Kamis, 27 Maret 2014

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-LAHAB AYAT 1 - 5

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-LAHAB
Ayat [5]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/1
1 Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.(QS. 111:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Su)rah Al Lahab 1

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍۢ وَتَبَّ(1

(Binasalah) atau merugilah (kedua tangan Abu Lahab) maksudnya diri Abu Lahab; di sini diungkapkan dengan memakai kata-kata kedua tangan sebagai ungkapan Majaz, karena sesungguhnya kebanyakan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia itu dikerjakan dengan kedua tangannya; Jumlah kalimat ini mengandung makna doa (dan sesungguhnya dia binasa) artinya dia benar-benar merugi. Kalimat ayat ini adalah kalimat berita; perihalnya sama dengan perkataan mereka: Ahlakahullaahu Waqad Halaka, yang artinya: "Semoga Allah membinasakannya; dan sungguh dia benar-benar binasa." Ketika Nabi saw. menakutnakutinya dengan azab, ia berkata, "Jika apa yang telah dikatakan oleh anak saudaraku itu benar, maka sesungguhnya aku akan menebus diriku dari azab itu dengan harta benda dan anak-anakku." Lalu turunlah ayat selanjutnya, yaitu:

 Mengenai sebab turunnya surah ini diterangkan sebagai berikut


خرج النبي صلى الله عليه وسلم إلى البطحاء فصعد الجبل فنادى يا صباحاه فاجتمعت إليه قريس فال: أرأيتم أن حدثتكم أن العدو مصبحكم أو ممسيكم أكنتم تصدقوني؟ قالوا نعم قال فإني نذير لكم بين يدي عذاب شديد. فقال أبو لهب ألهذا جمعتنا؟ تبأ لك !!! وفي رواية أنه قام ينفض يديه ويقول: تبا لك سائر اليوم ألهذا جمعتنا؟ فأنزل الله: تبت يدا أبي لهب وتب
Artinya:
Nabi Muhammad SAW keluar menuju suatu lapangan yang luas, lalu beliau mendaki bukit dan berseru: "Ya Shabahah (wahai waktu Subuh)!", maka kemudian berdatanganlah orang-orang Quraisy mengerumininya, beliau bersabda: "Bagaimana pendapat kamu, jika saya katakan kepadamu bahwa di seberang bukit ini ada musuh sedang mengintai untuk menyerbu di waktu petang, apakah kamu percaya?". Mereka menjawab: "Kami percaya!" Seterusnya beliau bersabda: "Sesungguhnya aku ini adalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum menghadapi azab yang sangat dahsyat". Abu Lahab berkata: "Hanya untuk ini sajakah engkau mengumpulkan kami" celaka bagimu!". Menurut riwayat lain; Abu Lahab terus berdiri, menghempaskan kedua tangannya sambil berkata: "Celaka bagimu sepanjang hari, hanya untuk inikah engkau mengumpulkan kami?". Lalu Allah menurunkan: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa".
(H.R Bukhari)
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Abu Lahab akan rugi dan binasa dan kata-kata ini sebagai kutukan dari Allah bagi Abu Lahab. Binasa pada kedua belah tangannya karena tangan adalah alat bekerja dan bertindak. Bila kedua belah tangan seseorang telah binasa berarti ia telah binasa.
Permulaan ayat ini adalah kutukan atas kebinasaan Abu Lahab dan penutupnya adalah sebagai keterangan dari Allah bahwa kutukan tersebut telah terbukti dan Abu Lahab pasti rugi di dunia dan akhirat.


2 Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.(QS. 111:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Su)rah Al Lahab 2


مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa yang menjadi kebanggaan Abu Lahab dalam hidup yaitu harta dan kedudukannya yang sama sekali tidak dapat menghalanginya dari azab Allah pada Hari Kiamat. Begitu pula usahanya untuk memusuhi dan mengalahkan Nabi, Muhammad SAW. tidak berhasil sama sekali.
Abu Lahab sangat membenci Nabi dan paling gigih mengajak orang untuk menentang Nabi dan paling kasar menghadapi beliau.
Rabi'ah bin "Ubbad berkata:


A رأيت النبي صلى الله عليه وسلم في الجاهلية في سوق ذي المجاز وهو يقول: قولوا لا إله إلا الله تفلحوا، والناس مجتمعون عليه وراءه رجل وضئ الوجه أحول العينين ذو غدير تين يقول إنه صابئ كاذب يتبعه حيث ذهب فسألت عنه فقالوا: هذا عمه أبو لهب..
Artinya:
"Saya melihat Nabi Muhammad SAW. pada masa Jahiliah di pekan "Zul Majaz" bersabda: "Ucapkanlah Tiada Tuhan melainkan Allah niscaya kamu akan berbahagia!". Orang-orang berkumpul di sekitar beliau. Di belakang beliau seorang laki-laki, putih warna mukanya, juling matanya, mempunyai dua untaian rambut di kepalanya, berkata: "Dia (Muhammad) beragama sabi' dan pembohong". ia mengikuti Nabi ke mana saja beliau pergi, lalu saya bertanya: "Siapakah orang itu". Mereka menjawab: "Itu adalah pamannya sendiri Abu Lahab".
(HR Ahmad)
Dengan ini dijelaskan bahwa Abu Lahab selalu menentang kebenaran dan menjauhkan orang mengikuti kebenaran, menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW., pendusta menentang beliau dan merendahkan nilai agama serta petunjuk yang beliau bawa.


3 Kelak dia akan masuk dalam api yang bergejolak.(QS. 111:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Lahab 3 

سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3

Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa Abu Lahab akan masuk api neraka yang bergejolak dan merasakan panasnya azab neraka.
Maksudnya; sesungguhnya Abu Lahab akan mengalami kerugian, usahanya tidak akan berhasil dalam menentang agama Allah. Tidak ada gunanya harta, usaha dan daya upaya untuk itu, karena Allah yang meninggikan kalimah Rasul Nya, menyebar-luaskan dakwahnya. Abu Lahab akan diazab pada Hari Kiamat dengan neraka yang menyemburkan bunga apinya dan panasnya sangat hebat, yang disediakan Allah untuk orang-orang yang semacam Abu Lahab dari kalangan orang-orang kafir yang menentang Nabi, selain azabnya di dunia dengan kegagalan usahanya. Istrinya sebagai pembantu utama dalam usaha menentang dan menyakiti Rasulullah akan diazab juga bersama-sama. Selain daripada itu istrinya menyebar fitnah di mana-mana, menyebar berita-berita bohong dan menghidupkan api permusuhan.


4 Dan (begitu pula) isterinya, pembawa kayu bakar.(QS. 111:4)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Lahab 4 

وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4

Dalam ayat-ayat ini Allah menegaskan bahwa istri Abu Lahab akan diazab sebagaimana suaminya diazab. Istrinya bernama Arwah binti Harb, saudara perempuan Abu Sofyan bin Harb. Dia diazab karena usahanya menyebarkan fitnah dan memadamkan dakwah Nabi Muhammad SAW. Orang Arab mengatakan bahwa, orang yang berusaha menyebarkan dan merusak hubungan antara manusia adalah seolah-olah ia membawa kayu api antara manusia, seakan-akan dia membakar silahturrahmi antara mereka.
Adapula yang menyatakan bahwa istrinya itu menaruh duri, pecahan kaca dan kotoran pada jalan yang biasa dilalui oleh Nabi Muhammad SAW., untuk menyakiti beliau.


5 Yang di lehernya ada tali dari sabut.(QS. 111:5)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Lahab 5 

فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5

Dalam ayat ini Allah menyatakan keburukan perbuatan istri Abu lahab, rendah budinya dan jahat amal perbuatannya. Pada lehernya selalu ada seutas tali yang kuat, digunakannya untuk memikul duri-duri yang akan diletakkannya pada jalan yang dilalui Nabi. Ini adalah penghinaan untuk dia dan untuk suaminya.
Maksudnya, istri Abu Lahab begitu hebat usahanya untuk menyalakan permusuhan antara manusia, sehingga Allah mengisahkan dia sebagai seorang perempuan yang membawa kayu bakar yang digantungkan pada lehernya kemana saja ia pergi. Ini adalah seburuk-buruknya perumpamaan bagi seorang perempuan.
Telah diriwayatkan dari Said bin Musayyab; bahwa Ummu Jamil (panggilan istri Abu lahab) mempunyai sebuah kalung yang sangat mahal, ia berkata,: "Sesungguhnya saya akan mempergunakan harga kalung ini untuk memusuhi Muhammad", lalu Allah menggantikan kalung tersebut dengan kalung dari api neraka.



Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [1]
Ayat 1 s/d 5 dari [5]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AN-NASHR AYAT 1 - 3

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AN-NASHR
Ayat [3]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/1
1 Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,(QS. 110:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nashr 1 - 2


إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2

Dalam ayat-ayat ini Allah memerintahkan apa yang harus dilakukan nabi-Nya pada saat penaklukan Mekah, yaitu apabila ia telah melihat pertolongan Allah terhadap agama-Nya telah tiba, dengan kekalahan orang-orang musyrik dan kemenangan di pihak Nabi-Nya, dan melihat pula orang-orang masuk agama Allah beramai-ramai dan berduyun-duyun, bukan perseorangan sebagaimana halnya pada permulaan dakwah.


2 dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,(QS. 110:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nashr 1 - 2 

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ (1) وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا (2

Dalam ayat-ayat ini Allah memerintahkan apa yang harus dilakukan nabi-Nya pada saat penaklukan Mekah, yaitu apabila ia telah melihat pertolongan Allah terhadap agama-Nya telah tiba, dengan kekalahan orang-orang musyrik dan kemenangan di pihak Nabi-Nya, dan melihat pula orang-orang masuk agama Allah beramai-ramai dan berduyun-duyun, bukan perseorangan sebagaimana halnya pada permulaan dakwah.


3 maka bertasbihlah dengan dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.(QS. 110:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah An Nashr 3 

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا (3

Bila yang demikian itu telah terjadi supaya ia mengagungkan Tuhannya dan mensucikan-Nya dari hal-hal yang tidak layak bagi-Nya, seperti ia menganggap terlambat datangnya pertolongan dan mengira bahwa Tuhan tidak menepati janji-Nya untuk meninggikan nikmat-Nya atas Nabi-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menghendakinya.
Mensucikan Allah hendaknya dengan memuji-Nya atas nikmat-nikmat yang dianugerahkan-Nya dan mensyukuri segala kebaikan-kebaikan yang telah dilimpahkan-Nya dan menyanjung-Nya dengan sepantasnya. Bila Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana, memberi kesempatan kepada orang-orang kafir, bukanlah berarti Dia telah menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beramal baik.
Kemudian mintalah ampun kepada Allah untuk dirimu dan untuk sahabat-sahabatmu yang telah memperlihatkan kesedihan dan keputus-asaan karena terlambat datangnya pertolongan Allah.
Bertobat dari keluh kesah adalah dengan mempercaya penuh akan janji-janji Allah dan dengan membersihkan jiwa dari pemikiran yang bukan-bukan bila menghadapi kesulitan. Walaupun ini berat untuk jiwa manusia biasa, tetapi ringan untuk Nabi-Nya sebagai insanul kamil, oleh sebab itu Ia menyuruh Nabi-Nya memohon ampunan-Nya.
Keadaan ini terjadi pula pada para sahabat yang memiliki jiwa yang sempurna dan menerima tobat mereka, karena Allah selalu menerima tobat hamba-hamba-Nya. Allah mendidik hamba-hamba-Nya melalui bermacam-macam cobaan dan bila merasa tidak sanggup menghadapinya harus memohon bantuan-Nya serta yakin akan datangnya bantuan itu. Bila ia selalu melakukan yang demikian niscaya menjadi kuat dan sempurnalah jiwanya.
Maksudnya, bila pertolongan telah tiba dan telah mencapai kemenangan serta manusia berbondong-bondong masuk Islam, hilanglah ketakutan dan hendaklah Nabi-Nya bertasbih menyucikan Tuhannya dan mensyukuri-Nya serta membersihkan jiwa dari pemikiran-pemikiran yang terjadi pada masa kesulitan. Dengan demikian keluh kesah dan rasa kecewa tidak lagi akan mempengaruhi jiwa orang-orang yang ikhlas selagi mereka memiliki keikhlasan dan berada dalam persesuaian kata dan cinta sama cinta.
Dengan turunnya surah An Nasr ini, Nabi memahaminya bahwa tugas risalahnya telah selesai dan selanjutnya ia hanya menunggu panggilan pulang ke Rahmatullah.
Ibnu Umar berkata: "Surah ini turun di Mina ketika Nabi mengerjakan Haji Wada', sesudah itu turun firman Allah:


اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي
Artinya:
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku".
(Q.S. Al Maidah: 3).
Nabi hidup hanya delapan puluh hari setelah turun ayat ini. Kemudian setelah itu turun ayat Kalalah, dan Nabi hidup sesudahnya lima puluh hari. Setelah itu turun ayat:


لقد جاءكم رسول من أنفسكم
Artinya:
"Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri", (Q.S. At Tubah: 128).
Maka Nabi SAW. hidup sesudahnya tiga puluh lima hari. Kemudian turun firman Allah.


واتقوا يوما ترجعون فيه إلى الله
Artinya:
"Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah".
Q.S. (Al Baqarah): 281.
Maka Nabi SAW. hidup sesudahnya dua puluh satu hari saja.



Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [1]
Ayat 1 s/d 3 dari [3]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-KAAFIRUUN AYAT 1 - 6

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-KAAFIRUN
Ayat [6]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/1
1 Katakanlah: `Hai orang-orang kafir,(QS. 109:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kaafiruun 1 - 2 

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2

Telah diriwayatkan bahwa Walid bin Mugirah, 'As bin Wail As Sahmi, Aswad bin Abdul Muttalib dan Umaiyah bin Khalaf bersama rombongan pembesar-pembesar Quraisy datang menemui Nabi SAW. menyatakan, "Hai Muhammad! Marilah engkau mengikuti agama kami dan kami mengikuti agamamu dan engkau bersama kami dalam semua masalah yang kami hadapi, engkau menyembah Tuhan kami setahun dan kami menyembah Tuhanmu setahun. Jika agama yang engkau bawa itu benar, maka kami berada bersamamu dan mendapat bagian darinya, dan jika ajaran yang ada pada kami itu benar, maka engkau telah bersekutu pula bersama-sama kami dan engkau akan mendapat bagian pula daripadanya". Beliau menjawab, "Aku berlindung kepada Allah dari mempersekutukan-Nya". Lalu turunlah surah Al Kafirun sebagai jawaban terhadap ajakan mereka.
Kemudian Nabi SAW pergi ke Masjidilharam menemui orang-orang Quraisy yang sedang berkumpul di sana dan membaca surah Al Kafirun ini, maka mereka berputus asa untuk dapat bekerja sama dengan Nabi SAW. Sejak itu mulailah orang-orang Quraisy meningkatkan permusuhan mereka ke pada Nabi dengan menyakiti beliau dan para sahabatnya, sehingga tiba masanya hijrah ke Madinah.
Dalam ayat-ayat ini Allah memerintahkan Nabi-Nya agar menyatakan kepada orang-orang kafir, bahwa "Tuhan" yang kamu sembah bukanlah "Tuhan" yang saya sembah, karena kamu menyembah "tuhan" yang memerlukan pembantu dan mempunyai anak atau ia menjelma dalam sesuatu bentuk atau dalam sesuatu rupa atau bentuk-bentuk lain yang kau dakwakan.
Sedang saya menyembah Tuhan yang tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya; tidak mempunyai anak, tidak mempunyai teman wanita dan tidak menjelma dalam sesuatu tubuh. Akal tidak sanggup menerka bagaimana Dia, tidak ditentukan oleh tempat dan tidak terikat oleh masa, tidak memerlukan perantaraan dan tidak pula memerlukan penghubung.
Maksudnya; perbedaan sangat besar antara "tuhan" yang kamu sembah dengan "Tuhan" yang saya sembah. Kamu menyakiti tuhanmu dengan sifat-sifat yang tidak layak sama sekali bagi Tuhan yang saya sembah.


2 Aku tidak menyembah apa yang kamu sembah.(QS. 109:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kaafiruun 1 - 2 

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2

Telah diriwayatkan bahwa Walid bin Mugirah, 'As bin Wail As Sahmi, Aswad bin Abdul Muttalib dan Umaiyah bin Khalaf bersama rombongan pembesar-pembesar Quraisy datang menemui Nabi SAW. menyatakan, "Hai Muhammad! Marilah engkau mengikuti agama kami dan kami mengikuti agamamu dan engkau bersama kami dalam semua masalah yang kami hadapi, engkau menyembah Tuhan kami setahun dan kami menyembah Tuhanmu setahun. Jika agama yang engkau bawa itu benar, maka kami berada bersamamu dan mendapat bagian darinya, dan jika ajaran yang ada pada kami itu benar, maka engkau telah bersekutu pula bersama-sama kami dan engkau akan mendapat bagian pula daripadanya". Beliau menjawab, "Aku berlindung kepada Allah dari mempersekutukan-Nya". Lalu turunlah surah Al Kafirun sebagai jawaban terhadap ajakan mereka.
Kemudian Nabi SAW pergi ke Masjidilharam menemui orang-orang Quraisy yang sedang berkumpul di sana dan membaca surah Al Kafirun ini, maka mereka berputus asa untuk dapat bekerja sama dengan Nabi SAW. Sejak itu mulailah orang-orang Quraisy meningkatkan permusuhan mereka ke pada Nabi dengan menyakiti beliau dan para sahabatnya, sehingga tiba masanya hijrah ke Madinah.
Dalam ayat-ayat ini Allah memerintahkan Nabi-Nya agar menyatakan kepada orang-orang kafir, bahwa "Tuhan" yang kamu sembah bukanlah "Tuhan" yang saya sembah, karena kamu menyembah "tuhan" yang memerlukan pembantu dan mempunyai anak atau ia menjelma dalam sesuatu bentuk atau dalam sesuatu rupa atau bentuk-bentuk lain yang kau dakwakan.
Sedang saya menyembah Tuhan yang tidak ada tandingan-Nya dan tidak ada sekutu bagi-Nya; tidak mempunyai anak, tidak mempunyai teman wanita dan tidak menjelma dalam sesuatu tubuh. Akal tidak sanggup menerka bagaimana Dia, tidak ditentukan oleh tempat dan tidak terikat oleh masa, tidak memerlukan perantaraan dan tidak pula memerlukan penghubung.
Maksudnya; perbedaan sangat besar antara "tuhan" yang kamu sembah dengan "Tuhan" yang saya sembah. Kamu menyakiti tuhanmu dengan sifat-sifat yang tidak layak sama sekali bagi Tuhan yang saya sembah.


3 Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.(QS. 109:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kaafiruun 3 

وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3

Dalam ayat ini Allah menambahkan lagi pernyataan yang disuruh sampaikan kepada orang-orang kafir dengan menyatakan, "Kamu tidak menyembah Tuhanku yang aku panggil kamu untuk menyembah-Nya, karena berlainan sifat-sifat-Nya dari sifat-sifat "tuhan" yang kamu sembah dan tidak mungkin dipertemukan antara kedua macam sifat tersebut:


4 Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,(QS. 109:4)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kaafiruun 4 - 5 

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5

Kemudian sesudah Allah menyatakan tentang tidak mungkin ada persamaan sifat antara Tuhan yang disembah oleh Nabi SAW. dengan yang disembah oleh mereka, maka dengan sendirinya tidak ada pula persamaan tentang ibadat. Mereka menganggap bahwa ibadat yang mereka lakukan di hadapan berhala-berhala atau di tempat-tempat beribadat lainnya, atau di tempat-tempat sepi, bahwa ibadat itu dilakukan secara ikhlas untuk Allah, sedangkan Nabi tidak melebihi mereka sedikitpun dalam hal itu, maka dalam ayat-ayat ini Allah memerintahkan Nabi-Nya agar menjelaskan bahwa, "Saya tidak beribadat sebagai ibadatmu dan kamu tidak beribadat sebagai ibadatku". Ini adalah pendapat Abu Muslim Al Asfahani.
Maksud keterangan di atas menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi jelas dengan adanya perbedaan apa yang disembah dan cara ibadat masing-masing. Oleh sebab itu tidak mungkin sama menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan cara beribadat kepada-Nya, karena Tuhan yang saya sembah maha suci dari sekutu dan tandingan, tidak menjelma pada seseorang atau memihak kepada suatu bangsa atau orang tertentu. Sedang "tuhan" yang kamu sembah itu berbeda dari Tuhan yang tersebut di atas. Lagi pula ibadat saya hanya untuk Allah saja, sedang ibadatmu bercampur dengan syirik dan dicampuri dengan kelalaian dari Allah, maka yang demikian itu tidak dinamakan ibadat.


5 dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah.(QS. 109:5)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kaafiruun 4 - 5 

وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5

Kemudian sesudah Allah menyatakan tentang tidak mungkin ada persamaan sifat antara Tuhan yang disembah oleh Nabi SAW. dengan yang disembah oleh mereka, maka dengan sendirinya tidak ada pula persamaan tentang ibadat. Mereka menganggap bahwa ibadat yang mereka lakukan di hadapan berhala-berhala atau di tempat-tempat beribadat lainnya, atau di tempat-tempat sepi, bahwa ibadat itu dilakukan secara ikhlas untuk Allah, sedangkan Nabi tidak melebihi mereka sedikitpun dalam hal itu, maka dalam ayat-ayat ini Allah memerintahkan Nabi-Nya agar menjelaskan bahwa, "Saya tidak beribadat sebagai ibadatmu dan kamu tidak beribadat sebagai ibadatku". Ini adalah pendapat Abu Muslim Al Asfahani.
Maksud keterangan di atas menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi jelas dengan adanya perbedaan apa yang disembah dan cara ibadat masing-masing. Oleh sebab itu tidak mungkin sama menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan cara beribadat kepada-Nya, karena Tuhan yang saya sembah maha suci dari sekutu dan tandingan, tidak menjelma pada seseorang atau memihak kepada suatu bangsa atau orang tertentu. Sedang "tuhan" yang kamu sembah itu berbeda dari Tuhan yang tersebut di atas. Lagi pula ibadat saya hanya untuk Allah saja, sedang ibadatmu bercampur dengan syirik dan dicampuri dengan kelalaian dari Allah, maka yang demikian itu tidak dinamakan ibadat.


6 Untukmulah agamamu, dan untukkulah, agamaku`.(QS. 109:6)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Kaafiruun 6 

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6

Kemudian dalam ayat ini Allah mengancam orang-orang kafir dengan firman-Nya yaitu, "Bagi kamu balasan atas amal perbuatanmu dan bagiku balasan atas amal perbuatanku". Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:


ولنا أعمالنا ولكم أعمالكم
Artinya:
"Bagi kami amalan kami, bagi kamu amalan kamu".
Q.S.(Al Baqarah): 139.



Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [1]
Ayat 1 s/d 6 dari [6]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU