Minggu, 22 September 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH ASH-SHAAFFAAT AYAT 21 - 40 ( 02 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : ASH SHAAFFAAT
Ayat [182]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/10
21 Inilah hari keputusan yang kamu selalu mendustakannya.(QS. 37:21)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 20 - 21 

وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَذَا يَوْمُ الدِّينِ (20) هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (21

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan Hari Kiamat Ketika mereka melihat azab yang akan menimpa mereka, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah kepada mereka melalui lisan para Rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatan mereka ketika di dunia. Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para Rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya. Pada Hari Kiamat mereka menyesali atas perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri. Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang. Lalu mereka saling menyalahkan satu sama lain karena mendustakan Hari Kiamat yang benar-benar terjadi.
Pada Hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebaikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya.
Orang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na'im. Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar. Firman Allah:


وما أدراك ما سقر لا تبقي ولا تذر
Artinya:
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Q.S. Al Muddassir: 27-28)
22 (Kepada malaikat diperintahkan): `Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,(QS. 37:22)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 22 - 23 

احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ (22) مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ (23

Kemudian pada hari itu diperintahkan kepada malaikat Zabaniyah untuk mengumpulkan orang-orang yang telah berbuat zalim, agar pergi ke tempat hukuman menurut kelompok perbuatan dosa mereka masing-masing, yaitu para pezina sesama pezina, pemakan riba sesama pemakan riba, demikianlah seterusnya. Demikian pula penyembah-penyembah berhala dikumpulkan bersama berhala mereka agar mereka tambah merasa malu dan sedih. Lalu mereka digiring menuju neraka Jahanam. Allah SWT berfirman:


ونحشرهم يوم القيامة على وجوههم عميا وبكما وصما مأواهم جهنم كلما خبت زدناهم سعيرا
Artinya:
Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat (diseret) atas muka mereka dalam keadaan buta, bisu dan pekak. Tempat kediaman mereka adalah neraka Jahanam. Tiap-Tiap kali nyala api itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya. (Q.S. Al Isra': 97)
23 selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.(QS. 37:23)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 23

مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ (23

 (Selain Allah) yaitu berhala-berhala (maka tunjukkanlah kepada mereka) dan giringlah mereka (ke jalan jahim) atau jalan ke neraka.
24 Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya:(QS. 37:24)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 24 - 26

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ (24) مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ (25) بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ (26

Kepada malaikat diperintahkan supaya menahan mereka di tempat pemberhentian dan menanyakan kepada mereka tentang apa yang mereka usahakan, serta dosa dan kemaksiatan yang telah mereka lakukan. Pada waktu itu juga ditanyakan kepada mereka tentang akidah-akidah palsu yang diajarkan oleh setan kepada mereka yang menyesatkan hidup mereka. Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa tidaklah bergeser dua telapak kaki seorang hamba sebelum dia ditanya lima perkara: tentang masa mudanya dipergunakan untuk apa, tentang umurnya dihabiskannya untuk apa, lalu tentang harta yang dimilikinya diperoleh dari mana, dan dipergunakan untuk apa, lalu tentang ilmunya sampai sejauh mana diamalkannya. Pada waktu itu orang-orang kafir tolong-menolong satu sama lain sebagaimana mereka perkirakan di dunia dulu. Tetapi nyatanya hal itu tak dapat mereka lakukan dan mereka benar-benar ditimpa azab setimpal dengan perbuatan mereka. Allah SWT berfirman:


يوم لا يغني مولى عن مولى شيئا ولا هم ينصرون
Artinya:
Yaitu hari yang seorang karib tidak dapat memberi manfaat kepada karibnya sedikitpun, dan mereka tidak akan mendapat pertolongan. (Q.S. Ad Dukhan: 41)
25 ` Kenapa kamu tidak tolong-menolong? `(QS. 37:25)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 25

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُونَ (25

 Dikatakan kepada mereka dengan nada yang mengandung penghinaan dan cemoohan, ("Kenapa kalian tidak tolongmenolong") maksudnya mengapa sebagian di antara kalian tidak menolong kepada sebagian yang lain sebagaimana keadaan kalian waktu di dunia? Dan dikatakan pula kepada mereka:
26 Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.(QS. 37:26)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 26

بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ (26

("Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri) atau mereka itu tunduk dalam keadaan penuh kehinaan.
27 Sebahagian dari mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan.(QS. 37:27)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 27 - 28 

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ (27) قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ (28

Juga pada Hari Kiamat itu terjadi perdebatan antara pemimpin dengan pengikut-pengikutnya. Para pengikut itu melontarkan pertanggungjawaban kepada para pemimpin mereka atas kesesatan dan kekafiran mereka. Mereka menyatakan bahwa para pemimpin itulah yang mencegah mereka berbuat kebaikan, dan menghalang-halangi mereka serta memaksa mereka untuk memeluk keyakinan pemimpin-pemimpin itu. Perbantahan mereka sebagaimana di atas itu dilukiskan oleh Allah dalam firman-Nya:


وإذ يتحاجون في النار فيقول الضعفاء للذين استكبروا إنا كنا لكم تبعا فهل أنتم مغنون عنا نصيبا من النار قال الذين استكبروا إنا كل فيها إن الله قد حكم بين العباد
Artinya:
Dan (ingatlah) ketika mereka berbantah-bantahan dalam neraka, maka orang-orang yang lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri; "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan dari kami sebahagian azab api neraka?". Orang-orang yang menyombongkan diri menjawab: "Sesungguhnya kita semua sama-sama dalam neraka karena sesungguhnya Allah telah menetapkan keputusan antara hamba-hamba-Nya. (Q.S. Al Mu'min: 47-48)
28 Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka):` Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dari kanan `.(QS. 37:28)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 28

قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ (28

(Mereka berkata) yaitu sebagian dari pengikut-pengikut mereka berkata kepada para pemimpin mereka, ("Sesungguhnya kalianlah yang datang kepada kami dari kanan") maksudnya, dari segi yang kami merasa percaya kepada kalian karena kalian telah bersumpah kepada kami, bahwa kalian adalah orang-orang yang benar, karenanya kami percaya kepada kalian, dan kami mengikuti kalian. Maksudnya sesungguhnya kalian telah menyesatkan kami.
29 Pemimpin-pemimpin mereka menjawab:` Sebenarnya kamulah yang tidak beriman `.(QS. 37:29)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 29 - 30 

قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ (29) وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ (30

Kemudian Allah menerangkan penolakan pemimpin mereka terhadap tuduhan mereka. Para pemimpin itu menyatakan bahwa mereka tidak menyesatkan orang itu. Mereka sendirilah yang karena tabiatnya, menjadi kafir dan melakukan perbuatan syirik dan maksiat. Mereka mempersekutukan Allah SWT dengan berhala dan patung dan berbuat macam-macam dosa yang menjadikan hatinya tertutup sehingga tidak lagi mengetahui jalan yang benar lagi baik.
Selanjutnya pemimpin-pemimpin itu membantah bahwa mereka memiliki kekuasaan atas pengikut-pengikut mereka itu, menyesatkan dan mengkafirkannya serta tidak pernah menghalangi mereka menentukan pilihan, mana perbuatan yang buruk dan mana perbuatan yang baik. Tetapi kecenderungan pengikut-pengikut itu sendirilah yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan kemaksiatan. Allah SWT berfirman:


إن جهنم كانت مرصادا للطاغين مآبا
Artinya:
Sesungguhnya neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, (Q.S. An Naba' 21-22)
30 Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.(QS. 37:30)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 30

  وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ (30

(Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadap kalian) kami tidak mempunyai kemampuan untuk memaksa kalian mengikuti kami (bahkan kalianlah kaum yang melampaui batas) maksudnya, orang-orang yang sesat seperti kami.
31 Maka pastilah putusan (azab) Tuhan kita menimpa kita; sesungguhnya kita akan merasakan (azab itu).(QS. 37:31)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 31 - 32

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا إِنَّا لَذَائِقُونَ (31) فَأَغْوَيْنَاكُمْ إِنَّا كُنَّا غَاوِينَ (32

Pada Hari Kiamat penyembah-penyembah berhala itu mengakui bahwa mereka dulunya bersikap melampaui batas karena pembawaan dan tabiat mereka sendiri yang cenderung kepada kekafiran dan kejahatan. Maka mereka sepatutnyalah bilamana pada Hari Kiamat itu mereka menerima hukuman dari Allah SWT.
Balasan baik atau buruk terhadap suatu perbuatan adalah akibat yang wajar, karena perbuatan itu dilakukan dengan penuh kesadaran. Maka masing-masing orang tidaklah perlu menyalahkan orang lain, kecuali kepada dirinya sendiri. Tidaklah wajar bila satu golongan lain saling menyalahkan. Masing-masing seharusnya menerima balasan atas perbuatannya. Mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya mendapat pahala dunia dan akhirat, dan mereka yang sesat akan masuk neraka. Demikian janji Tuhan yang disampaikan kepada manusia melalui Rasul-rasul-Nya. Penyembah-penyembah berhala teman-teman setan mengetahui janji Tuhan itu namun mereka berpaling juga dari kebaikan dan ketaatan.
Golongan pemimpin-pemimpin pada waktu itu menyatakan pula bahwa merekalah yang menyesatkan pengikut-pengikutnya itu. Mereka berbuat demikian karena keinginan mereka agar pengikut-pengikut itu mengikuti jejak mereka. Namun sesungguhnya tabiat dan usaha-usaha pengikut-pengikut itu sendirilah yang menyebabkan mereka berbuat kekafiran dan durhaka sehingga dengan demikian mereka menderita azab seperti diperingatkan sebelumnya oleh para Rasul.
32 Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.(QS. 37:32)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 32

فَأَغْوَيْنَاكُمْ إِنَّا كُنَّا غَاوِينَ (32

 (Maka kami telah menyesatkan kalian) sebagai penjelasan dari perkataan mereka yang disitir oleh firman-Nya (sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.)
33 Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab.(QS. 37:33)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 33 - 34 

فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ (33) إِنَّا كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ (34

Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa azab itu ditimpakan kepada pemimpin-pemimpin dan pengikut-pengikutnya bersama kedua golongan itu saling tuduh-menuduh dan lempar melempar tanggung jawab, namun mereka sama-sama dalam kesesatan. Yang menyesatkan tentulah menerima hukuman lebih berat. Mereka tidak hanya menanggung beban mereka sendiri, tetapi juga harus menanggung beban orang-orang yang mereka sesatkan.
Hukuman yang dijatuhkan Tuhan kepada kaum musyrikin itu sesuai dengan keadilan Tuhan terhadap hamba-hamba-Nya. Semua orang yang berdosa akan mendapat hukuman sesuai dengan kejahatannya. Demikian pula orang yang berbuat kebaikan akan diberi pembalasan sesuai dengan kebaikannya.
34 Sesungguhnya demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat.(QS. 37:34)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 34

 إِنَّا كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ (34

(Sesungguhnya demikianlah) artinya, sebagaimana Kami memperlakukan mereka (Kami berbuat terhadap orang-orang yang jahat) selain mereka. Yakni Kami pasti akan mengazab orang yang sesat beserta pengikut-pengikutnya.
35 Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka:` Laa ilaaha illallah ` (: Tiada Tuhan melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,(QS. 37:35)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 35 - 36 

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ (35) وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ (36

Kemudian Allah SWT menguraikan sebagian penyebab-penyebab hukuman yang ditimpakan kepada orang-orang yang berdosa itu. Sewaktu di dunia mereka menolak ajaran tauhid ketika disampaikan kepada mereka dan berpaling tidak mau mendengarkan bacaan kalimat tauhid "La Ilaha illallah" yang artinya "tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah". Alasan penolakan mereka ialah kemustahilan bagi mereka meninggalkan sembahan-sembahan nenek moyang mereka.
Sudah semenjak turun temurun mereka mewarisi tradisi penyembahan berhala dan patung. Menurut mereka hal itu suatu kebenaran yang terus menerus harus dipegangi. Keyakinan itu menurut mereka tidak akan ditinggalkan hanya untuk mendengarkan perkataan seseorang penyair yang gila yang tidak patut didengarkan pembicaraannya dan tidak perlu pula didengar ajaran-ajarannya. Perkataannya menurut mereka penuh dengan khayalan.
Pernyataan orang kafir yang diucapkan di hadapan Nabi sewaktu hidup di dunia dengan penuh kesombongan, menunjukkan bahwa mereka mengingkari keesaan Allah SWT, dan mengingkari pula kerasulan Muhammad saw. Keingkaran pertama ialah penolakan dengan sombong mendengarkan ajaran tauhid dan keingkaran kedua pernyataan mereka ketidak mungkinan meninggalkan sembahan-sembahan itu untuk mematuhi Rasul yang dituduhnya seorang yang gila.
36 dan mereka berkata:` Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila? `(QS. 37:36)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 36

 وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ (36


37 Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).(QS. 37:37)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 37 - 39 

بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ (37) إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الْأَلِيمِ (38) وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (39

Allah SWT dalam ayat ini membantah tuduhan orang-orang kafir Mekah itu. Nabi Muhammad saw tidak pernah mengucapkan kalimat-kalimat khayalan sebagai penyair, tetapi sesungguhnya beliau pembawa dan pendukung kebenaran. Ajaran tauhid yang disebarluaskan beliau tidak perlu lagi diragukan, sebab keesaan Tuhan itu dikukuhkan oleh pikiran yang sehat dan dapat dibuktikan dengan dalil-dalil yang nyata. Tidaklah patut bilamana Rasul itu dikatakan penyair padahal dia membawa ajaran yang benar. Ajaran yang sama telah dibawakan pula sebelumnya pula oleh para Nabi-nabi terdahulu.
Ajaran tauhid yang dibawa beliau meneruskan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi-nahi dahulu, dan bukan sekali-kali buatan Muhammad saw. Jadi tuduhan kepada Rasul sebagai penyair dan orang gila hanyalah karena kebencian dan keingkaran semata-mata. Allah SWT pastilah akan menimpakan azab yang pedih dan hukuman yang berat kepada orang-orang kafir yang menuduh Rasul dengan tuduhan nista itu. Azab bagi mereka yang ingkar kepada ajaran Rasul-rasul itu bisa jadi dirasakan di dunia ini, sebelum dirasakan di akhirat. Seperti azab yang diderita oleh kaum Samud, Firaun dan lain-lain. Namun Tuhan tidak akan menurunkan azab kepada manusia kecuali hanya sebagai balasan dan akibat dari perbuatan mereka sendiri. Allah SWT berfirman:


من عمل صالحا فلانفسه ومن أساء فعليها وما ربك بظلام للعبيد
Artinya:
Barangsiapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya). (Q.S. Fussilat: 46)
38 Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.(QS. 37:38)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 38

إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الْأَلِيمِ (38

(Sesungguhnya kalian) di dalam ungkapan ini terkandung Iltifat karena seharusnya Innahum (pasti akan merasakan azab yang pedih.)
39 Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu kerjakan,(QS. 37:39)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 39

 وَمَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (39

(Sesungguhnya kalian) di dalam ungkapan ini terkandung Iltifat karena seharusnya Innahum (pasti akan merasakan azab yang pedih.)
40 tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).(QS. 37:40)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 40 - 42 

إِلَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ (40) أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ (41) فَوَاكِهُ وَهُمْ مُكْرَمُونَ (42

Allah SWT menceritakan kenikmatan kaum yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya mereka dengan penuh keikhlasan melakukan amal kebaikan, menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, bersih dari dosa selalu memanjatkan doa dan harapan kepada Tuhan mereka. Itulah hamba-hamba Allah yang ikhlas, yang akan mendapatkan surga, sebagaimana firman Allah SWT:

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم ثم رددناه أسفل سافلين
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-serendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. (Q.S. At Tin: 4-6)
Dan firman Allah SWT:


والعصر إن الإنسان لفي خسر إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات
Artinya:
Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh. (Q.S. Al asr: 1-3)
Golongan hamba Allah yang ikhlas itu, tidak akan merasakan azab, tidak akan ditanya pada hari hisab, bahkan mereka mungkin diampuni kesalahannya jika ada kesalahan, dan diberi ganjaran pahala sepuluh kali lipat dari tiap amal saleh yang dikerjakannya atau lebih besar dari itu dengan kehendak Allah SWT.
Kepada mereka inilah Allah SWT memberikan rezeki yang telah ditentukan yakni buah-buahan yang beraneka ragam yang mewangi baunya dan rasanya amat lezat sehingga membangkitkan selera untuk menikmatinya. Mereka hidup mulia lagi mendapat pelayanan dan penghormatan.
Dari ayat-ayat di atas, dapat dipahami bahwa makanan di surga itu disediakan untuk kenikmatan dan kesenangan.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [10]
Ayat 21 s/d 40 dari [182]


Tafsir Al Qur'an ini kami Salin dari :

1. Tafsir DEPAG RI, dan 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

TAFSIR AL QUR'AN SURAH ASH-SHAAFFAAT AYAT 1 - 20 ( 01 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : ASH SHAAFFAAT
Ayat [182]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/10
1 Demi (rombongan) yang bershaf-shaf dengan sebenar-benarnya,(QS. 37:1)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 1 

وَالصَّافَّاتِ صَفًّا (1

Dalam ayat ini Allah berfirman: "Demi (rombongan malaikat) yang berbaris-baris dengan lurusnya". Maksudnya: demi malaikat-malaikat yang berbaris dalam saf-saf yang lurus dan teratur, dalam melakukan ibadah. Atau: malaikat-malaikat yang berbaris lurus mengembangkan sayap-sayapnya menanti perintah dari Allah SWT untuk melakukan suatu tugas.
2 dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatan perbuatan maksiat),(QS. 37:2)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 2 

فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا (2

Pada ayat ini Allah bersumpah dengan menyebut para malaikat yang menghardik untuk melarang makhluk sedemikian rupa dari perbuatan-perbuatan maksiat. Malaikat adalah makhluk Allah yang sangat patuh dan taat kepada perintah-perintah dan larangan Allah. Sebab itu mereka tidak senang melihat makhluk lain yang berbuat kemaksiatan, melanggar larangan Allah dan tidak melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya. Sebab itu mereka menghardik, seperti seorang gembala yang menghardik untuk menghalau ternaknya.
3 dan demi (rombongan) yang membaca pelajaran.(QS. 37:3)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 3 

فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا (3

Dalam ayat ini Allah bersumpah dengan menyebutkan malaikat yang senantiasa membacakan zikir atau ayat-ayat Allah. Maksudnya ialah bahwa Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad saw adalah dengan perantaraan malaikat. Demikian pula wahyu Allah yang diturunkan kepada para Rasul sebelum Nabi Muhammad, juga disampaikan dengan perantaraan malaikat.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 3 

فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا (3

(Dan demi rombongan yang membacakan) maksudnya para pembaca Alquran yang sedang membacakannya sebagai (peringatan) lafal Dzikran menjadi Mashdar dari makna Fi'il At-Taaliyaat. Maksudnya, demi para qari yang membacakan peringatan atau Alquran.
4 Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.(QS. 37:4)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 4
     
إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ(4

(Sesungguhnya Tuhan kalian) hai penduduk Mekah (benar-benar Esa.)
5 Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.(QS. 37:5)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 5 

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ (5

Kata-kata sumpah yang terdapat pada ayat-ayat yang lalu, diikuti dengan keterangan dan pembuktian tentang kekuasaan Allah. Maka pada ayat ini Allah menegaskan bahwa Dia adalah Tuhan yang menciptakan dan memelihara semua langit dan bumi, serta segala apa yang berada di antara langit dan bumi itu. Dan Dia pulalah yang menguasai seluruh penjuru alam ini, antara lain tempat-tempat terbitnya matahari setiap hari sepanjang tahun. Ini semuanya menunjukkan kekuasaan dan kebesaran-Nya, serta keindahan dari semua ciptaan-Nya yang tak dapat ditiru oleh siapapun juga.
6 Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang.(QS. 37:6)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 6 

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ (6

Selanjutnya dalam ayat ini Allah menambahkan lagi bukti-bukti tentang kekuasaan-Nya, yaitu bahwa Dia telah menghias langit dengan planet-planet yang demikian indah. Barangsiapa memandang langit di waktu malam yang cerah dan penuh bintang, serta bulan yang bersinar lemah, pastilah merasa sangat takjub dan dari mulutnya akan terlahir ucapan "Allahu Akbar", Allah Maha Besar.
7 Dan (telah memeliharanya) sebenar-benarnya dari setiap syaitan yang sangat durhaka,(QS. 37:7)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 7 

وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ (7

(Dan sebagai pemelihara) lafal Hifzhan dinashabkan oleh Fi'il yang diperkirakan keberadaannya pada sebelumnya, yakni Kami memelihara langit dengan bintang-bintang atau meteor-meteor (dari setiap) lafal ayat ini berta'alluq kepada Fi'il yang diperkirakan keberadaannya (setan yang durhaka) setan yang membangkang atau tidak mau taat.
8 syaitan-syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.(QS. 37:8)


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 8 

لَا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلَإِ الْأَعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ (8

(Mereka tidak dapat mendengar-dengarkan) maksudnya setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan apa yang telah dipelihara oleh-Nya. Lafal ayat ini merupakan jumlah Isti'naf (pembicaraan para malaikat) yang berada di langit. Lafal Yasma'uuna dimuta'addikan dengan huruf Ilaa karena pengertiannya mengandung makna seperti apa yang terdapat di dalam lafal Al-Ishghaa. Menurut suatu qiraat dibaca La Yassamma'uuna dengan memakai Tasydid pada huruf Mim dan Sin-nya, berasal dari lafal Yatasamma'uuna, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Sin, sehingga jadilah Yassamma'uuna (Dan mereka dilempari) yakni setan-setan itu dengan meteor-meteor (dari segala penjuru) langit.
9 Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal.(QS. 37:9)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 9

دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ (9

(Untuk mengusir mereka) lafal Duhuuran bentuk Mashdar dari lafal Daharahu, artinya dia mengusir mereka dan menjauhkan mereka, juga menjadi Maf'ul Lah (dan bagi mereka) di akhirat kelak (azab yang kekal) yang abadi.
10 Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang.(QS. 37:10)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 10 

إِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ (10

(Terkecuali setan yang mencuri-curi -pembicaraan malaikat- dengan sekali curi) lafal Al-Khathfah adalah Mashdar Marrah dan yang diistitsnakan atau yang dikecualikan adalah dhamir yang terkandung di dalam lafal Laa Yasma'uuna. Maksudnya, tiada yang dapat mendengarkan pembicaraan para malaikat kecuali hanya setan yang dapat mencuri-curinya dengan cepat (maka ia dikejar oleh meteor) yakni bintang yang bercahaya (yang melubanginya) yang menembus tubuh setan-setan itu, atau membakarnya, atau membuatnya cacat.
11 Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah): `Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?` Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.(QS. 37:11)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 11 - 12 

فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ (11) بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ (12

Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad saw menanyakan kepada orang-orang yang mengingkari adanya kebangkitan dari kubur, tentang mana yang lebih sukar antara menjadikan manusia termasuk orang-orang yang ingkar tadi dengan menjadikan malaikat, langit, bumi dan segala isinya, yang ujudnya lebih besar dan lebih beraneka ragam.
Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya supaya mengajukan pertanyaan kepada mereka dimaksudkan sebagai celaan terhadap sikap kepala batu mereka itu, karena sebenarnya mereka sendiri mengakui bahwa penciptaan langit, bumi dan segala isinya yang besar itu lebih sukar dari menciptakan manusia. Maka bagaimana mereka dapat mengingkari kebangkitan itu, padahal mereka menyaksikan suatu yang lebih sukar dari apa yang mereka ingkari itu.
Firman Allah:


أوليس الذي خلق السموات والأرض بقادر على أن يخلق مثلهم
Artinya:
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu, berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu. (Q.S. Yasin : 81)
Dalam ayat lain Allah berfirman:


لخلق السموات والأرض أكبر من خلق الناس ولكن أكثر الناس لا يعلمون
Artinya:
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Al Mu'min: 57)
Untuk menjelaskan perbandingan ini Allah memberikan tambahan penjelasan dengan menyebutkan kejadian nenek moyang mereka, yaitu Adam dari tanah liat. Proses kejadian Adam itu menunjukkan kepada mereka tentang kesederhanaan penciptaannya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta yang maha besar ini. Bila mana Allah SWT kuasa menciptakan alam ini tentulah lebih kuasa lagi menghidupkan kembali anak cucu Adam pada Hari Kiamat.
Rasulullah saw kemudian diperingatkan Allah SWT agar jangan terlalu mengharapkan iman mereka yang berkepala batu itu. Tidak ada manfaat keterangan dan peringatan itu karena mereka tidak tertarik. Bahkan orang-orang kafir itu memperolok-olokkan Rasul dan terhadap hal ini Rasulullah saw sendiri merasa heran.
Sesungguhnya hati mereka telah tertutup, dan jiwa mereka tidak dapat menjangkau keyakinan yang seperti itu. Mereka tidak mampu lagi melihat keterangan-keterangan dan tanda-tanda yang dapat menunjukkan kebangkitan dari kubur. Bahkan kesombongan dan pembangkangan mereka telah sampai ke puncaknya. Mereka memperolok-olokan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. dan meremehkan kesungguhan beliau supaya mereka meyakini terhadap hari kebangkitan itu.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 11


فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ (11

(Maka tanyakanlah kepada mereka) kepada orang-orang kafir Mekah, kalimat ayat ini mengandung makna Taqrir atau Taubikh, yakni mengandung nada menetapkan atau celaan, ("Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah yang telah Kami ciptakan itu?") yakni para malaikat, langit, bumi dan semua apa yang ada di antara keduanya. Didatangkannya lafal Man mengandung pengertian memprioritaskan makhluk yang berakal. (Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka) asal mereka, yaitu Nabi Adam (dan tanah liat) tanah yang melekat di tangan bilamana dipegang. Maksudnya, kejadian mereka adalah dari sesuatu yang lemah, karena itu janganlah mereka bersikap takabur dan sombong, yakni mengingkari Nabi saw. dan Alquran, yang hal ini dengan mudah dapat mengakibatkan mereka terjerumus ke dalam jurang kebinasaan.
12 Bahkan kamu menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan kamu.(QS. 37:12)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 11 - 12 

فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لَازِبٍ (11) بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ (12

Dalam ayat ini Allah menyuruh Nabi Muhammad saw menanyakan kepada orang-orang yang mengingkari adanya kebangkitan dari kubur, tentang mana yang lebih sukar antara menjadikan manusia termasuk orang-orang yang ingkar tadi dengan menjadikan malaikat, langit, bumi dan segala isinya, yang ujudnya lebih besar dan lebih beraneka ragam.
Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya supaya mengajukan pertanyaan kepada mereka dimaksudkan sebagai celaan terhadap sikap kepala batu mereka itu, karena sebenarnya mereka sendiri mengakui bahwa penciptaan langit, bumi dan segala isinya yang besar itu lebih sukar dari menciptakan manusia. Maka bagaimana mereka dapat mengingkari kebangkitan itu, padahal mereka menyaksikan suatu yang lebih sukar dari apa yang mereka ingkari itu.
Firman Allah:


أوليس الذي خلق السموات والأرض بقادر على أن يخلق مثلهم
Artinya:
Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu, berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu. (Q.S. Yasin : 81)
Dalam ayat lain Allah berfirman:


لخلق السموات والأرض أكبر من خلق الناس ولكن أكثر الناس لا يعلمون
Artinya:
Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari penciptaan manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (Q.S. Al Mu'min: 57)
Untuk menjelaskan perbandingan ini Allah memberikan tambahan penjelasan dengan menyebutkan kejadian nenek moyang mereka, yaitu Adam dari tanah liat. Proses kejadian Adam itu menunjukkan kepada mereka tentang kesederhanaan penciptaannya jika dibandingkan dengan penciptaan alam semesta yang maha besar ini. Bila mana Allah SWT kuasa menciptakan alam ini tentulah lebih kuasa lagi menghidupkan kembali anak cucu Adam pada Hari Kiamat.
Rasulullah saw kemudian diperingatkan Allah SWT agar jangan terlalu mengharapkan iman mereka yang berkepala batu itu. Tidak ada manfaat keterangan dan peringatan itu karena mereka tidak tertarik. Bahkan orang-orang kafir itu memperolok-olokkan Rasul dan terhadap hal ini Rasulullah saw sendiri merasa heran.
Sesungguhnya hati mereka telah tertutup, dan jiwa mereka tidak dapat menjangkau keyakinan yang seperti itu. Mereka tidak mampu lagi melihat keterangan-keterangan dan tanda-tanda yang dapat menunjukkan kebangkitan dari kubur. Bahkan kesombongan dan pembangkangan mereka telah sampai ke puncaknya. Mereka memperolok-olokan apa yang telah diucapkan oleh Nabi Muhammad saw. dan meremehkan kesungguhan beliau supaya mereka meyakini terhadap hari kebangkitan itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 12 

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ (12

(Bahkan) lafal Bal di sini menunjukkan arti Intiqal, yakni perpindahan dari suatu topik pembicaraan kepada pembicaraan yang lain, yaitu pembahasan mengenai keadaan Nabi Muhammad dan orang-orang kafir Mekah (kamu heran) pembicaraan ayat ini ditujukan kepada Nabi saw. yakni kamu heran akan keingkaran mereka terhadapmu (dan) mereka (menghinakan kamu) karena keherananmu itu.
13 Dan apabila mereka diberi pelajaran mereka tiada mengingatnya.(QS. 37:13)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 13 - 15 

وَإِذَا ذُكِّرُوا لَا يَذْكُرُونَ (13) وَإِذَا رَأَوْا آيَةً يَسْتَسْخِرُونَ (14) وَقَالُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ (15

Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa karena kekerasan hati orang-orang yang ingkar tadi, maka apabila mereka di beri nasihat tidak ada manfaatnya. Karena jiwa mereka telah dikotori tingkah laku dan perbuatan mereka sendiri.
Bilamana diperlihatkan kepada mereka dalil-dalil dan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran Nabi, maka merekapun menertawakan dan memperolok-olokkannya serta menuduh Nabi sebagai seorang tukang sihir yang telah memperdayakan pikiran mereka dan ingin menjauhkan mereka dari sembahan-sembahan nenek moyang mereka. Mereka juga mengatakan bahwa segala dalil-dalil kenabian yang beliau sampaikan kepada mereka dipandang sebagai permainan sihir. Mereka mengatakan bahwa semua bukti-bukti kebenaran yang dibawa Nabi itu tidak ada artinya sama sekali. Karena itu mereka menghindari seruan Nabi itu dan tetap berpegang kepada agama nenek moyang yang sudah dianut mereka berabad-abad lamanya.
14 Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah, mereka sangat menghinakan.(QS. 37:14)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 14

وَإِذَا رَأَوْا آيَةً يَسْتَسْخِرُونَ (14

(Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah) seperti terbelahnya bulan (mereka sangat menghinakan) mereka menghina dan mengejeknya.
15 Dan mereka berkata: `Ini tiada lain hanyalah sihir yang nyata.(QS. 37:15)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 15

وَقَالُوا إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ مُبِينٌ (15

(Dan mereka berkata) sehubungan dengan adanya tanda kebesaran Allah itu, ("Tiada lain) tidak lain (ini hanyalah sihir yang nyata") jelas sihirnya. Kemudian mereka berkata seraya mengingkari adanya hari berbangkit:
16 Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan (kembali)?(QS. 37:16)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 16 - 17 

أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ (16) أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ (17

Dalam ayat ini Allah menunjukkan keingkaran kaum musyrikin terhadap peristiwa-peristiwa pada Hari Kiamat. Kejadian-kejadian pada Hari Kiamat itu membingungkan akal mereka. Mereka sama sekali tidak dapat mengerti apa yang dikatakan Nabi Muhammad saw bahwa tulang belulang yang berserakan dan sudah menjadi tanah dapat dihidupkan kembali. Lebih mengherankan mereka lagi adalah kebangkitan nenek moyang mereka yang sudah lama dalam bumi, yang tidak ada lagi bekas-bekasnya, sehingga dengan demikian nenek moyang mereka tidak dapat hidup kembali. Semuanya ini ditanyakan mereka kepada Nabi saw.
17 Dan apakah bapak-bapak kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)`?(QS. 37:17)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 17

أَوَآبَاؤُنَا الْأَوَّلُونَ (17

(Dan apakah bapak-bapak kami yang telah dahulu) kalau dibaca Au berarti huruf 'Athaf, jika dibaca Awa, berarti huruf Istifham, Wawu-nya adalah huruf 'Athaf, sedangkan Ma'thuf 'Alaihnya adalah Inna dan Isimnya secara Mahall, atau di'athafkan kepada Dhamir yang terkandung di dalam lafal Lamab'uutsuuna, Hamzah Istifham sebagai pemisahnya. Maksudnya, apakah bapak-bapak kami yang telah dahulu akan dibangkitkan pula?
18 Katakanlah: `Ya, dan kamu akan terhina`.(QS. 37:18)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 18 - 19 

قُلْ نَعَمْ وَأَنْتُمْ دَاخِرُونَ (18) فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ (19

Dalam ayat ini Allah SWT menyuruh Nabi Muhammad saw agar menjawab secara tegas pertanyaan mereka itu, bahwa benar mereka dan nenek moyang mereka akan dibangkitkan kembali sesudah menjadi tanah. Mereka yang ingkar itu menjadi hina di hadapan Allah Yang Maha Tinggi. Sebagaimana Allah berfirman:


إن الذين يستكبرون عن عبادتي سيدخلون جهنم داخرين
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (Q.S. Al Muu'min: 60)
Dan ada ayat lain Allah SWT berfirman:


وكل أتوه داخرين
Artinya:
Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (Q.S. An Naml: 87)
Terjadinya Hari Kiamat sangatlah mudah bagi Allah SWT. Dengan satu teriakan saja yang ditiupkan dari sangkakala manusia akan bangkit dari kubur dan hidup kembali. Pada waktu itu mereka akan menyaksikan terlaksananya ancaman Allah SWT.
19 Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka tiba-tiba mereka melihatnya.(QS. 37:19)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ash Shaaffaat 19

 فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ (19

 (Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah dengan) dhamir pada ayat ini bersifat Mubham, kurang jelas, lalu ditafsirkan oleh ayat selanjutnya (suatu teriakan) atau satu hardikan saja (maka tiba-tiba mereka) yakni makhluk semuanya, menjadi hidup kembali seraya (melihat) apa yang dilakukan terhadap diri mereka.
20 Dan mereka berkata: `Aduhai celakalah kita!` Inilah hari pembalasan.(QS. 37:20)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSANKEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ash Shaaffaat 20 - 21 

وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَذَا يَوْمُ الدِّينِ (20) هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ (21

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan keluhan orang-orang yang ingkar akan Hari Kiamat Ketika mereka melihat azab yang akan menimpa mereka, mereka menjadi sadar akan ancaman Allah kepada mereka melalui lisan para Rasul dan hukuman yang akan mereka terima pada hari itu atas perbuatan mereka ketika di dunia. Mereka memperolok-olokkan dan mendustakan para Rasul serta mengingkari kebenaran ajaran yang dibawanya. Pada Hari Kiamat mereka menyesali atas perbuatan dan kata-kata demikian itu terhadap diri sendiri. Mereka sadar bahwa hari pembalasan sudah datang. Lalu mereka saling menyalahkan satu sama lain karena mendustakan Hari Kiamat yang benar-benar terjadi.
Pada Hari Kiamat itu akan jelas perbedaan antara orang yang baik dan kebaikan yang dibuatnya dengan orang-orang jelek dengan kejahatan yang dilakukannya.
Orang-orang yang telah berbuat baik akan dimasukkan ke surga Na'im. Sedang orang-orang yang telah berbuat fasik dan durhaka akan dimasukkan ke neraka Saqar. Firman Allah:


وما أدراك ما سقر لا تبقي ولا تذر
Artinya:
Tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu? Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Q.S. Al Muddassir: 27-28)

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [10]
Ayat 1 s/d 20 dari [182]



Tafsir Al Qur'an ini di sadur dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Jumat, 20 September 2013

Syariah : Menginjak Bekas Bakaran Mushaf Al Quran

Syariah 
 
Menginjak Bekas Bakaran Mushaf Al Quran



Biasanya rumah orang muslim selalu dihiasi dengan al-Quran yang memenuhi lemari-lemari ruangan yang ada. Dari sekian banyak mushaf tersebut ada yang telah bertahun-tahun tidak dipegang, ataupun dibersihkan, sehingga mengakibatkan kerusakan pada lembaran-lembarannya. Bisa sobek, dimakan rayap, lapuk ataupun sebab lain.
Sebagai sesuatu yang bersifat suci dan mulia, sebaiknya mushaf senantiasa dijaga dan dirawat dengan baik, walaupun itu sudah dalam keadaan rusak dan robek akibat termakan zaman.  Guna menjaga kehormatan serpihan mushaf yang berupa sobekan-sobekan kecil itu, sebaiknya segera saja membakarnya dan membeli mushaf yang baru lagi. Pertanyaan yang muncul kemudian, bagaimanakah hukum menginjak bekas bakaran Mushaf al-Quran tersebut ?
Jika memang benar-benar tahu bahwa bekas bakaran tersebut adalah mushaf Al Quran, maka tidak boleh menginjaknya dengan maksud pengingkaran atau penghinaan, tetapi jika tidak ada maksud mengingkari ataupun menghina, maka perbuatan tersebut tidak apa-apa, karena bekas bakaran mushaf Al Quran tersebut bukanlah disebut Mushaf lagi dan telah berubah status, wujud dan sifatnya

إذا عرف أن ذلك التراب أو الرماد هو رماد المصحف فلا يجوز له أن يطأه على وجه الإمتهان أو العناد
Jika telah diketahui bahwa abu atau bekas bakaran tersebut adalah mushaf, maka tidak boleh menginjaknya dengan maksud ingkar atau menghina.

وأما إذا لم يكن قاصد للإمتهان ولا معاندا فإن ذلك لا يكون حراما، لأنه قد خرج عن كونه قرآنا وتبدلت ذاته وصفته وشكله وهيئته
Sedangkan jika orang tersebut tidak ada maksud ingkar atau menghina, maka tidak apa-apa karena bekas bakaran mushaf Al Quran tersebut bukanlah disebut Mushaf lagi dan telah berubah status, wujud dan sifatnya.




_____________________________
Sumber :  http//www.nu.or.id

Syariah : Tidak Sunnah Membaca Bismillah sebelum Shalat

Syariah 
Tidak Sunnah Membaca Bismillah sebelum Shalat







Space Iklan
300 x 80 Pixel
Para ulama’ fiqih telah mendefinisikan shalat sebagai pekerjaan yang dimulai dengan takbiratul ihram (Allahu akbar) dan diakhiri dengan salam (Assalamu’alaikum warahmatullah), dengan berbagai syarat dan rukun yang telah ditentukan.Namun demikian, sering kali kita dengar seseorang melafadkan ta’awwudz (A’udzu Billaahi Minasy Syaithaanirrajim)  atau Basmalah (Bismillahirrahmanirrahim)sebelum mendirikan shalat. Apakah hal itu termasuk dalam kategori sunnah?
Sebenarnya tidak disunahkan membaca Ta’awwudz atau Basmalah ketika hendak melaksanakan shalat, karena syara’ telah menetapkan bahwa shalat itu dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, Dalam Kitab Fatawa Isma’il Zain disebutkan

فإن الشارع جعل لها مبدأ وهو تكبيرة الإحرام فلا تسن البسملة قبلها
Syari’at telah menetapkan takbiratul ihram sebagai pembuka shalat, maka tidak disunahkan membaca bismillah sebelumnya. 
Lalu bagaimanakah dengan hadits Nabi tentang setiap pekerjaan yang tidak diawali dengan membaca basmalah adalah sia-sia?

كل أمر ذي بال لايبدأ فيه بسم الله الرحمن الرحيم فهو أبتر
Setiap pekerjaan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah, maka sia-sialah pekerjaan tersebut.
Disini bisa dikasih catatan, bahwa pekerjaan yang telah ditentukan oleh Syara’ seperti shalat adalah diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, maka tidak disunahkan membaca Ta’awwudz atau Basmalah sebelumnya. Meskipun demikian, hal ini tidak lantas bisa diartikan sebagai larangan membaca bismillah dan ta'awudz sebelum shalat. karena tidak ada syariat yang melarang membaca basmallah sebelum shalat.
oleh karena itu, bagi mereka yang telah terbiasa membaca basmallah atau ta'awwudz sebelum shalat, hendaknya memahami betul bahwa basmaallah ataupun ta'awudz itu tidak termasuk dalam rukun shalat.

 &&****&&



_____________________________________
Sumber : http//www.nu.or.id

Syariah : Hukum Undangan Kawinan dan Kondangan

Syariah 

Hukum Undangan Kawinan dan Kondangan


Space Iklan
300 x 80 Pixel
Menghadiri undangan pesta perkawinan walimatul ‘arus adalah sesuatu yang wajib menurut fiqih, jika tidak ada halangan (udzur syar’i), begitu aturan fiqih sebagaimana terdapat dalam Kitab Kifayatul Akhyar


 والوليمة على العرس مستحبة، والإجابة إليها واجبة إلا من عذر

Mengadakan acara resepsi pernikahan adalah diperbolehkan, sedangkan memenuhi undangan resepsi tersebut adalah wajib hukumnya kecuali jika ada udzur atau halangan.
Sedangkan membawa sumbangan dalam berbagai bentuk kepada tuan rumah atau shahibul hajat (yang disebut dalam tradisi berbeda-beda kondangan, angpao, buwoh dll) tidaklah masuk dalam hukum wajib tersebut. mungkin hal itu merupakan pengejawantahan dari rasa saling membantu yang telah berurat akar dalam tradisi masyarakat kita.
Oleh karena itu tidak dibenarkan jika seseorang sengaja tidak menghadiri undangan walimatul ‘arus hanya dikarenakan tidak ada ‘barang bawaan (kondangan) yang akan diberikan kepada tuan rumah shahibul hajat. Akan tetapi, kuatnya tradisi kondangan (membawa sumbangan kepada tuan rumah dalam berbagai bentuk) ini, mengalahkan hukum fiqih. Sehingga terjadi pergeseran pemahaman.  Masyarakat banyak menganggap kondangan jauh lebih penting mengalahkan kehadiran itu sendiri. Hal inilah yang perlu diluruskan.
Lantas bagaimanakah jika memang ada sesuatu (udzur syar’i, sakit misalnya) yang menyebabkan seseorang tidak bisa menghadiri undangan, apakah wajib diwakilkan?  Jika memang ada udzur syar’i maka gugurlah kewajiban itu sendiri, tanpa harus diwakilkan. Karena dalam kaedah fiqih disebutkan


إن كل ما سقط بالعذر لا يقبل النيابة

Setiap kewajiban yang (bisa) gugur sebab adanya halangan (udzur),  maka kewajiban itu tidak bisa diwakilkan.
Adapun jika seseorang yang berhalangan hadir tersebut mengirimkan perwakilannya dengan tujuan menyampaikan kondangan maka hal itu boleh-boleh saja. Dan hal ini sudah tidak lagi   menjadi urusan fiqih,tetapi urusan norma sosial. 

 ******


_____________________________________
Sumber : http://www.nu.or.id

Syariah

Hukum Rambut Rontok saat Junub



Kalau mau bersih, mandi tentu pakai air dan sabun. Air harus dibeli. Ini tidak harus. Tetapi bagi sejumlah penduduk, air harus dibeli. Urusan sabun ini mutlak harus dibeli. Meskipun yang mewarung itu tetangga baik kenal maupun tidak, sabun tetap harus dibayar baik kontan maupun hutang.

Demikian persiapan mandi. Setidaknya demikian disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Adapun hukum mandi menurut syar‘i terbagi dua. Wajib dan sunah. Sunah bilamana mandi itu diniatkan untuk menghadiri sembahyang Jum‘at, istisqa, sembahyang gerhana, usai memandikan jenazah, wukuf, thawaf, atau masuk kota Mekkah.

Sementara mandi wajib diperuntukkan bagi mereka yang dalam keadaan junub karena keluar mani sebab jimak atau lainnya, usai haid, atau nifas.

Baik mandi wajib atau sunah, seseorang harus niat mandi wajib atau mandi sunahnya di awal basuhan. Persoalan niat ini sebuah kewajiban. Berikutnya meratakan tubuh dengan air. Segala permukaan dan lipatan di tubuh mesti secara rata terbasuh air baik berbentuk bulu, kuku, maupun kulit. Perataan air ini tidak terkait sama sekali dengan sabun. Yang penting rata dengan air.

Bagaimana kalau sejumlah bagian itu terlepas seperti rambut rontok, kuku yang terpotong, amputasi beberapa bagian tubuh? Apakah bagian yang terlepas wajib dibasuh? Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin wa Umdatul Muftiyin mengatakan seperti di bawah ini.


ولو غسل بدنه إلا شعرة أو شعرات ثم نتفها، قال الماوردي: إن كان الماء وصل أصلها، أجزأه، وإلا لزمه إيصاله إليه. وفي فتاوى ابن الصباغ: يجب غسل ما ظهر، وهو الأصح. وفي البيان وجهان. أحدهما يجب. والثاني لا، لفوات ما يجب غسله، كمن توضأ وترك رجله فقطعت. والله أعلم.

“Andaikan seseorang membasuh seluruh badannya kecuali sehelai atau beberapa helai rambut (bulu) kemudian ia mencabutnya, maka Imam Mawardi berpendapat, 'Jika air dapat sampai ke akar helai itu, maka memadailah. Tetapi jika tidak, maka ia wajib menyampaikan air ke dasar bulu itu.' Sedangkan fatwa Ibnu Shobagh menyebutkan, 'Wajib membasuh bagian yang tampak saja.' Pendapat ini lebih sahih. Sementara kitab Albayan menyebut dua pendapat. Pertama, wajib (membasuh bagian tubuh yang terlepas-pen). Kedua, tidak wajib. Karena, telah luput bagian yang wajib dibasuh. Ini sama halnya dengan orang yang berwudhu tetapi tidak membasuh kakinya, lalu diamputasi.”

Jadi seseorang yang junub tidak perlu berpikir meskipun sekali untuk menyisir rambut karena takut rontok, memotong kuku, atau membersihkan bulu lainnya. Ia pun tidak perlu mengumpulkan rambut rontok dan potongan kukunya untuk dimandikan wajib bersama. Tetapi ada baiknya kalau ia menyisir atau memotong rambut, dan menggunting kuku setelah mandi wajib. Wallahu A’lam.



______________________________
Sumber : http://www.nu.or.id
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU