Jumat, 21 Februari 2014

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-HAAQQAH AYAT 1 - 20 ( 01 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-HAAQQAH
Ayat [52]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/3
1 Hari kiamat,(QS. 69:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 1 - 2 

الْحَاقَّةُ (1) مَا الْحَاقَّةُ (2

Al Haqqah menurut bahasa berarti yang pasti terjadi. Hari Kiamat dinamai Al Haqqah, karena hari itu pasti terjadi. Tentang keadaan dan sifatnya tidak dapat dijelaskan dan diterangkan oleh manusia, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu termasuk pengetahuan yang gaib, yang diketahui manusia hanyalah yang diterangkan Alquran saja.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:


يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (187
Artinya:
Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Q.S Al A'raf: 187)
Dan hari kiamat itu termasuk perkara yang gaib. Allah SWT berfirman:


إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (34
Artinya:
Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia lah Yang menurunkan hujan dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Q.S Luqman: 34)
2 apakah hari kiamat itu?(QS. 69:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 2

  مَا الْحَاقَّةُ (2

 (Apakah hari yang benar itu) ungkapan ini mengandung makna yang menggambarkan tentang keagungan hari kiamat; dan berkedudukan sebagai mubtada yang sekaligus sebagai khabar dari lafal al-haaqqah yang pertama.
3 Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?(QS. 69:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 3 

وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ (3

Apa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya Hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang hakikat dan bentuk kejadian yang terjadi pada Hari Kiamat, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang tidak dapat dicapai oleh makhluk. Tidak ada seorangpun yang dapat mengira-ngirakan keadaan Hari Kiamat itu. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena kiamat itu tidak dapat diketahui hakikatnya, tentu orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat mereka ketahui atau pikiran mereka tidak akan dapat mencapai pengetahuan itu.
4 Kaum Tsamud dan Aad telah mendustakan hari kiamat.(QS. 69:4)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 4 

كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ (4

Dalam ayat ini, diterangkan bahwa kaum Samud dan kaum `Ad tidak mempercayai adanya Hari Kiamat itu. Mereka tidak percaya bahwa nanti akan terjadi kehancuran dunia dan peristiwa yang dahsyat yang huru-haranya tidak tertanggungkan.
5 Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa.(QS. 69:5)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 5 

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ (5

Kaum Samud telah dihancurkan Allah dengan "tagiah" yaitu suara petir yang mengguntur dari langit yang membinasakan semua yang ada di permukaan bumi. Disebut "tagiah" (sesuatu yang luar biasa) karena memang suara itu luar biasa; tidak seperti suara petir yang pernah terjadi. Mereka diazab oleh Tuhan karena kaum Samud itu telah bertindak melampaui batas, yang telah ditetapkan Nabi Saleh A.S. terhadap mereka. Mereka membunuh unta betina yang di perintahkan oleh Saleh kepada mereka agar menjaganya dengan baik.
Allah SWT berfirman:


كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا (11) إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا (12) فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا (13) فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا (14
Artinya:
(Kaum) Samud telah mendustakan (Rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka "(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya". Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)". (Q.S Asy Syams: 11-14)
Pada firman Allah yang lain diterangkan bahwa kaum Samud dibinasakan dengan "Sa'iqah" (petir).


وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ (17
Artinya:
Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan. (Q.S Fussilat: 17)
6 Adapun kaum Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat kencang,(QS. 69:6)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 6 

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ (6

Adapun kaum `Ad, mereka telah dibinasakan Allah dengan angin dingin yang sangat kencang.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:


فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ (16

A
rtinya:
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan. (Q.S Fussilat: 16)
7 yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).(QS. 69:7)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 7 - 8 

سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ (7) فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ (8

Angin dingin yang amat kencang itu bertiup di negeri mereka tidak henti-hentinya selama tujuh malam delapan hari, memusnahkan rumah-rumah, istana-istana, harta benda, binatang ternak, tanaman-tanaman dan semua yang ada di negeri mereka.
Perkataan "tujuh malam delapan hari" memberi peringatan bahwa angin kencang dingin itu benar-benar merupakan azab bagi mereka, menimpa seluruh yang ada di negeri mereka serta azab yang selama itu memusnahkan seluruh mereka.
8 Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka.(QS. 69:8)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 8

فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ (8

(Maka apakah kamu melihat bekas-bekas mereka?) lafal baaqiyah adalah sifat dari lafal nafsin yang diperkirakan keberadaannya; yaitu apakah kamu melihat seseorang pun yang tinggal di antara mereka? Atau lafal baaqiyah ini huruf ta-nya untuk menunjukkan makna mubalaghah, yakni bekas-bekasnya? Tentu saja tidak.
9 Dan telah datang Firaun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.(QS. 69:9)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 9 - 10 

وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ (9) فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً (10

Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Firaun dan Lut beserta pengikut-pengikutnya juga telah berbuat kerusakan yang besar yaitu telah mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh karena itu mereka diazab oleh Tuhan.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:


كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ (14
Artinya:
Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. (Q.S Qaf: 14)

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 9 

وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ (9

(Dan telah datang Firaun dan orang-orang yang mengikutinya) beserta para pengikutnya. Menurut suatu qiraat, lafal qabilahu dibaca qablahu sehingga artinya, orang-orang kafir yang sebelumnya (dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan) penduduknya dijungkirbalikkan berikut negeri-negeri tempat tinggal mereka; yang dimaksud adalah negeri-negeri tempat tinggal kaum Nabi Luth (karena kesalahan yang besar) karena mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa besar.
10 Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.(QS. 69:10)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 9 - 10 

وَجَاءَ فِرْعَوْنُ وَمَنْ قَبْلَهُ وَالْمُؤْتَفِكَاتُ بِالْخَاطِئَةِ (9) فَعَصَوْا رَسُولَ رَبِّهِمْ فَأَخَذَهُمْ أَخْذَةً رَابِيَةً (10

Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Firaun dan Lut beserta pengikut-pengikutnya juga telah berbuat kerusakan yang besar yaitu telah mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh karena itu mereka diazab oleh Tuhan.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:


كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ (14
Artinya:
Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan. (Q.S Qaf: 14)
11 Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera,(QS. 69:11)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 11 

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ (11

(Sesungguhnya Kami tatkala air naik) naik ke atas, sehingga segala sesuatu termasuk gunung-gunung dan lain-lainnya semuanya tenggelam yaitu, pada masa banjir besar (Kami bawa kalian) bapak moyang kalian, karena kalian pada zaman itu masih berada di dalam tulang sulbi mereka (ke dalam bahtera) atau perahu yang dibuat oleh Nabi Nuh. Akhirnya, selamatlah Nabi Nuh beserta orang-orang yang beriman bersamanya yang berada di dalam bahtera itu, sedangkan yang lainnya semua mati tenggelam.
12 agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.(QS. 69:12)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 11 - 12 

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ (11) لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ (12

Ayat-ayat ini menerangkan azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh, sehingga semua mereka musnah; yang tinggal hanyalah yang ikut bersama Nabi Nuh A.S. menaiki bahtera.
Diterangkan bahwa setelah air menggenangi seluruh negeri disertai hembusan angin topan yang dahsyat, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya menaiki bahtera yang telah disediakan, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang tenggelam.
Berdasarkan keterangan ini, sebahagian mufassir berpendapat, bahwa Nabi Nuh merupakan bapak manusia kedua setelah Adam. Karena beliau bersama orang-orang yang bersamanya yang tinggal, yang kemudian menurunkan seluruh manusia yang ada sekarang.
Allah SWT menyelamatkan semua orang-orang yang beriman dari banjir dan topan itu, serta menenggelamkan dan memusnahkan orang-orang yang ingkar kepada Nuh, agar peristiwa itu dijadikan dan pelajaran oleh orang-orang yang datang kemudian. Dengan demikian Allah SWT memperlihatkan kepada manusia kekuasaan dan kebesaran-Nya.
Dengan menceritakan kisah itu, agar telinga orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, dapat mendengar dan mengambil manfaat dari wahyu wahyu yang diturunkan Allah dan mengamalkannya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 12 

لِنَجْعَلَهَا لَكُمْ تَذْكِرَةً وَتَعِيَهَا أُذُنٌ وَاعِيَةٌ (12

(Agar Kami jadikan peristiwa itu) atau perbuatan ini, yaitu diselamatkan-Nya orang-orang yang beriman dan ditenggelamkan-Nya orang-orang yang kafir (peringatan bagi kalian) pelajaran (dan agar diperhatikan) supaya hal itu tetap diingat (oleh telinga yang mau mendengar) mau menerima apa yang didengarnya.
13 Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,(QS. 69:13)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 13 

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ (13

Diterangkan, apabila Allah SWT berkehendak mendatangkan Hari Kiamat itu, maka diperintahkan-Nyalah malaikat Israfil meniup sangkakala pertama.
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:


إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (82
Artinya:
Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia. (Q.S Yasin: 82)
Dan sebagaimana firman Allah SWT:


وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (51
Artinya:
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (Q.S Yasin: 51)
14 dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.(QS. 69:14)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 14 

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً (14

Pada saat itu berguncanglah seluruh bumi, dan gunung-gunung terangkat dari tempat-tempatnya, keduanya berbenturan. Berguncangnya bumi dan bergeraknya gunung menandakan bahwa telah terjadi gempa yang dahsyat, yang menghancurkan seluruh yang ada di permukaan bumi, termasuk manusia yang berdiam di atasnya. Pada firman Allah yang lain diterangkan:


وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا (47
Artinya:
Dan ingatlah akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan dari mereka. (Q.S Al Kahfi: 47)
15 Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat,(QS. 69:15)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 15 - 16 

فَيَوْمَئِذٍ وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُ (15) وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ (16

Pada terjadinya Hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini adalah sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik menarik. Dengan adanya daya tarik menarik itu maka seluruh planet-planet itu seakan-akan terpaku di tempatnya, tidak jatuh dan tidak bergoyang. Seandainya salah satu planet saja dari planet yang banyak itu bergeser dari falaknya maka hilanglah keseimbangan tarik menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.
16 dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi amat lemah.(QS. 69:16)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 16

وَانْشَقَّتِ السَّمَاءُ فَهِيَ يَوْمَئِذٍ وَاهِيَةٌ (16

(Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah) melemah.
17 Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.(QS. 69:17)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 17 

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ (17

Pada Hari Kiamat itu para malaikat berada di segenap penjuru langit. Dan delapan orang malaikat menjunjung Allah di atas kepalanya. Persoalan malaikat dan Arasy ini adalah persoalan yang gaib, tidak seorangpun yang mengetahuinya. Tidak dijelaskan bentuk Arasy yang dipikul para malaikat itu, ke mana mereka membawanya. Karena itu kita menerima semuanya itu berdasarkan iman kita kepada Allah.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 17 

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ (17

(Dan malaikat-malaikat) lafal al-malaku adalah bentuk jamak dari lafal malaa'ikah, artinya malaikat-malaikat (berada di penjuru-penjuru langit) berada di seantero langit. (Dan diangkatlah Arasy Rabbmu di atas mereka) oleh malaikat-malaikat tersebut (pada hari itu yang jumlahnya ada delapan malaikat) ada delapan malaikat atau delapan barisan malaikat.
18 Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).(QS. 69:18)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Haaqqah 18 

يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى مِنْكُمْ خَافِيَةٌ (18

(Pada hari itu kalian dihadapkan) untuk menjalani hisab (tiada yang tersembunyi) dapat dibaca laa takhfaa dan laa yakhfaa (dari keadaan kalian barang sedikit pun) yaitu dari hal-hal yang kalian rahasiakan.
19 Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata:` Ambillah, bacalah kitabku (ini) `.(QS. 69:19)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 19 

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ (19

Ayat ini menggambarkan hamba Allah yang beriman dan beramal saleh pada Hari Kiamat. Ketika itu mereka merasa gembira, karena jarak perjalanan yang akan ditempuhnya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakannya semakin pendek tersisa, ia semakin dekat kepada tempat yang disediakan Allah baginya.
Perasaan gembira yang demikian sebenarnya telah mereka rasakan sejak roh mereka berpisah dengan jasad, ketika itu mereka telah melihat tanda-tanda keberuntungan, sebagaimana firman Allah SWT:


الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (32
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salamun `alaikum masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S An Nahl: 32)
Mereka selalu ingat janji Allah dalam firman Nya:


لَا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الْأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ هَذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (103
Artinya:
Mereka tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang besar (pada hari kiamat), dan mereka disambut oleh para malaikat. (Malaikat berkata): "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu". (Q.S Al Anbiya': 103)
Maka hari yang mereka tunggu-tunggu itupun tibalah dan mereka menerima catatan amalnya dengan tangan kanannya yang disodorkan dari sebelah kanannya, maka meledaklah kegembiraan dalam hati mereka, iapun ingin agar catatan amalnya itu dibaca oleh teman-temannya yang sama keadaannya dengan mereka, dengan mengatakan "Hai teman-temanku yang sama-sama memperoleh keridaan Allah, inilah catatan bahwa kita sama, ambillah dan bacalah isinya, tentu kamu akan mengetahui bahwa kita semua mendapatkan buku catatan dari sebelah kanan sama-sama akan mendapat pahala dari Allah SWT. Maka mereka pun bersama-sama bergembira.
20 Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku.(QS. 69:20)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Haaqqah 20 

إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ (20

Dengan bangga dan penuh kepuasan mereka berkata: "Aku telah yakin bahwa Tuhan akan menghisabku dan bahwa aku akan mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanku hari ini, karena itulah aku selama hidup di dunia beriman kepada Allah SWT dan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-arangan Nya yang disampaikan Nabi Muhammad SAW. Aku pun yakin bahwa Tuhanku akan menghisab dan menimbang amal perbuatanku.
Berkata Dahhak: "Setiap perkataan 'zan' (ragu-ragu) yang berhubungan dengan orang-orang yang beriman, yang terdapat dalam Alquran berarti yakin, dan dari orang-orang yang kafir berarti ragu-ragu".
Berkata Hasan: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman mempunyai keyakinan (zan) yang paling baik kepada Tuhannya, lalu mereka membaguskan amalnya untuk akhirat, sedangkan orang-orang kafir mempunyai keragu-raguan (zan) yang paling buruk terhadap Tuhannya; maka ia mempunyai amal yang buruk pula untuk akhirat".
Demikian pula dalam ayat ini, Perkataan "zanantu" berarti "aku yakin" bukan "aku ragu", atau "aku menduga". Arti yang seperti ini terdapat pula pada firman Allah SWT:


لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ (12
Artinya:
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak berprasangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan mengapa tidak berkata "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata". (Q.S An Nur: 12)

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 1 s/d 20 dari [52]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-QALAM AYAT 41 - 52 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-QALAM
Ayat [52]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/3
41 Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Maka hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka adalah orang-orang yang besar.(QS. 68:41)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 41 

أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ فَلْيَأْتُوا بِشُرَكَائِهِمْ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ (41

atau tanyakan pulalah kepada orang-orang kafir itu, hai Muhammad, apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang dapat menjamin kebenaran perkataan yang mereka ucapkan itu. Jika ada sekutu-sekutu itu cobalah kemukakan atau cobalah mendatangkannya untuk membuktikan jaminan mereka itu".
Yang dimaksud dengan "sekutu-sekutu" mereka dalam ayat ini, ialah semua yang mereka sembah selain Allah, seperti patung-patung Lata, Uzza, Manat dan sebagainya. Juga termasuk di dalamnya orang-orang yang mereka hormati, dan pemuka-pemuka agama mereka.
Dengan pertanyaan terakhir ini, bertambah diam dan bungkamlah orang-orang kafir Mekah, karena ternyata tuhan-luhan yang mereka sembah selain Allah, para ahli sastra mereka yang terkenal, seperti Walid bin Mugirah dan lain-lain tidak sanggup mengemukakan, atau mendatangkannya.
42 Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa,(QS. 68:42)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 42 

يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ (42

Ayat ini menyatakan kepada orang-orang kafir Mekah bahwa jika mereka mempunyai penjamin kebenaran perkataan mereka bahwa mereka pasti akan masuk surga seperti orang-orang mukmin masuk surga cobalah datangkan saksi atau penjamin itu nanti pada hari kiamat.
Pada hari kiamat itu semua orang dalam keadaan ketakutan dan sedang berusaha lari dari ketakutan itu. Pada hari itu mereka diminta sujud untuk menguji keimanan mereka padahal mereka tidak sanggup lagi sujud. Karena persendian tulang-tulang mereka telah lemah, karena azab telah meliputi mereka, dari atas dan bawah, dari samping kanan dari samping kiri. Hari yang seperti itu pasti datang dan huru-hara yang seperti dimaksudkan itu pasti terjadi. Pada saat itu tiada satupun tempat berlindung, kecuali Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.
43 (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.(QS. 68:43)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 43 

خَاشِعَةً أَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ وَقَدْ كَانُوا يُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ وَهُمْ سَالِمُونَ (43

Diterangkan keadaan orang-orang kafir pada hari kiamat itu, bahwa mereka dalam keadaan tidak berdaya sedikit pun, tidak ada yang memberi mereka pertolongan dan mereka dalam keadaan hina dina. Mereka hanya dalam keadaan penuh penyesalan, tetapi sesal itu tidak berguna lagi.
Ketika mereka hidup di dunia dahulu mereka dalam keadaan sehat, dalam keadaan berkecukupan, berkuasa dalam keadaan berkecukupan, berkuasa dan berpangkat, tetapi mereka tidak mau salat dan menyembah Allah serta menyerahkan diri kepada-Nya. Setelah di akhirat, di waktu penyesalan itu tiba, mereka memanggil Tuhan mereka ingin mengerjakannya untuk menghambakan diri kepada-Nya, akan tetapi mereka tidak sanggup mengerjakannya lagi. Karena di samping tulang-tulang mereka telah lemah, pintu tobat telah ditutup pula. Hanya orang-orang beriman sajalah yang dapat bersujud di akhirat ketika Allah menampakkan diri-Nya kepada mereka.
44 Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui,(QS. 68:44)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 44 

فَذَرْنِي وَمَنْ يُكَذِّبُ بِهَذَا الْحَدِيثِ سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ (44

Ayat ini merupakan penawar hati dan bujukan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dan ancaman yang keras bagi orang-orang kafir. Amatlah banyak ragam dan macam sikap tindakan orang-orang kafir kepada Nabi Muhammad dan kaum muslimin dalam melaksanakan tugas yang dibebankan Allah SWT kepada mereka. Di antara tindakan itu ada yang menghalang-halangi manusia masuk Islam menyiksa sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang telah masuk Islam, seperti Bill, Khabbab dan lain-lain, menyakiti, mengejek, memboikot dan mengucilkan (mengisolir) Nabi Muhammad SAW dan sebagainya. Karena itu kadang-kadang timbul dalam hati Nabi untuk mendoakan kepada Allah SWT agar Allah SWT mengazab dan menyiksa mereka yang ingkar itu seperti azab dan siksa yang pernah ditimpakan-Nya kepada umat-umat yang lalu. Dengan ayat ini Allah SWT menyatakan bahwa Dia mengetahui segala macam bentuk dan sikap orang-orang kafir itu, dan akan mengazab mereka sesuai dengan sikap dan tindakan mereka itu, dengan mengatakan bahwa Dia sendiri yang akan bertindak terhadap mereka itu.
Selanjutnya Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang kafir itu karena mendustakan Alquran dan mengingkari Allah maka mereka diberi kesempatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa dan melakukan penganiayaan sehingga perbuatan dosa yang mereka lakukan itu bertambah banyak. Maka balasan azabnyapun bertambah berat pula sehingga tidak tertanggung oleh mereka. Mereka menyangka bahwa Allah SWT dengan pangkat harta dan kekuasaan yang ada pada mereka itu telah melimpahkan karunia yang tiada taranya kepada mereka; padahal tidak demikian halnya. Bahkan dengan pangkat kekayaan dan kekuasaan yang ada pada mereka itu dosa mereka bertambah besar.
Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:


فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ (54) أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ (55) نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ (56
Artinya:
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu. Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa) Kami. bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar. (Q.S Al Mu'minun: 54-56)
Dan firman Allah SWT:


فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ (44
Artinya:
Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (Q.S Al An'am: 44)
45 dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.(QS. 68:45)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 45

وَأُمْلِي لَهُمْ إِنَّ كَيْدِي مَتِينٌ (45

Allah SWT menyatakan kepada orang-orang kafir itu bahwa Dia memberi tempo kepada mereka sampai kepada waktu yang ditentukan dengan membiarkan mereka bertambah-tambah kekafiran dan kezalimannya Dan Allah SWT menyatakan bahwa rencana-Nya tidak dapat digagalkan oleh siapa pun dan pasti terlaksana, tidak seorang pun yang dapat menghalang-halanginya.
Sebenarnya jika orang-orang kafir mau menyadari tentu mereka akan sampai kepada suatu kesimpulan bahwa sebenarnya yang mereka gunakan menghalang-halangi Rasulullah SAW dan orang-orang beriman menegakkan agama Allah, adalah nikmat-nikmat yang dianugerahkan Allah kepada mereka, seperti kekayaan, pangkat, jabatan dan sebagainya. Seharusnya nikmat-nikmat itu mereka gunakan untuk mencari keridaan-Nya. Alangkah besarnya dosa mereka karena mengingkari nikmat Allah itu.
Mengenai azab yang ditimpakan kepada orang-orang kafir ini diterangkan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim:


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ: إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ، ثُمَّ قَرَأَ: كَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيْمٌ شَدِيْدٌ
Artinya:
Berkata Nabi SAW: "Sesungguhnya Allah Taala akan menangguhkan azab bagi orang-orang yang zalim, hingga apabila Dia. mengazabnya, tidak ada yang luput dari azab itu. Kemudian beliau membaca (surah Hud ayat 102): "Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras". (HR. Bukhari Muslim)
46 Apakah kamu meminta upah kepada mereka, lalu mereka diberat dengan hutang?(QS. 68:46)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 46 

أَمْ تَسْأَلُهُمْ أَجْرًا فَهُمْ مِنْ مَغْرَمٍ مُثْقَلُونَ (46

Dalam ayat ini, Allah SWT mengajukan kepada Rasul suatu pertanyaan dengan maksud untuk menerka jalan pikiran orang-orang kafir menurut mereka bahwa seseorang melakukan sesuatu pekerjaan untuk mengharapkan suatu upah atau keuntungan atau kesenangan duniawi. Tidak ada menurut mereka orang yang mau bekerja dan berusaha semata-mata karena Allah semata. Pertanyaan Allah itu ialah, "Wahai Muhammad, apakan engkau meminta upah kepada orang-orang yang mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang lain itu, karena engkau telah memberinya nasihat menyeru mereka kepada kebenaran dan mengikuti agama-Ku, sehingga mereka harus diberati utang disebabkan dengan upah yang kau minta itu?
47 Ataukah ada pada mereka ilmu tentang yang ghaib lalu mereka menulis (padanya apa yang mereka tetapkan)?(QS. 68:47)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 47 

أَمْ عِنْدَهُمُ الْغَيْبُ فَهُمْ يَكْتُبُونَ (47

Atau mereka mempunyai pengetahuan tentang yang gaib, atau mempunyai seperti Lohmahfuz yang mencatat segala sesuatu dengan yang mereka kehendaki yaitu bukti kebenaran pendapat mereka.
Orang-orang kafir Mekah beranggapan bahwa patung-patung yang mereka sembah dapat memberitahukan kepada mereka segala sesuatu yang akan terjadi dan segala sesuatu yang gaib. Tetapi anggapan mereka itu tidak ada bukti-buktinya.
48 Maka bersabarlah kamu (hai Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu seperti orang yang berada dalam (perut) ikan ketika ia berdoa sedang ia dalam keadaan marah (kepada kaumnya).(QS. 68:48)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 48

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُنْ كَصَاحِبِ الْحُوتِ إِذْ نَادَى وَهُوَ مَكْظُومٌ (48

Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah SAW agar bersabar dalam menerima ketetapan Allah SWT, tetap melaksanakan tugas kerasulan yang telah dibebankan kepadanya dan menghindari segala sesuatu yang dapat menghalangi atau mengganggu usaha-usaha dalam melaksanakan tugas itu.
Menurut riwayat bahwa Rasulullah SAW menderita karena gangguan dan tindakan Kabilah Baqil kepada beliau, sehingga beliau ingin mendoakan kepada Allah SWT agar membalas tindakan mereka itu dengan menimpakan azab kepada mereka. Maka turunlah ayat ini yang memperingatkan Rasulullah agar tidak melaksanakan keinginannya itu.
Dari ayat dan riwayat di atas, dapat dipahami suatu kesimpulan bahwa kaum muslimin dilarang mendoakan agar suatu malapetaka atau azab ditimpakan terhadap orang-orang kafir karena kelaliman mereka. Karena Allah SWT Maha Bijaksana, Maha Mengetahui segala sesuatu dari akibat sesuatu peristiwa atau suatu kejadian, maka segala ketetapan yang telah ditetapkan-Nya merupakan ketetapan yang paling sempurna.
Kemudian Allah SWT memeperingatkan Nabi Muhammad SAW agar jangan bersikap dan bertindak seperti seorang yang berada dalam perut ikan, karena ia marah kepada kaumnya; ia meninggalkan kaumnya dan berdoa kepada Allah agar mereka ditimpa azab yang membinasakan mereka.
Yang dimaksud dengan orang yang berada dalam perut ikan ialah Nabi Yunus A.S. Beliau adalah seorang Rasul Allah yang diutus kepada penduduk kota Niniveh. Ia menyeru kaumnya agar menyembah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada tuhan lain selain Dia. Tetapi penduduk kota Niniveh menolak ajakan itu, bahkan mereka mengingkari dan mengancamnya. Karena sikap dan tindakan kaumnya yang demikian itu beliau pun marah serta memperingatkan mereka bahwa Allah SWT akan menimpakan malapetaka yang sangat dahsyat kepada mereka, sebagai balasan sikap dan keingkaran mereka itu dan beliau pun meninggalkan kaumnya itu. Sepeninggal Yunus kaumnya sadar dan takut kepada ancaman Allah itu, maka mereka pun keluar dari rumah-rumah mereka menuju tanah lapang bersama istri-istri, anak mereka dan binatang ternak mereka. Di tanah lapang itulah mereka bersama-sama menyatakan tobatnya kepada Allah, merendahkan diri dengan penuh keimanan. Mereka berjanji kepada Allah SWT akan mengikuti seruan Yunus, melaksanakan perintah-perintah dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Karena kaum Yunus itu bertobat dengan sebenar-benarnya, tunduk dan menyerahkan diri kepada-Nya, maka Dia mengabulkan doa mereka dngan mengurungkan datangnya malapetaka itu kepada mereka, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT:


فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِيمَانُهَا إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ (98
Artinya:
Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu. (Q.S Yunus: 98)
Adapun Nabi Yunus A.S. setelah memberikan peringatan itu pergi dari kaumnya dengan meninggalkan tugas yang dipercayakan Allah kepadanya, yaitu sebagai Rasul Allah, tanpa mendapat izin dari Allah beliau pergi dengan menumpang sebuah kapal yang sarat dengan muatan. Setelah kapal itu berlayar dan berada di tengah lautan timbullah kekhawatiran nahkodanya bahwa kapal itu bakal tenggelam, seandainya muatannya itu tidak dikurangi.
Untuk mengurangi muatan kapal itu, mereka mengadakan undian di antara penumpang. Barang siapa yang kalah dalam undian itu, akan dilemparkan ke dalam laut, dengan demikian kapal itu akan terhindar dari bahaya tenggelam. Dalam undian itu Yunus kalah, namun penumpang itu merasa berat melakukan keputusan itu. Undian diadakan lagi, ternyata Yunus juga kalah, dan penumpang juga merasa berat melaksanakan keputusan itu. Setelah undian dilakukan ketiga kalinya, Yunus juga kalah dan penumpang merasa berat melaksanakan keputusan itu. Akhirnya Yunus mengambil keputusan sendiri, dan ia pun terjun ke dalam laut. Setelah Yunus terjun ke dalam laut Allah SWT memerintahkan seekor ikan hiu yang besar menelannya. Kepada ikan diwahyukan agar jangan memakan daging dan tulang Yunus, tetapi cukup menjadikan perut ikan itu sebagai penjara bagi Yunus, karena Yunus bukan makanannya.
Demikianlah Yunus A.S. dalam perut ikan menderita dan sengsara dalam keadaan gelap. Ia bertobat, berdoa dan menyerahkan dirinya kepada Allah SWT, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menyelamatkannya, sebagaimana diterangkan pada firman Allah yang lain:


وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88
Artinya:
Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim". Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman. (Q.S Al Anbiya': 87-88)
49 Kalau sekiranya ia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, benar-benar ia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.(QS. 68:49)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 49 

لَوْلَا أَنْ تَدَارَكَهُ نِعْمَةٌ مِنْ رَبِّهِ لَنُبِذَ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ مَذْمُومٌ (49

Setelah Nabi Yunus A.S. beberapa hari dalam perut ikan, Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepadanya dengan mewahyukan kepada ikan agar melontarkan Yunus ke daratan. Maka ikan pun melontarkan Yunus ke daratan sehingga ia jatuh di daratan yang tandus, sepi tidak ada air, tumbuh-tumbuhan dan kayu-kayuan di sekitarnya. Keadaan badannyapun dalam keadaan sangat lemah dan sakit, karena penderitaan yang dialaminya selama berada dalam perut ikan, dan karena kesedihannya akibat sikap kaumnya yang menantang dakwahnya itu. Untuk melindunginya dari terik panas matahari dan kedinginan malam Allah SWT menumbuhkan di sampingnya semacam pohon labu (yaqtin). Dengan tumbuhnya pohon itu terlindunglah ia dan buahnya dapat dijadikan makanan penguat tubuhnya yang lemah itu, sebagaimana firman Allah SWT:


فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ (145) وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ (146
Artinya:
Kemudian kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. (Q.S As Saffat: 145-146)
Seandainya Allah SWT tidak melimpahkan rahmat-Nya kepada Yunus A.S. tentulah ia akan tenggelam ke lautan, atau hancur lumat di dalam-perut ikan atau mati kelaparan dan kekeringan di tengah-tengah padang yang tandus. Tapi Allah Maha Pengasih kepada bamba-hamba-Nya yang mau bertobat dengan sebenar-benarnya, seperti yang dilakukan Yunus, karena itu Dia melimpahkan rahmat-Nya kepadanya.
50 Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang-orang yang saleh.(QS. 68:50)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 50 

فَاجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَجَعَلَهُ مِنَ الصَّالِحِينَ (50

Setelah kesehatan Yunus pulih kembali demikian pula kekuatan badannya, maka Allah SWT mengutusnya kembali kepada kaumnya yang pada waktu itu berjumlah seratus ribu orang lebih, sebagaimana firman Allah SWT:


وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ (147) فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ (148
Artinya:
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. (Q.S As Saffat): 147-148
Kedatangan Yunus disambut kaumnya dengan gembira dan menyatakan beriman kepadanya, sehingga mereka termasuk orang-orang yang saleh.
Dengan ayat-ayat di atas, Allah SWT memperingatkan Nabi Muhammad agar jarigan sekali-kali bersikap dan bertindak seperti yang dilakukan Nabi Yunus A.S. yang mudah marah. dan mudah berputus asa, sehingga ia meninggalkan kaumnya, dan meninggalkan tugas suci yang telah dibebankan kepadanya, yaitu tugas kerasulan. Hendaklah selalu tabah dan sabar dalam keadaan bagaimanapun dan Allah menyukai orang-orang yang sabar.
51 Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al quran dan mereka berkata:` Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila `.(QS. 68:51)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 51 

وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ (51

Allah SWT menyatakan kepada Nabi Muhammad SAW, "Orang-orang musyrik itu karena sangat marah dan benci kepada engkau ya Muhammad, mereka memandang engkau dengan sudut matanya dengan pandangan yang penuh kemarahan dan kebencian, terutama pada setiap mereka mendengar bacaan ayat-ayat Alquran.
Menurut sebagian ahli Tafsir, bahwa yang dimaksudkan dengan "orang-orang yang hampir-hampir menggelincirkan Nabi dengan pandangan matanya" ialah Bani Asad, salah satu kabilah di negeri Arab waktu itu. Diriwayatkan bahwa orang-orang dari Bani Asad mempunyai semacam ilmu yang dapat mempengaruhi orang lain dengan menggunakan ketajaman sorotan matanya. Maka sebahagian mereka bermaksud mencobakan ilmunya itu kepada Nabi Muhammad SAW, karena menurut mereka seandainya Muhammad itu benar-benar seorang Rasul yang diutus Allah, tentulah ia tidak akan terpengaruh ilmu mereka itu. Kenyataannya bahwa ilmu itu memang tidak mempan terhadap Rasulullah SAW sehingga turunlah ayat ini.
Dari sababun nuzul ayat ini dipahami bahwa segala macam ilmu gaib apapun tidak akan dapat mengenai atau mempengaruhi seseorang, jika seseorang beriman kepada Allah SWT, kecuali ilmu-ilmu yang sesuai dengan sunatullah, seperti menyakiti seseorang dengan cara mempengaruhi jiwanya sesuai dengan dali-dalil dan ketetapan ilmu jiwa, menganiaya seseorang dengan aliran listrik dan sebagainya. ilmu-ilmu yang demikian itu dapat mempengaruhi seseorang.
Demikianlah, karena orang-orang musyrik itu tidak dapat mempengaruhi Rasulullah dengan ilmu-ilmu yang ada pada mereka, seperti sorotan ketajaman mata dan karena tidak dapat menandingi ayat-ayat Alquran maka dikatakan merekalah, "Sesungguhnya ia (Muhammad) itu benar-benar orang yang gila.
52 Dan Al quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.(QS. 68:52)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qalam 52 

وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِلْعَالَمِينَ (52

Dalam ayat ini; Allah SWT mengatakan dengan tegas bahwa Alquran itu berisi petunjuk dan pelajaran untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat. Diperuntukkan bagi seluruh manusia di manapun mereka berada, baik bagi penduduk negeri-negeri yang telah maju atau bagi penduduk negeri yang sedang berkembang atau terbelakang, baik untuk orang yang pintar maupun untuk orang yang bodoh, baik penduduk kota maupun penduduk desa, baik bagi orang yang kaya maupun bagi orang-orang yang miskin dan sebagainya. Karena itu setiap orang dapat memahami dan mengerti Alquran itu, asal saja ia telah mempunyai sikap akan menerima setiap kebenaran, yang disampaikan kepadanya. Jika seseorang belum mempunyai sikap yang demikian, walaupun hati dan pikirannya telah menerima kebenaran Alquran itu, namun hawa nafsunya memerintahkan agar menentang Alquran itu, seperti mengatakan buatan manusia dan sebagainya.
Berapa banyak orang yang menantang kebenaran dan keadilan, karena memperturutkan hawa nafsunya, seperti hawa nafsu ingin pangkat, kedudukan, harta yang banyak, takut dipencilkan oleh golongannya, takut meninggalkan kepercayaan nenek moyangnya dan sebagainya. Betapa banyak orang yang bersedia membunuh teman, saudara kandung, bahkan ayah dan ibunya karena memperturukan hawa nafsunya
Demikianlah, Muhammad SAW seorang Nabi dan Rasul Allah yang telah terbukti kejujurannya, seorang yang dihormati dan dipercayai oleh kaumnya adil sempurna akal pikirannya, tidak seorang pun yang mengingkarinya. Setelah beliau diangkat Allah SWT sebagai Nabi dan Rasul timbullah rasa benci itu, karena mengikuti Muhammad berarti meninggalkan pangkat, harta, kesenangan dan kesewenang-wenangan.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 41 s/d 52 dari [52]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU