Sabtu, 02 November 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AZ-ZUMAR AYAT 21 - 40 ( 02 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AZ ZUMAR
Ayat [75]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/4
21 Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diatur-Nya menjadi sumber-sumber di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kami melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.(QS. 39:21)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 21 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِأُولِي الْأَلْبَابِ (21

Pada ayat ini Allah SWT memerintahkan manusia memikirkan salah satu dari suatu proses kejadian di alam ini. yaitu proses turunnya hujan dan tumbuhnya tanam-tanaman di permukaan bumi ini. Kalau diperhatikan seakan-akan kejadian itu merupakan suatu siklus yang dimulai pada suatu titik-titik dalam suatu lingkaran, dimulai dari adanya sesuatu, kemudian berkembang menjadi besar, kemudian tua, kemudian meninggal atau tiada. kemudian mulai pula suatu kejadian yang baru lagi dan begitulah seterusnya sampai kepada suatu masa yang ditentukan Allah, yaitu masa berakhirnya kejadian alam ini.
Contohnya ialah air hujan yang turun dari langit menyirami permukaan bumi, sehingga bumi yang semulanya tandus dan kering, menjadi basah dan berair. Air hujan itu sebagian disimpan di dalam bumi dengan adanya akar pohon-pohonan yang ada di hutan-hutan kemudian meresap ke dalam bumi, merupakan persediaan air bagi manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan makhluk Tuhan yang lain di masa musim kemarau nanti. Pada bumi yang gundul dan tandus, sebahagian besar dari air hujan itu tidak dapat ditahan oleh bumi. Air itu langsung mengalir ke laut yang kadang-kadang berupa banjir besar yang menjadi malapetaka bagi manusia. Adakalanya air itu langsung dimanfaatkan oleh manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Maka tumbuhlah tumbuh-tumbuhan, sejak dari benih kemudian menjadi besar, berbunga yang beraneka warna, berbuah, kemudian mati, untuk tumbuh lagi. Buahnya bermanfaat bagi manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Ada yang dimakan, ada pula yang diolah untuk keperluan-keperluan lain. Daun tumbuh-tumbuhan yang gugur kemudian menjadi hancur bersama tanah dapat menjadi pupuk bagi bagi tanam-tanaman yang lain.
Demikianlah, dari turunnya hujan, tumbuhlah tumbuh-tumbuhan dan berkembang-biaknya binatang ternak dan sebagainya, manusia memperoleh nikmat yang tiada taranya, sejak dari nikmat berupa makanan dan minuman, juga nikmat yang berupa perasaan, seperti perasaan senang dan gembira melihat pemandangan yang indah di pegunungan yang diliputi oleh pohon-pohonan, perasaan senang melihat bunga yang sedang mekar, air yang mengalir di sungai, bunyi burung yang merdu diselingi dengan bunyi tetesan air yang jatuh dari atas tebing batu, binatang ternak yang makan di padang rumput yang sedang menghijau.
Jika dilihat proses air yang mengalir ke laut, maka air itu menguap oleh terik panas matahari, kemudian menjadi awan yang bergumpal, dihalau kembali oleh angin ke suatu tempat sehingga menurunkan hujan.
Proses kejadian yang demikian itu menjadi bahan renungan bagi orang yang mau menggunakan pikirannya. Tentu ada Zat Yang Maha Kuasa Yang mengatur semuanya itu, sehingga segala sesuatu terjadi dengan teratur dan rapi. Tidak mungkin manusia yang melakukannya. Yang melakukan semua itu tentulah zat Yang berhak disembah dan ditaati segala perintah-Nya.
22 Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang membatu hatinya)? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.(QS. 39:22)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 22

أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَى نُورٍ مِنْ رَبِّهِ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (22

Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan bahwa tidaklah sama orang yang telah dibukakan Allah hatinya menerima agama Islam dengan orang yang sesat hatinya, sehingga ia mengingkari kebenaran agama Islam. Hati orang tersebut telah melihat kekuasaan dan kebesaran Allah dalam keindahan dan keajaiban alam ini, lalu terbukalah hatinya menerima pancaran cahaya dari nur Ilahi. Sebaliknya orang-orang yang sesat hatinya, tidak melihat tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah SWT dalam kejadian alam ini, mereka menyangka kejadian tersebut tidak lain dari suatu proses kejadian alam itu sendiri, tanpa ada yang mengaturnya. Mereka merasa sanggup merubah atau memperbaiki proses kejadian tersebut. Hal ini disebabkan karena kebodohan dan kepicikan pandangan mereka sehingga hati mereka tetap tertutup, dan tidak memungkinkan masuknya pancaran nur Ilahi ke dalam hatinya. Kedua macam orang itu tentulah tidak sama. Pada ayat yang lain Allah SWT menegaskan tentang ketidaksamaan kedua macam orang itu. Allah SWT berfirman:


أومن كان ميتا فأحييناه وجعلنا له نورا يمشي به في الناس كمن مثله في الظلمات ليس بخارج منها
Artinya:
Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?. (Q.S. al An'am : 122)
Berkata Ibnu `Abbas: "Di antara orang yang telah dilapangkan Allah dadanya menerima agama Islam, ialah Abu Bakar ra diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dari Ibnu Mas^ud ia berkata:


تلا رسول الله صلى الله عليه وسلم هذه الآية فقلنا: يا نبي الله كيف انشرح صدره? قال: إذا دخل أنوار القلب انشرح وانفسح فقلنا: فما علامة ذلك يا رسول الله? قال: الإثابة إلى دار الخلود والتجافي عن دار الغرور, والتأهب للموت قبل نزول الموت (حديث أخرجه مردويه عن ابن مسعود

Artinya:
Rasulullah saw membaca ayat ini, lalu kami bertanya: "Ya Nabiyallah, bagaimana hati yang terbuka itu? Beliau menjawab: "Apabila cahaya menerangi hati, maka ia menjadi terbuka dan lapang". Kami bertanya: "Apakah tanda yang demikian itu Ya Rasulullah? Beliau menjawab: "Menghadapkan diri kepada kehidupan negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari kehidupan negeri yang penuh tipuan dan mempersiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang.
Diriwayatkan oleh At Turmuzi dan Ibnu Umar, ia berkata:


أن رجلا قال: يا رسول الله أي المؤمنين أكيس? قال: أكثهم ذكرا للموت وأحسنهم له استعداد, وإذا دخب النور في القلب انفسخ واستوسع. فقالوا: ما أية ذلك يا نبي الله? قال: الإنابة إلى الخلود والتجافي عن دار الغرور, والاستعداد للموت قبل نزول الموت. (حديث أخرجه الترمذي عن ابن عمر

Artinya:
Bahwa seorang laki-laki berkata: "Ya Rasulullah, orang mukmin yang manakah yang paling baik ? Rasulullah menjawab: "Mereka yang banyak mengingat mati dan paling banyak persiapannya untuk mati itu, dan bilamana cahaya menyinari hatinya, maka hati itu terbuka dan menjadi lapang". Para sahabat bertanya: "Apa tandanya yang demikian itu ya Nabiyallah? Nabi menjawab: "Menghadapkan diri kepada negeri yang abadi dan menjauhkan diri dari negeri yang penuh dengan tipuan dan menyiapkan diri untuk mati sebelum kematian itu datang.
Adapun orang-orang yang kasar hatinya dan membatu akan mengalami kecelakaan yang besar disebabkan sikap mereka yang keras kepala tidak mau ingat kepada-Nya. Seharusnya hati mereka menjadi lembut bila nama Tuhan disebut di hadapan mereka, tetapi muka mereka hitam muram bila mendengar nama Allah disebut dan hati mereka bertambah keras membatu.
Diriwayatkan oleh At Turmuzi dari Ibnu Umar, ia berkata: berkata Rasulullah saw:


لا تكثروا الكلام بغير ذكر الله, فإن كثرة الكلام بغير ذكر الله قسوة للقلب وإن أبعد الناس من الله القلب القاسي
Artinya:
Janganlah kamu memperbanyak pembicaraan tanpa menyebut nama Allah, karena banyak bicara tanpa menyebut nama Allah menyebabkan hati menjadi kasar. Dan sesungguhnya orang yang paling jauh dari Allah ialah orang yang kasar hatinya. (H.R. Tirmizi dari Ibnu Umar)
Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang yang hatinya kasar itu adalah orang yang buta penglihatannya, mereka benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. Setiap orang dengan mudah mengetahui keburukan mereka itu.
23 Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.(QS. 39:23)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 23 

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ ذَلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (23

Allah SWT menerangkan bahwa Dia menurunkan perkataan yang paling baik, yaitu Alquran yang mulia, sebahagian ayat-ayatnya menyerupai ayat-ayat yang lain baik dalam menjelaskan hukum-hukum, kebenaran, pelajaran, mengemukakan hujah, hikmah-hikmah, dan sebagainya, sebagaimana beberapa bahagian air menyerupai beberapa bagian udara, beberapa bagian suatu negeri menyerupai beberapa bahagian negeri yang lain. Karena ada suatu kisah diulang-ulang menyebutnya di beberapa tempat demikian pula perintah-perintah, larangan-larangan dan sebagainya. Orang-orang yang beriman biIa mereka mendengar bacaan Alquran meremang bulu romanya, dan bergoncang hatinya karena takut kepada Allah. Hal itu mendorong hati mereka mengikuti semua perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan-Nya. Jiwa mereka menjadi hidup semangat mereka bertambah untuk melaksanakan amal-amal yang saleh dan berjihad di jalan-Nya.
Dengan Al Qur'an Allah SWT memberikan petunjuk kepada hamba-hamba-Nya, membimbing orang-orang yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus serta mempertebal iman di dalam hatinya. Tetapi orang yang disesatkan hatinya, mereka hampa dan kosong, mereka tidak akan memperoleh manfaat sedikitpun dari Alquran itu.
24 Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mukmin yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: `Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan`.(QS. 39:24)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 24 

أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ (24

Dalam ayat ini Allah SWT menegaskan perbedaan keadaan orang yang mendapat petunjuk dengan orang yang tidak mendapat petunjuk. Orang yang sesat dan tidak mendapat petunjuk mereka dihadapkan ke neraka pada Hari Kiamat. Api neraka membakar wajah mereka dan tangan mereka itu tidak dapat menutupi wajah mereka dari panas api itu, karena kedua tangan mereka terbelenggu. Lain halnya dengan orang-orang yang beriman. Mereka selamat dari bakaran api neraka dan tidak perlu menghindarkan din dari siksa siksa seperti yang ditimpakan kepada orang-orang kafir. Pada hari itu orang-orang kafir dituding oleh para malaikat sambil berkata: "Rasakanlah olehmu azab neraka yang membakar itu, karena perbuatan-perbuatan yang telah kamu kerjakan dahulu sewaktu hidup di dunia".
25 Orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul), maka datanglah kepada mereka azab dari arah yang tidak mereka sangka.(QS. 39:25)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 25 - 26

كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ (25) فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (26

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan azab yang pernah ditimpakan kepada orang-orang terdahulu kala yang mendustakan para Rasul yang diutus kepada mereka, seperti yang dilakukan oleh orang-orang musyrik Mekah kepada Rasulullah. Azab itu ditimpakan kepada mereka setelah berkali-kali mereka diseru ke jalan yang benar oleh para Rasul yang diutus kepada mereka, namun mereka tidak mengindahkan seruan itu.
Demikianlah mereka ditimpa azab di dunia dan di akhirat nanti mereka akan memperoleh azab yang sangat. Azab dunia jauh lebih enteng dan ringan jika dibanding dengan azab akhirat.
26 Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.(QS. 39:26)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Az Zumar 26

فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (26

 (Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan) artinya, mereka dihina dan direndahkan dengan berupa kutukan, pembunuhan dan lain sebagainya (pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka) yakni orang-orang yang mendustakannya (mengetahui) azab akhirat, dan niscaya kalau mereka mengetahuinya maka mereka tidak akan mendustakannya.
27 Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al quran ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.(QS. 39:27)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 27 - 28 

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (27) قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (28

Allah SWT menjelaskan dalam ayat ini bahwa Dia telah membuatkan bermacam-macam contoh dalam Alquran seperti menerangkan sejarah beberapa umat yang dahulu yang mengingkari Tuhan dan malapetaka yang mereka alami. Contoh dan perumpamaan itu dikemukakan kepada mereka agar mereka mengambil pelajaran darinya, baik yang berhubungan dengan kehidupan dunia maupun yang berhubungan dengan kehidupan di akhirat nanti. Dengan berpedoman kepada Alquran, mereka dapat meluruskan kembali kepercayaan mereka yang sesat, memperbaiki tata kehidupan mereka yang kacau, sehingga menjadi kehidupan yang beradab. Tidaklah sukar bagi mereka memahami Alquran itu, karena diturunkan dalam bahasa Arab, bahasa mereka sendiri. Tidak ada sesuatu yang bertentangan di dalamnya. Isinya jelas dan tegas baik yang berhubungan dengan akidah, hukum, budi pekerti dan sebagainya. Jika mereka mau beriman dan mengikuti petunjuk Alquran, pastilah mereka dapat menjaga diri dari malapetaka yang mungkin menimpa mereka dan tentulah mereka akan taat hanya kepada Allah saja.
28 (Ialah) Al quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.(QS. 39:28)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Az Zumar 28

قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ (28

(Ialah Alquran dalam bahasa Arab) ayat ini berkedudukan menjadi Hal Muakkidah atau kata keterangan yang mengukuhkan (yang tidak ada kebengkokan di dalamnya) tidak ada kekeliruan dan pertentangan (supaya mereka bertakwa) maksudnya, menghindarkan diri dari kekafiran.
29 Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja). Adakah kedua budak itu sama halnya? Segala puji bagi Allah tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.(QS. 39:29)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 29

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ (29

Allah membuat suatu perumpamaan untuk menjelaskan perbedaan antara syirik dengan tauhid. Untuk itu Allah SWT mengumpamakan dua orang budak. Budak yang satu dimiliki oleh beberapa orang tuan, mereka berserikat dalam memilikinya. Sedang budak yang lain hanya dimiliki oleh seorang tuan saja, tidak ada orang lain yang memilikinya. Pada suatu saat budak pertama mendapat perintah dari tuan-tuannya itu dan perintah berbeda-beda, seperti tuan pertama memerintahkan membersihkan pekarangan rumahnya, tuan yang kedua menyuruh mencangkul kebunnya, tuan yang ketiga menyuruh membersihkan rumahnya dan sebagainya. Perintah ini diberikan pada saat yang sama. Perintah tuan yang manakah yang harus dikerjakan oleh budak tersebut? Tidak mungkin budak itu melaksanakan tiap-tiap perintah dari tuannya itu dalam waktu yang sama. Demikianlah seterusnya sehingga budak itu selalu kebingungan dalam menaati perintah-perintah dari masing-masing tuannya.
Adapun budak yang kedua yang hanya dimiliki oleh seorang tuan, ia dapat melaksanakan perintah tuannya dengan baik, ia tidak akan bingung dalam melaksanakan perintah itu, dan tuannya pun berlega hati karena budaknya itu dapat melaksanakan perintahnya dengan baik.
Samakah keadaan kedua budak tersebut dan sama pulakah keadaan tuan dari masing-masing budak itu?.
Demikianlah halnya dengan orang yang beragama tauhid dan orang yang beragama syirik. Orang yang beragama tauhid tidak pernah bingung dalam melaksanakan perintah dan larangan dari Tuhannya, karena perintah dan larangan itu bersumber dari Yang Maha Satu, Yang Maha Esa. Seorang yang beragama. syirik selalu dalam keadaan bingung, perintah tuhannya yang manakah yang akan diikutinya. Sebaliknya orang yang beragama tauhid hanya menyembah Tuhan Yang Esa, sedang orang yang beragama syirik selalu bingung, tuhan mereka yang manakah yang lebih patut disembah dari tuhan-tuhan yang lain.
Setelah Allah SWT menerangkan kebatilan syirik, Dia menegaskan bahwa segala puji hanyalah teruntuk bagi-Nya saja, tidak untuk yang lain, hanya Dia sajalah yang berhak disembah. Tetapi kebanyakan manusia tidak mau mengetahuinya.
30 Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula).(QS. 39:30)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 30 - 31 

إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ (30) ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ (31

Allah SWT menerangkan bahwa semua manusia akan kembali kepada Tuhan dan di Hari Kiamat nanti manusia antara yang satu dengan yang lain akan saling berbantah-bantahan dan saling tuduh menuduh. Pada Hari Kiamat orang-orang musyrik berusaha membela diri mereka masing-masing, tetapi Nabi Muhammad dapat menolak alasan mereka itu, dengan menyatakan bahwa dakwah telah disampaikan kepada mereka, tetapi mereka mengingkari dan mendustakannya. Karena itu mereka mohon ampunan kepada Allah, tetapi permohonan mereka tidak dapat diterima, karena pada hari itu tobat tidak dapat diterima lagi.
Di antara perbantahan antara orang-orang musyrik dengan sembahan-sembahan mereka itu disebutkan dalam ayat ini. Mereka berkata kepada pemimpin-pemimpin mereka: "Kami ikuti kamu, tetapi kamu menyesatkan kami". Para pemimpin menjawab: "Kami juga telah ditipu oleh setan-setan dan nenek moyang kita dahulu".
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Hurairah Rasulullah saw berkata:


من كان عنده مظلمة لأخيه من عرض أو مال فليتحلله اليوم قبل ألا يكون دينار ولا درهم إن كان له عمل صالح أخذ منه بقدر مظلمته وإن لم يكن حسنات أخذ من سيئات صاحبه فحملت عليه. حديث رواه البخاري
Artinya:
Barangsiapa yang mempunyai kesalahan terhadap sandarannya baik berupa kehormatan atau harta, maka hendaklah ia selesaikan dengan saudaranya itu di dunia. sebelum datang hari yang tidak berguna lagi padanya dinar dan dirham. Jika ia punya amal saleh maka dia ambil daripadanya sebesar kesalahannya. Jika tidak punya kebaikan diambil dosa temannya itu lalu dibebankan kepadanya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda:


أتدون من المفلس قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن المفلس من يأتي يوم القيامة بصلاة وزكاة وصيام. ويأتي قد شتم هذا, وقذف هذا, وأكل مال هذا وسفك دم هذا ويعطى هذا من حسناته وهذا من حسناته, فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه أخذ من خطاياهم فطرحت عليه ثم طرح في النار. (حديث أخرجه مسلم)
Artinya:
Tahukah kamu sekalian siapakah orang yang bangkrut itu? Para sahabat menjawab: "Grang yang bangkrut di kalangan kami ialah orang yang tidak mempunyai uang dirham dan harta". Berkata Nabi saw: "Orang yang bangkrut ialah orang yang datang pada Hari Kiamat membawa pahala salat. zakat, puasa dan membawa kesalahan mencaci si anu, menuduh si anu memakan harta si anu, menumpahkan darah si anu, memukul si anu. Kemudian diberikanlah sebahagian dari kebaikannya kepada si anu dan sebahagian lagi kepada si anu dan sebahagian lagi kepada si anu. Jika habis kebaikannya sebelum menyelesaikan kesalahan orang-orang itu kemudian ditimpakan kepadanya. dan kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka".
31 Kemudian sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu.B(QS. 39:31)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Az Zumar 31

 ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ (31

 (Kemudian sesungguhnya kalian) hai manusia tentang kelaliman-kelaliman yang telah terjadi di antara kalian (pada hari kiamat akan berbantah-bantahan di hadapan Rabb kalian.)
32 Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?(QS. 39:32)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 32

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ (32

Tidak ada orang yang lebih zalim dari pada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah, dengan mengadakan sesembahan yang lain, atau dengan mengatakan bahwa para malaikat itu adalah anak-anak putri Allah, dan mendustakan kebenaran Alquran, yang dibawa oleh Muhammad saw utusan Allah, yang mengajak kepada ketauhidan, yang melaksanakan amar makruf nahi mungkar dan memberitahukan akan datangnya hari berbangkit dan hari pembalasan. Mereka bersikap mendustakan itu justru ketika kebenaran datang kepada mereka, seolah-olah mereka menutup akal dan pancaindra mereka sama sekali untuk mengadakan penyelidikan atau membedakan mana yang hak dan mana yang batil seperti yang biasa dilakukan oleh manusia yang sadar dan wajar. Semua itu timbul karena sifat kesombongan dan keangkuhan. Maka Allah SWT menyampaikan ancaman yang keras dalam bentuk pertanyaan; "Bukankah di neraka Jahanam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?". Cara menyampaikan ancaman dengan bentuk pertanyaan itu sering dijumpai dalam Alquran, karena faedahnya besar sekali bagi mereka yang sedang mencari kebenaran. Pertanyaan itu menimbulkan kejutan atau paling sedikit perhatian bagi mereka yang lengah dan lalai Dan sesuai dengan Sunatullah, maka setelah Allah menyampaikan ancaman terhadap orang-orang kafir itu, memberi kabar gembira dan pujian kepada Nabi Muhammad saw yang membawa kebenaran itu dan kepada para sahabat dan pengikutnya yang membenarkannya, yang selalu hidup bertakwa kepada-Nya.
33 Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.(QS. 39:33)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 33 

وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (33

Adapun orang yang membawa kebenaran yaitu Muhammad saw dan orang-orang yang membenarkannya, yaitu para sahabat dan pengikutnya sampai Hari Kiamat, mereka itu selalu bertakwa kepada Allah tidak menyembah patung dan berhala, selalu menunaikan kewajiban syariatnya, melaksanakan amar makruf nahi mungkar sambil mengharapkan pahala-Nya dan takut azab-Nya, maka mereka itulah yang dimaksudkan golongan orang-orang yang bertakwa.
34 Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka. Demikianlah balasan orang-orang yang berbuat baik,(QS. 39:34)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 34 

لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ (34

Mereka akan memperoleh pahala dan kehormatan pada sisi Tuhan yang selalu mereka taati dan menyembah kepada-Nya. Mereka di dalam surga akan memperoleh apa saja yang mereka kehendaki pada sisi Tuhan mereka, seperti dijelaskan dalam beberapa hadis yang sahih bahwa dalam surga itu mereka akan menjumpai berbagai nikmat yang belum pernah dilihat oleh mata, dan belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terbayang dalam hati. Itulah balasan bagi mereka yang selalu mengutamakan amal kebaikan, dengan hati yang tulus ikhlas dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, yang selalu mengawasi amal perbuatan dan ucapan mereka, baik mengenai soal berat atau ringan, yang besar maupun yang kecil, terhadap semuanya itu mereka menghadapinya dengan penuh rasa tanggung jawab. Kemudian Allah SWT menerangkan pula kesudahan mereka yang balk, yaitu:
35 agar Allah menutupi (mengampuni) bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang mereka kerjakan dan membalas mereka dengan upah yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.(QS. 39:35)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 35

لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ (35

Semua rahmat, pahala dan karunia yang dilimpahkan Allah kepada mereka itu, agar Allah mengampuni bagi mereka perbuatan yang paling buruk yang pernah mereka kerjakan di dunia. Allah SWT tidak membalas dengan azab tentang dosa-dosa dan kesalahan mereka, bahkan Allah menutupi dosa dan perbuatan mereka yang buruk itu dan membalas dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Dalam ayat ini didahulukan ampunan dosa dari pada pemberian pahala, karena menolak kemudaratan harus didahulukan dari pada menarik kemanfaatan.
36 Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya.(QS. 39:36)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 36 

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ (36

Dalam ayat ini Allah SWT memberikan jaminan bahwa barangsiapa yang bertawakkal kepada-Nya maka Dia adalah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya dan menghindarkan bahaya dari mereka dan melaksanakan cita-cita yang jadi idaman mereka, seperti tersebut dalam firman Allah:


ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ أمره قد جعل الله لكل شيء قدرا
Artinya:
Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.S. At Talaq: 3)
Tentang perintah untuk bertawakkal ini dalam ayat dikemukakan dalam bentuk pertanyaan, supaya lebih menyentuh dalam hati, sehingga terasa lebih mantap, seperti sesuatu yang lebih jelas dan terang keadaannya, sehingga tak dapat diingkari lagi. Dan kaum musyrikin itu menakut-nakuti Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya seperti tersebut dalam sebuah hadis, baliwa mereka berkata kepada Nabi saw "Mengapa kamu mencaci maki tuhan-tuhan kami? Jika kamu terus-menerus mencaci mereka, maka berhala itu akan menjadikan kamu orang gila atau kamu akan ditimpa bencana yang besar". Dan diriwayatkan oleh Qatadah bahwa Khalid bin Walid datang kepada patung Uzza untuk memecahkannya dengan kampaknya. Maka datanglah (kuncen) juru kunci yang. menjaganya sambil memberi peringatan: "Awas Khalid, patung itu sangat gagah perkasa, tidak dapat dikalahkan oleh siapapun". Lalu oleh Khalid dipotong hidungnya. Ternyata patung itu tidak dapat membela dirinya apalagi memberi manfaat kepada penyembahnya. karena setiap kemanfaatan dan kemudaratan itu, tidak akan sampai melainkan dengan izin dan kehendak Allah SWT. Dan barangsiapa yang berserah diri dan bertawakal kepada Allah, maka Dia-lah yang akan memberi kecukupan dalam keperluannya, seperti dalam firman-Nya:


فسيكفيكم الله
Artinya:
Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. (Q.S. Al Baqarah: 137)
Dan firman Allah mengenai Ibrahim:


وكيف أخاف ما أشركتم ولا تخافون أنكم أشركتم بالله ما لم ينزل به عليكم سلطانا
Artinya:
Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. (Q.S. Al An'am : 81)
Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, sehingga mengikuti ajakan hawa nafsunya dan senang melihat pelanggaran, kefasikan dan mendurhakai Rasul-Nya, maka tidak seorangpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.
37 Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengazab?(QS. 39:37)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 37 

وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ (37

Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah dan dimudahkan baginya untuk menempuh jalan-jalan kebahagiaan dengan mengekang hawa nafsunya dan mencintai amal kebaikan, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya dan memalingkannya dari tujuannya yang baik, atau memaksanya kepada perbuatan maksiat, karena tidak ada yang dapat membendung arus kehendak Allah atau menentang, kekuasaan-Nya. Karena itu dikatakan: "Bukankah Allah Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan, lagi mempunyai kekuasaan untuk mengazab orang-orang yang memusuhi Rasul-Nya?". Kemudian Allah mengemukakan beberapa hujah atas kekuasaan dan keesaan-Nya dan menegaskan kebodohan kaum musyrikin penyembah berhala yang tidak mempunyai ciptaan apa-apa.
38 Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: `Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?`, Niscaya mereka menjawab: `Allah`. Katakanlah: `Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Katakanlah:` Cukuplah Allah bagiku `. Kepada-Nyalah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.(QS. 39:38)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 38

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ (38

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa kaum musyrikin itu mengakui adanya Tuhan Pencipta alam, Yang Maha Bijaksana, karena dalil-dalil kebenarannya tidak dapat diingkari lagi. Dan sungguh jika mereka ditanya: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab: "Allah". Jika demikian mengapa mereka menyembah kepada selain Allah, atau mempersekutukan-Nya dengan yang lainnya, dan mereka telah dikenal sejak dahulu kala sebagai orang-orang yang cerdas pikirannya, akan tetapi karena mereka secara taklid buta mengikuti saja kebiasaan nenek moyangnya, maka mereka tidak bertindak sesuai dengan pikirannya yang sehat bahkan melakukan perbuatan orang-orang jahil secara tidak sadar. Allah SWT menyuruh Nabi-Nya, menyampaikan kritik yang mengandung kecaman yang pedas dalam bentuk pertanyaan: "Coba terangkan olehmu kepada-Ku tentang patung-patung berhala-berhala itu, yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak melimpahkan rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya? Apabila mereka ternyata tidak dapat berbuat demikian, maka apa faedahnya menyembah mereka yang sama sekali tidak berdaya itu. Bukankah lebih baik menyembah Tuhan Yang Maha Esa saja yang dapat melindungi hamba-hamba-Nya dan mencukupi segala kebutuhan mereka?"
Muqatil meriwayatkan, ketika turun ayat ini Rasulullah saw bertanya kepada mereka dengan perintah Allah kepadanya, lalu mereka menjawab: "Memang berhala-berhala itu tidak dapat menghalang-halangi kehendak Allah, akan tetapi mereka itu dapat memberi syafaat kepada kami". Maka turunlah firman Allah yang artinya: "katakanlah, cukuplah Allah bagiku dalam segala urusanku tentang mendatangkan kemanfaatan dan menolak kemudaratan, dan aku sama sekali tidak takut terhadap ancaman berhala-berhalamu dan hanya kepada Allahlah orang-orang yang berserah diri bertawakkal. Sebagaimana tersebut juga dalam sebuah hadis: "Barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang paling kuat, hendaklah ia bertawakkal kepada Allah, dan barangsiapa yang ingin menjadi manusia terkaya, maka hendaklah ia lebih percaya kepada yang berada di tangan Allah dari pada yang berada di tangannya sendiri, dan barangsiapa yang ingin menjadi manusia yang terhormat, maka ia hendaklah bertakwa kepada Allah.
Dan Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dari Nabi saw sabdanya: "Peliharalah (agama) Allah nanti kamu menemui-Nya di hadapanmu ingatlah Allah pada saat bersenang-senang, nanti Allah akan mengingatmu dalam kesempitan, dan jika kamu meminta, mintalah kepada Allah, dan jika kamu meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada-Nya. dan ketahuilah, bahwa jika seluruh umat manusia sepakat untuk membuat mudarat kepadamu dengan sesuatu, yang Allah belum memastikannya kepadamu. niscaya mereka tidak dapat membuat mudarat kepadamu, dan jika mereka semuanya sepakat untuk menyampaikan suatu kemanfaatan kepadamu, yang Allah belum memastikannya untukmu. maka mereka sama sekali tidak dapat berbuat manfaat kepadamu; qalani (di Lohmahfuz) telah diangkat, buku Catatan amal telah kering. beramallah karena Allah dengan rasa syukur dan penuh keyakinan. dan ketahuilah bahwa dalam kesabaran untuk menahan kebencian terdapat banyak kebaikan dan setiap kesusahan ada jalan keluarnya dan tiap kesulitan ada kemudahannya. Ayat ini seperti firman Allah mengenai Nabi Hud as:


إن نقول إلا اعتراك بعض إلهتنا بسوء قال إني أشهد الله واشهدوا أني برئ مما تشركون
Artinya:
Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab: "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (Q.S. Al Hud: 54)
Dan setelah Rasulullah saw mengemukakan argumen yang tidak dapat dibantah lagi oleh kaum musyrikin, maka Allah SWT memerintahkan beliau supaya menyampaikan ancaman berikut ini:
39 Katakanlah:` Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui,(QS. 39:39)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 39 

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ (39

Katakanlah: "Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan anggapanmu, bahwa kamu mempunyai kekuatan dan ketrampilan, dan peraslah keringatmu dalam membuat makar dan tipu dayamu, karena akupun bekerja pula dalam mengokohkan dan menyiarkan agamaku, nanti kamu akan mengetahui, siapakah di antara kita yang lebih baik kesudahannya.
40 siapa yang akan mendapat siksa yang menghinakannya dan lagi ditimpa oleh azab yang kekal `.(QS. 39:40)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 40 

مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ (40

Siapakah di antara kita yang mendapat siksa yang hina dan siapakah di antara kita yang akan ditimpa oleh azab yang kekal, kami atau kamu?".

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [4]
Ayat 21 s/d 40 dari [75]


Tafsir ini disalin/dicopy dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Jumat, 01 November 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AZ-ZUMAR AYAT 1 - 20 ( 01 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AZ ZUMAR
Ayat [75]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/4
1 Kitab (Al quran ini) diturunkan oleh Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 39:1)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 1 

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ (1

Allah SWT menjelaskan bahwa Alquran yang bernilai tinggi ini, diturunkan dari sisi Allah SWT Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Disebutkan sifat Allah Yang Maha Perkasa dan Maha Bijaksana dalam ayat ini, agar tergambar bagi orang yang mendengar atau membacanya bahwa Alquran itu mengandung petunjuk-petunjuk yang benar. Nilai-nilai kebenarannya tidak dapat disanggah atau dibantah oleh siapaun juga, dan nilai-nilai kebijaksanaan di dalamnya tak dapat diragukan.
Bukti-bukti kebenaran bahwa Alquran itu diturunkan dari Allah dan mengandung petunjuk yang benar dijelaskan dalam ayat-ayat yang lain. Allah SWT berfirman:


وإنه لتنزيل رب العالمين نزل به الروح الأمين على قلبك لتكون من المنذرين بلسان عربي مبين
Artinya:
Dan sesungguhnya Alquran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar Ruh Al Amin (Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi petunjuk dan peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. (Q.S. As Syuara: 192-195)
Dan firman Nya:


إن الذين كفروا بالذكر لما جاءهم وإنه لكتاب عزيز لا يأتيه الباطل من بين يديه ولا من خلفه تنزيل من حكيم حميد
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Alquran ketika Alquran itu datang kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Alquran itu kitab yang mulia, yang tidak datang kepadanya (Alquran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. (Q.S. Fussilat: 41-42)
2 Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.(QS. 39:2)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 2 

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ (2

Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menurunkan kepada Rasul Nya Kitab Alquran, dengan membawa kebenaran dan keadilan. Maksud "membawa kebenaran" dalam ayat ini ialah membawa perintah kepada seluruh manusia agar mereka beribadah hanya kepada Allan Yang Maha Esa. Kemudian Allah menjelaskan cara beribadah yang benar itu hanyalah menyembah Allah semata, dengan memurnikan ketaatan kepada Nya, bersih dari pengaruh syirik dan ria. Kebenaran yang terdapat dalam Alquran itu sesuai dengan kebenaran yang termuat dalam kitab-kitab yang diturunkan kepada Rasul sebelumnya. Dengan demikian maka semua peribadatan yang ditujukan kepada selain Allah atau peribadatan yang tidak langsung ditujukan kepada Nya adalah peribadatan yang tidak benar.
3 Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): `Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya`. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.(QS. 39:3)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 3 

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ (3

Sesudah itu Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar mengingatkan kaumnya bahwa hanya kepunyaan Allahlah agama yang bersih. Maksud agama dalam ayat ini ialah ibadah dan taat.
Oleh sebab itu ibadah dari taat itu hendaknya ditujukan kepada Allah semata, bersih dari syirik dan ria.
Sebagai penjelasan dari makna Ad Din yang termuat dalam ayat ini dapatlah dikemukakan sebuah hadis Al Hasan dari Abu Hurairah, bahwa seorang laki-laki berkata:


يا رسول الله إني أتصدق بالشيء وأصنع الشيء أريد به وجه الله وثناء الناس. فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذي نفس محمد بيده لا يقبل الله شيئا شورك فيه, ثم تلا: ألا لله الدين الخالص.
Artinya:
"Ya Rasulullah! Sebenarnya saya akan menyedekahkan sesuatu, padahal saya berkeinginan dari perbuatan itu mendapat kerelaan Allah dan. mendapat pujian dari manusia. Kemudian Rasulullah saw bersabda: "Demi yang jiwaku di dalam kekuasaan Nya, Allah SWT tidak akan menerima sesuatu yang di dalamnya terdapat syirik. kemudian beliau membaca ayat ini:" ala Lillahid Dinul Khaliq" (lihat Tafsir Al Maragi Jilid 8, juz 23 hal. 142.
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah, menurut mereka, mereka tidaklah menyembah pelindung itu melainkan dengan maksud supaya pelindung itu mendekatkan mereka kepada Allah sedekat-dekatnya.
Pemeluk agama berhala berpendapat bahwa Allah SWT adalah Zat yang berada di luar jangkauan indra manusia, oleh sebab itu maka tidaklah mungkin manusia dapat langsung beribadat kepada Nya. Oleh sebab itu apabila manusia ingin beribadat kepada Nya hendaknya memakai perantara yang diserahi tugas untuk menyampaikan ibadah mereka itu kepada Allah. Perantara-perantara itu, menurut mereka, ialah malaikat dan jin, yang kadang-kadang menyerupai bentuk manusia; Mereka ini pada hakikatnya adalah Tuhan. Adapun patung-patung yang dipahat yang diletakkan di rumah-rumah ibadah adalah patung yang menggambarkan tuhan, tetapi bukanlah Tuhan yang sebenarnya. Hanya saja pada umumnya kebodohan menyebabkan mereka, tidak lagi membedakan antara patung dan Tuhan sehingga mereka menyembah patung itu sebagaimana menyembah Allah sendiri, seperti keadaan orang-orang yang menyembah binatang. Mereka ini tidak lagi membedakan antara menyembah binatang dan menyembah Pencipta binatang.
Orang-orang Arab Jahiliah melukiskan patung-patung dengan bermacam-macam bentuk, ada patung yang menggambarkan bintang-bintang, malaikat-malaikat, Nabi-nabi dan orang-orang saleh yang telah berlalu. Mereka menyembah patung-patung itu sebagai simbol bagi masing-masing sembahan itu.
Demikianlah dugaan-dugaan kaum musyrikin di masa yang lalu dan pada menjelang diutusnya Muhammad saw sebagai utusan. Kemudian datanglah Rasulullah dengan mengemban perintah untuk membinasakan sembahan-sembahan mereka itu dan mengikis habis dugaan yang salah dari pikiran mereka, serta menggantinya dengan bimbingan yang menuntun pikiran agar beragama tauhid.
Allah SWT berfirman:


ولقد بعثنا في كل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyatakan): "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Tagut itu (setan dan apa yang disembah selain Allah)" (Q.S. An Nahl: 36) .
Dan firman Nya:


وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنه لا إله إلا أنا فاعبدون
Artinya:
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan daku". (Q.S. Al Anbiya: 25)
Sebagai penjelasan lebih luas tentang pengakuan orang-orang Quraisy terhadap adanya Allah, dapatlah dikemukakan penuturan Qatadah bahwa apabila orang-orang musyrik Quraisy itu ditanya siapa Tuhan mereka, siapa Yang menciptakan mereka dan siapa yang menciptakan langit dan bumi serta menurunkan hujan dari langit, mereka menjawab "Allah". Kemudian apabila ditanyakan kepada mereka, mengapa mereka menyembah berhala-berhala, merekapun menjawab: "Supaya berhala-berhala itu mendekatkan mereka kepada Allah dengan sedekat-dekatnya dan berhala-berhala itu memberi syafaat pada saat mereka memerlukan pertolongan dari sisi Allah.
Kemudian mengenai sikap kaum musyrikin yang serupa itu Allah SWT berfirman:


فلولا نصرهم الذين اتخذوا من دون قربانا آلهة بل ضلوا عنهم
Artinya:
Maka mengapa yang mereka sembah selain Allah sebagai Tuhan untuk mendekatkan diri (kepada Allah) tidak dapat menolong mereka. Bahkan tuhan-tuhan itu telah lenyap dari mereka?. (Q.S. al ahqaf: 28)
Allah SWT mengancam sikap mereka dan menampakkan kepada mereka akibat yang akan mereka rasakan, bahwa Allah SWT akan memutuskan apa yang mereka perselisihkan itu pada hari berhisab. Pada hari itulah kebenaran agama tauhid tidak akan dapat ditutup-tutupi lagi dan kebatilan agama berhala akan nyata dengan jelas. Masing-masing pemeluknya akan mendapat imbalan yang setimpal. Orang-orang yang tetap berpegang kepada agama tauhid akan mendapat tempat kembali yang penuh kenikmatan. Sedang orang-orang yang selalu bergelimang dalam lembah kemusyrikan akan mendapat tempat kembali yang penuh dengan penderitaan.
Di akhir ayat Allah SWT menandaskan bahwa Dia tidak akan menunjukkan orang-orang yang mendustakan kebenaran dan mengingkari agama tauhid itu karena kesesatan mereka yang tak dapat dibetulkan lagi. Macam-macam cara yang mereka tempuh untuk menyekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain, seperti menyembah berhala, atau beranggapan bahwa Allah mempunyai anak dan sebagainya, yang kesemuanya itu tiada lain hanyalah anggapan mereka yang jauh dari kebenaran dan menyeret mereka ke lembah kesesatan.
4 Kalau sekiranya Allah hendak mengambil anak, tentu Dia akan memilih apa yang dikehendaki-Nya di antara ciptaan-ciptaan yang telah diciptakan-Nya. Maha Suci Allah. Dia-lah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.(QS. 39:4)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 4

لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لَاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (4

Kemudian Allah SWT menjelaskan dengan lebih terperinci perbuatan mereka yang menyebabkan mereka itu terjerumus ke dalam kesesatan. Allah SWT mengemukakan bahwa sekiranya Allah SWT berkeinginan untuk mengambil anak. tentulah Dia tidak akan mengambil anak seperti yang mereka katakan. Sudah tentu Allah berkuasa memilih anak menurut kehendak Nya. Dan yang dipilih itu tentunya anak lelaki, tetapi mengapa orang-orang kafir Quraisy itu mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan, padahal mereka sendiri enggan mempunyai anak perempuan?
Allah SWT berfirman:


أم له البنات ولكم البنون
Artinya:
Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?. (Q.S. At Tur: 39)
Dan firman Nya:


ألكم الذكر وله الأنثى تلك إذا قسمة ضيزى
Artinya:
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. (Q.S. An Najm: 21-22)
Anggapan bahwa Allah mempunyai anak bagaimanapun juga bentuknya, adalah termasuk mempersekutukan Allah dengan tuhan-tuhan yang lain. Hal ini berarti memecah belah kekuasaan Tuhan. Bagaimanapun juga anak itu tentunya mewarisi kekuasaan dari ayah, dan apabila kekuasaan itu terbagi, maka hilanglah ke Maha Kuasaan Allah. Hal ini tidak bisa terjadi karena Allah Yang menciptakan langit dan bumi serta isinya, tentu mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, sehingga kekuasaan Nyapun tidak mungkin terbagi-bagi.
Itulah sebabnya maka Allah SWT menandaskan bahwa Maha Suci Dia dari sifat-sifat yang dikemukakan oleh orang-orang musyrik itu. Sebaliknya Allah SWT menandaskan bahwa Dia Maha Esa, tidak beranak dan tidak berbapak. Dia tidak memerlukan sesuatu apapun, bahkan Dia Maha Mengalahkan Dia berkuasa menundukkan apa saja yang ada di langit dan di bumi serta seluruh isinya, dan memaksanya tunduk takluk di bawah kekuasaan Nya dan patuh menurut kehendak Nya.
5 Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.(QS. 39:5)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 5 

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ (5

Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar. Dihiasi Nya langit dengan matahari dan bulan. Masing-masing mempunyai lintasan-lintasan menurut ketentuan yang telah ditetapkan Allah. Karena perputaran bumi pada porosnya terlihatlah seolah-olah matahari beredar di langit dari arah Timur ke Barat, yang karenanya terjadilah pergantian slang dan malam. Apabila matahari muncul di kaki langit bagian timur datanglah siang dan bila matahari tenggelam di kaki langit bagian barat datanglah malam. Demikianlah yang terjadi pada tiap-tiap hari. Peristiwa yang terjadi itu semata-mata karena kehendak Allah, yang telah ditetapkan Nya pada saat menciptakan alam semesta. Allah menutupkan malam atas siang adalah kata ungkapan perumpamaan. Siang yang ditandai oleh terangnya sinar matahari diumpamakan tempat yang terbuka, sedang malam yang ditandai oleh tertutupnya sinar matahari diumpamakan sebagai tirai yang menutupi tempat yang terbuka. Jadi apabila dikatakan malam menutupi siang, pengertiannya ialah terangnya sinar matahari tertutup oleh tirainya gelap malam. Allah menutupkan siang atas malam perumpamaan yang sebaliknya. Siang diumpamakan cahaya yang terang benderang sedang malam diumpamakan tempat tempat yang gelap pekat. Di waktu hari mulai siang cahaya matahari yang terang benderang menutupi kegelapan malam, hingga sirnalah pekatnya malam berganti dengan terang benderang. Pandangan serupa ini adalah pandangan sehari-hari menurut pengamatan orang awam.
Akan tetapi apabila orang mau berpikir lebih teliti ia akan dapat memahami bahwa panjang pendeknya siang dan malam tidaklah sama. Untuk tempat-tempat yang berada di sekitar khatulistiwa panjang dan pendeknya slang dan malam selalu berkisar sama, sekitar 12 jam, akan tetapi bagi tempat-tempat yang berada di sebelah utara khatulistiwa, pada saat matahari beredar di sebelah utara, lama siang untuk daerah-daerah itu bertambah panjang, betambahnya lama siang berbanding lurus dengan kedudukan tempat di bumi dan kedudukan matahari. Hingga bagi tempat-tempat di daerah kutub Utara apabila matahari berada di belahan langit yang paling utara, terjadilah untuk daerah-daerah tersebut siang terus menerus. Matahari tidak pernah memecah ufuk. Dapatlah dikatakan, makin jauh tempat orang dari khatulistiwa dan makin jauh kedudukan matahari dari khatulistiwa langit, makin panjanglah siang hingga pada daerah-daerah tertentu terjadilah siang terus menerus. Maka dari tempat yang terdekat hingga yang terjauh dari khatulistiwa ada bahagian malam yang ditutupi siang yang waktunya makin lama. Hingga pada suatu tempat siang sama sekali menutupi malam. Berarti siang menghabiskan seluruh lingkaran peredaran matahari. Dengan kata lain slang menutupi malam sama sekali.
Sesudah itu Allah menjelaskan bahwa dia menundukkan matahari dan bulan. Berarti bahwa peredaran matahari dan bulan itu sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh Allah pada saat diciptakan. Apabila yang dimaksud peredaran harian matahari semu, maka saat matahari berkulminasi ke saat berkulminasi berikutnya diperlukan waktu selama kira-kira 24 jam. Tetapi apabila yang dimaksud peredaran tahunan, yaitu peredaran semu matahari di antara bintang-bintang diperlukan waktu satu tahun. Sedang untuk peredaran bulan dari ijtima' hingga ijtima' berikutnya diperlukan waktu sebanyak satu bulan. Ketentuan-ketentuan waktu sebanyak satu bulan menurut perhitungan kalender yang berdasarkan pada peredaran bulan. Ketentuan-ketentuan waktu peredaran tersebut adalah ketentuan secara garis besarnya saja. Untuk mendapatkan angka-angka yang lebih teliti, memerlukan pembahasan yang lebih lama. Tetapi yang dapat dipahami bahwa matahari dan bulan itu beredar menurut waktu peredaran yang tertentu; bahkan boleh dikatakan beredar menurut ketentuan yang hampir pasti. Itulah sebabnya maka Allah SWT menandaskan bahwa masing-masing benda langit itu, beredar menurut waktu yang ditentukan menurut peredarannya masing-masing. Karena itu maka apabila saatnya matahari dan bulan itu akan kehilangan keseimbangannya, makin lama makin menyimpang dari ketentuan peredarannya, dan peredaran itu akan sampai pada titik penghabisannya Hal yang serupa itu akan terjadi pada Hari Kiamat, yaitu hari berantakannya langit dan bumi serta isinya.
Allah SWT berfirman:


يوم نطوي السماء كطي السجل للكتب
Artinya:
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. (Q.S. Al Anbiya: 104)
Di akhir ayat Allah SWT menyuruh hamba Nya agar suka memohon ampun kepada Nya dengan cara bergegas untuk beribadah dan memurnikan ketaatan kepada Nya dengan mengingatkan mereka bahwa Allah SWT Maha Perkasa, ketentuan-ketentuannya tak dapat dibantah Allah Maha Pengampun bagi para hamba Nya yang menginsafi dirinya dan suka dibimbing ke jalan yang benar.
6 Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isterinya dan Dia menurunkan untuk kamu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?(QS. 39:6)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 6 

خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَأَنَّى تُصْرَفُونَ (6

Dalam pada itu Allah SWT menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Nya yang ada pada penciptaan diri manusia. Allah SWT menjelaskan bahwa Dia menciptakan manusia pada mulanya seorang saja. Allah menciptakan manusia yang beraneka ragam warna dan bahasanya dari diri Adam. Kemudian Allah menciptakan pasangannya Hawa. Kemudian Allah menjelaskan bahwa Dia pula yang menciptakan delapan ekor binatang ternak yang berpasang-pasangan. Kambing sepasang, biri-biri sepasang, unta sepasang dan sapi sepasang.
Sesudah itu Allah menjelaskan lebih jauh tentang kejadian manusia selanjutnya. Manusia diciptakan dengan melalui proses kejadian demi kejadian. Proses kejadiannya yang pertama ialah sebagai nutfah, sesudah itu ditempuhnya proses demi proses sebagaimana darah kental kemudian sebagai janin. Pada saat sempurna menjadi janin itulah Allah menciptakan ruh di dalamnya sehingga menjadilah makhluk hidup. Tanda-tanda kehidupannya dapat diketahui dari detak jantungnya dengan menempelkan telinga ke perut sang ibu.
Di samping itu Allah SWT menjelaskan bahwa ketika bayi berada dalam kandungan ia berada dalam tiga kegelapan, yaitu pada bagian dalam selaput yang menutupi bayi dalam rahim sehingga terlindunglah bayi itu dari pengaruh pembusukan. Menurut pandangan mata, sepintas kilas selaput itu seakan-akan hanya selapis saja, namun bila diteliti dengan seksama, maka selaput itu ada tiga lapis; Demikian penjelasan dari dr. Abd. Aziz Basya Ismail (Cairo). (lihat Tafsir Al Maragi jilid 8, juz 23, hal. 147)
Sesudah itu Allah SWT menandaskan bahwa yang berbuat demikian itu ialah Allah Pencipta manusia dan Yang menguasai langit dan bumi serta isinya. Oleh sebab itu maka Dialah yang berhak disembah. Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Dia, Yang Maha Esa dan tidak mempunyai sekutu.
Pada penghujung ayat Allah SWT menanyakan kepada kaum musyrikin pertanyaan yang mengandung cemoohan terhadap mereka, mengapa mereka dapat dipalingkan dari beribadah hanya kepada Allah, menjadi penyembah patung-patung, padahal mereka telah mempunyai kemampuan untuk membaca tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah yang ada di alam semesta dan ada pada diri mereka sendiri.
7 Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman) mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada) mu.(QS. 39:7)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 7

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (7

Allah SWT menjelaskan bahwa apabila kaum musyrikin itu tetap mengingkari Ke Maha Esaan Nya, padahal sudah cukup bukti-bukti untuk itu, maka hal itu sedikitpun tidak merugikan Allah. Dia tidaklah memerlukan apapun juga dari seluruh makhluk Nya.
Allah SWT berfirman:


إن تكفروا أنتم ومن في الأرض جميعا فإن الله لغني حميد
Artinya:
Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (Q.S. Ibrahim: 8)
Dan seperti yang dijelaskan dalam Hadis Qudsy:


يا عبادي لو أن أولكم وآخركم وإنسكم وجنكم كانوا على أفجر قلب رجل منكم ما نقص ذلك من من ملكي شيئا.
Artinya:
Wahai hamba-hamba Ku, kalau sekiranya orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir dari kamu, manusia dan Jin semuanya tetap berhati jahat, maka sikap demikian itu tidaklah mengurangi kerajaan Ku sedikitpun. (H.R. Muslim)
Allah SWT menjelaskan bahwa Dia tidak merelakan kekafiran bagi para hamba Nya. Karena keingkaran itu pada dasarnya bertentangan dengan jiwa manusia. Jiwa manusia dan seluruh makhluk Allah diciptakan sesuai dengan fitrah kejadiannya, yang semestinya tunduk kepada ketentuan-ketentuan Penciptanya. Akan tetapi apabila mereka itu mensyukuri nikmat Allah, tentu Dia menyukainya, karena keadaan serupa itu memang sesuai dengan fitrah kejadiannya, serta sesuai dengan Sunatullah.
Allah SWT berfirman:


لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
Artinya:
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat Ku), maka sesungguhnya azab Ku sangat pedih. (Q.S. Ibrahim: 7)
Kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa tiap orang, pada Hari Kiamat akan dituntut untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya-selama ia hidup di dunia. Tiap-tiap orang yang berdosa bertanggung jawab atas perbuatan dosanya. Ia tidak akan memikul dosa orang lain. Sesudah itu tiap-tiap orang akan digiring menghadap Tuhannya untuk menerima penjelasan tentang catatan amalnya selama ia hidup di dunia. Tak ada satu perbuatan yang baik ataupun yang buruk yang ketinggalan. Pada saat itu amal perbuatan masing-masing orang akan mendapat pembalasan yang setimpal dengan amal perbuatannya. Apabila catatan amalnya penuh dengan amal perbuatan yang baik, niscaya ia mendapat tempat yang penuh dengan kenikmatan. Tetapi apabila catatan-catatan amalnya penuh dengan amal perbuatan buruk niscaya ia mendapat tempat yang. penuh dengan penderitaan.
Pada penghujung ayat ini Allah SWT menjelaskan, bahwa Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam dada para hamba Nya. Dengan demikian maka tidak mungkin ada amal perbuatan yang ketinggalan, baik perbuatan yang dapat disaksikan oleh orang lain ataupun perbuatan yang hanya diketahui oleh sipembuat itu sendiri.
8 Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: `Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka`.(QS. 39:8)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 8

وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ (8

Sesudah itu Allah SWT menjelaskan sikap orang yang mengingkari nikmat Allah. Apabila ia ditimpa kemudaratan baik berupa penyakit ataupun penderitaan yang menimpa kehidupannya, ia memohon pertolongan kepada Allah, agar penyakitnya atau penderitaannya dilenyapkan daripadanya. Iapun menyatakan diri bertobat, meminta ampun atas perbuatan buruknya di masa yang telah lalu. Akan tetapi apabila ia mendapatkan nikmat di mana penyakit dan penderitaannya telah hilang lenyap, lupalah ia akan perkataan yang ia ikrarkan pada saat dia berdoa. Kemudian mereka mengada-adakan tuhan-tuhan yang lain sebagai sekutu bagi Allah. Mereka tidak saja menyesatkan diri mereka, tetapi menyesatkan pula orang lain, menghalang-halangi orang yang mengikrarkan dirinya sebagai orang yang beragama tauhid.
Di akhir ayat Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar mengatakan kepada orang yang mengingkari nikmat Allah itu, "puaskanlah dirimu dengan melaksanakan keinginanmu sewaktu hidup di dunia, nikmatilah kelezatannya yang tidak lama masanya, hingga ajal merenggut jiwamu. Tetapi pada saat itu kamu akan menyesali perbuatanmu. Pada hari berhisab nanti, kamu akan mengetahui dengan pasti bahwa kamu akan menjadi penghuni neraka yang penuh dengan siksaan".
9 (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: `Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?` Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.(QS. 39:9)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 9 

أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ (9

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Rasul Nya agar menanyakan kepada orang-orang kafir Quraisy, apakah mereka lebih beruntung ataukah orang yang beribadat di waktu malam, dalam keadaan sujud dan berdiri dengan sangat khusyuknya. Dalam melaksanakan ibadahnya itu timbullah dalam hatinya rasa takut kepada azab Allah di kampung akhirat, dan memancarlah harapannya akan rahmat Allah.
Perintah yang sama diberikan Allah kepada Rasul Nya agar menanyakan kepada mereka apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Yang dimaksud dengan orang-orang yang mengetahui ialah orang-orang yang mengetahui pahala yang akan diterimanya, karena amal perbuatannya yang baik, dan siksa yang akan diterimanya apabila ia melakukan maksiat. Sedangkan orang-orang yang tidak mengetahui ialah orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui hal itu, karena mereka tidak mempunyai harapan sedikutpun akan mendapat pahala dari perbuatan baiknya, dan tidak menduga sama sekali akan mendapat hukuman dan amal buruknya.
Di akhir ayat Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran, baik pelajaran dari pengalaman hidupnya atau dari tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat di langit dan di bumi serta isinya, juga terdapat pada dirinya atau suri teladan dari kisah umat yang lalu.
10 Katakanlah: `Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu`. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.(QS. 39:10)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 10 

قُلْ يَا عِبَادِي الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ (10

Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar menyeru seluruh hamba Allah dan menasihati mereka agar tetap bertakwa kepada Allah, menaati seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Kemudian Allah SWT menyebutkan alasan mengapa mereka harus bertakwa. Karena mereka yang berbuat baik di dunia ini akan mendapat kebaikan pula. Mereka ini akan dianugerahi sehat dan sejahtera, sukses dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya. Kesemuanya itu dapat dicapai karena ia selalu berakhlak baik berbudi luhur seperti biasa dilakukan oleh orang-orang yang bertakwa Di samping itu di akhirat ia akan mendapat kebaikan pula, yaitu mendapat tempat yang penuh dengan kenikmatan, dan mendapat keridaan Allah.
Dalam pada itu Allah SWT menyuruh kaum Muslimin agar mempersiapkan diri melakukan hijrah ke Madinah, serta menyuruh mereka agar bersikap tabah karena terpisah dari tanah air, anak keluarga dan handai tolan dengan menjelaskan bahwa apabila kaum Muslimin terganggu kebebasannya dalam melakukan perintah Allah di Mekah, maka hendaklah hijrah ke negeri lain yang memungkinkan untuk memberi ketenangan dalam melakukan perintah-perintah Allah.
Perintah ini terlukis dalam firman Allah yang singkat "Dan bumi Allah itu adalah luas".
Allah SWT berfirman:


ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها
Artinya:
Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu. (Q.S. An Nisa: 97)
Di akhir ayat Allah SWT menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapat pahala yang tak terbatas, seperti dirasakan oleh umat yang terdahulu dari mereka.
11 Katakanlah: `Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.(QS. 39:11)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 11 

قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ (11

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrikin Quraisy, bahwa dia diperintahkan oleh Allah untuk menyembah-Nya dan menaati perintah-Nya dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan urusan agama. Dari keterangan ini dapat dipahami bahwa sembahan-sembahan selain Allah harus dibasmi sampai ke akar-akarnya. Begitu pula mengenai urusan-urusan keagamaan pedomannya adalah perintah yang datang dari Allah, tidak boleh berdasarkan pendapat orang. Dan juga dilarang mengadakan kompromi dengan orang-orang musyrik Quraisy.
12 Dan aku diperintahkan supaya menjadi orang yang pertama-tama berserah diri`.(QS. 39:12)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 12 

وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَ (12

Rasulullah juga diperintahkan menjadi orang yang pertama kali berserah diri kepada Allah. Dengan demikian Rasulullah menjadi suri teladan yang harus dicontoh seluruh perbuatannya dan dijauhi apa yang dilarangnya. Dia menjadi teladan dalam hal memurnikan tauhid, memurnikan ibadah dan membersihkan diri dari tingkah laku dan perbuatan orang-orang musyrik Quraisy.
Dimaksud dengan berserah diri dalam ayat ini ialah tunduk pada seluruh ketentuan Allah baik yang berhubungan dengan perintah-perintah syara' ataupun tunduk dan patuh terhadap ketentuan Allah yang berhubungan dengan sunah kauniyah.
13 Katakanlah: `Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar jika aku durhaka kepada Tuhanku`.(QS. 39:13)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 13 

قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (13

Di samping itu Rasulullah juga diperintahkan agar merasa takut melanggar larangan-larangan-Nya, seperti tidak berbuat ikhlas dalam menjalankan perintah-Nya dan mengesakan Allah. Karena apabila ia takut melanggar larangan-larangan-Nya berarti takut akan siksa yang amat dahsyat yang akan ditimpakan pada hari berhisab Pada hari semua perbuatan manusia baik atau pun buruk diperiksa dan diberi pembalasan dengan balasan yang setimpal.
14 Katakanlah: `Hanya Allah saja Yang aku sembah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agamaku`.(QS. 39:14)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 14 

قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي (14

Sesudah itu Allah SWT memerintahkan lagi kepada Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaumnya bahwa hanya Allah saja yang ia sembah dan hanya untuk-Nya ia memurnikan ketaatan dalam menjalankan urusan agama. Dari ayat ini dapatlah diambil pengertian, bahwa dalam melaksanakan urusan keagamaan harus ada garis pemisah yang tegas tidak boleh dicampur adukkan antara mengesakan Allah dengan mempersekutukan-Nya. Dan harus ditarik garis pemisah antara yang diperintahkan oleh agama dan mana yang tidak diperintahkan. Dalam urusan agama tidak ada kompromi. sedang dalam urusan dunia dan kemaslahatan, boleh dipecahkan dengan ijtihad, asal prinsipnya tidak bertentangan dengan jiwa agama.
15 Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: `Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat`. Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.(QS. 39:15)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 15 

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ (15

Itulah sebabnya maka Allah memerintahkan Rasul-Nya agar mengatakan kepada kaum musyrik Quraisy, serta membiarkan mereka menyembah patung-patung itu menurut kehendak mereka. Karena mereka telah diberi peringatan berulang-ulang dan diberi bimbingan berkali-kali, tetapi mereka masih tetap juga pada pendirian mereka mengikuti jejak nenek moyang mereka yang hanya berdasarkan dugaan-dugaan yang jauh dari kebenaran.
Sebagai penegasan yang terakhir Rasulullah diperintahkan untuk menyatakan kepada mereka bahwa orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri. Berarti apabila mereka nanti diberi pembalasan dengan siksa yang dan ayat, tiada lain penderitaan itu karena perbuatan mereka sendiri. Kerugian dan penderitaan itu bukan saja diderita oleh mereka, tetapi juga menimpa keluarga mereka yang sependirian dengan mereka.
Pada penghujung ayat ini Allah SWT menandaskan bahwa kerugian dan penderitaan serupa itu adalah kerugian dan penderitaan yang nyata, karena tidak ada kerugian dan penderitaan yang lebih dahsyat dari pada kerugian yang mereka derita di Hari Kiamat.
16 Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dari api). Demikianlah Allah mempertakuti hamba-hamba-Nya dengan azab itu. Maka bertakwalah kepada-Ku hai hamba-hamba-Ku.(QS. 39:16)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 16

لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ذَلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ يَا عِبَادِي فَاتَّقُونِ (16

Dalam pada itu Allah SWT menjelaskan derita yang mereka alami. Mereka akan diletakkan di tengah-tengah api neraka yang berlapis-lapis. Di bagian atas terdapat api yang berlapis-lapis dan di bawahnyapun demikian pula. Mereka berada di puncak derita, karena mereka dikepung oleh api neraka.
Allah SWT berfirman:


يوم يغشهم العذاب من فوقهم ومن تحت أرجلهم ويقول ذوقوا ما كنتم تعملون
Artinya:
Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka): "Rasakanlah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Al Ankabut: 55)
Dan firman-Nya:


لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش
Artinya:
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka, dan di atas mereka ada selimut (api neraka). (Q.S. Al A'raf: 41)
Siksa-siksa yang dahsyat itu dikemukakan Allah tiada lain hanyalah untuk menakut-nakuti hamba-Nya, agar mereka sadar dan insaf dan kembali kepada jalan yang lurus, jalan yang ditunjukkan Rasulullah serta suka memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa yang telah mereka kerjakan.
Pada akhir ayat Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya agar menyeru para hamba-hamba Allah yang bertakwa, suka menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Seruan itu menunjukkan sifat kasih sayang Allah terhadap hamba-hamba-Nya dan kebijaksanaan-Nya yang tak ternilai tingginya.
17 Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,(QS. 39:17)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 17 - 18 

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِي (17) الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ (18

Ayat ini menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya menghindarkan diri dari menyembah tagut, berhala dan tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri kepada Allah dan hanya menyembah-Nya semata, tidak menyembah selain-Nya Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para Rasul bahwa mereka akan terhindar dari siksaan azab kubur di waktu akan mati, kesengsaraan di padang mahsyar dan kenikmatan yang abadi di dalam surga. Karena itu wahai Muhammad beri pulalah kabar gembira kepada umatmu yang selalu menyembah Ku, yang selalu mendengar perkataan yang benar, lalu ia mengerjakan mana yang paling baik dari semua perkataan yang benar itu. Merekapun akan memperoleh apa yang diperoleh oleh hamba-hamba Ku yang takwa. Mereka itu adalah orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk Ku dan selalu menggunakan akal yang sehat.
Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan tiga sahabat Rasulullah, yaitu Zaid bin 'Amr, Abu Zar Al Gifari dan Salman Al Farisi, ketiga orang itu adalah orang-orang yang pernah mengucapkan kalimah "La ilaha illallah" di masa Arab Jahiliah.
18 yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.(QS. 39:18)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 17 - 18 

وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَى فَبَشِّرْ عِبَادِي (17) الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ أُولَئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ وَأُولَئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ (18

Ayat ini menerangkan orang-orang yang selalu menjaga dirinya menghindarkan diri dari menyembah tagut, berhala dan tabah dalam menghadapi godaan setan, menghambakan diri kepada Allah dan hanya menyembah-Nya semata, tidak menyembah selain-Nya Mereka akan memperoleh kabar gembira dari para Rasul bahwa mereka akan terhindar dari siksaan azab kubur di waktu akan mati, kesengsaraan di padang mahsyar dan kenikmatan yang abadi di dalam surga. Karena itu wahai Muhammad beri pulalah kabar gembira kepada umatmu yang selalu menyembah Ku, yang selalu mendengar perkataan yang benar, lalu ia mengerjakan mana yang paling baik dari semua perkataan yang benar itu. Merekapun akan memperoleh apa yang diperoleh oleh hamba-hamba Ku yang takwa. Mereka itu adalah orang-orang yang selalu mengikuti petunjuk Ku dan selalu menggunakan akal yang sehat.
Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan tiga sahabat Rasulullah, yaitu Zaid bin 'Amr, Abu Zar Al Gifari dan Salman Al Farisi, ketiga orang itu adalah orang-orang yang pernah mengucapkan kalimah "La ilaha illallah" di masa Arab Jahiliah.
19 Apakah (kamu hendak merobah nasib) orang-orang yang telah pasti ketentuan azab atasnya? Apakah kamu akan menyelamatkan orang yang berada dalam api neraka?(QS. 39:19)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 19 

أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِي النَّارِ (19

Pada ayat ini diterangkan kebalikan sifat-sifat dari sifat-sifat orang yang disebutkan pada ayat sebelum ayat ini, yaitu mereka mengatakan sanggup melaksanakan segala sesuatu dan sanggup pula mengatasi segala macam kesulitan. Mereka dicela Allah SWT dengan mengatakan: "Apakan kamu yang mengendalikan segala urusan manusia, mengatur dan mengendalikan keadaan mereka? Apakah kamu dapat merubah keputusan Ku dengan membatalkan ketetapan azab yang telah Aku tetapkan terhadap orang-orang yang selalu mengotori jiwanya dengan mengerjakan segala macam perbuatan dosa dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang Aku larang?". Allah SWT menegaskan bahwa mereka sekali-kali tidak dapat menghapus dan merubah segala macam keputusan Ku sedikitpun, karena ketentuan segala sesuatu berada di tangan Ku.
20 Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.(QS. 39:20)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGA-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Az Zumar 20 

لَكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَعْدَ اللَّهِ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ (20

Pada ayat ini diulangi lagi perbuatan-perbuatan yang diridai Allah, yaitu segala perbuatan takwa, perbuatan wajib, dan sunat. Orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan tersebut akan ditempatkan nanti di dalam surga di dalam kamar-kamar yang ada di dalamnya terdapat segala macam yang mereka ingini dengan taman-taman yang indah yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.
Itulah janji Allah SWT kepada setiap orang yang beriman dan bertakwa. Janji itu adalah janji yang benar, tidak akan di mungkiri sedikitpun, karena Allah SWT tidak akan memungkiri janji-Nya.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [4]
Ayat 1 s/d 20 dari [75]


Tafsir ini disadur/disalin dari :

1.Tafsir DEPAG RI/http://users6.nofeehost.com/alquranonline/, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU