntu minazhzhoolimiin.
Allaahumma
yassir lii birizqin halaalin thaiyibin ajib da’wati bihaqqi
suurati’lwaaqi’ah wa bihaqqi’l ismil a’zham, wabihurmati saiyidinaa
Muhammadin shalla’laahu ‘alaihi wa sallam wa ’alaa aalihi wa ashhaabihi
‘ththaiyibiina ‘ththaahirin wa bihaqqi faqjin makhmatin fattahin qodirin
jaabirin mu’thi khairi ‘rroziqiin mughni’ibaa-isi’ifaqiir tauwaabi laa
yuaakhiznaa biljaraa-im.
Allaahumma
yassir lii birizqii halaalin min ‘indika wa’ajjil bihi yaa dzaljalaali
wal-ikraam yaa kaafi yaa kafiil birahmatika yaa arhama’rrohimiin, wa
shalla’llohu ‘alaa saiyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa ashhaabihi
wa atbaa’ihi wa anshaarihi wa adzwajihi wa dzurriyaatihi wa ahli baitihi
ajma’iin, subhaana rabb’ka rabbi’l’izzati ‘ammaa yashifuuna wa salaamun
‘alaa’lmursaliina walhamdu li’llaahi robbil ‘aalamiin.
(Al-Fatihah)
Aamiin
aamiinaa yaa Allah, aamiinaa yaa ilaha’l’aalamiin. Allahumma in kaana
rizqii fii’ssamaa-I fa-an-zilhi, wa inkaana fii’lardhi fa-akhrijhu, wa
in kaana fii’lbahri fa athli’hu, wa in kaana ba’iidan faqarribhu, wa in
kaana ghariiban fayassirhu, wa in kaana qolilan fakatstsirhu, wa in
kaanaa katsiiran fahauwinhu wa baariklii fiihi warzuqnii min haitsu laa
yahtasib rizqon, halaalan thoiyiban ghodoqan sahhan thobaqan mubaarokan
fiihi laa yakuunu liahadin min khalqika ‘alaa fiihi minnah, waj’al
yadaiya ‘ulyaa bil a’thaa wa laa taj’al yadaiya suflaa bil-isti’thaa
innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir birohmaatika yaa arhama’rraahimiin, wa
shallallaahu ‘alaa saiyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi
wassalam, da’waahum fiihaa salaam wa aakhiru da’waahum
ani’lhamduli’llaahi rabbil ‘aalamiinn.
Artinya:
Demi kebesaran,
keagungan dan kekuasaanMu Tuhan yang mempunyai Kekuasaan, Petunjuk dan
Kerajaan. Ya Allah, aku memohon kepadaMu, demi namaMu yang Maha Tinggi,
yang Engkau memberikan (rezeki kekayaan) kepada siapa sahaja yang Engkau
sukai, dan wali-wali Mu dan kekasih-kekasih Mu, kiranya Engkau
kurniailah aku rezeki dari sisi Mu yang dengan itu Engkau memberi
kekayaan akan daku dan menjadikan pengaruh syaitan hilang dari hatiku,
sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi, pemberi rezeki, Maha Pembuka
(pintu rezeki), Maha Mengetahui, Maha Lemah Lembut, Tuhan Maha Pemberi
cukup, Maha Kaya, Maha Mengkayakan, Maha Mulia, Maha Pemberi Kelapangan
Rezeki. Tuhan yang Maha mempunyai kelebihan-kelebihan, Maha mempunyai
kenikmatan, Maha Pemurah dan Maha Mulia. Ya Allah sesungguhnya aku
memohon kepada Mu demi kebesaran Mu dan demi kebenaran Nabi Mu dan demi
kemurahan Mu dan kemuliaan Mu dan demi kelebihan Mu serta
kebaikan-kebaikanMu. Ya Tuhan yang benar pada janjiNya, tiada Tuhan yang
lain, selain Engkau, Maha suci Engkau dan sesungguhnya aku adalah dari
golongan yang zalim.
Ya Allah,
mudahkanlah bagiku beroleh rezeki dari yang halal-baik, perkenankanlah
do’aku demi berkat Surah Al-Waqi’ah dan demi nama yang agung dan demi
kebenaran junjungan kami Muhammad s.a.w., dan keluarga dan
sahabat-sahabatnya yang baik-baik, suci dari (kedosaan) dan demi
kekuasaan, kehebatan, ke Esa-an-Mu, Tuhan yang sebaik-baik pemberi
rezeki, yang mengkayakan yang faqir Maha Pengampun, suka memberi
kemaafan atas kesalahan hambaNya – mudahkanlah (ya Allah) segala
urusanku, kurniailah aku rezeki yang halal, yang baik dan yang berkat,
ya Tuhan yang Maha Tinggi dan Maha Mulia, ya Tuhan yang Maha Mencukupkan
dengan RahmatMu ya Tuhan yang Maha Pengasih, semoga Allah mencurahi
kesejahteraan dan keselamatan ke atas junjungan kami Muhammad dan atas
keluarga dan sahabat-sahabatnya, juga atas pengikut dan pembantunya dan
isteri-isterinya dan zuriatnya serta ahli rumahnya semua, Maha suci
Tuhan Mu, Tuhan yang suci dari sebagaimana yang disifatkan orang-orang
musyrik dan keselamatan atas semua Rasul-rasul, segala puja bagi Allah,
tuhan seruan sekalian Alam.
(Al-Fatihah)
Ya Allah,
perkenankanlah permohonanku ini, yaa Allah andainya rezekiku berada di
langit, turunkanlah dia untukku, dan andainya rezekiku berada di bumi,
keluarkanlah untukku, sekiranya rezekiku berada di lautan, naikanlah
akan dia untukku, sekiranya rezekiku sedikit, mohonlah kiranya
diperbanyak, dan andainya rezekiku banyak, mudahkanlah bagiku serta beri
kekuatanlah bagiku (dalam membelanjakannya) dan kurniailah aku rezeki
yang tidak terduga dari mana datangnya, rezeki yang halal yang baik,
mengalir terus yang berkat dan tidak ada orang yang meninggini dan
merasa iri kepadaku, seraya jadikanlah aku pemurah memberi dan jangan
bakhil memberi kepada orang lain, Sesungguhnya Engkau (ya Allah) atas
sesuatunya Maha Kuasa – demi RahmatMu ya Tuhan yang Maha Pemurah, dan
maha Pengasih, semoga kesejahteraan dan keselamatan kiranya Allah
mergurniai atas junjungan kami Muhammad s.a.w. dan atas keluarganya dan
sahabatnya semua. Do’a mereka (di syurga) “Maha Suci
Allah dan kehormatan mereka “keselamatan” dan akhir do’a mereka “segala
puja dan puji bagi Allah Tuhan seruan sekalian alam.Khasiat Surat Al Waqi'ah
Sabda Rasulullah s.a.w.: “Sesiapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap hari, ia tidak akan ditimpa kefakiran.”
Sabda Rasulullah s.a.w.
: “Siapa membaca surah Al-Waqi’ah setiap malam, dia tidak akan ditimpa
kesusahan atau kemiskinan selama-lamanya. (Diriwayatkan oleh Baihaqi
dari Ibnu Mas’ud r.a.)
Sabda Rasulullah s.a.w.
: “Ajarkanlah surah Al-Waqi’ah kepada isteri-isterimu. Kerana
sesungguhnya ia adalah surah Kekayaan.” (Hadis riwayat Ibnu Ady)
Sabda
Rasulullah s.a.w. : “Barang siapa yang membaca surah Al-Waqi’ah setiap
malam maka dia tidak akan tertimpa kefakiran dan kemiskinan selamanya.
Dan surah Al-Waqi’ah adalah surah kekayaan, maka bacalah ia dan ajarkan
kepada anak-anakmu semua.”
Menurut fatwa
sebahagian Ulama’ katanya: “Barangsiapa membaca surah Al-Waqi’ah pada
setiap hari dan malam dalam satu majlis sebanyak 40 kali, selama 40 hari
pula, maka Allah akan memudahkan rezekinya dengan tanpa kesukaran dan
mengalir terus dari pelbagai penjuru serta berkah pula.”
Surah Al-Waqi’ah adalah
surah yang ke -56 di dalam Al-Quran, terletak pada juzuk ke 27 dan
terdiri dari 96 ayat. Dinamakan Al-Waqi’ah kerana di ambil dari lafal
Al-Waqi’ah yang terdapat pada ayat pertama surah ini, yang ertinya
kiamat. Di dalam surah Al-Waqi’ah ini menerangkan tentang hari
kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mukmin dan orang-orang
kafir. Diterangkan pula penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan, dan api,
sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit.
Di dalam surah Al-Waqi’ah terkandung beberapa khasiat, antara lain:
- Bila orang membiasakan membaca surah ini setiap malam satu kali, maka dia dijauhkan dari kemiskinan selamanya.
- Bila di baca 14 kali setiap selesai solat Asar, maka orang yang membacanya itu akan memperoleh kekayaan yang berlimpah ruah.
- Jika di baca surah ini sebanyak 41 kali dalam satu majlis (sekali duduk), insyaAllah di tunaikan segala hajatnya khususnya yang berkaitan dengan rezeki.
- Supaya menjadi orang yang kaya sentiasa bersyukur, amalkan membaca surah ini sebanyak 3 kali selepas solat subuh dan 3 kali selepas solat Isya’. InsyaAllah tidak akan berlalu masa setahun itu melainkan ia akan di jadikan seorang yang hartawan lagi dermawan.
- Amalan orang-orang sufi, supaya dilimpahkan rezeki. Hendaklah berpuasa selama seminggu bermula pada hari Jumaat. Setiap selepas solat fardhu bacalah Surah Al-Waqi’ah ini sebanyak 25 kali sehinggalah sampai pada malam Jumaat berikutnya; pada malam Jumaat berikutnya itu, selepas solat Maghrib bacalah surah ini sebanyak 25 kali, selepas solat Isya’ bacalah surah ini sebanyak 125 kali diikuti dengan selawat keatas Nabi sebanyak 1000 kali. Setelah selesai, hendaklah ia memperbanyakkan sedekah. Kemudian amalkanlah surah ini sekali pada waktu pagi dan petang. Insya’Allah berhasil.
- Surah ini jika dibaca disisi mayat atau orang yang sedang nazak, insyaAllah di permudahkan untuk roh keluar dari jasadnya. Jika dibaca disisi orang sakit, diringankan kesakitannya. Jika di tulis, kemudian dipakaikan kepada orang yang hendak bersalin, InsyaAllah segera melahirkan dengan mudah. Boleh juga dibaca disisi orang yang hendak bersalin sebagai selusuh.
Menurut As’Syeikh Abi’l Abbas katanya
- Bila hendak mengamalkan surah Al-Waqi’ah ini, terlebih dahulu berpuasa selama 7 hari, di mulai pada hari Jumaat berakhir pada hari Khamis. Puasanya “tidak memakan sesuatu yang bernyawa / tidak makan ikan, daging, segala haiwan, hanya makan sayur-sayuran sahaja.
- Dalam 7 hari itu, sesudah solat fardhu, membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 25 kali. Apabila bacaan tersebut di mulai setelah solat fardhu Subuh pada hari Jumaat pertama, maka diakhirilah pembacaan Al-Waqi’ah itu pada setelah fardhu Isya’ pada Jumaat berikutnya.
- Pada malam Jumaat terakhir ini hendaklah membaca surah Al-Waqi’ah sebanyak 125 kali kemudian selawat 1000 kali.
Surat Al Waqiah Dan Artinya Serta Tafsirnya
Surat Al Waqiah





























































































Artinya :
- Apabila terjadi hari kiamat
- tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya.
- (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain)
- apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
- dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya
- maka jadilah ia debu yang beterbangan,
- dan kamu menjadi tiga golongan.
- Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.
- Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
- Dan orang-orang yang beriman paling dahulu,
- Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah.
- Berada dalam jannah kenikmatan.
- Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
- dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian
- Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata
- seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.
- Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
- dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir
- mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk
- dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,
- dan daging burung dari apa yang mereka inginkan
- Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli
- laksana mutiara yang tersimpan baik.
- Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.
- Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa
- akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.
- Dan golongan kanan, alangkah bagianya golongan kanan itu.
- Berada di antara pohon bidara yang tak berduri,
- dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)
- dan naungan yang terbentang luas,
- dan air yang tercurah
- dan buah-buahan yang banyak,
- yang tidak berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya.
- dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
- Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung
- dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan
- penuh cinta lagi sebaya umurnya.
- (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,
- (yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu.
- dan segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian.
- Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
- Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih
- dan dalam naungan asap yang hitam.
- Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
- Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewahan
- Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa besar.
- Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah bila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali?,
- apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (juga)?
- Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,
- banar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.
- Kemudian sesungguhnya kamu hai orang-orang yang sesat lagi mendustakan,
- benar-benar akan memakan pohon zaqqum,
- dan akan memenuhi perutmu denganya.
- Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.
- Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum
- Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".
- Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?
- Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.
- Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?
- Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,
- untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
- Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?
- Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam.
- Kamukah yang menumbuhkannya atau Kamikah yang menumbuhkannya?
- Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia hancur dan kering, maka jadilah kamu heran dan tercengang.
- (Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian"
- bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa
- Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
- Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?
- Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?
- Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).
- Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?
- Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.
- Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.
- Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.
- Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.
- Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,
- pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),
- tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.
- Diturunkan dari Rabbil 'alamiin.
- Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?
- kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.
- Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
- padahal kamu ketika itu melihat,
- dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,
- maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah) ?
- Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
- adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
- maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.
- Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
- maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
- Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
- maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
- dan dibakar di dalam jahanam.
- Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
- Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.
Tafsir :
Surat Al-Waqi’ah adalah salah satu yang dikenal sebagai surat penuh berkah. Keberkahannya mampu melenyapkan kemiskinan dan mendatangkan rejeki bagi siapa saja yang membacanya dengan rutin.
Dalam beberapa riwayat, diungkapkan bahwa Rosulullah bersabda:
- Barangsiapa membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam, maka kemiskinan tidak akan menimpa dirinya untuk selamanya
- Surat Al-Waqi’ah adalah surat kekayaan, maka bacalah surat itu dan ajarkan kepada anak-anak kalian
- Ajarkanlah istri kalian surat Al-Waqi’ah, karena sesungguhnya surat itu adalah surat kekayaan.
Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan tertimpa oleh kefakiran selamanya.” .” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, tidak melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia; surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/203).
Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal, hlm 117).
Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal, halaman 117).
Imam Baihaqi meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.”
Ibnu Katsir didalam mengawali penafsirannya tentang surat al Waqi’ah mengatakan bahwa Abu Ishaq mengatakan dari Ikrimah dari Ibnu Abbas berkata : Abu Bakar berkata,”Wahai Rasulullah saw tampak dirimu telah beruban.” Beliau bersabda,”Yang (membuatku) beruban adalah surat Huud, al Waqi’ah, al Mursalat, ??? ???????? (An Naba’, pen) dan ??? ????? ????.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dia berkata : ia adalah hasan ghorib.
Beliau mengatakan bahwa Al Hafizh Ibnu ‘Asakir didalam menerjemahkan Abdullah bin Mas’ud dengan sanadnya kepada Amr bin ar Robi’ bin Thariq al Mishriy : as Surriy bin Yahya asy Syaibaniy bercerita kepada kami dari Syuja’ dari Abu Zhobiyah berkata ketika Abdullah (bin Mas’ud) menderita sakit, ia dijenguk oleh Utsman bin ‘Affan dan bertanya,”Apa yang kau rasakan?” Abdullah berkata,”Dosa-dosaku.” Utsman bertanya,”Apa yang engkau inginkan?” Abdullah menjawab,”Rahmat Tuhanku.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan dokter untukmu.” Abdullah menjawab,”Dokter membuatku sakit.” Utsman berkata,”Apakah aku datangkan kepadamu pemberian?” Abdullah menjawab,”Aku tidak membutuhkannya.” Utsman berkata,”(Mungkin) untuk putri-putrimu sepeningalmu.” Abdullah menjawab,”Apakah engkau mengkhawairkan kemiskinan menimpa putri-putriku? Sesungguhnya aku telah memerintahkan putri-putriku membaca surat al Waqi’ah setiap malam. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”
Lalu Ibnu ‘Asakir mengatakan : begitulah dia mengatakan. Yang betul : dari Syuja’, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdullah bin Wahab dari Surriy. Abdullah bin Wahab berkata bahwa as Surriy bin Yahya telah memberitahuku bahwa Syuja’ telah bercerita kepadanya dari Abi Zhobiyah dari Abdullah bin Mas’ud dia berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.” Dan Abu Zhobiyah pun tidak pernah meninggalkan dari membacanya.
Demikian pula Abu Ya’la meriwayatkan dari Ishaq bin Ibrahim dari Muhammad bin Munib dari as Surriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud. Kemudian Ishaq bin Abi Israil dari Muhammad dari Munib al ‘Adaniy dari as Surriy bin Yahya dari Abi Zhobiyah dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan selama-lamanya.”, didalam sanadnya tidak disebutkan Syuja’. Ibnu Mas’ud mengatakan,”Sungguh aku telah memerintahkan putriku membacanya setiap malam.”
Ibnu ‘Asakir juga meriwayatkan dari hadits Hajjaj bin Nashir dan Utsman bin al Yaman dari as Sirriy bin Yahya dari Syuja’ dari Abu Fathimah berkata,”Abdullah mengalami sakit lalu Utsman bin ‘Affan datang mengunjunginya dan disebutkan hadits panjang ini. Utsman bin al Yaman berkata,”Abu Fathimah adalah hamba sahaya dari Ali bin Abu Thalib. (Tafsir al Quranil Azhim juz VII hal 512 – 513)
Tentang hadits diatas, Syeikh Al Bani mengatakan didalam kitab “Silsilatul Ahadits adh Dhaifah” /457 bahwa hadits itu dhoif.
Para ulama, seperti Ahmad, Abu Hatim, anaknya, Daruquthni, Baihaqi dan yang lainnya telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah lemah.
Begitupula dengan hadits yang diriwayatkan oleh ad Dailamiy dari Anas bahwa Rasulullah saw bersabda,”Surat al Waqi’ah adalah surat kekayaan maka bacalah dan ajarkanlah ia kepada anak-anakmu.” Hadits ini pun dinyatakan lemah oleh Al Banni didalam “Silsilah adh Dhaifah wal Maudhu’ah” (8/337)
Saat ditanya tentang hadits “Barangsiapa yang membaca surat al Waqi’ah setiap malam maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan.selama-lamanya”, Syeikh Ibn Baaz mengatakan bahwa kami tidak mengetahui adanya jalan yang shahih bagi hadits ini… Akan tetapi (dibolehkan) membaca Al Qur’an yang dengan bacaannya menginginkan tafaaqquh (pemahaman) didalam agama dan mendapatkan berbagai kebaikan, karena Rasulullah saw bersabda,”Bacalah oleh kalian al Qur’an. Sesungguhnya Al Qur’an akan memberikan syafaat bagi para pemiliknya (orang-orang yang suka membacanya, pen) pada hari kiamat.”. Beliau saw juga bersabda,”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan sama dengan sepuluh kebaikan.” Hendaklah seseorang membaca al Qur’an karena keutamaan membacanya dan untuk mendapatkan berbagai kebaikan bukan untuk mendapatkan dunia.”
Langganan:
Postingan (Atom)








