Sabtu, 04 Januari 2014

TAFSIR AL QUR'AN SURAH ADZ-DZAARIYAAT AYAT 21 - 40 ( 02 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : ADZ DZAARIYAAT
Ayat [60]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/3
21 dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?(QS. 51:21)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 21 

وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (21

Ayat ini mengisyaratkan kepada manusia bahwa pada diri manusia dapat dijadikan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran Allah seperti perbedaan kemampuan, perbedaan bahasa, kecerdasan dan banyak macamnya anggota tubuh yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri.
22 Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.(QS. 51:22)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 22 

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ (22

Ayat ini menjelaskan bahwa di langit terdapat sebab-sebab rezeki bagi manusia seperti turunnya hujan yang menyebabkan datangnya kesuburan tanah pertanian dan perkebunan yang menghasilkan berbagai hasil bumi dan buah-buahan sebagai rezeki bagi manusia dan ternak piaraannya, dan terdapat pula apa yang dijanjikan Allah untuk manusia yaitu takdir penetapan Allah terhadap manusia itu masing-masing yang ditulis di Lohmahfuz.
23 Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.(QS. 51:23)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 23

فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ (23

Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT bersumpah pula untuk menahan keyakinan pada hati manusia tentang adanya hari kebangkitan.
Allah bersumpah demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya Hari Kiamat, hari kebangkitan, hari pembalasan dan pembagian rezeki itu yakin benarnya, seperti yakinnya seseorang terhadap perkataan yang diucapkannya. Maka demikian pula, manusia harus yakin akan menjumpai segala yang dijanjikan Allah itu seperti yakinnya dia mendengarkan ucapan-ucapan sendiri, terlebih-lebih jika ucapannya itu dapat direkam dalam sebuah kaset.
24 Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?(QS. 51:24)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 24 

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (24

Dalam ayat ini, Allah SWT mengisahkan Nabi Ibrahim as dengan bentuk pertanyaan supaya lebih diperhatikan. Allah bertanya, "Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (yaitu beberapa malaikat) yang dimuliakan?".
Para malaikat yang bertamu dengan Nabi Ibrahim itu sebenarnya dalam perjalanan menuju tempat kediaman kaum Nabi Luth di dekat kampung SODOM dan GOMORAH, akan menyampaikan berita kepada Nabi Luth as bahwa kaumnya yang durhaka dan melakukan homosexual itu akan dibinasakan oleh Allah dengan azab yang pedih. Dalam perjalanan itu mereka mampir ke rumah Nabi Ibrahim as untuk menyampaikan kabar gembira bahwa beliau akan mendapat seorang anak laki-laki yang alim dan saleh bernama Ishak dari istrinya Siti Sarah walaupun beliau sudah lanjut usianya dan menyangka dirinya sudah mandul. Setibanya di rumah Nabi Ibrahim, mereka disambut oleh tuan rumah dengan penuh penghormatan.
25 (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: `Salaamun`, Ibrahim menjawab: `Salaamun` (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.(QS. 51:25)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 25 

إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلَامًا قَالَ سَلَامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (25

Ayat ini mengungkapkan bahwa ketika tamu para malaikat itu masuk ke tempat Nabi Ibrahim as lalu menyampaikan ucapan "salam" dan Nabi Ibrahim menjawab dengan salam pula, beliau memperlihatkan sikap bertanya karena belum mengenal mereka. Tamu-tamu terhormat itu baru pertama kali itu masuk ke rumah Nabi Ibrahim as. Oleh karena itu, beliau memperlihatkan sikap ingin mengenal dahulu. Tetapi beliau tidak menunggu kesempatan untuk berkenalan itu, bahkan secara diam-diam masuk ke dapur untuk menyiapkan hidangan.
26 Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),(QS. 51:26)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 26 - 27 

فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (26) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (27

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Ibrahim dengan diam-diam pergi menemui keluarganya yaitu Siti Sarah, lalu menyembelih seekor anak sapi yang gemuk dan setelah dibakar, hidangan itu dibawanya sendiri ke hadapan tamu-tamunya seraya berkata dengan hormat, lalu mempersilakan mereka makan.
27 lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: `Silahkan kamu makan`.(QS. 51:27)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 27

فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (27

(Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata, "Silakan kalian makan") Nabi Ibrahim mempersilakan mereka untuk makan, tetapi mereka tidak mau memakannya.
28 (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: `Janganlah kamu takut, dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).(QS. 51:28)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 28 

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُوا لَا تَخَفْ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (28

Ayat ini mengungkapkan bahwa tamu-tamu Nabi Ibrahim tidak menyentuh makanan itu karena mereka itu bukan dari jenis manusia akan tetapi malaikat yang tidak makan dan tidak minum. Maka Nabi Ibrahim merasa takut terhadap mereka karena menurut kebiasaan, jika tamu tidak mau memakan hidangan yang disodorkan kepadanya, itu berarti ada bahaya yang terselubung (berselimut) di belakangnya, atau akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan. Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:


فلما رأى أيديهم لا تصل إليه نكرهم وأوجس منهم خيفة قالوا لا تخف إنا أرسلنا إلى قوم لوط
Artinya:
Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu, berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat yang diutus kepada kaum Luth".
(Q.S. Hud: 70)
Setelah malaikat-malaikat menenteramkan hati Nabi Ibrahim, mereka menyampaikan pula kabar gembira bahwa Ibrahim akan mendapat anak laki-laki yang bernama Ishak dan di belakang Ishak ada lagi cucunya yaitu Nabi Yakub seperti diterangkan dalam ayat lain.
29 Kemudian isterinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata:` (Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul `.(QS. 51:29)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 29 

فَأَقْبَلَتِ امْرَأَتُهُ فِي صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوزٌ عَقِيمٌ (29

Ayat ini mengungkapkan bahwa istrinya Siti Sarah setelah mendengar berita tersebut, ia datang dengan pekikan suara yang kuat lalu menepuk mukanya sendiri seraya mengatakan, bagaimana mungkin aku akan melahirkan seorang anak, padahal aku adalah seorang perempuan tua yang mandul?.
30 Mereka berkata:` Demikianlah Tuhanmu memfirmankan `. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.(QS. 51:30)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 30 

قَالُوا كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيمُ الْعَلِيمُ (30

Ayat ini mengungkapkan tentang jawaban malaikat itu terhadap keraguan Siti Sarah bahwa ia tidak perlu heran; yang demikian itu adalah keputusan Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
31 Ibrahim bertanya:` Apakah urusanmu hai para utusan? `(QS. 51:31)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 31 

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا الْمُرْسَلُونَ (31

Nabi Ibrahim as bertanya kepada para malaikat setelah menjamu mereka dengan makanan, akan tetapi tidak dimakan, sehingga mendebarkan hatinya, kemudian beliau bertanya: "Apakah ada firman Allah dalam hal ini hai para utusan?". Pada firman Allah yang lain digambarkan sebagai berikut:


فلما ذهب عن إبراهيم الروع وجاءته البشرى يجادلنا في قوم لوط إن إبراهيم لحليم أواه منيب ياإبراهيم أعرض عن هذا إنه قد جاء أمر ربك وإنهم ءاتيهم عذاب غير مردود
Artinya:
Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami, tentang kaum Lut. Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah. Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.
(Q.S. Hud: 74-76)
32 Mereka menjawab:` Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luth),(QS. 51:32)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 32 - 34

قَالُوا إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمٍ مُجْرِمِينَ (32) لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ (33) مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ (34

Para malaikat menjawab, bahwa mereka sesungguhnya diutus kepada kaum Luth dengan membawa azab yang sangat pedih disebabkan dosa mereka yang sangat keji yaitu melakukan homosexual. Para malaikat itu akan melempari kaum Luth dengan batu-batu berasal dari tanah yang sangat keras yang telah dibakar, dan telah diberi tanda-tanda dari sisi Allah dengan nama-nama orang yang akan dibinasakannya yaitu orang-orang yang melampaui batas dalam kedurhakaan.
33 agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras),(QS. 51:33)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat33

لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِنْ طِينٍ (33

(Agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang keras) yang dibakar oleh api.
34 yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas `.(QS. 51:34)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 34

  مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِينَ (34

(Yang ditandai) yang diberi tanda padanya nama orang-orang yang akan dilemparkan (di sisi Rabbmu) menjadi Zharaf dari lafal yang sebelumnya (untuk orang-orang yang melampaui batas") karena mereka gemar melakukan homosex, dan kekafiran mereka.
35 Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu.(QS. 51:35)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 35 

فَأَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيهَا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ (35

Pada ayat ini Allah menerangkan, bahwa setelah para malaikat itu pergi kepada kaum Luth untuk menurunkan azab, timbullah tanya jawab di antara mereka tentang caranya menghancurkan orang-orang durhaka itu, maka Allah SWT memerintahkan agar mereka lebih dahulu mengeluarkan orang-orang yang beriman dari kampung halaman mereka dan menyerahkan diri, supaya terhindar dari azab. Dan para malaikat itu hanya menjumpai sebuah rumah saja yaitu rumah Nabi Luth dengan penghuninya yang muslim sekitar tiga belas orang saja. Mereka yang selamat itu pada ayat ini disebut sebagai orang Islam yang menyerah diri dan tekun melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
36 Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri.(QS. 51:36)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 36 

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ (36

Pada ayat ini dinyatakan bahwa di antara kaum Luth itu ada orang-orang Mukminin dan Muslimin. Memang setiap orang yang beriman itu sudah tentu muslim, sebagaimana pendapat Imam Abu Muslim Al Asfahany, dan jika dilihat kepada isi dan rukunnya, memang telah diterangkan perbedaannya dalam hadis Bukhari-Muslim, yaitu ketika Rasulullah saw ditanya tentang Islam, beliau menjawab: "Engkau bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat (yang lima waktu), mengeluarkan zakat, berpuasa di bulan Ramadan dan naik haji ke Baitullah.
Dan ketika ditanya soal iman beliau menjawab: Beriman kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab para utusan Allah, Hari Kiamat dan kepastian yang baik dan yang buruk dari Allah.
37 Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.(QS. 51:37)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 37 

وَتَرَكْنَا فِيهَا آيَةً لِلَّذِينَ يَخَافُونَ الْعَذَابَ الْأَلِيمَ (37

Pada ayat ini Allah menerangkan, bahwa peristiwa dihancurkannya kaum Luth itu hendaknya dijadikan peringatan bagi orang-orang yang takwa dan bekas-bekas peristiwa itu masih ada hingga dapat dilihat tanda-tandanya yaitu tumpukan batu-batu tempat diturunkan azab itu yang telah amblas (masuk ke dalam bumi) dan berbentuk sebuah danau yaitu danau Tabariyah yang berbau busuk. Ayat ini mengandung isyarat, bahwa jika pada sebuah kota terdapat unsur kekafiran dan kefasikan yang sudah merajalela, maka bilangan orang Mukmin yang sedikit di kota itu tidak dapat menghalang-halangi datangnya azab dan bilamana mayoritas penduduknya terdiri dari umat yang saleh, maka mereka dapat terpelihara dari azab, walaupun terdapat di dalamnya beberapa orang yang durhaka.
38 Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Firaun dengan membawa mukjizat yang nyata.(QS. 51:38)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 38 

وَفِي مُوسَى إِذْ أَرْسَلْنَاهُ إِلَى فِرْعَوْنَ بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (38

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa dalam kisah Musa as ada suatu i'tibar untuk orang-orang yang berpikir. Yaitu ketika Allah SWT mengutus Musa kepada Firaun dengan mengemukakan keterangan yang meyakinkan serta diperkuat dengan mukjizat yang nyata yang dapat disaksikan dengan mata kepala manusia pada waktu itu.
39 Maka dia (Firaun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya dan berkata:` Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila `.(QS. 51:39)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 39

فَتَوَلَّى بِرُكْنِهِ وَقَالَ سَاحِرٌ أَوْ مَجْنُونٌ (39

Namun, Firaun menolak ajaran Musa as dan membangkang seraya mengatakan bahwa apa-apa yang dibawa oleh Musa as itu adalah kebohongan belaka. Penolakan Firaun demikian itu dilakukannya dengan berbangga atas adanya balatentaranya, hulubalangnya, menteri-menterinya, kekuatannya dan kekuasaannya sambil berkata: "Sesungguhnya Musa as itu tukang sihir yang ahli atau orang gila". Ucapan Firaun seperti itu diungkapkan oleh Alquran:


إن رسولكم الذي أرسل إليكم لمجنون
Artinya:
"Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".
(Q.S. Asy Syura: 27)
Maksud Firaun itu, tidak lain melainkan supaya kaumnya menolak seruan Musa as, sehingga mereka tidak memperhatikan serta memikirkan apa yang telah diserukan. Hal ini disebabkan Firaun sendiri yang takut akan kehilangan pengaruhnya dan takut akan keruntuhan kekuasaannya, serta takut pula akan musnah kekayaan, wibawa dan kedudukannya.
40 Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.(QS. 51:40)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC, WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 40 

فَأَخَذْنَاهُ وَجُنُودَهُ فَنَبَذْنَاهُمْ فِي الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٌ (40

Ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT sangat murka kepada Firaun dan balatentaranya. Mereka semua dilemparkan dan dibenamkan ke dalam laut dengan mendapat cercaan karena kekafiran dan kedurhakaan mereka.
Hal yang demikian itu sebagai tanda besarnya kekuasaan Allah SWT untuk merendahkan orang-orang ingkar dan sebagai tanda bahwa mereka menerima akibat yang buruk. Juga sebagai balasan atas kesombongan dan keingkaran terhadap perintah penciptanya.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 21 s/d 40 dari [60]


Artikel ini di salain dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Jumat, 03 Januari 2014

Arti Nama Bulan Kalender Islam

Arti Nama-nama Bulan dalam Kalender Islam

https://www.facebook.com/pages/Tkqtpq-nuruddin-Kemalangan-Plaosan/131135477066930
Kalender islam terdiri atas 12 bulan dan murni berdasarkan peredaran bulan. Meskipun hal ini merupakan perintah Allah di dalam Al Qur’an, namun penamaan bulan-bulan di dalam kalender tersebut tidak memiliki penetapan khusus. Nama-nama bulan tersebut merupakan nama-nama yang biasa dipakai secara tradisi di dalam masyarakat Quraisy (jahiliyah) sejak masa sebelum islam datang.

Arti bulan-bulan Islam

1. Muharam: berarti terlarang atau suci. Pada bulan ini kaum Arab biasa menahan diri/melarang untuk berperang.
2. Shafar: diberi nama demikian karena bangsa Arab biasa meninggalkan rumah-rumah mereka untuk berdagang atau memerangi musuh. Sebagian juga berpendapat mereka biasa meninggalkan rumah ke negeri yang lebih sejuk untuk menghindari panas.
3. Rabi` al-Awwal: diberi nama demikian karena biasanya bersamaan dengan datangnya musim semi yang sejuk.
4. Rabi` al-Akhar: ini adalah paruh kedua dari musim semi dan memasuki musim dingin.
5. Jumada al-Ula: pada bulan ini, air terkadang membeku karena dinginnya musim.
6. Jumada al-Ukhra: ini adalah bulan kedua dari musim dingin.
7. Rajab: berasal dari kata bahasa Arab yang berarti men-sucikan sesuatu. Bulan ini merupakan salah satu dari bulan-bulan haram, di mana perang dilarang.
8. Sya’ban: berasal dari kata tasy’aba yang berarti pergi ke berbagai arah atau memencar. Bangsa Arab biasa pergi ke segala penjuru untuk mencari air, atau mencari nafkah atau memerangi musuh.
9. Ramadhan: kata Ramadhan berakar dari kata ar-ramdha yang menunjukkan suasana cuaca yang panas.
10. Syawwal: berasal dari kata tasyawwala yang berarti sedikitnya atau langkanya produksi susu dari unta-unta betina. Syawwal juga berarti naiknya suhu udara ketika memasuki musim panas.
11. Dzulqaidah: merujuk kepada kebiasaan orang Arab untuk duduk-duduk di rumah mereka, menghindari panas dan menolak berperang. Bulan ini juga merupakan salah satu bulan haram.
12. Dzulhijjah: dinamai demikian karena pada bulan inilah dilaksanakan prosesi ibadah Haji.

Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan serta kecintaan kita kepada kalender islam.

>>*********<<

Rabu, 01 Januari 2014

TAFSIR AL QUR'AN SURAH ADZ-DZAARIYAAT AYAT 1 - 20 ( 01 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : ADZ DZAARIYAAT
Ayat [60]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/3
1 Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya,(QS. 51:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 1 - 4


وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا (1) فَالْحَامِلَاتِ وِقْرًا (2) فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا (3) فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا (4

Surah Az Zariyat ini dimulai dengan sumpah dari Allah SWT bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala amal pasti akan terbukti. Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam surah Az Zariyat ini, diberikan perinciannya.
Dalam surah sebelumnya, dijelaskan tentang hari kebangkitan itu disertai dengan dalil-dalilnya yang meyakinkan, akan tetapi orang-orang musyrikin tetap juga bersikap ingkar. Maka untuk menjelaskan soal kebangkitan itu dengan cara yang lebih serius lagi, diadakan sumpah. Dan sumpah Allah yang dijumpai dalam Alquran itu semuanya dimaksudkan untuk memperlihatkan kekuasaan Allah yang sempurna dan agar supaya isi uraian setelah sumpah itu benar-benar diperhatikan sebab setiap pembicaraan yang memulai ucapannya dengan sumpah, tentu menarik perhatian.
Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan huruf-huruf hijaiyah (fawatihus suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu daripada tiga unsur yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan. Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak.
Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat-akibatnya yang sangat buruk dan terkutuk. Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih-lebih jika yang bersumpah itu adalah Allah Taala sendiri.
Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah:
"Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat."
Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan. Dan kapal-kapal yang berlayar hilir mudik di lautan dengan mudah. Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya".


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 1


وَالذَّارِيَاتِ ذَرْوًا (1

(Demi yang menerbangkan debu) yakni angin dan lain-lainnya (dengan sekuat-kuatnya) adalah Mashdar, yang diambil dari kata: Tudzriihi Dzaryan, artinya angin itu menerbangkannya.
2 dan awan yang mengandung hujan,(QS. 51:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 2


فَالْحَامِلَاتِ وِقْرًا (2

(Dan demi awan yang mengandung) awan yang membawa air (hujan) yakni beban berupa air hujan, berkedudukan menjadi Maf'ul dari lafal Al Haamiaat.
3 Dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah,(QS. 51:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 3


فَالْجَارِيَاتِ يُسْرًا (3

(Dan demi yang berlayar) yakni kapal-kapal yang berlayar di atas permukaan air (dengan mudah) dengan sangat mudahnya. Kalimat ini adalah Mashdar yang berkedudukan menjadi Hal, yakni Muyassaratan.
4 dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,(QS. 51:4)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 4

فَالْمُقَسِّمَاتِ أَمْرًا (4

(Dan demi yang membagi-bagi urusan) demi malaikat-malaikat yang membagi-bagi rezeki, hujan dan lain-lainnya ke berbagai negeri dan kepada semua hamba-hamba Allah.
5 sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,(QS. 51:5)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 5


إِنَّمَاتُوعَدُونَلَصَادِقٌ(5

(Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian) huruf Maa pada lafal Innamaa adalah Mashdariyah; yakni janji Allah kepada mereka, yaitu tentang hari berbangkit dan lain-lainnya (pasti benar) artinya sungguh merupakan janji yang benar.
6 dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.(QS. 51:6)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 6

وَإِنَّالدِّينَلَوَاقِعٌ(6

(Dan Sesungguhnya pembalasan itu) yakni pembalasan sesudah hisab (pasti terjadi) pasti akan terjadi.
7 Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,(QS. 51:7)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 7


وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ (7

Dalam ayat ini Allah bersumpah:
Demi langit yang mempunyai garis edar (orbit) tempat beredarnya bintang-bintang dan planet-planet.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 7


وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْحُبُكِ (7

(Demi langit yang mempunyai jalan-jalan) lafal Al Hubuk adalah bentuk jamak dari Habiikah, sama halnya dengan lafal Thariiqah yang bentuk jamaknya Thuruq, yakni sejak ia diciptakan mempunyai jalan-jalan, sebagaimana jalan di padang pasir.
8 sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat,(QS. 51:8)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 8


إِنَّكُمْ لَفِي قَوْلٍ مُخْتَلِفٍ (8

Ayat ini menegaskan tentang isi sumpah tersebut yaitu:
Sesungguhnya kamu orang-orang musyrik benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat tentang Muhammad dan Alquran. Di antara mereka ada yang menganggap Muhammad saw sebagai tukang syair, ada pula yang menuduhnya sebagai seorang tukang sihir atau gila, dan terhadap Alquran ada yang menuduh sebagai kitab dongengan purbakala, kitab sihir atau pantun.
Perbedaan pendapat yang sangat menyolok itu menjadi bukti yang nyata tentang rusaknya alam pikiran mereka yang penuh dengan syirik itu.
9 dipalingkan daripadanya (Rasul dan Al quran) orang yang dipalingkan.(QS. 51:9)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 9


يُؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ أُفِكَ (9

Ayat ini menegaskan bahwa dalam keadaan berbeda pendapat, orang musyrik tersebut semakin dijauhkan dan dipalingkan dari Rasul dan Alquran sehingga mereka menjadi tambah sesat.
10 Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta,(QS. 51:10)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 10 - 11


قُتِلَ الْخَرَّاصُونَ (10) الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ (11


Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang banyak berdusta itu dikutuk oleh Allah. Mereka termasuk golongan orang-orang yang sangat jahil, yang berkecimpung dalam kegelapan dan kesesatan, juga terbenam dalam kebodohan dan kelalaian yang sangat menyedihkan.
11 (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai,(QS. 51:11)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 11

الَّذِينَ هُمْ فِي غَمْرَةٍ سَاهُونَ (11

(Yaitu -orang-orang yang terbenam di dalam kebodohannya) di dalam kebodohan yang menutupi akal mereka (lagi lalai) akan perkara akhirat.
12 mereka bertanya: `Bilakah hari pembalasan itu?`(QS. 51:12)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 12

يَسْأَلُونَأَيَّانَيَوْمُالدِّينِ(12

(Mereka bertanya) kepada nabi dengan nada memperolok-olokkan, ("Bilakah hari pembalasan?") kapan datangnya hari pembalasan itu. Jawaban yang patut buat mereka ialah, "Memang Kiamat pasti datang,
13 (Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.(QS. 51:13)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 13


يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُونَ (13

Ayat ini mengungkapkan bahwa hari pembalasan itu ialah hari ketika orang-orang kafir di azab dengan azab yang sangat pedih di atas api neraka. Sesungguhnya orang-orang musyrik itu jika mempunyai hamba sahaya yang bekerja sebagai buruh harian tentu akan memeriksa pekerjaan mereka sebelum mereka diberi upah. Mereka memeriksa dan bertanya dan meneliti hasil pekerjaan buruh-buruh mereka. Apakah tidak dipikirkan oleh mereka tentang pengabdian sekalian manusia kepada Allah yang telah melimpahkan segala macam kenikmatan kepadanya, mulai dari penciptaan langit dan bumi dan segala isinya sampai kepada pemenuhan segala hajat kebutuhan manusia seperti sandang pangan, perumahan, jaminan hari tua, dan sebagainya.
Apakah patut Allah membiarkan mereka hidup berfoya-foya saja, padahal Allah tidak menciptakan manusia itu secara sia-sia, bahkan pasti akan mengadakan hari kebangkitan dan hari pembalasan? Oleh karena mereka tenggelam dalam arus kebodohan dan kelalaian, maka hal-hal yang sangat masuk akal dan nyata itu dibiarkan lewat begitu saja tanpa kesungguhan dan perhatian, dan barulah mereka sadar ketika mereka di azab di dalam api neraka.
14 (Dikatakan kepada mereka): `Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dahulu kamu minta supaya disegerakan`.(QS. 51:14)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 14


ذُوقُوا فِتْنَتَكُمْ هَذَا الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُونَ (14

Di samping azab yang amat pedih itu, mereka menderita azab rohani lagi ketika para malaikat berkata, "Rasakanlah azabmu ini yang dahulu kamu berada di dunia selalu kamu minta supaya disegerakan".
15 Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (syurga) dan di mata air-mata air,(QS. 51:15)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 15 - 16


إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (15) آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16


Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, yang menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya berada di dalam taman-taman surga yang mengalir di bawahnya air yang jernih lagi murni, sangat menyenangkan, sangat nyaman, di luar perkiraan dan bayangan yang tergores dalam hati dan terpandang oleh mata; terlebih-lebih karena mereka tetap abadi di dalamnya, tidak akan keluar lagi, tetap berada dalam keridaan Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Pahala yang demikian itu ada kaitannya dengan amal perbuatan mereka ketika di dunia iaitu mereka mengambil segala pemberian yang dianugerahkan oleh Tuhan kepada mereka itu, karena sesungguhnya mereka ketika berada di dunia sebelum itu selalu mengerjakan amal kebaikan, baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia dengan tujuan semata-mata untuk mencapai keridaan Nya.
16 sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik;(QS. 51:16)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 16

آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ (16

(Sambil mengambil) menjadi Hal dari Dhamir yang terkandung di dalam Khabarnya Inna (apa yang didatangkan kepada mereka) apa yang diberikan kepada mereka (oleh Rabb mereka) yaitu berupa pahala-pahala. (Sesungguhnya mereka sebelum itu) sebelum mereka masuk surga (adalah orang-orang yang berbuat baik) di dunia.
17 mereka sedikit sekali tidur di waktu malam;(QS. 51:17)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 17 - 18


كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ (17) وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18


Ayat ini menerangkan pula tentang sifat-sifat orang yang takwa itu yaitu sedikit sekali tidur di waktu malam karena mengisi waktu dengan salat tahajud. Mereka dalam melakukan ibadah tahajudnya itu merasa tenang dan penuh dengan kerinduan dan dalam munajatnya kepada Allah sengaja memilih waktu yang sunyi daripada gangguan makhluk lain seperti dua orang penganten baru dalam menumpahkan isi hati kepada kesayangannya, tentu memilih tempat dan waktu yang nyaman dan aman bebas dari gangguan siapa pun.
Mereka ingat bahwa hidup berkumpul dengan keluarga dan handai tolan itu tidak dapat berlangsung selama-lamanya. Bila telah tiba ajal, pasti berpisah, masuk ke dalam kubur, masing-masing sendirian saja. Oleh karena itu, sebelum tiba waktu perpisahan itu, mereka merasa sangat perlu mengadakan hubungan khidmat dan mahabbah dengan Tuhan Yang Mahakuasa, satu-satunya penguasa yang dapat memenuhi segala harapan.
Dan di akhir-akhir malam (pada waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah. Sengaja dipilihnya waktu sahur itu oleh karena kebanyakan orang sedang tidur nyenyak, keadaan sunyi dari segala kesibukan sehingga mudah mencari hubungan dengan Tuhannya.
18 dan di akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).(QS. 51:18)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Adz Dzaariyaat 18

وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ (18

(Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun) mereka berdoa dengan mengucapkan, "Allaahumaghfir Lanaa", Ya Allah ampunilah kami.
19 Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.(QS. 51:19)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 19


وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ (19

Ayat ini menjelaskan bahwa di samping mereka melaksanakan salat yang wajib dan yang sunah, mereka juga selalu mengeluarkan infak fisabilillah dengan mengeluarkan zakat wajib atau sumbangan derma atau sokongan sukarela karena mereka memandang bahwa harta-harta mereka itu ada hak fakir miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta bahagian karena merasa malu untuk meminta.
Ibnu Jarir meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah ra bahwa Nabi Muhammad saw pernah menerangkan siapa yang tergolong orang miskin itu, dengan sabdanya:


لَيْسَ المِسْكِيْنُ مَنْ تَرُدُّهَ التَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ وَالْأُكْلَةُ وَالْأثكْلَتَانِ قِيْلَ: فَمَنِ الْمِسْكِيْنُ؟ قَالَ: اَلَّذِي لَيْسَ لَهُ مَا يُغْنِيهِ وَلَا يُعْلَمُ مَكَانُهُ فَيَتَصَدَّقُ عَلَيْهِ الْمَحْرُومُ
Artinya:
Bukanlah orang miskin itu yang dapat ditolak atau disuruh pulang dengan pemberian sebiji atau dua biji kurma atau sesuap atau dua suap makanan. Beliau ditanya, "(jika demikian). Siapakah yang dinamakan miskin itu?" Beliau menjawab, "Orang yang tidak mempunyai apa yang diperlukan dan yang tidak dikenal tempatnya sehingga tidak diberikan sedekah kepadanya. Itulah orang yang mahrum tidak dapat bagian".
(H.R. Ibnu Jarir dari Ibnu Mardawaih dari Abu Hurairah)
Di dalam Alquran terdapat tiga kelompok ayat yang selalu berdampingan, tidak dapat dipisahkan yaitu perintah untuk salat dan mengeluarkan zakat, perintah supaya taat kepada Allah dan Rasul Nya, dan perintah untuk bersyukur kepada Allah dan kedua ibu bapak.
Setelah Allah SWT menerangkan sifat-sifat orang yang bertakwa, maka Allah menjelaskan bahwa mereka itu melihat dengan hari nurani tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam kosmos, pada alam semesta yang melintang di sekelilingnya, di bumi dan di langit sehingga memiliki ketenangan jiwa, sebagai tanda seorang yang sudah makrifat kepada Allah.
20 Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,(QS. 51:20)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Adz Dzaariyaat 20


وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ (20

Ayat ini menerangkan bahwa di bumi ini terdapat tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Allah bila dilihat dengan mata hati benda-benda yang besar, cantik dan indah seperti matahari, bulan, gunung-gunung, hutan-hutan yang lebat, perkebunan yang subur, samudra yang biru luas sepanjang penglihatan mata yang diisi dengan bermacam-macam ikan seperti yang nampak dalam akuarium, dan lain-lain, itu semuanya menunjukkan betapa agung dan sempurna Penciptanya yaitu Allah Rabbul 'alamin.
Dia merenung, tafakur tentang keindahan alam ini benar-benar menambah cinta dan keyakinan orang-orang yang yakin akan kekuasaan Allah SWT.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 1 s/d 20 dari [60]


Sumber Tafsir di salin dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Selasa, 31 Desember 2013

Ubudiyah : Rebo Wekasan

Penjelasan Mengenai Rebo Wekasan


Bulan Shafar  adalah bulan kedua dalam penanggalan hijriyah Islam. Sebagaimana bulan lainnya, ia merupakan bulan dari bulan-bulan Allah yang  tidak memiliki kehendak dan  berjalan sesuai dengan apa yang Allah ciptakan untuknya.
Masyarakat jahiliyah kuno, termasuk bangsa Arab, sering mengatakan bahwa bulan Shafar adalah bulan sial. Tasa'um (anggapan sial) ini telah terkenal pada umat jahiliah dan sisa-sisanya masih ada di kalangkan muslimin hingga saat ini.

Abu Hurairah berkata, bersabda Rasulullah,

"Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa." (H.R.Imam al-Bukhari dan Muslim).

Ungkapan hadits laa ‘adwaa’ atau tidak ada penularan penyakit itu, bermaksud meluruskan keyakinan golongan jahiliyah, karena pada masa itu mereka berkeyakinan bahwa penyakit itu dapat menular dengan sendirinya, tanpa bersandar pada ketentuan dari takdir Allah.

Sakit atau sehat, musibah atau selamat, semua kembali kepada kehendak Allah. Penularan hanyalah sebuah sarana berjalannya takdir Allah. Namun, walaupun keseluruhannya kembali kepada Allah, bukan semata-mata sebab penularan, manusia tetap diwajibkan untuk ikhtiar dan berusaha agar terhindar dari segala musibah. Dalam kesempatan yang lain Rasulullah bersabda: “Janganlah onta yang sakit didatangkan pada onta yang sehat”.

Maksud hadits laa thiyaarota atau tidak diperbolehkan meramalkan adanya hal-hal buruk adalah bahwa sandaran tawakkal manusia itu hanya kepada Allah, bukan terhadap makhluk atau ramalan. Karena hanyalah Allah yang menentukan baik dan buruk, selamat atau sial, kaya atau miskin. Dus, zaman atau masa tidak ada sangkut pautnya dengan pengaruh dan takdir Allah. Ia sama seperti waktu- waktu yang lain, ada takdir buruk dan takdir baik.

Empat hal sebagaimana dinyatakan dalam hadits di atas itulah yang ditiadakan oleh Rasulullah dan ini menunjukkan akan wajibnya bertawakal kepada Allah, memiliki tekad yang benar, agar orang yang kecewa tidak melemah di hadapkan pada perkara-perkara tersebut.

Bila seorang muslim pikirannya disibukkan dengan perkara-perkara tersebut, maka tidak terlepas dari dua keadaan. Pertama: menuruti perasaan sialnya itu dengan mendahulukan atau meresponsnya, maka ketika itu dia telah menggantungkan perbuatannya dengan sesuatu yang tidak ada hakikatnya. Kedua: tidak menuruti perasaan sial itu dengan melanjutkan aktivitasnya dan tidak memedulikan, tetapi dalam hatinya membayang perasaan gundah atau waswas. Meskipun ini lebih ringan dari yang pertama, tetapi seharusnya tidak menuruti perasaan itu sama sekali dan hendaknya bersandar hanya kepada Allah.

Penolakan akan ke empat hal di atas bukanlah menolak keberadaannya, karena kenyataanya hal itu memang ada. Sebenarnya yang ditolak adalah pengaruhnya. Allah-lah yang memberi pengaruh. Selama sebabnya adalah sesuatu yang dimaklumi, maka sebab itu adalah benar. Tapi bila sebabnya adalah sesuatu yang hanya ilusi, maka sebab tersebut salah.

Muktamar NU yang ketiga, menjawab pertanyaan “bolehkah berkeyakinan terhadap hari naas, misalnya hari ketiga atau hari keempat pada tiap-tiap bulan, sebagaimana tercantum dalam kitab Lathaiful Akbar” memilih pendapat yang tidak mempercayai hari naas dengan mengutip pandangan Syekh Ibnu Hajar al-Haitamy dalam Al-Fatawa al-Haditsiyah berikut ini:

“Barangsiapa bertanya tentang hari sial dan sebagainya untuk diikuti bukan untuk ditinggalkan dan memilih apa yang harus dikerjakan serta mengetahui keburukannya, semua itu merupakan perilaku orang Yahudi dan bukan petunjuk orang Islam yang bertawakal kepada Sang Maha Penciptanya, tidak berdasarkan hitung-hitungan dan terhadap Tuhannya selalu bertawakal. Dan apa yang dikutip tentang hari-hari nestapa dari sahabat Ali kw. Adalah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali, maka berhati-hatilah dari semua itu” (Ahkamul Fuqaha’, 2010: 54).

Indikasi Kesialan dalam Quran dan Hadits

Mungkin ada pertanyaan, bagaimana dengan firman Allah Ta’ala, yang artinya:’’Kaum ‘Aad pun mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku, Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus. yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang” (Q.S al-Qamar (54:18-20).

Imam al-Bagawi dalam tafsir Ma’alim al-Tanzil menceritakan, bahwa kejadian itu (fi yawmi nahsin mustammir)  tepat pada hari Rabu terakhir bulan Shafar. Orang Jawa pada umumnya menyebut Rabu itu dengan istilah Rabu Wekasan. Hemat penulis, penafsiran ini hanya menunjukkan bahwa kejadian itu bertepatan dengan Rabu pada Shafar dan tidak menunjukkan bahwa hari itu adalah kesialan yang terus menerus.

Istilah hari naas yang terus menerus atau yawmi nahsin mustammir juga terdapat dalam hadis nabi. Tersebut dalam Faidh al-Qadir, juz 1, hal. 45, Rasulullah bersabda, “Akhiru Arbi’ai fi al-syahri yawmu nahsin mustammir (Rabu terakhir setiap bulan adalah hari sial terus).”

Hadits ini lahirnya bertentangan dengan hadits sahih riwayat Imam al-Bukhari sebagaimana disebut di atas. Jika dikompromikan pun maknanya adalah bahwa kesialan yang terus menerus itu hanya berlaku bagi yang mempercayai. Bukankah hari-hari itu pada dasarnya netral, mengandung kemungkinan baik dan jelek sesuai dengan ikhtiar perilaku manusia dan ditakdirkan Allah.

Bagaimana dengan pandangan Abdul Hamid Quds dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur Fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur (penulis sendiri terus terang belum mengetahui dan meneliti kebenaran nama dan kitab ini, bahkan dalam beberapa tulisan kitab ini disebut dengan Kanzun Najah Was-Suraar Fi Fadhail Al-Azmina Wash-Shuhaar dan Kanju al-Najah wa al-Surur fi al-Adiyati al-Lati Tasrohu al-Sudur) yang menjelaskan: banyak para Wali Allah yang mempunyai pengetahuan spiritual yang tinggi mengatakan bahwa pada setiap tahun, Allah  menurunkan 320.000 macam bala bencana ke bumi dan semua itu pertama kali terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar.
Oleh sebab itu hari tersebut menjadi hari yang terberat di sepanjang tahun. Maka barangsiapa yang melakukan shalat 4 rakaat (nawafil, sunnah), di mana setiap rakaat setelah al-Fatihah dibaca surat al-Kautsar 17 kali lalu surat al-Ikhlash 5 kali, surat al-Falaq dan surat an-Naas masing-masing sekali; lalu setelah salammembaca do’a, maka Allah  dengan kemurahan-Nya akan menjag a orang yang bersangkutan dari semua bala bencana yang turun di hari itu sampai sempurna setahun.
Mengenai amalan-amalan tersebut di atas, mengutip KH. Abdul Kholik Mustaqim, Pengasuh Pesantren al-Wardiyah Tambakberas Jombang, para ulama yang menolak adanya bulan sial dan hari nahas Rebo Wekasan berpendapat (dikutip dengan penyesuaian):

Pertama, tidak ada nash hadits khusus untuk akhir Rabu bulan Shofar, yang ada hanya nash hadits dla’if yang menjelaskan bahwa setiap hari Rabu terakhir dari setiap bulan adalah hari naas atau sial yang terus menerus, dan hadits dla’if ini tidak bisa dibuat pijakan kepercayaan.

Kedua, tidak ada anjuran ibadah khusus dari syara’.Ada anjuran dari sebagian ulama’ tasawwuf namun landasannya belum bisa dikategorikan hujjah secara syar’i.

Ketiga, tidak boleh, kecuali hanya sebatas sholat hajat lidaf’ilbala’almakhuf (untuk menolak balak yang dihawatirkan) atau nafilah mutlaqoh (sholat sunah mutlak) sebagaimana diperbolehkan oleh Syara’, karena hikmahnya adalah agar kita bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Mengutip pandangan Rais Syuriah PWNU Jawa Timur, KH Miftakhul Akhyar tentang hadits kesialan terus menerus pada Rabu terakhir tiap bulan, dinyatakan:

“Naas yang dimaksud adalah bagi mereka yang meyakininya, bagi yang mempercayainya, tetapi bagi orang-orang yang beriman meyakini bahwa setiap waktu, hari, bulan, tahun ada manfaat dan ada mafsadah, ada guna dan ada madharatnya. Hari bisa bermanfaat bagi seseorang, tetapi juga bisa juga naas bagi orang lain…artinya hadits ini jangan dianggap sebagai suatu pedoman, bahwa setiap Rabu akhir bulan adalah hari naas yang harus kita hindari. Karena ternyata pada hari itu, ada yang beruntung, ada juga yang buntung. Tinggal kita berikhtiar meyakini, bahwa semua itu adalah anugerah Allah.” Wallahu ‘A’lam.



Yusuf Suharto
Ketua Aswaja NU Center Jombang, Kontributor NU Online

*********


______________________________________
di salin dari : www.nu.or.id/ubudiyah

Ubudiyah : Bacaan Melihat dan Melewati Iringan Jenazah



Mati tidak mengenal waktu dan tempat juga umur. Mati dapat menimpa siapa saja di mana saja. Meski demikian, orang mati harus diurus dengan baik. Dimandikan, dikafani, dishalati dan ditempatkan pada ruangan pribadinya, di makam atau di kuburan. Oleh karena itu prosesi kematian selalu membutuhkan orang lain, selain mayit dan keluarganya.
Diantara hal yang menyita perhatian masyarakat kota adalah proses perjalanan menuju pemakaman umum. Jauhnya jarak pekuburan dan banyaknya pengentar seringkali mengganggu arus lalu lintas apalagi di kota-kota besar, pasti akan menyebabkan kemacetan. Karena mobil jenazah tidak mengenal rambu-rambu lalu lintas. Dan mobil jenazah senantiasa melaju dengan cepat agar lebih awal tiba di pekuburan. Hal ini berdasar pada tuntunan agama agar jenazah sesegera mungkin di makamkan.
Oleh karena itu, perlu adanya pemahaman bagi masyarakat pengguna jalan agar sedikit bersabar mendahulukan mobil jenazah yang mau lewat. Untuk menghormati mayit, dan mengingatkan diri akan kematian. Sesungguhnya penghuni mobil jenazah senantiasa digilir-bergantian.
Namun yang lebih penting dari itu semua adalah do’a yang terucap ketika melihat iri-iringan jenazah yang berbunyi: سبحان الحي الذى لا يموت  Subhanal hayyil ladzi la yamut  yang artinya Maha Suci Allah Yang Hidup dan Tidak Mati

Diharapkan dengan ucapan ini  orang yang hidup akan ingat akan Dzat yag menenktukan hidup dan mati.

*********

__________________________________
Sumber : www.nu.or.id/ubudiyah

Minggu, 29 Desember 2013

Ubudiyah : Sumpah Menggunakan Al-Qur'an

Sumpah Menggunakan Al-Qur'an

Selain mengandung pituduh dan petunjuk bagi kehidupan beragama, al-Qur’an juga berfungsi sebagai penanda bagi ilmu pengetahuan. Hal ini dapat dilihat dalam berbagai temuan terbaru dalam ilmu biologi, fisika dan kimia yang ternyata telah tersirat dalam al-Qur’an. Itulah diantara bukti mukjizat al-Qur’an.
Oleh karenanya tidak berlebihan jika dikatakan al-Qur’an merupakan kitab solusi yang memiliki kemampuan menjawab berbagai masalah yang timbul karena perkembangan zaman yang tidak mampu dijawab oleh kecerdasan tehnologi.
Memang, cangghinya tehnologi dan majunya ilmu pengetahuan telah mencapai taraf kesukesan yang luar biasa. Sekarang tehnologi informasi telah berhasil menciptakan media yang mampu melipat jarak dan waktu, sehingga seseorang dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa harus bertemu secara fisik. Apalagi sekedar mengirim kabar dan berita. Hanya dengan hitungan detik informasi tentang kejadian di belahan bumi sebelah utara dapat diterima penghuni bumi sebelah selatan dan begitulah seterusnya. Dalam dunia scaning, tehnologi telah mampu mendeteksi keberadaan sebuah benda yang dengan sengaja disimpan dan disembunyikan dari mata telanjang. Begitu juga kemampuannya mengontrol sesuatu dari jarak jauh.
Akan tetapi secanggih apapun tehnologi dan seberapapun kemajuan ilmu pengetahuan, keduanya masih saja tidak mampu mendeteksi kebohongan yang dilakukan seseorang, apalagi menjaga kejujuran. Di saat inilah al-Qur’an mengambil peran sebagai satu-satunya media yang mampu menjawab kelemahan otak manusia. Lihat saja prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang senantiasa menjadikan al-Qur’an sebagai alat sumpah dengan meletakkannya di atas kepala atau di telapak tangan. Atau pengambilan sumpah terhadap seorang yang terdakwa. Bukankah ini merupakan usaha menjaga seseorang dari tindak culas dan kebohongan?
Dalam hal ini al-Qur’an berfungsi sebagai alat pengikat hati seseorang agar tidak lari menuju kebohongan. Sebagai mana al-Qur’an berfungsi sebagai pagar yang akan menjaga seorang pejabat yang telah diambil sumpahnya dalam koridor kebenaran. Begitulah I’anatut Thalibin menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan sebuah kesunnahan.
ومن التغليظ أن يوضع المصحف فى حجره ويطلع له سورة براءة, ويقال له ضع يدك على ذلك ويقراء قوله تعالى "إن الذين يشترون... الأية   
Diantara tata-cara memberatkan sumpah ialah dengan meletakkan mushaf di atas pangkuan dan di perlihatkan kepadanya surah Baro’ah lantas dikatakan kepadanya “letakkan tanganmu pada mushaf” kemudian dibacakan kepadanya ayat innalladzina yaystaruuna…”
Demikianlah diantara mukjizat al-Qur’an ia mampu menjadi salah satu media yang melemahkan keinginan seseorang untuk menjaga dustanya.

**********


__________________________________
Sumber : nu.or.id/ubudiyah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU