Kamis, 19 September 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH YAA SIIN AYAT 61 - 80 ( 04 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : YAA SIIN
Ayat [83]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:4/5
61 dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.(QS. 36:61)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 61

وَأَنْاعْبُدُونِيهَذَاصِرَاطٌمُّسْتَقِيمٌ

(Dan hendaklah kalian menyembah-Ku) yakni esakanlah Aku dan taatilah Aku. (Inilah jalan) maksudnya tuntunan (yang lurus.)
62 Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar di antaramu. Maka apakah kamu tidak memikirkan?(QS. 36:62)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 62 

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (62

Ayat ini menerangkan pengaruh dan akibat godaan setan kepada manusia, yaitu mereka ingkar dan tidak menaati Allah, bahkan banyak di antara mereka yang mempersekutukan Nya.
Alangkah lemahnya hati manusia, sehingga mereka dapat tergoda oleh setan. Padahal mereka telah dianugerahi akal, pikiran, perasaan, kemampuan jasmani dan rohani, demikian pula taufik dan hidayah berupa agama yang disampaikan Rasul kepada mereka. Sebenarnya dengan semua anugerah yang diberikan itu manusia dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana jalan yang lurus dan mana jalan yang Sesat, mana perbuatan dosa dan mana amal yang saleh. Tetapi mereka lalai dan selalu memperturutkan hawa nafsunya.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 62 

وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ (62

(Sesungguhnya setan itu telah menyesatkan sebagian besar di antara kalian) lafal Jibillan adalah bentuk jamak dari Jabiilun seperti wazan Qadiimun, artinya makhluk. Menurut qiraat yang lain dibaca Jibullan dengan harakat Dhammah pada huruf Ba. (Maka apakah kalian tidak memikirkan?) tentang permusuhan setan dan penyesatannya; atau azab yang bakal menimpa mereka, yang karenanya mereka lalu mau beriman. Dikatakan kepada mereka di akhirat nanti:
63 Inilah Jahannam yang dahulu kamu di ancam (dengannya).(QS. 36:63)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 63 

هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (63

Allah SWT menyatakan kepada orang-orang kafir itu : "Hai orang-orang kafir, inilah neraka Jahanam yang pernah Aku janjikan kepadamu dan janji itu telah disampaikan oleh Rasul yang telah diutus kepadamu semasa hidup di dunia dahulu. Tetapi kamu tidak mempercayainya, bahkan kamu ingkar dan durhaka kepada Ku dart menyembah Tuhan selain Ku.
64 Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.(QS. 36:64)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 64 

اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُونَ (64

Hal orang-orang kafir masukan dan rasakanlah pada hari ini kepanasan api neraka itu. Tetaplah di dalamnya sebagai balasan dari keingkaran dan perbuatan dosa yang telah kamu kerjakan dahulu.
Dari ayat-ayat ini dipahami, seakan-akan Allah memperingatkan kepada orang-orang kafir yang sedang diazab itu bahwa mereka tidak perlu lagi menyesal, putus asa dart bersedih hati karena azab yang sedang mereka alami. Azab itu diberikan kepada mereka, merupakan ketetapan Tuhan yang tidak mungkin dirubah lagi. Karena kepada mereka sewakatu hidup di dunia telah disampaikan bermacam-macam peringatan dan bermacam-macam cobaan, tetapi mereka tetap ingkar. Karena itu dan terimalah azab yang sedang ditimpakan itu.
65 Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.(QS. 36:65)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 65

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (65

Ayat ini menyatakan bahwa orang-orang kafir pada hari mereka menerima azab dalam neraka itu mengingkari semua perbuatan-perbuatan jahat yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, bahkan mereka bersumpah bahwa mereka tidak pernah melakukan perbuatan-perbuatan itu, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah:

قالوا والله ربنا ما كنا مشركين
Artinya:
Mereka mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami tiadalah kami mempersekutukan Allah". (Q.S. Al An'am: 23)
Dan dalam firman Allah:

إنا أنذرناكم عذابا قريبا يوم ينظر المرء ما قدمت يداه ويقول الكافر ياليتني كنت ترابا
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah". (Q.S. An Naba': 40)
Karena itu Allah SWT mengunci mati mulut-mulut mereka sehingga mereka tidak dapat mengucapkan sepatah katapun dan Allah SWT memerintahkan agar seluruh anggota badan mereka, seperti tangan, kaki mereka, dan sebagainya menjadi saksi atas perbuatan itu dan semua anggota badan mereka itu menerangkan dengan sejelas-jelasnya.
Ada riwayat yang menerangkan bahwa pada waktu itu orang-orang kafir mengingkari dengan sangat segala perbuatan jahat yang telah mereka lakukan di dunia. Karena itu tetangga-tetangga keluarga mereka dart sanak famili mereka menyatakan persaksian mereka dengan sumpah bahwa mereka benar-benar telah melakukan perbuatan jahat dan dosa selama hidup di dunia, seperti mempersekutukan Allah dan sebagainya. Mendengar persaksian itu mereka berkata: "Aku tidak akan menerima persaksian dari siapa pun selain dari persaksian yang aku sendiri yang menyatakannya". Maka Allah pun menutup mulut mereka dan memerintahkan kepada anggota-anggota tubuh mereka: "Berbicaralah engkau". Malta anggota-anggota tubuh mereka itu menuturkan semua yang telah mereka kerjakan itu.
Banyak ayat-ayat Alquran yang menerangkan tentang persaksian anggota tubuh manusia terhadap perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia ini, di antaranya ialah firman Allah SWT:

يوم تشهد عليهم ألسنتهم وأيديهم وأرجلهم بما كانوا يعملون
Artinya:
Pada hari (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Q.S. an Nur: 24)
Adapun Allah menjadikan tangan dan kaki berbicara sebagai saksi, adalah karena tanganlah yang mengerjakan perbuatan itu, sedang kaki ikut menyaksikan apa yang dikerjakan oleh tangan itu. Jadi perbuatan tangan merupakan suatu ikrar atau pengakuan sedangkan perkataan kaki merupakan persaksian.
Jika semua perbuatan buruk seorang manusia dibukakan dan diungkapkan selama hidup di dunia dan diketahui oleh orang banyak maka mereka merasa malu dan merasa sukar menyembunyikan muka mereka. Bahkan banyak pula di antara manusia yang membunuh dirinya karena tidak sanggup menahan rasa malu itu. Di akhirat nanti mereka akan mengalami apa yang mereka tidak sanggup mengalami dart menanggungnya semasa hidup di dunia.
Di samping anggota jasmani menjadi saksi di akhirat nanti maka roh dan jiwapun akan menjadi saksi pada hari itu. Persaksian roh dart jiwa akan lebih lengkap dari persaksian anggota badan, karena roh dart jiwa itu di samping mengetahui apa yang diketahui anggota, juga ia merasakan apa yang tidak sanggup anggota badan merasakannya.
Persaksian roh dan jiwa ini dipahami dari firman Allah SWT:

اقرأ كتابك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا
Artinya:
Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. (Q.S. Al Isra': 14)
66 Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).(QS. 36:66)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 66

وَلَوْنَشَاءلَطَمَسْنَاعَلَىأَعْيُنِهِمْفَاسْتَبَقُواالصِّرَاطَفَأَنَّىيُبْصِرُونَ

(Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mereka) Kami jadikan penglihatan mereka buta sama sekali (lalu mereka berlomba-lomba) bersegera (-mencari- jalan) untuk pergi sebagaimana kebiasaan mereka. (Maka betapakah) bagaimanakah (mereka dapat melihat) jalan itu, jika mereka dalam keadaan buta? Yakni mereka pasti tidak akan dapat melihat jalan itu.
67 Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami robah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.(QS. 36:67)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 67

وَلَوْنَشَاءلَمَسَخْنَاهُمْعَلَى مَكَانَتِهِمْفَمَااسْتَطَاعُوامُضِيًّا وَلَايَرْجِعُونَ

  (Dan jika Kami menghendaki pastilah Kami ubah mereka) diubah menjadi kera, babi atau batu (di tempat mereka berada) menurut qiraat yang lain lafal Makanatihim dibaca dalam bentuk jamak, yaitu Makaanaatihim, yaitu di tempat-tempat mereka (maka mereka tidak sanggup berjalan dan tidak pula sanggup kembali) yakni mereka tidak dapat pergi dan tidak dapat pulang kembali.
68 Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?(QS. 36:68)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 68

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ أَفَلَا يَعْقِلُونَ (68

Orang-orang kafir berkata: "Jika umur kami dipanjangkan Tuhan, tentulah kami berbuat segala macam kebaikan yang diperintahkan Allah". Allah SWT menjawab ucapan mereka itu dengan mengatakan: "Semakin panjang umur orang-orang kafir itu, maka semakin lemahlah ia dan semakin tidak berdaya melakukan apa yang dikatakannya itu".
Apakah orang-orang kafir tidak mempergunakan akalnya bahwa semakin panjang dan tua umur seseorang semakin lemahlah ia baik jasmani maupun rohaninya dan semakin tidak mampu ia berbuat. Allah telah memberinya umur yang cukup kepada mereka, yang dengan umur itu sebenarnya mereka telah dapat berbuat banyak, dapat beramal saleh, dapat menuntut ilmu yang cukup, dapat beribadat dengan baik dan sebagainya. Tetapi mereka tidak mempergunakan umur mereka itu dengan sebaik-baiknya. Allah mengutus para Rasul kepada mereka yang membawa petunjuk ke jalan yang lurus, tetapi mereka tidak mengikuti Rasul dan petunjuk itu bahkan mereka mendustakan dan mengingkarinya.
69 Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan,(QS. 36:69)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 69 

وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (69

Dalam ayat ini, Allah membantah tuduhan kaum kafir yang mengatakan bahwa Alquran adalah syair yang diciptakan oleh Nabi Muhammad sendiri. Dengan demikian. menurut tuduhan mereka, Muhammad adalah seorang penyair. Hal ini dibantah keras dalam ayat ini, karena Alquran wahyu Allah yang membawa kebenaran. Sedang Nabi Muhammad menyampaikannya kepada umat manusia.
Alquran jauh berbeda dengan syair yang berkembang di tanah Arab ketika itu.
Pertama Karena syair mementingkan khayal, sehingga apa yang tersebut dalam syair itu kadang-kadang benar dart kadang-kadang merupakan hal-hal yang tidak benar, hanya sekadar menyenangkan hati orang-orang yang mendengarnya. Sehingga timbullah ucapan yang mengatakan bahwa "syair" yang paling baik ialah yang paling bohong". Sedang Alquran membawa ajaran-ajaran yang seluruhnya benar, karena ia berfungsi sebagai petunjuk bagi manusia, membimbing mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kedua Bahwa dekat sebelum diutusnya Muhammad saw, menjadi Nabi dan Rasul, di antara penyair menggunakan syair-syair tersebut sebagai mata pencaharian. Mereka menciptakan syair-syair untuk memuji orang-orang yang berkuasa. Semakin senang hati yang dipuji itu karena syair tersebut, semakin besar pula hadiah yang akan mereka terima. Dengan demikian, prinsip mereka menciptakan syair tersebut adalah "asal Bapak senang". Mereka tak segan-segan memutar balikkan kenyataan. Yang salah, mereka katakan benar. Yang buruk mereka katakan baik. Sedang Nabi Muhammad jauh sekali dari sifat semacam itu. Beliau menyampaikan Alquran tanpa mengharapkan upah apapun dari manusia. Yang benar ditegakkan, yang salah dibasmi. Ditegaskannya mana yang halal, dan mana yang batil. Dengan demikian, Alquran bukanlah syair, dan Nabi Muhammad bukanlah penyair. Bahkan, kedudukan sebagai penyair suatu hal yang tidak patut bagi seorang Nabi dan Rasul Allah.
Allah SWT menegaskan, bahwa ia tidak mengajarkan syair kepada Muhammad. Ia hanyalah mewahyukan Alquran kepadanya, untuk disampaikan kepada umat manusia. Tuduhan kaum musyrik dart kaum kafir bahwa Muhammad adalah penyair, adalah tuduhan yang tidak patut dart tidak diterima akal yang sehat.
Kemudian Allah menegaskan lagi, bahwa Alquran yang disampaikan oleh Muhammad saw adalah pelajaran dan kitab suci yang memberikan penerangan kepada umat manusia untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin, dunia dan akhirat.
Kaum musyrik mengatakan Alquran itu syair, karena kata-kata dart kalimat-kalimat yang terdapat dalam Alquran demikian indah dan itu. Bahkan kadang-kadang mereka mengatakan Alquran adalah sihir, karena kata-kata dan susunan kalimat Alquran memang mempesona siapa saja yang mendengarnya. Akan tetapi tuduhan mereka ini sama sekali tidak benar. Namun demikian, Alquran bukanlah sihir. Dan bukan pula syair, karena syair, adalah susunan yang terikat kepada pola-pola tertentu, sedang Alquran tidaklah demikian.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 69 

وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنْبَغِي لَهُ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُبِينٌ (69

(Dan Kami tidak mengajarkan kepadanya) yakni kepada Nabi saw. (tentang syair) ayat ini diturunkan sebagai sanggahan terhadap perkataan orang-orang kafir, karena mereka telah mengatakan, bahwa sesungguhnya Alquran yang didatangkan olehnya adalah syair (dan bersyair itu tidak layak) tidak mudah (baginya.) (Alquran itu tiada lain) apa yang diturunkan kepadanya, tiada lain (hanyalah pelajaran) nasihat (dan Kitab yang memberi penerangan) yang menjelaskan tentang hukum-hukum dan lain-lainnya.
70 supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.(QS. 36:70)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 70 

لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (70

Dalam ayat ini, selanjutnya Allah SWT menjelaskan, bahwa fungsi Alquran antara lain untuk memberikan peringatan kepada umat manusia yang hati dan pikirannya hidup, di samping itu menerangkan kepastian adanya kelelapan azab terhadap orang-orang kafir.
Orang-orang yang hati, pikiran dan semangatnya tetap hidup pastilah mengambil Alquran sebagai pedomannya yang utama, karena Alquran membawa ajaran yang melenyapkan kebodohan dan kebekuan, menyembuhkan penyakit-penyakit mental yang merusak hidup manusia, lahir dan batin. Ia menjadi rahmat bagi orang-orang yang bertakwa.
Sebaliknya orang-orang yang hati, pikiran dan semangatnya sudah mati dan membeku, tak man mengambil pelajaran dan bimbingan dari Alquran karena godaan setan sudah membelenggu demikian rupa.
Di samping itu, di antara pemuka-pemuka kaum kafir dan musyrik itu dalam hati mereka telah mengakui kebenaran dan kemukjizatan Alquran, akan tetapi mereka tidak berani mengemukakan pengakuan itu, karena takut akan kehilangan pengaruh di antara kaumnya, atau kehilangan sumber penghasilan mereka.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 70 

لِيُنْذِرَ مَنْ كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ (70

(Supaya dia memberi peringatan) dengan Alquran itu; lafal Liyundzira dapat pula dibaca Litundzira artinya supaya kamu memberi peringatan dengan Alquran itu (kepada orang-orang yang hidup) hatinya, maksudnya tanggap terhadap apa-apa yang dinasihatkan kepada mereka; mereka adalah orang-orang mukmin (dan supaya pastilah ketetapan) azab (terhadap orang-orang kafir) mereka diserupakan orang mati, karena mereka tidak tanggap terhadap apa-apa yang dinasihatkan kepada mereka.
71 Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?(QS. 36:71)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 71 

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ (71

(Dan apakah mereka tidak melihat) tidak memperhatikan, Istifham di sini mengandung makna Taqrir dan huruf Wau yang masuk kepadanya merupakan huruf 'Athaf (bahwa Kami telah menciptakan untuk mereka) ini ditujukan kepada segolongan manusia (dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami) dari hasil ciptaan Kami tanpa sekutu dan tanpa pembantu (yaitu berupa binatang ternak) unta, sapi, dan kambing lalu mereka menguasainya?) dapat memeliharanya.
72 Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.(QS. 36:72)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 71 - 73 

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُمْ مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ (71) وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ (72) وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلَا يَشْكُرُونَ (73

Dalam ayat ini Allah memperingatkan kembali kepada kaum kafir tentang sifat dan rahmat yang telah dikaruniakan Nya kepada mereka yang sepatutnya mereka syakuri. Rahmat yang dikaruniakan itu lalu mereka kuasai dan mereka ambil manfaatnya sedemikian rupa. Tetapi mereka tidak pernah bersyukur. bahkan mengingkari rahmat tersebut.
Di antara rahmat dart karunia Allah adalah bermacam-macam hewan dan binatang ternak yang telah diciptakan Allah dan disediakan Nya untuk manusia. Sebagian dari hewan tersebut mereka jadikan kendaraan untuk mengangkut mereka serta barang-barang dari suatu tempat yang lain. Dan dari hewan itu pula mereka memperoleh bahan makanan, minuman, pakaian dan alat-alat keperluan lainnya. Namun mereka tidak bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakan dan menyediakan semuanya itu untuk kepentingan mereka.
73 Dan mereka memperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?(QS. 36:73)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 73

وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ أَفَلَا يَشْكُرُونَ (73

 (Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat) yakni dari bulu unta, kambing, dan dombanya (dan minuman) dari air susunya, lafal Masyaarib adalah bentuk jamak dari lafal Masyrab yang bermakna Asy-Syurb atau minuman, makna yang dimaksud adalah tempat minum. (Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?) kepada Allah Yang telah melimpahkan nikmatnikmat itu kepada mereka, lalu karenanya mereka mau beriman. Makna yang dimaksud ialah mereka tidak mensyukurinya.
74 Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.(QS. 36:74)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 74 - 75 

وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَعَلَّهُمْ يُنْصَرُونَ (74) لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (75

Allah SWT menerangkan dalam ayat ini, bahwa kaum kafir itu telah menguasai dan mengambil manfaat sedemikian rupa dari rahmat yang diciptakan dan dikaruniakan Allah, jangankan mereka bersyukur kepada Nya, bahkan sebaliknya mereka bertuhan kepada selain Allah, dengan harapan bahwa mereka akan segera mendapat pertolongan. Mereka menyembah patung dan berhala, atau benda-benda lainnya ciptaan Allah, padahal semuanya itu tidak dapat memberikan pertolongan apa-apa. Bahkan tak dapat menolong diri sendiri. Dengan demikian, mereka mengharapkan sesuatu yang mustahil, yang tidak dibenarkan oleh pikiran yang sehat. Mereka meminta sisik dari lele, atau tanduk dari kuda. Mereka membuat patung dan berhala untuk melindungi mereka dari malapetaka. Tetapi patung dan berhala itu tidak dapat berbuat apa-apa untuk mereka.
75 Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.(QS. 36:75)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 75

لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُنْدٌ مُحْضَرُونَ (75

(Berhala-berhala itu tidak akan dapat) yakni sesembahan-sesembahan mereka itu tidak dapat menolong. Ungkapan kata berhala memakai jamak untuk orang yang berakal hanyalah sebagai kata kiasan saja, yakni mereka dianggap sebagai makhluk
76 Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.(QS. 36:76)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 76 

فَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (76

Akhirnya, pada ayat ini Allah SWT menghibur Nabi Muhammad saw dari tingkah laku dan perbuatan kaum kafir dan musyrik itu, yaitu Nabi tidak merasa sedih mendengarkan ucapan dan tuduhan mereka yang bukan-bukan, yang ditujukan kepadanya dan kepada Alquran, karena Allah Maha Mengetahui semua perbuatan mereka, baik yang dilakukan dengan terang-terangan maupun yang mereka rahasiakan. Semuanya itu akan dimintakan pertanggungjawabannya kepada mereka kelak di Han Kiamat dan mereka pasti akan menerima balasannya, berupa azab yang pedih.
77 Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!(QS. 36:77)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 77 

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ (77

Karena adanya sebagian manusia tidak percaya tentang adanya hari berbangkit, maka dalam ayat ini Allah SWT mengingatkan mereka kepada kekuasaan Nya dalam menciptakan manusia, sebagai bagian dari seluruh makhluk Nya. Ini dikemukakan dengan nada keheranan atas sikap sebagian manusia itu. Yaitu: apakah manusia itu tidak memikirkan dan tidak memperhatikan bahwa Allah telah menciptakannya dari setetes air mani, tetapi kemudian setelah ia lahir ke dunia dan menjadi dewasa, tiba-tiba lalu menjadi orang yang bersikap memusuhi Allah dan Rasul Nya? Sikap semacam ini benar-benar tidak dapat diterima oleh pikiran yang sehat.
Apabila manusia menginsafi bahwa Allah kuasa menciptakannya, bahkan dari setetes air mani, kemudian menjadikan makhluk yang paling baik di bumi ini, pastilah ia yakin, bahwa Allah kuasa pula mengembalikannya kepada asal kejadiannya itu, dan Ia kuasa pula untuk mengulangi kembali penciptaan Nya itu, yakni pada hari berbangkit.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Yaa siin 77 

أَوَلَمْ يَرَ الْإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ (77

(Apakah manusia tidak memperhatikan) apakah ia tidak mengetahui, orang yang dimaksud adalah Ashi bin Wail (bahwa Kami menciptakannya dari setitik air) yakni air mani, hingga Kami jadikan ia besar dan kuat (maka tiba-tiba ia menjadi penentang) yakni sangat memusuhi Kami (yang nyata) jelas menentangnya, tidak mau percaya kepada adanya hari berbangkit.
78 Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: `Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?`(QS. 36:78)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 78 

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (78

Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa beberapa orang dari kalangan kaum musyrik antara lain Ubay bin Khalaf dan Al`As bin Wail As Sahmy, datang kepada Rasulullah, dan mereka membawa sepotong tulang yang sudah lapuk. Lalu seorang di antara mereka berkata kepada Rasulullah dengan sikap menantang: "Hai Muhammad, apakah engkau berpendapat bahwa Allah dapat menghidupkan kembali tulang yang sudah lapuk ini? Maka Rasulullah saw menjawab: "Tentu, Allah akan membangkitkanmu kembali, dan akan memasukkanmu ke dalam neraka".
Maka turunlah ayat ini yang menyebut bahwa orang musyrik yang berkata kepada Rasulullah itu telah mengemukakan sesuatu yang menurut pendapatnya merupakan sesuatu yang tidak akan dapat dijawab oleh Rasulullah, karena tulang belulang yang telah lapuk itu tak mungkin lagi menjadi manusia yang hidup dan utuh. Sebab itu ia mengemukakan pertanyaan: "Siapakah yang dapat menghidupkan kembali tulang yang sudah lapuk ini?".
Mereka berpendapat demikian adalah karena mereka telah melupakan asal kejadian mereka masing-masing. Allah telah menciptakan mereka dari setetes air mani, sehingga mereka lahir berwujud manusia yang hidup dan utuh. Jika seandainya mereka mengingat dan menyadari hal ini, pastilah mereka yakin, bahwa Allah juga kuasa menghidupkannya kembali sesudah mati, walaupun tulang belulang mereka sudah remuk.
Bagi manusia sendiri, mengulang suatu perbuatan lebih mudah daripada melakukannya pertama kali. Akan tetapi bagi Allah menciptakan sesuatu pertama kali sama saja mudahnya dengan mengulanginya, karena Allah Maha Kuasa.
79 Katakanlah: `Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,(QS. 36:79)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 79 

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ (79

Maka pada akhir ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk menjawab pertanyaan orang tersebut di atas, dengan menegaskan bahwa yang akan menghidupkan tulang-tulang lapuk itu kembali menjadi manusia yang hidup dan utuh adalah Allah yang dahulu telah menciptakannya pada kali yang pertama, dari tidak ada menjadi ada, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
80 yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.`(QS. 36:80)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 80 

الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ (80

Pada ayat ini disebutkan bahwa Allah juga memerintahkan Rasul Nya untuk menjelaskan kepada orang-orang musyrik tersebut bahwa yang akan menghidupkan kembali tulang-tulang lapuk tersebut adalah Allah yang telah menciptakan untuk mereka api yang menyala dari kayu yang semula merupakan pohon yang basah dan hijau tetapi kemudian kayu itu menjadi kering sehingga dapat menyalakan api.
Percontohan ini merupakan hal yang cukup jelas bagi mereka yang sehari-hari menggunakan kayu api. Mereka mengira, bahwa tulang-tulang yang sudah lapuk itu telah menjadi dingin dart kering tidak dapat lagi menerima kehidupan. Dan kehidupan ini memerlukan adanya panas. Padahal sehari-hari mereka menyaksikan bahwa kayu yang sudah lapuk dan dingin dapat menimbulkan panas dan menghidupkan api. Bahkan kayu yang masih basah dan berdaun ada juga yang dapat menyalakan api.
Dengan demikian tepatlah Allah memberikan contoh, bahkan bukan hanya kayu yang kering saja dapat menyalakan api tetapi kayu yang masih hijau dan basahpun dapat juga dijadikan kayu api. Sebaliknya, tulang-tulang yang dapat menerima kehidupan bukan hanya tulang-tulang yang segar, tetapi tulang yang sedan lapukpun dapat pula menerima kehidupan dengan kekuasaan Allah SWT.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 61 s/d 80 dari [83]


Tafsir ini di salin dari :

1.Tafsir DEPAG RI,  2. Tafsir Jalalain Indonesia

Minggu, 15 September 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH YAA SIIN AYAT 41 - 60 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : YAA SIIN
Ayat [83]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/5
41 Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan,(QS. 36:41)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 41

وَآيَةٌ لَهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ (41

Pada ayat ini Allah SWT mengemukakan kapal yang berlayar di tengah lautan sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan Nya. Yang mengangkut manusia dan barang-barang keperluannya dari suatu negeri ke negeri yang lain. Ada negeri-negeri itu yang berdekatan letaknya dan ada pula yang berjauhan. Penggunaan alat-alat angkutan laut sebagai salah satu perhubungan yang dimanfaatkan manusia untuk bergerak dan mengangkut barang, telah dikenal sejak zaman dahulu kala, bahkan telah dikenal sejak zaman Nabi Nuh as. Orang yang mula-mula membuat kapal adalah Nabi Nuh as. Kapal itu dibuat atas perintah dan bimbingan Allah SWT. Ha ini diterangkan dalam firman Nya:


واصنع الفلك بأعيننا ووحينا
Artinya:
Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami. (Q.S. Hud: 37)
Perahu, sampan dan kapal-kapal yang berbobot berat, baik yang digerakkan oleh tenaga manusia, kekuatan angin, maupun tenaga mesin dapat meluncur dengan mudah di alas air, mengangkut manusia dan barang dari Suatu pulau ke pulau yang lain, dari suatu benua ke benua yang lain, seakan-akan ada sesuatu kekuatan yang menahan kapal itu, sehingga tidak tenggelam. Hal ini merupakan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah.
Allah SWT berfirman:


ألم تر أن الفلك تجري في البحر بنعمة الله ليريكم من ءاياته إن في ذلك لآيات لكل صبار شكور
Artinya:
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kekuasaan) Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (Q.S. Luqman: 31)
42 dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti seperti bahtera itu.(QS. 36:42)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 42 

وَخَلَقْنَا لَهُمْ مِنْ مِثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ (42

Dalam ayat ini Allah SWT mengingatkan manusia kepada bukti kekuasaan-Nya yang lain, dalam hal memberikan bermacam-macam kendaraan yang lain dari perahu, bahtera dan kapal, yaitu hewan-hewan yang dapat dijadikan kendaraan atau alat angkutan misalnya: kuda, keledai, unta, gajah dan sebagainya. Ini merupakan alat angkutan darat bagi manusia.
Pada ayat yang lain Allah berfirman:


والخيل والبغال والحمير لتركبوها وزينة ويخلق ما لا تعلمون
Artinya:
Dan (Dia telah menciptakan) kuda, bagal dan keledai, agar kamu menungganginya dan (menjadikannya perhiasan. Dan Allah menciptakan apa yang kamu tidak mengetahuinya). (Q.S. An Nahl: 8)
Selanjutnya, untuk memungkinkan pengangkutan orang dan barang-barang yang lebih banyak, manusia dapat membuat alat-alat angkutan darat yang ditarik oleh hewan-hewan tersebut, seperti dokar, pedati, gerobak dan sebagainya Dengan menggunakan akal yang dikaruniakan Allah kepada manusia, mereka dapat pula membuat alat-alat angkutan yang bergerak dengan tenaga mesin yang memakai bahan bakar berupa minyak bumi atau batu bara, yang juga disediakan dan dikaruniakan Allah kepada manusia. Kendaraan bermesin ini dapat berjalan lebih cepat dan bermuatan lebih banyak.
Sejalan dengan itu, berkat kemajuan akal dan ilmu pengetahuan yang dikaruniakan Allah kepada manusia, mereka dapat membuat kendaraan-kendaraan yang dapat terbang di udara, mulai dari balon, pesawat terbang, hingga roket-roket yang menggerakkan kapal-kapal ruang angkasa yang kecepatan Nya dapat melebihi kecepatan suara.
43 Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.(QS. 36:43)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 43 

وَإِنْ نَشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنْقَذُونَ (43

Dalam ayat ini Allah SWT memperingatkan bahwa jika Allah menghendaki menenggelamkan kapal-kapal yang berlayar di lautan itu, niscaya ia akan tenggelam. Datangnya angin badai yang kencang yang menimbulkan gelombang-gelombang yang dahsyat, akan menyebabkan kapal-kapal itu binasa, para penumpangnya turut terkubur ke dasar laut, tak dapat di tolong lagi.
Peringatan ini berarti, bahwa manusia jangan merasa sombong dan takabur serta merasa bahwa dapatnya kendaraan yang berat itu berjalan di darat, di laut dan di udara adalah semata-mata karena kepintarannya, bukan karena karunia dari Allah SWT.
Dari ilmu alam kita dapat mengetahui bahwa sesuatu dapat terapung di atas air, jika berat jenis benda itu lebih ringan dari berat jenis air yang dipindahkannya. Ini ketentuan atau Sunatullah yang ditetapkan Allah terhadap air yang diciptakannya. Allah berkuasa mencabut kembali suatu ketentuan yang ia tetapkan sendiri, bila Ia menghendaki. Jika ketentuan ini suatu ketika dicabut Nya, maka keadaan akan berubah. Sebagaimana halnya dengan api, yang diberi Nya ketentuan berubah sifat "membakar", Allah berkuasa untuk suatu ketika mencabut sifat tersebut sehingga ia tidak lagi membakar. Dalam riwayat Nabi Ibrahim as yang tersebut dalam Alquran dikatakan, bahkan ketika ia disiksa kaumnya, dan dimasukkan ke dalam api unggun, ternyata Ibrahim as tidak terbakar. ini adalah karena kekuasaan Allah SWT, yang menolong hamba Nya dengan mencabut sifat "membakar" api tersebut ketika itu.
44 Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.(QS. 36:44)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 44

إِلَّا رَحْمَةً مِنَّا وَمَتَاعًا إِلَى حِينٍ (44

Akhirnya, pada ayat ini Allah menegaskan, bahwa karena kasih sayang--Nya yang amat besar terhadap hamba-hamba-Nya, dan agar mereka dapat bersenang-senang menikmati karunia-Nya, maka Allah tidak membiarkan kendaraan-kendaraan itu semua binasa, balk yang berjalan di darat, maupun yang berlayar di atas dan di dalam air, ataupun yang terbang di udara. Apalagi jika orang-orang yang menggunakan kendaraan itu tidak takabur serta selalu cermat dan berhati-hati. Apabila sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, itu a adalah karena yang bersangkutan mempunyai rasa takabur, atau kurang cermat, lalai dan lain-lain sebagainya.
45 Dan apabila dikatakan kepada mereka: `Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat`, (niscaya mereka berpaling).(QS. 36:45)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 45 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (45

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa andaikata terhadap orang-orang yang ingkar itu dianjurkan agar mereka menjaga diri terhadap siksaan Allah yang telah dekat kepada mereka, atau yang akan datang di kemudian hari, sehingga mereka mendapat rahmat Allah, mereka akan tetap berpaling, tidak mau mendengarkan anjuran itu.
Menjaga diri dari siksaan Allah ialah dengan cara bertakwa kepada Nya, yaitu melakukan apa-apa yang diperintahkan Nya menjauhi segala larangan Nya, dan mensyukuri setiap karunia Nya. Akan tetapi orang-orang yang ingkar, hati mereka telah tertutup terhadap kebenaran. Mereka senantiasa berpaling dari nasihat-nasihat yang baik. Oleh sebab itu wajarlah mereka ditimpa kemurkaan siksaan Allah.
46 Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda-tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.(QS. 36:46)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 46 

وَمَا تَأْتِيهِمْ مِنْ آيَةٍ مِنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ (46

Allah menegaskan dalam ayat ini, bahwa orang-orang yang ingkar itu senantiasa memalingkan muka dari setiap tanda-tanda yang menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah, karena hati mereka telah buta, walaupun mata mereka dapat melihat dengan terang semua tanda-tanda tersebut.
47 Dan apabila dikatakan kepada mereka: `Nafkahkanlah sebahagian dari rezki yang diberikan Allah kepadamu`, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: `Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata`.(QS. 36:47)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 47

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (47

Dalam ayat ini Allah menyebutkan suatu segi lain dari keingkaran mereka, yaitu keengganan mereka menyumbangkan sebagian harta benda yang telah dikaruniakan Allah kepada mereka. Apabila kepada mereka dianjurkan menafkahkan harta bagi kepentingan fakir miskin dan orang yang memerlukan bantuan, mereka menjawab kepada orang-orang beriman yang menganjurkan itu: "Apa perlunya kami memberi mereka itu makan, karena Allah dapat memberi makan bila Allah menghendaki". Di samping itu mereka mengatakan bahwa orang-orang mukmin yang suka menyumbangkan harta benda untuk membantu fakir miskin itu adalah orang-orang yang sesat.
Alangkah jauh pendapat mereka itu dari kebenaran. Menyumbangkan sebagian harta benda menolong orang lain berupa sumbangan wajib, seperti zakat, maupun sumbangan suka rela, seperti sedekah, merupakan perwujudan dari rasa syukur atas nikmat Allah, dan sekaligus menghilangkan sifat bakhil dan jiwa manusia Harta benda, menurut ajaran Islam mempunyai fungsi sosial, bukan untuk kepentingan din sendiri.
Harta benda haruslah dijadikan alat untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas serta kegotong royongan, sebab manusia takkan dapat hidup sendiri, tanpa mengharapkan pertolongan orang lain dalam berbagai keperluan hidup, walaupun ia seorang yang kaya raya.
48 Dan mereka berkata: `Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?`(QS. 36:48)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 48 

وَيَقُولُونَ مَتَى هَذَا الْوَعْدُ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (48

Suatu segi lain dari sifat-sifat jelek kaum yang ingkar itu adalah ketidak percayaan mereka tentang akan adanya hari berbangkit sesudah mati. Apabila kepada mereka disampaikan bahwa mereka kelak akan dibangkitkan kembali sesudah mati, untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka selama di dunia ini, maka mereka menjawab dengan sikap mengejek: "Bilakah janji itu akan terlaksana?". Demikian keadaan kaum yang ingkar, hati mereka tidak lagi terbuka untuk menerima kebenaran. Penyesalan mereka barulah akan timbul setelah mereka menghadapi kenyataan tentang apa yang dulunya mereka ingkari.
49 Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.(QS. 36:49)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 49 

مَا يَنْظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ (49

Pada ayat ini Allah memperingatkan kepada mereka, bahwa mereka tidak akan menunggu terlalu lama datangnya hari berbangkit itu. Cukup dengan suatu teriakan saja, yaitu suara tiupan yang pertama dari sangkakala yang menandai hancurnya alam ini sementara mereka asyik-asyik bertengkar. Kemudian manusia semuanya akan dibangkitkan kembali menjadi hidup, dan dikumpulkan kepada Allah untuk diperhitungkan segala perbuatannya selagi di dunia kemudian mereka menerima balasan sesuai dengan perbuatan mereka, baik atau buruk.
Ayat lain yang sama maksudnya dengan ayat ini ialah, firman Allah SWT:


هل ينظرون إلا الساعة أن تأتيهم بغتة وهم لا يشعرون
Artinya:
Mereka tidak menunggu kecuali kedatangan Hari Kiamat kepada mereka dengan tiba-tiba sedang mereka tidak menyadarinya. (Q.S. Az Zukhruf: 66)
Manusia tidak menyadari kedatangan Hari Kiamat itu. Mereka dimatikan secara tiba-tiba dalam keadaan sibuk berselisih dan berbantah-bantahan dalam urusan dunia.
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Umar, ia berkata: ."Sangkakala benar-benar akan ditiup di saat keadaan manusia dalam kesibukan urusan mereka masing-masing di jalan-jalan, di pasar-pasar dan di tempat-tempat mereka, hingga dalam keadaan dua orang yang sedang tawar menawar pakaian, maka sebelum sampai pakaian itu ke tangan salah seorangnya, maka tiba-tiba ditiupkan sangkakala, hingga mereka mati bergelimpangan semuanya, dan inilah yang dimaksud dengan firman Allah dalam ayat ini.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ia berkata, berkata Rasulullah saw:


لتقو من الساعة وقد نشر الرجلان ثوبهما بينهما فلا يتبايعانه ولا يطويانه ولتقو من الساعة والرجل يليط حوضه فلا يسقي منه, ولتقو من الساعة وقد انصرف الرجل بلبن نعجته فلا يطعمه, ولتقو من الساعة وقد رفع أكلته إلى فمه فلا يطعمها. (الحديث رواه الشيخان
Artinya:
Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat dua orang laki-laki sedang mengembang-ngembangkan pakaian (sambil tawar menawar, dan keduanya tidak sempat berjual beli dan melipatkan itu kembali. Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat seseorang membuat kolam dan ia belum sempat mengisinya dengan air. Hari Kiamat benar-benar akan terjadi pada saat seseorang memeras susu kambingnya dan ia belum sempat meminumnya, dan Hari Kiamat itu benar-benar akan terjadi pada saat seseorang mengangkat makanan yang akan dimasukkannya ke mulainya, dan ia belum sempat memakannya.
50 Lalu mereka tidak kuasa membuat suatu wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.(QS. 36:50)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 50

فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَى أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ (50

Demikian cepat datangnya peristiwa itu, dan amat tiba-tiba, sehingga mereka tidak mempunyai kesempatan sedikitpun untuk berwasiat atau meninggalkan pesan kepada keluarganya, dan tidak pula dapat kembali berkumpul dengan mereka. Masing-masing menghadapi persoalannya sendiri, menunggu keputusan dari pengadilan Tuhan yang Maha Adil dan Maha Kuasa.
51 Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.(QS. 36:51)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 51 

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (51

Setelah seluruh manusia mati pada tiupan sangkakala yang pertama, maka ditiuplah sangkakala kedua untuk membangkitkan seluruh manusia dari kuburnya. Waktu itu bangkitlah seluruh manusia dan hidup kembali, mereka bangun dan bergegas-gegas menemui Allah Yang Maha Kuasa untuk menerima hisab mereka.
Ayat yang lain yang dimaksud dengan ayat ini ialah firman Allah SWT:


يوم يخرجون من الأجداث سراعا كأنهم إلى نصب يوفضون
Artinya:
(Yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia). (Q.S. Al Ma'arij: 43)
52 Mereka berkata: `Aduhai celakalah kami? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?` Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).(QS. 36:52)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 52

قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (52

Ayat ini menerangkan keheranan orang-orang kafir di waktu mereka dibangkitkan dari kubur, dengan mengatakan : "Aduhai celakalah kami, siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?". Mereka heran dan tercengang karena mereka bangun dari tidur nyenyak mereka dan menghadapi malapetaka dan kesulitan yang mereka alami pada waktu itu.
Abu Saleh berkata: "Sesudah terjadi tiupan sangkakala pertama, maka diangkatlah azab dari segala isi kubur dan merasalah mereka seakan-akan sedang tidur nyenyak. Karena itu tatkala mereka dibangkitkan dari kubur setelah tiupan kedua, mereka bangun dan bertanya keheran-heranan" "Siapakah yang membangunkan kami dari tidur kami yang nyenyak itu?".
Ketika mereka heran dan tercengang itu di antara orang-orang yang beriman mengatakan kepada mereka: "Semua yang terjadi dan yang kita alami ini sesuai dengan yang dijanjikan Allah SWT yang disampaikan oleh para Rasul yang telah datang kepada kita semua, sewaktu hidup di dunia dahulu. Kepada kita dahulu telah disampaikan oleh para Rasul janji dan ancaman dan adanya hari berbangkit seperti yang sekarang ini. Karena itu kita tidak pantas heran dan tercengang, keadaan yang kita alami sekarang ini".
Menurut suatu riwayat bahwa yang dimaksud dengan bunyi sangkakala dalam ayat ini, ialah suara malaikat Israfil yang sangat keras yang menyerukan: "Wahai tulang belulang yang telah hancur lebur, Allah memerintahkan kamu semua supaya kamu berkumpul kembali seperti semula untuk menerima keputusan yang adil".
Dalam ayat ini orang-orang kafir menanyakan siapa yang membangkitkan itu dan menghidupkan kembali mereka pada hari berbangkit ini, tetapi pertanyaan mereka itu dijawab dengan menerangkan apa yang telah disampaikan kepada mereka dahulu waktu masih hidup di dunia. Hal ini memberi pengertian bahwa seakan-akan Allah SWT menyuruh mereka mengingat apa yang pernah mereka lakukan dahulu terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka.
53 Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.(QS. 36:53)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 53 

إِنْ كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَدَيْنَا مُحْضَرُونَ (53

Allah SWT menerangkan bagaimana mudahnya bagi-Nya membangkitkan seluruh manusia yang pernah ada dahulu sebelum datangnya Hari Kiamat. Cukup dengan satu bunyi saja, maka hiduplah kembali seluruh manusia, dan berkumpul di hadapan Allah untuk diperhitungkan dan diputuskan perkara mereka.
Ayat yang lain yang maksudnya sama dengan ayat ini ialah; Firman Nya:


وما أمر الساعة إلا كلمح البصر أو هو أقرب إن الله على كل شيء قدير
Artinya:
Tidak adalah kejadian Hari Kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Q.S. An Nahl: 77)
Dan firman Nya:


فإنما هي زجرة واحدة فإذا هم بالساهرة
Artinya:
Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. (Q.S. An Naziat: 13-14)
54 Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.(QS. 36:54)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 54

فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (54

Kemudian Allah SWT menerangkan bahwa pada Hari Kiamat itu, setiap manusia akan menerima balasan semua perbuatan yang telah dilakukannya selama hidup di dunia, perbuatan baik dibalas dengan pahala yang berlipat ganda dan perbuatan buruk dan jahat akan dibalas dengan siksa yang seimbang dengan perbuatan itu. Sebagaimana sifat Allah SWT yang memberikan keputusan dengan adil maka pada hari itu pun Dia memberi keputusan dengan adil, karena itu seseorang tidak akan menerima pahala kebaikan yang dikerjakan orang lain, sebaliknya seseorang tidak akan menerima azab karena perbuatan jahat yang dilakukan orang lain.
55 Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).(QS. 36:55)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 55 

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ (55

Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang. beriman dibalas Allah dengan pahala yang berlipat ganda, berupa surga yang penuh kenikmatan, di dalamnya mereka merasakan kesenangan dan kenikmatan yang belum pernah mereka rasakan, keindahan yang belum pernah mereka lihat dan suara yang menyejukkan kalbu yang belum pernah mereka dengar. Waktu itu tidak terpikir olehnya azab yang sedang diderita orang-orang kafir yang terbenam dalam neraka. Yang dirasakan dan diingatnya hanyalah kegembiraan, kepuasan hati, bersama teman-temannya di dalam surga.
56 Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.(QS. 36:56)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 56 

هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ (56

Di dalam surga orang-orang yang beriman dan istri-istri mereka berada dalam taman-taman dengan pohon yang rindang, duduk di atas sofa dan tempat-tempat tidur, berbincang-bincang sambil menikmati berbagai macam rezeki yang mereka peroleh dari Tuhan mereka.
Dari perkataan "mereka dan istri-istri mereka" dipahami bahwa orang-orang yang beriman dalam surga memperoleh nikmat yang tiada taranya dan kenikmatan itu diperolehnya dalam berbagai macam bentuk. Ada yang dalam bentuk langsung mereka nikmati, seperti memperoleh tempat yang nyaman dan indah, merasakan makanan-makanan yang lezat dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan dan cita-cita mereka sebagai anggota atau kepala keluarga. Selama hidup di dunia mereka mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri yang cantik dart setia. Keinginan-keinginan mereka yang seperti itu dipenuhi Allah dalam surga nanti.
Bahkan dalam ayat yang lain diterangkan bahwa anak cucu mereka yang beriman ditinggikan Allah derajatnya sebagai derajat bapak-bapak dan ibu-ibu mereka, dan mereka dikumpulkan dengan orang-orang tua mereka di dalam surga, tanpa membeda-bedakan pemberian nikmat kepada masing-masing anggota keluarga itu. Allah SWT berfirman:


والذين ءامنوا واتبعتهم ذريتهم بإيمان ألحقنا بهم ذريتهم وما ألتناهم من عملهم من شيء كل امرئ بما كسب رهين
Artinya:
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. (Q.S. At Tur: 21)
Dari ayat ini dipahami pula agar setiap mukmin selalu berusaha untuk menjadikan suami, istri, anak-anak mereka dan keluarga mereka, menjadi orang-orang yang beriman yang baik agar cita-cita mereka yang berhubungan dengan keluarga mereka disampaikan Allah di akhirat nanti.
57 Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.(QS. 36:57)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 57 

لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ (57

Orang-orang yang beriman akan memakan bermacam-macam buah-buahan yang lezat di dalam surga, dan mereka akan memperoleh semua yang mereka inginkan.
58 (Kepada mereka dikatakan): `Salam`, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.(QS. 36:58)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 58 

سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ (58

Yang mereka inginkan itu ialah salam dan Allah yang disampaikan kepada mereka untuk memuliakan mereka.
Salam ini langsung disampaikan Allah atau mungkin dengan perantaraan malaikat, seperti firman Allah SWT:


الذين تتوفاهم الملائكة طيبين يقولون سلام عليكم ادخلوا الجنة بما كنتم تعملون
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun alaikum", masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. An Nahl: 32)
Salam berarti selamat dan sejahtera, terpelihara dari segala yang tidak disenangi memperoleh semua yang diingini sehingga orang itu memperoleh kenikmatan jasmani dan rohani yang tiada bandingannya.
59 Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): `Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.(QS. 36:59)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 59 

وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ (59

Dalam ayat ini Allah SWT, memerintahkan kepada orang-orang kafir agar segera berpisah dari orang-orang yang beriman dan masuk ke dalam neraka sebagai tempat yang telah disediakan bagi mereka.
Perintah ini disampaikan Allah SWT, sewaktu seluruh manusia telah selesai berhisab di padang mahsyar. Orang-orang yang beriman diperintahkan masuk ke dalam surga dan orang-orang kafir diperintahkan masuk ke dalam neraka.
Ayat lain yang searti dengan ayat ini, ialah firman Allah SWT:


احشروا الذين ظلموا وأزواجهم وما كانوا يعبدون من دون الله فاهدوهم إلى صراط الجحيم
Artinya:
(Kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka". (Q.S. As Saffat: 22-23)
60 Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu`,(QS. 36:60)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Yaa siin 60 

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (60

Keadaan mereka, (orang-orang kafir) digiring masuk neraka itu, Allah SWT menghardik dan mengingatkan mereka kepada perbuatan-perbuatan dosa yang pernah mereka kerjakan di dunia dengan mengatakan: "Bukankah dahulu pernah Aku wasiatkan kepadamu agar kamu jangan sekali-kali menyembah setan". Di samping itu telah Aka kemukakan kepadamu bukti-bukti yang kuat, akal pikiran, Aku utus Rasul kepadamu dengan membawa kitab yang berisi petunjuk ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebenarnya dengan hidayah dan pengutusan Rasul itu telah cukup sebagai alasan bagimu untuk tidak mengikuti godaan setan. Tetapi semuanya itu tidak kamu hiraukan, sehingga jadilah nasibmu seperti keadaan sekarang ini".
Kemudian Allah SWT menerangkan sebab Dia melarang manusia mengikuti setan, yaitu karena Setan itu merupakan musuh yang nyata bagi manusia, permusuhan manusia dengan setan telah berlangsung sejak dahulu kala, yaitu sejak setan menyesatkan Adam dan Hawa, sehingga mereka dikeluarkan Allah SWT dari Surga. Sejak itu setan selalu berusaha dan berdaya upaya menyesatkan manusia.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 41 s/d 60 dari [83]


Tafsir ini di sadur dari  :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU