Tampilkan postingan dengan label marhaban ya ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marhaban ya ramadhan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Juni 2013

Marhaban Yaa Ramadhan

Menyambut Ramadhan

Bulan Sya’ban telah sampai di pertengahannya. Artinya, tak lama lagi insyaallah Ramadhan akan menjelang. Berbagai hal dilakukan kaum muslimin untuk menyambut kedatangan bulan ramadhan ini. Bagaimana dengan kita? Sudah siapkah kita menyambutnya?
Adalah Rasulullah dan para sahabatnya amat mengenali keistimewaan bulan ini. Maka mereka menyambut Ramadhan jauh-jauh hari. Di bulan Rajab, Rasulullah telah mengingatkan akan segera datangnya Ramadhan. Di bulan Sya’ban Rasulullah biasa memperbanyak puasa untuk menyambut kedatangan bulan suci ini.

Hadits-hadits Penyemangat Menyambut Ramadhan

Sahabat, perkenankan saya berbagi dan menyemangati diri pribadi dengan nukilan beberapa hadits yang semoga bisa meluruskan niat kita dalam menyambut ramadhan.
Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
[Hadits Riwayat Bukhari, no. 4/99]
Makna “Penuh iman dan Ihtisab‘ yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya.
Shalat yang lima waktu, Jum’at ke Jum’at. Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar.
[Hadits Riwayat Muslim, no:  233]
Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam dalam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya.
[Hadits Riwayat Bazzar, no: 3142, Ahmad, no: 2/254 ]
Datang seorang pria kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berkata :
“Ya Rasulullah, apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku?”
Beliau menjawab: “Termasuk dari shidiqin dan syuhada“.
[Hadits Riwayat Ibnu Hibban, no: 11]

Semoga bermanfaat.

Kamis, 27 Juni 2013

Bulan Seribu Berkah : Tanda-tanda turunnya Malam Lailatu Qadar

Tanda-tanda Turunnya Malam Lailatul Qadar



gambar Tanda-tanda Turunnya Malam Lailatul Qadar Tanda-tanda turunnya malam lailatul qadar – Di bulan Ramadhan ada satu malam yang disebut dengan malam lailatul qadar. Memang datangnya malam lailatul qadar tidak ada satupun manusia yang mengetahuinya, namun tidak ada salahnya Anda mengetahui tanta-tanda turunnya malam lailatul qadar. Kali ini akan dibahas mengenai tanda-tanda turunnya malam lailatul qadar.
Pada dasarnya malam lailatul qadar ini berdasarkan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa ada tiga alasan mengapa dinamakan dengan malam Lailatul Qadar, diantaranya yaitu:
  • Lailatul Qadar berasal dari kata al-Qadar, yang memiliki makna kemuliaan.
  • Di malam lailatul qadar telah ditetapkan bahwa urusan selama satu tahun, dan juga telah dicatat apa saja yang akan terjadi selama satu tahun itu pada malam tersebut.
  • Pada malam Lailatul Qadar semua ibadah yang ada didalamnya memiliki kedudukan yang agung, berdasarkan sabda Nabishallallahu ‘alaihi wasallam, “Barang siapa yang bangun (shalat) pada malam Lailatul Qadar didasari iman dan berharap pahala dari Allah semata, maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘Alaih)
Berikut adalah tanda-tanda turunnya malam lailatul qadar:
  1. Pada malam akan turunnya lailatul qadar, maka udara dan suasana pagi yang tenang akan timbul.
  2. Cahaya mentari sangat cerah dan bersinar tidak beitu terik pada keesokannya.
  3. Ada juga beberapa manusia yang dapat bermimpi melihat Allah pada malam itu sebagaimana yang dialami sebagian sahabat radliyallah ‘anhum.
  4. Bulan akan nampak separuh bulatan.
  5. Malam yang tenang dengan angin yang bertiup cukup tenang, maksudnya tidak bertiup kencang dan gemuruh, bahkan udara terasa sejuk, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan
  6. Adanya ketenangan hati dan kenikmatan bagi orang-orang yang beribadah pada malam tersebut dan dapat menikmati bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
Semoga tanda-tanda turunnya malam lailatul qadar diatas dapat bermanfaat bagi Anda. Karena sebentar lagi kita akan menyambut bulan Ramadhan tidak ada salahnya jika Anda mengingat kembali  Doa Niat Shalat Tarawih dan Doa Niat Puasa Ramadhan


Doa Niat Shalat Tarawih



bacaan doa niat shalat tarawihDoa Niat Shalat Tarawih – Dengan datangnya bulan puasa, tentunya setiap malam kita sebagai umat muslim akan melaksanakan ibadah shalat tarawih. Pada umumnya shalat tarawih ada yang melaksanakan 8 rekaat dengan 3 witir, ada pula yang melaksanakan 20 rekaat dengan 3 witir. Nah, untuk melaksanakan shalat tarawih, tentunya Anda sudah hafal dengan doa niat shalat tarawih. Jika anda lupa coba simak doa niat shalat tarawih berikut ini :


أصلى سنة التراويحح ركعتين مأموما/إماما لله تعالى

Dibaca                 :  Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini (ma’muman/imaaman) lillahi ta’aalaa.
Artinya                 : Aku niat Salat Tarawih dua rakaat ( menjadi makmum/imam) karena Allah Ta’ala.

Pada dasarnya doa niat shalat tarawih ini sama seperti sholat-sholat pada umumnya yang cukup diucapkan di dalam hati. Yang terpenting adalah niat sholat hanya semata karena Allah Ta’ala semata dan dengan hati yang ikhlas serta mengharapkan Ridho Nya. Apabila Anda ingin melafalkannya usahakan jangan terlalu keras, karena dapat menyebabkan umat muslim yang lain merasa terganggu. Memang ada beberapa pendapat mengenai niat dari shalat tarawih, namun ini bukanlah menjadi masalah. 
Untuk pengerjaan shalat tarawih sendiri memang ada beberapa cara yang digunakan, yaitu dengan formasi 2 kali 4 rakaat masing masing dengan sekali salam setiap selesai 4 rakaat. Dengan demikian maka dalam doa niat shalat tarawih, niatnya harus disesuaikan dengan jumlah rekaatnya misalnya menjadi “arbaa raka’ataini”.
Semoga doa niat shalat tarawih diatas dapat bermanfaat bagi Anda yang membutuhkannya. Anda juga dapat membaca artikel kami yang lain seperti doa niat puasa Ramadhan dan rukun dan syarat wajib puasa bagi umat islam.



Doa Niat Puasa Ramadhan



 
Doa Niat Puasa Ramadhan – Setiap melakukan suatu kegiatan sebaiknya diawalai dengan niat. Begitu pula dengan puasa Ramadhan juga diawalai dengan doa niat puasa Ramadhan.
Arti niat secara bahasa adalah maksud dan keinginan hati untuk melakukan sesuatu. Sedangkan arti niat menurut syariat adalah keinginan hati untuk menjalankan ibadah baik yang wajib atau yang sunnah. dan keinginan akan sesuatu seketika itu atau untuk waktu yang akan datang juga disebut niat. Rosulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- bersabda :

إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى
Artinya : “Setiap amalan-amalan (harus) dengan niat. dan setiap orang mendapatkan sesuai niatnya.” (HR Muslim)
Para ulama berbeda pendapat tentang niat berpuasa hari esok pada tiap malamnya dibulan ramadhan. Madzhab Syafi’i, Maliki dan Hambali mensyaratkan niat tiap hari pada puasa ramadhan, karena puasa ramadhan adalah wajib dan harus dirincikan niatnya setiap harinya sebelum terbitnya fajar. karena puasa setiap harinya adalah amalan sendiri-sendiri.
Dan pendapat Syeikh Ibnu ‘Utsaimin ketika ditanya apakah sekali niat puasa ramadhan cukup untuk semua hari-harinya? beliau menjawab : Sebagaimana diketahui, bahwa setiap orang bangun dimalam hari untuk makan sahur. dan hanya dengan makan sahur seseorang sudah dikatakan niat untuk berpuasa esok harinya. karena amalan setiap orang yang berakal tidak mungkin kecuali karena keinginan untuk melakukannya. dan keinginan adalah niat. dan tidaklah seseorang itu makan diakhir malam kecuali untuk puasa. jika dia hanya ingin makan saja. akan tetapi makan diakhir malam bukan termasuk kebiasaannya, maka inilah niat.
Nah bulan Ramadhan akan segera tiba, sudahkan anda hapal dengan doa niat puasa Ramadhan. Sekedar untuk mengingatkan kami akan memberikan artikel mengenai doa niat puasa Ramadhan dibawah ini:
  • Niat Puasa Ramadhan yang dibaca sekali dalam satu bulan ketika malam pertama tarawih :
Niat puasa yang dibaca sebulan sekali
Dibaca   : Nawaitu shauma sahri ramadhana Kullihi Lillahi ta’ala.
Artinya : Sengaja aku berpuasa sebulan pada bulan Ramadan tahun ini kerana Allah Taala
  • Niat Puasa Ramadhan yang dibaca setiap malam :
niat_harian_puasa
Dibaca   : Nawaitu shauma gadhin ‘an ada-i fardhi sayahri ramadhani hadzihis-sanati  lillahi ta’ala.
Artinya : Aku berniat puasa esok hari untuk melaksanakan kewajiban bulan ramadhan tahun ini kerana Allah Taala.
  • Do’a Berbuka Puasa Ramadhan :
doa buka puasa
Dibaca   : Allahuma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika aftartu birahmatika ya arhama rohimin.
Artinya : Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka, Maha besar Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang

Semoga doa niat puasa Ramadhan diatas dapat bermanfaat bagi Anda. 

Marhaban ya Ramadhan

Marhaban Ya Ramadhan (Ramadhan, Bulan Penuh Kasih Sayang)




Hari demi hari berganti, tidak terasa kita sudah memasuki bulan Sya’ban dan sebentar lagi tiba bulan yang sudah kita nanti-nantikan, bulan yang selalu kita rindukan kedatangannya yang kemarin kita lepas dengan linangan air mata karena enggan untuk berpisah dengannya, yaitu bulan di mana Allah mencurahkan kasih sayang sepenuhnya kepada umat-Nya yang beriman dan bulan tersebut merupakan bulan yang paling mulia dibanding dengan bulan-bulan yang lain yaitu bulan suci Ramadhan. Marhaban Ya Ramadhan, sudah tidak sabar rasanya ingin berjumpa denganmu.

Marilah kita sambut bulan suci Ramadhan dengan gembira, seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an  

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Qul bifadhlillahi wabirahmatihi fabidzalika falyafrahuu huwa khairun mimmaa yajma'uun(a)
 Katakanlah: Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“. (QS. Yunus{10} : 58)
Dan marilah kita gunakan waktu yang masih tersisa di bulan Sya’ban ini untuk memperbanyak puasa sunnah, seperti yang diceritakan sahabat Usamah bin Zaid bahwa ia mengatakan, “Wahai Rasullullah, aku belum pernah melihat anda berpuasa sebanyak puasa anda di bulan Sya’ban”. Maka Rasulullah bersabda, “Sya’ban adalah sebuah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia, bulan Sya’ban  berada di antara bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Di bulan itulah amal-amal  perbuatan manusia di angkat menuju Rabbsemesta alam dan aku ingin amal perbuatanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa”. (HR. An-Nasa’i)
Rasulallah SAW suatu hari di akhir bulan Sya’ban bersabda, “Wahai semua manusia, telah datang kepadamu bulan yang agug, penuh keberkahan, didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Diwajibkan padanya puasa dan dianjurkan untuk menghidupkan malam-malamya. Siapa yang mengerjakan satu kebaikan (sunah) pada bulan ini, seolah-olah ia mengerjakan satu kewajiban dibulan-bulan lain. Siapa yang mengerjakan ibadah wajib seakan-akan mengerjakan tujuh puluh kali kewajiban di bulan-bulan lain“. (Sahih Muslim dari Salman)
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh barakah. Pada bulan ini pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Pada bulan ini setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam “Lailatul Qadr”. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma’siyat agar menahan diri.
Pada bulan ini wahyu Al-Qur’an pertama kali diturunkan, seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an 

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Innaa anzalnaahu fii lailatil qadr(i)
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
Wamaa adraaka maa lailatul qadr(i)
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Lailatul qadri khairum(n) min alfi syahr(in)
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
Tanazzalul malaa-ikatu warruuhu fiihaa biidzni rabbihim min kulli amr(in)
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Salaamun hiya hatta mathla'il fajr(i)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al-Qadr{97} : 1-5)
Pada bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa, karena puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu dari rukun Islam. Seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yaa ai-yuhaal-ladziina aamanuu kutiba 'alaikumush-shiyaamu kamaa kutiba 'alaal-ladziina min qablikum la'allakum tattaquun(a)

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.(QS. Al Baqarah{2} : 183)
Secara harfiyah puasa artinya menahan, yakni menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dan mengurangi nilainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Sedangkan Ramadhan secara harfiyah artinya membakar dan mengasah. Yang dimaksud adalah dosa-dosa seorang mukmin akan dibakar oleh Allah dan setelah Ramadhan dan insya Allah dia akan kembali kepada fitrah atau kesuciannya.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Puasa adalah perisai dari api neraka seperti perisainya seseorang di antara kamu dalam perang.” (HR Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban). Puasa merupakan upaya penyucian jiwa, mengajarkan kepada manusia bagaimana mengangkat diri dari derajat hewan yang kebutuhannya hanya memenuhi
perut, dan membiasakan untuk tabah dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Puasa merupakan pembebas jiwa dari jeratan kenikmatan dan keasyikan rendah duniawi.
Dari rasa lapar dan dahaga betapa kita dapat merasakan kesusahan mereka yang berada di garis kemiskinan yang sulit untuk mencukupi kebutuhan hidupnya bahkan untuk makan sehari-hari pun belum tentu ada. Ini adalah salah satu cara untuk melatih kasih sayang kita terhadap sesama muslim. Walaupun puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib (fardhu ‘ain), namun tidak semua orang mukmin wajib melaksanakannya. Allah ta’ala memberikan toleransi atau kelonggaran kepada umatnya untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan tetapi wajib mengqadha di bulan lain, yaitu orang yang  sedang sakit, musafir yang bepergian jauh, wanita yang sedang haidh, dan lain sebagainya.
Kemudian Allah juga memberikan kelonggaran untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib membayar  fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena umurnya sangat tua dan lemah, wanita yang mengandung maupun menyusui, sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh, orang yang sehari-hari kerjanya berat dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan, dan lain sebagainya.
Tidak cukup sebatas itu kasih sayang yang Allah berikan pada umatnya di bulan Ramadhan, bagi yang sudah berkeluarga Allah juga memberikan pengertian. Seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an


أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ
Uhilla lakum lailatash-shiyaamirrafatsu ila nisaa-ikum hunna libaasun lakum wa-antum libaasun lahunna 'alimallahu annakum kuntum takhtaanuuna anfusakum fataaba 'alaikum wa'afaa 'ankum fal-aana baasyiruuhunna waabtaghuu maa kataballahu lakum wakuluu waasyrabuu hatta yatabai-yana lakumul khaithul abyadhu minal khaithil aswadi minal fajri tsumma atimmuush-shiyaama ilallaili walaa tubaasyiruuhunna wa-antum 'aakifuuna fiil masaajidi tilka huduudullahi falaa taqrabuuhaa kadzalika yubai-yinullahu aayaatihi li-nnaasi la'allahum yattaquun(a)

“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa”. (QS. Al Baqarah{2} :187). (I'tikaf ialah berada dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah).
Kemudian di akhir bulan Ramadhan atau sebelum Hari Raya Idul Fitri (1 syawal) kita diwajibkan untuk membayar zakat karena zakat merupakan salah satu rukun Islam. Seperti Firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an :
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Waqarna fii buyuutikunna walaa tabarrajna tabarrujal jaahilii-yatil aula wa-aqimnash-shalaata wa-atiinazzakaata wa-athi'nallaha warasuulahu innamaa yuriidullahu liyudzhiba 'ankumurrijsa ahlal baiti wayuthahhirakum tathhiiran

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.(QS. Al Ahzab{33} :33)
Beberapa hikmah zakat adalah untuk membersihkan segala macam dosa dalam diri kita, pembersih harta, menghilangkan sifat kikir, sebagai tanda syukur kita atas nikmat Allah, sebagai penjalin cinta dan kasih sayang antara kaya dan miskin, untuk mencukupi kebutuhan pokok orang-orang miskin, sebagai penyeimbang kesenjangan sosial, dan masih banyak lagi.
 Sungguh mulianya bulan Ramadhan, di dalamya penuh dengan kasih sayang Allah terhadap umat-Nya. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan suci Ramadhan dan jangan lupa untuk mengoptimalkan kehadiran bulan Ramadhan itu untuk beribadah kepada Allah dan memperkokoh ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Semoga kita mendapatkan Kemenangan, amiin Ya Rabbal “alamiin.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU