Sabtu, 12 Oktober 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH SHAAD AYAT 41 - 60 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : SHAAD
Ayat [88]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/5
41 Dan ingatlah akan hamba Kami Ayyub ketika ia menyeru Tuhannya; `Sesungguhnya aku diganggu syaitan dengan kepayahan dari siksaan`.(QS. 38:41)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 41

وَاذْكُرْ عَبْدَنَا أَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الشَّيْطَانُ بِنُصْبٍ وَعَذَابٍ (41

Allah SWT memerintahkan kepada Rasulullah saw agar menceritakan kepada kaumnya kisah Ayub yang sangat saber menghadapi cobaan hidup dan taat kepada Allah. Pada saat ia menghadapi cobaan yang sangat berat ia berdoa kepada Allah, mengadukan agar penderitaannya itu dihilangkan.
Menurut penelitian ahli tafsir, Ayub adalah seorang Nabi yang sangat kaya. Ia sebagai pengusaha tanah dan pemelihara ternak. Di samping itu juga sebagai pemimpin kaumnya di sebuah negeri yang terletak di sebelah tenggara laut mati. Negerinya terletak di antara kota Adum dan padang pasir Arab, sangat subur, diairi oleh mata air yang sangat banyak. Ia hidup di antara zaman Nabi Ibrahim dan Nabi Musa. Semula beliau hidup makmur dan bahagia, amat taat beragama, banyak sanak keluarganya. Ia sangat bangga atas hasil usahanya yang dicapai, juga atas kekayaan, keluarganya dan kesehatannya. Kemudian Allah SWT ingin menguji ketabahannya. Lalu ia menderita sakit kulit yang sangat parah. Begitu beratnya penyakitnya dan begitu lama dideritanya hingga harta bendanya habis, dan keluarganya bertebaran ke negeri-negeri sekitarnya mencari penghidupan. Di tengah-tengah penderitaannya itulah ia merasa sangat payah. Ia merasa ada setan yang mengusik jiwanya beribadah kepada Allah. Lalu ia mengadukan kepada Allah agar diberi petunjuk untuk melepaskan dirinya dari kepayahan dan siksanya.
Allah SWT berfirman:


وأيوب إذ نادى ربه أني مسني الضر وأنت أرحم الراحمين
Artinya:
Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang. (Q.S. Al Anbiya: 83)
42 (Allah berfirman): `Hantamkanlah kakimu; Inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.(QS. 38:42)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 42 - 43 

ارْكُضْ بِرِجْلِكَ هَذَا مُغْتَسَلٌ بَارِدٌ وَشَرَابٌ (42) وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ (43

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa karena ketaatan dan kesabaran Ayub menghadapi cobaan, Allah SWT mengabulkan doanya dengan memerintahkan kepadanya agar menghentakkan kakinya ke bumi. Kemudian dari bumi yang dihentak Ayub itu memancarlah mata air yang sejuk. Lalu Ayub diperintahkan agar mandi dan minum air itu. Lambat laun penyakit Ayub makin berkurang dan akhirnya sembuh kembali seperti sedia kala.
Sesudah itu ia menghimpun kembali keluarganya yang telah terpencar-pencar, dan mereka dapat menyebarkan keturunan yang berlipat ganda, sebagai rahmat Allah kepadanya dan kepada keturunannya.
Pada akhir ayat Allah SWT menegaskan bahwa ketaatan dan kesabaran Ayub itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal dan menjadi petunjuk bagi seluruh manusia bahwa rahmat Allah SWT itu dekat sekali pada orang-orang yang senantiasa melakukan perbuatan yang baik dan menjadi suri teladan pula bahwa setiap perjuangan itu meskipun pada mulanya terasa sangat payah, tetapi apabila dilakukan dengan penuh ketabahan, niscaya segala kesulitan pasti dapat diatasi, dan kemenangan pasti diraihnya juga, dan sebagai pengalaman yang berharga yang dapat dipetik dari kisah Ayub ini ialah bahwa orang tidak boleh berputus asa untuk mencari jalan ke luar dalam waktu menghadapi rintangan, hingga ia mendapatkan jalan untuk mengatasi rintangan itu, dengan memohon petunjuk kepada Allah agar diberi limpahan hidayah-Nya.
43 Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan ) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dam pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran.(QS. 38:43)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 43

وَوَهَبْنَا لَهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنَّا وَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ (43

(Dan Kami anugerahi dia dengan mengumpulkan kembali keluarganya dan Kami tambahkan kepada mereka sebanyak mereka) maksudnya, Allah menghidupkan kembali anak-anaknya yang telah mati itu, dan menambah pula kepadanya anak lain sejumlah anak yang telah mati itu (sebagai rahmat) sebagai nikmat dan karunia (dari Kami dan pelajaran) nasihat (bagi orangorang yang mempunyai pikiran) yaitu bagi orang-orang yang berakal.
44 Dan ambillah dengan tanganmu seikat(rumput), maka pukullah dengan itu(isterimu) dan janganlah kamu melanggar sumpah.Sesungguhnya kami dapati dia(Ayyub) seorang yang sabar.Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat(kepada Tuhannya).(QS. 38:44)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 44 

وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (44

Kemudian Allah SWT mengisahkan keringanan yang diberikan kepada Ayub. Allah SWT memerintahkan agar mengambil seberkas rumput untuk dipukulkan kepada istrinya. Pukulan rumput ini cukup sebagai pengganti dari sumpah yang pernah ia ucapkan. Di dalam ayat-ayat Alquran tidak disebutkan apa sebab ia bersumpah dan apa sumpahnya. Hanya hadis sajalah yang menyebutkan bahwa ia bersumpah karena istrinya, yang bernama Rahmah putri Ifraim, pergi untuk sesuatu keperluan yang terlambat datangnya. Ayub bersumpah akan memukulnya 100 kali apabila ia sembuh. Maka dengan pukulan seikat rumput itu telah dianggap memadai ganti sumpahnya, sebagai kemurahan bagi Ayub sendiri dan bagi istrinya yang telah melayani dengan baik pada saat Ayub sakit.
Dengan adanya kemurahan Allah itu Ayub pun terhindar dari melanggar sumpah.
Di akhir ayat Allah SWT memuji bahwa Ayub hamba-Nya yang sabar, baik dan taat. Sabar menghadapi cobaan yang diberikan kepadanya, baik cobaan yang menimpa dirinya, hartanya serta keluarganya. Dia dimasukkan dalam golongan hamba-Nya yang baik perangainya karena tidak mudah berputus asa, menumpahkan harapannya kepada Allah. Juga sebagai hamba-Nya yang taat, karena kegigihannya memperjuangkan perintah-perintah agama dan memelihara dirinya dan keluarganya serta kaumnya dari kehancuran.
Mengenai ketaatan Ayub dapat diikuti sebuah riwayat bahwa apabila ia menemui cobaan mengatakan: 

اللهم أنت أخذت وأنت أعطيت
Artinya:
Ya Allah Engkaulah yang mengambil dan Engkau pula yang memberi.
Dan pada waktu bermunajat ia pun berkata: 

إلهي قد علمت أنه لم يخالف لساني قلبي ولم يتبع قلبي بصري ولم يلهني ما ملكت يميني ولم آكل إلا ومعي يتيم ولم أبت شبعان ولا كاسيا ومعي جائع أو عريان
Artinya:
Ya Tuhanku: "Engkau telah mengetahui betul bahwa lisanku tidak akan berbeda dengan hatiku, hatiku tidak mengikuti penglihatan, hamba sahaya yang kumiliki tidak akan mempermainkan aku, saya tidak makan terkecuali bersama-sama anak yatim dan saya tidak berada dalam keadaan kenyang dan berpakaian sedang di sampingku ada orang yang lapar atau telanjang.
45 Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishak dan Yaqub yang mempunyai perbuatan-perbuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi.(QS. 38:45)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 45 

وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ (45

Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengisahkan kepada kaumnya perjuangan Nabi Ibrahim, dan putra beliau Ishak yang juga diangkat menjadi Nabi, serta cucunya yang mencapai derajat kenabian juga.
Mereka itu hamba-hamba Allah yang terkenal ketabahannya dan mencapai kemuliaan karena ketaatannya kepada Allah. Karena perjuangannya yang gigih dalam menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan, mereka ini dilimpahi kekuatan oleh Allah untuk memiliki ilmu pengetahuan agama yang luas dan kekuatan untuk memimpin kaumnya ke jalan yang terang, jauh dari kesesatan, serta diberi kemampuan untuk melaksanakan amal perbuatan yang diridai Allah, yang bermanfaat bagi kepentingan hidup kaumnya di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat.
Di dalam ayat ini terdapat sindiran bagi kaum musyrikin, bahwa apabila mereka tidak mau mengambil pelajaran dari kisah tersebut tentulah mereka akan tetap berada dalam kesesatan dan di akhirat nanti mereka akan mengalami penderitaan yang sangat mengerikan.
46 Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.(QS. 38:46)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 46 

إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ (46

Kemudian Allah SWT menjelaskan sebab para Nabi tersebut mencapai kemuliaan baik dunia ataupun akhirat. Sebabnya ialah bahwa mereka itu memelihara kebersihan jiwa dan menjauhkan diri dari dosa yang tercela. Oleh karena jiwa mereka bersih dari noda-noda kemusyrikan maka mereka ikhlas menaati perintah-perintah Allah. Juga karena mereka selalu menjauhi perbuatan-perbutan tercela, maka mereka gigih dalam memperjuangkan kebenaran dan melenyapkan kebatilan. Dengan demikian tergambarlah dalam jiwa mereka akhlak yang tinggi, dan sifat yang mulia yang menyebabkan mereka patut diteladani. Seluruh kegiatan mereka baik berupa tenaga, harta, maupun pikirannya, semata-mata dipergunakan untuk peribadatan secara murni, dengan tujuan ingin mendapat rida Ilahi dan menjunjung tinggi kalimat Tauhid. Dengan landasan itulah mereka selalu memperingatkan kaumnya pada kehidupan akhirat yang kekal. Kenikmatan di dunia yang hanya sementara itu hendaknya dijadikan sarana untuk berbakti pada Allah SWT, sehingga dengan demikian mereka di akhirat memperoleh kenikmatan yang tiada putus-putusnya, yang disediakan bagi hamba-hamba-Nya yang mendapatkan keridaan-Nya. Sedang hamba-hamba-Nya yang ingkar dan selalu bergelimang dalam kesesatan hidup mereka ini akan merasakan azab yang sangat pedih.
47 Dan sesungguhnya mereka pada sisi Kami benar-benar termasuk orang-orang pilihan yang baik.(QS. 38:47)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 47 

وَإِنَّهُمْ عِنْدَنَا لَمِنَ الْمُصْطَفَيْنَ الْأَخْيَارِ (47

Dalam pada itu Allah SWT menegaskan bahwa para hamha pilihannya Ibrahim, Ishak dan Yakub, benar-benar mempunyai jiwa yang bersih. Tak tergores sedikitpun dalam jiwa mereka tanda-tanda yang tercela, seperti sifat hasad, dengki dan takabur, melainkan terpancarlah dari dalamnya sifat-sifat yang terpuji yang menjadi teladan dan contoh yang baik bagi kaumnya.
Pelajaran yang dapat diambil dan ayat ini ialah, kebersihan jiwa dan kesehatan akal merupakan syarat yang harus dipenuhi bagi orang yang menginginkan kemuliaan baik dunia maupun akhirat. Orang yang jiwanya bersih dan akalnya sehat tentu melihat tanda-tanda kebesaran Allah yang ada pada dirinya dan ada di langit dan bumi serta isinya. Sedang orang yang jiwanya kotor dan pikirannya terbelenggu oleh kebendaan, tentu tidak akan melihat tanda-tanda kebesaran Allah dan tidak akan melihat kebenaran wahyu yang dibawa oleh Rasul.
48 Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik(QS. 38:48)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 48 

وَاذْكُرْ إِسْمَاعِيلَ وَالْيَسَعَ وَذَا الْكِفْلِ وَكُلٌّ مِنَ الْأَخْيَارِ (48

Kemudian Allah memerintahkan lagi kepada Rasulullah agar mengisahkan Nabi-nabi yang lain, yaitu Ismail, Ilyas; dan Zulkifli kepada kaumnya. Mereka ini adalah Nabi-nabi yang gigih memperjuangkan tegaknya agama Allah di tengah-tengah kaumnya.
Pada penghujung ayat, Allah SWT menegaskan bahwa mereka ini adalah hamba-hamba Allah yang paling baik, berakhlak tinggi berbudi luhur, membimbing kaumnya agar taat kepada Allah dan menjauhi kemusyrikan.
49 Ini adalah kehormatan (bagi mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa benar-benar (disediakan) tempat kembali yang baik,(QS. 38:49)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 49 

هَذَا ذِكْرٌ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآبٍ (49

Allah SWT menjelaskan bahwa ayat-ayat yang menceritakan kemuliaan para Nabi dan kebahagiaan mereka di akhirat adalah kehormatan bagi mereka untuk selalu diingat oleh manusia.
Di samping mereka di dunia memperoleh kemuliaan di akhiratpun mereka akan disediakan tempat kembali yang baik. Dalam ayat ini para Nabi disifati dengan orang-orang yang takwa, agar orang-orang yang memperhatikan seruan Rasulullah pada saat mendengar firman Allah ini menjadi sadar, bahwa apabila mereka mau mencontoh dan meneladani perjuangan para Rasul itu, tentu akan memperoleh kehormatan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan untuk seterusnya orang-orang yang mau melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan Nya, tentu memperoleh nasib yang sama pula.
50 (yaitu) surga Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka,(QS. 38:50)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 50 - 52 

جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ (50) مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51) وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52

Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menjelaskan betapa nikmatnya tempat kembali yang disediakan kepada para Rasul dan orang-orang yang bertakwa itu. Pintu selalu terbuka, dan keadaannya selalu menyenangkan, sebagai tanda bahwa segalanya telah dipersiapkan untuk menghormati hamba-hamba pilihan Allah yang akan menghuninya. Kamar-kamarnya yang luas mempesona, pelayan-pelayannya yang indah dipandang mata, dan suasana ligkungannya yang mencengangkan. Semuanya dalam tata ciptaan yang mempesonakan, yang belum pernah terlihat pandangan mata, belum pernah terngiang di daun telinga dan belum pernah terlintas dalam hati.
Di dalam surga itu selera mereka terpenuhi, dipan-dipan tempat mereka membaringkan diri, tersedia serba memuaskan, buah-buahan yang beraneka ragam, jenis rasa dan aromanya, serta minuman dengan segala macamnya, siap disuguhkan.
Sebenarnya kenikmatan yang terdapat dalam surga itu adalah puncak dari seluruh kenikmatan. Adapun kenikmatan yang ada di surga itu diungkapkan dengan buah-buahan dan minuman adalah sebagai penonjolan yang sesuai dengan keadaan masyarakat Quraisy pada waktu itu.
Apabila disebutkan buah-buahan yang beraneka ragam dan minuman yang bermacam rupa, sudah barang tentu selera mereka terangsang, dan timbullah keinginan mereka untuk menikmati. Di samping itu mereka didampingi oleh bidadari-bidadari yang sangat sopan. Masing-masing penghuni surga dilayani oleh bidadari-bidadari yang khusus untuknya, dan tidak memberikan pelayanannya kepada penghuni surga yang lain. Semua bidadari sama-sama cantiknya dan sama-sama remaja.
51 didalamnya mereka bertelekan (di atas dipan-dipan) sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.(QS. 38:51)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 51

مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ (51

(Di dalamnya mereka bertelekan) di atas dipan-dipan (sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu.)
52 Dan pada sisi mereka (ada bidadari-bidadari) yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya.(QS. 38:52)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 52

وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ (52 

 (Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya) yakni mereka hanya memandang kepada suaminya dan menundukkan pandangan mata dari yang lainnya (dan sebaya umurnya) umur mereka sebaya, yaitu sekitar tiga puluh tiga tahunan. Lafal Atraabun adalah bentuk jamak dari lafal Turbun.
53 Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab.(QS. 38:53)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 53 - 54 

هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ (53) إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ (54

Allah SWT menegaskan bahwa segala macam kenikmatan yang terdapat di surga itulah yang dijanjikan kepada hamba Allah yang bertakwa, yang pasti tiba setelah manusia seluruhnya dibangkitkan kembali dari kubur, dan diadili di padang Mahsyar. Dalam pada itu Allah menegaskan bahwa nikmat yang ada di surga itu bukan sembarang kenikmatan, tetapi nikmat yang tiada putus-putusnya.
54 Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya.(QS. 38:54)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 54

إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ (54

(Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezeki dari Kami yang tiada habis-habisnya) yang tak putus-putusnya; jumlah ayat ini menjadi Haal dari lafal Larizqunaa, atau sebagai Khabar kedua dari Inna, artinya selama-lamanya.
55 Beginilah (keadaan mereka).dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk,(QS. 38:55)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 55 - 56

هَذَا وَإِنَّ لِلطَّاغِينَ لَشَرَّ مَآبٍ (55) جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمِهَادُ (56

Allah SWT menerangkan bahwa yang telah diterangkan pada ayat-ayat yang lalu itu adalah balasan yang diberikan kepada orang-orang yang beriman, sebagai balasan dari ketaatan dan amal saleh yang telah mereka lakukan selama hidup di dunia, sedang yang diterangkan dalam ayat ini adalah keadaan orang-orang kafir di dalam neraka. Mereka memperoleh tempat kembali yang buruk, mengalami kesengsaraan yang tiada taranya di dalam neraka. Segala tempat yang mereka tempati baik tempat duduk, tempat tidur, tempat istirahat, dan sebagainya, merupakan tempat yang tidak mereka senangi, karena di tempat itu mereka selalu mengalami siksaan yang berat.
Dalam ayat yang lain diterangkan keadaan orang kafir di dalam neraka, Allah berfirman:


لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش وكذلك نجزي الظالمين
Artinya:
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikian kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim. (Q.S. Al A'raf: 41)
56 (yaitu nereka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal(QS. 38:56)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 56

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا فَبِئْسَ الْمِهَادُ (56

(Yaitu neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya) mereka dimasukkan ke dalamnya (maka amat buruklah Jahanam itu sebagai tempat tinggal) artinya, hamparan yang paling buruk.
57 Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.(QS. 38:57)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 57 - 58 

هَذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ (57) وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ (58

Allah menyatakan kepada orang-orang kafir di dalam neraka: Hai orang kafir, inilah azab yang pernah Aku janjikan dahulu, maka rasakanlah olehmu bagaimana berat dan pedihnya azab itu, minumlah oleh kamu di dalam neraka itu air panas yang sedang mendidih yang membakar mulut dan usus-ususmu atau nanah busuk yang mengalir dari tubuh-tubuh penghuni neraka. Selain dari itu kamu sekalian akan merasakan azab-azab yang lain yang kamu sendiri tidak mengetahui bentuk azab itu, selain kamu hanya merasakan kesengsaraan yang sangat.
Jika diperhatikan ayat-ayat ini dan dihubungkan dengan ayat-ayat yang sebelumnya seakan-akan ayat ini merupakan imbangan perkataan Allah SWT kepada ahli surga. Pada ayat yang lalu disebutkan bahwa penduduk surga diberikan buah-buahan yang baik dan minuman yang lezat rasanya, sedang pada ayat ini diterangkan bahwa penduduk neraka disuruh merasakan air panas yang mendidih dan nanah yang mengalir. Hal ini berarti bahwa penduduk surga memperoleh semua yang diminta dan diingininya, sedang penduduk neraka disuruh bahkan terpaksa melakukan sesuatu yang tidak diingininya.
Orang-orang yang beriman di dalam surga memperoleh bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya, maka penduduk neraka memperoleh azab yang bermacam-macam yang sama berat dan pedihnya.
58 Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam(QS. 38:58)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 58

وَآخَرُ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ (58

(Dan azab yang lain) dapat dibaca dalam bentuk jamak sehingga menjadi Ukharu atau dapat pula dibaca dalam bentuk Mufrad sehingga bacaannya menjadi Aakharu (yang serupa itu) serupa dengan azab yang telah disebutkan tadi, yaitu air yang sangat panas dan cairan nanah (berbagai macam) beraneka ragam siksaan, maksudnya, azab mereka bermacam-macam.
59 (Dikatakan kepada mereka): `Ini adalah suatu rombongan (pengikut-pengikutmu) yang masuk berdesak-desak bersama kamu (ke neraka)`. (Berkata pemimpin-pemimpin mereka yang durhaka): `Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka`.(QS. 38:59)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 59

هَذَا فَوْجٌ مُقْتَحِمٌ مَعَكُمْ لَا مَرْحَبًا بِهِمْ إِنَّهُمْ صَالُوا النَّارِ (59

Para malaikat berkata kepada orang-orang kafir yang telah masuk ke dalam neraka lebih dahulu di waktu mereka menghalau rombongan kafir yang lain yang banyak jumlahnya: "Inilah rombongan yang lain yang dihalau ke dalam neraka agar mereka tinggal di dalamnya bersama-sama dengan kamu". Rombongan yang telah masuk dahulu ke dalam neraka, melihat rombongan yang baru yang sedang digiring itu, berkata: "Ini adalah rombongan yang banyak jumlahnya yang akan menghuni neraka bersama-sama kita, maka kecelakaan akan menimpa mereka pula seperti kecelakaan yang telah menimpa kita dan mereka akan dibakar hangus seperti kita".
60 Pengikut-pengikut mereka menjawab: `Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap`.(QS. 38:60)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC.WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 60 

قَالُوا بَلْ أَنْتُمْ لَا مَرْحَبًا بِكُمْ أَنْتُمْ قَدَّمْتُمُوهُ لَنَا فَبِئْسَ الْقَرَارُ (60

Mendengar ucapan itu, maka rombongan yang sedang digiring malaikat itu menjawab: "Sebenarnya kamulah yang lebih pantas mendapat celaka, karena kamulah yang menyesatkan kami dahulu, dan kamulah yang selalu mengajak dan mendorong kami untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang mengakibatkan kami masuk neraka ini".
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:


قال ادخلوا في أمم قد خلت من قبلكم من الجن والإنس في النار كلما دخلت أمة لعنت أختها
Artinya:
Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu, Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya). (Q.S. Al A'raf: 38)
Lain halnya penduduk surga, setiap ada rombongan yang masuk ke dalamnya, mereka selalu disambut dengan senang dan gembira, dalam suasana persaudaraan dan kasih sayang, dan kepada mereka diucapkan "salam". Sungguh besar perbedaannya penerimaan orang-orang beriman ketika mereka masuk surga dengan penerimaan orang-orang kafir ketika mereka masuk neraka.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 41 s/d 60 dari [88]


Tafsir ini di salin/copy dari  :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Jumat, 11 Oktober 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH SHAAD AYAT 21 - 40 ( 02 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : SHAAD
Ayat [88]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/5
21 Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar(QS. 38:21)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 21 - 22 

وَهَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ (21) إِذْ دَخَلُوا عَلَى دَاوُدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوا لَا تَخَفْ خَصْمَانِ بَغَى بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَى سَوَاءِ الصِّرَاطِ (22

Sesudah itu AUah SWT menyebutkan salah satu peristiwa yang menarik di antara kisah Daud. Kisah ini dimulai dengan pertanyaan yang ditujukan kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya, untuk menunjukkan bahwa kisah dimaksud benar-benar menarik perhatian dan patut diteladani. Kisah yang menarik itu ialah kisah orang-orang yang berperkara kepada Nabi Daud. Mereka itu menemui Daud. Daud pada waktu itu berada di tempat peribadatannya, Nabi Daud pun terperanjat karena beliau menyangka mereka itu datang untuk memperdayakannya. Nabi Daud menduga demikian, karena mereka datang dengan cara dan dalam waktu yang tak biasa. Pada saat itulah mereka meminta kepada Daud agar tidak takut. Selanjutnya mereka menjelaskan bahwa mereka mempunyai perkara yang harus diputuskan, dan meminta agar perkaranya diputuskan dengan keputusan yang adil, lagi tidak menyimpang dari kebenaran.
22 Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena (kedatangan) mereka. Mereka berkata: `Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus.(QS. 38:22)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 22

إِذْ دَخَلُوا عَلَى دَاوُدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوا لَا تَخَفْ خَصْمَانِ بَغَى بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَى سَوَاءِ الصِّرَاطِ (22

(Ketika mereka masuk menemui Daud lalu ia terkejut karena kedatangan mereka. Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut) kami (adalah dua orang yang bersengketa) menurut suatu pendapat dikatakan, bahwa yang bersengketa itu adalah dua golongan, demikian itu supaya sesuai dengan dhamir jamak yang sebelumnya. Menurut pendapat yang lain disebutkan bahwa orang yang bersengketa itu dua orang, sedangkan dhamir jamak diartikan dengannya. Lafal Al-Khashmu dapat diartikan untuk satu orang atau lebih. Kedua orang itu adalah dua malaikat yang menjelma menjadi dua orang yang sedang bersengketa. Persengketaan yang terjadi di antara keduanya hanyalah sebagai perumpamaan, dimaksud untuk mengingatkan Nabi Daud a.s. atas apa yang telah dilakukannya. Karena ia mempunyai istri sebanyak sembilan puluh sembilan orang wanita. Tetapi sekalipun demikian ia melamar istri orang lain yang hanya mempunyai seorang istri kemudian ia mengawininya dan menggaulinya (salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain, maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran) janganlah kamu berlaku berat sebelah (dan tunjukilah kami) bimbinglah kami (ke jalan yang lurus) yakni keputusan yang pertengahan dan adil.
23 Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja.Maka ia berkata: `Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan`.(QS. 38:23)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 23 

إِنَّ هَذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ (23

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan apa yang mereka perkarakan itu. Salah satu pihak dari mereka yang berperkara itu menerangkan bahwa saudaranya mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing. Sedang ia sendiri mempunyai seekor kambing saja. Saudaranya menuntut agar menyerahkan kambing yang ia miliki. Oleh karena saudaranya itu pandai memutar lidah, sedang ia sendiri tidak mempunyai bukti-bukti yang kuat untuk menangkis, ia merasa dikalahkan dan harus menyerahkan kambing yang seekor itu kepada saudaranya, Itulah perkara yang mereka ajukan kepada Nabi Daud dengan maksud agar mendapat keputusan yang adil.
24 Daud berkata sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadapmu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya.Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini`. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.(QS. 38:24)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 24 

قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَى نِعَاجِهِ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ وَظَنَّ دَاوُدُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ (24

Di dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan apa yang dikatakan oleh Nabi Daud. Ia mengatakan bahwa tergugat telah berbuat aniaya kepada penggugat, karena yang digugat itu telah mengambil kambing penggugat untuk dimiliki, sehingga kambingnya menjadi banyak.
Di dalam ayat ini tidak dijelaskan lebih luas apakah Nabi Daud sesudah mendapat keterangan dari penggugat, meminta keterangan juga kepada tergugat. Juga tidak diterangkan apakah jawaban Nabi Daud itu didasarkan atas bukti-bukti yang memberi keyakinan. Menurut pengertian yang tampuk dalam ayat, Nabi Daud hanyalah memberi jawaban sesudah mendapat keterangan dari pihak penggugat saja. Padahal mungkin saja pihak penggugat mengemukakan keterangan yang berlawanan dengan kenyataan, atau karena cara mengemukakan kata diatur demikian rupa, hingga timbullah kesan seolah-olah si penggugat itu orang jujur. Seharusnya Nabi Daud tidak memberi jawaban secara tergesa-gesa, atau ditunda saja jawabannya hingga mendapat keyakinan yang sebenar-benarnya. Ditinjau dari cara mereka masuk menemui Daud dengan memanjat pagar, dan waktunya yang tidak tepat, dan persoalannya yang diajukan sebenarnya, mereka tidak bermaksud untuk meminta keputusan kepada Daud, tetapi mereka mempunyai maksud yang lain. Hanya karena kewaspadaan Daudlah maka rencana mereka itu tidak dapat mereka laksanakan. Di dalam sejarah dapat diketahui bahwa orang-orang Bani Israel sering kali berusaha untuk membunuh Nabinya misalnya mereka telah menuduh Ilyasa dan Zakaria. Patutlah dikatakan bahwa kedua orang itu (penggugat dan tergugat) sebenarnya ingin menganiaya Nabi Daud, hanya saja mereka tidak sampai melaksanakan niat jahatnya karena ketahuan terlebih dahulu.
Kemudian Allah SWT menjelaskan jawaban Daud lebih terperinci. Daud mengatakan kepada orang yang berperkara itu bahwa sebagian besar orang yang mengadakan perserikatan, menganiaya anggotanya yang lain hal ini terjadi karena sifat hasad, dengki dan memperturutkan hawa nafsu sehingga hak anggota yang satu terambil oleh anggota yang lain. Terkecuali orang-orang yang dalam hatinya penuh dengan iman dan mencintai amal saleh yang terhindar dari perbuatan yang jahat itu.
Di akhir ayat Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Daud merasa bahwa ia sedang mendapat cobaan dari Allah. Lalu ia meminta ampun kepada Allah atas kesalahan yang in sadari, seraya bersungkur sujud bertobat kepada-Nya karena merasakan kekurangan yang ada pada dirinya.
Kesalahan dan kekurangan yang la sadari dari peristiwa yang menimpa dirinya ialah ketergesaannya memberikan jawaban kepada orang yang berperkara, padahal ia belum memperoleh keyakinan yang sebenar-benarnya dan prasangkanya bahwa kedatangan orang yang ingin memperdayakannya itu adalah cobaan dari Allah, padahal apa yang ia duga itu tidak terjadi.
25 Maka kami ampuni baginya kesalahannya itu.Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.(QS. 38:25)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 25 

فَغَفَرْنَا لَهُ ذَلِكَ وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ (25

Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Dia telah memberikan ampun kepada Daud atas kesalahan yang ia sadari. Allah SWT menilai bahwa kesadaran yang tinggi terhadap peristiwa yang ia hayati, dan ketajaman nuraninya terhadap apa yang tergetuk dalam hatinya serta taatnya kepada Allah, sebagai tanda bahwa ia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Allah. Dan hamba Allah seperti dialah yang berhak mendapat tempat kembali yang baik, yaitu surga na'im yang penuh dengan kenikmatan.
26 Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah.sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.(QS. 38:26)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 26 

يَا دَاوُدُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ (26

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan pengangkatan Nabi Daud sebagai penguasa, dan pengangkatannya sebagai penegak hukum di kalangan rakyatnya. Allah SWT menjelaskan dan menyatakan bahwa dia mengangkat Daud sebagai penguasa yang memerintah kaumnya. Pengertian penguasa diungkapkan dengan khalifah, yang artinya pengganti, adalah sebagai isyarat agar Daud dalam menjalankan kekuasaannya selalu dihiasi dengan sopan santun yang baik, yang diridai Allah, dan dalam melaksanakan peraturan hendaknya berpedoman kepada hidayah Allah. Dengan demikian sifat-sifat khalifah Allah tergambarlah pada diri pribadinya. Maka rakyatya pun tentu akan menaati segala peraturannya dan tingkah lakunya yang patut diteladani.
Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa Dia menyuruh Daud agar memberi keputusan terhadap perkara yang terjadi antara manusia dengan keputusan yang adil dengan berpedoman pada wahyu yang diturunkan kepadanya. Dalam wahyu itu terdapat hukum yang mengatur kesejahteraan manusia di dunia dan kebahagiaan mereka di akhirat. Dan melarangnya memperturutkan hawa nafsunya dalam melaksanakan segala macam urusan yang berhubungan dengan kesejahteraan manusia di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Dalam ayat ini terdapat isyarat yang menunjukkan pengangkatan Daud sebagai Rasul dan tugas-tugas apa yang seharusnya dilakukan oleh seseorang Rasul serta mengandung pelajaran bagi para pemimpin dalam melaksanakan kepemimpinannya.
Pada akhir ayat Allah SWT menjelaskan akibat dari orang yang memperturutkan hawa nafsu dan hukuman apa yang pantas dijatuhkan kepadanya.
Memperturutkan hawa nafsu meyebabkan seorang kehilangan kesadaran. Dengan demikian ia akan kehilangan kontrol pribadi, akhirnya sesatlah ia dari jalan yang diridai Allah. Kemudian apabila kesesatan itu telah menyelubungi hati seseorang, lupalah ia akan keyakinan yang melekat dalam hatinya bahwa di atas kekuasaannya masih ada yang lebih berkuasa. Itulah sebabnya maka orang yang memperturutkan hawa nafsu itu diancam dengan ancaman yang keras, yang akan mereka rasakan deritanya di hari pembalasan, hari diperhitungkannya seluruh amal manusia guna diberi balasan yang setimpal.
27 Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.(QS. 38:27)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 27 

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلًا ذَلِكَ ظَنُّ الَّذِينَ كَفَرُوا فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنَ النَّارِ (27

Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menjadikan langit, bumi dan makhluk apa saja yang berada di antaranya, tidaklah sia-sia. Langit dengan segala bintang yang menghiasi, matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang, dan bulan yang menampakkan bentuknya berubah-rubah dari malam ke malam, sangat bermanfaat bagi manusia. Begitu juga bumi dengan segala isinya. baik yang tampak di permukaannya ataupun yang tersimpan dalam perutnya, sangat besar artinya bagi kehidupan manusia. Kesemuanya itu diciptakan Allah atas kekuasaan dan kehendak-Nya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya. Apabila orang mau memperhatikan dengan seksama terhadap makhluk-makhluk yang ada di jagat raya ini, pastilah ia mengetahui bahwa semua makhluk yang ada itu tunduk pada ketentuan-ketentuan yang berlaku, yang tak bisa dihindari. Kesemuanya menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku baginya. Begitu juga menciptakan manusia. Mereka ini tidak dapat melepaskan diri dari ketentuan-ketentuan Allah, begitu lahir sudah tunduk pada gaya tarik bumi, ia bernafas dengan zat asam dan sebagainya. Tak pernah ada manusia yang menyimpang dari ketentuan ini. Dan apabila sampai dewasa, ia memerlukan kawan hidup untuk mengisi kekosongan jiwanya, dan untuk melaksanakan tujuan hidupnya mengembangkan keturunan. Kemudian kalau ajal telah datang merenggutnya, ia kembali ke asalnya. Ia akan dihidupkan kembali di kampung akhirat, guna mempertanggungjawabkan segala amalnya selagi hidup di dunia.
Allah SWT berfirman:


وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون
Artinya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah Ku. (Q.S. Az Zariyat: 56)
Dengan demikian apabila manusia berpikir secara wajar, tentu akan mengakui keesaan Allah dan ke Maha Kuasaan-Nya terhadap semua yang ada di langit, di bumi serta segala makhluk yang ada di antara keduanya. Dan apabila manusia mengakui ke Maha Kuasaan-Nya tentulah akan mengakui pula kekuasaan-Nya menurunkan wahyu kepada hamba pilihan-Nya.
Lalu Allah SWT menjelaskan sikap orang-orang kafir Quraisy. Mereka tidak mau memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di langit dan bumi, dan juga tidak mau meneliti tanda kebesaran Allah yang ada pada diri mereka sendiri. Itulah sebabnya maka mereka itu mendustakan keesaan Allah dan mendustakan hari berbangkit.
Di dalam Hadis Qudsi disebutkan:


كنت كنزا مخفيا فأردت أن أُعْرَف فخلقت الخلق فبي عرفوني
Artinya:
Aku adalah khazanah yang tersembunyi. lalu Aku ingin supaya dikenal. Sebab itulah Aku menciptakan makhluk. Maka dengan mengenal ciptaan-Kulah makhluk-makhluk itu mengenal Aku.
Allah SWT berfirman:


وما خلقنا السموات والأرض وما بينهما لاعبين ما خلقناهما إلا بالحق ولكن أكثرهم لا يعلمون
Artinya:
Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dengan bermain-main. Kami tidak menciptakan keduanya melainkan dengan hak, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (Q.S. Ad Dukhan: 38-39)
Dan firman-Nya:


أفحسبتم أنما خلقناكم عبثا وأنكم إلينا لا ترجعون
Artinya:
Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja) dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?. (Q.S. Al Mu'minun: 115)
Pada penghujung ayat Allah SWT menegaskan bahwa mereka itu akan mendapatkan kenyataan yang berbeda dengan apa yang mereka duga selama hidup di dunia. Mereka akan merasakan neraka wail yang memang disediakan sebagai siksaan bagi mereka, sebagai balasan yang setimpal atas keingkaran mereka terhadap keesaan Allah, kebenaran wahyu dan terjadinya hari berbangkit.
28 Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertaqwa sama dengan orang-orang yang berbuat maksiat(QS. 38:28)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 28

أَمْ نَجْعَلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَالْمُفْسِدِينَ فِي الْأَرْضِ أَمْ نَجْعَلُ الْمُتَّقِينَ كَالْفُجَّارِ (28

Dalam pada itu Allah SWT menjelaskan bahwa di antara kebijaksanaan Allah ialah tidak menganggap sama para hamba-Nya yang melakukan kebaikan, dengan orang-orang yang terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan.
Allah SWT menjelaskan bahwa tidak patutlah bagi zat-Nya dengan segala keagungan-Nya, apabila menganggap sama antara hamba-hamba-Nya yang beriman dan melakukan kebaikan dengan orang-orang yang mengingkari keesaan-Nya lagi memperturutkan hawa nafsunya.
Dimaksud dengan orang-orang yang beriman dalam ayat ini ialah orang-orang yang meyakini bahwa Allah SWT Maha Esa, Dia tidak memerlukan sekutu dalam melaksanakan kekuasaan dan kehendak-Nya. Atas keyakinan itulah mereka menyadari dan melaksanakan apa yang seharusnya diperbuat terhadap sesamanya dan kepada Penciptanya. Dan dengan keyakinan itu pula mereka menaati perintah Khaliknya yang disampaikan melalui Rasul-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Mereka selalu berusaha keras memelihara kebersihan jiwanya dari noda-noda yang mengotorinya.
Allah SWT berfirman:


وكل إنسان ألزمناه طائره في عنقه ونخرج له يوم القيامة كتابا يلقاه منشورا اقرأ كتابك كفى بنفسك اليوم عليك حسيبا
Artinya:
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. "Bacalah kitabmu", cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu. (Q.S. Al Isra': 13-14)
Sedang yang dimaksud dengan orang yang berbuat kerusakan di muka bumi ialah orang yang tidak mau mengikuti kebenaran dan memperturutkan hawa nafsunya. Mereka ini tidak mau mengakui Keesaan Allah, kebenaran wahyu, terjadinya hari berbangkit dan hari pembalasan. Karena itulah mereka jauh dari rahmat Allah, berani menerjang larangan-larangan-Nya. Mereka tidak meyakini bahwa mereka akan dibangkitkan kembali dari kuburnya dan akan dihimpun di padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.
Allah SWT berfirman:


يوم يفر المرء من أخيه وأمه وأبيه وصاحبته وبنيه لكل امرئ منهم يومئذ شأن يغنيه وجوه يومئذ مسفرة ضاحكة مستبشرة ووجوه يومئذ عليها غبرة ترهقها قترة أولئك هم الكفرة الفجرة
Artinya:
Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Tertawa dan gembira ria, dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu dan ditutup lagi oleh kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka. (Q.S. Abasa: 34-42)
Apabila ada di antara hamba Allah yang diberi pahala karena amal baiknya di dunia, dan ada pula yang disiksa akibat amal buruknya, maka hal itulah yang sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan Allah. Allah SWT telah memberikan akal, agar dengan akal itu mereka dapat mengetahui betapa luasnya nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka. Tetapi mereka tidak mau mempergunakan akal itu sebaik-baiknya, sehingga mereka tidak mensyukuri nikmat itu, bahkan mereka mengingkarinya. Juga Allah telah mengutus Rasul-Nya untuk membimbing mereka kepada jalan yang benar. Petunjuk dan bimbingan Rasul itu bukan saja tidak mereka hiraukan, tetapi malah didustakan.
29 Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.(QS. 38:29)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 29 

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ (29

Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Dia telah menurunkan Alquran kepada Rasulullah dan pengikut-pengikutnya. Alquran itu adalah kitab yang sempurna mengandung bimbingan yang sangat bermanfaat kepada umat manusia. Bimbingan itu menuntun agar hidup sejahtera di dunia dan berbahagia di akhirat. Dengan merenungkan isinya, manusia akan menemukan cara-cara mengatur kemaslahatan hidup di dunia. Tamsil ibarat dan kisah dari umat terdahulu menjadi pelajaran dalam menempuh tujuan hidup mereka dan menjauhi rintangan dan hambatan yang menghalangi. Alquran itu diturunkan dengan maksud agar direnungkan kandungan isinya, kemudian dipahami dengan pengertian yang benar, lalu diamalkan sebagaimana mestinya. Pengertian yang benar diperoleh dengan jalan mengikuti petunjuk-petunjuk Rasul, dengan dibantu oleh Ilmu Pengetahuan yang dimiliki, baik yang berhubungan dengan bahasa ataupun yang berhubungan dengan perkembangan kemasyarakatan. Begitu pula dalam mendalami petunjuk-petunjuk yang terdapat dalam kitab itu, hendaknya dilandasi tuntunan Rasul serta berusaha untuk menyemarakkan pengalamannya dengan ilmu pengetahuan hasil pengalaman dan pemikiran mereka.
Untuk memberikan pengertian yang lebih terperinci mengenai pengertian ayat ini baik kiranya dikemukakan pendapat Hasan Basry.
"Banyak hamba Allah dan anak-anak yang tidak mengerti makna Alquran, walaupun telah membacanya di luar kepala. Mereka ini hafal betul hingga tak satupun huruf yang ketinggalan. Mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Alquran itu hingga salah seorang di antara mereka mengatakan. "Demi Allah saya telah membaca Alquran, hingga tak satu hurufpun yang kulewatkan." Sebenarnyalah orang demikian itu telah melewatkan Alquran seluruhnya, karena pengaruh Alquran tak tampak pada diri orang itu, baik pada budi pekertinya maupun pada perbuatannya. Demi Allah apa gunanya ia menghafal setiap hurufnya, selama mereka mengabaikan ketentuan-ketentuan Allah. Mereka itu bukan ahli hikmah dan ahli Pemberi pengajaran. Semoga Allah tidak memperbanyak jumlah orang yang seperti itu".
30 Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).(QS. 38:30)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 30 

وَوَهَبْنَا لِدَاوُدَ سُلَيْمَانَ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ (30

Allah SWT menjelaskan bahwa di samping Daud yang dianugerahi kemuliaan dan kekuasaan, juga dia dianugerahi putra yang saleh, yang mempunyai kemampuan melanjutkan perjuangannya, namanya Sulaiman. Ia mewarisi sifat-sifat ayahnya. Ia terkenal sebagai hamba yang taat beribadah dan dalam segala urusan ia memulangkan puji kepada Allah atas dasar keyakinannya bahwa segala macam kenikmatan dan keindahan itu terwujud hanyalah semata-mata karena limpahan rahmat Allah dan taufik-Nya. Itulah sebabnya maka ia disebut sebagai hamba Allah yang paling baik, dan sebagai pujian yang pantas diberikan kepadanya Allah menyifatinya sebagai hamba-Nya yang amat taat kepada Tuhannya, Dengan demikian Allah mengangkat Nabi Sulaiman menjadi Nabi menggantikan dan meneruskan kenabian dan kerajaan Nabi Daud as serta mewarisi Ilmu pengetahuannya yang tertuang dalam Kitab Zabur.
Allah SWT berfirman:


وورث سليمان داود
Artinya:
Dan Sulaiman telah mewarisi Daud. (Q.S. An Naml: 16)
31 (Ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,(QS. 38:31)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 31 

إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ (31

Allah SWT menyebutkan salah satu di antara peristiwa yang dihadapi Sulaiman, yang menyebabkan dia pantas mendapat pujian. Peristiwa itu terjadi pada saat beliau memeriksa, latihan pasukan berkuda yang biasanya dilakukan pada sore hari. Kuda-kuda itu dilatih agar dapat diketahui ketangkasannya dan kemampuan geraknya sehingga memungkinkan untuk dibawa dalam medan pertempuran. Juga dilatih pula kemampuannya untuk mengurangi kecepatannya atau berhenti seketika, sewaktu-waktu diperlukan dan daya tahannya menghadapi serangan-serangan mendadak. Kuda-kuda itu dilatih sedemikian rupa agar dapat dikendalikan sesuai dengan taktik yang dikehendaki oleh pasukan yang mengendarainya. Ketangkasan kuda ikut menentukan berhasil tidaknya sesuatu pasukan dalam menguasai medan dan mematahkan serangan musuh.
32 maka ia berkata: `Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hidang dari pandangan.(QS. 38:32)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 32 

فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ عَنْ ذِكْرِ رَبِّي حَتَّى تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ (32

Kemudian Allah SWT menjelaskan keadaan Sulaiman pada mat menyaksikan latihan kuda itu. Ia mengatakan bahwa ia menyukai kuda karena kuda itu sangat berguna untuk digunakan sebagai alat menegakkan kebenaran dan membela agama Allah. Kesenangannya melatih kuda itu sedemikian mencekam dirinya, sehingga tiap sore hari ia mengunjungi hingga matahari terbenam di ufuk langit bagian barat yaitu hingga cahaya matahari mulai sirna, dan gelapnya malam menghalangi pemandangannya untuk menyaksikan latihan itu. Pada saat-saat itulah terjadi pergolakan dalam dirinya, kepentingan manakah yang harus didahulukan di antara kedua kepentingan. Kepentingan pertama ialah kesadaran jiwanya untuk beribadat kepada Allah. Sedangkan kepentingan kedua ialah melatih kuda untuk kepentingan menegakkan kebenaran dan membela kalimat Tauhid. Dalam keadaan seperti itu ia menyadari bahwa apabila ia menyaksikan latihan berkuda itu hingga larut, berarti ia mengabaikan ibadah yang harus ia lakukan.
Di dalam ayat ini tidak dijelaskan secara terperinci apakah kesenangan Sulaiman memeriksa latihan kuda itu menyebabkan. ia kehilangan waktu sorenya untuk melakukan ibadah ataupun tidak. Begitu pula tidak diterangkan yang didahulukan oleh Sulaiman, memeriksa latihan kuda atau melaksanakan ibadah. Namun yang dapat dipahami dari ayat tersebut ialah pada saat dia asyik menyaksikan latihan kuda, terbetiklah dalam hatinya adanya kesadaran beribadat kepada Allah, yang apabila keasyikannya itu dituruti, niscaya berlarut-larut hingga kehilangan kesempatannya untuk bermunajat dengan Allah. Maka pengertian yang patut diambil dari ayat ini ialah, pergolakan yang terjadi pada diri Sulaiman itu ialah penyesalan karena tidak melakukan ibadah kepada Allah pada awal. waktunya, karena sibuk menyaksikan latihan kuda. Kemudian ia sadar dan melaksanakannya pada akhir waktu.
33 `Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku`. Lalu ia mengusap-ngusap kaki dan lehernya.`(QS. 38:33)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 33 

رُدُّوهَا عَلَيَّ فَطَفِقَ مَسْحًا بِالسُّوقِ وَالْأَعْنَاقِ (33

Dalam pada itu Allah SWT menjelaskan apa yang diperintahkan Sulaiman kepada para pelatih kudanya. Ia menyuruh pelatihnya agar kuda-kuda itu dibawa kembali kepadanya. Dan setelah pelatih itu membawa kuda kepadanya, ia pun mendekati. Lalu ia mengusap kaki dan lehernya sebagai tanda kepuasan Sulaiman terhadap hasil gemilang yang dicapai kuda-kuda itu. Dengan demikian kuda itu telah dapat dipergunakan dalam peperangan untuk menggempur musuh atau untuk mengelakkan serangan-serangan musuh yang datang secara mendadak.
Dari uraian tersebut dapatlah dikatakan bahwa Sulaiman as hamba Allah yang saleh, taat beribadah, teliti dan cermat merencanakan perjuangan untuk menegakkan kalimat Tauhid serta mempunyai kesadaran yang tinggi dalam saat-saat menentukan mana yang lebih penting dari yang penting.
34 Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh(yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.(QS. 38:34)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 34 

وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَى كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ (34

Kemudian Allah SWT menjelaskan keadaan Sulaiman pada saat mendapat cobaan dan keadaannya setelah selesai menghadapi cobaan itu. Allah SWT mencobanya dengan menimpakan sakit keras. Demikian hebatnya serangan penyakitnya itu hingga kehilangan kekuatan sama sekali. Badannya lemah lunglai tergeletak di atas kursinya seolah-olah tidak bernyawa lagi.
Di saat-saat menerima cobaan seperti itu, ia selalu meluangkan harapannya kepada Allah serta menerima cobaan itu dengan ikhlas. Pada penghujung ayat, Allah SWT menegaskan bahwa Sulaiman lalu bertobat meminta ampun atas kelemahan-kelemahan yang ada pada dirinya serta berserah diri kepada Allah.
35 Ia berkata: `Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha pemberi`.(QS. 38:35)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 35 

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ (35

Sesudah itu Allah SWT menjelaskan bahwa setelah Sulaiman sembuh dari sakitnya, ia menyadari kelemahan yang ada pada dirinya. Ia telah memilih yang kurang penting. Dia telah kehilangan waktu yang utama untuk melakukan ibadah karena menyaksikan latihan kuda.
Lalu Nabi Sulaiman berdoa kepada Allah agar dianugerahi kerajaan yang tidak ada tandingannya, yang tak akan dimiliki oleh seorang jua pun sesudahnya.
Nabi Sulaiman dibesarkan dalam lingkungan kerajaan dan kenabian. Sejak kecilnya ia terlatih sebagai seorang anak dari seorang raja dan Nabi. Maka ia pun mewarisi kemampuan sebagai raja dan sebagai Nabi. Maka Allah SWT menganugerahkan kepada Sulaiman kemampuan menjadi raja dan sekaligus menjadi Nabi. Itulah sebabnya maka Allah SWT menganugerahkan kepadanya kerajaan yang sangat kuat dan kekayaan yang berlimpah ruah, yang sukar dicari tandingannya.
Di akhir ayat Allah SWT menyebutkan alasan yang dikemukakan Sulaiman dalam doanya yaitu karena Allah SWT benar-benar akan mengabulkan doa setiap orang yang disertai usaha dan syarat kemampuan yang dimiliki sesuai dengan kehendak-Nya.
36 Kemudian kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya,(QS. 38:36)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 36 - 38 

فَسَخَّرْنَا لَهُ الرِّيحَ تَجْرِي بِأَمْرِهِ رُخَاءً حَيْثُ أَصَابَ (36) وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ (37) وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (38

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan beberapa nikmat yang diberikan kepada Nabi Sulaiman, sebagai jawaban dari pada doanya. Pertama: Allah SWT menganugerahkan kepada Sulaiman kekuasaan menundukkan angin, atas izin Allah angin berhembus dengan kencang atau gemulai menurut kehendaknya pula.
Allah SWT berfirman:


ولسليمان الريح عاصفة تجري بأمره إلى الأرض التي باركنا فيها وكنا بكل شيء عالمين
Artinya:
Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupnya, yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S. Al Anbiya: 81)
Kedua: Allah SWT menganugerahkan kepadanya menundukkan setan-setan yang ahli bangunan dan ahli selam, yang melakukan tugas sesuai dengan perintah Sulaiman. Apabila ia memerintahkan kepada mereka membangun sesuatu bangunan seperti gedung-gedung pertemuan istana, benteng pertahanan atau gedung-gedung tempat menyimpan harta kekayaan Sulaiman dan lain-lain, maka tugas itu dapat mereka selesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Juga apabila Sulaiman memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mutiara dan merjan serta kekayaan laut lainnya, tugas itu dapat diselesaikan dengan cepat pula.
Ketiga: Allah SWT menganugerahkan kepadanya kekuasaan menundukkan setan yang menentang perintahnya. Tangan dan kaki mereka terikat dalam belenggu, agar tidak berbahaya kepada yang lain, dan sebagai hukuman atas pembangkangannya itu.
Mengenai kekuasaan yang diberikan Allah kepada Sulaiman untuk menundukkan setan, ialah kekuasaan yang menggerakkan mereka untuk melakukan tugas-tugas berat, yaitu tugas-tugas membangun gedung-gedung dan menyelam mengeluarkan kekayaan laut. Demikian pula tidak ada keterangan secara pasti mengenai bagaimana Sulaiman membelenggu setan itu. Sikap yang paling utama ialah kita menerima saja keterangan yang terdapat dalam Alquran dengan keterangan bahwa kita serahkan kepada ilmu pengetahuan hingga dapat mengungkapkan pengertiannya.
37 dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam,(QS. 38:37)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 37

وَالشَّيَاطِينَ كُلَّ بَنَّاءٍ وَغَوَّاصٍ (37

(Dan Kami tundukkan pula kepadanya setan-setan, semuanya ahli bangunan) yakni pandai membuat bangunan-bangunan yang menakjubkan dan aneh (dan penyelam) ahli menyelam di dalam laut untuk mengambil mutiara-mutiara yang terkandung di dalamnya. 
38 dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu.(QS. 38:38)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Shaad 38

 وَآخَرِينَ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ (38

  (Dan setan yang lain) setan-setan yang lainnya (yang terikat) dirantai (dalam belenggu) yaitu, tangan mereka masingmasing diikatkan ke kepalanya dengan memakai belenggu.
39 Inilah anugerah kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.(QS. 38:39)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 39 

هَذَا عَطَاؤُنَا فَامْنُنْ أَوْ أَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (39

Sesudah itu Allah SWT menjelaskan segala macam nikmat itu adalah anugerah Allah yang diberikan kepada Sulaiman secara khusus. Nikmat itu meliputi kerajaan yang besar, kekayaan yang berlimpah-limpah dan kekuasaan yang tak pernah akan diberikan kepada yang lain. Nikmat-nikmat itu dianugerahkan kepadanya agar dipergunakannya sebagaimana mestinya.
Pada penghujung ayat, Allah menandaskan bahwa nikmat-nikmat itu diberikan kepada Sulaiman tanpa pertanggungjawaban, karena Sulaiman telah diberi kemampuan untuk mengendalikan segala macam nikmat itu.
40 Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.(QS. 38:40)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Shaad 40 

وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ (40

Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa di samping kemuliaan yang telah dicapainya di dunia, yang sangat menakjubkan itu, ia akan dilimpahi karunia yang lebih nikmat lagi dan kedudukannya yang lebih mulia, Allah menjanjikan kepadanya bahwa ia akan dimasukkan dalam deretan hamba-hamba-Nya yang mempunyai kedudukan yang sangat dekat kepada Allah, yaitu kedudukan yang diperoleh para Rasul dan para Nabi, tempat kembali yang baik yaitu surga na'im yang penuh dengan segala macam kenikmatan.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [5]
Ayat 21 s/d 40 dari [88]


Tafsir ini di salin/copy dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU