Kamis, 30 Januari 2014

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-WAAQI'AH AYAT 61 - 80 ( 04 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-WAAQI'AH
Ayat [96]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:4/5
61 untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.(QS. 56:61)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 60 - 61

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ (60) عَلَى أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ (61

Ayat ini menjelaskan, bahwa sesungguhnya Allah SWT menentukan kematian manusia, dan bahkan Ia telah menetapkan waktu tertentu bagi kematian setiap manusia, yang semuanya itu ditentukan dan ditetapkan menurut kehendak-Nya, suatu hal yang mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang tak dapat diketahui oleh manusia. Ketentuan dan ketetapan Allah SWT dalam menciptakan atau mematikan seseorang tidaklah dapat dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh siapa pun. Demikian juga Allah SWT Maha kuasa untuk menggantikan suatu umat dengan umat yang lain yang serupa dan Maha Kuasa melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh manusia, antara lain membangkitkan manusia kembali dari kuburnya, tak dapat manusia mengetahui kapan terjadinya.
62 Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?(QS. 56:62)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 62

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْأَةَ الْأُولَى فَلَوْلَا تَذَكَّرُونَ (62

Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia itu mengetahui bahwa Allahlah yang menciptakan mereka dari semula dari sejak tidak ada, dan tak pernah menjadi sebutan sebelumnya.
Cobalah mereka pikirkan dan renungkan bahwa Allah SWT yang Maha Kuasa menciptakan mereka pada penciptaan yang pertama, pastilah Ia Maha kuasa pula menciptakan mereka lagi pada penciptaan yang kedua, yakni bahwa Allah Maha Kuasa menghidupkan mereka dari tulang-belulang, yang sekian lamanya berada di alam kubur, Allah maha kuasa untuk menghidupkan kembali seperti keadaan sebelum mati.
Bahkan dinyatakan dalam ayat lain bahwa menghidupkan orang yang telah mati dari kuburnya itu lebih mudah daripada menciptakannya pada pertama kali, sebagaimana Firman Nya:


وهو الذي يبدء الخلق ثم يعيده وهو أهون عليه
Artinya:
Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi Nya.
(Q.S. Ar Rum: 27)
Dalam hubungan ini Rasulullah saw bersabda; yang artinya Alangkah anehnya orang yang mengingkari kebangkitan manusia dan alangkah anehnya pula orang yang mempercayai kebangkitan kedua, padahal ia hanya berusaha untuk kepentingan dirinya saja.
63 Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?(QS. 56:63)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 63 - 64

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَحْرُثُونَ (63) أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ (64

Dalam ayat ini, dengan cara mengemukakan pertanyaan, Allah SWT mengungkapkan kepada manusia, yang sebagian besar dari mereka lupa akan keagungan nikmat yang diungkapkan tersebut, walaupun mereka merasakan kelezatan nikmat-nikmat tersebut sepanjang masa.
Allah SWT menyampaikan pertanyaan kepada manusia, untuk dipikirkan dan direnungkan mengenai berbagai tanaman yang ditanam oleh manusia, baik tanaman yang di sawah, di ladang, maupun bibit pohon-pohonan yang ditanam di perkebunan. Diungkapkan bahwa bagi semua tanaman tersebut di atas, kedudukan manusia hanya sekadar sebagai penanamnya, pemupuk dan memeliharanya dari berbagai gangguan yang membawa kerugian.
Tetapi, kebanyakan manusia lupa terhadap siapakah yang menumbuhkan tanaman tersebut. Siapakah yang menambah panjang akarnya menembus ke dalam tanah. sehingga pohon tersebut dapat berdiri tegak? Siapakah yang menumbuhkan daun dan dahannya? Siapa pulakah yang menumbuhkan bunga dan buahnya?
Pertanyaan-pertanyaan yang dikumpulkan dalam ayat ini adalah soal-soal yang penting yang sering diabaikan oleh manusia.
Bukankah manusia sekadar mencangkul dan menggemburkan tanahnya? Bukankah manusia sekadar menanamkan bibit yang telah dipilihnya sebagai bibit yang terbaik? Dan bukankah manusia sekadar menyiram, mengairinya, dan membersihkannya dari berbagai rumput dan hama yang mengganggu pertumbuhannya dan bukankah manusia sekadar memupuknya?
Tetapi yang terang dan jelas serta tidak ragu-ragu lagi adalah:
1. Allahlah yang menumbuhkan tanaman tersebut.
2. Allahlah yang menumbuhkan tunas, membesarkan pohon-pohonnya, dan menambah dahan serta rantingnya.
3. Allahlah yang memekarkan bunga dan membesarkan buahnya, sejak buah itu muda dan tidak enak rasanya sampai menjadi buah yang besar dan dinikmati manusia.
64 Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?(QS. 56:64)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 64

أَأَنْتُمْ تَزْرَعُونَهُ أَمْ نَحْنُ الزَّارِعُونَ (64

(Kaliankah yang menumbuhkannya) suatu pertanyaan, apakah kalian yang telah menumbuhkannya (ataukah Kami yang menumbuhkannya?)
65 Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang.(QS. 56:65)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 65 - 67 

لَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَاهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُونَ (65) إِنَّا لَمُغْرَمُونَ (66) بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (67

Kemudian dijelaskan pula oleh Allah SWT bahwa walaupun tanaman tersebut sangat baik pertumbuhannya dan buahnya menimbulkan harapan untuk mendatangkan keuntungan berlimpah-limpah, namun apabila Allah Taala menghendaki yang lain dari pada itu, maka tanaman yang diharapkan itu dapat berubah menjadi tanaman yang tidak berbuah, hampa atau terserang berbagai macam penyakit dan hama, seperti hama wereng, hama tikus, dan sebagainya, sehingga pemiliknya tertegun dan merasa sedih, karena keuntungannya dalam sekejap mata menjadi kerugian yang luar biasa, sedang untuk membayar berbagai macam pengeluaran seperti ongkos-ongkos mencangkul, menanam, menyiram, memupuk, dan membersihkan rumput merupakan beban berat dan merugikan baginya.
66 (Sambil berkata): `Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian`,(QS. 56:66)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 66

إِنَّا لَمُغْرَمُونَ (66

(-Seraya mengatakan-, "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,) biaya yang telah kami tanamkan buat tanaman kami.

67 bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.(QS. 56:67)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 67

بَلْ نَحْنُ مَحْرُومُونَ (67

(Bahkan kami menjadi orang-orang yang tidak mendapat hasil apa-apa") kami tidak mendapatkan rezeki apa-apa.
68 Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.(QS. 56:68)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 68 - 70 

أَفَرَأَيْتُمُ الْمَاءَ الَّذِي تَشْرَبُونَ (68) أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ (69) لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ (70

Dalam ayat-ayat ini, kembali Allah SWT mengungkapkan salah satu dari pada nikmat Nya yang agung, untuk direnungkan dan dipikirkan oleh manusia apakah mereka mengetahui tentang fungsi air yang mereka minum.
Apakah mereka yang menurunkan air itu dari langit yaitu air hujan ataukah Allah SWT yang menurunkannya.
Air hujan itu manakala direnungkan oleh manusia, tahulah mereka bahwa ia berasal dari uap air yang terkena panas matahari. Setelah menjadi awan dan kemudian menjadi mendung yang sangat hitam bergumpal-gumpal, maka turunlah uap air itu sebagai air hujan yang sejuk dan tawar, tidak asin seperti air laut. Air tawar tersebut menyegarkan badan serta menghilangkan haus.
Bila tak ada hujan, pasti tak ada sungai yang mengalir, tak akan ada mata air dan berapa meter pun dalamnya orang menggali sumur, niscaya tak akan keluar airnya. Dan bila tak ada air, rumputpun tidak akan tumbuh, apalagi tanaman yang ditanam orang.
Apabila tidak ada hujan, pasti tidak ada air yang dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kalau tanaman dan tumbuh-tumbuhan tidak tumbuh, maka binatang ternakpun tak ada. Tak akan ada ayam, tak akan ada kerbau dan sapi, tak akan ada kambing dan domba. Sebab hidup memerlukan makan dan minum. Kalau tak ada yang dimakan, dan tak ada yang diminum, bagaimana bisa hidup? Dan kalau tak ada tanaman dan tumbuh-tumbuhan, dan tak ada air tawar untuk diminum, bagaimana manusia bisa hidup? Apakah mesti makan tanah? Dan apakah yang akan diminum? Kalau ada air, jika air tersebut dijadikan Tuhan asin rasanya, pasti tidak bisa menghilangkan haus dan tak dapat dipergunakan untuk menyiram atau mengairi tanaman.
Dan siapakah yang menurunkan hujan tersebut? Bukankah hanya Allah SWT saja yang dapat menurunkan hujan sehingga mengalir dan sumur dapat mengeluarkan air?
Mengapakah manusia tidak bersyukur kepada Allah? Padahal Dialah yang menurunkan hujan yang demikian banyak manfaatnya sebagaimana firman-Nya:


هو الذي أنزل من السماء ماء لكم منه شراب ومنه شجر فيه تسيمون ينبت لكم به الزرع والزيتون والنخيل والأعناب ومن كل الثمرات إن في ذلك لآية لقوم يتفكرون
Artinya:
Dialah yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.
(Q.S. An Nahl: 10, 11)
Dalam hubungan ini terdapat hadis yang berbunyi:


إن النبي صلى الله عليه وسلم كا إذا شرب الماء قال: الحمد لله الذي سقانا عذبا فراتا برحمته ولم يجعله ملحا أجاجا بذنوبنا
Artinya:
Sesungguhnya Nabi saw apabila beliau selesai minum air, beliau mengucapkan: "Segala puji adalah bagi Allah yang telah memberikan minuman kepada kita air tawar yang menyegarkan dengan rahmat-Nya dan tidak dijadikannya air asin disebabkan dosa-dosa kita".
(H.R. Ibnu Abi Hatim dari Abu Ja'far)
69 Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?(QS. 56:69)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 69

أَأَنْتُمْ أَنْزَلْتُمُوهُ مِنَ الْمُزْنِ أَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُونَ (69

(Kaliankah yang menurunkannya dari awan) lafal Muzni adalah bentuk jamak dari lafal Muznatun, artinya awan yang membawa air hujan (ataukah Kami yang menurunkannya).

70 Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?(QS. 56:70)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 70

لَوْ نَشَاءُ جَعَلْنَاهُ أُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُونَ (70

(Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin) berasa asin hingga tidak dapat diminum (maka mengapa tidak) kenapa tidak (kalian bersyukur?
71 Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu).(QS. 56:71)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 71 - 74 

أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ (71) أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ (72) نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ (73) فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ (74

Dalam ayat ini, Allah mengungkapkan tentang nikmat yang hampir dilupakan manusia.
Ungkapan tersebut berbentuk pertanyaan untuk dipikirkan dan direnungkan oleh manusia, apakah mengetahui tentang pentingnya fungsi api? Cara membuat api yang dilakukan pada zaman purba adalah dengan cara menggosok-gosokkan dua batang kayu, hingga menyala, atau dengan cara menggoreskan baja di atas batu, sehingga memercikkan api dan ditampung percikan tersebut pada kawul tersebut, yang kemudian dapat dipergunakan untuk menyalakan api di dapur guna memasak berbagai masakan yang akan dihidangkan untuk dinikmati oleh manusia, atau api yang dinyalakan menurut cara sekarang, menggoreskan batang geretan pada korek api, maka nyalalah ia, atau dengan korek yang mempergunakan roda baja kecil sebagai alat pemutar untuk diputarkan pada batu api, dan kemudian percikannya ditampung pada sumbu yang dibasahi dengan bensin, sehingga nyalalah sumbu tersebut.
Baik membuat api itu dengan cara zaman dahulu maupun menurut cara zaman sekarang, yang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang menyediakan kayunya, atau batu apinya, bajanya, dan kawulnya? Juga siapakah yang menyediakan bahan bensin dan sebagainya? Bukankah bahan-bahan yang menjadi sebab api menyala baik berupa kayu bakar maupun minyak tanah, hanyalah Allah saja yang menjadikan Nya?
Meskipun tersedia beras, sayur-mayur dan lauk-pauknya, bila tidak ada api, tidak dapat kita memakannya karena masih mentah.
Alangkah tidak enaknya, kalau makanan serba mentah: Daging mentah, dan nasinya masih berupa beras. Bagaimanakah timbul selera, kalau segala-galanya serba mentah?
Dengan gambaran tersebut, jelaslah bagaimana pentingnya api bagi keperluan manusia. Dan karena api itu didapat dengan mudah setiap hari, maka hampir-hampir tak terpikirkan oleh manusia betapa api itu memberi kenikmatan. Hampir-hampir jarang orang bersyukur dan berterima kasih atas adanya api. Karena pentingnya api itu, Allah menegaskan bahwa api dijadikan untuk peringatan bagi manusia dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir, dan wajarlah manusia bertasbih dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Besar.
72 Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?(QS. 56:72)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 72

أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ (72

(Kaliankah yang menjadikan kayu itu) yang dimaksud adalah pohon Marakh dan pohon 'Affar yang kayunya dapat dijadikan sebagai pemantik api (atau Kamikah yang menjadikannya?).

73 Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.(QS. 56:73)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 73

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ (73

(Kami menjadikan api itu untuk peringatan) yakni mengingatkan tentang neraka Jahanam (dan sebagai bekal) dalam perjalanan (bagi orang-orang yang mengadakan perjalanan) diambil dari lafal Aqwal Qaumu, yakni kaum itu kini berada di padang pasir yang tandus, tiada tumbuh-tumbuhan dan air padanya.

74 Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.(QS. 56:74)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 74

 فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ (74

(Maka bertasbihlah) artinya, Maha Sucikanlah (dengan menyebut nama) huruf Ba di sini adalah Zaidah (Rabbmu Yang Maha Besar) yakni Allah Yang Maha Besar.
75 Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al quran,(QS. 56:75)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 75 - 76

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ (75) وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ (76

\h091 Sebagian ahli tafsir \x menjelaskan ayat ini bahwa Allah bersumpah dengan masa turunnya bahagian-bahagian Alquran adalah menunjukkan betapa pentingnya hal tersebut.
Alquran diturunkan sekaligus dari Lohmahfuz ke langit paling dekat pada malam Lailatulkadar (malam yang sangat mulia). Kemudian, diturunkanlah lagi secara berangsur-angsur menurut keperluannya dari langit dunia kepada Nabi Muhammad saw hingga selesai seluruhnya dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari.
Masa turunnya bagian-bagian Alquran tersebut mengandung arti penting, kebijaksanaan turunnya sebagian-sebagian yaitu sesuatu surah atau sesuatu ayat antara lain ialah agar tiap surah atau ayat itu dapat dijangkau paham pengertiannya secara lebih luas dan lebih mendalam. Allah SWT menegaskan lagi bahwa sumpah turunnya bahagian-bahagian Alquran tersebut sangat besar artinya karena hal itu mengandung isyarat terhadap agungnya kekuasaan Allah dan kesempurnaan hikmah kebijaksanaan-Nya dan keluasan rahmat-Nya dan tidak menyia-nyiakan hamba-Nya.
76 Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,(QS. 56:76)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 76

وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ (76

(Sesungguhnya sumpah itu) sumpah dengan memakai namanya ita (adalah sumpah yang besar kalau kalian mengetahui) jika kalian termasuk orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan niscaya kalian mengetahui besarnya sumpah ini.
77 sesungguhnya Al quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,(QS. 56:77)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 77 - 80 

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ (77) فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (78) لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (79) تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (80

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa Alquran ini adalah Wahyu Ilahi, yang mengandung faedah dan kemanfaatan yang tiada terhingga, yang berisi ilmu dan petunjuk pasti yang membawa kebahagiaan kepada manusia untuk kehidupan dunia dan akhirat, dan yang membacanya ialah termasuk ibadah.
Alquran adalah sumber ilmu tauhid, dan ilmu fikih, ilmu tasauf, dan lain-lain.
Alquran itu terjamin kesuciannya; hanyalah Malaikat Al Muqarrabin yang pernah menyentuhnya dari Lohmahfuz, di antaranya Jibril as saja yang ditugaskan menyampaikannya kepada Nabi Besar Muhammad saw.
Mengenai ayat 79, sebahagian Ahli Tafsir berpendapat tentang Alquran itu:


لا يمسه إلا المطهرون
Artinya:
Tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
(Q.S. Al-Waqi'ah: 79)
Sebagian ulama Fikih berpendapat bahwa ayat 79 ini melarang orang-orang yang berhadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, menyentuh atau memegang mushaf Alquran. Pendapat inilah yang dianut oleh sebagian besar, umat Indonesia.
Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Alquran ini sesungguhnya diturunkan dari Tuhan yang menguasai alam semesta.
Maka sungguh sesatlah orang-orang yang menuduh bahwa Alquran ini sihir atau syair.
78 pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh),(QS. 56:78)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 78

فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ (78

(Pada Kitab) yang tertulis dalam Kitab (yang terpelihara) yang dijaga, maksudnya Mushhaf Alquran.
79 tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.(QS. 56:79)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 79

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (79

079. (Tidak menyentuhnya) adalah kalimat berita, tetapi mengandung makna perintah, yakni jangan menyentuhnya (kecuali orang-orang yang telah bersuci) yakni orang-orang yang telah menyucikan dirinya dari hadas-hadas.

Yakni tidak ada yang menyentuh Al Qur’an selain hamba-hamba yang disucikan, yaitu para malaikat yang yang mulia, dimana Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyucikan mereka dari dosa-dosa dan cacat. Menurut sebagian ulama, ayat ini mengingatkan, bahwa tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci. Oleh karena itu, ada yang berpendapat, bahwa ayat ini meskipun bentuknya berita, namun terdapat larangan, yaitu tidak boleh menyentuh Al Qur’an kecuali orang yang suci.

80 Diturunkan dari Tuhan Semesta Alam.(QS. 56:80)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU
Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 80

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ (80

(Diturunkan) ia diturunkan (dari Rabb semesta alam).

Maksudnya, Al Qur’an yang telah disebutkan sifatnya itu turun dari Allah Tuhan Yang Mengurus seluruh alam; Dia mengurus hamba-hamba-Nya dengan nikmat-nikmat dunia dan agama, dimana di antara kepengurusan-Nya kepada mereka yang paling besarnya adalah dengan menurunkan Al Qur’an ini yang di dalamnya terdapat petunjuk bagi mereka agar mereka dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Hal ini menunjukkan, bahwa Allah Subhaanahu wa Ta'aala setelah menciptakan mereka, maka Dia tidak membiarkan mereka begitu saja, bahkan tetap mengurus mereka dengan nikmat-nikmat-Nya baik nikmat dunia berupa rezeki maupun nikmat agama berupa petunjuk. Dengan Al Qur’an Allah berikan rahmat kepada hamba-hamba-Nya yang mereka tidak sanggup untuk mensyukurinya. Oleh karena itu, mereka harus menjunjung tinggi isi Al Qur’an, mengamalkannya dan mendakwahkannya.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 61 s/d 80 dari [96]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-WAAQI'AH AYAT 41 - 60 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-WAAQI'AH
Ayat [96]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/5
41 Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu.(QS. 56:41)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 41 - 44

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ (41) فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ (42) وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ (43) لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ (44

Pada ayat-ayat ini Allah SWT menyebut Ashabusysyimal, kemudian diulang kata-kata itu dalam bentuk pertanyaan dengan maksud mencela.
Kemudian diterangkan azab yang akan menimpa mereka yaitu
(1) dengan angin panas +bertiup dengan membawa udara yang sangat panas,
(2) air yang disediakan untuk minuman mereka bukan air yang sejuk, tetapi air mendidih yang panasnya tidak terhingga,
(3) awan yang ada di atas mereka berupa gumpalan awan, dari asap api neraka yang sangat hitam yang tidak menyejukkan dan tidak menyenangkan. Hal itu sesuai dengan firman Allah.


انطلقوا إلى ما كنتم به تكذبون انطلقوا إلى ظل ذي ثلاث شعب لا ظليل ولا يغني من اللهب إنها ترمي بشرر كالقصر كأنه جمالة صفر ويل يومئذ للمكذبين
Artinya:
(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat): "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka". Sesungguhnya mereka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan".
(Q.S. Al-Mursalat: 29-34)
Angin samum yang panas luar biasa dan awan hitam yang juga menambah suasana panas yang sangat luar biasa itulah yang menyebabkan mereka merasa haus dan dahaga yang tak ada tara bandingannya dan yang sudah tak tertahankan lagi, yang memaksa mereka untuk minum sebanyak-banyaknya walaupun air yang diminum itu adalah air yang panas dan mendidih bagaikan lumeran timah dan tembaga. Dan dengan demikian, semakin bertubi-tubilah penderitaan siksa dan azab yang mereka rasakan.
42 Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,(QS. 56:42)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 42

فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ (42

 (Dalam angin yang amat panas) yaitu angin panas dari neraka, panas angin itu dapat menembus sampai ke pori-pori (dan air panas yang mendidih) yang panasnya tak terperikan.
43 dan dalam naungan asap yang hitam.(QS. 56:43)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 43

وَظِلٍّ مِنْ يَحْمُومٍ (43

(Dan dalam naungan asap yang hitam) mereka diliputi oleh asap yang sangat hitam.
 
44 Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.(QS. 56:44)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 44

لَا بَارِدٍ وَلَا كَرِيمٍ (44


(Tidak sejuk) tidak sebagaimana naungan yang biasanya (dan tidak menyenangkan) tidak baik pemandangannya.
45 Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.(QS. 56:45)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 45 - 48 

إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُتْرَفِينَ (45) وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ (46) وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ (47) أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ (48

Dalam ayat-ayat ini diterangkan oleh Allah SWT, apa sebabnya mereka golongan kiri itu menerima siksa yang sedemikian pedihnya. Dahulu, sewaktu mereka hidup di dunia semestinya mereka wajib beriman kepada Allah dengan menjalankan pelbagai amal saleh serta menjauhkan larangan Tuhannya, tetapi yang mereka jalankan adalah sebaliknya, yaitu:
a. mereka hidup bermewah-mewah.
b. mereka tidak berhenti-hentinya mengerjakan dosa besar
c. mereka mengingkari adanya hari berbangkit.
46 Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.(QS. 56:46)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 46

وَكَانُوا يُصِرُّونَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيمِ (46

(Dan mereka terus menerus mengerjakan dosa) melakukan perbuatan dosa (yang besar) yaitu perbuatan menyekutukan Allah.
47 Dan mereka selalu mengatakan: `Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?,(QS. 56:47)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 47

وَكَانُوا يَقُولُونَ أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ (47 

(Dan mereka selalu mengatakan, "Apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan?) kedua huruf Hamzah pada dua tempat dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil.
48 Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?`(QS. 56:48)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 48

أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ (48

(Apakah bapak-bapak kami yang terdahulu dibangkitkan pula?") lafal Awa huruf Wawunya dibaca Fat-hah, sedangkan huruf Hamzahnya menunjukkan kata tanya, Hamzah atau kata tanya pada ayat ini dan pada ayat sebelumnya mengandung arti Istib'ad, artinya jauh dari kemungkinan; ini berdasarkan keyakinan mereka yang tidak mempercayainya. Tetapi menurut suatu qiraat huruf Wawu dibaca Sukun sehingga bacaannya menjadi Au karena di'athafkan kepada Inna dan Isimnya secara Mahall.
49 Katakanlah: `Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,(QS. 56:49)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 49 - 50

قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ (49) لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ (50

Berhubung dengan ejekan dan cemoohan mereka itu, Allah SWT memerintahkan kepada Rasulnya supaya memberikan jawaban yang tegas dan tandas, bahwa sesungguhnya nenek-moyang mereka yang mereka anggap mustahil dapat dibangkitkan dan anak cucu mereka yang terkemudian yang mereka anggap tidak akan di bangkitkan, pasti benar semuanya akan dikumpulkan di padang mahsyar pada hari yang sudah ditentukan.
Dan tidak ragu-ragu lagi bahwa berkumpulnya suatu bilangan umat yang tidak terkira banyaknya itu lebih menakjubkan lagi dari pada kebangkitan itu sendiri.
Dalam ayat yang sama maksudnya Allah SWT berfirman:


فإنما هي زجرة واحدة فإذا هم بالساهرة
Artinya:
Sesungguhnya pengambilan itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi.
(Q.S. An Nazi'at: 13, 14)
50 benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.(QS. 56:50)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 50

لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ (50

(benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu) atau waktu yang tertentu (pada hari yang dikenal) yaitu pada hari kiamat 
51 Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan,(QS. 56:51)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 51 - 55 

ثُمَّ إِنَّكُمْ أَيُّهَا الضَّالُّونَ الْمُكَذِّبُونَ (51) لَآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ (52) فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ (53) فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ (54) فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ (55

Kemudian Allah SWT menjelaskan kepada mereka yang sesat, yang senantiasa mengerjakan dosa besar dengan mendustakan para Rasul-rasul dan mengingkari hari kebangkitan dan hari pembalasan, bahwa benar-benar mereka akan memakan buah pohon zaqqum, dan karena perasaan lapar yang tak terhingga, bukan satu dua buah zaqqum yang dimakannya, melainkan mereka memakan sepenuh perutnya tersebut; dan karena perasaan haus dan dahaga yang tidak tertahankan lagi, maka mereka kembali minum air yang sangat panas bagaikan cairan timah dan tembaga yang mendidih, namun mereka tetap minum terus bagaikan minumnya unta yang sangat haus dan sangat dahaga.
52 benar-benar akan memakan pohon zaqqum,(QS. 56:52)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 52

لَآكِلُونَ مِنْ شَجَرٍ مِنْ زَقُّومٍ (52

(Benar-benar akan memakan pohon zaqqum) lafal Min zaqquum menjadi Bayan dari lafal Min Syajarin.
53 dan akan memenuhi perutmu dengannya.(QS. 56:53)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 53

فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ (53  

(Maka kalian akan memenuhi dengannya) dengan pohon zaqqum itu (perut-perut kalian).

54 Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.(QS. 56:54)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 54

فَشَارِبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيمِ (54

(Sesudah itu kalian minum) yakni sesudah memakan buah pohon zaqqum itu (air yang sangat panas).
55 Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.(QS. 56:55)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 55

فَشَارِبُونَ شُرْبَ الْهِيمِ (55 

(Maka kalian minum seperti minumnya) dapat dibaca Syarba, atau Syurba, dalam keadaan Nashab karena menjadi Mashdar (unta yang kehausan) maksudnya, bagaikan unta yang sedang kehausan. Lafal Al Hiim adalah bentuk jamak dari lafal Haiman untuk jenis jantan, dan untuk jenis betina dikatakan Haimaa; wazannya sama dengan lafal 'Athsyaan dan 'Athsyaa.
56 Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan`.(QS. 56:56)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 56 

هَذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّينِ (56

Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa buah pohon zaqqum dan minuman air yang sangat panas itu adalah hidangan pertama yang disediakan untuk golongan kiri tersebut.
Bayangkanlah betapa penderitaan mereka setelah mereka jadi penghuni neraka.
Demikianlah gambaran cemoohan Allah SWT terhadap mereka.
57 Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?(QS. 56:57)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 57 

نَحْنُ خَلَقْنَاكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُونَ (57

Dalam ayat ini Allah SWT menciptakan manusia dari tiada sama sekali. Bukankah hal tersebut suatu dalil yang tak dapat dibantah lagi tentang kekuasaan Allah? Dan hal tersebut bukankah suatu dalil yang kuat bahwa Allah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali manusia dari kuburnya setelah ia mati, dan hancur tulang belulangnya?
Hal tersebut adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi tentang adanya Hari Kiamat, hari kebangkitan manusia dari dalam kuburnya; dan hal tersebut adalah merupakan penolakan atas anggapan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak mempercayai adanya Hari Kiamat, yang ucapan mereka digambarkan pada ayat lain:


أئذا متنا وكنا ترابا وعظاما أإنا لمبعوثون
Artinya:
Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?".
(Q.S. Al-Waqi'ah: 47)
58 Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.(QS. 56:58)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 58 - 59 

أَفَرَأَيْتُمْ مَا تُمْنُونَ (58) أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ (59

Allah menekankan lagi berupa pertanyaan bagaimana mereka dapat memproses kejadian air mani (sperma) yang dipancarkan ke dalam rahim? Merekakah yang memproses air mani itu menjadi manusia yaitu tubuh yang lengkap dengan badan, kepala, kaki dan tangan, yang dilengkapi pula dengan mata, hidung, mulut dan telinga ataukah Allah yang menciptakannya?
Pastilah mereka tidak dapat menjawab kecuali mengakui bahwa sebenarnya Allahlah yang menyebabkan air mani tersebut menjadi manusia, dan Allah pulalah yang menentukan apakah air mani tersebut menjadi manusia pria atau wanita; demikian pula, hanyalah Allah sajalah yang menetapkan berapa umur manusia tersebut.
Bukankah Allah SWT yang berkuasa menciptakan manusia pertama kalinya, juga Maha Kuasa menghidupkannya kembali sesudah matinya, dengan membangkitkannya pada Hari Kiamat untuk menerima balasan sesempurna-sempurnanya.
59 Kamukah yang menciptakannya, atau Kami-kah yang menciptakannya?(QS. 56:59)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Waaqi'ah 59

أَأَنْتُمْ تَخْلُقُونَهُ أَمْ نَحْنُ الْخَالِقُونَ (59

(Kamukah) dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil (yang menciptakannya) yakni air mani itu kemudian menjadi manusia (atau Kami kah yang menciptakannya?)
60 Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan,(QS. 56:60)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Waaqi'ah 60 - 61 

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ (60) عَلَى أَنْ نُبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ (61

Ayat ini menjelaskan, bahwa sesungguhnya Allah SWT menentukan kematian manusia, dan bahkan Ia telah menetapkan waktu tertentu bagi kematian setiap manusia, yang semuanya itu ditentukan dan ditetapkan menurut kehendak-Nya, suatu hal yang mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang tak dapat diketahui oleh manusia. Ketentuan dan ketetapan Allah SWT dalam menciptakan atau mematikan seseorang tidaklah dapat dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh siapa pun. Demikian juga Allah SWT Maha kuasa untuk menggantikan suatu umat dengan umat yang lain yang serupa dan Maha Kuasa melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh manusia, antara lain membangkitkan manusia kembali dari kuburnya, tak dapat manusia mengetahui kapan terjadinya.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 41 s/d 60 dari [96]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU