Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 38. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 38. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Oktober 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH SHAAD AYAT 81 - 88 ( 05 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : SHAAD
Ayat [88]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:5/5
81 sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)`.(QS. 38:81)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 81

إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ(81

(Sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya") yakni waktu tiupan sangkakala yang pertama atau hari kiamat.
82 Iblis menjawab: `Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan merreka semuanya,(QS. 38:82)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 82 

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82

Selanjutnya Iblis berdoa lagi: "Wahai Tuhanku, demi kekuasaan dan kemuliaan Engkau, berilah aku kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan Engkau, dengan menjadikan mereka memandang baik perbuatan buruk dan maksiat yang mereka kerjakan.
83 kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlas di antara mereka,(QS. 38:83)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 83 

إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ (83

Selanjutnya Iblis mengatakan: "Tentu saja hamba-hamba Engkau yang kuat imannya, yang tunduk dan patuh kepada Engkau, tidak dapat aku menggodanya dan menyesatkannya. Yang mungkin aku sesatkan hanyalah orang-orang kafir seperti aku dan orang-orang yang lemah imannya.
84 Allah berfirman: `Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan(QS. 38:84)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 84 - 85

قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (84) لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ (85

Allah mengabulkan permintaan Iblis: "Yang hak itu ada pada-Ku dan yang hak itulah Aku katakan. Yang hak itu ialah neraka Jahanam itu aku penuhi dengan engkau dan anak cucumu yang datang kemudian dan yang mengikuti engkau dalam kesesatan, dari sebagian anak cucu Adam.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 84 

قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (84

(Allah berfirman, "Maka yang benar adalah sumpah-Ku dan hanya kebenaran itulah yang Kukatakan") dapat dibaca Falhaqqa Wal Haqqa atau Falhaqqu Wal Haqqa; kalau dibaca Nashab berarti dinashabkan oleh Fi'il yang sesudahnya. Bila lafal pertama dinashabkan, menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa dinashabkan oleh Fi'll yang telah disebutkan. Menurut pendapat yang lainnya lagi dinashabkan karena menjadi Mashdar, bentuk asalnya adalah Uhiqqal Haqqa. Menurut pendapat yang lainnya lagi karena huruf Qasamnya dicabut. Dibaca Rafa' atas dasar karena menjadi Mubtada yang dibuang Khabarnya, bentuk asalnya adalah Falhaqqu Minnii. Menurut pendapat yang lainnya lagi bentuk asalnya adalah, Falhaqqu Qasami, dan jawab Qasamnya ialah kalimat berikutnya, yaitu:
85 Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di antara mereka kesemuanya.(QS. 38:85)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 85

لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ(85

(Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahanam dengan jenis kamu) berikut keturunanmu (dan dengan orangorang yang mengikuti kamu di antara mereka) yakni umat manusia (semuanya.)
86 Katakanlah (hai Muhammad): `Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas dakwahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan.(QS. 38:86)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 86 

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (86

Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik: "Hai orang-orang musyrik: "Aku tidak mengharapkan apalagi meminta upah kepadamu sebagai imbalan dari tugasku menyampaikan agama Allah kepadamu. Sedikitpun aku tidak mengharapkannya. Hanyalah Allah yang akan memberi upahku. Kamu telah mengenalku dengan sebaik-baiknya bahwa aku tidak pernah mengada-adakan dan membuat yang bukan-bukan.
Dari ayat ini dipahami agar orang-orang yang beriman berbuat seperti yang telah diperbuat Rasulullah, yaitu selalu menyampaikan agama Allah kepada manusia, walaupun agama Allah itu hanya sedikit yang baru diketahuinya, sebagaimana hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud, Rasulullah saw bersabda:


أيها الناس من علم منكم علما فليقل به, ومن لم يعلم فليقل: الله تعالى أعلم قال الله تعالى لرسوله صلى الله عليه وسلم قل لا أسألكم ... الآية.
Artinya:
"Wahai sekalian manusia, barangsiapa di antara kamu yang memperoleh pengetahuan, maka hendaklah ia mengatakannya. Dan barangsiapa yang tidak mengetahui hendaklah ia menyatakan "Allah Taala lebih mengetahui, Allah Taala berkata kepada Rasulullah saw. "Qul ma'as 'alukum..." sampai akhir ayat. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 86 

قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ (86

(Katakanlah! "Aku tidak meminta kepada kalian atas hal ini) atas penyampaian risalah ini (upah sedikit pun) persenan sedikit pun dari kalian (dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan) maksudnya, membuat-buat Alquran dari diriku sendiri.
87 Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.(QS. 38:87)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 87 

إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (87

Allah SWT menegaskan bahwa Alquran ini petunjuk dan pengajaran bagi jin dan manusia. Semua orang yang sehat akal pikirannya, tentu mengakui kebenaran Alquran. Petunjuk ke jalan yang lurus dan sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil.
88 Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita al-Quran setelah beberapa waktu lagi.(QS. 38:88)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

 Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 88

وَلَتَعْلَمُنَّ نَبَأَهُ بَعْدَ حِينٍ(88

(Dan sesungguhnya kalian akan mengetahui) hai orang-orang kafir Mekah (berita Alquran) yaitu berita kebenarannya (setelah beberapa waktu lagi") yakni pada hari kiamat nanti. Lafal 'Alima bermakna 'Arafa yakni mengetahui. Huruf Lam sebelumnya adalah Lam Qasam bagi lafal yang diperkirakan, bentuk asalnya adalah, Wallaahi Lata'lamunna. 

sebagai bahan renungan silahkan dilihat di http://www.keajaibanalquran.com

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 81 s/d 88 dari [88]


Tafsir ini di kutip/disalain dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia

Selasa, 15 Oktober 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH SHAAD AYAT 61 - 80 ( 04 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : SHAAD
Ayat [88]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:4/5
61 Mereka berkata (lagi): `Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka`.(QS. 38:61)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 61 

قَالُوا رَبَّنَا مَنْ قَدَّمَ لَنَا هَذَا فَزِدْهُ عَذَابًا ضِعْفًا فِي النَّارِ (61

Bahkan penduduk neraka yang baru datang itu berdoa kepada Tuhan agar menambah azab yang berat kepada orang-orang yang telah menyesatkan mereka itu dengan mengatakan: "Wahai Tuhan kami timpakanlah azab yang berlipat ganda kepada pemimpin-pemimpin dan pemuka-pemuka agama kami yang telah menyebabkan kami menderita karena azab yang berat ini.
Ayat lain yang searti dengan ayat ini firman Allah SWT:


ربنا هؤلاء أضلونا فآتهم عذابا ضعفا من النار
Artinya:
Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka. (Q.S. Al A'raf: 38)
62 Dan (orang-orang durhaka) berkata: `Mengapa kami tidak melihat orang- orang yang dahulu (di dunia) kami angkat sebagai orang-orang yang jahat(hina).(QS. 38:62)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 62 

وَقَالُوا مَا لَنَا لَا نَرَى رِجَالًا كُنَّا نَعُدُّهُمْ مِنَ الْأَشْرَارِ (62

Orang-orang kafir itu saling bertanya sesamanya, setelah mereka tidak melihat seorangpun orang-orang yang beriman yang mereka anggap hina sewaktu di dunia: "Mengapa kita tidak melihat seorangpun dari orang-orang yang sewaktu di dunia kita pandang sebagai orang bodoh, orang jahat dan orang hina yang tidak ada kebaikan pada dirinya".
Berkata lbnu Abbas: "Yang mereka maksud dengan orang bodoh dan jahat adalah sahabat Rasul, Abu Jahal berkata: Di mana Bilal, di mana Suhaib, di mana Ammar, mereka semuanya di dalam surga. Kasihan Abu Jahal, anaknya Ikrimah dan Juwairiyah masuk Islam, demikian pula ibunya, saudaranya, sedang ia sendiri kafir.
63 Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka(QS. 38:63)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 63 

أَأَتَّخَذْنَاهُمْ سِخْرِيًّا أَمْ زَاغَتْ عَنْهُمُ الْأَبْصَارُ (63

Selanjutnya mereka saling bertanya sesama mereka: "Apakah karena telah kita ejek dan perolok-olokkan sewaktu di dunia, sehingga mereka tidak masuk neraka ini, sedang mereka adalah orang-orang yang tidak pantas diejek dan diperolok-olokkan. Atau mereka sebenarnya telah masuk bersama-sama kita ke dalam neraka, tetapi kita tidak melihat mereka. Demikianlah keadaan orang-orang kafir di dalam neraka, mereka sating salah menyalahkan, sating tuduh-menuduh, bahkan mereka sating bertengkar antara yang satu dengan yang lain.
64 Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghunineraka.(QS. 38:64)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 64 

إِنَّ ذَلِكَ لَحَقٌّ تَخَاصُمُ أَهْلِ النَّارِ (64

Pada ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa semua yang diceritakan itu benar-benar akan terjadi, tidak diragukan sedikitpun. Orang-orang kafir itu akan selalu bertengkar sesama mereka di dalam neraka nanti.
65 Katakanlah (ya Muhammad): `Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Ilah selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.(QS. 38:65)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 65 

قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (65

Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik Mekah: "Aku ini adalah Rasul Allah yang menyampaikan janji dan ancaman Nya kepada manusia. Ancaman Nya ialah azab yang pedih akan ditimpakan kepada orang-orang yang menyalahi perintah-Nya sebagaimana yang telah ditimpakan kepada orang-orang yang sebelumnya, seperti kaum 'Ad, Samud dan sebagainya". Selanjutnya Rasulullah saw menyatakan bahwa dia bukanlah tukang sihir sebagaimana yang mereka tuduhkan dan bukan pula seorang pendusta. Ia bukanlah seorang yang berkuasa atas manusia, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT":


فذكر إنما أنت مذكر لست عليهم بمسيطر
Artinya:
Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka. (Q.S. Al Gasyiah: 21-22)
Allah SWT menerangkan tugas seorang Rasul dan batas-batas kemampuan, Dia menerangkan ajaran yang harus disampaikan kepada orang-orang kafir itu, yaitu: "Tidak ada satupun Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya".
66 Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(QS. 38:66)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 66 

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (66

Dialah Tuhan yang tidak dapat ditandingi oleh siapapun. Tuhan Yang Maha Perkasa, Maha Kuasa, menguasai, mengatur, mengawasi dan memelihara kelangsungan hidup segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Dialah Tuhan Yang Maha Mengampuni segala dosa-dosa hamba yang dikehendaki-Nya.
67 Katakanlah: `Berita itu adalah berita yang benar,(QS. 38:67)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 67 - 68 

قُلْ هُوَ نَبَأٌ عَظِيمٌ (67) أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَ (68

Katakanlah hai Muhammad kepada orang-orang musyrik itu bahwa berita tentang Rasul utusan Allah yang memberi peringatan kepada manusia dan berita keesaan dan kekuasaan Allah, tiada sekutu bagi Nya adalah berita yang sangat besar faedahnya bagi seluruh manusia, karena berita itu dapat menyelamatkan manusia dari kesesatan, dapat menunjukkan kepada manusia jalan yang lurus, jalan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak akan mau mengerti bahkan mereka berpaling dari agama Allah.
68 yang kamu berpaling daripadanya.(QS. 38:68)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad  68 



أَنْتُمْ عَنْهُ مُعْرِضُونَ (68


(Yang kalian berpaling darinya) dari Alquran yang aku beritakan dan aku datangkan kepada kalian; di dalamnya terdapat hal-hal yang tidak dapat diketahui, melainkan hanya dengan jalan wahyu. Yang dimaksud dengan berita yang besar itu ialah:
69 Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al malaul ala (malaikat) itu ketika mereka berbantah-bantahan.(QS. 38:69)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 69 - 70 

مَا كَانَ لِيَ مِنْ عِلْمٍ بِالْمَلَإِ الْأَعْلَى إِذْ يَخْتَصِمُونَ (69) إِنْ يُوحَى إِلَيَّ إِلَّا أَنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (70

Selanjutnya Rasulullah saw diperintahkan Allah SWT menyatakan kepada orang-orang musyrik Mekah: "Seandainya Allah SWT tidak menurunkan wahyu kepadaku, tentulah aku tidak akan mengetahui para malaikat yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah, tidak pula mengetahui pembicaraan yang dilakukan para malaikat, Iblis dan Adam di hadapan Allah. Malaikat dan Adam tunduk dan patuh kepada Allah, sedang Iblis menjadi orang yang ingkar dan durhaka kepada Nya.
Pada akhir ayat ini Rasulullah saw menegaskan lagi tugas yang diberikan Allah SWT: "Aku ini hanyalah seorang Rasul yang memberi petunjuk dan peringatan, bukanlah seorang yang dapat memaksa manusia masuk agama Islam".
70 Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.`(QS. 38:70)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad  70

إِنْ يُوحَى إِلَيَّ إِلَّا أَنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (70

 (Tidak) tiada (diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku) yakni aku ini (hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata") artinya nyata peringatannya.
71 (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: `Sesungguhnya Aku akan menciptakan menusia dari tanah`.(QS. 38:71)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 71 

إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ طِينٍ (71

Para malaikat dan Iblis saling berbantahan dan berdebat setelah Allah menyampaikan kepada mereka bahwa Dia akan menciptakan seorang manusia dari tanah. Yang mereka perbantahkan itu ialah faedah dari adanya manusia yang akan diciptakan Allah itu. Perbantahan ini diterangkan dalam firman Allah SWT:


وإذ قال ربك للملئكة إني جاعل في الأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك
Artinya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau. (Q.S. Al Baqarah: 30)
72 Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruh(ciptaan)-Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya`.(QS. 38:72)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 72 - 74 

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ (72) فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (73) إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (74

Selanjutnya Allah SWT menyampaikan kepada Malaikat bahwa: "Apabila telah Aku sempurnakan kejadian manusia itu dan telah Aku tiupkan roh ke dalam tubuhnya, maka sujudlah kamu sekalian kepada Adam, sebagai tanda penghormatan kepadanya".
Dalam ayat ini tidak diterangkan proses penciptaan Adam as tetapi diterangkan bahwa Adam telah ada, dan para malaikat telah bersujud menghormatinya. kecuali Iblis. Ia enggan menghormati Adam, karena itu ia termasuk makhluk yang ingkar kepada Allah SWT.
73 Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya(QS. 38:73)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad  73

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ (73

(Lalu seluruh malaikat itu sujud semuanya) di dalam ayat ini terdapat dua Taukid, yaitu lafal Kulluhum dan lafal Ajma 'uuna.
74 Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir.(QS. 38:74)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad  74

  إِلَّا إِبْلِيسَ اسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ (74

 (Kecuali iblis) dia adalah bapaknya jin yang dahulunya campur bersama dengan malaikat (dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir) menurut ilmu Allah.
75 Allah berfirman: `Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?`.(QS. 38:75)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 75 

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَأَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ (75

Allah menghardik Iblis: "Hai Iblis, apa yang menyebabkanmu enggan sujud menghormati Adam, suatu makhluk yang telah Aku ciptakan sendiri dengan kekuasaan Ku?, Aku sendirilah yang menciptakan Adam itu , bukan makhluk Ku yang menciptakannya. Kenapa kamu berlaku angkuh dan sombong. Apakah kamu telah merasa dirimu lebih tinggi dan lebih terhormat di antara makhluk-makhluk yang telah Aku ciptakan, sehingga kamu berpendapat bahwa kamu berhak dan berwenang berbuat apa yang kamu inginkan?".
76 Iblis berkata: `Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah`.(QS. 38:76)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 76 

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ (76

Iblis menjawab dengan membangkang kepada Allah: Aku lebih baik dari pada Adam, karena Engkau menjadikan aku dari api, sedang Engkau menjadikan Adam dari tanah.
77 Allah berfirman: `Maka kelurlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir,(QS. 38:77)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 77 - 78 

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ (77) وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (78

Karena kedurhakaan Iblis yang enggan menaati perintah Allah, yang memerintahkannya supaya sujud kepada Adam itu, maka Allah SWT mengusir Iblis dari dalam surga, dan menjadikannya sebagai makhluk yang terkutuk. Kutukan itu tetap berlaku atas Iblis sampai Hari Kiamat, yaitu hari pembalasan terhadap semua perbuatan manusia.
78 Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan`.(QS. 38:78)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad  78

 وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ (78

(Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan") yakni hari Allah melakukan pembalasan.
79 Iblis berkata: `Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan`.(QS. 38:79)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 79 

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (79

Setelah Iblis menjadi makhluk yang terkutuk, maka ia berdoa kepada Allah SWT: "Wahai Tuhanku, jika Engkau telah menjadikan aku sebagai makhluk Mu yang terkutuk dan telah terjauh dari rahmat Mu, maka aku mohon agar umurku dipanjangkan, hingga sampai hari berbangkit nanti. Janganlah engkau wafatkan aku selama dunia masih ada.
80 Allah berfirman: `Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,(QS. 38:80)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 80 - 81 

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ (80) إِلَى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ (81

Allah SWT mengabulkan doa Iblis itu, dengan membiarkan Iblis tersebut hidup sampai Hari Kiamat nanti.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 61 s/d 80 dari [88]


Tafsir ini di salin/dicopy dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Sabtu, 12 Oktober 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH SHAAD AYAT 41 - 60 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : SHAAD
Ayat [88]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/5
41 Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya; `Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dari siksaan`.(QS. 38:41)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 41

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (41

Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menceritakan kepada kaumnya kisah Ayub yang sangat saber menghadapi cobaan hidup dan taat kepada Allah. Pada saat ia menghadapi cobaan yang sangat berat ia berdoa kepada Allah, mengadukan agar penderitaannya itu dihilangkan.
Menurut penelitian ahli tafsir, Ayub adalah seorang Nabi yang sangat kaya. Ia sebagai pengusaha tanah dan pemelihara ternak. Di samping itu juga sebagai pemimpin kaumnya di sebuah negeri yang terletak di sebelah tenggara laut mati. Negerinya terletak di antara kota Adum dan padang pasir Arab, sangat subur, diairi oleh mata air yang sangat banyak. Ia hidup di antara zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Semula beliau hidup makmur dan bahagia, amat taat beragama, banyak sanak keluarganya. Ia sangat bangga atas hasil usahanya yang dicapai, juga atas kekayaan, keluarganya dan kesehatannya. Kemudian Allah SWT ingin menguji ketabahannya. Lalu ia menderita sakit kulit yang sangat parah. Begitu beratnya penyakitnya dan begitu lama dideritanya hingga harta bendanya habis, dan keluarganya bertebaran ke negeri-negeri sekitarnya mencari penghidupan. Di tengah-tengah penderitaannya itulah ia merasa sangat payah. Ia merasa ada setan yang mengusik jiwanya beribadah kepada Allah. Lalu ia mengadukan kepada Allah agar diberi petunjuk untuk melepaskan dirinya dari kepayahan dan siksanya.
Allah SWT berfirman:


وأيوب إذ نادى ربه أني مسني الضر وأنت أرحم الراحمين
Artinya:
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. (Q.S. Al Anbiya: 83)
42 (Allah berfirman): `Hantamkanlah kakimu; Inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.(QS. 38:42)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 42 - 43 

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (42) وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ (43

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa karena ketaatan dan kesabaran Ayub menghadapi cobaan, Allah SWT mengabulkan doanya dengan memerintahkan kepadanya agar menghentakkan kakinya ke bumi. Kemudian dari bumi yang dihentak Ayub itu memancarlah mata air yang sejuk. Lalu Ayub diperintahkan agar mandi dan minum air itu. Lambat laun penyakit Ayub makin berkurang dan akhirnya sembuh kembali seperti sedia kala.
Sesudah itu ia menghimpun kembali keluarganya yang telah terpencar-pencar, dan mereka dapat menyebarkan keturunan yang berlipat ganda, sebagai rahmat Allah kepadanya dan kepada keturunannya.
Pada akhir ayat Allah SWT menegaskan bahwa ketaatan dan kesabaran Ayub itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia bahwa rahmat Allah SWT itu dekat sekali pada orang-orang yang senantiasa melakukan perbuatan yang baik dan menjadi suri teladan pula bahwa setiap perjuangan itu meskipun pada mulanya terasa sangat payah, tetapi apabila dilakukan dengan penuh ketabahan, niscaya segala kesulitan pasti dapat diatasi, dan kemenangan pasti diraihnya juga, dan sebagai pengalaman yang berharga yang dapat dipetik dari kisah Ayub ini ialah bahwa orang tidak boleh berputus asa untuk mencari jalan ke luar dalam waktu menghadapi rintangan, hingga ia mendapatkan jalan untuk mengatasi rintangan itu, dengan memohon petunjuk kepada Allah agar diberi limpahan hidayah-Nya.
43 Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan ) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dam pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.(QS. 38:43)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 43

وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ (43

(Dan Kami anugerahi dia dengan mengumpulkan kembali keluarganya dan Kami tambahkan kepada mereka sebanyak mereka) maksudnya, Allah menghidupkan kembali anak-anaknya yang telah mati itu, dan menambah pula kepadanya anak lain sejumlah anak yang telah mati itu (sebagai rahmat) sebagai nikmat dan karunia (dari Kami dan pelajaran) nasihat (bagi orangorang yang mempunyai pikiran) yaitu bagi orang-orang yang berakal.
44 Dan ambillah dengan tanganmu seikat(rumput), maka pukullah dengan itu(isterimu) dan janganlah kamu melanggar sumpah.Sesungguhnya kami dapati dia(Ayyub) seorang yang sabar.Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat(kepada Tuhannya).(QS. 38:44)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 44 

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (44

Kemudian Allah SWT mengisahkan keringanan yang diberikan kepada Ayub. Allah SWT memerintahkan agar mengambil seberkas rumput untuk dipukulkan kepada istrinya. Pukulan rumput ini cukup sebagai pengganti dari sumpah yang pernah ia ucapkan. Di dalam ayat-ayat Alquran tidak disebutkan apa sebab ia bersumpah dan apa sumpahnya. Hanya hadis sajalah yang menyebutkan bahwa ia bersumpah karena istrinya, yang bernama Rahmah putri Ifraim, pergi untuk sesuatu keperluan yang terlambat datangnya. Ayub bersumpah akan memukulnya 100 kali apabila ia sembuh. Maka dengan pukulan seikat rumput itu telah dianggap memadai ganti sumpahnya, sebagai kemurahan bagi Ayub sendiri dan bagi istrinya yang telah melayani dengan baik pada saat Ayub sakit.
Dengan adanya kemurahan Allah itu Ayub pun terhindar dari melanggar sumpah.
Di akhir ayat Allah SWT memuji bahwa Ayub hamba-Nya yang sabar, baik dan taat. Sabar menghadapi cobaan yang diberikan kepadanya, baik cobaan yang menimpa dirinya, hartanya serta keluarganya. Dia dimasukkan dalam golongan hamba-Nya yang baik perangainya karena tidak mudah berputus asa, menumpahkan harapannya kepada Allah. Juga sebagai hamba-Nya yang taat, karena kegigihannya memperjuangkan perintah-perintah agama dan memelihara dirinya dan keluarganya serta kaumnya dari kehancuran.
Mengenai ketaatan Ayub dapat diikuti sebuah riwayat bahwa apabila ia menemui cobaan mengatakan: 

اللهم أنت أخذت وأنت أعطيت
Artinya:
Ya Allah Engkaulah yang mengambil dan Engkau pula yang memberi.
Dan pada waktu bermunajat ia pun berkata: 

إلهي قد علمت أنه لم يخالف لساني قلبي ولم يتبع قلبي بصري ولم يلهني ما ملكت يميني ولم آكل إلا ومعي يتيم ولم أبت شبعان ولا كاسيا ومعي جائع أو عريان
Artinya:
Ya Tuhanku: "Engkau telah mengetahui betul bahwa lisanku tidak akan berbeda dengan hatiku, hatiku tidak mengikuti penglihatan, hamba sahaya yang kumiliki tidak akan mempermainkan aku, saya tidak makan terkecuali bersama-sama anak yatim dan saya tidak berada dalam keadaan kenyang dan berpakaian sedang di sampingku ada orang yang lapar atau telanjang.
45 Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yaqub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.(QS. 38:45)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 45 

وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ (45

Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengisahkan kepada kaumnya perjuangan Nabi Ibrahim, dan putra beliau Ishak yang juga diangkat menjadi Nabi, serta cucunya yang mencapai derajat kenabian juga.
Mereka itu hamba-hamba Allah yang terkenal ketabahannya dan mencapai kemuliaan karena ketaatannya kepada Allah. Karena perjuangannya yang gigih dalam menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, mereka ini dilimpahi kekuatan oleh Allah untuk memiliki ilmu pengetahuan agama yang luas dan kekuatan untuk memimpin kaumnya ke jalan yang terang, jauh dari kesesatan, serta diberi kemampuan untuk melaksanakan amal perbuatan yang diridai Allah, yang bermanfaat bagi kepentingan hidup kaumnya di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat.
Di dalam ayat ini terdapat sindiran bagi kaum musyrikin, bahwa apabila mereka tidak mau mengambil pelajaran dari kisah tersebut tentulah mereka akan tetap berada dalam kesesatan dan di akhirat nanti mereka akan mengalami penderitaan yang sangat mengerikan.
46 Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.(QS. 38:46)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 46 

إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ (46

Kemudian Allah SWT menjelaskan sebab para Nabi tersebut mencapai kemuliaan baik dunia ataupun akhirat. Sebabnya ialah bahwa mereka itu memelihara kebersihan jiwa dan menjauhkan diri dari dosa yang tercela. Oleh karena jiwa mereka bersih dari noda-noda kemusyrikan maka mereka ikhlas menaati perintah-perintah Allah. Juga karena mereka selalu menjauhi perbuatan-perbutan tercela, maka mereka gigih dalam memperjuangkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan. Dengan demikian tergambarlah dalam jiwa mereka akhlak yang tinggi, dan sifat yang mulia yang menyebabkan mereka patut diteladani. Seluruh kegiatan mereka baik berupa tenaga, harta, maupun pikirannya, semata-mata dipergunakan untuk peribadatan secara murni, dengan tujuan ingin mendapat rida Ilahi dan menjunjung tinggi kalimat Tauhid. Dengan landasan itulah mereka selalu memperingatkan kaumnya pada kehidupan akhirat yang kekal. Kenikmatan di dunia yang hanya sementara itu hendaknya dijadikan sarana untuk berbakti pada Allah SWT, sehingga dengan demikian mereka di akhirat memperoleh kenikmatan yang tiada putus-putusnya, yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keridaan-Nya. Sedang hamba-hamba-Nya yang ingkar dan selalu bergelimang dalam kesesatan hidup mereka ini akan merasakan azab yang sangat pedih.
47 Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang baik.(QS. 38:47)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 47 

وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ (47

Dalam pada itu Allah SWT menegaskan bahwa para hamha pilihannya Ibrahim, Ishak dan Yakub, benar-benar mempunyai jiwa yang bersih. Tak tergores sedikitpun dalam jiwa mereka tanda-tanda yang tercela, seperti sifat hasad, dengki dan takabur, melainkan terpancarlah dari dalamnya sifat-sifat yang terpuji yang menjadi teladan dan contoh yang baik bagi kaumnya.
Pelajaran yang dapat diambil dan ayat ini ialah, kebersihan jiwa dan kesehatan akal merupakan syarat yang harus dipenuhi bagi orang yang menginginkan kemuliaan baik dunia maupun akhirat. Orang yang jiwanya bersih dan akalnya sehat tentu melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ada pada dirinya dan ada di langit dan bumi serta isinya. Sedang orang yang jiwanya kotor dan pikirannya terbelenggu oleh kebendaan, tentu tidak akan melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak akan melihat kebenaran wahyu yang dibawa oleh Rasul.
48 Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik(QS. 38:48)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 48 

وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِ (48

Kemudian Allah memerintahkan lagi kepada Rasulullah agar mengisahkan Nabi-nabi yang lain, yaitu Ismail, Ilyas; dan Zulkifli kepada kaumnya. Mereka ini adalah Nabi-nabi yang gigih memperjuangkan tegaknya agama Allah di tengah-tengah kaumnya.
Pada penghujung ayat, Allah SWT menegaskan bahwa mereka ini adalah hamba-hamba Allah yang paling baik, berakhlak tinggi berbudi luhur, membimbing kaumnya agar taat kepada Allah dan menjauhi kemusyrikan.
49 Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,(QS. 38:49)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 49 

هَذَا ذِكْرٌ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ (49

Allah SWT menjelaskan bahwa ayat-ayat yang menceritakan kemuliaan para Nabi dan kebahagiaan mereka di akhirat adalah kehormatan bagi mereka untuk selalu diingat oleh manusia.
Di samping mereka di dunia memperoleh kemuliaan di akhiratpun mereka akan disediakan tempat kembali yang baik. Dalam ayat ini para Nabi disifati dengan orang-orang yang takwa, agar orang-orang yang memperhatikan seruan Rasulullah pada saat mendengar firman Allah ini menjadi sadar, bahwa apabila mereka mau mencontoh dan meneladani perjuangan para Rasul itu, tentu akan memperoleh kehormatan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan untuk seterusnya orang-orang yang mau melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan Nya, tentu memperoleh nasib yang sama pula.
50 (yaitu) surga Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,(QS. 38:50)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 50 - 52 

جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ (50) مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52

Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan betapa nikmatnya tempat kembali yang disediakan kepada para Rasul dan orang-orang yang bertakwa itu. Pintu selalu terbuka, dan keadaannya selalu menyenangkan, sebagai tanda bahwa segalanya telah dipersiapkan untuk menghormati hamba-hamba pilihan Allah yang akan menghuninya. Kamar-kamarnya yang luas mempesona, pelayan-pelayannya yang indah dipandang mata, dan suasana ligkungannya yang mencengangkan. Semuanya dalam tata ciptaan yang mempesonakan, yang belum pernah terlihat pandangan mata, belum pernah terngiang di daun telinga dan belum pernah terlintas dalam hati.
Di dalam surga itu selera mereka terpenuhi, dipan-dipan tempat mereka membaringkan diri, tersedia serba memuaskan, buah-buahan yang beraneka ragam, jenis rasa dan aromanya, serta minuman dengan segala macamnya, siap disuguhkan.
Sebenarnya kenikmatan yang terdapat dalam surga itu adalah puncak dari seluruh kenikmatan. Adapun kenikmatan yang ada di surga itu diungkapkan dengan buah-buahan dan minuman adalah sebagai penonjolan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Quraisy pada waktu itu.
Apabila disebutkan buah-buahan yang beraneka ragam dan minuman yang bermacam rupa, sudah barang tentu selera mereka terangsang, dan timbullah keinginan mereka untuk menikmati. Di samping itu mereka didampingi oleh bidadari-bidadari yang sangat sopan. Masing-masing penghuni surga dilayani oleh bidadari-bidadari yang khusus untuknya, dan tidak memberikan pelayanannya kepada penghuni surga yang lain. Semua bidadari sama-sama cantiknya dan sama-sama remaja.
51 didalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.(QS. 38:51)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 51

مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51

(Di dalamnya mereka bertelekan) di atas dipan-dipan (sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.)
52 Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.(QS. 38:52)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 52

وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52 

 (Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya) yakni mereka hanya memandang kepada suaminya dan menundukkan pandangan mata dari yang lainnya (dan sebaya umurnya) umur mereka sebaya, yaitu sekitar tiga puluh tiga tahunan. Lafal Atraabun adalah bentuk jamak dari lafal Turbun.
53 Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.(QS. 38:53)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 53 - 54 

هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ (53) إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ (54

Allah SWT menegaskan bahwa segala macam kenikmatan yang terdapat di surga itulah yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa, yang pasti tiba setelah manusia seluruhnya dibangkitkan kembali dari kubur, dan diadili di padang Mahsyar. Dalam pada itu Allah menegaskan bahwa nikmat yang ada di surga itu bukan sembarang kenikmatan, tetapi nikmat yang tiada putus-putusnya.
54 Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya.(QS. 38:54)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 54

إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ (54

(Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya) yang tak putus-putusnya; jumlah ayat ini menjadi Haal dari lafal Larizqunaa, atau sebagai Khabar kedua dari Inna, artinya selama-lamanya.
55 Beginilah (keadaan mereka).dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk,(QS. 38:55)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 55 - 56

هَذَا وَإِنَّ لِلطَّاغِينَ لَشَرَّ مَآبٍ (55) جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمِهَادُ (56

Allah SWT menerangkan bahwa yang telah diterangkan pada ayat-ayat yang lalu itu adalah balasan yang diberikan kepada orang-orang yang beriman, sebagai balasan dari ketaatan dan amal saleh yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, sedang yang diterangkan dalam ayat ini adalah keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka. Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.
Dalam ayat yang lain diterangkan keadaan orang kafir di dalam neraka, Allah berfirman:


لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش وكذلك نجزي الظالمين
Artinya:
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikian kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (Q.S. Al A'raf: 41)
56 (yaitu nereka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal(QS. 38:56)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 56

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمِهَادُ (56

(Yaitu neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya) mereka dimasukkan ke dalamnya (maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat tinggal) artinya, hamparan yang paling buruk.
57 Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.(QS. 38:57)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 57 - 58 

هَذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ (57) وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ (58

Allah menyatakan kepada orang-orang kafir di dalam neraka: Hai orang kafir, inilah azab yang pernah Aku janjikan dahulu, maka rasakanlah olehmu bagaimana berat dan pedihnya azab itu, minumlah oleh kamu di dalam neraka itu air panas yang sedang mendidih yang membakar mulut dan usus-ususmu atau nanah busuk yang mengalir dari tubuh-tubuh penghuni neraka. Selain dari itu kamu sekalian akan merasakan azab-azab yang lain yang kamu sendiri tidak mengetahui bentuk azab itu, selain kamu hanya merasakan kesengsaraan yang sangat.
Jika diperhatikan ayat-ayat ini dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang sebelumnya seakan-akan ayat ini merupakan imbangan perkataan Allah SWT kepada ahli surga. Pada ayat yang lalu disebutkan bahwa penduduk surga diberikan buah-buahan yang baik dan minuman yang lezat rasanya, sedang pada ayat ini diterangkan bahwa penduduk neraka disuruh merasakan air panas yang mendidih dan nanah yang mengalir. Hal ini berarti bahwa penduduk surga memperoleh semua yang diminta dan diingininya, sedang penduduk neraka disuruh bahkan terpaksa melakukan sesuatu yang tidak diingininya.
Orang-orang yang beriman di dalam surga memperoleh bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya, maka penduduk neraka memperoleh azab yang bermacam-macam yang sama berat dan pedihnya.
58 Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam(QS. 38:58)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 58

وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ (58

(Dan azab yang lain) dapat dibaca dalam bentuk jamak sehingga menjadi Ukharu atau dapat pula dibaca dalam bentuk Mufrad sehingga bacaannya menjadi Aakharu (yang serupa itu) serupa dengan azab yang telah disebutkan tadi, yaitu air yang sangat panas dan cairan nanah (berbagai macam) beraneka ragam siksaan, maksudnya, azab mereka bermacam-macam.
59 (Dikatakan kepada mereka): `Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)`. (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): `Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka`.(QS. 38:59)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 59

هَذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْ لَا مَرْحَبًا بِهِمْ إِنَّهُمْ صَالُوا النَّارِ (59

Para malaikat berkata kepada orang-orang kafir yang telah masuk ke dalam neraka lebih dahulu di waktu mereka menghalau rombongan kafir yang lain yang banyak jumlahnya: "Inilah rombongan yang lain yang dihalau ke dalam neraka agar mereka tinggal di dalamnya bersama-sama dengan kamu". Rombongan yang telah masuk dahulu ke dalam neraka, melihat rombongan yang baru yang sedang digiring itu, berkata: "Ini adalah rombongan yang banyak jumlahnya yang akan menghuni neraka bersama-sama kita, maka kecelakaan akan menimpa mereka pula seperti kecelakaan yang telah menimpa kita dan mereka akan dibakar hangus seperti kita".
60 Pengikut-pengikut mereka menjawab: `Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap`.(QS. 38:60)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 60 

قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْ أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا فَبِئْسَ الْقَرَارُ (60

Mendengar ucapan itu, maka rombongan yang sedang digiring malaikat itu menjawab: "Sebenarnya kamulah yang lebih pantas mendapat celaka, karena kamulah yang menyesatkan kami dahulu, dan kamulah yang selalu mengajak dan mendorong kami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mengakibatkan kami masuk neraka ini".
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:


قال ادخلوا في أمم قد خلت من قبلكم من الجن والإنس في النار كلما دخلت أمة لعنت أختها
Artinya:
Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu, Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya). (Q.S. Al A'raf: 38)
Lain halnya penduduk surga, setiap ada rombongan yang masuk ke dalamnya, mereka selalu disambut dengan senang dan gembira, dalam suasana persaudaraan dan kasih sayang, dan kepada mereka diucapkan "salam". Sungguh besar perbedaannya penerimaan orang-orang beriman ketika mereka masuk surga dengan penerimaan orang-orang kafir ketika mereka masuk neraka.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 41 s/d 60 dari [88]


Tafsir ini di salin/copy dari  :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU