Sabtu, 10 Agustus 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-MU'MINUUN AYAT 61 - 80 ( 04 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR]: AL-MU'MINUUN
Ayat [118]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:4/6
61 mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.(QS. 23:61)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 61 

أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ (61

Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang mempunyai sifat-sifat tersebut, selalu bersegera berbuat kebaikan bila saja ada kesempatan untuk itu dan selalu berdaya upaya agar amal baiknya selalu bertambah-tambah, baru saja ia selesai melaksanakan amal yang baik ia ingin agar segera berbuat amal yang lain dan demikianlah seterusnya. Orang-orang yang demikian sifat-sifatnya akan diberi Allah pahala amalnya yang baik di dunia maupun di akhirat seperti tersebut dalam firman-Nya:

وآتيناه في الدنيا حسنة وإنه في الآخرة لمن الصالحين
Artinya:
Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh. (Q.S. An Nahl: 122)
Dan firman-Nya:

فآتاهم الله ثواب الدنيا وحسن ثواب الآخرة والله يحب المحسنين
Artinya:
Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan. (Q.S. Ali Imran: 148)
62 Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya, dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya.(QS. 23:62)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 62 

وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (62

Dengan ayat ini Allah menjelaskan bahwa sudah menjadi Sunah dan ketetapan-Nya, Dia tidak akan membebani seseorang dengan suatu kewajiban atau perintah kecuali perintah itu sanggup dilaksanakannya dan dalam batas-batas daya dan kekuatannya. Tidak ada suatu syariat yang diwajibkan-Nya yang berat dilaksanakan oleh hamba-Nya bila diukur dengan kemampuannya, hanya manusialah yang memandangnya berat karena keengganannya atau ia disibukkan oleh urusan dunianya atau menghalanginya dari melaksanakan keinginannya.
Padahal perintah itu seperti salat umpamanya amat ringan dan enteng bagi orang yang telah biasa mengerjakannya bahkan salat itupun dapat meringankan beban dan tekanan hidup yang dideritanya bila ia benar-benar mengerjakannya dengan tekun dan khusyuk. Muqatil berkata, "Barangsiapa tidak sanggup mengerjakan salat dengan berdiri ia boleh mengerjakannya dalam keadaan duduk, dan kalaupun tidak sanggup duduk maka dengan isyarat sajapun sudah cukup. Karena itu tidak ada alasan sama sekali bagi orang mukmin untuk membebaskan dirinya dari kewajiban salat, demikian pula kewajiban-kewajiban lainnya karena semua kewajiban itu adalah dalam batas-batas kemampuannya. Hanya nafsu dan keinginan manusialah yang menjadikan kewajiban-kewajiban itu berat baginya. Maka orang yang Seperti ini telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dan akan mendapat balasan yang setimpal dari Tuhan atas keingkaran dan keengganannya. Tak ada suatu pelanggaranpun terhadap perintah Allah melainkan sudah dicatat dalam buku catatan amalnya, demikian pula amal perbuatan yang baik, baik kecil maupun besar semuanya tercatat dalam buku itu sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

هذا كتابنا ينطق عليكم بالحق إنا كنا نستنسخ ما كنتم تعملون
Artinya:
(Allah berfirman), "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan". (Q.S. Al Jasiah: 29)
Dan firman-Nya:

ووضع الكتاب فترى المجرمين مشفقين مما فيه ويقولون يا ويلتنا مال هذا الكتاب لا يغادر صغيرة ولا كبيرة إلا أحصاها ووجدوا ما عملوا حاضرا ولا يظلم ربك أحدا
Artinya:
Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya, dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (Q.S. Al Kahfi: 49)
Mereka akan diberi balasan sesaui dengan perbuatannya yang tertera dalam buku catatan itu dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun.
63 Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, mereka tetap mengerjakannya.(QS. 23:63)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 63 

بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِنْ هَذَا وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُونَ (63

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa hati kaum musyrikin telah berpaling dan lalai dari memperhatikan petunjuk-petunjuk yang dibawa Alquran dan tidak mau mengambil manfaat dari padanya. Padahal petunjuk-petunjuk itulah yang dapat membawa mereka kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Seandainya mereka mau membaca dan memperhatikannya barang sedikit tentulah hati mereka akan terbuka dan melihat bahwa ajaran Alquran itu memang amat berguna dan semua yang terkandung di dalamnya adalah benar. Mereka akan mengakui bahwa semua perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah tanpa kecuali. Inilah kesalahan mereka yang pertama yang membawa kepada kesalahan-kesalahan lain dan menyebabkan mereka tidak memperdulikan lagi norma-norma akhlak yang mulia, berbuat sekehendak hati tanpa memperhatikan hak-hak orang-orang lain. Apa saja yang mereka ingini mereka rebut walaupun dengan merampas dan menganiaya kaum lemah. Karena itu pula mereka telah tenggelam dalam kemusyrikan dan mata hari mereka telah buta tidak dapat lagi membedakan mana yang benar dan mana yang sesat, telinga mereka telah tuli tidak dapat lagi mendengar mutiara-mutiara hikmah.
Yang benar adalah paham mereka sendiri dan apa yang mereka warisi dari nenek moyang mereka. Semua yang bertentangan dengan itu harus dibasmi, dibuang jauh-jauh. Alquran itu hanya dongengan orang-orang yang dahulu yang dibawa oleh orang yang gila atau hanya gubahan seorang penyair atau ajaran yang diterima Muhammad dari Ahli kitab. Apabila diberikan kepada mereka keterangan yang nyata yang tak dapat dibantah sehingga mereka mengatakan, kami tak dapat menerimanya karena bertentangan dengan apa yang dianut dan dipercayai moyang kami seperti tersebut dalam ayat:

بل قالوا إنا وجدنا آباءنا على أمة وإنا على آثارهم مهتدون
Artinya:
Bahkan mereka berkata , "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka". (Q.S. Az Zukhruf: 22)
64 Hingga apabila Kami timpakan azab kepada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka, dengan serta merta mereka memekik minta tolong.(QS. 23:64)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 64 

حَتَّى إِذَا أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِمْ بِالْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ (64

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa kaum musyrikin dan semua orang yang ingkar dan durhaka akan disiksa dengan siksan yang pedih. Dikala mereka telah dikepung oleh azab yang dahsyat dan mengerikan sebagai balasan atas keingkaran dan kedurhakaan mereka, mereka berteriak-teriak minta tolong dan sangat menyesali nasib mereka yang buruk itu, terutama pemimpin-pemimpin dan orang-orang kaya mereka yang pernah hidup di dunia dengan senang dan penuh kenikmatan. Tetapi siapa yang dapat menolong mereka di waktu itu karena semua urusan dan keputusan berada di tangan Allah (Tuhan Yang Maha Esa). Sesalan mereka tiada berguna lagi karena nasi sudah menjadi bubur, kesalahan dan kedurhakaan mereka tak dapat diampuni lagi.
65 Janganlah kamu memekik minta tolong pada hari ini. Sesungguhnya kamu tiada akan mendapat pertolongan dari Kami.(QS. 23:65)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 65 

لَا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ إِنَّكُمْ مِنَّا لَا تُنْصَرُونَ (65

Allah berfirman terhadap mereka , "Janganlah kamu berteriak-teriak meminta tolong pada hari ini, karena tak ada gunanya teriakkanmu itu. Hari ini adalah hari pembalasan terhadap apa yang kamu kerjakan di dunia dahulu". Inilah ketetapan yang sudah pasti dari Tuhanmu yang harus kamu terima, tak ada yang dapat menolong kamu atau membebaskan kamu dari azab ini dan kamu tak dapat menghindarkan diri daripada-Nya.
66 Sesungguhnya ayat-ayat-Ku (Al quran) selalu dibacakan kepada kamu sekalian, maka kamu selalu berpaling ke belakang.(QS. 23:66)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 66 

قَدْ كَانَتْ آيَاتِي تُتْلَى عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُونَ (66

Tatkala di dunia, telah dibacakan kepadamu ayat-ayat Kami oleh seorang Rasul yang Kami utus kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, memperolok-olokkan dan menghinanya karena kesombongan dan kecongkakanmu padahal petunjuk dan ajaran yang dibawanya adalah benar dan sangat bermanfaat bagi kamu kalau kamu memperhatikan dan mendengarkannya.
67 Dengan menyombongkan diri terhadap Al quran itu dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya di waktu kamu bercakap-cakap di malam hari.(QS. 23:67)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'minuun 67

 مُسْتَكْبِرِينَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُونَ(67

 (Dengan menyombongkan diri) tidak mau beriman (akan keakuan kalian) yakni membanggakan Kakbah atau tanah suci yang kalian tempati, maksudnya kalian beranggapan bahwa diri kalian adalah penduduknya, oleh karena itu kalian merasa dalam keadaan aman dari azab Allah, berbeda dengan kaum-kaum yang lain di tempat tinggal mereka selain dari tanah suci (dan seraya bergadang) lafal Samiran menjadi Hal, artinya mereka berkumpul membentuk suatu kelompok sambil berbincangbincang di waktu malam hari; hal ini mereka lakukan di sekeliling Kakbah (kalian mengucapkan perkataan-perkataan yang keji terhadapnya") lafal Tahjuruuna ini jika berasal dari Fi'il Tsulatsi artinya tidak menganggap Alquran. Jika berasal dari Fi'il Ruba'i berarti mereka membuat-buat perkataan yang keji tanpa hak terhadap diri Nabi saw. dan Alquran.
68 Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Kami), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu?(QS. 23:68)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 68 

أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُمْ مَا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَ (68

Pada ayat ini Allah mencerca perbuatan dan ucapan mereka yang tak sopan dan tak masuk akal itu. Apakah mereka tidak memperhatikan ayat-ayat Alquran bagaimana induk dan tinggi susunan kata-katanya, pada hal mereka mempunyai kesempatan yang luas untuk memperhatikannya. Tak terdapat di dalam Alquran itu kelemahan, pertentangan atau sesuatu yang mengurangi nilai sastranya atau merendahkan pengertian yang terdapat di dalamnya. Bahkan di dalamnya terdapat dalil-dalil dan hujah-hujah yang nyata yang tak dapat dibantah, terdapat dasar-dasar akhlak yang mulia, syariat dan peraturan yang dapat membawa mereka ke tingkat yang paling atas bila mereka mau mengamalkan dan mematuhinya. Ataukah mereka menganggap kedatangan Muhammad sebagai rasul suatu hal yang mustahil yang belum pernah terjadi pada umat-umat yang terdahulu, pada hal mereka mengetahui adanya Rasul-rasul yang terdahulu itu bagaimana nasib umat-umat yang mengingkari mereka bahkan mereka melihat sendiri bekas-bekas yang ditinggalkan umat-umat yang durhaka itu.
69 Ataukah mereka tidak mengenal rasul mereka, karena itu mereka memungkirinya?(QS. 23:69)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 69 

أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ (69

Ataukah mereka tidak kenal kepada Muhammad, Rasul mereka sehingga mereka mengingkarinya. Tidak! Mereka mengenal Muhammad sejak masa kecilnya, sebagai seorang yang baik budi pekerti, seorang yang paling terpercaya di kalangan mereka, seorang keturunan dari Bani Hasyim yang mereka hormati dan mereka segani, sehingga mereka sendiri memberikan julukan terhadapnya dengan Al Amin (seorang yang paling dipercaya) Abu Sofyan sebagai kepala perutusan mereka kepada Romawi, ketika ditanya bagaimana sifat-sifat Muhammad, dia menjawab Muhammad seorang dari keturunan keluarga yang mulia, terkenal dengan kebenaran ucapannya dan amanahnya.
70 Atau (apakah patut) mereka berkata:` Padanya (Muhammad) ada penyakit gila. `Sebenarnya dia telah membawa kebenaran kepada mereka, dan kebanyakan mereka benci kepada kebenaran itu.(QS. 23:70)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 70 

أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ (70

Ataukah mereka menganggapnya sebagai seorang gila yang tidak sadar akan ucapan-ucapannya pada hal mereka tahu benar bahwa Muhammad tidak gila, mengakui bahwa dia adalah seorang yang paling cerdas diantara mereka seorang cendekiawan yang bijaksana sehingga mereka pernah mengangkatnya sebagai pemisah antara mereka, ketika mereka bertengkar siapa yang akan meletakkan hajar aswad di tempatnya setelah mereka merombak dan memperbaiki bangunan Kakbah.
Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Muhammad adalah pembawa kebenaran dari Tuhannya, bukan sebagai yang mereka tuduhkan itu. Dia mengajak mereka supaya meninggalkan sembahan-sembahan dan berhala-berhala dan kembali kepada agama tauhid yang murni agama nenek moyang mereka Nabi Ibrahim. Dia adalah pembawa agama yang mempunyai syariat dan peraturan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat. Tetapi kebanyakan mereka benci kepada kebenaran yang dibawanya, karena hati mereka telah tertutup oleh kegelapan syirik, dosa dan kedurhakaan sehingga mereka berpaling dari jalan yang benar dan selalu menempuh jalan yang sesat dan tak dapat lagi memahami kebenaran, bahkan mereka benci kepada kebenaran itu. Memang ada di antara mereka yang sadar dan insaf, mengakui dalam hatinya bahwa agama yang dibawa Muhammad itu adalah agama yang benar dan baik, tetapi karena takut dicemooh kaumnya yang kafir mereka tidak mau beriman seperti halnya paman Nabi sendiri yaitu Abu Talib. Ia pernah mengatakan, "Kalau tidaklah karena takut akan dicerca oleh pemimpin-pemimpin kabilah kami, tentulah kami benar-benar telah menjadi pengikutnya dalam segala hal.
71 Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.(QS. 23:71)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 71

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ (71

Kemudian Allah menjelaskan bahwa kalau Alquran mengikuti kemauan mereka yang sesat itu seperti mempersekutukan Allah, mengatakan bahwa Dia mempunyai anak, membenarkan perbuatan-perbuatan dosa dan munkar, tentulah dunia ini akan rusak binasa sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:

لو كان فيهما آلهة إلا الله لفسدتا فسبحان الله رب العرش عما يصفون
Artinya:
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai Arasy dari apa yang mereka sifatkan. (Q.S. Al Anbiya: 22)
Kalau Alquran membolehkan perbuatan aniaya dan meninggalkan keadilan tentulah akan terjadi kekacauan dan kegoncangan hebat dalam masyarakat. Kalau Alquran membolehkan pelanggaran hak, perampasan harta sehingga si lemah menjadi santapan yang empuk bagi si kuat tentulah dunia ini tidak akan aman dan tenteram selama-lamanya. Hal ini telah terbukti pada diri mereka sendiri. Hampir saja masyarakat Arab di masa Jahiliah rusak binasa, karena tak mempunyai norma-norma akhlak yang mulia, tak ada syariat dan +peraturan yang mereka patuhi. Mereka hanya membangga-banggakan kekayaan dan kekuatan sehingga untuk memperebutkannya mereka jatuh dalam jurang perselisihan dan peperangan yang tak habis-habisnya. Lalu Allah menerangkan lagi bahwa Dia telah mengaruniakan kepada mereka sesuatu yang seharusnya menjadi kebanggaan mereka sendiri yaitu Alquran. Mengapa mereka berpaling dari padanya dan menolaknya, menganggap hina dan memperolok-olokkannya. Kalau mereka sadar dan insaf tentulah mereka tidak akan berbuat seperti itu. Memang terbukti kemudian bahwa Alquran itu menjadikan mereka bangsa yang mulia dan mereka berbangga dengan turunnya Alquran (pada mulanya) kepada mereka dan dalam bahasa mereka, sesuai dengan firman Allah:

وإنه لذكر لك ولقومك وسوف تسألون
Artinya:
Dan sesungguhnya Alquran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban. (Q.S. Az Zukhruf: 44)
72 Atau kamu meminta upah kepada mereka?, Maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezki Yang Paling Baik.(QS. 23:72)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 72 

أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (72

Pada ayat ini Allah menanyakan suatu kemungkinan lagi mengapa mereka tidak mau menerima ajaran-ajaran Alquran karena Nabi Muhammad saw meminta kepada mereka imbalan jasa atas penyampaian ajaran-ajaran itu. Padahal Nabi Muhammad saw tidak pernah meminta apa-apa dari mereka karena dia menyadari bahwa penyampaian risalah itu adalah kewajiban yang harus dilaksanakan sebaik-baiknya atas perintah Tuhannya. Kalau ada sesuatu yang diharapkannya maka harapan itu tiada lain hanyalah keridaan Allah yang dengan keridaan-Nya ia akan berbahagia dan dengan keridaan Allah itu ia akan mendapat balasan karunia yang tidak akan putus-putus sebagai tersebut dalam firman-Nya:

قل ما سألتكم من أجر فهو لكم إن أجري إلا على الله وهو على كل شيء شهيد
Artinya:
Katakanlah, "Upah apapun yang aku minta kepadamu, maka itu untuk kamu. Upahku hanyalah dari Allah. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu". (Q.S. Saba: 47)
Karunia dari Allah itulah yang aku harapkan, karena Dia adalah sebaik-baik Yang memberi karunia.
73 Dan sesungguhnya kamu benar-benar menyeru mereka kepada jalan yang lurus.(QS. 23:73)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 73 

وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (73

Kemudian pada ayat ini Allah meyakinkan Nabi Muhammad saw bahwa dia benar-benar menyeru kaumnya kepada jalan yang lurus yang membawa mereka kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Maka janganlah engkau hai Muhammad terpengaruh dengan kata-kata orang-orang kafir itu yang menghina dan mencemoohkanmu. Semua ucapan-ucapan mereka itu adalah bohong belaka yang keluar dari mulut mereka karena dengki dan sakit hati.
74 Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada negeri akhirat benar-benar menyimpang dari jalan (yang lurus).(QS. 23:74)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 74 

وَإِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُونَ (74

Orang-orang yang tidak mau beriman itu dan tidak percaya kepada hari akhirat, benar-benar telah meyimpang dari jalan yang benar. Kepada mereka telah diberikan alasan-alasan dan perumpamaan-perumpamaan yang kalau sedikit saja mereka mau mendengarkan dan memikirkannya tentulah mereka akan sadar dan kembali kepada kebenaran. Tetapi hati dan pikiran mereka telah ditutupi oleh kesombongan, kedurhakaan dan perbuatan dosa yang selalu mereka lakukan. Mereka tidak berhak sama sekali atas rahmat dan kasih sayang Allah karena orang-orang yang demikian sifatnya tidak ada gunanya sama sekali berbuat baik kepada mereka.
75 Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami, benar-benar mereka akan terus menerus terombang-ambing dalam keterlaluan mereka.(QS. 23:75)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 75 

وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ (75

Andai kata Kami memberi rahmat kepada mereka dan Kami singkirkan dari mereka bahaya yang mengancam mereka, maka mereka tidak akan mensyukuri rahmat itu, bahkan mereka akan bertambah durhaka dan tetap akan melakukan maksiat dan kelaliman. Tidak ada suatu kebaikanpun yang dapat diharapkan dari mereka. Bahkan andai kata mereka di akhirat nanti setelah melihat dahsyatnya siksaan yang akan ditimpakan ke atas diri mereka, kemudian diperkenankan permintaan mereka untuk dikembalikan ke dunia untuk memperbaiki kesalahan mereka namun mereka akan tetap juga melakukan maksiat dan akan tetap juga menjadi orang-orang yang ingkar dan durhaka.
76 Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada mereka, maka mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon (kepada-Nya) dengan merendahkan diri.(QS. 23:76)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 76 

وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ (76

Kami telah menimpakan azab kepada mereka pada peperangan Badar sehingga banyak pemimpin dan pembesar mereka yang mati terbunuh tetapi mereka tak pernah tunduk kepada Allah dan tak pernah patuh mengikuti ajaran dan perintah-Nya. Tak pernah mereka merendahkan diri kepada-Nya bahkan tetap sombong dan takabur dan tak pernah berhenti melakukan kelaliman dan perbuatan dosa, bahkan mereka bertambah sesat dan bertambah giat memerangi agama Allah sehingga mereka menyiapkan tentara dan alat-alat perang yang lebih banyak dan lebih besar lagi.
77 Hingga apabila Kami bukakan untuk mereka suatu pintu tempat azab yang amat sangat (di waktu itulah) tiba-tiba mereka menjadi putus asa.(QS. 23:77)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 77 

حَتَّى إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ (77

Sebenarnya mereka yang telah jauh sesat dari jalan yang benar itu tidak akan sadar dan insaf kecuali bila datang Hari Kiamat, dan dibukakan untuk mereka pintu siksaan yang berat, di waktu itulah baru mereka menyesal dan mengharapkan ampunan dari Allah, tetapi saat itu bukanlah saat untuk bertobat. Sesalan mereka tak ada gunanya lagi dan tobat merekapun tidak akan diterima. Pastilah mereka dijerumuskan ke dalam neraka sebagai balasan atas keingkaran dan kedurhakaan mereka di dunia sebagaimana tersebut dalam firman Allah:

ذلكم بما كنتم تفرحون في الأرض بغير الحق وبما كنتم تمرحون ادخلوا أبواب جهنم خالدين فيها فبئس مثوى المتكبرين
Artinya:
Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan yang tidak benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). (Dikatakan kepada mereka), "Masuklak kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong". (Q.S. Al Mu'min: 75-76)
78 Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.(QS. 23:78)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 78

وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ (78

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengaruniakan kepada manusia pendengaran, penglihatan dan hati. Sekiranya manusia mau memperhatikan dan memikirkan karunia Allah yang tiga macam itu saja yaitu mata, telinga dan hati, niscaya dia akan mengakui betapa besarnya nilai nikmat yang amat ajaib itu, betapa teliti dan halusnya ciptaan-Nya. Telinga menurut susunan yang amat sederhana kelihatannya itu dapat menangkap berbagai macam suara yang berbeda-beda. Suara binatang, burung-burung suara yang terjadi pada alam sekitar seperti suara angin yang menderu, suara petir yang mengguntur dan beraneka ragam suara yang ditimbulkan oleh peradaban manusia seperti surra kendaraan dan mesin-mesin, suara musik yang mengalun dan suara nyanyian yang merdu. Segala macam suara itu dapat dibedakannya satu persatu dan dapatlah dia menentukan sikap terhadap apa yang didengarnya. Mata dapat menangkap cahaya dan bentuk sesuatu, dapat membedakan berbagai macam warna, dapat melihat keindahan alam, dapat menyelidiki mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya. Kemudian hati yang dapat merasakan berbagai macam perasaan dan meneliti setiap kejadian serta mengambil kesimpulan darinya, seterusnya menentukan sikap terhadapnya. Kalau benar-benar manusia mempergunakan alat-alat itu sebaik-baiknya tentulah dia akan mendapat manfaat yang banyak sekali dan akhirnya sampailah kepada suatu kesimpulan bahwa pemberi nikmat dan karunia itu adalah Maha Luas ilmunya. Maha kuasa atas segala sesuatu, Dia patut dipuji dan disyukuri atas segala anugerah-Nya itu. Tetapi ternyata sedikit sekali manusia yang sampai kepada derajat itu. Seperti yang difirmankan Allah:

وجعلنا لهم سمعا وأبصارا وأفئدة فما أغنى عنهم سمعهم ولا أبصارهم ولا أفئدتهم من شيء إذ كانوا يجحدون بآيات الله وحاق بهم ما كانوا به يستهزئون
Artinya:
Dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi pendengaran, penglihatan dan hati mereka itu tidak berguna sedikit juapun bagi mereka, karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan mereka telah diliputi siksa yang dahulu selalu mereka memperolok-olokkannya. (Q.S. Al Ahqaf: 26)
79 Dan Dialah yang menciptakan serta mengembang biakkan kamu di bumi ini dan kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan.(QS. 23:79)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 79 

وَهُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ (79

Di antara karunia Allah kepada manusia ialah menciptakan manusia dengan sempurna, dibekali dengan pendengaran, penglihatan dan mata hati dan lain-lain persiapan sehingga dia dapat memanfaatkan semua yang diciptakan Allah di bumi dan di langit yang memang diciptakan oleh Allah untuk manusia sebagai tersebut dalam firman-Nya:

هو الذي خلق لكم ما في الأرض جميعا
Artinya:
Dia lah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu. (Q.S. Al Baqarah: 29)
Dan firman-Nya:

ألم تروا أن الله سخر لكم ما في السموات وما في الأرض وأسبغ عليكم نعمه ظاهرة وباطنة
Artinya:
Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. (Q.S. Luqman: 20)
Dia menciptakan manusia dengan persediaan-persediaan yang lengkap agar dia benar-benar menjadi Khalifah di muka bumi. Tak ada makhluk di bumi ini yang lebih sempurna ciptaannya dan pada manusia seperti tersebut dalam firman-Nya:

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. (Q.S. At Tin: 4)
Dengan keistimewaan itu manusia harus bersyukur kepada Penciptanya dengan memanfaatkan karunianya itu dengan sebaik-baiknya, beramal dan bekerja untuk kemaslahatan dunia dan akhiratnya. Karena nanti Allah akan mengumpulkan manusia seluruhnya di padang mahsyar untuk menerima perhitungan amal perbuatannya selama hidup di dunia.
80 Dan Dialah yang menghidupkan dan mematikan, dan Dialah yang (mengatur) pertukaran malam dan siang. Maka apakah kamu tidak memahaminya?(QS. 23:80)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 80 

وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (80

Di antara karunia-Nya juga ialah menghidupkan dan mematikan, manusia tidak akan dapat menikmati kehidupan dunia kalau Allah tidak mengaruniakan roh kepadanya. Dengan adanya roh di dalam jasadnya barulah manusia dapat berusaha, berikhtiar dan berpikir untuk mencapai apa yang diingini dan dicita-citakannya. Tak ada yang mengetahui rahasia hidup mati ini kecuali Allah SWT. Telah berabad-abad bahkan beribu tahun manusia berusaha untuk mengetahui rahasia roh ini agar dia dapat hidup selamanya, tetapi sampai sekarang tak ada ilmuwanpun yang sanggup membukakan rahasia itu. Benarlah soal roh itu adalah suatu rahasia yang gaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah sebagai tersebut dalam firman-Nya:

ويسألونك عن الروح قل الروح من أمر ربي وما أوتيتم من العلم إلا قليلا
Artinya:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit. (Q.S. Al Isra': 85)
Selanjutnya Dialah yang mempergilirkan malam dan siang. Malam dijadikan waktu untuk istirahat dan siang dijadikan waktu untuk berusaha dan bekerja. Dapat dibayangkan bagaimanakah jadinya dunia ini kalau yang ada siang saja, demikian pula sebaliknya. Mungkin dunia ini dan segala makhluk yang ada di atasnya akan mati terbakar karena selalu ditimpa terik matahari yang amat panas itu atau mungkin dunia ini akan mati dengan segala isinya kalau yang ada hanya malam saja sepanjang waktu, karena tak ada hangat dan panas yang menjadi sebab hidupnya makhluk duniawi ini. Allah sangat menyesalkan manusia, manusia yang tidak mengingat betapa besarnya karunia-Nya terhadap mereka. Mengapa mereka tidak memikirkan dan meperhatikannya, agar mereka bersyukur dan berterima kasih keqada-Nya atas segala nikmat dan karunia-Nya itu?.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [6]
Ayat 61 s/d 80 dari [118]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-MU'MINUUN AYAT 41 - 60 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR]: AL-MU'MINUUN
Ayat [118]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/6
41 Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur dengan hak dan Kami jadikan mereka (sebagai) sampah banjir, maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang zalim itu.(QS. 23:41)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'minuun 41

فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاءً فَبُعْدًا لِلْقَوْمِ(41) الظَّالِمِين  

  (Maka dimusnahkanlah mereka oleh suara yang mengguntur) suara yang menandakan turunnya azab dan binasanya makhluk (dengan hak) maka matilah mereka (dan Kami jadikan mereka bagaikan tumbuh-tumbuhan yang kering) Kami jadikan mereka seperti tanaman yang kering atau mati (maka alangkah jauhnya) dari rahmat (bagi orang-orang yang zalim itu) yakni orang-orang yang mendustakan Rasul itu.
42 Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat yang lain.(QS. 23:42)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'minuun 42

ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قُرُونًا آخَرِينَ(42
   
(Kemudian Kami ciptakan sesudah mereka umat-umat) kaum-kaum (yang lain).
43 Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).(QS. 23:43)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'minuun 43



  (42)مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ

(Tidak dapat sesuatu umat pun mendahului ajalnya) seumpamanya mereka mati sebelum ajal mereka (dan tidak dapat pula mereka terlambat) dari ajalnya itu. Lafal Yasta'khiruna dalam bentuk jamak dikaitkan kepada lafal Ummatin yang bentuknya muannats, hal ini memandang dari segi maknanya, karena ummatin berarti jamak.
44 Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.(QS. 23:44)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 44 

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ ( 44 

Kemudian Allah mengutus kepada umat-umat itu Rasul-rasul-Nya secara berturut-turut dalam beberapa abad yang tertentu. Pada tiap-tiap abad ada Rasul-Nya yang berfungsi menyampaikan risalah-Nya. Demikianlah mereka datang silih berganti sampai kepada Nabi penutup yaitu Nabi Muhammad saw, setiap Rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya. Oleh karena masing-masing umat itu mendustakan Rasul-Nya, maka Allah membinasakan mereka berturut-turut, dan Allah menjadikan mereka buah tutur manusia yang datang kemudiannya. Mereka sering menyebut-nyebut kisah mereka dalam percakapannya sehari-hari untuk dijadikan pelajaran dalam sejarah umat-umat yang pernah mendustakan Nabi-nabinya. Maka kebinasaanlah akhirnya bagi umat-umat yang tidak beriman itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'minuun 44 

ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ (44

(Kemudian Kami utus rasul-rasul Kami berturut-turut) lafal Tatran dapat pula dibaca Tatraa tanpa memakai harakat Tanwin, artinya berturut-turut yang di antara kedua rasul terdapat pemisah jarak waktu yang cukup lama. (Manakala datang kepada suatu umat) lafal Jaa-a Ummatan dapat dibaca Jaa-a ummatan yakni dengan mentashhilkan huruf Hamzah yang kedua, sehingga ucapannya seolah-olah ada huruf Wau (Rasul, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain) Kami samakan mereka dengan umat-umat terdahulu dalam hal terbinasa (dan Kami jadikan mereka buah tutur manusia maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman).
45 Kemudian Kami utus Musa dan saudaranya Harun dengan membawa tanda-tanda (Kebesaran) Kami, dan bukti yang nyata,(QS. 23:45)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 45

ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَى وَأَخَاهُ هَارُونَ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ (45

Kemudian Allah mengutus Musa dan saudaranya Harun (sebagai pembantunya) kepada Firaun dan kaumnya dengan membawa sembilan macam mukjizat seperti yang telah tersebut dalam surat Al A'raf dan hujah yang nyata atas kerasulannya, tetapi Firaun dengan pemuka-pemuka kaum Qibti bersikap sombong dan takabur menerima seruan Musa dan Harun, agar mereka hanya menyembah kepada Allah dan meninggalkan kemusyrikan kepada-Nya, dan agar mereka jangan menyiksa Bani Israel yang berada di Mesir, dan membolehkan mereka dibawa kembali oleh Musa dan Harun kembali ke negeri asal Nabi Yakub di Palestina. Musa dan Harun datang kepada Firaun dengan seruan yang lemah lembut sebagaimana dalam firman-Nya:


فقولا له قولا لينا لعله يتذكر أو يخشى
Artinya:
Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut." (Q.S. Taha: 44)
46 kepada Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya, maka mereka ini takbur dan mereka adalah orang-orang yang sombong.(QS. 23:46)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 46 

إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ (46

Kedatangan Musa dan Harun kepada Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya itu disertai dengan hujah yang kuat, namun mereka tidak juga menyadari, bahkan mereka bersikap sombong yang memang telah menjadi kebiasaannya.
47 Dan mereka berkata:` Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang manusia seperti kita (juga), padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah orang-orang yang menghambakan diri kepada kita? `(QS. 23:47)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 47 

فَقَالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَ (47

Mereka berkata, "Apakah kita pantas percaya kepada dua orang manusia seperti kita juga?. Apakan patut kita tunduk saja menerima keduanya, padahal mereka itu adalah golongan hamba-bamba dan khadam-khadam yang tunduk kepada kita sebagai majikan dan tuannya?" Mereka menyamakan keahlian untuk menyampaikan tugas risalah dari Allah Taala itu yang berdasarkan keikhlasan, kepercayaan dan kejujuran, seperti jabatan keduniaan saja yang bersumber kepada kepangkatan dan kekayaan. Pandangan mereka itu seperti pandangan orang kafir Quraisy seperti dijelaskan dalam ayat ini.


لولا نزل هذا القرآن على رجل من القريتين عظيم
Artinya:
Dan mereka berkata, "Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada seorang besar dari salah satu dua negeri (Mekah dan Taif) ini?". (Q.S. Az Zukhruf: 31)
Mereka mengingkari wahyu dan kenabian Muhammad saw, karena menurut jalan pikiran mereka, seorang yang diangkat menjadi Rasul itu hendaklah seorang yang kaya dan berpengaruh. Mereka tidak mengetahui bahwa pilihan Allah untuk kerasulan itu tidak didasarkan kepada soal kekayaan atau kepangkatan, akan tetapi semata-mata kepada karunia Allah, yang sudah ada ketetapannya di alam azali, dan hubungannya dengan keluhuran budi pekerti, kesucian dan kejujuran dan kesayangan kepada umatnya. Para Nabi itu karena kesucian batin mereka tidak terpengaruh oleh alam kebendaan. Mereka menerima wahyu dari malaikat, dan dalam melayani segala kepentingan umatnya dalam alam lahir, mereka tetap tidak terputus hubungannya dengan Tuhan mereka. Apabila hal ini dipandang aneh, mengapa Allah mengutus utusan-Nya dari kalangan manusia sendiri, maka lebih aneh dan ajaib lagi, mengapa mereka menyandarkan ketuhanan kepada kayu dan batu, yang dibuat dan diukir oleh tangan mereka sendiri? Tepat benar apa yang difirmankan dalam ayat.


فإنها لا تعمى الأبصار ولكن تعمى القلوب التي في الصدور
Artinya:
Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (Q.S. Al Hajj: 46)
48 Maka (tetaplah) mereka mendustakan keduanya, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan.(QS. 23:48)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 48 

فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا مِنَ الْمُهْلَكِينَ (48

Maka (tetaplah) Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya mendustakan Musa dan Harun, sebab itu mereka adalah termasuk orang-orang yang dibinasakan, ditenggelamkan di Laut Merah.
49 Dan sesungguhnya telah Kami berikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.(QS. 23:49)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 49 

وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ (49

Kemudian setelah musuh-musuh Musa dan Harun ditenggelamkan (dibinasakan), Allah menerangkan karunia-karunia-Nya yang dilimpahkan kepada para utusan-Nya, yaitu bahwa Dia sesungguhnya telah menurunkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, yang di dalamnya berisi hukum-hukum syariat, beberapa perintah dan larangan, dengan harapan agar mereka Bani Israel itu mendapat petunjuk, ke jalan kebahagiaan dunia dan akhirat.
50 Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir.(QS. 23:50)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 50 

وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ (50

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia telah menjadikan Isa putra Maryam suatu tanda yang menunjukkan kepada kekuasaan Allah yang dapat menciptakan seorang manusia hanya dari seorang ibu saja tanpa ayah, dan memberi kemampuan kepada seorang bayi berbicara sebelum waktunya, dan memberi mukjizat kepadanya, dapat menyembuhkan orang buta sejak lahir, menghidupkan seorang yang sudah mati tiga hari dari kuburannya, membuat burung yang terbang dari tanah liat dan sebagainya. Ibunya pula yaitu Maryam dijadikan tanda bukti kekuasaan Allah, karena hamil tanpa disentuh manusia, Maryam dan putranya disejajarkan dengan tanda kekuasaan Allah sebagaimana dalam firman-Nya:


والتي أحصنت فرجها فنفخنا فيها من روحنا وجعلناها وابنها آية للعالمين
Artinya:
Dan (Ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami, dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (Q.S. Al Anbiya: 91)
Dan Kami memberi tempat kediaman dan melindungi mereka di suatu dataran tanah yang tinggi di daerah Palestina yang mempunyai padang-padang rumput dan sumber-sumber air jernih yang mengalir. Nabi Isa dan Maryam selama hidupnya tidak pernah keluar dari Palestina atau Syam, dan siapa yang mengatakan bahwa Nabi Isa pergi ke Rabwah dekat Lahore di Pakistan dan meninggal dunia di sana, maka dugaan yang demikian tidak mempunyai dasar sama sekali.
51 Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 23:51)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 51 

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ (51

Allah memerintahkan kepada setiap Nabi, supaya makan rezeki yang halal dan baik yang dikaruniakan Allah kepadanya dan sekali-kali tidak dibolehkan dia memakan harta yang haram dan supaya dia selalu mengerjakan perbuatan yang baik dan menjauhi perbuatan yang keji dan mungkar. Nabi-nabi itulah orang-orang yang pertama-tama yang harus mematuhi perintah Allah, karena mereka akan menjadi contoh teladan bagi umat dimana mereka diutus untuk menyampaikan risalah Tuhannya. Perintah ini walaupun hanya ditunjukkan kepada Nabi-nabi, tetapi ia berlaku pula terhadap umat mereka tanpa kecuali karena para Nabi itu adalah menjadi panutan bagi umatnya kecuali dalam beberapa hal yang sudah dikhususkan untuk para Nabi itu saja. karena tidak sesuai untuk diwajibkan pula kepada umatnya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda:


أيها الناس! إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا وإن الله تعالى أمر المؤمنين بما أمر به المرسلين.
Artinya:
Hai Manusia, Sesungguhnya Allah Taala adalah baik, Dia tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah Taala memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apa yang diperintahkan-Nya kepada Rasul-rasul-Nya. (H.R. Muslim dan Tirmizi dari Abu Hurairah)
Maka Rasulullah saw membaca ayat ini. Kemudian Rasulullah saw membaca lagi ayat:


يا أيها الذين آمنوا كلوا من طيبات ما رزقناكم
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu. (Q.S. Al Baqarah: 172)
Kemudian Nabi menerangkan keadaan seorang laki-laki yang telah melakukan perjalanan panjang (lama), rambutnya penuh debu, makanannya dari yang haram, minumannya dari yang haram dan pakaiannya dari yang haram pula. Laki-laki itu berkata sambil menadahkan tangan ke langit. "Ya Tuhanku! Ya Tuhanku! Bagaimanakah doanya itu akan terkabul?
Pada ayat ini Allah mendahulukan perintah memakan makanan yang baik-baik baru beramal saleh, ini berarti amal yang saleh itu tidak akan diterima oleh Allah kecuali bila orang yang mengerjakannya memakan harta yang halal dan baik dan menjauhi harta yang haram. Menurut riwayat yang diterima dari Rasulullah beliau pernah bersabda:


إن الله تعالى لا يقبل عبادة من في جوفه لقمة من حرام وصح أيضا أيما لحم نبت من سحت فالنار أولى به.
Artinya:
Sesungguhnya Allah tidak menerima ibadat orang yang dalam perutnya terdapat sesuap makanan yang haram. Dan diriwayatkan pula bahwa Nabi saw bersabda, "setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram maka neraka lebih berhak membakarnya". (H.R. Muslim dan Tirmizi)
Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, lbnu Abi Hatim dan lbnu Mardawaih dan Ummi Abdillah saudara perempuan Syaddad bin Aus ra bahwa Ummi Abdillah ini pernah mengirimkan seteko susu kepada Rasulullah untuk berbuka puasa. Susu itu ditolak oleh Rasulullah dan beliau menyuruh pembawa susu itu kembali dan menanyakan kepadanya dari mana susu itu didapatnya. Ummi Abdillah menjawab itu adalah susu kambingku sendiri. Kemudian susu itu ditolak lagi dan pesuruh Ummi Abdillah disuruh lagi menanyakan dari mana kambing itu didapat. Ummi Abdillah menjawab itu adalah kambing yang aku beli sendiri dengan uangku sendiri. Kemudian barulah Rasulullah menerima susu itu.
Keesokan harinya Ummi Abdillah datang menemui Rasulullah menanyakan kepada beliau mengapa ia menolak susu itu, pada mulanya. Rasulullah menjawab: Para Rasul diperintahkan supaya jangan memakan kecuali yang baik-baik dan jangan berbuat sesuatu kecuali yang baik-baik. Demikianlah perintah Allah kepada para Rasul-Nya yang harus dipatuhi oleh umat manusia karena Allah Maha Mengetahui amal perbuatan manusia, tak ada satupun yang bersembunyi bagi-Nya. Dia akan membalas perbuatan yang baik dengan berlipat ganda dan perbuatan jahat dengan balasan yang setimpal.
52 Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.(QS. 23:52)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 52 

وَإِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ (52

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan agama para Rasul itu adalah agama yang satu yaitu agama tauhid yang mengakui ke Esaan Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Tidak ada seorang Rasulpun yang menyimpang dari prinsip ini. Kalau dalam suatu agama terdapat sedikit saja penyimpangan dari prinsip ini maka agama itu bukanlah agama yang asli yang dibawa oleh seorang Rasul, berarti agama itu telah dirubah-rubah oleh pengikutnya dan tidak orisinil lagi. Mustahil Allah Yang Maha Esa memilih dan mengangkat seorang Rasul dengan membawa suatu agama yang bertentangan dengan kebenaran dan bertentangan dengan kemurnian ke Esaan-Nya. Meskipun syariat dan peraturan-peraturan yang dibawa para Nabi dan Rasul berbeda-beda sesuai dengan masa dan tempat di mana mereka diutus, tetapi mengenai dasar tauhid tidak ada sedikitpun perbedaan antara mereka. Oleh sebab itu Allah menegaskan lagi dalam ayat ini bahwa Dia adalah Tuhan Semesta Alam, hendaknya semua manusia menyembah dan bertakwa hanya kepada-Nya saja dan sekali-kali jangan mempersekutukan-Nya dengan siapapun dan sesuatu apapun jua.
53 Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).(QS. 23:53)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 53 

فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (53

Kemudian pada ayat ini Allah menerangkan bahwa umat para Rasul itu telah menyeleweng dari ajaran mereka sehingga mereka terpecah belah menjadi beberapa golongan, masing-masing golongan menganggap bahwa golongannyalah yang benar, sedang golongan yang lain adalah salah. Memang demikianlah didapat dalam sejarah agama agama samawi yang dibawa para Nabi dan Rasul. Pada mulanya agama-agama itu tetap suci dan murni tak sedikitpun dimasuki oleh dasar-dasar syirik, tetapi dengan berangsur-angsur sedikit demi sedikit paham tauhid yang murni itu telah dimasuki oleh paham-paham lain yang berbau syirik atau telah menyimpang sama sekali dari dasar tauhid sehingga jatuhlah manusia ke jurang kesesatan bahkan ada di antara manusia yang menyembah manusia, menyembah binatang dan benda-benda seperti patung dan berhala. Namun demikian kita dapat mengetahui suci dan murninya suatu agama dengan berpegang teguh kepada norma yang pasti yaitu paham tauhid. Bila dalam agama itu tidak terdapat sedikitpun penyimpangan dari dasar tauhid maka agama itu, pastilah agama yang asli dan murni. Tetapi bila terdapat di dalamnya paham yang menyimpang dari dasar itu, yakinilah bahwa agama itu telah tidak murni lagi dan telah kemasukan paham-paham yang sesat. Paham-paham yang sesat inilah yang tetah dianut oleh kaum musyrikin Mekah sekalipun mereka mendakwakan bahwa mereka adalah pengikut Nabi Ibrahim. Mereka telah jauh tersesat dari ajaran Nabi Ibrahim, tetapi mereka tetap membanggakan bahwa agama merekalah yang benar walaupun yang mereka sembah adalah benda-benda mati yang tidak bermanfaat sedikitpun dan tidak pula berdaya menolak suatu kemudaratan. Maka mereka menentang dengan keras ajaran tauhid yang dibawa Nabi Muhammad saw dan mengancam akan bertindak tegas terhadap siapa saja yang menentang mereka.
54 Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.(QS. 23:54)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 54 

فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّى حِينٍ (54

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw supaya membiarkan saja orang-orang yang keras kepala yang tidak mau menerima kebenaran itu sampai tiba saatnya Allah akan menyiksa mereka baik di dunia maupun di akhirat nanti, di mana mereka akan menyaksikan sendiri bagaimana hebat dan dahsyatnya siksaan yang disediakan untuk mereka. Adapun siksaan di dunia ialah mala petaka yang menimpa mereka di waktu perang Badar di zaman mereka mengalami kekalahan basar dan kehancuran. Perintah seperti ini terdapat pula pada ayat yang lain seperti firman Allah:


فمهل الكافرين أمهلهم رويدا
Artinya:
Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri-tangguhlah mereka itu barang sebentar. (Q.S. At Tariq: 17)
Dan firman-Nya:


ذرهم يأكلوا ويتمتعوا ويلههم الأمل فسوف يعلمون
Artinya:
Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka). (Q.S. Al Hijir: 3)
55 Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),(QS. 23:55)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 55 - 56 

أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ (55) نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ (56

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang kafir itu telah ditipu dan diperdayakan oleh harta benda dan anak-anak mereka padahal harta kekayaan dan anak-anak yang banyak itu bukanlah suatu tanda bahwa Allah meridai mereka. Mereka membangga-banggakan harta dan kekayaan mereka terhadap kaum Muslimin yang di kala itu dalam keadaan serba kekurangan, seperti tersebut dalam firman Allah:


وقالوا نحن أكثر أموالا وأولادا وما نحن بمعذبين
Artinya:
Dan mereka berkata, "Kami lebih banyak mempunyai harta dan anak-anak (dari kamu) dan kami sekali-kali tidak akan diazab". (Q.S. Saba: 35)
Sebenarnya Allah memberikan kelapangan rezeki kepada mereka hanya semata-mata untuk menjerumuskan mereka ke lembah kemaksiatan dan kedurhakaan karena sikap mereka yang sangat congkak dan sombong terhadap ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. Dengan harta dan anak-anak yang banyak itu mereka akan menjadi lupa daratan seakan-akan merekalah yang benar dan berkuasa, apa saja yang mereka lakukan adalah hak mereka walaupun dengan perbuatan itu mereka menginjak-injak hak orang lain dan menganiaya kaum lemah. Tetapi pada suatu saat Allah pasti akan menyiksa mereka karena menjadi Sunatullah bahwa kelaliman dan penganiayaan itu tidak akan kekal bahkan akan hancur dan musnah. Hal ini ditegaskan Allah dalam firman-Nya:


فلا تعجبك أموالهم ولا أولادهم إنما يريد الله ليعذبهم بها في الحياة الدنيا وتزهق أنفسهم وهم كافرون
Artinya:
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir". (Q.S. At Taubah: 55)
Dan firman-Nya:


ولا يحسبن الذين كفروا أنما نملي لهم خير لأنفسهم إنما نملي لهم ليزدادوا إثما ولهم عذاب مهين
Artinya:
Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan". (Q.S. Ali Imran: 178)
Qatadah seorang mufassir telah memberikan ulasannya mengenai ayat ini sebagai berikut, "Allah telah memperdayakan orang-orang kafir itu dengan harta dan anak-anak mereka. Hai anak Adam janganlah kamu menganggap seseorang terhormat karena harta kekayaan dan anak-anaknya, tetapi hormatilah dia karena iman dan amal saleh. Diriwayatkan dan Ibnu Masud bahwa Rasulullah saw bersabda:


إن الله قسَم بينكم أخلاقكم كما قَسَم بينكم أرزاقكم وإن الله يعطي الدنيا من يحب ومن لا يحب ولا يعطي الدين إلا من أحب فمن أعطاه الله الدين فقد أحبه والذي نفس محمد بيده لا يُسْلِمُ العبد حتى يُسْلِمَ قلبه ولسانه ولا يؤمن حتى يأمن جاره بوائقه قالوا وما بوائقه يا رسول الله? قال غشه وظلمه.
Artinya:
Sesungguhnya Allah telah membagi-bagikan akhlak di antara kamu sebagaimana Dia telah membagi-bagikan rezeki di antara kamu. Sesungguhnya Allah memberikan nikmat dunia kepada orang yang diridai-Nya dan kepada orang yang tidak diridai-Nya. Dan Dia tidak memberikan keteguhan beragama melainkan kepada yang la rida. Dan barangsiapa yang Allah berikan kepadanya keteguhan beragama, berarti Allah meridainya. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya. Tidak Islam seorang hamba kecuali bila telah Islam pula batin dan lidahnya, tidak beriman dia kecuali tetangganya merasa aman terhadap kejahatannya. Para sahabat bertanya, "Apakah kejahatannya itu, Ya Rasulullah?". Rasulullah menjawab, "Penipuan dan aniayanya".
56 Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar.(QS. 23:56)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Mu'minuun 56

 نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ (56


(Kami bersegera) menyegerakan (memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka) tidak, sesungguhnya tidak demikian (sebenarnya mereka tidak sadar) bahwasanya hal itu adalah pengluluh atau Istidraj buat mereka.
57 Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,(QS. 23:57)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 57 

إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57

Salah satu di antara sifat-sifat orang yang benar-benar beriman itu pertama ialah takut kepada Tuhan. Karena itu mereka selalu mencari keridaan-Nya dengan bersungguh-sungguh mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Yang menjadi pedoman bagi hidup mereka ialah ajaran agama karena ajaran itulah prinsip mereka. Apa saja yang bertentangan dengan prinsip-prinsip itu tetap mereka tolak bagaimanapun akibatnya. Iman mereka tidak dapat digoyahkan oleh bujuk rayu atau ancaman apapun terhadap mereka.
58 Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,(QS. 23:58)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 58 

وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (58

Sifat yang kedua ialah percaya sepenuhnya kepada bukti-bukti ke Esaan dan kekuasaan Allah yang terbentang luas dalam alam semesta sebagaimana difirmankan oleh Allah:


سنريهم آياتنا في الآفاق وفي أنفسهم حتى يتبين لهم أنه الحق أولم يكف بربك أنه على كل شيء شهيد
Artinya:
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?. (Q.S. Fussilat: 53)
Dan mereka percaya pula sepenuhnya kepada semua ayat-ayat yang diturunkan kepada Rasul-Nya apa yang tersebut dalam ayat-ayat itu adalah kebenaran mutlak yang tak dapat ditawar-tawar lagi.
59 dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),(QS. 23:59)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 59 

وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ (59

Sifat yang ketiga ialah memelihara kemurnian tauhid dengan benar-benar menyembah Allah semata tanpa mempersekutukan-Nya dengan sembahan-sembahan lain. Maka orang-orang yang beriman tidak akan mau menyembah berhala-berhala atau minta tolong kepadanya walaupun berhala-berhala itu dianggap oleh kaum musyrik sebagai alat untuk mendekatkan diri kepada Allah sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:


ألا لله الدين الخالص والذين اتخذوا من دونه أولياء ما نعبدهم إلا ليقربونا إلى الله زلفى
Artinya:
Ingatlah hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih dari (sirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". (Q.S. Az Zumar: 3)
Mereka tidak akan minta tolong kepada makam-makam dan kuburan-kuburan karena mereka yakin sepenuhnya bahwa perbuatan itu sama saja dengan minta tolong kepada berhala-berhala dan itu termasuk perbuatan syirik yang sangat dimurkai Allah. Mereka tidak pula akan minta tolong kepada arwah-arwah, jin dan setan karena yang demikianpun termasuk syirik pula. Demikianlah semua perbuatan yang membawa kepada mempersekutukan Allah mereka hindari sejauh-jauhnya, sehingga kepercayaan mereka benar-benar murni tidak dikotori sedikitpun oleh hal-hal yang berbau syirik.
60 dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka,(QS. 23:60)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN, KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Mu'minuun 60 

وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60

Sifat yang keempat ialah takut kepada Allah, karena mereka yakin akan kembali kepada-Nya pada hari berhisab di mana akan diperhitungkan segala amal perbuatan manusia. Meskipun mereka telah mengerjakan segala perintah Tuhan dan menjauhi segala larangan-Nya dan menafkahkan hartanya di jalan Allah namun mereka merasa takut kalau-kalau amal baik mereka tidak diterima karena mungkin ada di dalamnya unsur-unsur riya atau lainnya yang menyebabkan ditolaknya amal itu. Oleh sebab itu mereka selalu terdorong untuk selanjutnya berbuat baik karena kalau amal yang sebelumnya tidak diterima, mungkin amal yang sesudah itu menjadi amal yang makbul yang diberi ganjaran yang berlipat ganda.
Siti Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai ayat ini, apakah yang dimaksud dengan ayat ini ialah orang berzina dan meminum khamar atau mencuri, dan karena itu ia takut kepada Tuhan dan siksa-Nya? Pertanyaan ini dijawab oleh Rasulullah. "Bukan demikian maksudnya Hai anak Abu Bakar Sidik. Yang dimaksud dalam ayat ini ialah orang-orang yang mengerjakan salat, berpuasa dan menafkahkan hartanya namun dia merasa takut kalau-kalau amalnya itu termasuk amal yang tidak diterima (mardud).

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [6]
Ayat 41 s/d 60 dari [118]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU