Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 31. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR AL QUR'AN 31. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 September 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH LUQMAN AYAT 21 - 34 ( 02 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : LUQMAN
Ayat [34]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
21 Dan apabila dikatakan kepada mereka:` Ikutilah apa yang diturunkan Allah `. Mereka menjawab:` (Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya `. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?(QS. 31:21)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 21 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَى عَذَابِ السَّعِيرِ (21

Ayat ini menerangkan bahwa orang kafir seperti yang disebutkan ayat di atas tidak dapat diharapkan lagi iman mereka, karena sang at ingkar dan pikiran mereka telah ditutupi oleh taklid buta kepada nenek moyang mereka, karena itu mereka tidak lagi menghiraukan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka. Sifat dan sikap mereka digambarkan Allah dalam ayat ini, dengan mengatakan Apabila dikatakan kepada orang-orang yang membantah keesaan Allah itu: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya". Mereka menjawab: "Kami mengikuti apa yang telah diajarkan kepada kami oleh bapak-bapak kami, dan mereka telah mengajarkan agama yang benar dan ketentuan-ketentuan yang baik bagi kami".
Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang-orang musyrik itu tetap mengikuti agama nenek moyang mereka, walaupun orang-orang tua mereka itu tidak berpengetahuan dan tidak pernah mendapat petunjuk. Hal itu menunjukkan bahwa dalam hal kepercayaan mereka tidak lagi menggunakan akal pikiran mereka, tetapi mereka telah diperbudak oleh hawa nafsu. Hawa nafsu yang demikian itu dihembuskan dan ditanamkan oleh setan ke dalam hati orang-orang kafir, sehingga mereka tidak akan dapat melihat kebenaran. Akibat dari tindakan mereka itu, ialah mereka akan terjerumus ke dalam azab neraka Jahanam di akhirat nanti.
22 Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan.(QS. 31:22)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 22

وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ الْأُمُورِ (22

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah Allah SWT, tunduk dan merendahkan diri kepada-Nya, menjalankan ihsan dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya, meninggalkan semua perbuatan maksiat dan mungkar. berarti dia telah berpegang dengan buhul tali yang kokoh.
Yang dimaksud dengan "ihsan" dalam ayat ini ialah beribadat kepada Allah dengan sungguh-sungguh, sehingga merasakan seolah-olah berhadapan langsung dengan-Nya, sebagaimana yang diterangkan oleh hadis, bahwa Nabi saw ditanya Jibril:


قال جبريل: يا محمد فأخبرني عن الإحسان. قال: أن تعبد الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك
Artinya:
Jibril bertanya kepada Nabi Muhammad saw: "Ya Muhammad terangkanlah kepadaku tentang ihsan, Nabi saw menjawab "Bahwa engkau menyembah Ayah. seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihat engkau". (H.R. Muslim dari Umar)
Demikianlah Allah SWT mengibaratkan orang yang melakukan "ihsan" yang benar-benar beriman kepada-Nya, taat melaksanakan perintah-perintah-Nya, dan menghentikan larangan-larangan-Nya adalah pendaki gunung, yang menggunakan tali yang memakai buhul-buhul tempat berpegang, maka orang yang memanjat gunung itu tak usah khawatir, karena ia memanjat dengan menggunakan tali dengan buhul-buhulnya yang kuat dan kokoh tempat berpegang, tidak ada kekhawatiran sedikitpun dalam hatinya akan jatuh.
Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa semua makhluk kembali kepada Allah saja. Karena itu, Dialah sendiri yang memberikan penghargaan yang baik kepada orang yang bertawakal itu dengan memberikan pembalasan yang baik pula.
23 Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu. Hanya kepada Kami-lah mereka kembali, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.(QS. 31:23)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 23

وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهُ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (23

Ayat ini merupakan hiburan kepada Nabi saw dan para sahabat yang telah disedihkan oleh sikap dan tingkah laku orang-orang musyrik kepada mereka, seakan-akan ia mengatakan: "Hal Nabi, janganlah engkau bersedih hati lantaran kekafiran mereka. Karena tugasmu hanya menyampaikan agama Allah kepada mereka, bukan untuk menjadikan mereka beriman. Mereka semua akan kembali kepada Allah pada hart kiamat, lalu dikabarkan kepada mereka segala yang pernah mereka perbuat selama hidup di dunia, Kami akan mengadakan penilaian terhadapnya dan memberikan penilaian yang adil, karena Allah mengetahui semua yang terkandung di dalam hati manusia".
24 Kami biarkan mereka bersenang-senang sebentar, kemudian Kami paksa mereka (masuk) ke dalam siksa yang keras.(QS. 31:24)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 24 

نُمَتِّعُهُمْ قَلِيلًا ثُمَّ نَضْطَرُّهُمْ إِلَى عَذَابٍ غَلِيظٍ (24

Ayat ini menerangkan kepada orang-orang kafir, bahwa mereka hanya diberi kesenangan hidup yang sedikit dan bersifat sementara. Selama waktu yang sedikit itu mereka dapat mempergunakan nikmat-nikmat yang disediakan Allah dan mengecap kesenangan hidup. Tetapi kesenangan sementara itu tidak ada artinya sama sekali jika dibandingkan dengan kesenangan ukhrawi, dan kesenangan sementara itu akan hilang, seakan-akan tidak pernah mereka alami di saat mereka menemui azab yang pedih di alam neraka nanti. Hal ini dikuatkan oleh firman Allah yang lain:


قل إن الذين يفترون على الله الكذب لا يفلحون متاع في الدنيا ثم إلينا مرجعهم ثم نذيقهم العذاب الشديد بما كانوا يكفرون
Artinya:
Katakanlah : "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung. (Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah mereka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka". (Q.S. Yunus: 69-70)
25 Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka:` Siapakah yang menciptakan langit dan bumi? `Tentu mereka akan menjawab:` Allah `. Katakanlah: Segala puji bagi Allah`; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS. 31:25)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 25

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (25

Ayat ini menyatakan kebodohan dan kefanatikan orang-orang musyrik terhadap agama nenek moyang mereka. Bukti kebodohan mereka itu dinyatakan Allah: "Dan jika engkau tanyakan kepada orang-orang musyrik itu, hai Muhammad, tentang siapa yang menciptakan langit dan bumi, mereka akan menjawab: "Yang menciptakan keduanya itu dan apa yang terdapat di dalamnya adalah Allah".
Pengakuan mereka ini adalah pengakuan yang benar, dan mereka akan terpaksa menjawab demikian, karena memang sudah amat jelas bahwa yang menjadikan alam ini adalah Allah. Berdasarkan pengakuan itu seharusnya mereka menyembah dan menghambakan diri kepada Allah saja, karena Dialah Tuhan yang berhak disembah. Tetapi perbuatan dan sikap mereka itu berlawanan dengan pengakuan mereka, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak pula memberi mudarat.
Kemudian Allah SWT mengajarkan kepada Rasul-Nya, bahwa di kala mereka menjawab demikian, maka ucapkanlah: "Segala puji bagi Allah". Karena dengan jawaban mereka yang semacam itu mereka telah mengakui kesalahan mereka menyembah apa yang sepatutnya tidak disembah. Dalam pada itu Allah memperingatkan pula bahwa jika mereka berbuat dan bersikap yang berlawanan dengan pengakuan mereka sendiri, maka hal itu adalah disebabkan karena kebanyakan dari orang-orang musyrik itu tidak mengetahui siapa yang berhak mendapat pujian, dan yang berhak menerima syukurnya manusia. Dalam pada itu, pada pengakuan kaum musyrikin itu terdapat suatu kenyataan, biarpun mereka mendustakan Nabi Muhammad, tetapi karena mereka percaya bahwa alam semesta ini adalah ciptaan Tuhan, maka pada hakikatnya mereka mengakui kerasulan. Karena menurut logika dan pikiran, Allah SWT telah menciptakan alam ini, termasuk manusia, tentu tidak akan melepaskan begitu saja. Tuhan tentu mengirim Rasul-rasul untuk memberi taufik dan hidayah-Nya kepada manusia.
26 Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.(QS. 31:26)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 26 

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ (26

Hanya Allah sajalah yang memiliki langit dan bumi, beserta segala sesuatu yang ada di dalamnya, tidak ada yang lain karena Dia-lah yang menciptakannya dan seluruh apa yang terdapat di dalamnya, Dia-lah Yang mengatur, menjaga dan memeliharanya, menentukan akhir kejadiannya. Dia berbuat menurut apa yang dikehendaki-Nya. Karena itu pantaslah ia dipuji dan disanjung dan pantas pula dipanjatkan syukur kepada-Nya, dan Dia tidak memerlukan sesuatu apapun dari makhluk-Nya.
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa menurut agama Islam, harta ini adalah milik Allah, manusia hanya meminjam dan boleh memanfaatkannya, sesuai dengan ketentuan-ketentuan agama. Jika pada suatu saat harta itu diperlukan untuk jalan Allah, maka menurut ajaran Islam yang berkuasa (pemerintah) boleh mengambil harta itu kalau diperlukan boleh diambil secara paksa.
27 Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 31:27)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 27

وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (27

Diriwayatkan bahwa tatkala Rasulullah saw masih menetap di Mekah turunlah ayat:


ويسئلونك عن الروح قل الروح من أمر ربي وما أوتيتم من العلم إلا قليلا
Artinya:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah "Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Q.S. Al Isra': 85)
Maka tatkala Rasulullah berhijrah ke Madinah, datanglah dia kepada rahib-rahib Yahudi, mereka berkata: "Ya Muhammad, telah sampai kepada kami bahwa engkau berkata: "dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". Apakah kami yang kamu maksudkan dengan perkataan itu, atau kaum engkau?". Rasulullah saw menjawab: "Semuanya yang aku maksudkan". Mereka berkata: "Bukankah telah engkau baca dalam kitab yang diturunkan kepada engkau bahwa kepada kami telah diturunkan Taurat dan di dalamnya terdapat ilmu tentang segala sesuatu". Rasulullah berkata: "Ilmu dalam Taurat itu sedikit, jika dibandingkan dengan ilmu Allah, dan sesungguhnya Allah menurunkan kepadaku sesuatu, yang jika kamu amalkan, niscaya akan memberi manfaat kepadamu". Mereka berkata: "Ya Muhammad, kenapa kamu mengatakan demikian, sedang engkau mengatakan: "Dan barangsiapa yang diberi hikmah, sungguh telah diberikan kebaikan yang banyak". Bagaimana mungkin berkumpul pada sesuatu, ilmu yang sedikit dan kebaikan yang banyak?". Maka Allah SWT menurunkan ayat ini sebagai jawaban.
Ayat ini menerangkan tentang luasnya ilmu Allah. Hal ini diibaratkan: "Seandainya seluruh pohon-pohon yang di muka bumi dijadikan pena, untuk mencatat ilmu Allah itu, dan seluruh air laut dijadikan tintanya, kemudian ditambah dengan tujuh kali sebanyak itu, maka kalimat Allah itu belum juga habis tertulis.
Ayat lain yang sesuai dengan ayat ini, ialah firman Allah SWT:


قل لو كان البحر مدادا لكلمات ربي لنفد البحر قبل أن تنفد كلمات ربي ولو جئنا بمثله مددا
Artinya:
Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku. meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)". (Q.S. Al Kahfi: 109)
Arti kalimat "Allah" dalam ayat ini banyak sekali, termasuk di dalamnya kekuasaan Allah hakikat segala sesuatu, ketentuan dan perkataan Allah, ilmu dan segala macam ciptaan Allah SWT. Allah SWT menciptakan langit dan bumi dengan segala macam yang ada di dalamnya, sejak dari yang besar sampai kepada yang halus, sejak dari binatang yang paling besar sampai kepada ribuan bakteri yang paling halus, tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, binatang-binatang yang ada di cakrawala dengan segala aturan-aturan dan banyak lagi yang lain yang tidak terhitung jumlahnya, semuanya termasuk dalam kalimat Allah SWT.
Pada ayat ini ditegaskan bahwa Allah Maha Keras tuntutan-Nya, segala kehendak dan keputusan-Nya pasti terlaksana dan Dia Maha Bijaksana dalam segala tindakan-Nya.
28 Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.(QS. 31:28)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 28 

مَا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (28

Ayat ini menerangkan bahwa menjadikan segala sesuatu, adalah mudah bagi Allah, apakah menjadikan sesuatu yang besar, yang kecil, yang ruwet, atau menjadikan sesuatu dalam jumlah yang sedikit, semuanya sama saja bagi Allah. Begitu pula membangkitkan manusia dari dalam kuburnya di hari kiamat adalah mudah bagi Allah. Membangkitkan seluruh manusia bagi Tuhan hanyalah sebagai membangkitkan orang seorang. Tidak ada sesuatupun yang sukar bagi-Nya, jika Allah SWT berkehendak terjadilah sesuatu cukuplah Dia mengucapkan "Kun" (jadilah). Maka jadilah yang dikehendaki-Nya itu. Allah SWT berfirman:


إنما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون
Artinya:
Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepada-Nya: "Jadilah!". Maka terjadilah ia. (Q.S. Yasin: 82)
Dan firman Allah SWT:


وما امرنا إلا واحدة كلمح البصر
Artinya:
Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. (Q.S. Al Qamar: 50)
Pada akhir ayat ini Allah. SWT menyatakan bahwa Dia mendengar segala perkataan hamba-Nya dan Maha Melihat segala perbuatan mereka.
29 Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 31:29)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 29 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ (29

Dalam ayat ini Allah SWT menyuruh manusia memperhatikan dan memikirkan kekuasaan Allah, yaitu Dia memasukkan malam kepada siang, dan memasukkan siang kepada malam. Maksudnya ialah bahwa Allah mengambil sebagian dari waktu malam, lalu ditambahkannya kepada waktu siang, maka terjadilah perpanjangan waktu siang itu, sebaliknya malam menjadi pendek, akan tetapi sehari semalam tetap 24 jam. Hal ini terjadi pada musim panas. Dalam pada itu Allah SWT juga mengambil sebagian dari waktu siang, lalu dimasukkan-Nya kepada waktu malam, maka menjadi panjanglah waktu malam itu, dan sebaliknya waktu siang menjadi pendek. Hal ini terjadi di musim dingin.
Kejadian sebagai disebut di atas itu amat jelas kelihatannya dan dialami oleh penduduk negeri-negeri yang terletak di daerah-daerah yang mempunyai empat macam musim dalam setahun, yaitu musim panas, musim rontok, musim dingin dan musim semi, yaitu daerah Sedang Utara, dan Daerah Sedang Selatan. Adapun di negeri-negeri yang berada di daerah khatulistiwa, maka dalam setahun hanya ada dua musim, yaitu musim kemarau dan musin hujan, sedang pada saat-saat malam lebih panjang dari siang, atau siang lebih panjang dari malam, perbedaan itu tidak terasa betul, karena perbedaan panjang pendeknya malam atau siang itu tidak seberapa.
Terjadinya empat macam musim dalam setahun di daerah Sedang Utara dan daerah Sedang Selatan dan selanjutnya terjadi siang. lebih panjang dari malam itu atau sebaliknya, di daerah-daerah tersebut itu adalah karena Allah SWT, berhubungan dengan hikmah-hikmah yang amat besar, memiringkan letak bumi di cakrawala 22 1\2 derajat, sebagian yang dikenal dalam ilmu Bumi Falak.
Demikian pula Allah SWT menundukkan matahari dan bulan untuk kepentingan manusia, sinar matahari merupakan lampu yang menerangi manusia di siang itu, sehingga mereka dapat bekerja dan berusaha. Sinar matahari juga menyuburkan tumbuh-tumbuhan, menimbulkan angin dan awan Serta banyak lagi yang lain kegunaannya. Demikianlah pula bahwa bulan dan cahayanya serta berlainan bentuknya, amat banyak kegunaannya bagi manusia, tetapi sebagian kecil saja dari kegunaan itu yang diketahuinya.
Masing-masing dari bulan dan matahari itu beredar di garis orbitnya, sesuai dengan ketentuan yang telah ditentukan Allah, sampai kepada waktu yang telah ditentukan pula oleh Allah, dan apabila waktu yang telah ditentukan itu datang, maka langit dan bumi akan digulung, sebagaimana firman Allah SWT:


يوم نطوي السماء كطي السجل للكتب
Artinya:
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. (Q.S. Al Anbiya: 104)
Pada akhir ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa Dia mengetahui segala perbuatan hamba-Nya yang telah dikerjakannya, baik perbuatan baik, maupun perbuatan buruk. Tidak ada yang luput dari pengetahuan-Nya, karena itu Dia akan memberinya pembalasan yang adil.
30 Demikianlah, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang hak dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah itulah yang batil; dan sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.(QS. 31:30)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 30 

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ (30

Ayat ini menerangkan bahwa tujuan Allah memperlihatkan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada manusia adalah untuk menjadi dalil dan bukti yang kuat bagi mereka, bahwa manusia wajib beribadat kepada-Nya dan hanyalah Dia yang berhak disembah, sedang menyembah atau beribadah kepada yang lain selain Dia adalah tindakan yang batil, karena semua yang selain Allah itu adalah fana, tidak kekal. Dia Maha Kaya, tidak memerlukan yang lain, sedangkan semua makhluk sangat tergantung kepada nikmat-Nya.
Akhirnya ayat ini menegaskan bahwa Allah Maha Tinggi, mengatasi segala sesuatu, Maha Besar yang menguasai segala sesuatu. Semua tunduk dan patuh kepada-Nya.
31 Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat lagi banyak bersyukur.(QS. 31:31)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 31 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ الْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِنِعْمَةِ اللَّهِ لِيُرِيَكُمْ مِنْ آيَاتِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ (31

Pada ayat ini Allah memerintahkan agar manusia memperhatikan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran-Nya yang ada di bumi dengan mengatakan: "Apakah tidak engkau perhatikan, hai Muhammad, bahtera yang berlayar di lautan yang menghubungkan negeri-negeri yang berjauhan letaknya. Dengan adanya hubungan itu, manusia suatu negeri akan mengenal manusia negeri lain, keperluan dan kebutuhan rakyat suatu negeri, sedang keperluan itu tidak ada di negerinya dapat diambil dan diangkut oleh kapal-kapal dari negeri-negeri yang lain, seperti bahan makanan, pakaian, obat-obatan, permata-permata, mesin-mesin dan sebagainya. Dengan adanya kapal-kapal itu seakan-akan hubungan antara bangsa-bangsa dan negara-negara dewasa ini semakin dekat.
Dan semua yang diterangkan Allah itu terdapat bukti-bukti atas kekuasaan dan kebesaran Allah yang nyata bagi orang-orang yang sabar dalam menghadapi segala macam cobaan dan kesukaran, serta bagi orang-orang yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepadanya. Tanda seorang bersyakur kepada Allah itu ialah ia menyatakan syukurnya baik dalam bentuk perkataan ataupun perbuatan di saat-saat ia menerima nikmat itu.
Berkata Asy Sya'bi: "Sabar itu adalah sebagian dari iman dan syukur itu adalah sebagian iman dari yakin adalah iman seluruhnya. Tidakkah engkau perhatikan firman Allah yang terdapat pada akhir ayat ini dan firman Allah: "Wa fil Ardi ayatun lil muqinin" (dan pada bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang yakin) dan sabda Rasulullah saw:
Artinya:
Iman itu ada dua bagian, yaitu sabar dan syukur.
32 Dan apabila mereka dilamun ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan memurnikan ketaatan kepada kepada-Nya maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar.(QS. 31:32)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 32 

وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ (32

Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang-orang musyrik dengan melukiskan mereka: "Apabila orang-orang musyrik penyembah patung dan pemuji dewa itu berlayar ke tengah lautan, kemudian tiba-tiba datang gelombang besar dan menghempaskan bahtera mereka ke kiri dan ke kanan, dan mereka merasa bahwa mereka tidak akan selamat, bahkan akan mati ditelan gelombang, maka di saat itulah mereka kembali kepada fitrahnya, dengan berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan setulus-tulusnya. Pada saat serupa itu mereka berkeyakinan bahwa tidak ada sesuatupun yang dapat menyelamatkan mereka kecuali Allah semata, seperti yang pernah dilakukan Firaun di saat-saat ia akan tenggelam ke dasar laut.
Setelah Allah SWT menerima doa mereka, menyelamatkan mereka dari amukan gelombang itu dan mereka telah selamat sampai ke darat, maka di antara mereka hanya sebagian saja yang tetap mengakui keesaan Allah, adapun yang lain mereka kembali memperserikatkan Tuhan.
Pada akhir ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa yang mengingkari ayat-ayat Kami itu dan kembali mempersekutukan Tuhan ialah orang-orang yang dalam hidupnya penuh dengan tipu daya dan kebusukan, lagi mengingkari nikmat Allah.
33 Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.(QS. 31:33)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 33 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَا يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ (33

Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada manusia, laksanakanlah perintah-perintah dan hentikanlah larangan-larangan Tuhanmu yang telah menciptakan kamu, dan menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya untuk kepentinganmu. Takut lah akan hari yang diwaktu itu terjadi malapetaka yang dahsyat, tidak seorangpun yang dapat menyelamatkan dirinya dari malapetaka itu. Waktu itu seorang ayah tidak kuasa menolong anaknya demikian pula seorang anak tidak dapat menolong bapaknya, karena segala urusan waktu itu berada di tangan Allah, tiap-tiap orang bertanggung jawab terhadap segala perbuatan yang telah dilakukannya, mereka memikul dosanya masing-masing dan tidak seorangpun yang dapat menghentikannya memikul dosa itu, yang dapat menolong manusia dari malapetaka itu hanyalah ibedat dan perbuatan yang baik yang telah dilakukannya selama hidup di dunia.
Allah memperingatkan bahwa janji-Nya membangkitkan manusia dari kuburnya itu adalah suatu yang benar-benar akan terjadi dan suatu kebenaran yang tidak dapat diragukan sedikitpun, karena itu janganlah sekali-kali manusia tertipu oleh kesenangan hidup di dunia dan segala kenikmatan yang ada padanya, sehingga mereka berusaha dan menghabiskan seluruh waktu yang ada untuk mengejarnya, sampai-sampai tidak ada waktu lagi untuk beribadat kepada Allah dan mengerjakan amal-amalan saleh. Padahal kehidupan akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, kehidupan yang kekal dan lebih baik.
Demikian pula Allah SWT memperingatkan manusia akan tipu daya Setan, yang selalu mencari-cari kesempatan untuk memperdayakan manusia. Setan itu menjadikan kehidupan dunia itu indah dalam pandangan matanya, sehingga mereka lupa kepada tugas yang dipikulkan Allah kepada mereka sebagai khalifatullah fil ard (makhluk yang diberi-Nya tugas memakmurkan bumi).
34 Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS. 31:34)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 34 

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (34

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan lima perkara gaib yang hanya Allah sendirilah yang mengetahui perkara itu yaitu:
1. Hanya Allah sajalah yang mengetahui kapan datangnya Hari Kiamat, tidak seorangpun yang mengetahui selain Dia, kendatipun malaikat, sedang malaikat itu adalah makhluk yang paling dekat dengan-Nya, dan tidak pula diketahui oleh para Nabi yang diutus.
Allah SWT berfirman:


لا يجليها لوقتها إلا هو
Artinya:
Tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. (Q.S. Al A'raf: 187)
2. Allah sendirilah yang menurunkan hujan, Dialah yang menetapkan kapan, di mana dan berapa banyak yang akan dicurahkan-Nya, maka ketetapan-Nya itu tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya. Para ahli astronomi dan ahli meteorologi (ilmu cuaca), dapat meramalkan terjadinya gerhana matahari atau gerhana bulan, dan kapan serta di mana hujan akan turun, berdasarkan ilmu hisab dan tanda-tanda. Akan tetapi itu adalah perhitungan dan perkiraan manusia yang tidak mengakibatkan pengertian yang meyakinkan, hanyalah bersifat ramalan, mereka tidak dapat memastikan.
3. Hanya Allah saja yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang ada dalam suatu kandungan, apakah cacat atau sempurna, dan kapan ia akan dilahirkan.
4. Hanya Dia pula yang mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakan oleh seseorang esok harinya. Sekalipun manusia dapat merencanakan apa yang akan dikerjakannya itu, namun semuanya itu hanyalah bersifat rencana saja. Jika Allah menghendaki terlaksananya, terlaksanalah dia, dalam pada itu tidak sukar bagi Allah untuk menghalangi terlaksananya.
5. Seseorang tidak mengetahui di mana ia akan meninggal dunia nanti. Apakah di daratan atau di lautan ataupun di udara, apakah di negeri ini, atau di negeri itu. Hanya Allah saja yang dapat mengetahuinya dengan pasti.
Diriwayatkan dari Ibnu Munzir dari Ikrimah, bahwa seorang laki-laki bernama Al Waris bin `Amri bin Harisah datang kepada Nabi saw, ia bertanya "Ya Muhammad, kapan akan datang hari kiamat? Bumi kita telah kering, kapan akan menjadi subur? Sesungguhnya aku meninggalkan isteriku dalam keadaan hamil, kapan ia akan melahirkan? Aku mengetahui apa yang aku kerjakan sekarang, maka apakah yang akan aku kerjakan esok harinya? Aku mengetahui tempat aku dilahirkan, maka di tempat manakah aku akan meninggal ? Sebagai jawaban turunlah ayat ini.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda:


مفاتيح الغيب خمس: إن الله عنده علم الساعة, وينزل الغيث ويعلم ما في الأرحام, وما تدري نفس ماذا تكسب غدا وما تدري نفس بأي أرض تموت إن الله عليم خبير
Artinya:
Kunci yang gaib itu ada lima perkara: "Sesungguhnya hanya pada Allah sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat. Dialah yang menurunkan hujan, Dia mengetahui apa yang dalam rahim, seseorang tidak mengetahui apa yang akan dikerjakannya esok harinya, dan ia juga tidak mengetahui di bumi mana ia akan meninggal dunia. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 34 

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (34

(Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat) yakni kapan kiamat itu akan terjadi (dan Dialah yang menurunkan) dapat dibaca wa yunzilu dan wa yunazzilu (hujan) dalam waktu-waktu yang Dia ketahui (dan mengetahui apa yang ada di dalam rahim) apakah laki-laki atau perempuan; tidak ada seorang pun yang mengetahui salah satu dari tiga perkara itu melainkan hanya Allah swt. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok) apakah kebaikan ataukah keburukan, tetapi Allah swt. mengetahuinya. (Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati) hanya Allah swt. sajalah yang mengetahui hal ini. (Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui) segala sesuatu (lagi Maha Mengenal) pada yang tersembunyi sebagaimana mengenal-Nya pada yang tampak. Imam Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadis melalui sahabat Ibnu Umar r.a. bahwasanya kunci-kunci kegaiban itu ada lima perkara, antara lain sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan seterusnya.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 21 s/d 34 dari [34]



sumber Tafsir du sadur dari :

1. Tafsir DEPAG RI
2. Tafsir Jalalain Indonesia

TAFSIR AL QUR'AN SURAH LUQMAN AYAT 1 - 20 ( 01 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : LUQMAN
Ayat [34]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
1 Alif laam miim.(QS. 31:1)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 1

 الم
  (Alif lam mim) hanya Allah saja yang mengetahui arti dan maksud ayat ini.
2 Inilah ayat-ayat Al quran yang mengandung hikmat,(QS. 31:2)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 2 

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (2

Ayat ini menerangkan bahwa ayat-ayat Alquran itu adalah ayat-ayat yang disusun dengan rapi dan teliti, dengan gaya bahasa yang tinggi nilainya, dengan tujuan yang agung dan mulia bagi manusia yang mengikuti petunjuk-petunjuknya; tidak terdapat di dalamnya cacat, cela dan kekurangan, walaupun sedikit tidak ada satupun dari ayat-ayat yang bertentangan dengan ayat-ayat yang lain, ayat-ayat yang mudah dilaksanakan oleh siapapun, dalam keadaan bagaimanapun dan di manapun ia berada.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 2 

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (2

(Inilah) yakni ayat-ayat ini (ayat-ayat Alkitab) yakni Alquran (yang mengandung hikmah) idhafah lafal aayatu kepada lafal al-kitaabi mengandung makna min, maksudnya sebagian dari Alquran.
3 menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,(QS. 31:3)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 3 

هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ (3

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa ayat-ayat Alquran adalah petunjuk. sumber kebaikan dan keberkatan dan jalan kebahagiaan bagi manusia dalam segala macam segi kehidupan di dunia dan petunjuk yang memimpinnya mencapai kebahagiaan hidup di akhirat kelak
Jika manusia membuka lembaran-lembaran sejarah dari zaman dahulu sampai sekarang ia akan berkesimpulan bahwa dengan diutusnya Nabi Muhamamd saw oleh Allah dengan membawa Alquran yang berisi pokok-pokok risalah yang dibawanya, maka saat itu terbukalah pintu-pintu kebaikan bagi semesta alam dan bertambah pulalah perkembangan ilmu pengetahuan dengan segala macam cabangnya.
Sekalipun telah didapat kebudayaan yang tinggi sebagai hasil pikiran manusia pada periode sebelum ini. seperti kebudayaan Mesir kuno, Babilonia dan bangsa Yunani dan sebagainya, namun kebudayaan itu belum mempunyai dasar-dasar yang kuat kokoh untuk mencapai perkembangan lebih lanjut dan sempurna di kemudian hari.
Dasar-dasar pokok pengetahuan Ilmu Bumi Alam seperti bumi bulat, planet-planet mempunyai garis edar telah disyaratkan oleh Alquran sejak abad yang ketujuh Masehi, sedang orang-orang Barat yang baru mempercayainya setelah abad kelima belas Masehi, setelah Christopher Colombus menemukan Benua Amerika. Demikian pula dasar-dasar Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dan sebagainya.
Dalam bidang hidup dan kehidupan manusia, Alquran memberi petunjuk agar manusia menjaga keseimbangan antara kehidupan jasmani dan kehidupan rohani, keseimbangan dalam mencapai kehidupan duniawi dan ukhrowi. Demikian pula dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, apa yang baik dimakan boleh dimakan dan apa yang tidak baik jangan dimakan, cara berbicara dan bergaul yang baik dan sebagainya. Alquran memberi dasarnya, kemudian manusia mengolah dan menyesuaikan dengan dirinya, mana yang paling baik dan tepat untuk dilaksanakan.
Orang-orang yang memikirkan, merenungkan mengolah dan mengamalkan petunjuk-petunjuk Alquran itu dengan sebaik-baiknya adalah "orang-orang yang muhsin".

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 3 

هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ (3

Dia, yakni Alquran (menjadi petunjuk dan rahmat) lafal rahmatun dibaca rafa' (bagi orang-orang yang berbuat kebaikan) pada umumnya qiraat lafal rahmatun dibaca nashab sehingga bacaannya menjadi hudan wa rahmatan. Kedudukannya menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari lafal aayatul kitaabi dan 'amilnya adalah makna isyarat yang terkandung dalam lafal tilka. Maksudnya, ayat-ayat Alquran ini sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
4 (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.(QS. 31:4)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 4 

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4

Pada ayat-ayat ini disebutkan di antara tanda-tanda orang-orang yang muhsin itu, yaitu:
1. Ia selalu mengerjakan salat yang lima waktu, yang diwajibkan kepada mereka pada setiap waktu yang telah ditentukan Dalam pada itu ia selalu berusaha untuk melaksanakan salat itu dengan sebaik-baiknya lengkap dengan rukun-rukun, syarat-syarat dan sunah-sunahnya,
2. Ia selalu menunaikan zakat, jika ia telah mempunyai harta yang telah memenuhi syarat-syarat zakat. Ia yakin bahwa menunaikan zakat itu adalah kewajiban, karena dalam hartanya itu telah ada hak orang lain yang harus segera diserahkannya.
3. Ia yakin bahwa hidup sesudah mati , yaitu di akhirat. Pada kehidupan akhirat itu setiap manusia akan memperoleh keadilan yang sempurna dari Allah SWT. Perbuatan baik di balas dengan surga dan perbuatan jahat dibalasi dengan siksaan neraka.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 4 

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4

(Yaitu orang-orang yang mendirikan salat) lafal ayat ini berkedudukan menjadi bayan atau penjelasan bagi lafal muhsiniin, maksudnya orang-orang yang berbuat kebaikan itu adalah orang-orang yang mendirikan salat (menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya hari akhirat) lafal hum yang kedua merupakan pengukuh makna bagi lafal hum yang pertama.
5 Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. 31:5)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 5 

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5

Orang-orang yang mempunyai tanda-tanda dan sifat-sifat yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu, adalah orang-orang yang mengikuti petunjuk Tuhannya dan ia memperoleh keberuntungan, karena ia memperoleh hasil yang baik dan menyenangkan hatinya, setelah ia bekerja dan berusaha mengikuti petunjuk-petunjuk Alquran . Seorang yang muflih akan memperoleh keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat nanti. dan keberuntungan itu akan diperoleh dengan melakukan perbuatan ihsan.
6 Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.(QS. 31:6)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 6 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (6

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan herhubungan dengan Nadar bin Haris. Ia membeli seorang hamba wanita yang bekerja sebagai penyanyi. Ia menyuruh wanita itu bernyanyi untuk orang yang hendak masuk Islam. Ia berkata kepadanya: "Berilah ia makanan, minuman dan nyanyian". Kemudian ia berkata kepada orang yang akan masuk Islam itu: "Ini adalah lebih baik dari yang diserukan Muhammad kepadamu, yaitu salat, puasa dan berperang membantunya".
Menurut riwayat Muqatil, Nadar bin Haris ini adalah seorang pedagang yang sering pergi ke Persia. Di sana ia membeli kitab-kitab yang bukan bahasa Arab, kemudian isi kitab itu disampaikannya kerpada orang-orang Quraisy, dengan mengatakan: "Jika Muhammad menceriterakan kepadamu kisah kaum Ad dan Samud, maka aku akan menceriterakan kepadamu kisah Rustam dan Isrindiar dan cerita-cerita raja-raja Persia". Kaum musyrikin Quraisy itu sering. mendengarkan perkataan Nadar ini, dan berpaling mereka dari mendengarkan Alquran.
Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang tidak mengacuhkan perkataan yang bermanfaat, yang dapat menambah keyakinan manusia kepada agama dan memperbaiki budi pekertinya. Mereka lebih suka mengatakan perkataan-perkataan yang tidak ada manfaatnya, menyampaikan khurafat-khurafat, dongengan-dongengan orang purbakala, lelucon-lelucon yang tidak ada artinya, seperti yang dilakukan Nadar bin Haris. Kalau perlu mereka menggaji penyanyi-penyanyi untuk diperdengarkan suaranya kepada orang banyak. Isi nyanyiannya dan suaranya itu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat merangsang orang yang mendengarnya, melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang dan berakibat tambah menjauhkan seseorang dari agamanya.
Diriwayatkan dari Nafi', ia berkata: "Aku berjalan bersama Abdullah bin Umar dalam suatu perjalanan , maka kedengaran-lah bunyi seruling, lalu Umar meletakkan anak jarinya ke lubang telinganya, agar ia tidak mendengar bunyi seruling itu dan ia menyimpang melalui jalan yang lain, kemudian ia berkata: "Ya Nafi", apakah engkau masih mendengar suara itu?". Aku menjawab: "Tidak". Maka ia mengeluarkan anak jarinya dari telinganya dan berkata: "Beginilah aku melihat yang diperbuat Rasulullah saw, jika ia mendengar bunyi semacam itu".
Pada riwayat yang lain dari Abdurrahman bin `Auf, bahwa Rasulullah saw bersabda:


إنما نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين صوت عند نغمة لهو ومزامير شيطان وصوت عند مصيبة خمش وجوه وشق جيوب ورنة شيطان.
Artinya:
Aku dilarang (mendengarkan)dua macam suara (bunyi) yang tidak ada artinya dan menimbulkan perbuatan jahat, yaitu suara lagu yang melalaikan dan seruling-seruling setan dan (kedua) suara ketika ditimpa musibah, yaitu yang menampar muka, mengoyak-ngoyak baju dan nyanyian setan.
Menurut Ibnu Masud, yang dimaksud dengan perkataan "lah wal hadis" dalam ayat ini, ialah nyanyian yang dapat menimbulkan kemunafikan di dalam hati. Sebagian ulama mengatakan bahwa semua suara , perkataan, nyanyian, bunyi-bunyian yang dapat merusak ketaatan kepada Allah dan mendorong orang-orang yang mendengarnya melakukan perbuatan yang terlarang. disebut "lahwal hadis".
Dari ayat dan hadis-hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dilarang itu ialah mendengarkan nyanyian yang dapat membangkitkan nafsu birahi yang menjurus ke perbuatan zina, seperti nyanyian yang berisi kata-kata kotor, demikian pula nyanyian atau musik yang menyebabkan pendengarnya mengerjakan perbuatan-perbuatan terlarang, seperti minum khamar dan sebagainya.
Mendengar nyanyian atau musik yang tujuannya untuk melapangkan pikiran waktu-waktu istirahat, waktu hari raya tidaklah di larang. Bahkan disuruh mendengarkannya, jika nyanyian atau musik itu mempunyai arti yang baik, menambah iman, memperbaiki budi pekerti, menambah semangat bekerja dan berjuang.
Berkata Qusyairi: "Ditabuh gendang di hadapan Nabi saw, waktu beliau memasuki kota Medinah, lalu Abu Bakar ingin menghentikannya, maka Rasulullah saw berkata: "Biarkanlah mereka menabuh gendang, hai Abu Bakar, hingga orang-orang Yahudi mengetahui bahwa agama kita tidak sempit". Mereka menabuh gendang disertai dengan nyanyian-nyanyian dan syair-syair, di antara bait-baitnya berbunyi: "Nahnu Banatun Najjar. Habbaza Muhammadun min Jar" (kami adalah wanita-wanita Bani Najjar. alangkah baiknya nasib kami, Muhammad menjadi tetangga kami".
Demikian pula Rasulullah saw menyuruh menabuh gendang di waktu melaksanakan walimah suatu perkawinan.
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan akibat mendengar dan memperdengarkan nyanyian, musik dan perkataan yang terlarang itu, yaitu mereka akan memperoleh azab yang sangat menghinakan di hari kiamat, akibat perbuatan mereka yang tidak mengindahkan yang hak dan memilih kebatilan, menukar petunjuk dengan dosa.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 6 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (6

(Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna) maksudnya (untuk menyesatkan) manusia; lafal ayat ini dapat dibaca liyadhilla dan liyudhilla (dari jalan Allah) dari jalan Islam (tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu) kalau dibaca nashab yaitu wa yattakhidzahaa berarti diathafkan kepada lafal yudhilla, dan jika dibaca rafa' yaitu wa yattakhidzuhaa, berarti diathafkan kepada lafal yasytarii (olok-olokan) menjadi objek ejekan dan olokan mereka. (Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan) azab yang hina sekali.
7 Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.(QS. 31:7)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 7

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7

Pada ayat ini Allah menerangkan sifat-sifat orang-orang yang menukar kita-kitab Allah dengan dongengan-dongengan yang tidak berguna itu. yaitu apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah mereka membelakanginya. dengan sikap angkuh dan sombong, seakan-akan mereka tidak mendengarnya. karena telinga telah tersumbat dan tuli.
Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman:


قل هو للذين آمنوا هدى وشفاء والذين لا يؤمنون في آذانهم وقر وهو عليهم عمى
Artinya:
Katakanlah: "Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan. sedang Alquran itu suatu kegelapan bagi mereka". (Q.S. Fussilat: 44)
Karena perbuatan mereka itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak, sebagai balasan dari perbuatan dan tindakan mereka itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 7

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7

(Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami) ayat-ayat Alquran (dia berpaling dengan menyombongkan diri) dengan rasa sombong (seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya) artinya kedua telinganya tersumbat; dan kedua jumlah tasybih menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal walla, atau tasybih yang kedua menjadi bayan atau penjelasan bagi tasybih yang pertama (maka beri kabar gembiralah dia) beritahukanlah kepadanya (dengan azab yang pedih) azab yang menyakitkan. Disebutkannya lafal al-bisyaarah dimaksudkan sebagai tahakkum atau ejekan, dan orang yang dimaksud adalah Nadhr bin Harits. Dia datang ke negeri Al-Hairah dengan tujuan berniaga, lalu ia membeli kitab-kitab cerita orang-orang Ajam. Setelah itu ia menceritakan isinya kepada penduduk Mekah seraya mengatakan, "Sesungguhnya Muhammad telah menceritakan kepada kalian kisah-kisah kaum Ad dan kaum Tsamud, dan sekarang saya akan menceritakan kepada kalian kisah-kisah tentang kerajaan Romawi dan kerajaan Persia." Ternyata mereka menyenangi kisah Nadhr itu, karenanya mereka meninggalkan Alquran serta tidak mau mendengarkannya lagi.
8 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh kenikmatan,(QS. 31:8)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 8 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ (8

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, membenarkan para Rasul yang diutus itu sebagai utusan Allah, baik yang terdapat di dalam kitab yang diturunkan Nya, maupun yang disampaikan oleh Rasul, menghentikan semua yang dilarangnya, tidak mendengar nyanyian, dongengan dan segala macam bunyi-bunyian yang dapat merusak iman. mengurangi ketaatan dan membawa ke jalan yang menjurus kepada perbuatan jahat, maka bagi orang-orang itu disediakan surga yang penuh kenikmatan dan terdapat di dalamnya segala macam kesenangan yang diinginkan, seperti makanan, minuman. pakaian, kamar-kamar dan sebagainya.
9 Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 31:9)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 9 

خَالِدِينَ فِيهَا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (9

Mereka kekal di dalam surga itu selama-lamanya. Yang demikian itu adalah janji Allah kepada makhluk-Nya, yang pasti terjadi, dan janji Nya itu tidak akan dimungkiri sedikitpun. Di samping itu sangat keras pula azab yang ditimpakan Nya kepada orang-orang yang berdosa dan menghalangi manusia menempuh jalan Nya. Allah Maha Bijaksana dalam mengurus dan menyelesaikan segala urusan makhluk Nya.
10 Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.(QS. 31:10)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 10 

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ (10

Ayat ini menerangkan beberapa tanda dan bukti kekuasaan Allah yang terdapat di alam ini, yaitu:
1. Menciptakan alam semesta dengan segala macam isinya, berupa planet-plenet yang tidak terhitung jumlahnya. Planet-planet yang banyak itu merupakan bola-bola besar yang terapung di angkasa luas. Dalam ayat ini disebutkan "tanpa tiang yang kamu melihatnya". Dari perkataan ini dapat dipahami bahwa langit itu mempunyai tiang, yakni ada suatu kekuatan yang menopangnya yang berfungsi sebagai tiang, sehingga planet-planet itu tidak jatuh berserakan. Hanya orang-orang yang berilmulah yang dapat melihat tiang-tiang yang kokoh itu.
2. Allah menciptakan gunung-gunung di permukaan bumi agar bumi itu stabil, tidak bergoncang, sehingga manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup tenang di atasnya, seakan-akan gunung itu merupakan. pasak yang dapat mengokohkan permukaan bumi seperti halnya tiang-tiang kapal yang menjulang, yang dapat menstabilkan kapal itu berlayar dan berlabuh di tengah lautan, sehingga ia tidak oleng. Di samping itu gunung juga mempunyai manfaat lain bagi manusia, di antaranya untuk mengatur pembagian dan penyaluran air hujan yang dicurahkan dari langit, sehingga air itu tetap ada di permukaan bumi sampai musim kemarau. Banyak lagi manfaat-manfaat gunung bagi manusia dan makhluk Allan yang lain.
3. Allah menciptakan di permukaan bumi itu binatang-binatang yang tidak dapat dihitung jumlahnya dan jenisnya, bentuk dan warnanya, sejak dari yang besar sampai kepada yang kecil yang tidak kelihatan oleh mata. Semua binatang yang diciptakan itu ada manfaat dan faedahnya. Kadang-kadang manusia, karena tidak mengetahui faedah dan guna binatang-binatang itu, mereka membunuh dan menumpasnya, sehingga tanpa mereka sadari timbullah kerusakan dan kekotoran di alam ini. Tetapi Allah mengetahui dengan pasti jumlah, jenis, warna, kegunaan dan faedah semua binatang-binatang yang diciptakan-Nya itu.
4. Allah SWT menurunkan hujan dari langit. Hujan itu berasal dari awan yang dihalau Nya ke suatu tempat tertentu, kemudian berubah menjadi hujan yang membasahi permukaan bumi. Dengan air hujan itu tumbuhlah segala macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, dengan warna yang indah dan manfaat yang banyak.
11 Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.(QS. 31:11)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 11 

هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ بَلِ الظَّالِمُونَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (11

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa yang disebutkan pada ayat di atas itu adalah ciptaan Allah, baik di langit maupun di bumi. Tidak ada sesuatu pun yang bersekutu dengan Allah dalam menciptakan semua makhluk itu, dan tidak sesuatupun yang berkuasa atasnya selain Allah. Segala keperluan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, di mana ia dapat hidup dan di tempat mana ia akan mati, demikian pula tentang kegunaan dan bahaya yang dapat ditimbulkan makhluk itu, semuanya diketahui dan dipelihara oleh Allah.
Kemudian Allah SWT menantang orang-orang yang mempersekutukan Tuhan: "Cobalah tunjukkan kepada Allah apa yang telah diciptakan berhala-berhala dan patung-patung yang kamu sembah itu. Apakah patung-patung itu berbuat sesuatu sehingga dapat diyakini sebagai Tuhan selain Allah.
Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah Tuhan selain Allah itu adalah orang-orang yang bodoh, orang-orang yang sesat dan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya. Mereka adalah orang yang zalim kepada dirinya sendiri, sehingga mereka ditimpa azab karena memperturutkan hawa nafsunya.
12 Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: `Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji`.(QS. 31:12)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 12 

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (12

Ayat ini menerangkan bahwa Allah menganugerahkan kepada Luqman hikmah, yaitu perasaan yang halus, akal pikiran dan pengetahuan yang dengan itu ia telah sampai kepada pengetahuan yang hakiki dan jalan yang benar yang dapat menyampaikannya kepada kebahagiaan abadi. Karena itu ia bersyukur kepada Allah yang telah memberinya nikmat itu. Hal itu menunjukkan bahwa pengetahuan dan ajaran-ajaran yang disampaikan Luqman itu bukanlah berasal dari wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, tetapi semata-mata berdasarkan ilmu dan nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya.
Banyak riwayat yang menerangkan asal usul Luqman ini, dan riwayat-riwayat itu antara yang satu dengan yang lain tidak ada persesuaiannya. Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari Sudan sebelah selatan Mesir sekarang. Zamakhsyari dan Ibnu Ishak mengatakan bahwa Luqman termasuk keturunan Bani Israel dan termasuk salah seorang cucu Azar ayah Ibrahim. Menurut pendapat ini, Luqman hidup sebelum kedatangan Nabi Daud as. Sedang menurut Al Waqidi, ia salah seorang kadi dari kadi-kadi Bani Israel. Ada pula riwayat yang menerangkan bahwa Luqman itu seorang Nabi, sedang riwayat lain menyatakan bahwa Luqman hanyalah seorang wali, bukan seorang Nabi 398).
Terlepas dari semua pendapat riwayat di atas, apakah Luqman itu seorang Nabi atau bukan, apakah ia dari seorang Sudan atau seorang keturunan Bani Israel, maka yang jelas dan diyakini ialah: "Luqman adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi Nya hikmah, mempunyai akidah yang benar, memahami pokok agama Allah dan mengetahui akhlak yang mulia. Namanya disebut dalam Alquran sebagai salah seorang dari orang-orang yang selalu menghambakan diri kepada Nya.
Sebagai tanda bahwa Luqman itu seorang hamba Allah yang selalu taat kepada Nya, merasakan kebesaran dan kekuasaan Nya di alam semesta ini, ialah bersyukur kepada Nya, karena merasa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah itu dan merasa dia telah dapat hikmah dari Allah.
Menurut riwayat dari Ibnu `Umar, ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Luqman bukanlah seorang Nabi, tetapi ia adalah seorang hamba yang banyak melakukan tafakur, ia mencintai Allah, maka Allah mencintainya pula.
Banyak riwayat yang menyebutkan kata-kata hikmah yang berasal dari Lukman. Di antaranya ialah nasihat kepada anaknya: 

أي بني, إن الدنيا بحر عميق وقد غرق فيها ناس كثيرون فاجعل سفينتك فيها تقوى الله تعالى وحشوها الإيمان وشراعها التوكل على الله لعلك تنجو ولا أراك ناجيا
Artinya:
"Wahai anakku, sesungguhnya kehidupan di dunia ini laksana laut yang dalam, dan sesungguhnya banyak orang yang tenggelam di dalamnya, karena itu jadikanlah takwa (kepada Allah) sebagai sampan engkau dalam mengarunginya, muatannya adalah iman. layarnya adalah tawakal kepada Allah. mudah-mudahan engkau selamat mengarunginya dan aku tidak melihatmu selamat".
Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa orang yang bersyukur kepada Allah, berarti ia bersyukur untuk kepentingan dirinya sendiri, karena Allah akan menganugerahkan kepadanya pahala yang banyak karena syukurnya itu. Allah SWT berfirman:


ومن شكر فإنما يشكر لنفسه ومن كفر فإن ربي غني كريم
Artinya:
Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya lagi Maha Mulia. (Q.S. An Naml: 40)
Dan firman Allah SWT:


ومن عمل صالحا فلأنفسهم يمهدون
Artinya:
Dan barangsiapa yang beramal saleh, maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan). (Q.S. Ar Rum: 44)
Dan orang-orang yang mengingkari nikmat Allah dan tidak bersyukur kepada Nya berarti ia telah berbuat aniaya terhadap dirinya Sendiri, karena Allah tidak akan memberinya pahala bahkan menyiksanya dengan siksaan yang pedih.
Dalam pada itu Allah sendiri tidak memerlukan syukur hamba Nya itu, karena syukur hamba Nya itu tidak akan memberikan keuntungan kepada Nya sedikitpun, dan tidak pula akan menambah kemuliaan Nya. Dia adalah Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.
13 Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: `Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar`.(QS. 31:13)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 13 

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13

Allah SWT memperingatkan kepada Rasulullah saw nasihat yang pernah diberikan kepada putranya, waktu ia memberi pelajaran kepada putranya itu. Nasihat itu ialah: "Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kelaliman yang sangat besar.
Mempersekutukan Allah dikatakan kelaliman, karena perbuatan itu berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu menyamakan sesuatu yang melimpahkan nikmat dan karunia itu. Dalam hal ini menyamakan Allah SWT sebagai sumber nikmat dan karunia dengan patung-patung yang tidak dapat berbuat sesuatupun. Dikatakan bahwa perbuatan itu adalah kelaliman yang besar, karena yang disamakan itu ialah Allah Pencipta dan Penguasa semesta alam, yang seharusnya semua makhluk mengabdi dan menghambakan diri kepada Nya.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Ibnu Masud, ia berkata: tatkala turun ayat:

الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون
Artinya:
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al An'am: 82)
Maka timbullah keresahan di antara para sahabat Rasulullah saw karena mereka berpendapat bahwa amat beratlah rasanya tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman, lalu mereka berkata kepada Rasulullah saw: "Siapakah di antara kami yang tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman? Maka Rasulullah menjawab: "Maksudnya bukan demikian, apakah kamu tidak mendengar perkataan Luqman: "Hai anakku, jangan kamu memperserikatkan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kelaliman yang besar".
Dari ayat ini dipahami bahwa di antara kewajiban ayah kepada anak-anaknya ialah memberi nasihat dan pelajaran, sehingga anak-anaknya itu dapat menempuh jalan yang benar, dan menjauhkan mereka dari kesesatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:


يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu". (Q.S. At Tahrim: 6)
Jika diperhatikan susunan kalimat ayat ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Luqman sangat melarang anaknya melakukan syirik. Larangan ini adalah suatu larangan yang memang patut di sampaikan Luqman kepada putranya karena mengerjakan syirik itu adalah Suatu perbuatan dosa yang paling besar.
Anak adalah sambungan hidup dari orang tuanya, cita-cita yang tidak mungkin dapat dicapai orang tua selama hidup di dunia diharapkannyalah anaknya yang akan mencapainya. Demikian pula kepercayaan yang dianut orang tuanya di samping budi pekerti yang luhur sangat diharapkannya agar anak-anaknya menganut dan memiliki semuanya itu di kemudian hari. Seakan-akan dalam ayat ini diterangkan bahwa Luqman telah melakukan tugas yang sangat penting kepada anaknya, yaitu telah menyampaikan agama yang benar dan budi pekerti yang luhur. Cara Luqman menyampaikan pesan itu wajib dicontoh oleh setiap orang tua yang mengaku dirinya muslim.
14 Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(QS. 31:14)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14

Allah memerintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya, dengan mencontoh dan melaksanakan haknya. Pada ayat-ayat lain juga Allah memerintahkan yang demikian, firman Nya:


وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين إحسانا
Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. (Q.S. Al Isra': 23)
Kemudian disebut pula dalam ayat ini sebab-sebab diperintahkan berbuat baik kepada ibu, yaitu:
1. Ibu mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan, selama masa mengandung itu ibu menahan dengan sabar penderitaan yang cukup berat, mulai pada bulan-bulan pertama, kemudian kandungan itu semakin lama semakin berat, dan ibu semakin lemah, sampai ia melahirkan. Kemudian baru pulih kekuatannya setelah habis masa nifasnya.
2. Ibu menyusukan anaknya sampai masa dua tahun. Amat banyak penderitaan dan kesukaran yang dialami ibu dalam masa menyusukan anak itu. Hanyalah Allah yang mengetahui segala penderitaan itu.
Dalam ayat ini hanya yang disebutkan apa sebabnya seorang anak harus menaati dan berbuat baik kepada ibunya, tidak disebutkan apa sebabnya seorang anak harus menaati dan berbuat baik kepada bapaknya. Hal ini menunjukkan bahwa kesukaran dan penderitaan dalam mengandung, memelihara dan mendidik anaknya jauh lebih berat bila dibandingkan dengan penderitaan yang dialami bapak dalam memelihara anaknya tidak hanya berupa pengorbanan sebagian dari waktu hidupnya untuk memelihara anaknya, tetapi juga penderitaan jasmani, rohani dan penyerahan sebagian zat-zat penting dalam tubuhnya untuk makanan anaknya yang dihisap oleh anak itu dan darahnya sendiri selama anaknya itu dalam kandungannya. Kemudian sesudah si anak lahir ke dunia lalu disusukannya dalam masa dua tahun lamanya. Air susu ibu (A.S.I) ini juga terdiri dari zat-zat penting dalam darah ibu, yang disuguhkannya kepada anaknya dengan rela kasih sayang untuk dihisap anaknya itu. Dalam A.S.l ini terdapat segala macam zat yang diperlukan untuk pertumbuhan jasmani dan rohani anak itu, dan untuk mencegah segala macam penyakit. Zat-zat ini tidak terdapat pada susu sapi, oleh sebab itu susu sapi dan yang sejenisnya tidak akan sama mutunya dengan A.S.I bagaimanapun mengusahakan agar sama mutunya. Maka segala macam bubuk susu, atau susu kaleng yang dikenal dengan istilah Susu Kental manis (S.K.M) tidak ada yang sama mutunya dengan A.S.I.
Sebab seorang ibu haruslah menyusui anaknya yang dicintainya itu dengan A.S.I, janganlah hendaknya dia menggantikannya dengan bubuk susu atau S.K.M, kecuali dalam hal yang amat memaksa. Apalagi mendapatkan A.S.I dari ibunya adalah hak anak itu, dan menyusukan anak adalah suatu kewajiban yang telah dipikulkan oleh Allah SWT kepada ibunya.
Oleh karena hal-hal yang disebutkan itu, maka dalam ayat ini Allah SWT hanya menyebutkan sebab-sebabnya manusia harus menaati dan berbuat baik kepada ibunya. Nabi saw sendiri memerintahkan agar seorang anak lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibunya dari pada kepada bapaknya, sebagaimana diterangkan dalam hadis:

عن بهز ابن حكيم عن أبيه عن جده, قال: قلت يا رسول الله, من أبر قال أمك, قلت ثم من قال أمك, قلت ثم من قال أمك قلت. ثم من قال أباك ثم الأقرب فالأقرب.
Artinya:
"Dari Bahaz bin Hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata "Aku bertanya Ya Rasulullah. kepada siapakah aku wajib berbakti?" Jawab Rasulullah . "Kepada ibumu". Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa?". Jawab Rasulullah: "Kepada ibumu". Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa lagi?". Jawab Rasulullah: "Kepada ibumu". Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa lagi?". Jawab Rasulullah: "Kepada bapakmu". Kemudian kepada kerabat yang lebih dekat. kemudian kerabat yang lebih dekat". (H.R. Abu Daud dan Tirmizi, dikatakan sebagai hadis hasan)
Adapun tentang lamanya menyusukan anak, maka Alquran memerintahkan agar seorang ibu menyusukan anaknya paling lama dalam masa dua tahun, sebagai yang diterangkan dalam ayat ini, dengan firman Nya" dan menyapihnya dalam masa dua tahun" sebagai disebutkan di atas. Dalam ayat-ayat yang lainpun Allah SWT menentukan lamanya menyusukan anak itu, yaitu selama dua tahun juga. Allah SWT berfirman:

والوالدات يرضعن أولادهن حولين كاملين لمن أراد أن يتم الرضاعة
Artinya:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (Q.S. Al Baqarah: 233)
Firman Nya lagi:

وحمله وفصاله ثلاثون شهرا
Artinya:
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan". (Q.S. Al Ahqaf: 15)
Maksudnya: Lamanya seorang ibu mengandung anaknya. ialah enam bulan (dan ini adalah masa mengandung yang paling kurang), dan masa menyusukan ialah dua puluh empat bulan.
Jadi menurut yang diajarkan oleh Alquran, seorang ibu menyusukan anaknya hendaklah dalam masa dua tahun. Pada ayat 233 surat Al Baqarah di atas diterangkan bahwa masa menyusukan yang dua tahun itu adalah bagi seorang ibu yang hendak menyusukan anaknya dengan sempurna. Maksudnya, bila ada sesuatu halangan, atau masa dua tahun itu dirasakan amat berat, maka boleh dikurangi.
Penentuan dari Allah SWT bahwa masa menyusukan itu adalah dua tahun, adalah pengaturan dari Tuhan untuk menjarangkan kelahiran. Dengan menjalankan pengaturan yang alamiyah ini seorang ibu hanya akan berputra paling rapat sekali dalam masa tiga tahun, atau kurang sedikit. Sebab dalam masa menyusukan, seorang wanita dianjurkan jangan dalam keadaan mengandung.
Kemudian Allah SWT menjelaskan yang dimaksud dengan "berbuat baik" yang diperintahkan Nya dalam ayat 14 ini, yaitu agar manusia selalu bersyukur setiap saat menerima nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan Nya kepada mereka setiap saat, dengan tiada putus-putusnya, dan bersyukur pula kepada ibu bapak karena ibu bapak itulah yang membesarkan, memelihara, dan mendidik dan bertanggung jawab atas diri mereka, sejak dalam kandungan sampai kepada saat mereka sanggup berdiri sendiri. Dalam waktu-waktu itu ibu bapak menanggung segala macam kesusahan dan penderitaan, baik dalam menjaga diri maupun dalam usaha mencarikan nafkahnya.
Ibu bapak dalam ayat ini disebut secara umum, tidak dibedakan antara ibu bapak yang muslim dengan yang kafir. Karena itu dapat disimpulkan suatu hukum berdasarkan ayat ini, yaitu seorang anak wajib berbuat baik kepada ibu bapaknya, apakah ibu bapaknya itu muslim atau kafir.
Di Samping yang disebutkan ada lagi beberapa hal yang mengharuskan anak menghormati dan berbuat baik kepada ibu bapak, yaitu:
1. Ibu dan bapak telah mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Cinta dan kasih sayang itu terwujud dalam berbagai bentuk, di antaranya ialah usaha-usaha memberi nafkah, mendidik dan menjaga serta memenuhi keinginan-keinginan anaknya. Usaha-usaha yang tidak mengikat itu dilakukan tanpa mengharapkan balasan sesuatupun dari anak-anaknya, kecuali agar anak-anaknya di kemudian hari berguna bagi agama, nusa dan bangsa
2. Anak adalah buah hati dan pengarang jantung dari ibu bapaknya, seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat. Rasulullah saw bersabda: "Fatimah adalah buah hatiku".
3. Anak-anak sejak dari dalam kandungan ibu sampai dia lahir ke dunia dan sampai pula dewasa, makan, minum dan pakaian serta segala keperluan yang lain ditanggung ibu bapaknya.
Dengan perkataan lain dapat diungkapkan bahwa nikmat yang paling besar yang diterima oleh seorang manusia adalah nikmat dari Allah, kemudian nikmat yang diterima dari ibu bapaknya. Itulah sebenarnya Allah SWT meletakkan kewajiban berbuat baik kepada kedua orang ibu bapak, sesudah kewajiban beribadat kepada Nya.
Pada akhir ayat ini Allah SWT memperingatkan bahwa manusia akan kembali kepada Nya, bukan kepada orang lain. Pada saat itu Dia akan memberikan pembalasan yang adil kepada hamba-hamba Nya. Perbuatan baik akan dibalasi pahala yang berlipat ganda berupa surga yang penuh kenikmatan sedang perbuatan jahat akan dibalasi dengan siksa berupa neraka yang menyala-nyala.
15 Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, makan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. 31:15)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 15 

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15

Ayat ini menerangkan dalam hal tertentu, maka seseorang anak dilarang menaati ibu bapaknya. yaitu jika ibu bapaknya memerintahkan kepadanya memperserikatkan Allah, yang dia sendiri memang tidak mengetahui bahwa Allah SWT mempunyai sekutu, karena memang tidak ada sekutu bagi Nya. Maka sepanjang pengetahuan manusia Allah SWT tidak mempunyai sekutu. Manusia menurut nalurinya mengesakan Tuhan.
Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Saad Abu Waqqas, ia berkata: "Tatkala aku masuk Islam ibuku bersumpah bahwa beliau tidak akan makan dan minum, sebelum aku meninggalkan agama Islam itu". Untuk itu pada hari pertama aka mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau menolak nya dan beliau tetap bertahan pada pendiriannya. Pada hari kedua aku juga mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau malah tetap pada pendiriannya. Pada hari ketiga aku mohon kepada beliau agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau tetap menolaknya. Karena itu aku berkata kepadanya: "Demi Allah, seandainya ibu mempunyai seratus jiwa, niscaya jiwa itu akan keluar satu persatu, sebelum aku meninggalkan agama yang aku peluk ini". Setelah ibuku melihat keyakinan dan kekuatan pendirianku, maka beliaupun makan".
Dari sebab turunnya ayat ini diambil kesimpulan bahwa Saad tidak berdosa, karena tidak mengikuti kehendak ibunya untuk kembali kepada agama syirik. Hukum ini berlaku pula untuk seluruh umat Nabi Muhammad yang tidak boleh taat kepada orang tuanya mengikuti agama syirik dan perbuatan dosa yang lain.
Selanjutnya Allah SWT memerintahkan agar seorang anak tetap memperlakukan kedua ibu bapaknya dengan baik yang memaksanya mempersekutukan Tuhan itu dalam urusan keduniawian, seperti menghormati, menyenangkan hati, memberi pakaian, tempat tinggal yang layak baginya, biarpun kedua orang tuanya itu memaksanya mempersekutukan Tuhan atau melakukan dosa yang lain.
Pada ayat yang lain diperingatkan bahwa seseorang anak wajib mengucapkan kata-kata yang baik kepada ibu bapaknya. Jangan sekali-kali bertindak atau mengucapkan kata-kata yang menyinggung hatinya, walaupun kata-kata itu "ah" sekalipun. Allah SWT berfirman:

فلا تقل لهما أف
Artinya:
"... maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah". (Q.S. Al Isra': 23)
Setelah Allah melarang seorang anak menaati perintah orang tuanya memperserikatkan Tuhan, maka pada akhir ayat ini kaum Muslimin diperintahkan agar mengikuti jalan orang yang menuju kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa saja. Janganlah diikuti jalan orang yang memperserikatkan Allah dengan makhluk Nya. Kemudian ayat ini ditutup dengan peringatan dari Tuhan bahwa hanya kepada-Nyalah aku kembali dan Tuhan akan memberitahukan kepadanya apa-apa yang telah dikerjakan selama hidup di dunia.
Ayat 14 dan 15 di atas seakan-akan memutuskan perkataan Luqman kepada anaknya. Pada ayat 13 diterangkan wasiat Luqman kepada anaknya, sedangkan ayat 14 dan 15 merupakan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman agar berbuat baik kepada orang tua mereka. Kemudian pada ayat 16 kembali diterangkan wasiat Luqman kepada anaknya. Cara penyampaian yang demikian itu adalah untuk mengingatkan orang-orang yang beriman bahwa beriman hanya kepada Allah dan berbuat baik kepada orang tua itu adalah suatu perbuatan yang wajib dilakukan oleh setiap anak dan wajib disampaikan oleh orang tua kepada anaknya, seperti telah dilakukan oleh Luqman kepada anaknya.
16 (Luqman berkata): `Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(QS. 31:16)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 16 

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16

Luqman mewasiatkan kepada anaknya agar selalu waspada terhadap rayuan yang telah mengajak dan mempengaruhi manusia melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Apa yang dilakukan manusia, sejak dari yang besar sampai yang sekecil-kecilnya, yang nampak dan yang tidak nampak, yang terlihat dan yang tersembunyi baik di langit maupun di bumi, pasti diketahui Allah Karena itu Allah pasti akan memberikan pembalasan yang setimpal dengan perbuatan manusia itu; perbuatan baik akin dibalasi dengan surga yang penuh kenikmatan, sedang perbuatan jahat dan dosa akan dibalasi dengan neraka yang menyala-nyala. Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu yang tidak ada sedikitpun yang luput dari pengetahuan Nya.
Keadilan Allah SWT dalam menimbang perbuatan manusia itu dilukiskan dalam firman Nya:

ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا
Artinya:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. (Q.S. Al Anbiya: 47)
17 Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(QS. 31:17)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 17 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17

Pada ayat ini Luqman mewasiatkan kepada anaknya:
1. Selalu mendirikan salat dengan sebaik-baiknya, sehingga salat itu diridai Allah. Jika salat yang dikerjakan itu diridai Allah perbuatan keji dan perbuatan mungkar dapat dicegah. Jika tetap demikian halnya, maka jiwa menjadi bersih, tidak ada kekhawatiran terhadap diri Orang itu, dan mereka tidak akan bersedih hati jika ditimpa cobaan Tuhan, dan merasa dirinya semakin dekat dengan Tuhannya.
Nabi saw bersabda:

أعبدوا الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك.
Artinya:
Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau. (H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Berusaha mengajak manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang diridai Allah dan berusaha agar manusia tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa, berusaha membersihkan jiwa dan mencapai keberuntungan. Allah SWT berfirman:

قد أفلح من زكاها وقد خاب من دساها
Artinya:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya (Q.S. As Syams: 9-10)
3. Selalu bersabar terhadap segala macam cobaan yang menimpa, akibat dari mengajak manusia berbuat baik dan meninggalkan perbuatan yang mungkar, baik cobaan itu dalam bentuk kesenangan dan kemegahan, maupun dalam bentuk kesengsaraan dan penderitaan.
Pada akhir ayat ini Allah menerangkan sebabnya Dia memerintahkan tiga hal tersebut di atas, yaitu karena hal-hal itu merupakan pekerjaan yang diwajibkan Allah kepada hamba-hamba Nya, amat besar faedahnya bagi yang mengerjakannya dan memberi manfaat di dunia dan di akhirat.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 17

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17

(Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu) disebabkan amar makruf dan nahi mungkarmu itu. (Sesungguhnya yang demikian itu) hal yang telah disebutkan itu (termasuk hal-hal yang ditekankan untuk diamalkan) karena mengingat hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang wajib.
18 Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(QS. 31:18)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 18 - 19 

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19

Ayat ini menerangkan lanjutan wasiat Luqman kepada anaknya, yaitu agar anaknya berbudi pekerti yang baik, yaitu dengan:
1. Jangan sekali-kali bersifat angkuh dan sombong, suka membangga-banggakan diri dan memandang rendah orang lain. Tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah:
a. Bila berjalan dan bertemu dengan temannya atau orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah kepada orang yang berselisih jalan dengannya.
b. Ia berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan di jalan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat.
Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:

لا تباغضوا ولا تدابروا ولا تحاسدوا, وكونوا عباد الله إخوانا ولا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث.
Artinya:
Janganlah kamu berbenci-bencian, janganlah kamu belakang membelakangi dan janganlah kamu berdengki-dengkian dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari.
2. Hendaklah sederhana waktu berjalan, lemah lembut dalam berbicara, sehingga orang yang melihat dan mendengarnya merasa senang dan tenteram hatinya. Berbicara dengan sikap keras, angkuh dan sombong itu dilarang Allah karena pembicaraan yang semacam itu tidak enak didengar, menyakitkan hati dan telinga, seperti tidak enaknya suara keledai.
Yahya bin Jabir At Ta'i meriwayatkan dari Gudaif bin Haris, ia berkata: "Aku duduk dekat Abdullah bin Amr bin Al `asi, maka aku mendengar ia berkata: "Sesungguhnya kubur itu akan berbicara dengan orang yang dikuburkan di dalamnya, ia berkata: "Hai anak Adam apakah yang telah memperdayakan engkau, sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah tempat engkau berada sendirian? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku tempat yang gelap? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah kebenaran? Apakah yang memperdayakan engkau sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Sesungguhnya engkau waktu hidup menyombongkan diri".
Pada riwayat yang lain Rasulullah saw bersabda:

من جر ثوبه خيلاء لا ينظر الله إليه يوم القيامة
Artinya:
Barangsiapa yang menjela-jelakan kainnya karena sombong. Allah tidak akan melihat kepadanya di hari kiamat.
Yang dimaksud dengan sederhana dalam berjalan dun berbicara bukanlah berarti bahwa berjalan itu harus menundukkan kepala dan berbicara hendaklah dengan lunak dan di bawah-bawah, tetapi yang dimaksud ialah berjalan dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, sehingga orang merasa senang melihatnya.
Adapun berjalan dengan sikap gagah dan wajar, serta berkata dengan tegas yang menunjukkan suatu pendirian yang kuat, tidaklah dilarang oleh agama.
Menurut suatu riwayat dari `Aisyah ra, beliau melihat seorang laki-laki berjalan menunduk lemah, seakan-akan ia telah kehilangan kekuatan tubuhnya, maka beliaupun bertanya : "Mengapa orang itu berjalan terlalu lemah dan lambat? Seseorang menjawab: "Dia adalah seorang fuqaha yang sangat alim. Mendengar jawaban itu `Aisyah berkata: "Umar adalah penghulu fuqaha, tetapi apabila ia berjalan adalah dengan sikap yang gagah dan apabila berkata: "dia bersuara sedikit keras dan apabila ia memukul. maka pukulannya adalah keras".
19 Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.(QS. 31:19)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 18 - 19 

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19

Ayat ini menerangkan lanjutan wasiat Luqman kepada anaknya, yaitu agar anaknya berbudi pekerti yang baik, yaitu dengan:
1. Jangan sekali-kali bersifat angkuh dan sombong, suka membangga-banggakan diri dan memandang rendah orang lain. Tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah:
a. Bila berjalan dan bertemu dengan temannya atau orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah kepada orang yang berselisih jalan dengannya.
b. Ia berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan di jalan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat.
Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:

لا تباغضوا ولا تدابروا ولا تحاسدوا, وكونوا عباد الله إخوانا ولا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث.
Artinya:
Janganlah kamu berbenci-bencian, janganlah kamu belakang membelakangi dan janganlah kamu berdengki-dengkian dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari.
2. Hendaklah sederhana waktu berjalan, lemah lembut dalam berbicara, sehingga orang yang melihat dan mendengarnya merasa senang dan tenteram hatinya. Berbicara dengan sikap keras, angkuh dan sombong itu dilarang Allah karena pembicaraan yang semacam itu tidak enak didengar, menyakitkan hati dan telinga, seperti tidak enaknya suara keledai.
Yahya bin Jabir At Ta'i meriwayatkan dari Gudaif bin Haris, ia berkata: "Aku duduk dekat Abdullah bin Amr bin Al `asi, maka aku mendengar ia berkata: "Sesungguhnya kubur itu akan berbicara dengan orang yang dikuburkan di dalamnya, ia berkata: "Hai anak Adam apakah yang telah memperdayakan engkau, sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah tempat engkau berada sendirian? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku tempat yang gelap? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah kebenaran? Apakah yang memperdayakan engkau sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Sesungguhnya engkau waktu hidup menyombongkan diri".
Pada riwayat yang lain Rasulullah saw bersabda:

من جر ثوبه خيلاء لا ينظر الله إليه يوم القيامة
Artinya:
Barangsiapa yang menjela-jelakan kainnya karena sombong. Allah tidak akan melihat kepadanya di hari kiamat.
Yang dimaksud dengan sederhana dalam berjalan dun berbicara bukanlah berarti bahwa berjalan itu harus menundukkan kepala dan berbicara hendaklah dengan lunak dan di bawah-bawah, tetapi yang dimaksud ialah berjalan dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, sehingga orang merasa senang melihatnya.
Adapun berjalan dengan sikap gagah dan wajar, serta berkata dengan tegas yang menunjukkan suatu pendirian yang kuat, tidaklah dilarang oleh agama.
Menurut suatu riwayat dari `Aisyah ra, beliau melihat seorang laki-laki berjalan menunduk lemah, seakan-akan ia telah kehilangan kekuatan tubuhnya, maka beliaupun bertanya : "Mengapa orang itu berjalan terlalu lemah dan lambat? Seseorang menjawab: "Dia adalah seorang fuqaha yang sangat alim. Mendengar jawaban itu `Aisyah berkata: "Umar adalah penghulu fuqaha, tetapi apabila ia berjalan adalah dengan sikap yang gagah dan apabila berkata: "dia bersuara sedikit keras dan apabila ia memukul. maka pukulannya adalah keras".
20 Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.(QS. 31:20)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 20 

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ (20

Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari padanya. Dia lah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang benderang, maka dapatlah manusia berusaha, dan sinar matahari itu dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang akan menjadi bahan makanan bagi manusia. Bulan dan bintang dijadikannya bercahaya, yang dapat menerangi malam yang gelap dan menjadi petunjuk bagi kapal yang mengharungi lautan. Diturunkannya hujan yang membasahi bumi dan menyuburkan tumbuh-tumbuhan, dan airnya untuk minuman manusia dan binatang, dan sebagian air itu disimpan dalam tanah sebagai persiapan musim kemarau. Dia menjadikan aneka ragam barang tambang dan gas alam, listrik dan sebagainya, yang semuanya itu dapat diambil manfaatnya oleh manusia. Tidaklah ada yang sanggup menghitung nikmat Allah yang telah dilimpahkan Nya kepada manusia.
Diriwayatkan bahwa Nabi saw berkata kepada Ibnu Abbas, di waktu dia bertanya kepada beliau tentang ayat ini "Az Zahirah" dalam ayat ini berarti "Islam dan budi pekerti yang baik" dan Al Batinah ialah "kesalahan yang ditutup dan diampuni Allah". Dan ada orang yang berpendapat bahwa Az Zahirah ialah "kesehatan dan budi pekerti yang luhur" dan Al Batinah ialah "pengetahuan dan akal pikiran". Ada pula yang mengartikan Az Zahirah dengan "semua nikmat Allah yang nampak" seperti harta kekayaan, kemegahan, kecantikan dan ketaatan, sedang Al Batinah ialah pengetahuan tentang Allah, keyakinan yang baik, mengetahui hakikat hidup yang sebenarnya dan sebagainya. Sekalipun terdapat perbedaan tentang arti "AZ Zahirah dan Al Batinah" itu, namun dapat diambil kesimpulan bahwa keduanya merupakan nikmat-nikmat yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia dan dapat dirasakannya.
Pada akhir ayat ini Allah memperingatkan, sekalipun Allah SWT telah melimpahkan nikmat yang tidak terhingga kepada manusia namun masih banyak manusia yang membantahnya dan mengingkari nikmat-nikmat itu seperti Naddar bin Haris, Ubay bin Khalaf dan orang-orang lain. Mereka membantah bukti yang dikemukakan Alquran dan seruan Nabi dengan tidak berdasarkan ilmu pengetahuan, tidak berdasarkan hujah yang benar, dan tidak pula berdasarkan wahyu dan kitab yang diturunkan Allah.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 1 s/d 20 dari [34]


sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI
2. Tafsir Jalalain Indonesia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU