Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 12. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Juli 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH YUSUF AYAT 101 - 111 ( 06 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR]: YUSUF
Ayat [111]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:6/6
101 Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta_bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh`.(QS. 12:101)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 101 

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ (101

Ayat ini adalah doa yang diucapkan Yusuf as. sesudah Allah swt. menyempurnakan karunia kepadanya, menyelamatkannya dari penyiksaan ketika dimasukkan ke dalam sumur, membebaskannya dari fitnahan istri Al-Aziz dan perempuan-perempuan lainnya, dan pahit getir di dalam penjara, menganugerahinya pangkat dan kedudukan sesudah ia bebas dari semua tuduhan yang ditujukan kepadanya, segeralah ia berdoa memohon kepada Allah swt. supaya dilipat-gandakan pahalanya di akhirat kelak sebagaimana dilipatgandakan karunia-Nya di dunia ini. Berkatalah Yusuf: "Ya Tuhanku, Engkau telah menganugerahkan kepadaku paras yang cantik, kedudukan di Mesir dengan kekuasaan yang penuh, mengajarkan kepadaku takbir mimpi, memberitahukan kepadaku hal-hal yang akan terjadi di kemudian hari dan rahasia-rahasia yang terkandung di dalam wahyu-Mu. Ya Allah, ya Tuhan, Engkaulah Pencipta langit dan bumi ini, menciptakan keduanya dengan baik dan teratur, kokoh dan rapi, Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, melindungiku dari maksud jahat orang-orang yang memusuhiku dan orang-orang yang ingin berbuat jahat kepadaku. Ya Allah Yang Maha Kuasa! Wafatkanlah aku dalam keadaan Islam sesuai dengan wasiat leluhurku yang berbunyi:

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya:
Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya demikian pula Yakub (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk Agama Islam."
(Q.S. Al-Baqarah: 132)
Ya Allah, ya Tuhanku! Gabungkanlah aku bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari leluhur kami seperti Nabi-nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, begitu pula dengan para Nabi dan Rasul sebelumnya. Engkaulah Maha Pengasih, Maha Pemurah, Maha Kuasa atas segala sesuatu." Doa ini sejalan dengan doa:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Artinya:
Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(Q.S. Al-Fatihah: 6, 7)


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 101 

رَبِّ قَدْ آتَيْتَنِي مِنَ الْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِي مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنْتَ وَلِيِّي فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ (101

(Ya Rabbku! Sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian takbir mimpi) takwil-takwil mimpi (Ya Rabb Pencipta) yang menjadikan (langit dan bumi! Engkaulah Pelindungku) yang mengatur kebaikanku (di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan kumpulkanlah aku dengan orang-orang yang saleh) di antara bapak moyangku. Maka setelah ia berdoa, ia hidup hanya seminggu atau lebih dari seminggu. Kemudian ia wafat, pada saat itu usianya telah mencapai seratus dua puluh tahun. Lalu semua orang Mesir mengiringkan jenazahnya sampai ke tempat kuburannya; mereka meletakkan jenazah Nabi Yusuf di dalam sebuah tabelah yang terbuat dari marmer, dan mereka mengebumikannya di tempat yang terletak di antara kedua tepi sungai Nil, dimaksud supaya keberkahan terlimpahkan kepada kedua tepi sungai Nil. Maha Suci Allah yang tiada akhir bagi kerajaan-Nya.


102 Demikian itu (adalah) di antara berita-berita yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) padahal kamu tidak berada pada sisi mereka, ketika mereka memutuskan rencananya (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya.(QS. 12:102)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 102

ذَلِكَ مِنْ أَنْبَاءِ الْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ وَمَا كُنْتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوا أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ (102

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa kisah yang telah dibentangkan yang berhubungan dengan Yusuf, termasuk berita gaib yang tidak seorang pun mengetahuinya kecuali Allah swt. Berita gaib itu diwahyukan kepada Muhammad dengan memberitahukan kepadanya padahal sebelumnya tidak diketahuinya begitu pula umatnya. Juga dia tidak mengetahui ketika saudara-saudara Yusuf bersatu dan mufakat untuk membuang Yusuf ke dalam sumur yang dalam, begitu juga ketika mereka mengatur tipu daya dan makarnya. Berita gaib itu dapat diketahui oleh Muhammad. Apakah itu, karena Muhammad hadir menyaksikan hal itu? Ataukah dengan perantaraan orang yang hadir menyaksikannya? Tidak Semuanya itu tidak. Muhammad saw. mengetahui peristiwa yang telah dialami oleh Yusuf itu ialah dengan perantara wahyu dari Allah swt. Kejadian ini adalah bukti yang nyata atas kebenaran kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Bagi orang yang sadar, cukup menjadi alasan untuk mempercayai dan membenarkan kerasulan Muhammad saw. itu.

103 Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman--walaupun kamu sangat menginginkannya--(QS. 12:103)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 103 

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ (103

Pada ayat ini, Allah menerangkan bahwa orang-orang yang telah mendalam kekafirannya yang terus-menerus pembangkangannya, mereka tidak akan beriman bagaimana pun kita mengharap dan menginginkannya, sekalipun telah diberikan alasan-alasan yang nyata dan meyakinkan. Begitu pula halnya kebanyakan dari orang-orang Quraisy Mekah. Sekalipun telah diberikan bukti-bukti yang nyata, mereka tidak akan percaya dan tidak akan membenarkan kenabian dan kerasulan Muhammad saw. Firman Allah swt.:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Artinya:
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
(Q.S. Al-Qasas: 56)
Diriwayatkan bahwa orang-orang Yahudi dan orang-orang Quraisy meminta kepada Muhammad saw. agar dia menceritakan kepadanya kisah Yusuf dan berjanji akan masuk Islam. Setelah Muhammad saw. menceritakan kepada mereka kisah Yusuf sesuai dengan apa yang tercantum di dalam kitab Taurat tetapi mereka tidak beriman memenuhi janjinya, berduka citalah dia. Untuk menenangkan hati Muhammad, maka turunlah ayat ini.

104 Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam.
(QS. 12:104)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 104 

وَمَا تَسْأَلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (104

Pada ayat ini Allah swt. memperingatkan kepada Muhammad saw. agar dia tidak meminta upah kepada orang-orang yang mengingkari kenabiannya sebagai imbalan dari dakwah dan anjurannya supaya mereka taat dan menyembah hanya kepada Allah swt. saja dan supaya mereka meninggalkan agama berhalanya. Allahlah yang akan memberikan upah dan pahala atas usahanya itu, karena memang Alquran yang diturunkan kepadanya untuk melaksanakan tugasnya sebagai Rasul hanya merupakan peringatan dan nasihat untuk membimbing dan memberi petunjuk alam semesta yang akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.


105
Dan banyak sekali tanda-tanda (kekuasaan Allah) di langit dan di bumi yang mereka melaluinya, sedang mereka berpaling daripadanya.(QS. 12:105)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 105 

وَكَأَيِّنْ مِنْ آيَةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ (105

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa tidak sedikit yang terdapat di langit dan di bumi sebagai tanda-tanda yang menunjukkan keesaan-Nya, kesempurnaan kekuasaan-Nya, seperti matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, lautan, tanam-tanaman dan lain-lain yang dilihat dan disaksikan oleh mata kepala manusia, tetapi mereka tidak memperhatikannya, tidak memikirkan hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya, yang kesemuanya itu menunjukkan bahwa Allah swt. itu Esa tiada Tuhan melainkan Dia, Dialah yang menciptakan semua makhluk dengan rapi dan teratur. Kalau pun ada di antara mereka yang sibuk dan berusaha ingin mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi, tetapi mereka lupa kepada Penciptanya, tidak diingatnya sama sekali. Dengan akalnya, mereka asyik menikmati ilmunya, mengembangkan dan meningkatkannya tetapi sayang jiwanya kosong dari mengingat Allah, tidak memperdalam tentang makrifat kepada Allah swt. Berpikir saja meskipun ada gunanya tetapi tidak banyak bermanfaat di akhirat kecuali apabila disertai dengan zikir mengingat Allah. Berzikir sekali pun berguna di dunia dan di akhirat tetapi tidaklah sempurna kecuali dengan mempergunakan akal dan pikiran. Alangkah berbahagianya orang yang dapat menjalin keduanya, berpikir dan berzikir, atau berzikir dan berpikir. Orang itulah yang akan memperoleh kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat dan selamat dari azab api neraka kelak.


106
Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain).(QS. 12:106)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 106 

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ (106
 
Pada ayat ini Allah swt. menjelaskan keadaan orang-orang Quraisy Mekah. Mereka di samping percaya kepada Allah bahwa Dialah yang menciptakannya dan segala sesuatunya, tetapi juga mereka menyekutukan-Nya. Kalau mereka ditanya siapa yang menciptakan semua yang ada baik di bumi maupun di langit, mereka akan menjawab dengan tegas bahwa yang menciptakan semuanya itu ialah Allah swt. sebagai tercantum dalam Alquran.:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ
Artinya:
Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab: "Allah."
(Q.S. Luqman: 25)
Di samping pengakuannya itu, juga mereka mempersekutukan Allah. Mereka menyembah berhala, menjadikan pendeta itu sebagai Tuhan bahkan ada di antara mereka yang mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak. Maha Suci Allah dari apa yang disangkakan mereka itu. Menyekutukan Allah itu adalah dosa yang paling besar. Ibnu Mas'ud pernah bertanya kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad saw. tentang dosa yang paling besar. Nabi menjawab:

أن تجعل لله ندا وهو خلقك
Artinya:
Bahwa kamu jadikan sekutu bagi Allah swt. padahal Dialah yang menciptakanmu.
(H.R. Bukhari dan Muslim)


107
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?(QS. 12:107)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 107 

أَفَأَمِنُوا أَنْ تَأْتِيَهُمْ غَاشِيَةٌ مِنْ عَذَابِ اللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (107

Apakah orang-orang yang mengakui Allah swt. sebagai Penciptanya bahkan Pencipta seru sekalian alam dan di samping itu mereka juga menyekutukan-Nya dengan mengadakan sembahan-sembahan selain pada-Nya akan merasa aman dan tidak akan ditimpakan azab yang meliputinya, atau apakah mereka merasa aman akan kedatangan kematian kepadanya secara mendadak yang tidak pernah diduga sebelumnya? Sekali-kali tidak! Sewaktu-waktu Allah swt. dapat saja menimpakan kepada mereka azab yang meliputinya, begitu juga sewaktu-waktu Allah swt. dapat memerintahkan malaikat maut, Izrail, mencabut nyawanya secara mendadak tanpa diduga sebelumnya apabila Dia menghendakinya. Allah swt. Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ
Artinya:
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.
(Q.S. Hud: 107)
Sejalan dengan ayat 107 ini, firman Allah swt.:

أَفَأَمِنَ الَّذِينَ مَكَرُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ يَخْسِفَ اللَّهُ بِهِمُ الْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِي تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَى تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
Artinya:
Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari; atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
(Q.S. An Nahl: 45, 46, 47)
Hikmah disembunyikannya ketentuan kedatangan azab dengan tiba-tiba dan pencabutan nyawa oleh Izrail secara mendadak ialah supaya mereka selalu di dalam kekhawatiran akan datangnya yang demikian itu, padahal mereka tetap di dalam keadaan menyekutukan Allah swt. yang menyebabkan masuknya ke dalam neraka untuk selama-lamanya. Dengan demikian mereka akan sadar sehingga penyembahannya itu hanya kepada Allah swt. semata-mata dan tidak menyekutukan-Nya lagi sedikit pun.


108
Katakanlah: `Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik`.(QS. 12:108)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 108 

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (108

Pada ayat ini Allah swt. memerintahkan kepada Muhammad saw. supaya memberitahu kepada umatnya bahwa dakwah yang dijalankannya begitu juga jalan yang ditempuhnya seperti bertauhid kepada Allah swt., mengikhlaskan ibadat kepada-Nya semata-mata adalah menjadi tugas dan kewajibannya. Dia yakin bahwa usahanya ini akan berhasil karena apa yang dikemukakan dan dilaksanakannya itu dilandasi dengan bukti-bukti dan hujah yang nyata. Yang demikian itu menjadi tugas dan kewajiban pula bagi orang-orang yang mempercayai dan mengikutinya sebagai penerus sehingga segala macam bentuk perbudakan dan perhambaan musnah dan tersapu bersih di permukaan bumi ini. Perhatikanlah firman Allah swt.:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
Artinya:
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.
(Q.S. An Nahl: 125)
Maha Suci Allah swt. dari sangkaan bahwa Dia mempunyai sekutu dalam kuasa-Nya, dan bahwa ada yang wajib disembah selain Dia. Langit dan bumi serta segala isinya bahkan semua yang ada bertasbib menyucikan Allah dari hal yang demikian itu sebagaimana firman Allah swt.:

تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
Artinya:
Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.
(Q.S. Al-Isra': 44)
Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Nabi Muhammad saw. tidaklah termasuk orang-orang yang musyrik dan orang-orang musyrik tidak masuk di dalam golongannya.


109
Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?(QS. 12:109)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 109 

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَدَارُ الْآخِرَةِ خَيْرٌ لِلَّذِينَ اتَّقَوْا أَفَلَا تَعْقِلُونَ (109

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa Dia tidak mengutus Rasul-rasul sebelum Muhammad saw. kecuali laki-laki, bukan Malaikat dan bukan perempuan. Dia menurunkan kepada mereka wahyu dan diperkuat dengan jiwa yang mantap. Mereka itu diambil dari orang-orang di antara penduduk negeri supaya penduduk negeri lain mengikutinya jika mereka itu beriman. Ini merupakan jawaban terhadap syubhat yang dilancarkan oleh orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad saw. yang menghendaki supaya Rasul yang diutus itu terdiri dari jenis malaikat sebagaimana dihikayatkan Allah swt. di dalam firman-Nya:

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً
Artinya:
Dan kalau Allah menghendaki tentu Dia mengutus beberapa orang Malaikat.
(Q.S. Al-Mu'minun: 24)
Tidakkah orang-orang musyrik Quraisy yang mendustakan kenabian Muhammad saw. dan mengingkari apa yang dibawanya seperti mentauhidkan Allah, mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya bepergian di muka bumi dan melihat serta menyaksikan bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan Rasul-rasul dahulu itu. Mereka dibinasakan, negerinya dihancurkan seperti kaum Nabi Hud, kaum Nabi Saleh dan lain-lainnya. Sebaliknya orang-orang yang percaya kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut mempersekutukan Allah, tidak berbuat dosa dan maksiat akan memperoleh kesenangan nanti di negeri akhirat yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan apa yang didapat orang-orang musyrik di dunia ini. Apakah mereka tidak sampai memikirkan perbedaan pembatasan antara orang-orang yang ingkar dan orang-orang yang percaya. Kesenangan yang didapat di dunia oleh orang-orang yang ingkar itu sangat terbatas. Apabila mereka meninggal dunia berakhirlah kesenangan itu, dan di negeri akhirat kelak mereka mendapat azab yang amat pedih tak henti-hentinya. Dan kesenangan yang diperoleh orang-orang yang beriman itu, tidak saja di dunia tetapi lebih-lebih di negeri akhirat nanti, karena kesenangan yang diperolehnya itu terus-menerus tak terbatas jangka waktunya.


110
Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.(QS. 12:110)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 110 

حَتَّى إِذَا اسْتَيْئَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ (110

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa di kala rasul-rasul yang diutus itu seakan-akan berputus asa tidak mempunyai harapan lagi tentang kemungkinan kaumnya beriman karena Rasul-rasul itu didustakan oleh kaumnya, ditentang sehebat-hebatnya risalah yang dibawanya, datanglah pertolongan Allah swt. kepada Rasul-rasul itu. Demikianlah sunnatullah yang telah berlaku pada umat-umat terdahulu. Allah swt. mengutus Rasul-rasul-Nya dengan bukti-bukti yang nyata dan diperkuat dengan mukjizat. Setelah Rasul-rasul itu ditentang oleh kaumnya, didustakan dan dimusuhinya dan mereka merasakan tekanan yang amat berat, timbullah suatu perasaan seakan-akan mereka berputus asa karena tidak ada harapan lagi kaumnya akan beriman dan kemenangan yang ditunggu-tunggu belum juga datang, maka pada saat itulah pertolongan Allah swt. datang, dan kepada orang-orang yang mendustakan mereka ditimpakan azab dengan tiba-tiba seperti halnya topan yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh, angin ribut yang membinasakan `Ad kaum Nabi Hud, siksaan yang menimpa Samud dan bencana yang melanda negeri dan kaum Nabi Lut sebagaimana tercantum dalam firman Allah swt.:

أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَاهِيمَ وَأَصْحَابِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكَاتِ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ
Artinya:
Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka (yaitu) kaum Nuh, Ad, Samud, kaum Nabi Ibrahim, penduduk Madyan dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah? Telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata. Maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(Q.S. At Taubah: 70)
Orang-orang Quraisy yang tidak mau insaf dan kembali ke jalan yang benar sekalipun telah ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, maka pada saatnya nanti Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada mereka. Sedang Muhammad diberi pertolongan seperti kemenangan-kemenangan yang telah diperolehnya sejak peperangan Badar dan seterusnya pada peperangan-peperangan berikutnya. Allah swt. menyelamatkan Rasul-rasul-Nya beserta kaumnya yang beriman kepada-Nya, sedang orang-orang yang ingkar kepada Allah swt. dan mendustakan Rasul-rasul-Nya dan agama yang dibawanya akan diazab, dan tidak seorang pun dari mereka yang dapat menolak dan mengelak dari azab Allah itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 110 

حَتَّى إِذَا اسْتَيْئَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ (110

(Sehingga) lafal hattaa menunjukkan makna batas atau limit waktu daripada pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya, "Kami tidak mengutus sebelum kalian melainkan seorang laki-laki..." Artinya: Maka Allah menangguhkan pertolongan-Nya terhadap mereka hingga (bila merasa putus asa) putus harapan (para rasul itu dan mereka telah menyakini) para rasul itu merasa yakin (bahwasanya mereka benar-benar telah didustakan) sungguh-sungguh didustakan sehingga mereka tidak dapat diharapkan lagi untuk beriman; makna ini dibaca kudzdzibuu. Bila dibaca kudzibuu tanpa memakai tasydid, artinya umat-umat tersebut merasa yakin bahwa para rasul telah mengingkari ancaman yang telah mereka berikan kepadanya, yaitu mendapat pertolongan dari Allah (maka datanglah pertolongan Kami kepada mereka lalu Kami selamatkan) dibaca dengan memakai dua huruf nun yang pertama dibaca takhfif sedang yang kedua dibaca tasydid, atau dibaca nujjiya menjadi fi`il madhi (orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami) azab Kami (daripada orang-orang yang berdosa.) yakni orang-orang musyrik.


111
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS. 12:111)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 111 

لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَى وَلَكِنْ تَصْدِيقَ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (111

Pada ayat ini, Allah swt. menerangkan bahwa semua kisah Nabi-nabi terutama Nabi Yusuf as. bersama ayah dan saudara-saudaranya adalah pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal sehat, pikiran waras, sedang orang-orang yang lalai yang tidak memanfaatkan akal dan pikirannya itu untuk mendalami dan memahami kenyataan-kenyataan yang ada, maka kisah Nabi tersebut tidak akan bermanfaat baginya, tidak akan mengambil pelajaran dan peringatan daripadanya. Yang mampu dan kuasa menyelamatkan Nabi Yusuf setelah ia dibuang ke dasar sumur, mengangkat derajatnya sesudah ia dipenjarakan, menguasai negeri Mesir sesudah dijual dengan harga murah, meninggikan pangkatnya dari saudara-saudaranya yang ingin membinasakannya, mengumpulkan mereka kembali bersama kedua orang tuanya sesudah berpisah sekian lama, yang datang dari tempat jauh, tentunya sanggup dan kuasa pula memuliakan Muhammad, meninggikan kalimatnya, memenangkan agama yang dibawanya, membantu dan menguatkannya dengan tentara dan pengikut serta pendukung setia, sekalipun di dalam menjalani semuanya itu, sekali-sekali ia mengalami kesukaran dan kesulitan. Kitab Suci Alquran yang membawa kisah-kisah tersebut, bukanlah suatu cerita yang dibikin-bikin dan diada-adakan. tetapi ia adalah wahyu yang diturunkan dari Allah swt. dan ia mempunyai daya melemahkan tokoh-tokoh sastra dan pembawa berita yang ulung untuk menyusun yang seperti itu, dan ia diberitakan dari orang-orang yang tidak pernah mempelajari buku-buku dan tidak pernah bergaul dengan ulama-ulama cerdik pandai. Bahkan kitab Suci Alquran itu membenarkan isi kitab-kitab samawi yang diturunkan kepada Nabi-nabi sebelumnya, seperti kitab Taurat, kitab Injil dan kitab Zabur, tentunya ia masih murni, bukan yang sudah ditambah dengan khurafat dan lain-lain hal yang tidak menggambarkan lagi kemurniannya. Di dalam kitab Suci Alquran itu diuraikan dengan jelas perintah-perintah Allah, larangan-larangan-Nya, janji-janji dan ancaman-Nya, sifat kesempurnaan yang wajib bagi-Nya dan Maha Suci dari sifat-sifat kekurangan dan hal-hal yang lain sebagaimana firman Allah swt.:

مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ
Artinya:
Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab.
At Taubah: 70)
Alquran adalah petunjuk bagi orang-orang yang meneliti dan mendalami isinya dan orang-orang yang membacanya dengan penuh kesadaran. Dia akan membimbing ke jalan yang benar, amal saleh dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dia adalah rahmat bagi orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang membenarkan dan mempercayainya serta mengamalkan isinya, karena iman itu ialah ucapan yang dibenarkan oleh hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan.


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [6]
Ayat 101 s/d 111 dari [111]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH YUSUF AYAT 81 - 100 ( 05 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR]: YUSUF
Ayat [111]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:5/6
81 Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: `Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.(QS. 12:81)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 81 

ارْجِعُوا إِلَى أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ (81

Lalu Yahuz memerintahkan kepada saudara-saudaranya yang sembilan orang supaya pulang menghadap ayahnya dan melaporkan segala kejadian yang dialaminya di Mesir untuk menghindarkan tuduhan-tuduhan yang buruk. (Yusuf) berkata: "Kembalilah kepada ayahmu dan sampaikanlah kepadanya bahwa anaknya Bunyamin telah mencuri takaran raja dan akibatnya dijadikan hamba sahaya selama setahun sesuai dengan syariat kami. Kami hanya dapat menyaksikan apa yang kami ketahui, karena kami melihat sendiri bahwa takaran raja itu dikeluarkan dari kantung Bunyamin. Dan kami sekali-kali tidak mengetahui barang yang gaib. Seandainya kami mengetahui bahwa dia akan mencuri tentu kami tidak akan memberikan janji yang berat pada ayah."


82 Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada di situ, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar`.(QS. 12:82)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 82 

وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (82

Dan tanyakanlah hal ini kepada penduduk negeri yang kami berada di situ untuk membeli bahan makanan, karena soal pencurian itu sudah tersebar beritanya di kalangan mereka. Dan tanyakan pulalah kepada kafilah yang datang bersama-sama dengan kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar dan selalu melaporkan apa yang benar-benar terjadi.


83 Yaqub berkata: `Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana`.(QS. 12:83)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 83 

قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنْفُسُكُمْ أَمْرًا فَصَبْرٌ جَمِيلٌ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَنِي بِهِمْ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (83

Nabi Yakub berkata setelah berhadapan dengan putra-putranya yang memberi laporan seperti yang diamanatkan oleh Yahuz: "Hanya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan mengapa kamu mengatakan bahwa yang mencuri harus dijadikan hamba sahaya selama satu tahun, padahal ketentuan itu hanya ada pada syariat kita dan tidak ada dalam perundang-undangan mereka. Maka kesabaran yang baik itulah kesabaranku yang tidak diliputi oleh perasaan kejengkelan dan kemarahan, maka mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku yaitu Yusuf, Bunyamin dan Yahuz, karena sesungguhnya Dialah Tuhan Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."


84 Dan Yaqub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata: `Aduhai duka citaku terhadap Yusuf`, dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan amarahnya (terhadap anak-anaknya).(QS. 12:84)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 84 

وَتَوَلَّى عَنْهُمْ وَقَالَ يَا أَسَفَى عَلَى يُوسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ (84

Karena tidak senang menerima laporan yang disampaikan para putranya, maka Nabi Yakub berpaling dari mereka seraya berkata penuh kesedihan: "Aduhai duka citaku terhadap Yusuf, karena aku tadinya menunggu-nunggu berita yang menggembirakan dari Mesir tapi kenyataannya justru berita yang menyedihkanlah yang kuterima." Karena kesedihan yang terus-menerus dialaminya itu, maka kedua matanya menjadi putih karena seringnya menangis sehingga keadaannya seperti orang buta, akan tetapi beliau walaupun demikian tetap masih bisa menahan amarahnya terhadap anak-anaknya.


85 Mereka berkata: `Demi Allah, senantiasa kamu mengingati Yusuf, sehingga kamu mengidapkan penyakit yang berat atau termasuk orang-orang yang binasa`.(QS. 12:85)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 85 

قَالُوا تَاللَّهِ تَفْتَأُ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّى تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ الْهَالِكِينَ (85

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa anak-anak Yakub yang baru kembali dari Mesir, ketika mendengar keluhan dan kesedihan ayahnya yang mendalam, berkata mereka kepada ayahnya yang diawali dengan sumpah kepada Allah swt. melahirkan rasa kasih dan sayangnya: "Ayah jangan hendaknya selalu mengingat Yusuf karena mengenai peristiwa Yusuf itu sudah lama berlalu. Kalau saja selalu mengingat Yusuf yang dibarengi dengan kesedihan yang mendalam, kami khawatir ayah akan ditimpa penyakit yang akan membinasakan atau ayah meninggal dunia karenanya."


86 Yaqub menjawab: `Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.(QS. 12:86)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 86 

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (86
 
Pada ayat ini Allah swt. menceritakan sambutan Nabi Yakub kepada anak-anaknya dengan berkata: "Wahai anak-anakku, janganlah kalian mencela dan mencercaku. Saya tidak pernah mengadu kepadamu, begitu juga kepada manusia yang lain tentang kesedihan dan kesusahanku. Saya mengadu dan menyampaikan keluhan atas musibah yang menimpaku hanya kepada Allah swt. Kepada-Nya aku meminta perlindungan, berdoa dan memohon untuk menghilangkan kesusahan dan kesedihan itu. Biarkanlah aku bermunajat dengan Tuhanku. Saya mengetahui dari ilmu yang diberikan Allah kepadaku bahwa Yusuf itu masih hidup dan tetap memperoleh rezeki. Ia adalah pilihan Allah swt. dan Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada Yusuf dan kepada keluarga Yakub. Kesemuanya itu kalian tidak mengetahuinya, bahkan telah mengira bahwa Yusuf itu telah mati."


87 Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir`.(QS. 12:87)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 87 

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ (87

Berkata Yakub: "Wahai anak-anakku, saya tahu bahkan yakin mimpi Yusuf itu benar dan saya akan sujud kepadanya menghormatinya. Kalau kalian berpendapat lain ketahuilah bahwa satu waktu Allah swt. akan memperlihatkan kebenaran pendapatku itu. Untuk ini kembalilah kalian ke Mesir menyelidiki sampai mendapat berita yang pasti tentang Yusuf dan adiknya Bunyamin. Jangan kalian berputus asa, karena yang demikian itu dilarang oleh Allah swt. sebagaimana firman-Nya:

لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
Artinya:
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah."
(Q.S. Az Zumar: 53)
Selanjutnya Yakub berkata: "Carilah Yusuf dan saudaramu sampai ketemu. Tidak ada putus asa dalam kamus hidup, dan tidak berarti hidup dengan berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir dan orang-orang yang telah sesat sebagaimana firman Allah swt.:

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ
Artinya:
Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.
(Q.S. Al-Hijr: 56)
Adapun orang-orang mukmin, mereka tidak akan berputus asa karena musibah yang menimpanya, tidak akan goyah imannya karena bahaya yang melandanya. Mereka bersabar dan tabah menghadapi segala kesulitan yang dialaminya. Ia dengan rela penuh ikhlas menerima qada dan qadar dari Allah swt. dengan keyakinan bahwa suatu saat nanti Allah akan menghilangkan semuanya itu sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ اللَّهَ يُدَافِعُ عَنِ الَّذِينَ آمَنُوا
Artinya:
Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman.
(Q.S. Al Hajj: 38)


88 Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: `Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah`.(QS. 12:88)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 88 

فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَيْهِ قَالُوا يَا أَيُّهَا الْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا الضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَاعَةٍ مُزْجَاةٍ فَأَوْفِ لَنَا الْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَا إِنَّ اللَّهَ يَجْزِي الْمُتَصَدِّقِينَ (88

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa setelah anak-anak Yakub menerima anjuran dari ayahnya supaya mereka kembali ke Mesir berangkatlah mereka. Setelah sampai di Mesir mereka masuklah ke istana Yusuf dengan mengemukakan keadaannya dengan segala kerendahan diri. Mereka ingin mengetahui sampai di mana pengaruh pancingannya itu untuk mengetahui kebenaran ayahnya yang pernah mengatakan bahwa Al-Aziz itu adalah Yusuf. Mereka berkata: "Wahai Al-Aziz, kami ditimpa musibah kelaparan karenanya kami pada kurus-kurus, lemah karena kekurangan makanan, sedang keluarga kami tidak sedikit." Mereka pura-pura mengadukan halnya itu kepada Al-Aziz padahal maksud sebenarnya ialah untuk mengetahui keadaan Yusuf dan Bunyamin. Mereka juga mengemukakan bahwa mereka datang membawa dagangan yang jelek dan rendah mutunya, mungkin tak ada pedagang yang mau menawarnya dengan harapan kiranya Al-Aziz mau menolongnya dengan menyempurnakan takaran dagangannya itu dengan tanpa mempertimbangkan kejelekannya, dan kelebihan dari nilai sebenarnya disedekahkan saja kepada mereka. Allahlah yang membalas budi baik seseorang yang suka bersedekah dan Dia pulalah yang akan mengganti segala apa yang telah disedekahkan dan dinafkahkan itu sebagaimana firman-Nya:

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ
Artinya:
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.
(Q.S. Saba': 39)


89 Yusuf berkata: `Apakah kamu mengetahui (kejelekan) apa yang telah kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kamu tidak mengetahui (akibat) perbuatanmu itu?`(QS. 12:89)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 89 

قَالَ هَلْ عَلِمْتُمْ مَا فَعَلْتُمْ بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنْتُمْ جَاهِلُونَ (89

Setelah anak-anak Yakub mengemukakan isi hatinya kepada Al-Aziz yang di dalam ucapannya mengandung pengertian bahwa mereka menuntut supaya adiknya Bunyamin dikembalikan, Yusuf menjawab: "Wahai kamu sekalian, apakah kalian tidak mengingat kejahatan yang kalian telah lakukan terhadap Yusuf dan Bunyamin adiknya? Alangkah jeleknya apa yang telah kalian perbuat terhadap Yusuf dan saudaranya itu. Mungkin karena kejahilanmu pada waktu itu kamu tidak mengetahui dan merasakan buruknya perbuatanmu itu yang bertentangan dengan syariat agamamu, melanggar kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua dan bergaul secara baik terhadap karib kerabat." Ini adalah realisasi dari apa yang telah Allah wahyukan kepada Yusuf ketika ia dimasukkan ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya sebagaimana firman Allah:

وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُمْ بِأَمْرِهِمْ هَذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Artinya:
Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.
(Q.S. Yusuf: 15)


90 Mereka berkata: `Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?` Yusuf menjawab: `Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepada kami`. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik `.(QS. 12:90)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 90 

قَالُوا أَئِنَّكَ لَأَنْتَ يُوسُفُ قَالَ أَنَا يُوسُفُ وَهَذَا أَخِي قَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (90

Setelah mereka mendengar ucapan Yusuf yang diikutinya dengan seksama timbullah di hati mereka bahwa yang dihadapannya itu adalah Yusuf benar-benar. Untuk menguatkan sangkaannya itu, mereka memajukan pertanyaan disertai tekanan penuh dengan rasa heran, katanya: "Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?" Mereka heran. Dua tahun lebih mereka pulang balik kepada Yusuf tetapi tidak mengetahuinya, sedang Yusuf mengetahui mereka hanya dia sembunyikan dalam hatinya. Pertanyaan mereka dijawab oleh Yusuf katanya: "Saya ini adalah Yusuf yang telah kalian aniaya dengan penganiayaan yang cukup berat. Allah swt. telah menolongku dan memuliakanku sampai menduduki pangkat yang tinggi. Saya tidak berdaya sama sekali ketika kalian merencanakan membunuhku kemudian melemparkan aku ke dasar sumur yang dalam. Dan ini adikku Bunyamin yang telah kalian pisahkan dari aku yang kemudian Allah swt. memberikan karunia kepadanya sebagaimana kalian lihat. Allah swt. melimpahkan karunia-Nya kepada kami berdua, mengumpulkan kami kembali sesudah berpisah sekian lama, memuliakan kami sesudah dihina, kembali beramah-tamah sesudah kesepian, menyelamatkan kami dari segala ujian dan cobaan. Tidak semua apa yang dibenci itu buruk akibatnya. Sebaliknya tidak semua yang disenangi itu baik akibatnya. Adakalanya sesuatu yang dibenci itu padahal hakikatnya adalah kebaikan, begitu pula sebaliknya sebagaimana firman Allah swt.:

وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Artinya:
Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."
(Q.S. Al-Baqarah: 216)
Agama-agama samawi telah sepakat menetapkan, dan pengalaman-pengalaman telah menunjukkan bahwa orang yang bertakwa kepada Allah swt. dengan mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya serta bersabar menghadapi ujian dan bencana yang menimpanya, godaan-godaan setan dan hawa nafsu, Allah tidak akan menyia-nyiakan balasan amalnya itu di dunia lebih-lebih di akhirat kelak. Di dunia diberi hidayah untuk dapat keluar dari kesulitan yang dialaminya serta diberi rezeki dari arah yang tidak diduga sebelumnya, dan di akhirat diberi pahala tanpa ada perhitungan. Firman Allah swt.:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Artinya:
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberi rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.
(Q.S. At Talaq: 2, 3)
Dan firman-Nya:

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Artinya:
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
(Q.S. Az Zumar: 10)


91 Mereka berkata:` Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa) `.(QS. 12:91)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 91
قَالُوا تَاللَّهِ لَقَدْ آثَرَكَ اللَّهُ عَلَيْنَا وَإِنْ كُنَّا لَخَاطِئِينَ (91)
Setelah Yusuf memberikan pengakuan dan saudara-saudaranya telah meyakini bahwa Al-Aziz itu adalah Yusuf sendiri, mereka secara jujur mengakui dan menghargai kemuliaan yang diberikan Allah swt. kepada Yusuf tentang kelebihan ilmunya, ketinggian kesopanan yang dimilikinya dan dengan terus-terang mereka mengakui kesalahan yang telah diperbuat kepada Yusuf dan Bunyamin dengan sengaja dan direncanakan sebelumnya. Suatu kesalahan yang tidak dapat diampuni oleh Allah swt. kecuali dengan tobat nasuha dan tidak dapat dimaafkan kecuali dengan hati lapang dan budi luhur dari yang bersangkutan.


92 Dia (Yusuf) berkata:` Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang `.(QS. 12:92)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 92 

قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ (92

Yusuf seorang nabi, manusia pilihan mempunyai budi pekerti yang mulia, kesopanan yang tinggi, setelah mendengar pengakuan kesalahan dari saudara-saudaranya secara terus-terang dengan tandas dan gamblang ia mengatakan: "Tidak ada celaan, cercaan dan kekerasan dari diri saya sekarang ini, tetapi saya memaafkan segala kesalahan kalian yang telah diperbuat kepada saya dan kepada adikku Bunyamin. Saya doakan semoga Allah swt. mengampuni dosa kalian yang tidak ringan itu asal kalian dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati mau bertobat kepada-Nya dengan menyesali perbuatan burukmu itu dan tidak akan melakukan dan mengulangi lagi serta berbuat baik karena Dia adalah Maha Penyayang."
Budi pekerti yang mulia dan kesopanan yang tinggi yang telah dilakukan oleh Nabi Yusuf as. itu pernah juga dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad saw., yaitu pada ketika beliau dan bala tentaranya menaklukkan kota Mekah. Setelah Nabi Muhammad saw. bertawaf dan kemudian salat sunat dua rakaat, beliau dengan mengambil tempat di samping Kakbah menghadap para tawanan perang lalu berkata yang artinya:
"Apakah perkiraanmu yang akan saya perbuat terhadap kalian." Para tawanan menjawab: "Kami hanya menyangka yang baik saja, saudara yang mulia dan anak saudara yang mulia." Nabi saw. berkata: "Saya akan mengatakan sebagaimana yang telah dikatakan oleh rekanmu Yusuf: "Tidak ada celaan, cercaan dan kekerasan sekarang ini." Maka keluarlah para tawanan itu (meninggalkan tempat) seakan-akan mereka dibangkitkan dari kubur.
(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah)


93 Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku`.(QS. 12:93)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 93 

اذْهَبُوا بِقَمِيصِي هَذَا فَأَلْقُوهُ عَلَى وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِي بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ (93
 
Setelah Yusuf memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya, dia lalu menanyakan kepada mereka tentang ayahnya yang oleh mereka dijawab, bahwa beliau buta tidak melihat lagi. Seketika itu Yusuf memberikan baju gamisnya kepada saudara-saudaranya dan disuruhnya mereka membawanya pulang ke negerinya. Dan apabila mereka sudah sampai supaya dengan segera baju gamisnya itu diletakkan ke wajah beliau, niscaya akan melihatlah dia karenanya dan akan lepaslah kotoran yang menutupi matanya itu. Yusuf berani berkata demikian karena dia mengetahui hal itu dengan perantara wahyu. Selain dari itu dia juga mengetahui bahwa sebab tertutupnya penglihatan ayahnya itu ialah karena terlalu banyak menangis dan merasa sempit dada. Apabila ayahnya mengetahui baju gamisnya yang menandakan bahwa Yusuf masih hidup dan selamat dari aniaya dan cobaan yang dialaminya, tentulah ia akan senang dan timbullah di dalam hatinya perasaan gembira. Akhirnya ia akan melihat kembali seperti sedia kala. Selain dari itu, Yusuf juga meminta kepada saudaranya supaya mendatangkan segenap keluarganya ke Mesir baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak yang dalam suatu riwayat, bahwa semuanya berjumlah tujuh puluh orang.


94 Tatkala kafilah itu telah ke luar (dari negeri Mesir) berkata ayah mereka: `Sesungguhnya aku mencium bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduhku lemah akal (tentu kamu membenarkan aku)`.(QS. 12:94)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 94

وَلَمَّا فَصَلَتِ الْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّي لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ لَوْلَا أَنْ تُفَنِّدُونِ (94
 
Tatkala barisan unta anak-anak Yakub keluar dari perbatasan negeri Mesir menuju tanah Syam, berkatalah Yakub kepada cucu-cucunya dan orang-orang lain yang berada di sampingnya pada waktu itu: "Saya telah mencium bau Yusuf yang wangi itu, persis baunya yang pernah saya kenal di waktu kecilnya. Andaikata kalian tidak buruk sangka kepada saya, menyangka bahwa saya lemah akal, rusak pikiran karena terlalu tua, tentunya kalian membenarkan ucapanku ini bahwa saya benar-benar telah mencium bau Yusuf, dan dia masih hidup serta di dalam waktu yang tidak lama lagi saya akan berjumpa dengan dia dan merasa senang melihatnya." Ini adalah suatu mukjizat bagi Yakub yang dapat mencium bau Yusuf dari tempat yang amat jauh itu, yang di dalam perjalanan unta memakan waktu delapan hari.


95 Keluarganya berkata: `Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu`.(QS. 12:95)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 95

قَالُوا تَاللَّهِ إِنَّكَ لَفِي ضَلَالِكَ الْقَدِيمِ (95

Para hadirin yang mendengar ucapan Yakub itu, tidak seorang pun di antara mereka yang membenarkannya, bahkan mereka mengeluarkan kata-kata yang pedas dan tajam yang tidak pantas ditujukan kepada seorang yang telah tua. Mereka berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kamu masih saja dalam kekeliruanmu seperti dulu-dulu juga, yang menyangka bahwa Yusuf masih hidup di dalam waktu singkat akan bertemu dan merasa senang melihatnya. Kami berpendapat bahwa pikiran semacam itu adalah pikiran yang kacau dan sesat."


96 Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Yaqub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Yaqub: `Tidakkah aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya?`(QS. 12:96)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 96 

فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَى وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (96

Pada ayat ini Allah swt. menerangkan bahwa setelah pembawa kabar gembira itu sampai ke tempat ayahnya sesuai dengan anjuran Yusuf, tampillah ke depan Yahuz yang membawa baju gamis itu dan meletakkannya ke wajah Yakub, dengan seketika wajah Yakub kembali melihat seperti sediakala. Berkatalah Yakub: "Apakah tidak pernah saya katakan kepadamu ketika saya menyuruhmu ke Mesir mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya, bahwa sesungguhnya saya tahu dengan perantaraan wahyu dari Allah swt., bukan khayal dan ramalan bahwa Yusuf itu masih hidup sedang kamu tidak mengetahuinya." Penyampaian baju gamis Yusuf kepada ayahnya oleh Yahuz adalah untuk kedua kalinya guna menutupi kesalahannya yang lain lampau. Sebelum itu Yahuz jugalah yang pernah menyampaikan baju Yusuf yang berlumuran darah palsu kepada ayahnya pada permulaan peristiwa kisah itu.


97 Mereka berkata: `Wahai ayah kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)`.(QS. 12:97)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 97 

قَالُوا يَا أَبَانَا اسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا إِنَّا كُنَّا خَاطِئِينَ (97

Setelah saudara-saudara Yusuf melihat bukti-bukti dan kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, sadarlah mereka dan dengan jujur mereka mengakui kesalahannya, dan meminta kepada ayahnya mau memohonkan ampun kepada Allah swt. atas kedurhakaan yang telah dibuat kepadanya dan kelaliman yang dilakukan terhadap Yusuf. Pengakuan saudara-saudara Yusuf tentang kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya itu adalah pengakuan yang kedua kalinya. Sebelum itu pernah mereka mengakui dosa dan kesalahannya di hadapan Yusuf, hanya pada waktu itu Yusuf langsung memohon semoga Allah swt. mengampuninya tanpa ada permintaan dari mereka.


98 Yaqub berkata: `Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang`.(QS. 12:98)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 98 

قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (98

Setelah Yakub melihat kesadaran anak-anaknya dan mengakui kesalahannya dengan terus-terang yang kemudian meminta supaya ayahnya memohonkan ampunan kepada Allah swt., beliau menjawab: Nantilah aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Allah swt. Semoga Allah swt. mengampunimu karena Dia itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dia tidak akan mengecewakan seorang mukmin yang memohon kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.


99 Maka tatkala mereka masuk ke (tempat) Yusuf, Yusuf merangkul ibu bapanya dan dia berkata: `Masuklah kamu ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman`.(QS. 12:99)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 99

فَلَمَّا دَخَلُوا عَلَى يُوسُفَ آوَى إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ (99

Pada ayat-ayat ini dikisahkan bahwa saudara-saudara Yusuf berangkat pulang ke negerinya untuk memboyong semua keluarganya ke Mesir sesuai dengan anjuran Yusuf. Setelah sampai, mereka memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang kedudukan Yusuf di Mesir dan bahwa Yusuf adalah penguasa yang berkuasa penuh di sana yang kemudian disampaikan pula bahwa Yusuf mengundang semua keluarganya untuk menetap di Mesir bersama-sama dengan dia, menikmati kemajuan dan keindahan kota Mesir. Mendengar berita itu berangkatlah mereka beramai-ramai ke Mesir. Setelah mereka sampai di Mesir dan menuju ke tempat Yusuf, bertemulah mereka dengan Yusuf dan rombongannya di tengah jalan yang pergi menjemput mereka. Yusuf merangkul kedua orang tuanya dan berkata: "Silakan memasuki negeri Mesir dengan selamat dan aman. Kamu sekalian tidak akan mengalami kesulitan dan kelaparan insya Allah sekalipun musim kemarau masih saja mencekam." Ucapan Yusuf "insya Allah" ini menjadi pelajaran bagi kita kaum muslimin bahwa bila hendak melakukan sesuatu supaya disandarkan kepada kehendak Allah dengan mengucapkan "insya Allah". Hal ini menjadi kebiasaan bagi para nabi-nabi dan siddikin sesuai dengan firman Allah swt.:

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَلِكَ غَدًا
Artinya:
Dan janganlah sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi kecuali (dengan menyebut) insya Allah."
(Q.S. Al-Kahfi: 23, 24)
Menurut suatu riwayat atas anjuran seorang Yahudi ada beberapa orang Quraisy bertanya kepada Muhammad saw. tentang ruh, ashabul kahfi dan Zulkarnain. Beliau menjawab: "Datang saja besok pagi, nanti akan aku jelaskan pertanyaanmu itu," tanpa mengucapkan insya Allah. Tetapi besok pagi wahyu belum juga datang menceritakan hal-hal tersebut sebagai jawaban kepada mereka. Nabi pun gelisah, maka turunlah ayat ini.


100 Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: `Wahai ayahku inilah ta_bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS. 12:100)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yusuf 100 

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (100

Kemudian Yusuf mengangkat kedua orang tuanya dan mendudukkannya di atas singgasana kerajaannya sebagai penghormatan lebih daripada apa yang telah diperbuat kepada saudara-saudaranya. Mereka merebahkan diri seraya sujud menghormat kepada Yusuf sebagaimana lazimnya orang-orang menghormati kepada raja dan orang-orang besarnya pada waktu itu. Cara ini pernah juga berlaku pada diri Yakub. Dia pernah sujud menghormat kepada saudaranya ketika bertemu setelah berpisah sekian lamanya. Berkatalah Yusuf: "Wahai ayahku, inilah takbir mimpiku dahulu ketika saya masih keci1 yang telah saya sampaikan kepada ayah dengan ucapan:

إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ
Artinya:
Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku.
(Q.S. Yusuf: 4)
Allah swt. menjadikan mimpiku itu benar-benar terjadi bukan khayalan. Sebelas bintang itulah saudara-saudaraku yang berjumlah sebelas orang sedang matahari dan bulan adalah ayah dan ibuku. Dengan keluarga inilah Allah swt. memelihara keturunan Nabi Ishak anak Nabi Ibrahim as. untuk mengembangkan agama tauhid di muka bumi ini. Selanjutnya Yusuf berkata kepada ayahnya: "Allah swt. telah berbuat baik kepadaku. Dia melepaskan aku dari penjara dan mengangkatku sebagai penguasa. Dia yang memindahkan ayah dari dusun padang pasir berpenghidupan sederhana dan kasar ke negeri yang ramai, menikmati hidup yang bahagia, penyiaran agama yang benar, tolong-menolong di dalam memajukan ilmu pengetahuan dan perindustrian. Ini semua terjadi setelah setan memutus hubungan silaturahmi antara aku dan saudara-saudaraku sehingga rusaklah perhubungan persaudaraan, dan timbullah rasa dengki dan jahat sangka antara kita. Sesungguhnya Allah swt. itu mengetahui segala sesuatu yang bagaimana pun halusnya, bersifat lemah lembut kepada hamba-hamba-Nya, menetapkan apa yang Dia kehendaki dengan kebijaksanaan. Sesungguhnya Dia itu Maha Mengetahui apa yang menjadi maslahat bagi hamba-hamba-Nya. Tiada suatu hal yang tersembunyi bagi-Nya mulai dari pangkal sampai ujungnya. Maha Bijaksana di dalam segala hal, membalas orang-orang yang berbuat baik dengan kebaikan, dan kesudahan yang baik diberikan kepada orang-orang yang bertakwa."

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yusuf 100

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا وَقَالَ يَا أَبَتِ هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (100)
(Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya) yakni Yusuf mendudukkan kedua orang tuanya sejajar dengannya (ke atas singgasananya.) tempat duduknya (Dan mereka merebahkan diri) yakni kedua orang tuanya dan semua saudara-saudaranya (kepada Yusuf seraya bersujud) yang dimaksud adalah sujud dengan membungkukkan badan bukannya sujud dalam arti kata meletakkan kening; cara itu merupakan penghormatan yang berlaku pada zamannya. (Dan berkata Yusuf, "Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku) terhadap diriku (ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara) Nabi Yusuf tidak menyinggung masalah sumur, hal ini sengaja ia lakukan demi menghormati saudara-saudaranya supaya mereka tidak malu (dan ketika membawa kalian dari dusun padang pasir) dari kampung padang pasir (setelah dirusak) dikacaukan (oleh setan hubungan antara aku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Rabbku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui) tentang makhluk-Nya (lagi Maha Bijaksana.") di dalam pekerjaan-Nya. Kemudian ayah Nabi Yusuf (Yakub) bermukim bersama Yusuf selama dua puluh empat tahun atau tujuh belas tahun. Disebutkan bahwa masa perpisahan mereka delapan belas tahun lamanya atau empat puluh tahun atau delapan puluh tahun. Kemudian Nabi Yakub menjelang ajalnya, sebelum itu ia berwasiat kepada Nabi Yusuf supaya ia dikebumikan di dekat ayahnya, yaitu Nabi Ishak. Lalu Nabi Yusuf membawa jenazah ayahnya ke tempat yang diisyaratkannya dalam wasiat dan mengebumikannya di tempat tersebut. Setelah itu Nabi Yusuf kembali ke Mesir dan ia tinggal di negeri itu sesudah Nabi Yakub meninggal dunia selama dua puluh tiga tahun. Ketika urusannya telah sempurna kemudian ia mengetahui bahwa dirinya tidak akan abadi dalam keadaan demikian lalu hatinya menginginkan agar ia hijrah ke kerajaan yang abadi, yakni akhirat. Untuk itu berkata seraya berdoa:


Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [6]
Ayat 81 s/d 100 dari [111]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU