Kamis, 12 Desember 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-FATH AYAT 1 - 20 ( 01 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    Nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL FATH
Ayat [29]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
1 Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada kamu kemenangan yang nyata,(QS. 48:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 1 

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1

Pendapat para ahli tafsir berbeda tentang yang dimaksud dengan "kemenangan" dalam ayat ini. Sebagian mereka berpendapat penaklukan Mekah. Ada yang berpendapat: penaklukan negeri-negeri yang waktu itu berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi dan ada yang berpendapat: perdamaian Hudaibiyah. Kebanyakan ahli tafsir mengikuti pendapat terakhir ini. Mereka ialah:
1. Menurut pendapat Ibnu `Abbas ialah bahwa "kemenangan dalam ayat ini adalah perdamaian Hudaibiyah karena perdamaian itu menjadi sebab terjadinya penaklukan Mekah.
2. Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud ra yang berkata: "Kamu berpendapat bahwa yang dimaksud dengan kemenangan dalam ayat ini ialah penaklukan Mekah, sedangkan kami berpendapat: Perdamaian Hudaibiyah. Pada riwayat yang lain diterangkan bahwa surah Al Fath ini diturunkan pada suara tempat yang terletak antara Mekah dan Madinah, setelah terjadi perdamaian Hudaibiyah, sejak permulaan sampai akhir surah.
3. Az Zuhri mengatakan: "Tidak ada kemenangan yang lebih besar daripada kemenangan yang ditimbulkan oleh perdamaian Hudaibiyah dalam sejarah penyebaran agama Islam di masa Rasulullah. Sejak terjadinya perdamaian itu, terjadilah hubungan yang langsung antara orang-orang muslim dan orang-orang musyrik Mekah. Orang muslim dapat melihat kembali kampung halaman yang telah lama ditinggalkan dan keluarga mereka.
Dalam hubungan dan pergaulan yang demikian itu, orang-orang kafir telah mendengar secara langsung percakapan kaum Muslimin, baik yang dilakukan sesama mereka kaum Muslimin, maupun yang dilakukan dengan orang kafir itu sehingga dalam masa tiga tahun, banyak di antara mereka yang masuk Islam. Demikianlah terjadi proses itu sehingga pada waktu penaklukan Mekah, kaum Muslimin dapat memasuki kota itu tanpa pertumpahan darah.
"Hudaibiyah" adalah nama sebuah desa, kira-kira 30 km di sebelah barat kota Mekah, Nama itu berasal dari nama sebuah perigi yang ada di desa itu. Dengan nama desa itu, diberi nama suatu perjanjian antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir Mekah, yang terjadi pada bulan Zulkaidah tahun 6 H (Februari 628 M) di desa itu.
Pada tahun keenam Hijriah, Nabi Muhammad saw beserta kaum Muslimin yang berjumlah hampir 1.500 orang memutuskan untuk berangkat ke Mekah akan melepaskan rasa rindu mereka kepada Baitullah kiblat mereka, dengan melakukan umrah dan untuk melepaskan rasa rindu kepada sanak keluarga yang telah lama mereka tinggalkan. Untuk menghilangkan prasangka yang bukan-bukan dari orang kafir Mekah, maka kaum Muslimin mengenakan pakaian ihram, membawa hewan-hewan untuk disembelih dan disedekahkan kepada penduduk Mekah. Mereka pun berangkat tidak membawa senjata, kecuali sekadar senjata yang biasa dibawa orang dalam perjalanan jauh.
Sesampainya di Hudaibiyah, rombongan besar kaum Muslimin itu bertemu dengan Basyar bin Sofyan Al Ka'by. Basyar mengatakan kepada Rasulullah bahwa orang-orang Quraisy telah mengetahui kedatangan beliau dan kaum Muslimin Karena itu, mereka telah mempersiapkan balatentara dan senjata untuk menyambut kedatangan kaum Muslimin itu. Mereka sedang berkumpul di Zi Tuwa. Karena itu, Rasulullah saw mengutus Usman bin `Affan menemui pimpinan Quraisy, untuk menyampaikan maksud beliau itu. Setelah Usman kembali, diadakan perundingan antara Rasulullah saw dan pimpinan Quraisy. Perundingan itu menghasilkan persetujuan perdamaian antara kaum Muslimin dengan orang-orang musyrik Mekah, yang dinamakan "Perdamaian Hudaibiyah". Di antara isi perdamaian itu ialah:
1. Menghentikan peperangan selama 10 tahun.
2. Setiap orang Quraisy yang datang kepada Rasulullah saw tanpa seizin Wali yang mengurusnya, harus dikembalikan kepada walinya itu, tetapi setiap orang Islam yang datang kepada orang Quraisy; tidak dikembalikan kepada walinya.
3. Kabilah-kabilah Arab boleh memilih antara mengadakan perjanjian dengan kaum Muslimin atau dengan orang musyrik Quraisy. Sehubungan dengan ini, maka kabilah Khuza'ah memilih kaum Muslimin, sedangkan golongan Bani Bakr memilih kaum musyrik Mekah.
4. Nabi Muhammad saw dan rombongan tidak boleh masuk Mekah pada tahun perjanjian itu dibuat, tetapi baru dibolehkan pada tahun berikutnya dalam masa tiga hari. Selama tiga hari itu, orang-orang Quraisy akan mengosongkan kota Mekah, Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin tidak boleh membawa senjata lengkap memasuki kota Mekah.
Setelah perjanjian itu, Rasulullah saw beserta kaum Muslimin kembali ke Madinah.
Perjanjian perdamaian itu ditentang oleh sebagian sahabat Rasulullah saw karena mereka menganggap perjanjian itu merugikan kaum Muslimin dan lebih menguntungkan orang-orang musyrik Mekah. Apabila dilihat sepintas lalu, benarlah anggapan sebahagian para sahabat itu, seperti yang tersebut pada angka dua dan angka empat. Dalam perjanjian itu ditetapkan bahwa setiap orang musyrik yang datang kepada Nabi tanpa seizin walinya harus dikembalikan, sebaliknya kalau orang Muslimin datang kepada orang Quraisy tidak dikembalikan. Di samping itu, kaum Muslimin dilarang masuk kota Mekah pada tahun itu. Sekalipun boleh pada tahun yang akan datang, namun hanya dalam waktu tiga hari, sedang kota Mekah adalah kampung halaman mereka sendiri. Dalam pada itu kaum Muslimin waktu itu telah mempunyai kekuatan yang cukup untuk memerangi dan mengalahkan orang-orang musyrik, mengapa tidak langsung memerangi mereka saja?.
Lain halnya dengan Rasulullah saw dan para sahabat yang lain, yang memandangnya dari segi politik dan mempunyai pandangan yang jauh ke depan Sesuai dengan ilham dari Allah SWT, beliau yakin bahwa perjanjian itu akan merupakan titik pangkal kemenangan yang akan diperoleh kaum Muslimin pada masa-masa yang akan datang. Sekalipun ayat dua dan empat dari perjanjian itu sekan-akan merugikan kaum Muslimin. Beliau telah yakin bahwa tidak akan ada kaum Muslimin yang menjadi kafir kembali, karena mereka telah banyak mendapat ujian dari Tuhan mereka. Keyakinan beliau itu tergambar dalam sikap beliau setelah terjadi perjanjian itu.
Diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah dalam suatu perjalanan beliau di malam hari bersama Umar bin Khattab, Umar bertanya kepada beliau tentang sesuatu; tetapi tidak dijawab beliau. Pertanyaan itu diulang-ulang Umar sampai tiga kali, namun tidak juga mendapat jawaban dari beliau, sehingga Umar berkata kepada dirinya, "Sia-sialah ibumu melahirkan hai Umar" selanjutnya Umar berkata: "Maka kupercepat kendaraanku sehingga aku dapat mendahului orang banyak. Waktu itu aku khawatir akan turun ayat Alquran berhubungan dengan aku. Tiba-tiba aku mendengar ada seruan orang memanggilku. Aku khawatir, kalau-kalau orang memanggilku karena ada ayat turun tentangku, maka aku datangilah Rasulullah dan aku memberi salam kepadanya lalu beliau berkata: "Sesungguhnya telah diturunkan suatu surah kepadaku, dan surah itu lebih aku cintai dari apa saja yang ada di dunia ini (yang disinari matahari). Kemudian beliau membaca ayat ini".
Jika dikaji dan dipelajari, maka apa yang diyakini oleh Rasulullah itu dapat dipahami, di antaranya ialah:
1. Dengan adanya perjanjian Hudaibiyah, berarti orang-orang musyrik Mekah secara tidak langsung telan mengakui secara de fakto, pemerintahan kaum Muslimin di Madinah. Selama ini, mereka menyatakan bahwa Nabi dan kaum Muslimin itu tidak lebih dari sekelompok pemberontak yang ingin memaksakan kehendaknya kepada mereka, orang-orang Quraisy. Dengan dibolehkan Rasulullah saw bersama kaum Muslimin memasuki kota Mekah pada tahun yang akan datang melaksanakan ibadah di sekitar Kakbah, terkandung pengertian bahwa orang-orang musyrik Mekah telah nengakui bahwa agama Islam adalah agama yang berhak menggunakan Kakbah sebagai rumah ibadat mereka dan hal ini juga berarti bahwa mereka telah mengakui agama Islam sebagai salah satu dari agama-agama yang ada di dunia.
2. Dengan terjadinya perjanjian itu, berarti kaum muslimin telah memperoleh jaminan keamanan dari orang-orang musyrik Mekah sehingga memungkinkan mereka menyusun dan membina masyarakat Islam dan melakukan dakwah Islamiyah ke seluruh penjuru tanah Arab tanpa mendapat gangguan dari orang-orang musyrik Quraisy. Selama ini setiap usaha Rasulullah saw selalu mendapat rintangan dan gangguan dari mereka Sejak itu pula,, Rasulullah dapat mengirim surah untuk mengajak raja-raja yang berada di sekitar Jazirah Arab dan di luarnya masuk Islam, seperti Persia, Muqauqis dari Mesir, Heraklius kaisar Romawi, raja Gasasinah, pembesar-pembesar Yaman, raja Najasyi (Negus) dari Ethiopia dan sebagainya.
Pada tahun kedelapan Hijriah, orang Quraisy menyerang Bani Khuza'ah, sekutu kaum Muslimin. Dalam perjanjian Hudaibiyah disebutkan bahwa penyerangan kepada salah satu dari sekutu kaum Muslimin, berarti penyerangan kepada kaum Muslimin. Hal ini berarti pula bahwa pihak yang menyerang itu telah melanggar secara sepihak yang telah dibuat itu. Karena itu, maka pada tahun kedelapan Hijriah tanggal 10 Ramadan, berangkatlah Rasulullah bersama 10.000 kaum Muslimin menuju Mekah. Setelah mendengar kedatangan kaum Muslimin dalam jumlah yang banyak itu, maka orang-orang Quraisy menjadi gentar dan takut, sehingga Abu Sofyan pemimpin Quraisy waktu itu, segera menemui Rasulullah di luar kota Mekah. Ia menyatakan kepada Rasulullah bahwa ia dan seluruh kaumnya menyerahkan diri kepada beliau dan ia sendiri menyatakan masuk Islam waktu itu juga. Dengan pernyataan Abu Sofyan itu maka Rasulullah bersama kaum Muslimin memasuki kota Mekah dalam suasana aman dan tenteram, tanpa pertumpahan darah. Dengan demikian, sempurnalah kemenangan Rasulullah saw dan kaum Muslimin, yang terjadi setelah dua tahun diadakan perjanjian Hudaibiyah, Sejak itu pula, agama Islam tersebar dengan mudah ke segala penjuru Jazirah Arab. Dan sejak itu pula, agama Islam telah pula mulai melebarkan sayapnya ke daerah-daerah yang dikuasai oleh negara-negara besar pada waktu itu, seperti daerah-daerah kerajaan Romawi dan kerajaan Persia.
2 supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,(QS. 48:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 2 - 3 

لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2) وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا (3

Ayat ini menerangkan bahwa dengan terjadinya perjanjian Hudaibiyah, maka berarti Allah telah menyempurnakan nikmat Nya yang tiada terhingga kepada Rasulullah saw. Nikmat-nikmat itu ialah:
1. Mengampuni dosa-dosa Rasulullah yang dilakukan sebelum dan sesudah terjadi perjanjian Hudaibiyah. Tentu saja yang dimaksud dosa dalam ayat ini ialah kesalahan-kesalahan dan dosa kecil yang tidak mengurangi atau merusakkan fungsi kenabiannya karena Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terpelihara dari perbuatan dosa besar.
2. Tersebarnya agama Islam ke seluruh Jazirah Arab, bahkan ke beberapa daerah kerajaan Romawi. Maka hal itu menjadikan Rasulullah sebagai seorang yang bertanggung jawab dan mengurus persoalan agama dan pula sebagai Kepala Negara. Dalam sejarah, jarang terjadi hal yang demikian yaitu di samping di angkat Allah menjadi Nabi dan Rasul juga menjadi Kepala Negara. Di antara Nabi dan Rasul yang merangkap sebagai kepala negara: hanya Nabi Daud as dan putra beliau Nabi Sulaiman as.
3. Membimbing Rasulullah saw ke jalan yang lurus dan diridai Nya.
4. Menolong Rasulullah dari gangguan dan serangan musuh sehingga tidak satu pun dari musuh itu dapat menyerang dan membunuhnya.
Menurut Mujahid, Sofyan As Sauri, Ibnu Jarir dan Al Wahidy, dan beberapa ulama yang lain yang dimaksud dengan memberi pengampunan dalam ayat ini ialah mengampuni dosa-dosa Rasulullah saw sebelum beliau diangkat menjadi Rasul dan sesudah diangkat menjadi Rasul.
Az Zamakhsyary, pengarang tafsir Al Kasysyaf berkata: "Kalau engkau menanyakan mengapa Allah SWT menjadikan penaklukan kota Mekah itu sebagai sebab bagi pengampunan dosa Muhammad, akan kujawab: "Allah SWT bukan menjadikan penaklukan kota Mekah itu sebagai sebab bagi pengampunan dosanya saja, akan tetapi Allah SWT menjadikannya sebagai sebab Rasulullah mendapat empat perkara, yaitu: pengampunan dosanya, penyempurnaan nikmat-nikmat Nya, petunjuk ke jalan yang lurus dan kemenangan yang gilang-gemilang.
3 dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).(QS. 48:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al Fath 3

وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا (3


(Dan supaya Allah menolongmu) melalui agama Islam itu (dengan pertolongan yang mulia) tidak pernah hina atau pertolongan yang kuat dan tidak dapat dikalahkan.
4 Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,(QS. 48:4)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 4 

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا (4

Allah SWT menganugerahkan nikmat Nya dengan menanamkan ketenangan dalam hati orang-orang yang beriman, terutama dalam hati para sahabat yang ikut serta beserta Rasulullah saw dalam perjanjian Hudaibiyah. Dengan ketenangan hati itu, para sahabat tunduk dan patuh kepada hukum Allah dan keputusan Rasul Nya. Dengan ketenangan hati itu, Allah SWT menambah iman para sahabat.
Imam Bukhari menetapkan kesimpulan berdasarkan ayat ini bahwa iman itu tidak sama kadarnya dalam tiap-tiap hati orang-orang beriman; ada yang tebal ada yang sedang, dan ada pula yang tipis. Di samping itu iman dapat pula bertambah dan berkurang pada diri seseorang.
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan menurunkan ketenangan dalam hati orang-orang yang beriman, ialah menghilangkan perbedaan pendapat. yang terjadi antara para sahabat Rasulullah tentang perdamaian Hudaibiyah. Dengan timbulnya ketenangan hati, semua sahabat Nabi akhirnya mengikuti keputusan Rasul Nya. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khattab termasuk di antara sahabat yang tidak menyetujui perdamaian Hudaibiyah itu sehingga beliau berkata, "Bukankah kita pada jalan yang hak, sedangkan mereka di jalan yang batil?". Dengan rahmat Allah, perbedaan pendapat itu hilang. Para sahabat menyadari kebenaran pendapat Rasulullah saw itu, termasuk Umar bin Khattab yang akhirnya menyetujui pendapat Rasulullah.
Ayat ini dapat berarti umum dan dapat berarti khusus. Arti umum ialah: Allah SWT akan menanamkan ketenangan hati, kesabaran dan ketabahan bagi setiap orang yang beriman sehingga tidak ada lagi perbedaan pendapat di antara mereka yang dapat menimbulkan perpecahan. Hanya orang-orang yang kurang imannya sajalah yang mudah berselisih dan bercekcok dengan orang yang beriman yang lain, sedangkan arti khususnya ialah: Allah SWT menimbulkan ketenangan hati pada setiap orang yang bersama Rasulullah saw dalam menghadapi perdamaian Hudaibiyah. Arti khusus inilah yang dimaksud dalam ayat ini karena inilah yang sesuai dengan sebab turunnya ayat ini.
Allah SWT menerangkan bahwa Dia lah yang mengatur dan menguasai langit dan bumi. Dia mempunyai tentara langit dan tentara bumi, yang dapat melaksanakan segala sesuatu yang dikehendaki Nya. Tidak ada satu pun dari tentara Nya itu yang mengingkari perintah-perintah Nya. Di antara tentara-tentara itu ada yang berupa malaikat, binatang-binatang, angin topan, gempa yang dahsyat, banjir, aneka rupa penyakit, dan sebagainya. Jika dikehendaki Nya Dia dapat menghancurkan segala sesuatu dengan satu macam tentara Nya saja termasuk menghancurkan setan. Tetapi Dia tidak berbuat demikian, bahkan Dia memerintahkan kepada kaum Muslimin agar berjihad dan berperang di jalan Nya. Semuanya itu ditetapkan sesuai dengan hikmah, tujuan dan kemaslahatan yang diketahui Nya, sedangkan manusia boleh jadi tidak mengetahuinya.
5 supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yanh besar di sisi Allah,(QS. 48:5)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 5 

لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَكَانَ ذَلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا (5

Allah SWT melakukan yang demikian itu agar tiap-tiap orang mukmin merasakan nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada mereka sehingga mensyukurinya. Dengan adanya usaha mensyukuri nikmat Allah itu maka manusia akan mendapat tambahan nikmat dari Allah yang lebih besar lagi yaitu dengan menghapus dosa kesalahan-kesalahan yang telah mereka perbuat dan menyediakan tempat yang penuh kebahagiaan bagi mereka di surga. Hal itu merupakan kemenangan yang besar bagi mereka.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Bukhari bahwa Anas bin Malik bertanya kepada Rasulullah saw, mengenai diturunkannya ayat 1 sampai dengan ayat 3 surah ini, dalam perjalanan pulang ke Madinah, setelah perjanjian Hudaibiyah. Rasulullah saw berkata: "Sesungguhnya telah turun kepadaku ayat yang lebih aku sukai daripada apa yang ada di permukaan bumi ini". Kemudian beliau membacanya. Para sahabat berkata, "Alangkah baiknya ya Rasulullah, sesungguhnya telah diterangkan apa yang akan dianugerahkan kepada engkau, tetapi apa yang akan dianugerahkan Allah kepada kami?" Maka turunlah ayat ini, yang menerangkan anugerah yang akan diterima oleh orang-orang yang beriman.
6 dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapatkan giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.(QS. 48:6)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 6 

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (6

Allah SWT melakukan semuanya itu untuk mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan. Sikap dan tindakan mereka terhadap kaum Muslimin itu menyebabkan mereka mendapat azab dari Allah, di samping timbulnya kebingungan, ketakutan, kesedihan pada diri mereka karena mereka melihat kemenangan kaum Muslimin atas mereka, lenyap dan kalahnya agama mereka oleh Islam, ditawannya sebahagian mereka oleh orang-orang yang beriman, dan terbunuhnya sebagian keluarga mereka dalam peperangan, dan sebagainya. Semula mereka menyangka bahwa mereka pasti menang, dapat mengalahkan kaum Muslimin, bahkan sanggup membunuh semuanya. Sedangkan mereka itu berdasarkan keadaan pada waktu itu yakin keadaan mereka yang lebih baik dari keadaan kaum Muslimin. Tetapi yang terjadi adalah sebaliknya dan segala macam penyesalan mereka itu tidak ada gunanya lagi.
Dalam ayat ini "orang-orang munafik" disebut lebih dahulu dari "orang-orang musyrik". Hikmahnya ialah untuk menekankan bahwa orang-orang munafik lebih banyak menimbulkan kemudaratan bagi orang-orang yang beriman, dibandingkan dengan orang-orang musyrik. Orang munafik merupakan musuh yang tidak nampak dan sukar menghadapinya, sedangkan orang-orang musyrik adalah musuh yang nampak dengan jelas sehingga mudah menghadapinya. Sehubungan dengan sikap orang-orang munafik ini, Allah SWT berfirman:


بل ظننتم أن لن ينقلب الرسول والمؤمنون إلى أهليهم أبدا وزين ذلك في قلوبكم وظننتم ظن السوء وكنتم قوما بورا
Artinya:
Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan setan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka mereka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.
Di samping bencana yang akan menimpa orang-orang munafik dan orang-orang musyrik itu, mereka juga akan menerima kemurkaan Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, disediakan neraka Jahanam yang membakar hangus mereka di akhirat nanti. Neraka Jahanam itu adalah tempat yang paling buruk disediakan bagi mereka.
7 Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 48:7)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 7 

وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (7

Orang-orang munafik dan orang-orang musyrik itu tidak akan dapat menantang kekuasaan dan kehendak Allah SWT karena Dia mempunyai tentara yang kuat di langit dan di bumi, yang terdiri dari malaikat, jin, manusia, petir yang dahsyat, angin kencang, banjir, gempa yang dahsyat dan sebagainya. Semuanya itu dapat dikerahkan Nya kapan saja Dia kehendaki untuk menghancurkan orang-orang yang ingkar kepada Nya.
Dalam ayat 4 telah diterangkan pula bahwa Allah SWT mempunyai tentara di langit dan di bumi. Dalam ayat ini diulang lagi perkataan tersebut. Gunanya ialah untuk menjelaskan bahwa Allah SWT mempunyai tentara untuk menyampaikan rahmat dan untuk menurunkan azab Nya. Ayat 4 menerangkan tentang yang menyampaikan nikmat, sedangkan ayat ini menerangkan tentara yang menurunkan azab.
Diriwayatkan bahwa setelah perdamaian Hudaibiyah, Ibnu Ubay berkata: "Apakah Muhammad mengira bahwa setelah terjadi perdamaian Hudaibiyah, ia tidak mempunyai musuh lagi? Bukankah masih ada kerajaan Persia dan Romawi?" Maka turunlah ayat ini yang menerangkan bahwa Allah mempunyai tentara langit dan bumi, yang dapat mengalahkan tentara atau kekuatan apa pun jika Dia menghendakinya.
Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa Allah SWT Maha Perkasa, tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan dan menandingi Nya, Dia Maha Bijaksana melakukan segala macam tindakan sesuai dengan faedah dan manfaatnya.
8 Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,(QS. 48:8)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 8 

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (8

Allah SWT menyatakan bahwa sesungguhnya Dia mengutus Muhammad saw sebagai saksi atas umatnya terutama mengenai sikap mereka terhadap seruannya. Nabi bertugas menyampaikan agama Allah kepada semua manusia, serta menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang mau mengikuti agama yang disampaikannya kepada mereka akan diberi pahala yang berlipat ganda, berupa surga di akhirat nanti. Ia juga bertugas memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengingkari seruannya untuk mengikuti agama Nya bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam neraka sebagai akibat dari keingkaran mereka.
9 supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbi kepada-Nya di waktu pagi dan petang.(QS. 48:9)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 9 

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (9

Allah melakukan yang demikian itu agar manusia beriman kepada-Nya, beriman kepada Muhammad saw, sebagai Rasul yang diutus-Nya, membela dan menegakkan agama-Nya dengan menyampaikannya kepada manusia yang lain, mengagungkan-Nya serta bertasbih dengan memuji-Nya pada setiap pagi dan petang.
10 Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.(QS. 48:10)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 10 

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (10

Ayat ini menerangkan pernyataan Allah SWT terhadap baiat yang dilakukan para sahabat kepada Rasulullah saw, "bahwa orang-orang yang mengadakan baiat kepada Muhammad, berarti ia mengadakan baiat pula kepada Allah."
Baiat ialah suatu perjanjian setia atau ikrar yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang yang berisi pengakuan mentaati seseorang umpamanya karena ia diangkat menjadi imam atau khalifah.
Yang dimaksud dengan bai'ah dalam ayat ini ialah "Baiat Ridwan" yang terjadi di Hudaibiyah yang dilakukan para sahabat di bawah Samurah. Para sahabat waktu itu berjanji kepada RasuIullah saw bahwa mereka tidak akan lari dari medan pertempuran serta akan bertempur sampai titik darah yang penghabisan memerangi orang-orang musyrik Mekah, seandainya kabar yang disampaikan kepada mereka bahwa Usman bin 'Affan yang diutus Rasulullah itu benar telah mati dibunuh orang musyrik Mekah.
Diriwayatkan oleh Bukhari dari Qatadah, ia berkata kepada Said bin Musayyab, "Berapa jumlahnya orang yang ikut Baiatur Ridwan?" Said menjawab, "Seribu lima ratus orang". Ada pula yang berpendapat jumlahnya 1.400 orang.
Pada penafsiran ayat I surah ini, telah diterangkan bahwa sekitar tahun keenam Hijriyah, Rasulullah saw dan para sahabat telah memutuskan akan mengunjungi Mekah pada tahun itu juga, dengan maksud mengerjakan umrah serta melihat sanak keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Maka beliau beserta kaum Muslimin berangkatlah. Sesampainya di Hudaibiyah, beliau bertemu dengan; Basyar bin Sofyan Al Ka'by. Basyar menerangkan kepada beliau bahwa orang-orang musyrik Mekah telah mengetahui beliau beserta para sahabat, dan telah bersiap di Zi Tuwa dengan persenjataan lengkap untuk menyerang kaum muslimin.
Karena itu, beliau mengutus Usman bin 'Affan lebih dahulu ke Mekah menemui pembesar-pembesar Quraisy untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau beserta kaum Muslimin. Maka berangkatlah Usman. Kaum Muslimin menunggu-nunggu kembalinya Usman, tetapi tidak juga kembali karena Usman ditahan oleh pembesar-pembesar Quraisy. Kemudian tersiar berita di kalangan kaum muslimin bahwa `Usman telah mati dibunuh oleh pembesar-pembesar Quraisy. Mendengar berita itu banyak di antara kaum Muslimin yang telah habis batas kesabarannya sehingga Rasulullah saw menganjurkan agar kaum Muslimin melakukan baiat kepada beliau. Kaum Muslimin pun mengikuti anjuran Nabi Muhammad saw itu dan melakukan baiat kecuali seorang bernama Jaddir bin Qais Al Ansari. Isi baiat itu ialah bahwa mereka akan memerangi kaum musyrikin bersama-sama dengan Rasulullah saw sampai tercapainya kemenangan. Baiat para sahabat itu diridai Allah SWT sebagai tersebut dalam ayat 18 surah ini. Karena itu, baiat itu disebut "Baiat Ridwan" yang berarti "Baiat yang diridai".
Baiat Ridwan ini menggetarkan hati orang-orang musyrik Mekah karena mereka takut kaum Muslimin akan menuntut balas bagi kematian Usman sebagaimana yang diduga mereka. Karena itu mereka mengirimkan utusan yang menyatakan bahwa berita tentang pembunuhan Usman itu bohong dan mereka datang untuk berunding dengan Rasulullah saw. Perundingan itu menghasilkan perdamaian yang disebut perjanjian Hudaibiyah (Sulhul Hudaibiyah).
Dalam ayat ini, diterangkan cara Baiat yang dilakukan para sahabat kepada Rasulullah saw yaitu dengan meletakkan tangan Rasulullah saw di atas tangan orang-orang yang berjanji. Dalam keadaan itu diucapkanlah lafal baiat itu.
Yang dimaksud dengan "tangan Allah di atas tangan mereka" ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah saw sama hukumnya dengan berjanji kepada Allah. Tangan Allah dalam ayat ini diartikan arti kiasan, karena Allah SWT Mahasuci dari segala sifat yang menyerupai makhluk Nya. Karena itu, ada ahli tafsir yang mengartikan tangan di sini dengan kekuasaan.
Kemudian diterangkan akibat yang akan dialami orang-orang yang mengingkari perjanjian itu yaitu mereka akan memikul dosa yang besar. Sebabnya mereka memikul dosa yang besar ialah karena baiat itu dilakukan oleh pribadi-pribadi kaum Muslimin dengan Nabi Muhammad saw, bukan dilakukan secara bersama (massal). Sebaliknya diterangkan pula pahala yang akan diperoleh oleh orang-orang yang menepati baiatnya itu, mereka akan memperoleh pahala yang berlipat ganda di akhirat nanti dan tempat mereka adalah surga yang penuh dengan kenikmatan.
11 Orang-orang Badwi yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan mengatakan: `Harta dan keluarga kami telah merintangi kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami`; mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah: `Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki kemudharatan bagimu atau jika Dia menghendaki manfaat bagimu. Sebenarnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 48:11)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 11 

سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (11

Allah SWT menjelaskan kepada Rasulullah saw, "Hai Muhammad, beberapa kabilah Arab penduduk padang pasir yang tidak turut pergi ke Mekah untuk mengerjakan umrah mengatakan kepada engkau, "Kami tidak ikut bersama engkau ke Mekah mengerjakan umrah karena kami sedang sibuk mengurus pekerjaan, harta, dan keluarga kami dan kami tidak mempunyai pembantu yang akan membantu kami mengurus semuanya itu sepeninggal kami pergi beserta engkau, karena itu mohonkanlah ampunan untuk kami kepada Tuhan engkau, dengan alasan kesibukan kami itu".
Sewaktu Rasulullah saw memutuskan akan pergi untuk mengerjakan umrah ke Mekah pada tahun keenam Hijrah, beliau mengajak kaum Muslimin ikut bersama-sama beliau. Semakin banyak yang ikut bersama beliau, semakin besar pula artinya karena dengan jumlah kaum Muslimin yang banyak itu akan timbul rasa gentar dan takut dalam hati orang-orang musyrik Mekah sehingga mereka menerima kaum Muslimin masuk ke Mekah dan umrah itu dapat dilaksanakan dalam suasana yang aman dan tenteram. Di antaranya kaum Muslimin yang beliau ajak itu terdapat kabilah-kabilah Arab yang tinggal di padang pasir daerah-daerah sekitar kota Madinah seperti kabilah-kabilah Juhainah, Muzainah, Gifa, Asyja', Ad Dil dan Aslam. Kepada mereka Rasulullah saw menyatakan bahwa tujuan ke Mekah itu semata-mata untuk mengerjakan ibadah umrah dan untuk melihat keluarga yang telah lama ditinggalkan. Karena itu, kepergian ke Mekah itu tidak dengan senjata lengkap sebagaimana untuk pergi perang, kecuali membawa senjata-senjata yang biasa dibawa oleh orang-orang musafir. Di samping itu juga, akan dibawa binatang-binatang ternak untuk makanan dalam perjalanan dan untuk dihadiahkan kepada penduduk Mekah". Sekalipun demikian ajakan Rasulullah itu, mereka tetap menolak ajakan itu dengan alasan yang mereka kemukakan di atas, tetapi mereka menyembuhyikan alasan yang sebenarnya.
Sekalipun orang-orang Arab penduduk padang pasir berusaha menyembunyikan alasan mereka yang sebenarnya, Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu, maka Dia memberitahukan hal itu kepada Rasulullah saw. Alasan mereka yang sebenarnya ialah bahwa menurut dugaan mereka Rasulullah saw dan kaum Muslimin akan kalah dan ditumpas habis oleh orang-orang musyrik Mekah nanti. Jika mereka ikut bersama Rasulullah, tentulah mereka ikut kalah dan tertumpas habis pula. Alasan dan isi hati mereka itu disampaikan Allah SWT kepada Rasulullah saw sebelum mereka menghadap beliau untuk mohon dipintakan ampun kepada Allah atas penolakan mereka itu. Dengan demikian Rasulullah saw telah mengetahui isi hati mereka yang sebenarnya pada saat mereka menghadap itu.
Kemudian Allah SWT mengajarkan kepada Rasulullah saw jawaban yang tepat yang akan disampaikan kepada mereka pada waktu mereka minta agar Rasulullah saw memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa mereka itu. Allah SWT mengajarkan jawaban ini: "Katakanlah hal Muhammad, kepada orang-orang Arab penduduk padang pasir itu sebagai penolakan permintaan mereka itu: "Hai orang-orang Arab penduduk padang pasir, kamu menolak ajakanku pergi ke Mekah itu, semata-mata karena kamu mau menghindari bencana dan malapetaka yang kamu sangkakan menimpa dirimu. Siapakah di antara kamu yang sanggup melawan kekuasaan Allah jika Dia berkehendak menimpakan bencana dan malapetaka atas dirimu dan siapa pula yang menghindarkan sesuatu yang akan diberikan Nya kepada seseorang, jika Dia menghendaki Nya? Tidak seorang pun yang sanggup melakukannya. Karena itu, tidaklah patut kamu mengemukakan alasan bahwa kamu sibuk mengurus urusan, harta, serta menjaga keluargamu sebagai alasan tidak ikut pergi bersamaku ke Mekah, karena jika Allah SWT hendak membinasakan semua yang kamu miliki itu, tidak seorang pun yang dapat mempertahankannya, walaupun yang menjaga itu adalah kamu sendiri".
Ayat ini merupakan peringatan pula kepada orang-orang yang beriman pada masa kini, yang selalu mengemukakan "kesibukan duniawi" sebagai alasan untuk meninggalkan kewajiban agama yang telah dibebankan Allah kepada mereka dan untuk melanggar larangan Allah yang telah diperingatkan kepada mereka. Hendaklah kaum Muslimin benar-benar yakin bahwa kesibukan duniawi itu hanyalah untuk mencapai kesenangan dunia yang sifatnya sementara, sedang jihad fi sabilillah akan menghasilkan kebahagiaan hidup abadi di akhirat nanti.
Pada akhir ayat ini, Allah SWT menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui segala sesuatu yang dikerjakan oleh hamba-hamba Nya, termasuk alasan-alasan palsu yang dikemukakan oleh seseorang untuk menghindarkan diri dari melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan Nya. Karena itu, Dia akan memberikan pembalasan yang adil dan setimpal kepada setiap manusia terhadap segala dosa dan perbuatan yang telah dikerjakan.
12 Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.(QS. 48:12)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 12 

بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا (12

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang Arab padang pasir itu telah termakan oleh tipu daya setan. Anggapan bahwa Rasulullah saw dan para sahabatnya akan hancur musnah, benar-benar telah ditanamkan setan dalam hatinya, sehingga telah menjadi pendapat dan keyakinan dalam hati mereka. Karena itu, mereka sangat takut pergi bersama Rasulullah ke Mekah. Padahal jika mereka memikirkannya secara mendalam, maka keengganan mereka itu sebenarnya akan menjadi sebab kebinasaan mereka di dunia, apalagi di akhirat nanti. Tempat yang disediakan bagi mereka adalah neraka yang menyala-nyala.
13 Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala.(QS. 48:13)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 13 

وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا (13

Dalam ayat ini Allah SWT mengatakan: "Barang siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan menyediakan baginya api neraka yang menyala-nyala sebagai balasan keingkaran mereka".
14 Dan hanya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan mengazab siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 48:14)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 14 

وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (14

Ancaman Allah SWT akan mengazab orang-orang kafir itu bukan ancaman yang dibuat-buat dan sukar melaksanakannya, tetapi sesuatu yang benar-benar akan terjadi dan mudah pelaksanannya bagi Allah karena hanya Dia lah Penguasa langit dan bumi beserta semua isinya. Hanya Dia lah yang memiliki, mengatur, mengurus, menetapkan hukum-hukum yang berlaku baginya dan menjaga kelangsungan wujudnya dengan hikmah-hikmah yang sempurna, dan Dia pulalah yang berhak mengampuni, menolong dan mengazab siapa yang dikehendaki Nya. Dia lah Allah yang Maha Pengampun dan Maha Kekal rahmat Nya.
Ayat ini mengisyaratkan: sekalipun orang-orang Arab penduduk padang pasir itu telah menolak dan mengingkari ajakan Rasulullah saw pergi ke Mekah dan mereka mengada-adakan alasan tentang sebab ketidak pergian mereka itu, namun Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba yang mau bertobat kepada Nya dengan taubat yang sebenar-benarnya. Karena itu, tergantung kepada mereka sendiri apakah mereka mau bertaubat pada kesempatan yang telah diberikan Allah itu atau mereka akan tetap kafir. Dia akan melimpahkan rahmat yang tidak terhingga banyaknya kepada setiap orang yang ikhlas beribadat kepada Nya.
15 Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan; `Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu; mereka hendak merobah janji Allah.(QS. 48:15)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 15

سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ قُلْ لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا (15

Orang-orang Arab Badui yang tidak ikut mengerjakan umrah ke Mekah bersama Rasulullah saw itu, mengemukakan bermacam-macam uzur dan alasan, mereka berkata kepada Nabi Muhammad di waktu beliau akan pergi ke Khaibar, "Hai Muhammad, berilah kesempatan kepada kami mengikuti kamu ke Khaibar". Kesediaan mereka ke Khaibar itu ialah karena mereka yakin bahwa perang Khaibar itu akan dimenangkan oleh kaum Muslimin dan kaum Muslimin akan memperoleh harta rampasan yang banyak dalam peperangan itu.
Rasulullah saw bersama sahabat pergi ke medan perang Khaibar pada bulan Muharram tahun berikutnya, sekembali beliau dari perjanjian Hudaibiyah. Dalam peperangan itu, kaum Muslimin mendapat kemenangan dan memperoleh harta rampasan yang banyak.
Dalam suatu hadis sahih, diterangkan bahwa Allah SWT telah menjanjikan kepada para sahabat yang ikut bersama Rasulullah saw ke Hudaibiyah akan mendapat kemenangan di perang Khaibar dan harta rampasan yang banyak karena di Hudaibiyah Rasulullah saw dan para sahabat tidak memperoleh sesuatu pun. Janji ini secara tidak langsung menolak kesediaan orang-orang Arab Badui yang ingin ikut berperang bersama Rasulullah saw itu karena perang Khaibar itu khusus diikuti oleh kaum Muslimin yang ikut ke Hudaibiyah.
Karena maksud mereka yang tidak baik itu, maka Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya, "Katakanlah hai Muhammad kepada orang-orang yang bersedia ikut ke Khaibar itu, "Tidak perlu kamu ikut dengan kami ke Khaibar karena kamu telah mengenal kami. Kamu hanya mau ikut jika akan memperoleh keuntungan diri sendiri, sedangkan jika tidak ada keuntungan bahkan yang ada hanya kesengsaraan dan malapetaka, maka kamu tidak mau pergi bersama kami, bahkan mengemukakan alasan yang bermacam-macam".
Katakanlah lagi hai Muhammad kepada mereka, "Demikianlah Allah SWT telah membukakan rahasia hatimu kepada kami sebelum kami kembali dari Hudaibiyah dan Allah SWT telah menyatakan kepada kami bahwa rampasan Khaibar hanyalah akan diterima oleh orang-orang yang ikut ke Hudaibiyah saja, itulah sebabnya kamu tidak boleh ikut bersama kami".
Orang-orang Arab Badui menjawab: "Wahai Muhammad, kamu mengadakan kebohongan terhadap kami, sebenarnya Allah SWT tidak mengatakan demikian. Kamu mengadakan kebohongan itu semata-mata karena rasa dengki yang timbul dalam hatimu terhadap kami".
Pada akhir ayat ini, diterangkan bahwa orang-orang munafik Arab Badui yang mengatakan bahwa Rasulullah saw dengki kepada mereka itu adalah orang yang tidak mengetahui agama Allah. Mereka juga tidak mengetahui tujuan perintah jihad itu. Allah memerintahkan jihad itu bukanlah karena Dia tidak mampu menghancurkan mereka, melainkan untuk membedakan siapa di antara manusia itu orang yang beriman dan siapa pula yang kafir.
16 Katakanlah: `Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami: demikian Allah telah menetapkan sebelumnya`; mereka akan mengatakan: `Sebenarnya kamu dengki kepada kami`. Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali. Katakanlah kepada orang-orang Badwi yang tertinggal: `Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih`.(QS. 48:16)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 16

قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَى قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (16

Ayat ini seakan-akan menguji isi hati dan kemauan orang-orang munafik Arab Badui itu, dengan memerintahkan Rasulullah saw menyampaikan kepada mereka, "Kamu akan diajak memerangi orang-orang yang kuasa lagi kuat, dan kamu harus menyuruh mereka memilih Allah satu dari dua hal, "memeluk agama Islam atau diperangi". Kemudian kepada mereka dijanjikan: jika mereka ikut berjihad, Allah akan melimpahkan nikmat Nya kepada mereka, baik di dunia berupa kemenangan dan harta rampasan, maupun kemenangan di akhirat berupa surga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya jika mereka menyalahi perintah Allah, tidak mau berjihad dan melaksanakan perintah itu, mereka akan menerima azab yang pedih di akhirat nanti.
Dengan ayat ini, seakan-akan Allah SWT memberikan kesempatan bertobat kepada mereka, dengan menerima ajakan jihad itu. Tetapi di wajah mereka nampak keingkaran dan ketakutan untuk menerima ajakan dan kesempatan bertobat itu.
Ayat ini diturunkan sesudah Rasulullah saw dan para sahabat kembali dari perjanjian Hudaibiyah. Yang dimaksud dengan "kaum yang mempunyai kekuatan" di sini ialah orang-orang kafir Mekah, sedangkan ahli tafsir yang lain mengartikan: suku Hawazin dan Bani Hanifah, dan ada pula yang mengatakan bangsa Persia dan Romawi
17 Tiada dosa atas orang-orang yang buta dan atas orang-orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya; niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diazabnya dengan azab yang pedih.(QS. 48:17)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 17 

لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَى حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا (17

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan alasan-alasan yang dibolehkan bagi seseorang tidak ikut berperang yaitu: \
1. karena buta.
2. karena pincang atau cacad jasmani
3. karena sakit.
Diriwayatkan bahwa waktu turun ayat 16 surah ini yang mengancam orang-orang yang tidak mau ikut berjihad bersama Rasulullah, maka orang-orang yang lumpuh berkata, "Bagaimana dengan kami ya Rasulullah?" Sebagai jawabannya turunlah ayat ini.
Berkata Muqatil: "Nabi saw membenarkan alasan orang-orang yang sakit untuk tidak ikut bersama Rasulullah ke Hudaibiyah dengan alasan ayat ini".
Kemudian Allah SWT memberikan dorongan dan semangat kepada orang-orang beriman; "Barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, memenuhi panggilan jihad di jalan-Nya akan diberi balasan berupa surga yang penuh kenikmatan. Sebaliknya orang-orang yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya, tidak mau ikut berjihad bersama kaum Muslimin yang lain, Allah akan mengazabnya dengan azab yang pedih.
18 Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).(QS. 48:18)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 18 

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا (18

Allah SWT dengan ayat ini menyampaikan kepada Rasulullah saw bahwa Dia telah meridai baiat yang telah dilakukan para sahabat kepada Rasulullah saw pada waktu Baiat Ridwan. Para sahabat yang ikut baiat pada waktu itu lebih kurang 1.400 orang. Menurut riwayat, ada seorang yang ikut bersama Rasulullah saw tetapi tidak ikut baiat, yaitu Jaddu Ibnu Qais Al Ansari. Dia adalah seorang munafik.
Para sahabat yang melakukan baiat itu telah berjanji akan menepati semua janji yang telah mereka ucapkan walaupun akan berakibat kematian diri mereka sendiri. Hal ini tersebut dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Salamah bin Akwa': ia berkata


بايعت رسول اله صلى الله عليه وسلم تحت الشجرة قيل: على أي شيء كنتم تبايعون يومئذ? قال: على الموت (أخرجه البخاري من سلمة
Artinya:
Aku telah melakukan baiat kepada Rasulullah saw di bawah pohon kayu (Samurah) itu. Orang bertanya: "Untuk apa engkau melakukan baiat waktu itu?" Ia menjawab: "Untuk mati". (H.R. Bukhari)
Allah SWT menjanjikan balasan berupa surga yang penuh kenikmatan kepada orang-orang yang ikut baiat itu Hal ini ditegaskan pula dalam hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan Ahmad, Muslim, Abu daud dan Tirmizi dari Jabir ra. Rasulullah saw bersabda:


لا يدخل النار أحد ممن بايع تحت الشجرة
Artinya:
Tidak seorang pun akan masuk neraka dari orang-orang yang ikut baiat di bawah pohon (Samurah) itu". (HR. Jabir)
Kemudian hari, ada para sahabat yang datang ke pohon kayu itu untuk mengenang dan memperingati peristiwa yang besar itu. Menurut Nafi', tatkala Umar bin Khattab yang menjadi khalifah waktu itu mendengar kedatangan sahabat ke pohon itu, beliau memerintahkan untuk menebang pohon itu. Umar memerintahkan yang demikian agar pohon kayu dan tempat itu tidak dikeramatkan dan dipuja oleh orang-orang yang datang kemudian sehingga menjadi tempat timbulnya syirik.
Selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa Dia mengetahui isi hati dan kebulatan tekad kaum Muslimin yang melakukan baiat itu. Karena itu, Allah SWT menanamkan dalam hati mereka ketenangan, kesabaran, dan ketaatan kepada keputusan Rasulullah saw. Allah menjanjikan pula kepada mereka kemenangan pada perang Khaibar yang terjadi dalam waktu yang dekat. Dengan demikian, ayat ini termasuk ayat yang menerangkan peristiwa yang terjadi pada masa yang akan datang yaitu kemenangan kaum Muslimin pada perang Khaibar. Dan peristiwa itu benar-benar terjadi.
19 Serta harta rampasan yang banyak yang dapat mereka ambil. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 48:19)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 19 

وَمَغَانِمَ كَثِيرَةً يَأْخُذُونَهَا وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا (19

Ayat ini menerangkan bahwa pada Perang Khaibar yang akan terjadi itu, kaum Muslimin akan memperoleh kemenangan atas kaum kafir dan memperoleh harta rampasan yang banyak. Harta rampasan itu khusus diberikan kepada kaum Muslimin yang ikut Baiatur Ridwan.
Pada akhir ayat ini, Allah SWT mengulang ancaman-Nya kepada orang-orang munafik Arab Badui yang tidak mau ikut bersama Rasulullah saw ke Mekah. Allah melaksanakan sesuatu atas makhluk-Nya sesuai dengan hikmah dan faedahnya.
Ayat 18 dan 19 ini diturunkan kepada Rasulullah saw di waktu beliau dalam perjalanan pulang ke Madinah, kembali dari perjanjian Hudaibiyah. Karena itu, ayat ini termasuk ayat yang menerangkan suatu kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan datang Dengan menerangkan kejadian yang akan terjadi pada masa yang akan dialami kaum Muslimin di Perang Khaibar, akan terobatilah kedongkolan hati yang tertahan di dalam hati mereka, karena mereka terhalang memasuki kota Mekah.
20 Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.(QS. 48:20)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Fath 20 

وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (20

Allah SWT menjanjikan kemenangan dan harta rampasan yang banyak yang akan diperoleh kaum Muslimin dari orang-orang kafir secara berangsur-angsur pada masa yang akan datang. Dalam pada itu, Allah SWT akan segera memberikan kemenangan dan harta rampasan pada Perang Khaibar nanti. Allah SWT juga menjamin dan mencegah orang-orang Yahudi yang ada di Madinah mengganggu dan merusak harta kaum Muslimin sewaktu mereka pergi ke Mekah dan ke Khaibar agar mereka bersyukur, dan untuk membuktikan kebenaran Nabi Muhammad sebagai Rasul yang diutus Allah kepada manusia. Allah SWT membantu dan menolong kaum Muslimin dari ancaman dan serangan musuh-musuh mereka baik mereka ketahui datangnya atau tidak mereka ketahui, walaupun jumlah mereka sedikit. Allah SWT membimbing kaum Muslimin menempuh jalan yang lurus dan yang diridai Nya.
Menurut Ibnu Jarir, yang dimaksud dengan perkataan: "Allah menahan tangan manusia yang akan membinasakan Rasulullah dan kaum Muslimin" ialah keinginan dan usaha penduduk Khaibar dan kabilah-kabilah yang lain yang telah bersekutu dengan mereka, tetapi dalam hati mereka masih terdapat rasa dengki dan sakit hati. Kabilah yang bersekutu dengan penduduk Khaibar itu ialah kabilah Arab dan Gatafan.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 1 s/d 20 dari [29]


Sumber Tafsir Di Nukil dari :

1. Tafsir DEPAG RI. 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Minggu, 08 Desember 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH MUHAMMAD AYAT 21 - 38 ( 02 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    Nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : MUHAMMAD
Ayat [38]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/2
21 taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jikalau mereka benar (imannya) tehadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.(QS. 47:21)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 21 

طَاعَةٌ وَقَوْلٌ مَعْرُوفٌ فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ (21

Pada ayat ini Allah SWT. menerangkan bahwa yang lebih utama bagi mereka orang munafik adalah taat kepada Allah, mengucapkan perkataan yang makruf, daripada takut, gentar menghadapi musuh. Akan tetapi mereka tidak demikian. Hal itu adalah karena kesenangan hidup di dunia telah mempesona mereka. Mereka itu takut akan kehilangan kesenangan itu. Padahal jika mereka mengetahui, kesenangan hidup di dunia itu adalah kesenangan yang sementara dan kesenangan hidup di akhirat adalah kesenangan yang sebenarnya.
Selanjutnya diterangkan bahwa orang-orang munafik itu apabila datang perintah berperang, timbullah kebencian dalam hati mereka sehingga mereka enggan ikut berperang. Seandainya mereka mempunyai iman yang kuat di dalam dada mereka, benar-benar taat kepada Allah dan mengikuti Rasul, maka hal itu lebih baik bagi mereka, karena dengan demikian mereka dekat kepada Allah.
22 Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan dimuka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan(QS. 47:22)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 22

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ (22

Dalam ayat ini Allah SWT. mencela sikap orang-orang munafik yang selalu mengejar kesenangan hidup di dunia, dengan mengatakan, "Hai orang munafik, karena kamu selalu mengejar kesenangan hidup di dunia dan kemewahannya, maka seandainya kamu berkuasa, pastilah kamu mempunyai sifat-sifat ingin mementingkan diri sendiri dengan memperlihatkan kekuasaan kepada rakyat jelata, suka mengambil dan memperkosa hak orang lain dan memutuskan hubungan silaturahmi.
23 Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.(QS. 47:23)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 23

أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ (23

Orang-orang yang disebutkan di atas adalah orang-orang yang telah dijauhkan Allah SWT. dari rahmat-Nya karena itu Allah menghilangkan pendengaran mereka sehingga tidak dapat mengambil pelajaran dari apa yang dapat mereka dengar dan Allah membutakan mereka sehingga mereka tidak dapat mengambil manfaat dari apa yang mereka lihat.
24 Maka apakah mereka tidak memperhatikan al-Quran ataukah hati mereka terkunci(QS. 47:24)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 24 

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا (24

Apakah orang-orang munafik itu tidak memperhatikan dan memahami ajaran ajaran Allah dalam Alquran, tidak merenungkan dan memikirkannya, sehingga mereka mengetahui kesalahan sikap dan tindakan mereka selama ini? Atau telah terkunci mati hati, penglihatan mereka sehingga mereka tidak dapat lagi memahami isinya?
Sikap dan tindakan yang dilakukan oleh orang-orang munafik itu tidak saja dilakukan terhadap orang-orang yang beriman, tetapi juga dilakukan terhadap orang-orang Yahudi. Mereka menyatakan kesediaan bekerja sama dengan orang Yahudi Bani Nadir dan Bani Quraizah, bahkan mereka bersedia mengikuti sebahagian keinginan orang-orang Yahudi untuk menarik hati mereka tetapi semua janji dan kesediaan mereka itu tidak mereka tepati. Mereka terkadang tidak segan-segan mencelakakan teman yang mereka ajak bersekongkol itu dengan menggunting dalam lipatan, menohok kawan seiring. Allah SWT. berfirman:


أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (11
Artinya:
Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang yang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka yang kafir di antara ahli kitab "Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kami pun akan keluar bersama kamu dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kepada siapa pun untuk (menyusahkan) kamu dan jika kamu diperangi, pasti kami akan membantu kamu". Allah menyaksikan bahwa sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. (Q.S. Al Hasyr: 11)
25 Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka.(QS. 47:25)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 25

إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَى أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَى لَهُمْ (25

Timbulnya kemunafikan itu dalam diri mereka diterangkan dalam ayat ini; "orang yang kembali kafir setelah nyata bagi mereka jalan yang lurus yang hams ditempuh dengan mengerjakan perbuatan dosa dun sesat adalah orang yang telah termakan dan terpengaruh oleh tipu daya setan-setan menjadikan perbuatan dosa dun kesesatan yang mereka kerjakan itu sebagai perbuatan baik dalam pandangan mereka, sehingga hiduplah dengan bergelimang dosa dan kesesatan. Di samping itu mereka dibuaikan oleh angan-angan yang palsu. yang sesuai dengan hawa nafsu mereka. Maka jadilah hawa nafsu itu sebagai ukuran baik atau buruknya sesuatu bagi mereka. Yang baik menurut mereka ialah yang) baik menurut hawa nafsu mereka sendiri.
26 Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka (orang-orang munafik) itu berkata kepada orang-orang yang benci kepada apa yang diturunkan Allah (orang-orang Yahudi): `Kami akan mematuhi kamu dalam beberapa urusan`, sedang Allah mengetahui rahasia mereka.(QS. 47:26)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 26

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا لِلَّذِينَ كَرِهُوا مَا نَزَّلَ اللَّهُ سَنُطِيعُكُمْ فِي بَعْضِ الْأَمْرِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِسْرَارَهُمْ (26

Kesempatan orang-orang munafik itu yakni kembalinya mereka kepada kekafiran, padahal tadinya mereka telah beriman, adalah karena mereka memihak kepada orang-orang Yahudi dari Bani Nadir dan Bani Quraizab yang bersekutu dengan mereka untuk memerangi orang-orang yang beriman. Orang-orang munafik menyatakan bahwa mereka akan turut berperang di pihak Bani Nadlir dan Bani Quraizah itu menghadapi kaum Muslimin jika sekiranya suka-suku Yahudi itu diusir dari Madinah. Orang-orang Yahudi pernah menganjurkan kepada orang-orang munafik itu antara lain agar mereka memperlihatkan kekafiran mereka dengan terang-terangan. Akan tetapi, mereka tidak mematuhi seluruh anjuran itu, hanya beberapa urusan saja yang mereka patuhi. Umpamanya anjuran untuk menyatakan kekafiran dengan terus terang mereka tidak mau mematuhinya. Kekafiran itu tetap mereka rahasiakan karena mereka masih mengharapkan keuntungan dengan menyembunyikannya. Jadi, orang orang munafik itu kendatipun mereka telan kembali kepada kekafiran, kekafiran itu tetap mereka rahasiakan. Akan tetapi, Allah SWT. mengetahui tindakan yang mereka rahasiakan itu, karena tidak satu pun yang tidak diketahui-Nya. Dalam ayat yang lain Allah SWT. menerangkan cara mereka mengatur siasat dan tipu daya. Allah SWT. berfirman:


وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا (81
Artinya
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dan yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi pelindung." (Q.S. An Nisa: 81)
27 Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila malaikat (maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan pungggung mereka(QS. 47:27)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 27 

فَكَيْفَ إِذَا تَوَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ (27

Dalam ayat ini Allah SWT. memperingatkan orang-orang munafik, apakah yang akan mereka lakukan jika mereka telah dalam kemunafikannya itu. Mereka hanya dapat melakukan kemunafikan dan tipu daya mereka itu semasa mereka masih hidup, masih berkuasa, masih dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Bagaimana pendapat mereka bila kesehatan mereka dihilangkan Allah dengan seketika, ketuaan berangsur mendeka\Ii kehidupan mereka? Bagaimana pendapat mereka di wakin kematian mendekati mereka dan malaikat maut memukul muka dan punggung mereka; apakah yang akan mereka lakukan? Bagaimana pula pendapat mereka jika mereka mati dengan tiba-tiba, tidak ada kesempatan sedikit pun bagi mereka bertobat kepada Allah SWT. yang menentukan segala sesuatu di akhirat nanti? Jika mereka memikirkan dan merenungkan semuanya itu, tentulah mereka tidak akan melakukan perbuatan ingkar dan dosa itu.
Dalam ayat ini, disebutkan bahwa di kala malaikat akan mencabut nyawa mereka, malaikat akan memukul muka dan punggung mereka. Orang Arab amat takut dipukul di muka dan di punggung it". Oleh karena itu takut dipukul musuh di muka dan punggung itulah, mereka tidak mau pergi berperang. Ayat ini menunjuk keadaan orang-orang munafik dalam sengsara dan terhina di waktu menghadapi sakaratul maut
28 Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan (karena) mereka membenci (apa yang menimbulkan) keridhaan-Nya; sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.(QS. 47:28)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 28

ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (28

Mereka mengalami keadaan yang demikian adalah karena mereka suka mengerjakan maksiat dan selalu ingkar kepada Allah dan memperturutkan hawa nafsu. Tidak mau mengerjakan pekerjaan yang diridai Allah. Beribadat kepada Allah hanyalah karena ria dan mg in dihargai orang. Karena itu , semua amal yang mereka kerjakan, seperti bersedekah, menolong orang-orang yang lemah, miskin dan sengsara, tidak ada guna dan faedahnya sebab amal dan perkataan baik itu baru diterima bila didasari dengan iman kepada Allah SWT. dan Rasul Nya.
29 Atau apakah orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya mengira bahwa Allah tidak akan menampakkan kedengkian mereka(QS. 47:29)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 29 

أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ أَنْ لَنْ يُخْرِجَ اللَّهُ أَضْغَانَهُمْ (29

Apakah orang munafik itu mengira bahwa dalam permusuhan dan niat jahat terhadap orang-rang yang beriman yang terpendam dalam hati mereka itu tidak akan diketahui? Apakah mereka mengira bahwa Allah SWT. tidak mengetahuinya sehingga Dia tidak memberitahukannya kepada Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman? Allah SWT. Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, akan memberitahukan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman tentang semua rahasia jahat mereka itu.
Mengenai rahasia dan rencana jahat orang-rang munafik itu diterangkan panjang lebar dalam surat At-Taubah.
Di antaranya ialah firman Allah SWT.:


الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67
Artinya:
Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebahagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang mungkar dan melarang berbuat yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah. sebab itu Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. (Q.S. At Taubah: 67)
30 Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenal mereka dengan tanda-tandanya. Dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan mereka dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kamu(QS. 47:30)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 30

وَلَوْ نَشَاءُ لَأَرَيْنَاكَهُمْ فَلَعَرَفْتَهُمْ بِسِيمَاهُمْ وَلَتَعْرِفَنَّهُمْ فِي لَحْنِ الْقَوْلِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ أَعْمَالَكُمْ (30

Allah SWT. menyatakan kepada Rasulullah saw: "Hal Muhammad, jika Kami menghendaki untuk memperkenalkan kepadamu pribadi-pribadi orang munafik itu sehingga kamu mengenal seorang demi seorang berdasarkan tanda tanda yang ada pada mereka, tentulah tidak sukar bagi Kami melakukannya.
Tetapi Kami tidak berbuat demikian, agar tidak disakiti keluarga mereka yang beribadat kepada Kami. Sekalipun demikian, kamu dapat mengetahui orang orang munafik itu dengan memperhatikan ungkapan-ungkapan dan cara-cara mereka berbicara. Mereka tidak mau berbicara secara tegas dan jelas, melainkan selalu memakai isyarat-isyarat dan sindiran-sindiran serta kiasan-kiasan yang kurang jelas maksudnya dan mereka berbuat dan bertindak tidak sesuai dengan yang mereka katakan.
Orang munafik di masa Rasulullah saw. bila berbicara selalu menggunakan kata kata yang muluk-muluk dan menyenangkan hati pendengarnya, tetapi dalam hati mereka terkandung maksud-maksud jahat. Berkata Al-Kalbi: Setelah turunnya ayat ini, maka Rasulullah saw. mengetahui orang-orang munafik, bila berbicara dengan beliau, sedang Anas r.a, mengatakan, "Allah SWT. memberitahukan orang-orang munafik kepada Rasulullah dengan perantara wahyu atau dengan tanda-tanda yang ditampakkannya kepada beliau".
Sehubungan dengan orang-orang munafik itu Usman bin Affan berkata, "Tidak ada suatu rahasia yang tersembunyi dalam hati seorang, kecuali Allah menampakkannya pada air muka dan ucapan lahirnya".
Pada akhir ayat ini Allah SWT. menyatakan bahwa keadaan orang-orang mukmin tidak sama dengan orang-orang munafik itu dan bahwa Dia akan membalas amal perbuatan orang-orang mukmin sesuai dengan maksud niatnya masing-masing, karena Dia mengetahui amal perbuatan mereka.
31 Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu.(QS. 47:31)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 31 

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ (31

Allah menyatakan bahwa mensyariatkan perang dan kewajiban kewajiban berat yang lain itu, Dia menguji keimanan kaum Muslimin hingga diketahui siapa yang berjihad di jalan-Nya dan siapa yang tidak, siapa yang sabar dan siapa yang tidak dan dengan cobaan itu pula akan bertambah kuat iman orang yang sabar dan dapat pula diketahui makin berkurangnya iman orang yang ragu-ragu.
32 Sesungguhnya orang-orang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah serta memusuhi rasul setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, mereka tidak dapat memberi mudharat kepada Allah sedikitpun. Dan Allah akan menghapuskan (pahala) amal-amal mereka.(QS. 47:32)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 32 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَشَاقُّوا الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى لَنْ يَضُرُّوا اللَّهَ شَيْئًا وَسَيُحْبِطُ أَعْمَالَهُمْ (32

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari ke Esaan Allah, menghalang-halangi manusia mengikuti agama Allah yang di bawa oleh Muhammad, Rasul-Nya, menantang dan menyakiti Rasul itu setelah dikemukakan kepada mereka bukti-bukti yang kuat, maka segala tindakan mereka itu tidak akan menimbulkan mudarat kepada Allah dan kepada perkembangan agama-Nya karena Allah Maha Kuasa, kehendak-Nya pasti terlaksana. Dia menolong Rasul-Nya dan mengazab setiap orang yang menentang-Nya. Segala usaha mereka itu tidak akin berarti sedikitpun.
Yang dimaksud dengan "orang yang menghalang-halangi manusia di jalan Allah" dalam ayat ini ialah orang-orang yang menghalangi orang lain masuk Yang dimaksud dengan "orang yang menghalang-halangi manusia di jalan Islam dengan berbagai macam cara atau orang yang berusaha memusnahkan Islam dan kaum Muslimin, baik dengan terang-terangan maupun dengan sembunyi-sembunyi.
Diriwayatkan ayat ini turun berhubungan dengan orang-orang Yahudi dari suku Bani Quraizah dan suku Bani Nadir yang kafir; mereka menghalang halangi menusia menganut agama Allah setelah datang kepada mereka bukti-bukil yang nyata yang terdapat dalam Taurat dan mukjizat-mukjizat yang dikemukakan Rasulullah. Tindakan mereka itu tidak bermanfaat sedikit pun terhadap rencana dan kehendak-Nya, tetapi akan memberi mudarat kepada diri mereka sendiri, dengan batalnya semua amal mereka dan azab yang akan diterimanya di akhirat nanti disebabkan perbuatan mereka itu. Ayat ini juga berhubungan dengan Bani Sa'ad yang telah menganut agama Islam, tetapi mereka selalu dihalang-halangi dan difitnah oleh orang-orang Yahudi sehingga mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Rasulullah menjawab pengaduan itu dengan ayat ini, yang menyatakan bahwa tindakan orang-orang Yahudi itu tidak akan memberi mudarat kepada Allah, tetapi akan memberi mudarat kepada diri mereka sendiri.
33 Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu`(QS. 47:33)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 33

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَلَا تُبْطِلُوا أَعْمَالَكُمْ (33

Dalam ayat ini Allah SWT. menyatakan bahwa hendaklah orang-orang -yang beriman taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya dengan tidak menghiraukan sikap dan tindakan orang-orang kafir itu. Dia berkata, "Wahai orang-orang yang beriman mengakui keesaan dan kekuasaan Allah yang mempunyai sifat-sifat yang sempurna, taatlah kepada-Ku, berimanlah kepada Rasul yang Ku utus dengan melaksanakan ajaran agama Ku yang disampaikan kepada kamu dan janganlah kamu berbuat dan bersikap yang menyebabkan batalnya pahala amal yang telah kamu perbuat".
Menurut Abu Aliyah: "Semula para sahabat berpendapat bahwa tidak ada satu dosa yang dapat merusak pengakuan seseorang yang mengatakan bahwa, "Tidak ada Tuhan selain Allah", sebagaimana tidak ada manfaat sesuatu amal yang didasarkan kepada syirik hingga turunnya ayatini. Setelah turunnya ayat ini, para sahabat merasa khawatir, kalau-kalau amal-amal mereka akan batal karena sesuatu perbuatan dosa.
Ibnu Umar r.a berkata, "Kami sekalian sahabat Rasulullah saw. berpendapat bahwa perbuatan baik akan diterima Allah hingga turunnya ayat ini. Setelah turunnya ayat ini, kami bertanya, "Apa sajakah yang membatalkan pahala amal-amal kita?. Maka Rasulullah menjawab, "Dosa besar, kejahatan dan perbuatan keji". Maka apabila salah seorang sahabat kami mengerjakan suatu dosa yang disebutkan itu, kami berkata, "Sesungguhnya telah hapus pahala amalnya" hingga turun ayat yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa orang yang mempersekutukan Dia dengan sesuatu, tetapi Dia mengampuni selain dari itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. "Maka kami menghentikan pembicaraan tentang itu".
Ada ahll tafsir yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan taat kepada Allah ialah mengamalkan isi Alquran dan yang dimaksud dengan taat kepada Rasul ialah mengikuti dan melaksanakan hadis-hadis beliau.
34 Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah kemudian mereka mati dalam keadaaan kafir, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampun kepada mereka.(QS. 47:34)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 34 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ مَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَهُمْ (34

Ayat ini menerangkan bahwa orang yang mengingkari kekuasaan dan ke Esaan Allah, mengingkari seruan Rasul-Nya, menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, kemudian ia mati dalam keadaan kafir itu, maka Allah sekali-kali tidak akan mengampuni dosa-dosanya karena pintu tobat dan ampunan Allah hanya ada sewaktu masih hidup di dunia, jika seseorang telah mati, maka semuanya telah tertutup baginya.
Sebagian ahli tafsir menerangkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan orang-orang kafir yang mati dalam perang Badar yang dikubur dalam sebuah sumur. Lepas dari benar atau tidaknya bahwa ayat ini diturunkan sehubungan dengan orang-orang kafir yang mati dalam perang Badar itu, melainkan berlaku bagi semua manusia, pada tempat, dalam keadaan dan waktu ia hidup. Setiap orang yang mati dalam keadaan kafir, tidak akan diampuni Allah dosa-dosanya.
35 Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah-(pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amal-amalmu.(QS. 47:35)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 35 

فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَنْ يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْ (35

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu telah mengetahui adanya perintah melaksanakan jihad dan mengetahui pula bahwa Allah SWT. pasti menolong orang-orang yang beriman, maka hendaklah kamu merasa dirimu kuat, jangan sekali-kali merasa lemah, jangan sekali-kali kamu mengajak musuh berdamai. Kuatkan dan teguhkann hatimu, kamu adalah orang-orang yang berderajat tinggi di sisi Allah. Allah tetap bersama kamu dan tidak akan mengurangi pahalamu sedikitpun, sedangkan Allah tidak akan bersama orang kafir, apalagi menolong mereka, karena mereka sebenarnya adalah makhluk Allah yang rendah derajatnya.
36 Sesungguhnya kehidupan dunia hanya permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertaqwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.(QS. 47:36)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 36 

إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ (36

Allah SWT. menganjurkan dan mendorong orang-orang yang beriman agar berjihad di jalan Allah dan menafkahkan harta di jalan-Nya, seakan-akan mengatakan, "Wahai orang-orang yang beriman, berjuanglah di jalan Allah untuk menghancurkan musuh-musuh Allah dan musuh-musuhmu, yaitu orang-orang kafir Mekah, janganlah sekali-kali terpesona oleh kehidupan dunia yang menyebabkan kamu meninggalkan jihad itu karena kehidupan dunia itu hanyalah sementara, hanya sebagai permainan dan senda gurau. Semua yang ada di dun Ia ini akan hilang lenyap, kecuali ketaatan dan ibadat kepada Allah karena ketaatan dan ibadat itu menjadi sebab untuk memperoleh kehidupan yang sebenarnya nanti di akhirat". Dan ayat ini dipahamkan bahwa jihad di jalan Allah termasuk perbuatan ibadat yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah. Karena itu lakukanlah jihad i(u sebagaimana melakukan ibadat-ibadat yang lain.
Selanjutnya Allah menyatakan, "Perbuatan yang merupakan persiapan hidup yang sebenarnya di akhirat nanti ialah beriman kepada Allah, melaksanakan segala perintah dan menjauhkan semua larangan-Nya dan menafkahkan harta di jalan-Nya sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Yang dituntut dari harta yang dinafkahkan itu hanyalah sebagian kecil saja dari penghasilan tidak semuanya dan diberikan sebagai zakat, sedekah dan sebagainya. Jika kamu melaksanakan yang demikian, Allah SWT. akan membalasmu dengan balasan yang berlipat ganda berupa ketenteraman hidup di dunia, surga di akhirat nanti".
37 Jika Dia meminta harta kepadamu lalu mendesak kamu (supaya memberikan semuanya) niscaya kamu akan kikir dan Dia akan menampakkan kedengkianmu.(QS. 47:37)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 37 

إِنْ يَسْأَلْكُمُوهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوا وَيُخْرِجْ أَضْغَانَكُمْ (37

Dalam ayat ini Allah SWT. menerangkan salah satu dari sifat manusia yang tercela yaitu "kikir" dan "Sangat mencintai dan menginginkan harta" Allah SWT. mengatakan kepada mereka, "Wahai manusia, seandainya Allah meminta sebagian hartamu dan mendesakmu berulang-ulang agar kamu memberikannya, tentulah kamu tidak akan memberikannya karena kamu terlalu tamak kepada harta. Allah mengetahui yang demikian itu. Semakin sering permintaan itu diulang-ulang kepadamu, semakin bertambah pula rasa benci dan dengki yang telah ada di hatimu".
Sifat kikir itu telah menjadi tabiat manusia. Ia tidak mau dan sukar melepaskan sebahagian hartanya kepada orang lain dengan hati yang ikhlas, padahal sebenarnya hak-hak yang diperolehnya itu berasal dari anugerah Allah SWT. kepadanya
Mengenai tabiat kikir ini disebutkan pada firman Allah yang lain:


وَالصُّلْحُ خَيْرٌ وَأُحْضِرَتِ الْأَنْفُسُ الشُّحَّ
Artinya:
"....dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir (Q.S. An Nisa: 128)
Dalam ayat yang lain dinyatakan jika manusia dapat menghilangkan atau mengurangi sifat kikirnya itu, maka ia akan menjadi orang yang beruntung hidup di dunia dan di akhirat.
Allah SWT. berfirman:


وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
Siapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Q.S. Al Hasyr: 9)
38 Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka diantara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan(Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan menganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini).(QS. 47:38)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Muhammad 38

هَا أَنْتُمْ هَؤُلَاءِ تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَمِنْكُمْ مَنْ يَبْخَلُ وَمَنْ يَبْخَلْ فَإِنَّمَا يَبْخَلُ عَنْ نَفْسِهِ وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ (38

Ayat ini menegaskan maksud ayat yang sebelumnya yang mencela perbuatan kikir. Allah SWT. berfirman, "Kamu, hai orang-orang yang beriman, dituntut untuk menafkahkan hartamu di jalan Allah, berjihad memerangi musuh Allah dun membela agama-Nya. Barang siapa di antara kamu kikir, tidak mau menafkahkan hartanya di jalan Allah, maka kekikirannya itu akan memberi kemudaratan kepada dirinya sendiri karena kikir itu mengurangi pahala bahkan dapat menghapuskannya, menjauhkan diri dari keridaan Allah dan surga.
Sebenarnya Allah SWT. tidak memerlukan hartamu dan harta yang kamu nafkahkan karena Dia Maha Kaya, kamulah yang sangat memerlukannya Kamu dianjurkan bernafkah dan berjihad itu, hanyalah agar kamu mendapat pahala dan balasan yang baik.
Kemudian Allah SWT. mengancam mereka dengan mengatakan, "Jika kamu berpaling dan kembali menjadi kafir setelah beriman, maka Allah akan menghancurkan kamu, kemudian mengganti kamu dengan kaum yang lain yang tidak seperti kamu yang bersedia bernafkah, berjihad, melaksanakan perintah, dan menjauhkan diri dari larangan-Nya.
Diriwayatkan oleh Baihaqi, Tirmizi dan lain-lainnya dari Abu Hurairah berkata:


تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم هذه الآية إلى أخرها، فقالوا : يا رسول الله من هؤلاء الذين إن تولينا استبدلوا بنا ثم لا يكونون أمثالنا فضرب رسول الله علة منكب سلمان ثم قال : هذا قومه والذي نفسي بيده لو أن هذا الدين تعلق بالثريا لتناوله رجال من فارس
Artinya:
Rasulullah saw. membaca ayat ini sampai akhir, maka para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah! Siapakah orang-oraig itu yang jika kami berpaling, mereka akan menggantikan kami dan mereka tidak seperti kami?". Maka Rasulullah menepuk bahu Salman, kemudian berkata, "Inilah orangnya bersama kaumnya, demi Allah yang diriku di tangan-Nya, seandainya agama itu tergantung di bintang Surayya, dia akan dicapai oleh arang-orang dari Persia". (lihat Tafsir Al Maragi hal. 79 juz 26, jilid IX).

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 21 s/d 38 dari [38]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU