Minggu, 01 September 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH LUQMAN AYAT 1 - 20 ( 01 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : LUQMAN
Ayat [34]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/2
1 Alif laam miim.(QS. 31:1)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 1

 الم
  (Alif lam mim) hanya Allah saja yang mengetahui arti dan maksud ayat ini.
2 Inilah ayat-ayat Al quran yang mengandung hikmat,(QS. 31:2)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 2 

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (2

Ayat ini menerangkan bahwa ayat-ayat Alquran itu adalah ayat-ayat yang disusun dengan rapi dan teliti, dengan gaya bahasa yang tinggi nilainya, dengan tujuan yang agung dan mulia bagi manusia yang mengikuti petunjuk-petunjuknya; tidak terdapat di dalamnya cacat, cela dan kekurangan, walaupun sedikit tidak ada satupun dari ayat-ayat yang bertentangan dengan ayat-ayat yang lain, ayat-ayat yang mudah dilaksanakan oleh siapapun, dalam keadaan bagaimanapun dan di manapun ia berada.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 2 

تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (2

(Inilah) yakni ayat-ayat ini (ayat-ayat Alkitab) yakni Alquran (yang mengandung hikmah) idhafah lafal aayatu kepada lafal al-kitaabi mengandung makna min, maksudnya sebagian dari Alquran.
3 menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan,(QS. 31:3)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 3 

هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ (3

Ayat-ayat ini menegaskan bahwa ayat-ayat Alquran adalah petunjuk. sumber kebaikan dan keberkatan dan jalan kebahagiaan bagi manusia dalam segala macam segi kehidupan di dunia dan petunjuk yang memimpinnya mencapai kebahagiaan hidup di akhirat kelak
Jika manusia membuka lembaran-lembaran sejarah dari zaman dahulu sampai sekarang ia akan berkesimpulan bahwa dengan diutusnya Nabi Muhamamd saw oleh Allah dengan membawa Alquran yang berisi pokok-pokok risalah yang dibawanya, maka saat itu terbukalah pintu-pintu kebaikan bagi semesta alam dan bertambah pulalah perkembangan ilmu pengetahuan dengan segala macam cabangnya.
Sekalipun telah didapat kebudayaan yang tinggi sebagai hasil pikiran manusia pada periode sebelum ini. seperti kebudayaan Mesir kuno, Babilonia dan bangsa Yunani dan sebagainya, namun kebudayaan itu belum mempunyai dasar-dasar yang kuat kokoh untuk mencapai perkembangan lebih lanjut dan sempurna di kemudian hari.
Dasar-dasar pokok pengetahuan Ilmu Bumi Alam seperti bumi bulat, planet-planet mempunyai garis edar telah disyaratkan oleh Alquran sejak abad yang ketujuh Masehi, sedang orang-orang Barat yang baru mempercayainya setelah abad kelima belas Masehi, setelah Christopher Colombus menemukan Benua Amerika. Demikian pula dasar-dasar Ilmu Pasti dan Ilmu Alam dan sebagainya.
Dalam bidang hidup dan kehidupan manusia, Alquran memberi petunjuk agar manusia menjaga keseimbangan antara kehidupan jasmani dan kehidupan rohani, keseimbangan dalam mencapai kehidupan duniawi dan ukhrowi. Demikian pula dalam hidup bermasyarakat dan bernegara, apa yang baik dimakan boleh dimakan dan apa yang tidak baik jangan dimakan, cara berbicara dan bergaul yang baik dan sebagainya. Alquran memberi dasarnya, kemudian manusia mengolah dan menyesuaikan dengan dirinya, mana yang paling baik dan tepat untuk dilaksanakan.
Orang-orang yang memikirkan, merenungkan mengolah dan mengamalkan petunjuk-petunjuk Alquran itu dengan sebaik-baiknya adalah "orang-orang yang muhsin".

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 3 

هُدًى وَرَحْمَةً لِلْمُحْسِنِينَ (3

Dia, yakni Alquran (menjadi petunjuk dan rahmat) lafal rahmatun dibaca rafa' (bagi orang-orang yang berbuat kebaikan) pada umumnya qiraat lafal rahmatun dibaca nashab sehingga bacaannya menjadi hudan wa rahmatan. Kedudukannya menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari lafal aayatul kitaabi dan 'amilnya adalah makna isyarat yang terkandung dalam lafal tilka. Maksudnya, ayat-ayat Alquran ini sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan.
4 (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.(QS. 31:4)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 4 

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4

Pada ayat-ayat ini disebutkan di antara tanda-tanda orang-orang yang muhsin itu, yaitu:
1. Ia selalu mengerjakan salat yang lima waktu, yang diwajibkan kepada mereka pada setiap waktu yang telah ditentukan Dalam pada itu ia selalu berusaha untuk melaksanakan salat itu dengan sebaik-baiknya lengkap dengan rukun-rukun, syarat-syarat dan sunah-sunahnya,
2. Ia selalu menunaikan zakat, jika ia telah mempunyai harta yang telah memenuhi syarat-syarat zakat. Ia yakin bahwa menunaikan zakat itu adalah kewajiban, karena dalam hartanya itu telah ada hak orang lain yang harus segera diserahkannya.
3. Ia yakin bahwa hidup sesudah mati , yaitu di akhirat. Pada kehidupan akhirat itu setiap manusia akan memperoleh keadilan yang sempurna dari Allah SWT. Perbuatan baik di balas dengan surga dan perbuatan jahat dibalasi dengan siksaan neraka.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 4 

الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4

(Yaitu orang-orang yang mendirikan salat) lafal ayat ini berkedudukan menjadi bayan atau penjelasan bagi lafal muhsiniin, maksudnya orang-orang yang berbuat kebaikan itu adalah orang-orang yang mendirikan salat (menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya hari akhirat) lafal hum yang kedua merupakan pengukuh makna bagi lafal hum yang pertama.
5 Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. 31:5)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 5 

أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5

Orang-orang yang mempunyai tanda-tanda dan sifat-sifat yang disebutkan pada ayat-ayat yang lalu, adalah orang-orang yang mengikuti petunjuk Tuhannya dan ia memperoleh keberuntungan, karena ia memperoleh hasil yang baik dan menyenangkan hatinya, setelah ia bekerja dan berusaha mengikuti petunjuk-petunjuk Alquran . Seorang yang muflih akan memperoleh keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat nanti. dan keberuntungan itu akan diperoleh dengan melakukan perbuatan ihsan.
6 Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.(QS. 31:6)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 6 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (6

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini diturunkan herhubungan dengan Nadar bin Haris. Ia membeli seorang hamba wanita yang bekerja sebagai penyanyi. Ia menyuruh wanita itu bernyanyi untuk orang yang hendak masuk Islam. Ia berkata kepadanya: "Berilah ia makanan, minuman dan nyanyian". Kemudian ia berkata kepada orang yang akan masuk Islam itu: "Ini adalah lebih baik dari yang diserukan Muhammad kepadamu, yaitu salat, puasa dan berperang membantunya".
Menurut riwayat Muqatil, Nadar bin Haris ini adalah seorang pedagang yang sering pergi ke Persia. Di sana ia membeli kitab-kitab yang bukan bahasa Arab, kemudian isi kitab itu disampaikannya kerpada orang-orang Quraisy, dengan mengatakan: "Jika Muhammad menceriterakan kepadamu kisah kaum Ad dan Samud, maka aku akan menceriterakan kepadamu kisah Rustam dan Isrindiar dan cerita-cerita raja-raja Persia". Kaum musyrikin Quraisy itu sering. mendengarkan perkataan Nadar ini, dan berpaling mereka dari mendengarkan Alquran.
Ayat ini menerangkan bahwa di antara manusia itu ada yang tidak mengacuhkan perkataan yang bermanfaat, yang dapat menambah keyakinan manusia kepada agama dan memperbaiki budi pekertinya. Mereka lebih suka mengatakan perkataan-perkataan yang tidak ada manfaatnya, menyampaikan khurafat-khurafat, dongengan-dongengan orang purbakala, lelucon-lelucon yang tidak ada artinya, seperti yang dilakukan Nadar bin Haris. Kalau perlu mereka menggaji penyanyi-penyanyi untuk diperdengarkan suaranya kepada orang banyak. Isi nyanyiannya dan suaranya itu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat merangsang orang yang mendengarnya, melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang dan berakibat tambah menjauhkan seseorang dari agamanya.
Diriwayatkan dari Nafi', ia berkata: "Aku berjalan bersama Abdullah bin Umar dalam suatu perjalanan , maka kedengaran-lah bunyi seruling, lalu Umar meletakkan anak jarinya ke lubang telinganya, agar ia tidak mendengar bunyi seruling itu dan ia menyimpang melalui jalan yang lain, kemudian ia berkata: "Ya Nafi", apakah engkau masih mendengar suara itu?". Aku menjawab: "Tidak". Maka ia mengeluarkan anak jarinya dari telinganya dan berkata: "Beginilah aku melihat yang diperbuat Rasulullah saw, jika ia mendengar bunyi semacam itu".
Pada riwayat yang lain dari Abdurrahman bin `Auf, bahwa Rasulullah saw bersabda:


إنما نهيت عن صوتين أحمقين فاجرين صوت عند نغمة لهو ومزامير شيطان وصوت عند مصيبة خمش وجوه وشق جيوب ورنة شيطان.
Artinya:
Aku dilarang (mendengarkan)dua macam suara (bunyi) yang tidak ada artinya dan menimbulkan perbuatan jahat, yaitu suara lagu yang melalaikan dan seruling-seruling setan dan (kedua) suara ketika ditimpa musibah, yaitu yang menampar muka, mengoyak-ngoyak baju dan nyanyian setan.
Menurut Ibnu Masud, yang dimaksud dengan perkataan "lah wal hadis" dalam ayat ini, ialah nyanyian yang dapat menimbulkan kemunafikan di dalam hati. Sebagian ulama mengatakan bahwa semua suara , perkataan, nyanyian, bunyi-bunyian yang dapat merusak ketaatan kepada Allah dan mendorong orang-orang yang mendengarnya melakukan perbuatan yang terlarang. disebut "lahwal hadis".
Dari ayat dan hadis-hadis di atas dapat diambil kesimpulan bahwa yang dilarang itu ialah mendengarkan nyanyian yang dapat membangkitkan nafsu birahi yang menjurus ke perbuatan zina, seperti nyanyian yang berisi kata-kata kotor, demikian pula nyanyian atau musik yang menyebabkan pendengarnya mengerjakan perbuatan-perbuatan terlarang, seperti minum khamar dan sebagainya.
Mendengar nyanyian atau musik yang tujuannya untuk melapangkan pikiran waktu-waktu istirahat, waktu hari raya tidaklah di larang. Bahkan disuruh mendengarkannya, jika nyanyian atau musik itu mempunyai arti yang baik, menambah iman, memperbaiki budi pekerti, menambah semangat bekerja dan berjuang.
Berkata Qusyairi: "Ditabuh gendang di hadapan Nabi saw, waktu beliau memasuki kota Medinah, lalu Abu Bakar ingin menghentikannya, maka Rasulullah saw berkata: "Biarkanlah mereka menabuh gendang, hai Abu Bakar, hingga orang-orang Yahudi mengetahui bahwa agama kita tidak sempit". Mereka menabuh gendang disertai dengan nyanyian-nyanyian dan syair-syair, di antara bait-baitnya berbunyi: "Nahnu Banatun Najjar. Habbaza Muhammadun min Jar" (kami adalah wanita-wanita Bani Najjar. alangkah baiknya nasib kami, Muhammad menjadi tetangga kami".
Demikian pula Rasulullah saw menyuruh menabuh gendang di waktu melaksanakan walimah suatu perkawinan.
Pada ayat ini Allah SWT menerangkan akibat mendengar dan memperdengarkan nyanyian, musik dan perkataan yang terlarang itu, yaitu mereka akan memperoleh azab yang sangat menghinakan di hari kiamat, akibat perbuatan mereka yang tidak mengindahkan yang hak dan memilih kebatilan, menukar petunjuk dengan dosa.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 6 

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ (6

(Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna) maksudnya (untuk menyesatkan) manusia; lafal ayat ini dapat dibaca liyadhilla dan liyudhilla (dari jalan Allah) dari jalan Islam (tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu) kalau dibaca nashab yaitu wa yattakhidzahaa berarti diathafkan kepada lafal yudhilla, dan jika dibaca rafa' yaitu wa yattakhidzuhaa, berarti diathafkan kepada lafal yasytarii (olok-olokan) menjadi objek ejekan dan olokan mereka. (Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan) azab yang hina sekali.
7 Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih.(QS. 31:7)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 7

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7

Pada ayat ini Allah menerangkan sifat-sifat orang-orang yang menukar kita-kitab Allah dengan dongengan-dongengan yang tidak berguna itu. yaitu apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah mereka membelakanginya. dengan sikap angkuh dan sombong, seakan-akan mereka tidak mendengarnya. karena telinga telah tersumbat dan tuli.
Pada ayat yang lain Allah SWT berfirman:


قل هو للذين آمنوا هدى وشفاء والذين لا يؤمنون في آذانهم وقر وهو عليهم عمى
Artinya:
Katakanlah: "Alquran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan. sedang Alquran itu suatu kegelapan bagi mereka". (Q.S. Fussilat: 44)
Karena perbuatan mereka itu, maka sampaikanlah kepada mereka bahwa mereka akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak, sebagai balasan dari perbuatan dan tindakan mereka itu.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 7

وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (7

(Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami) ayat-ayat Alquran (dia berpaling dengan menyombongkan diri) dengan rasa sombong (seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya) artinya kedua telinganya tersumbat; dan kedua jumlah tasybih menjadi hal atau kata keterangan keadaan dari dhamir yang terkandung di dalam lafal walla, atau tasybih yang kedua menjadi bayan atau penjelasan bagi tasybih yang pertama (maka beri kabar gembiralah dia) beritahukanlah kepadanya (dengan azab yang pedih) azab yang menyakitkan. Disebutkannya lafal al-bisyaarah dimaksudkan sebagai tahakkum atau ejekan, dan orang yang dimaksud adalah Nadhr bin Harits. Dia datang ke negeri Al-Hairah dengan tujuan berniaga, lalu ia membeli kitab-kitab cerita orang-orang Ajam. Setelah itu ia menceritakan isinya kepada penduduk Mekah seraya mengatakan, "Sesungguhnya Muhammad telah menceritakan kepada kalian kisah-kisah kaum Ad dan kaum Tsamud, dan sekarang saya akan menceritakan kepada kalian kisah-kisah tentang kerajaan Romawi dan kerajaan Persia." Ternyata mereka menyenangi kisah Nadhr itu, karenanya mereka meninggalkan Alquran serta tidak mau mendengarkannya lagi.
8 Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka syurga-syurga yang penuh kenikmatan,(QS. 31:8)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 8 

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ (8

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, membenarkan para Rasul yang diutus itu sebagai utusan Allah, baik yang terdapat di dalam kitab yang diturunkan Nya, maupun yang disampaikan oleh Rasul, menghentikan semua yang dilarangnya, tidak mendengar nyanyian, dongengan dan segala macam bunyi-bunyian yang dapat merusak iman. mengurangi ketaatan dan membawa ke jalan yang menjurus kepada perbuatan jahat, maka bagi orang-orang itu disediakan surga yang penuh kenikmatan dan terdapat di dalamnya segala macam kesenangan yang diinginkan, seperti makanan, minuman. pakaian, kamar-kamar dan sebagainya.
9 Kekal mereka di dalamnya; sebagai janji Allah yang benar. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 31:9)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 9 

خَالِدِينَ فِيهَا وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (9

Mereka kekal di dalam surga itu selama-lamanya. Yang demikian itu adalah janji Allah kepada makhluk-Nya, yang pasti terjadi, dan janji Nya itu tidak akan dimungkiri sedikitpun. Di samping itu sangat keras pula azab yang ditimpakan Nya kepada orang-orang yang berdosa dan menghalangi manusia menempuh jalan Nya. Allah Maha Bijaksana dalam mengurus dan menyelesaikan segala urusan makhluk Nya.
10 Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.(QS. 31:10)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 10 

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا وَأَلْقَى فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِكُمْ وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيمٍ (10

Ayat ini menerangkan beberapa tanda dan bukti kekuasaan Allah yang terdapat di alam ini, yaitu:
1. Menciptakan alam semesta dengan segala macam isinya, berupa planet-plenet yang tidak terhitung jumlahnya. Planet-planet yang banyak itu merupakan bola-bola besar yang terapung di angkasa luas. Dalam ayat ini disebutkan "tanpa tiang yang kamu melihatnya". Dari perkataan ini dapat dipahami bahwa langit itu mempunyai tiang, yakni ada suatu kekuatan yang menopangnya yang berfungsi sebagai tiang, sehingga planet-planet itu tidak jatuh berserakan. Hanya orang-orang yang berilmulah yang dapat melihat tiang-tiang yang kokoh itu.
2. Allah menciptakan gunung-gunung di permukaan bumi agar bumi itu stabil, tidak bergoncang, sehingga manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup tenang di atasnya, seakan-akan gunung itu merupakan. pasak yang dapat mengokohkan permukaan bumi seperti halnya tiang-tiang kapal yang menjulang, yang dapat menstabilkan kapal itu berlayar dan berlabuh di tengah lautan, sehingga ia tidak oleng. Di samping itu gunung juga mempunyai manfaat lain bagi manusia, di antaranya untuk mengatur pembagian dan penyaluran air hujan yang dicurahkan dari langit, sehingga air itu tetap ada di permukaan bumi sampai musim kemarau. Banyak lagi manfaat-manfaat gunung bagi manusia dan makhluk Allan yang lain.
3. Allah menciptakan di permukaan bumi itu binatang-binatang yang tidak dapat dihitung jumlahnya dan jenisnya, bentuk dan warnanya, sejak dari yang besar sampai kepada yang kecil yang tidak kelihatan oleh mata. Semua binatang yang diciptakan itu ada manfaat dan faedahnya. Kadang-kadang manusia, karena tidak mengetahui faedah dan guna binatang-binatang itu, mereka membunuh dan menumpasnya, sehingga tanpa mereka sadari timbullah kerusakan dan kekotoran di alam ini. Tetapi Allah mengetahui dengan pasti jumlah, jenis, warna, kegunaan dan faedah semua binatang-binatang yang diciptakan-Nya itu.
4. Allah SWT menurunkan hujan dari langit. Hujan itu berasal dari awan yang dihalau Nya ke suatu tempat tertentu, kemudian berubah menjadi hujan yang membasahi permukaan bumi. Dengan air hujan itu tumbuhlah segala macam tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam, dengan warna yang indah dan manfaat yang banyak.
11 Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.(QS. 31:11)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 11 

هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ بَلِ الظَّالِمُونَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (11

Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa yang disebutkan pada ayat di atas itu adalah ciptaan Allah, baik di langit maupun di bumi. Tidak ada sesuatu pun yang bersekutu dengan Allah dalam menciptakan semua makhluk itu, dan tidak sesuatupun yang berkuasa atasnya selain Allah. Segala keperluan untuk kelangsungan hidup makhluk itu, di mana ia dapat hidup dan di tempat mana ia akan mati, demikian pula tentang kegunaan dan bahaya yang dapat ditimbulkan makhluk itu, semuanya diketahui dan dipelihara oleh Allah.
Kemudian Allah SWT menantang orang-orang yang mempersekutukan Tuhan: "Cobalah tunjukkan kepada Allah apa yang telah diciptakan berhala-berhala dan patung-patung yang kamu sembah itu. Apakah patung-patung itu berbuat sesuatu sehingga dapat diyakini sebagai Tuhan selain Allah.
Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang menyembah Tuhan selain Allah itu adalah orang-orang yang bodoh, orang-orang yang sesat dan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya. Mereka adalah orang yang zalim kepada dirinya sendiri, sehingga mereka ditimpa azab karena memperturutkan hawa nafsunya.
12 Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: `Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji`.(QS. 31:12)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 12 

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَنْ يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (12

Ayat ini menerangkan bahwa Allah menganugerahkan kepada Luqman hikmah, yaitu perasaan yang halus, akal pikiran dan pengetahuan yang dengan itu ia telah sampai kepada pengetahuan yang hakiki dan jalan yang benar yang dapat menyampaikannya kepada kebahagiaan abadi. Karena itu ia bersyukur kepada Allah yang telah memberinya nikmat itu. Hal itu menunjukkan bahwa pengetahuan dan ajaran-ajaran yang disampaikan Luqman itu bukanlah berasal dari wahyu yang diturunkan Allah kepadanya, tetapi semata-mata berdasarkan ilmu dan nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya.
Banyak riwayat yang menerangkan asal usul Luqman ini, dan riwayat-riwayat itu antara yang satu dengan yang lain tidak ada persesuaiannya. Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari Sudan sebelah selatan Mesir sekarang. Zamakhsyari dan Ibnu Ishak mengatakan bahwa Luqman termasuk keturunan Bani Israel dan termasuk salah seorang cucu Azar ayah Ibrahim. Menurut pendapat ini, Luqman hidup sebelum kedatangan Nabi Daud as. Sedang menurut Al Waqidi, ia salah seorang kadi dari kadi-kadi Bani Israel. Ada pula riwayat yang menerangkan bahwa Luqman itu seorang Nabi, sedang riwayat lain menyatakan bahwa Luqman hanyalah seorang wali, bukan seorang Nabi 398).
Terlepas dari semua pendapat riwayat di atas, apakah Luqman itu seorang Nabi atau bukan, apakah ia dari seorang Sudan atau seorang keturunan Bani Israel, maka yang jelas dan diyakini ialah: "Luqman adalah seorang hamba Allah yang telah dianugerahi Nya hikmah, mempunyai akidah yang benar, memahami pokok agama Allah dan mengetahui akhlak yang mulia. Namanya disebut dalam Alquran sebagai salah seorang dari orang-orang yang selalu menghambakan diri kepada Nya.
Sebagai tanda bahwa Luqman itu seorang hamba Allah yang selalu taat kepada Nya, merasakan kebesaran dan kekuasaan Nya di alam semesta ini, ialah bersyukur kepada Nya, karena merasa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah itu dan merasa dia telah dapat hikmah dari Allah.
Menurut riwayat dari Ibnu `Umar, ia pernah mendengar Rasulullah saw bersabda: "Luqman bukanlah seorang Nabi, tetapi ia adalah seorang hamba yang banyak melakukan tafakur, ia mencintai Allah, maka Allah mencintainya pula.
Banyak riwayat yang menyebutkan kata-kata hikmah yang berasal dari Lukman. Di antaranya ialah nasihat kepada anaknya: 

أي بني, إن الدنيا بحر عميق وقد غرق فيها ناس كثيرون فاجعل سفينتك فيها تقوى الله تعالى وحشوها الإيمان وشراعها التوكل على الله لعلك تنجو ولا أراك ناجيا
Artinya:
"Wahai anakku, sesungguhnya kehidupan di dunia ini laksana laut yang dalam, dan sesungguhnya banyak orang yang tenggelam di dalamnya, karena itu jadikanlah takwa (kepada Allah) sebagai sampan engkau dalam mengarunginya, muatannya adalah iman. layarnya adalah tawakal kepada Allah. mudah-mudahan engkau selamat mengarunginya dan aku tidak melihatmu selamat".
Pada akhir ayat ini Allah menerangkan bahwa orang yang bersyukur kepada Allah, berarti ia bersyukur untuk kepentingan dirinya sendiri, karena Allah akan menganugerahkan kepadanya pahala yang banyak karena syukurnya itu. Allah SWT berfirman:


ومن شكر فإنما يشكر لنفسه ومن كفر فإن ربي غني كريم
Artinya:
Dan barangsiapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Tuhanku Maha kaya lagi Maha Mulia. (Q.S. An Naml: 40)
Dan firman Allah SWT:


ومن عمل صالحا فلأنفسهم يمهدون
Artinya:
Dan barangsiapa yang beramal saleh, maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan). (Q.S. Ar Rum: 44)
Dan orang-orang yang mengingkari nikmat Allah dan tidak bersyukur kepada Nya berarti ia telah berbuat aniaya terhadap dirinya Sendiri, karena Allah tidak akan memberinya pahala bahkan menyiksanya dengan siksaan yang pedih.
Dalam pada itu Allah sendiri tidak memerlukan syukur hamba Nya itu, karena syukur hamba Nya itu tidak akan memberikan keuntungan kepada Nya sedikitpun, dan tidak pula akan menambah kemuliaan Nya. Dia adalah Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.
13 Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: `Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar`.(QS. 31:13)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 13 

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ (13

Allah SWT memperingatkan kepada Rasulullah saw nasihat yang pernah diberikan kepada putranya, waktu ia memberi pelajaran kepada putranya itu. Nasihat itu ialah: "Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah itu adalah kelaliman yang sangat besar.
Mempersekutukan Allah dikatakan kelaliman, karena perbuatan itu berarti menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu menyamakan sesuatu yang melimpahkan nikmat dan karunia itu. Dalam hal ini menyamakan Allah SWT sebagai sumber nikmat dan karunia dengan patung-patung yang tidak dapat berbuat sesuatupun. Dikatakan bahwa perbuatan itu adalah kelaliman yang besar, karena yang disamakan itu ialah Allah Pencipta dan Penguasa semesta alam, yang seharusnya semua makhluk mengabdi dan menghambakan diri kepada Nya.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Ibnu Masud, ia berkata: tatkala turun ayat:

الذين آمنوا ولم يلبسوا إيمانهم بظلم أولئك لهم الأمن وهم مهتدون
Artinya:
Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kelaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan, dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al An'am: 82)
Maka timbullah keresahan di antara para sahabat Rasulullah saw karena mereka berpendapat bahwa amat beratlah rasanya tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman, lalu mereka berkata kepada Rasulullah saw: "Siapakah di antara kami yang tidak mencampur adukkan keimanan dan kelaliman? Maka Rasulullah menjawab: "Maksudnya bukan demikian, apakah kamu tidak mendengar perkataan Luqman: "Hai anakku, jangan kamu memperserikatkan sesuatu dengan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah kelaliman yang besar".
Dari ayat ini dipahami bahwa di antara kewajiban ayah kepada anak-anaknya ialah memberi nasihat dan pelajaran, sehingga anak-anaknya itu dapat menempuh jalan yang benar, dan menjauhkan mereka dari kesesatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:


يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم نارا وقودها الناس والحجارة
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu". (Q.S. At Tahrim: 6)
Jika diperhatikan susunan kalimat ayat ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Luqman sangat melarang anaknya melakukan syirik. Larangan ini adalah suatu larangan yang memang patut di sampaikan Luqman kepada putranya karena mengerjakan syirik itu adalah Suatu perbuatan dosa yang paling besar.
Anak adalah sambungan hidup dari orang tuanya, cita-cita yang tidak mungkin dapat dicapai orang tua selama hidup di dunia diharapkannyalah anaknya yang akan mencapainya. Demikian pula kepercayaan yang dianut orang tuanya di samping budi pekerti yang luhur sangat diharapkannya agar anak-anaknya menganut dan memiliki semuanya itu di kemudian hari. Seakan-akan dalam ayat ini diterangkan bahwa Luqman telah melakukan tugas yang sangat penting kepada anaknya, yaitu telah menyampaikan agama yang benar dan budi pekerti yang luhur. Cara Luqman menyampaikan pesan itu wajib dicontoh oleh setiap orang tua yang mengaku dirinya muslim.
14 Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.(QS. 31:14)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ (14

Allah memerintahkan kepada manusia agar berbakti kepada kedua orang tuanya, dengan mencontoh dan melaksanakan haknya. Pada ayat-ayat lain juga Allah memerintahkan yang demikian, firman Nya:


وقضى ربك ألا تعبدوا إلا إياه وبالوالدين إحسانا
Artinya:
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. (Q.S. Al Isra': 23)
Kemudian disebut pula dalam ayat ini sebab-sebab diperintahkan berbuat baik kepada ibu, yaitu:
1. Ibu mengandung seorang anak sampai ia dilahirkan, selama masa mengandung itu ibu menahan dengan sabar penderitaan yang cukup berat, mulai pada bulan-bulan pertama, kemudian kandungan itu semakin lama semakin berat, dan ibu semakin lemah, sampai ia melahirkan. Kemudian baru pulih kekuatannya setelah habis masa nifasnya.
2. Ibu menyusukan anaknya sampai masa dua tahun. Amat banyak penderitaan dan kesukaran yang dialami ibu dalam masa menyusukan anak itu. Hanyalah Allah yang mengetahui segala penderitaan itu.
Dalam ayat ini hanya yang disebutkan apa sebabnya seorang anak harus menaati dan berbuat baik kepada ibunya, tidak disebutkan apa sebabnya seorang anak harus menaati dan berbuat baik kepada bapaknya. Hal ini menunjukkan bahwa kesukaran dan penderitaan dalam mengandung, memelihara dan mendidik anaknya jauh lebih berat bila dibandingkan dengan penderitaan yang dialami bapak dalam memelihara anaknya tidak hanya berupa pengorbanan sebagian dari waktu hidupnya untuk memelihara anaknya, tetapi juga penderitaan jasmani, rohani dan penyerahan sebagian zat-zat penting dalam tubuhnya untuk makanan anaknya yang dihisap oleh anak itu dan darahnya sendiri selama anaknya itu dalam kandungannya. Kemudian sesudah si anak lahir ke dunia lalu disusukannya dalam masa dua tahun lamanya. Air susu ibu (A.S.I) ini juga terdiri dari zat-zat penting dalam darah ibu, yang disuguhkannya kepada anaknya dengan rela kasih sayang untuk dihisap anaknya itu. Dalam A.S.l ini terdapat segala macam zat yang diperlukan untuk pertumbuhan jasmani dan rohani anak itu, dan untuk mencegah segala macam penyakit. Zat-zat ini tidak terdapat pada susu sapi, oleh sebab itu susu sapi dan yang sejenisnya tidak akan sama mutunya dengan A.S.I bagaimanapun mengusahakan agar sama mutunya. Maka segala macam bubuk susu, atau susu kaleng yang dikenal dengan istilah Susu Kental manis (S.K.M) tidak ada yang sama mutunya dengan A.S.I.
Sebab seorang ibu haruslah menyusui anaknya yang dicintainya itu dengan A.S.I, janganlah hendaknya dia menggantikannya dengan bubuk susu atau S.K.M, kecuali dalam hal yang amat memaksa. Apalagi mendapatkan A.S.I dari ibunya adalah hak anak itu, dan menyusukan anak adalah suatu kewajiban yang telah dipikulkan oleh Allah SWT kepada ibunya.
Oleh karena hal-hal yang disebutkan itu, maka dalam ayat ini Allah SWT hanya menyebutkan sebab-sebabnya manusia harus menaati dan berbuat baik kepada ibunya. Nabi saw sendiri memerintahkan agar seorang anak lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibunya dari pada kepada bapaknya, sebagaimana diterangkan dalam hadis:

عن بهز ابن حكيم عن أبيه عن جده, قال: قلت يا رسول الله, من أبر قال أمك, قلت ثم من قال أمك, قلت ثم من قال أمك قلت. ثم من قال أباك ثم الأقرب فالأقرب.
Artinya:
"Dari Bahaz bin Hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata "Aku bertanya Ya Rasulullah. kepada siapakah aku wajib berbakti?" Jawab Rasulullah . "Kepada ibumu". Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa?". Jawab Rasulullah: "Kepada ibumu". Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa lagi?". Jawab Rasulullah: "Kepada ibumu". Aku bertanya: "Kemudian kepada siapa lagi?". Jawab Rasulullah: "Kepada bapakmu". Kemudian kepada kerabat yang lebih dekat. kemudian kerabat yang lebih dekat". (H.R. Abu Daud dan Tirmizi, dikatakan sebagai hadis hasan)
Adapun tentang lamanya menyusukan anak, maka Alquran memerintahkan agar seorang ibu menyusukan anaknya paling lama dalam masa dua tahun, sebagai yang diterangkan dalam ayat ini, dengan firman Nya" dan menyapihnya dalam masa dua tahun" sebagai disebutkan di atas. Dalam ayat-ayat yang lainpun Allah SWT menentukan lamanya menyusukan anak itu, yaitu selama dua tahun juga. Allah SWT berfirman:

والوالدات يرضعن أولادهن حولين كاملين لمن أراد أن يتم الرضاعة
Artinya:
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (Q.S. Al Baqarah: 233)
Firman Nya lagi:

وحمله وفصاله ثلاثون شهرا
Artinya:
Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan". (Q.S. Al Ahqaf: 15)
Maksudnya: Lamanya seorang ibu mengandung anaknya. ialah enam bulan (dan ini adalah masa mengandung yang paling kurang), dan masa menyusukan ialah dua puluh empat bulan.
Jadi menurut yang diajarkan oleh Alquran, seorang ibu menyusukan anaknya hendaklah dalam masa dua tahun. Pada ayat 233 surat Al Baqarah di atas diterangkan bahwa masa menyusukan yang dua tahun itu adalah bagi seorang ibu yang hendak menyusukan anaknya dengan sempurna. Maksudnya, bila ada sesuatu halangan, atau masa dua tahun itu dirasakan amat berat, maka boleh dikurangi.
Penentuan dari Allah SWT bahwa masa menyusukan itu adalah dua tahun, adalah pengaturan dari Tuhan untuk menjarangkan kelahiran. Dengan menjalankan pengaturan yang alamiyah ini seorang ibu hanya akan berputra paling rapat sekali dalam masa tiga tahun, atau kurang sedikit. Sebab dalam masa menyusukan, seorang wanita dianjurkan jangan dalam keadaan mengandung.
Kemudian Allah SWT menjelaskan yang dimaksud dengan "berbuat baik" yang diperintahkan Nya dalam ayat 14 ini, yaitu agar manusia selalu bersyukur setiap saat menerima nikmat-nikmat yang telah dilimpahkan Nya kepada mereka setiap saat, dengan tiada putus-putusnya, dan bersyukur pula kepada ibu bapak karena ibu bapak itulah yang membesarkan, memelihara, dan mendidik dan bertanggung jawab atas diri mereka, sejak dalam kandungan sampai kepada saat mereka sanggup berdiri sendiri. Dalam waktu-waktu itu ibu bapak menanggung segala macam kesusahan dan penderitaan, baik dalam menjaga diri maupun dalam usaha mencarikan nafkahnya.
Ibu bapak dalam ayat ini disebut secara umum, tidak dibedakan antara ibu bapak yang muslim dengan yang kafir. Karena itu dapat disimpulkan suatu hukum berdasarkan ayat ini, yaitu seorang anak wajib berbuat baik kepada ibu bapaknya, apakah ibu bapaknya itu muslim atau kafir.
Di Samping yang disebutkan ada lagi beberapa hal yang mengharuskan anak menghormati dan berbuat baik kepada ibu bapak, yaitu:
1. Ibu dan bapak telah mencurahkan kasih sayangnya kepada anak-anaknya. Cinta dan kasih sayang itu terwujud dalam berbagai bentuk, di antaranya ialah usaha-usaha memberi nafkah, mendidik dan menjaga serta memenuhi keinginan-keinginan anaknya. Usaha-usaha yang tidak mengikat itu dilakukan tanpa mengharapkan balasan sesuatupun dari anak-anaknya, kecuali agar anak-anaknya di kemudian hari berguna bagi agama, nusa dan bangsa
2. Anak adalah buah hati dan pengarang jantung dari ibu bapaknya, seperti yang disebutkan dalam suatu riwayat. Rasulullah saw bersabda: "Fatimah adalah buah hatiku".
3. Anak-anak sejak dari dalam kandungan ibu sampai dia lahir ke dunia dan sampai pula dewasa, makan, minum dan pakaian serta segala keperluan yang lain ditanggung ibu bapaknya.
Dengan perkataan lain dapat diungkapkan bahwa nikmat yang paling besar yang diterima oleh seorang manusia adalah nikmat dari Allah, kemudian nikmat yang diterima dari ibu bapaknya. Itulah sebenarnya Allah SWT meletakkan kewajiban berbuat baik kepada kedua orang ibu bapak, sesudah kewajiban beribadat kepada Nya.
Pada akhir ayat ini Allah SWT memperingatkan bahwa manusia akan kembali kepada Nya, bukan kepada orang lain. Pada saat itu Dia akan memberikan pembalasan yang adil kepada hamba-hamba Nya. Perbuatan baik akan dibalasi pahala yang berlipat ganda berupa surga yang penuh kenikmatan sedang perbuatan jahat akan dibalasi dengan siksa berupa neraka yang menyala-nyala.
15 Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, makan Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS. 31:15)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 15 

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (15

Ayat ini menerangkan dalam hal tertentu, maka seseorang anak dilarang menaati ibu bapaknya. yaitu jika ibu bapaknya memerintahkan kepadanya memperserikatkan Allah, yang dia sendiri memang tidak mengetahui bahwa Allah SWT mempunyai sekutu, karena memang tidak ada sekutu bagi Nya. Maka sepanjang pengetahuan manusia Allah SWT tidak mempunyai sekutu. Manusia menurut nalurinya mengesakan Tuhan.
Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berhubungan dengan Saad Abu Waqqas, ia berkata: "Tatkala aku masuk Islam ibuku bersumpah bahwa beliau tidak akan makan dan minum, sebelum aku meninggalkan agama Islam itu". Untuk itu pada hari pertama aka mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau menolak nya dan beliau tetap bertahan pada pendiriannya. Pada hari kedua aku juga mohon agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau malah tetap pada pendiriannya. Pada hari ketiga aku mohon kepada beliau agar beliau mau makan dan minum, tetapi beliau tetap menolaknya. Karena itu aku berkata kepadanya: "Demi Allah, seandainya ibu mempunyai seratus jiwa, niscaya jiwa itu akan keluar satu persatu, sebelum aku meninggalkan agama yang aku peluk ini". Setelah ibuku melihat keyakinan dan kekuatan pendirianku, maka beliaupun makan".
Dari sebab turunnya ayat ini diambil kesimpulan bahwa Saad tidak berdosa, karena tidak mengikuti kehendak ibunya untuk kembali kepada agama syirik. Hukum ini berlaku pula untuk seluruh umat Nabi Muhammad yang tidak boleh taat kepada orang tuanya mengikuti agama syirik dan perbuatan dosa yang lain.
Selanjutnya Allah SWT memerintahkan agar seorang anak tetap memperlakukan kedua ibu bapaknya dengan baik yang memaksanya mempersekutukan Tuhan itu dalam urusan keduniawian, seperti menghormati, menyenangkan hati, memberi pakaian, tempat tinggal yang layak baginya, biarpun kedua orang tuanya itu memaksanya mempersekutukan Tuhan atau melakukan dosa yang lain.
Pada ayat yang lain diperingatkan bahwa seseorang anak wajib mengucapkan kata-kata yang baik kepada ibu bapaknya. Jangan sekali-kali bertindak atau mengucapkan kata-kata yang menyinggung hatinya, walaupun kata-kata itu "ah" sekalipun. Allah SWT berfirman:

فلا تقل لهما أف
Artinya:
"... maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah". (Q.S. Al Isra': 23)
Setelah Allah melarang seorang anak menaati perintah orang tuanya memperserikatkan Tuhan, maka pada akhir ayat ini kaum Muslimin diperintahkan agar mengikuti jalan orang yang menuju kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa saja. Janganlah diikuti jalan orang yang memperserikatkan Allah dengan makhluk Nya. Kemudian ayat ini ditutup dengan peringatan dari Tuhan bahwa hanya kepada-Nyalah aku kembali dan Tuhan akan memberitahukan kepadanya apa-apa yang telah dikerjakan selama hidup di dunia.
Ayat 14 dan 15 di atas seakan-akan memutuskan perkataan Luqman kepada anaknya. Pada ayat 13 diterangkan wasiat Luqman kepada anaknya, sedangkan ayat 14 dan 15 merupakan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman agar berbuat baik kepada orang tua mereka. Kemudian pada ayat 16 kembali diterangkan wasiat Luqman kepada anaknya. Cara penyampaian yang demikian itu adalah untuk mengingatkan orang-orang yang beriman bahwa beriman hanya kepada Allah dan berbuat baik kepada orang tua itu adalah suatu perbuatan yang wajib dilakukan oleh setiap anak dan wajib disampaikan oleh orang tua kepada anaknya, seperti telah dilakukan oleh Luqman kepada anaknya.
16 (Luqman berkata): `Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.(QS. 31:16)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 16 

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ (16

Luqman mewasiatkan kepada anaknya agar selalu waspada terhadap rayuan yang telah mengajak dan mempengaruhi manusia melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Apa yang dilakukan manusia, sejak dari yang besar sampai yang sekecil-kecilnya, yang nampak dan yang tidak nampak, yang terlihat dan yang tersembunyi baik di langit maupun di bumi, pasti diketahui Allah Karena itu Allah pasti akan memberikan pembalasan yang setimpal dengan perbuatan manusia itu; perbuatan baik akin dibalasi dengan surga yang penuh kenikmatan, sedang perbuatan jahat dan dosa akan dibalasi dengan neraka yang menyala-nyala. Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu yang tidak ada sedikitpun yang luput dari pengetahuan Nya.
Keadilan Allah SWT dalam menimbang perbuatan manusia itu dilukiskan dalam firman Nya:

ونضع الموازين القسط ليوم القيامة فلا تظلم نفس شيئا
Artinya:
Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. (Q.S. Al Anbiya: 47)
17 Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).(QS. 31:17)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 17 

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17

Pada ayat ini Luqman mewasiatkan kepada anaknya:
1. Selalu mendirikan salat dengan sebaik-baiknya, sehingga salat itu diridai Allah. Jika salat yang dikerjakan itu diridai Allah perbuatan keji dan perbuatan mungkar dapat dicegah. Jika tetap demikian halnya, maka jiwa menjadi bersih, tidak ada kekhawatiran terhadap diri Orang itu, dan mereka tidak akan bersedih hati jika ditimpa cobaan Tuhan, dan merasa dirinya semakin dekat dengan Tuhannya.
Nabi saw bersabda:

أعبدوا الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك.
Artinya:
Sembahlah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihat engkau. (H.R. Bukhari dan Muslim)
2. Berusaha mengajak manusia mengerjakan perbuatan-perbuatan baik yang diridai Allah dan berusaha agar manusia tidak mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa, berusaha membersihkan jiwa dan mencapai keberuntungan. Allah SWT berfirman:

قد أفلح من زكاها وقد خاب من دساها
Artinya:
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang-orang yang mengotorinya (Q.S. As Syams: 9-10)
3. Selalu bersabar terhadap segala macam cobaan yang menimpa, akibat dari mengajak manusia berbuat baik dan meninggalkan perbuatan yang mungkar, baik cobaan itu dalam bentuk kesenangan dan kemegahan, maupun dalam bentuk kesengsaraan dan penderitaan.
Pada akhir ayat ini Allah menerangkan sebabnya Dia memerintahkan tiga hal tersebut di atas, yaitu karena hal-hal itu merupakan pekerjaan yang diwajibkan Allah kepada hamba-hamba Nya, amat besar faedahnya bagi yang mengerjakannya dan memberi manfaat di dunia dan di akhirat.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Luqman 17

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (17

(Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari perbuatan mungkar serta bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu) disebabkan amar makruf dan nahi mungkarmu itu. (Sesungguhnya yang demikian itu) hal yang telah disebutkan itu (termasuk hal-hal yang ditekankan untuk diamalkan) karena mengingat hal-hal tersebut merupakan hal-hal yang wajib.
18 Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.(QS. 31:18)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 18 - 19 

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19

Ayat ini menerangkan lanjutan wasiat Luqman kepada anaknya, yaitu agar anaknya berbudi pekerti yang baik, yaitu dengan:
1. Jangan sekali-kali bersifat angkuh dan sombong, suka membangga-banggakan diri dan memandang rendah orang lain. Tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah:
a. Bila berjalan dan bertemu dengan temannya atau orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah kepada orang yang berselisih jalan dengannya.
b. Ia berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan di jalan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat.
Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:

لا تباغضوا ولا تدابروا ولا تحاسدوا, وكونوا عباد الله إخوانا ولا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث.
Artinya:
Janganlah kamu berbenci-bencian, janganlah kamu belakang membelakangi dan janganlah kamu berdengki-dengkian dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari.
2. Hendaklah sederhana waktu berjalan, lemah lembut dalam berbicara, sehingga orang yang melihat dan mendengarnya merasa senang dan tenteram hatinya. Berbicara dengan sikap keras, angkuh dan sombong itu dilarang Allah karena pembicaraan yang semacam itu tidak enak didengar, menyakitkan hati dan telinga, seperti tidak enaknya suara keledai.
Yahya bin Jabir At Ta'i meriwayatkan dari Gudaif bin Haris, ia berkata: "Aku duduk dekat Abdullah bin Amr bin Al `asi, maka aku mendengar ia berkata: "Sesungguhnya kubur itu akan berbicara dengan orang yang dikuburkan di dalamnya, ia berkata: "Hai anak Adam apakah yang telah memperdayakan engkau, sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah tempat engkau berada sendirian? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku tempat yang gelap? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah kebenaran? Apakah yang memperdayakan engkau sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Sesungguhnya engkau waktu hidup menyombongkan diri".
Pada riwayat yang lain Rasulullah saw bersabda:

من جر ثوبه خيلاء لا ينظر الله إليه يوم القيامة
Artinya:
Barangsiapa yang menjela-jelakan kainnya karena sombong. Allah tidak akan melihat kepadanya di hari kiamat.
Yang dimaksud dengan sederhana dalam berjalan dun berbicara bukanlah berarti bahwa berjalan itu harus menundukkan kepala dan berbicara hendaklah dengan lunak dan di bawah-bawah, tetapi yang dimaksud ialah berjalan dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, sehingga orang merasa senang melihatnya.
Adapun berjalan dengan sikap gagah dan wajar, serta berkata dengan tegas yang menunjukkan suatu pendirian yang kuat, tidaklah dilarang oleh agama.
Menurut suatu riwayat dari `Aisyah ra, beliau melihat seorang laki-laki berjalan menunduk lemah, seakan-akan ia telah kehilangan kekuatan tubuhnya, maka beliaupun bertanya : "Mengapa orang itu berjalan terlalu lemah dan lambat? Seseorang menjawab: "Dia adalah seorang fuqaha yang sangat alim. Mendengar jawaban itu `Aisyah berkata: "Umar adalah penghulu fuqaha, tetapi apabila ia berjalan adalah dengan sikap yang gagah dan apabila berkata: "dia bersuara sedikit keras dan apabila ia memukul. maka pukulannya adalah keras".
19 Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.(QS. 31:19)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 18 - 19 

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ (18) وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ (19

Ayat ini menerangkan lanjutan wasiat Luqman kepada anaknya, yaitu agar anaknya berbudi pekerti yang baik, yaitu dengan:
1. Jangan sekali-kali bersifat angkuh dan sombong, suka membangga-banggakan diri dan memandang rendah orang lain. Tanda-tanda seseorang yang bersifat angkuh dan sombong itu ialah:
a. Bila berjalan dan bertemu dengan temannya atau orang lain, ia memalingkan mukanya, tidak mau menegur atau memperlihatkan sikap ramah kepada orang yang berselisih jalan dengannya.
b. Ia berjalan dengan sikap angkuh, seakan-akan di jalan ia yang berkuasa dan yang paling terhormat.
Dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:

لا تباغضوا ولا تدابروا ولا تحاسدوا, وكونوا عباد الله إخوانا ولا يحل لمسلم أن يهجر أخاه فوق ثلاث.
Artinya:
Janganlah kamu berbenci-bencian, janganlah kamu belakang membelakangi dan janganlah kamu berdengki-dengkian dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara. Tidak boleh bagi seorang muslim memencilkan (tidak berbaik) dengan temannya lebih dari tiga hari.
2. Hendaklah sederhana waktu berjalan, lemah lembut dalam berbicara, sehingga orang yang melihat dan mendengarnya merasa senang dan tenteram hatinya. Berbicara dengan sikap keras, angkuh dan sombong itu dilarang Allah karena pembicaraan yang semacam itu tidak enak didengar, menyakitkan hati dan telinga, seperti tidak enaknya suara keledai.
Yahya bin Jabir At Ta'i meriwayatkan dari Gudaif bin Haris, ia berkata: "Aku duduk dekat Abdullah bin Amr bin Al `asi, maka aku mendengar ia berkata: "Sesungguhnya kubur itu akan berbicara dengan orang yang dikuburkan di dalamnya, ia berkata: "Hai anak Adam apakah yang telah memperdayakan engkau, sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah tempat engkau berada sendirian? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku tempat yang gelap? Tidakkah engkau mengetahui bahwa aku rumah kebenaran? Apakah yang memperdayakan engkau sehingga engkau masuk ke dalam liangku? Sesungguhnya engkau waktu hidup menyombongkan diri".
Pada riwayat yang lain Rasulullah saw bersabda:

من جر ثوبه خيلاء لا ينظر الله إليه يوم القيامة
Artinya:
Barangsiapa yang menjela-jelakan kainnya karena sombong. Allah tidak akan melihat kepadanya di hari kiamat.
Yang dimaksud dengan sederhana dalam berjalan dun berbicara bukanlah berarti bahwa berjalan itu harus menundukkan kepala dan berbicara hendaklah dengan lunak dan di bawah-bawah, tetapi yang dimaksud ialah berjalan dan berbicara dengan sopan dan lemah lembut, sehingga orang merasa senang melihatnya.
Adapun berjalan dengan sikap gagah dan wajar, serta berkata dengan tegas yang menunjukkan suatu pendirian yang kuat, tidaklah dilarang oleh agama.
Menurut suatu riwayat dari `Aisyah ra, beliau melihat seorang laki-laki berjalan menunduk lemah, seakan-akan ia telah kehilangan kekuatan tubuhnya, maka beliaupun bertanya : "Mengapa orang itu berjalan terlalu lemah dan lambat? Seseorang menjawab: "Dia adalah seorang fuqaha yang sangat alim. Mendengar jawaban itu `Aisyah berkata: "Umar adalah penghulu fuqaha, tetapi apabila ia berjalan adalah dengan sikap yang gagah dan apabila berkata: "dia bersuara sedikit keras dan apabila ia memukul. maka pukulannya adalah keras".
20 Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.(QS. 31:20)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Luqman 20 

أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلَا هُدًى وَلَا كِتَابٍ مُنِيرٍ (20

Ayat ini mengingatkan manusia dengan menanyakan apakah mereka tidak memperhatikan tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah di alam yang luas ini ? Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah-lah yang menundukkan untuk mereka semua yang di alam ini, sehingga mereka dapat mengambil manfaat dari padanya. Dia lah yang menjadikan matahari bersinar, sehingga siang menjadi terang benderang, maka dapatlah manusia berusaha, dan sinar matahari itu dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang akan menjadi bahan makanan bagi manusia. Bulan dan bintang dijadikannya bercahaya, yang dapat menerangi malam yang gelap dan menjadi petunjuk bagi kapal yang mengharungi lautan. Diturunkannya hujan yang membasahi bumi dan menyuburkan tumbuh-tumbuhan, dan airnya untuk minuman manusia dan binatang, dan sebagian air itu disimpan dalam tanah sebagai persiapan musim kemarau. Dia menjadikan aneka ragam barang tambang dan gas alam, listrik dan sebagainya, yang semuanya itu dapat diambil manfaatnya oleh manusia. Tidaklah ada yang sanggup menghitung nikmat Allah yang telah dilimpahkan Nya kepada manusia.
Diriwayatkan bahwa Nabi saw berkata kepada Ibnu Abbas, di waktu dia bertanya kepada beliau tentang ayat ini "Az Zahirah" dalam ayat ini berarti "Islam dan budi pekerti yang baik" dan Al Batinah ialah "kesalahan yang ditutup dan diampuni Allah". Dan ada orang yang berpendapat bahwa Az Zahirah ialah "kesehatan dan budi pekerti yang luhur" dan Al Batinah ialah "pengetahuan dan akal pikiran". Ada pula yang mengartikan Az Zahirah dengan "semua nikmat Allah yang nampak" seperti harta kekayaan, kemegahan, kecantikan dan ketaatan, sedang Al Batinah ialah pengetahuan tentang Allah, keyakinan yang baik, mengetahui hakikat hidup yang sebenarnya dan sebagainya. Sekalipun terdapat perbedaan tentang arti "AZ Zahirah dan Al Batinah" itu, namun dapat diambil kesimpulan bahwa keduanya merupakan nikmat-nikmat yang dilimpahkan Tuhan kepada manusia dan dapat dirasakannya.
Pada akhir ayat ini Allah memperingatkan, sekalipun Allah SWT telah melimpahkan nikmat yang tidak terhingga kepada manusia namun masih banyak manusia yang membantahnya dan mengingkari nikmat-nikmat itu seperti Naddar bin Haris, Ubay bin Khalaf dan orang-orang lain. Mereka membantah bukti yang dikemukakan Alquran dan seruan Nabi dengan tidak berdasarkan ilmu pengetahuan, tidak berdasarkan hujah yang benar, dan tidak pula berdasarkan wahyu dan kitab yang diturunkan Allah.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [2]
Ayat 1 s/d 20 dari [34]


sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI
2. Tafsir Jalalain Indonesia

Selasa, 27 Agustus 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AR-RUUM AYAT 41 - 60 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AR-RUUM
Ayat [60]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/3
41 Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS. 30:41)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 41 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (41

Timbulnya kerusakan baik di darat maupun di laut, adalah sebagai akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. Karena merekalah yang ditugaskan Tuhan untuk mengurus bumi ini. Mereka mempunyai inisiatif dan daya kreatif. Sedangkan segala makhluk. selain manusia yang ada di permukaan bumi ini bergerak hanya menurut tabiat dan instinknya yang telah. ditetapkan Allah kepadanya, mereka tidak mempunyai inisiatif (naluri) daya upaya selain dari instink itu.
Karena itu segala makhluk selain manusia, keadaannya tetap sejak dulu kala sampai sekarang. Mereka tidak mengalami perubahan. Hanya manusia sendirilah yang hidup bermasyarakat dan mempunyai kebebasan. Mereka mempunyai akal dan berkebudayaan.
Kebudayaan manusia itu makin lama makin maju sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Sesuai dengan perkembangan itu, perkembangan persenjataan, dari alat yang sangat sederhana sampai kepada bom atom neutron yang mutakhir ini, maju pula. Alat persenjataan itu maju karena adanya perselisihan dan pertentangan yang hebat antara orang dengan orang lainnya, atau antara golongan dengan golongan lainnya, atau antara negara dengan negara lainnya. Perselisihan timbul karena adanya penyelewengan, perbedaan pendapat, baik dalam pergaulan atau dalam akidah, seperti kedurhakaan kepada Allah SWT, dusta, korupsi, manipulasi, khianat, tidak mempunyai pendirian dan lain-lain sebagainya yang memenuhi dunia dan manusia dengan kejelekan dan keburukan.
Dalam ayat ini dinyatakan bahwa kerusakan itu timbul di darat dan di laut. Sebagian ulama tafsir berpendapat bahwa "laut" di sini berarti kota-kota besar atau desa-desa yang di pinggir laut. Sedangkan darat artinya kampung-kampung atau desa-desa yang terdapat di darat atau padang pasir. Pernyataan Allah itu merupakan suatu petunjuk bahwa kerusakan itu adalah insidentil sifatnya. Sebelum ada manusia tak ada kerusakan. Tetapi berbarengan dengan adanya manusia maka kerusakan itupun terjadi pula.
Hal itu bukan berarti bahwa manusia itu faktor perusak di atas bumi ini. Sebab kalau demikian halnya, tentu manusia itu tak berhak menjadi wakil Tuhan di bumi. Tetapi kalimat itu memberikan petunjuk bahwa dasar kejadian semua makhluk yang ada di bumi, termasuk bumi adalah baik. Dalam hal ini keadaannya tak ubahnya seperti keadaan manusia pada permulaan kejadiannya, yaitu menurut fitrah yang baik. Karena kebanyakan fitrah manusia itu rusak, maka rusak pulalah fitrah alam ini. Mereka mengambil alat-alat yang baik dan bermanfaat pada alam ini sebagai alat penghancuran, pengrusakan dan lain-lain sebagainya.
Sungguhpun demikian, tak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia itu besar sekali jasanya di atas bumi, seperti membikin bangunan-bangunan pencakar langit, menciptakan komputer, pergi ke bulan dan lain-lain.
Kerusakan yang terjadi di permukaan bumi ini mungkin juga timbul karena kesyirikan, keingkaran dan kesesatan manusia. Mereka tak mau menuruti perintah Allah yang disampaikan oleh para Rasul-Nya. Hal ini dapat dilihat pada peristiwa perkelahian antara Habil dan Qabil, peristiwa kaum Samud, tenggelamnya kaum Nuh dan lain-lain.
Kemudian ayat 41 ini diteruskan dengan pertanyaan bahwa kerusakan itu terjadi karena ulah tangan manusia itu sendiri. Manusia mengerjakan hal itu dengan kehendaknya yang bebas tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Karena perbuatan yang timbul dari kehendak yang bebas itu, mereka akan diminta pertanggungjawabannya kelak di kemudian hari.
Seterusnya ayat ini menyatakan bahwa dengan adanya kerusakan itu manusia akan dapat merasakan sebagian dari perbuatan jelek mereka itu. Maksudnya apa yang diperbuat manusia itu akan dihisab, yang baik di balas dengan baik dan yang jelek dibalas dengan jelek pula. Adapun makhluk lain yang hidup bersama manusia di atas bumi ini, apa yang diperbuatnya bukanlah menurut kehendaknya. Keadaannya tak ubahnya seperti keadaan biji kacang yang ditanam di dalam tanah yang subur, tentu dia akan tumbuh, berbunga dan berbuah menurut sifatnya.
Karena iradahnya itu manusia bertanggung jawab atas semua perbuatannya itu, agar dia merasakan hasil perbuatannya itu, baik atau jelek.
Dalam hal ini Allah SWT berfirman: 

وأن ليس للإنسان إلا ما سعى
Artinya:
Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. (Q.S. An Najm: 39)
Ayat 41 ini mengingatkan akan adanya perbuatan jelek, yang sifatnya merusak di permukaan bumi. Dan seterusnya manusia yang berakal hendaknya menjauhi perbuatan jelek itu, dan berbuat sesuatu serta berguna bagi masyarakat.
Kalimat yang menyatakan bahwa dalam ayat ini agar mereka merasakan sebagian akibat perbuatan jelek mereka itu merupakan rahmat dari Allah SWT. Manusia yang berbuat jelek itu hanya sebagian saja dengan harapan hal itu akan menjadi penghambat bagi mereka untuk tidak berbuat jelek lagi, dan agar mereka kembali kepada Allah SWT. di waktu yang dekat serta berjalan di atas jalan yang benar.
Andaikata Allah menyiksa semua manusia yang melakukan perbuatan jelek tentu mereka akan hancur semuanya, bahkan semua binatang yang melatapun di bumi ini turut hancur. Dalam hal ini Allah berfirman:


ولو يؤاخذ الله الناس بما كسبوا ما ترك على ظهرها من دابة ولكن يؤخرهم
Artinya:
Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, (Q.S. Fatir: 45)
Perbuatan jelek yang dapat dikatakan sebagai perbuatan dosa besar dan dapat menyebabkan kerusakan ialah: Beragamanya manusia kepada yang bukan agama Allah (agama Islam), atau mengambil pelindung selain Allah, atau menyatakan bahwa Allah itu beranak atau mempersekutukan-Nya. Karena dosa besar itulah Tuhan berfirman:


تكاد السموات يتفطرن منه وتنشق الأرض وتخر الجبال هدا
Artinya:
Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh". (Q.S. Maryam: 90)
42 Katakanlah: `Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)`.(QS. 30:42)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 42 

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ (42

Ayat ini merupakan peringatan bagi kaum musyrik Mekah bahwa nasib mereka sama dengan nasib kaum musyrik sebelum mereka, azab serta kehancuran melanda mereka karena tak beriman kepada Allah. Di sini kaum musyrik disuruh mengadakan riset di atas bumi ini serta melihat ke tempat-tempat kaum yang telah mengingkari dan mendurhakai Rasul-rasul-Nya. Karena itu Allah telah menghancurkan mereka dengan azab-Nya. Hal itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum sesudahnya.
Orang-orang yang dihancurkan Allah itu kebanyakan terdiri atas kaum musyrik dan sesat. Mereka sedikit sekali yang beriman kepada Allah, dan tak mau menerima seruan Rasul-rasul Nya, seperti kaum Nuh a.s. kaum Ibrahim as, kaum Ad, kaum Saleh a.s. kaum Syuaib a.s. kaum Lut a.s. dan lain-lain. Setiap ada siksaan, maka Allah hanya menghancurkan kaum musyrik yang sesat itu, dan melepas kaum yang beriman yang sedikit jumlahnya.
43 Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak (kedatangannya); pada hari itu mereka terpisah-pisah.(QS. 30:43)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 43 

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ (43

Dalam ayat ini Allah SWT menyuruh Rasulullah saw, dan pengikut-pengikutnya agar tetap pada keadaan mereka semula, yaitu menyembah Allah yang Satu dengan ikhlas sebelum datangnya hari berbangkit. Pada hari itu manusia terbagi dua, sebagian di surga dan sebagian lagi di neraka. Rasul saw disuruh agar jangan menyibukkan dirinya mengurusi persoalan kaum musyrik yang meminta pertolongan kepadanya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ar Ruum 43

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ الْقَيِّمِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا مَرَدَّ لَهُ مِنَ اللَّهِ يَوْمَئِذٍ يَصَّدَّعُونَ (43

(Oleh karena itu maka hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus) agama Islam (sebelum datang dari Allah suatu hari yang tak dapat ditolak kedatangannya) yaitu hari kiamat (pada hari itu mereka terpisah-pisah) pada asalnya lafal yashshadda'uuna adalah yatashadda'uuna kemudian huruf ta diganti menjadi shad yang selanjutnya diidghamkan atau dimasukkan kepada huruf shad lainnya sehingga jadilah yashshadda'uuna, yakni mereka berpisah-pisah sesudah mereka menjalani hisab; sebagian dari mereka ada yang masuk ke surga dan sebagian yang lainnya ada yang masuk ke neraka.
44 Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan),(QS. 30:44)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 44 

مَنْ كَفَرَ فَعَلَيْهِ كُفْرُهُ وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِأَنْفُسِهِمْ يَمْهَدُونَ (44

Ayat ini merupakan komentar atas ayat 43 tersebut di atas. Siapa saja yang menghadapkan wajahnya kepada agama yang lurus sebetulnya ia telah meratakan jalan bagi dirinya kepada tempat yang bagus. Siapa yang beramal saleh, sesungguhnya dia telah mempersiapkan dirinya untuk hal-hal yang menyebabkan mendapat ketenangan di waktu beramal saleh itu dan juga di hari akhirat kelak.
Siapa yang mensyukuri Allah dan menjauhkan dirinya dari perbuatan jelek, membuat dosa, maka ia akan mendapat ganjaran di akhirat kelak.
45 agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.(QS. 30:45)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 45

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (45

Ayat ini sebagai sebab bagi ayat di atas yang menyatakan siapa yang beramal saleh, maka dia telah menyiapkan tempat yang baik. Orang-orang yang beramal saleh, pekerjaan itu akan menghubungkannya kepada keridaan Allah, agar Allah membalas mereka dengan ganjaran yang baik.
Orang-orang yang kafir tidak akan mendapat kebaikan dari Allah SWT, sebab Dia tidak mencintai mereka, dan mereka tidak mendekatkan diri kepada-Nya. Sedangkan orang-orang yang beramal saleh akan ditempatkan di sisi Allah dan mendapatkan keridaan-Nya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ar Ruum 45 

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْكَافِرِينَ (45

(Agar Allah memberi pahala) lafal ayat ini berta'alluq kepada lafal yashshadda'uuna pada ayat sebelumnya (kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya) Dia memberi mereka pahala. (Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang kafir) Dia akan mengazab mereka.
46 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahan kamu bersyukur.(QS. 30:46)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 46

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُمْ مِنْ رَحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (46

Di antara tanda-tanda keesaan dan kekuasaan Allah dan sebagai bukti yang kuat untuk menyatakan bahwa Dia telah meniupkan angin menghalau awan ke suatu tempat, kemudian awan itu semakin berat, sehingga menjadi mendung yang akan menurunkan hujan. Adanya angin dan mendung ini merupakan kabar gembira bagi manusia yang telah menunggu-nunggu turunnya hujan yang akan menyirami kebun, sawah dan ladang mereka. Dengan adanya angin dan awan itu tergambarlah dalam angan-angan mereka bahwa tumbuh-tumbuhan dan tanam-tanaman mereka akan hidup subur, mereka akan memperoleh hasil yang cukup untuk kehidupan keluarga mereka, dan binatang ternak mereka akan berkembang biak:
Angin yang baik di lautan menimbulkan harapan yang baik pula bagi para pelaut yang sedang mengarungi lautan. Dengan angin yang baik kapal dapat berlayar dengan baik pula, timbul perasaan tenang dan tenteram dalam hati setiap awak kapal itu yang membawa muatan ke pelbagai negeri, menghubungkan antara negeri yang berjauhan. Perahu layar akan meluncur dengan cepat dan tenang dengan hembusan angin yang baik. Para nelayan berlega hati mencari rezeki Allah di lautan dalam hembusan angin yang sepoi basah.
Demikianlah rahmat Allah yang tiada terhingga banyaknya. Diterangkan rahmat-rahmat itu kepada manusia agar mereka bersyukur kepada-Nya.
Allah SWT berfirman:


وإن تعدوا نعمة الله لا تحصوها إن الله لغفور رحيم
Artinya:
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. An Nahl: 18)
Jika manusia mensyukuri nikmat Allah, Dia akan menambahnya, dan barangsiapa yang mengingkari nikmat-Nya, maka azab yang pedih akan menimpanya. Allah SWT berfirman:


وإذ تأذن ربكم لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم إن عذابي لشديد
Artinya:
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (Q.S. Ibrahim: 7)
47 Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.(QS. 30:47)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 47

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ (47

Pada ayat ini Allah SWT menghibur Rasulullah saw yang telah sedih oleh sikap dan tindakan kaumnya dengan menyatakan: Hai Muhammad, janganlah kamu bersedih dan berduka cita oleh segala macam tindakan kamu itu. Dahulu Kami telah mengutus beberapa orang Rasul yang diutus kepada kaum mereka, sebagaimana Kami mengutus engkau kepada seluruh manusia. Tiap-tiap Rasul yang Kami utus Kami lengkapi dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran kerasulannya, tetapi mereka mengingkari dan menyakiti para Rasul itu dan orang-orang yang beriman besertanya. Karena itu Kami timpakan kepada orang-orang yang durhaka itu azab yang pedih, yang menghancurkan mereka dan Kami selamatkan para Rasul dan orang-orang yang beriman besertanya.
Menghancurkan orang-orang yang mengingkari para rasul itu termasuk salah Satu dari Sunatullah. Sunatullah itu tidak akan berubah dan tidak ada yang sanggup merubahnya kecuali Allah SWT sendiri yang menghendaki-Nya.
Ayat ini merupakan berita gembira bagi Rasulullah saw dan kaum Muslimin bahwa Allah pasti menolong mereka dari orang-orang kafir dan kemenangan pasti berada pada mereka.
Hadis Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh At Tabrani, Ibnu Hatim, Ibnu Mardawaih dari At Tirmizi menerangkan:


عن أبي درداء قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول ما من مسلم يرد عن عِرض أخيه إلا كان على الله أن يرد عنه نار جهنم يوم القيامة, ثم +تلا هذه الآية.
Artinya:
Dari Abu Darda', ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Tidak seorangpun dari orang-orang muslim yang menolak suatu halangan saudaranya kecuali Allah berhak menolak dari padanya neraka Jahanam, kemudian beliau membacakan ayat ini".
48 Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya tiba-tiba mereka menjadi gembira(QS. 30:48)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 48 

اللَّهُ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُ فِي السَّمَاءِ كَيْفَ يَشَاءُ وَيَجْعَلُهُ كِسَفًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ فَإِذَا أَصَابَ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ (48

Ayat ini menegaskan ayat yang sebelumnya tentang kegembiraan manusia, jika mereka melihat tanda-tanda akan turunnya hujan yang akan membawa rahmat bagi mereka. Allah SWT yang menghembuskan angin dan menghalaukan awan, hingga awan itu berkumpul dan bergumpal-gumpal di langit. kemudian dari celah-celah awan itu turun hujan. Jika hujan itu menimpa orang-orang yang selalu mengharapkannya maka mereka itupun bergembira karenanya.
49 Dan sesungguhnya sebelum hujan diturunkan kepada mereka, mereka benar-benar telah berputus asa.(QS. 30:49)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 49 

وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمُبْلِسِينَ (49

Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang yang sedang mengharap-harapkan turunnya hujan. Kemarau panjang telah menimpa negeri mereka, sumur-sumur telah mengering, apalagi sawah dan ladang mereka. Sukar mencari air yang mereka minum, apalagi air untuk membersihkan diri dan pakaian mereka. Tanam-tanaman yang mereka tanam telah mati kekeringan, binatang ternak mereka telah mati kehausan. Di segala tempat telah diusahakan pencaharian sumber-sumber air, namun usaha itu masih belum berhasil. Karena telah berputus asa mencari air itu. Satu-satunya harapan hanyalah kepada Yang Maha Kuasa, Pencipta Semesta Alam, agar Dia menurunkan hujan. Di saat itu datanglah angin yang menghembuskan awan yang datang bergumpal-gumpal, semakin lama awan itu semakin hitam dan berat. Setiap insan yang melihatnya tentulah berpendapat bahwa hujan akan turun sebentar lagi. Jika hujan itu telah turun merekapun bergembira ria dan timbullah harapan dan cita-cita.
50 Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. 30:50)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 50 

فَانْظُرْ إِلَى آثَارِ رَحْمَةِ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا إِنَّ ذَلِكَ لَمُحْيِي الْمَوْتَى وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (50

Pada ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya termasuk juga di dalamnya seluruh kaum Muslimin supaya memperhatikan bekas-bekas rahmat Allah yang ada di bumi ini. Di antaranya bagaimana Dia telah menghidupkan bumi setelah bumi itu tandus dan mati, menumbuhkan tumbah-tumbuhan, tanam-tanaman di bumi itu setelah menyiramnya dengan air hujan. Sebenarnya dengan bukti yang demikian itu saja, manusia akan sampai kepada kesimpulan bahwa Allah SWT Maha Agung, Maha Kuasa lagi Maha Luas Rahmat-Nya.
Jika Allah SWT Yang Maha Kuasa itu sanggup menghidupkan bumi yang telah mati, tentulah Dia sanggup pula menghidupkan manusia yang telah mati dan membangkitkannya kembali di akhirat kelak. Hal itu adalah mudah bagi-Nya, sebagaimana diterangkan pada firman-Nya yang lain:


وضرب مثلا ونسي خلقه قال من يحيي العظام وهي رميم قل يحييها الذي أنشأها أول مرة وهو بكل خلق عليم
Artinya:
Dan dia membuat perumpamaan bagi kami dan dia lupa kepada kejadiannya, ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur luluh, katakanlah: "la akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk". (Q.S. Yasin: 78-79)
51 Dan sungguh, jika Kami mengirimkan angin (kepada tumbuh-tumbuhan) lalu mereka melihat (tumbuh-tumbuhan itu) menjadi kuning (kering), benar-benar tetaplah mereka sesudah itu menjadi orang yang ingkar.(QS. 30:51)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 51 

وَلَئِنْ أَرْسَلْنَا رِيحًا فَرَأَوْهُ مُصْفَرًّا لَظَلُّوا مِنْ بَعْدِهِ يَكْفُرُونَ (51

Ayat ini menerangkan sifat-sifat orang kafir, jika memperoleh kebaikan mereka bergembira, tetapi jika mereka ditimpa bahaya atau cobaan, mereka putus asa, dan putuslah harapan mereka untuk memperoleh kebaikan. Allah SWT menerangkan: "Jika Kami kirim ke kebun orang-orang kafir yang sedang menghijau itu angin panas dan angin yang sangat dingin, yang menyebabkan tumbuh-tumbuhan yang sedang menghijau itu berubah menjadi kering dan kekuning-kuningan, maka mereka berputus asa dan kembali mengingkari nikmat Allah yang pernah diberikan kepada mereka.
Seakan-akan dengan ayat ini Allah SWT mencela sikap orang kafir pada umumnya, jika ada di antara kaum Muslimin yang bersikap demikian, hendaklah segera menolaknya. Sikap yang benar ialah selalu bersabar atas segala macam cobaan yang diberikan Allah. Cobaan itu ada yang merupakan kesenangan dan ada pula yang berupa kesengsaraan. Cobaan itu sengaja diberikan Allah kepada manusia untuk menguji siapa di antara mereka yang kuat imannya dan siapa pula yang lemah imannya. Allah SWT berfirman:


كل نفس ذائقة الموت ونبلوكم بالشر والخير فتنة وإلينا ترجعون
Artinya:
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu di kembalikan. (Q.S. Al anbiya: 35)
Allah SWT mengajarkan kepada kaum Muslimin ucapan yang diucapkan seseorang di kala menerima cobaan. Dia berfirman:


الذين إذا أصابتهم مصيبة قالوا إنا لله وإنا إليه راجعون
Artinya:
(yaitu) orang-orang yang ditimpa musibah, mereka mengucapkan "Inna Lillahi wa inna ilaihi Raji'un". (Q.S. Al Baqarah: 156)
52 Maka sesungguhnya kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling membelakang.(QS. 30:52)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 52 

فَإِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى وَلَا تُسْمِعُ الصُّمَّ الدُّعَاءَ إِذَا وَلَّوْا مُدْبِرِينَ (52

Ayat ini menerangkan sikap orang-orang kafir dalam menerima seruan atau ayat-ayat Allah yang disampaikan kepada mereka. Allah SWT menyampaikan kepada Rasulullah saw: "Wahai Rasul, janganlah engkau bersedih hati atas sikap orang-orang kafir itu. Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup menjadikan orang-orang kafir itu beriman, karena Allah SWT telah mengunci mati pendengaran mereka, sehingga mereka tidak dapat mendengar ayat-ayat Allah yang dibacakan kepada mereka, sebagaimana kamu tidak akan sanggup memberi pengertian kepada orang-orang yang telah mati yang telah dimatikan pula hati dan pendengaran mereka.
53 Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan kamu tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) melainkan kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).(QS. 30:53)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 53 

وَمَا أَنْتَ بِهَادِي الْعُمْيِ عَنْ ضَلَالَتِهِمْ إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا فَهُمْ مُسْلِمُونَ (53

Pada ayat ini Allah SWT menegaskan kepada Nabi-Nya bahwa ia tidak akan sanggup memberi taufik kepada orang-orang yang disesatkan-Nya, karena memberi taufik dan menjadikan sesat itu adalah Dia yang menentukan bukan Rasul, dengan menyatakan: "Wahai Rasul, kamu sekali-kali tidak akan sanggup memberi taufik kepada orang-orang yang disesatkan Allah, sehingga ia tidak sesat lagi. Memberi taufik dan menyesatkan itu berada di tangan-Nya. Dia memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya dan menyesatkan siapa yang disesatkan-Nya, tidak seorangpun yang sanggup melakukannya selain Dia.
Selanjutnya Allah SWT menerangkan bahwa tidak ada seorangpun yang mau mendengar dan memahami ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang beriman kepada-Nya dan orang-orang yang di dalam hatinya tidak ada penyakit. Jika orang-orang mukmin itu mendengarkan ayat-ayat, Allah, mereka mendengarkannya dengan baik, berusaha memahami maksud dan maknanya, mengamalkan semua yang diperintahkan Allah dalam ayat-ayat itu dan menghentikan semua yang dilarang-Nya. Mereka tunduk dan berserah diri kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya saja.
54 Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat; kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.(QS. 30:54)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 54 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ (54

Ayat ini ditujukan kepada orang-orang musyrik yang mengingkari adanya hari berbangkit. dengan mengatakan "Kamu hai orang-orang musyrik diciptakan dalam keadaan lemah; kamu berasal dari air mani, kemudian menetap dalam rahim ibumu, kemudian lahir ke dunia. Pada saat-saat yang demikian kamu dalam keadaan lemah, tidak berdaya, dan memerlukan bantuan dan pertolongan orang lain, terutama ibu dan bapakmu sendiri. Dia menjadikan bagi kamu telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hati untuk merasakan sesuatu dan sebagainya, sehingga kamu menjadi dewasa dan kuat. Dalam keadaan dirimu merasa kuat dan berkuasa kamu perserikatkan Dia dengan sesuatu yang lain, sampai pada waktu yang ditentukan. Kemudian kamu menjadi lemah kembali, setelah mencapai umur lanjut dalam keadaan tua bangka, tidak berdaya. Jika kamu mau memperhatikan yang demikian itu, yaitu pada permulaannya kamu lemah, kemudian menjadi kuat, kemudian menjadi lemah kembali, tentulah kamu akan sampai kepada kesimpulan bahwa Dia yang kuasa dan menentukan proses kejadianmu itu, kuasa pula membangkitkan kamu kembali pada hari kiamat. Dialah yang menciptakan segala sesuatu menurut yang dikehendaki-Nya, Dialah yang berkuasa mengatur dan mengurus hamba-hamba Nya dan Dia pulalah yang berkuasa mematikan, menghidupkan dan menentukan segala sesuatu.
55 Dan pada hari terjadinya kiamat, bersumpahlah orang-orang yang berdosa; `mereka tidak berdiam (dalam kubur) melainkan sesaat (saja)`. Seperti demikianlah mereka selalu dipalingkan (dari kebenaran).(QS. 30:55)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 55 

وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ يُقْسِمُ الْمُجْرِمُونَ مَا لَبِثُوا غَيْرَ سَاعَةٍ كَذَلِكَ كَانُوا يُؤْفَكُونَ (55

Ayat-ayat ini menerangkan sikap orang kafir ketika datang hari berbangkit dan semua makhluk dibangkitkan kembali dari kuburnya. Orang-orang kafir yang berdosa itu menyatakan dengan sumpahnya bahwa mereka hanya berada dalam kubur dalam waktu yang sangat singkat sekali.
Pada ayat yang lain diterangkan pula sikap mereka itu, Allah SWT berfirman:


ويوم يحشرهم كأن لم يلبثوا إلا ساعة من النهار يتعارفون بينهم قد خسر الذين كذبوا بلقاء الله وما كانوا مهتدين
Artinya:
Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka. (Mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat saja di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk. (Q.S. Yunus: 45)
Demikianlah sikap dan keadaan orang-orang kafir itu. Mereka selalu mencemoohkan, baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan mereka. Pada saat mereka akan menerima azab dari Allah, mereka masih berdusta, mereka mengatakan: "Hanya sebentar saja dalam kubur, padahal mereka telah lama di dalamnya, sejak mereka mati sampai mereka dibangkitkan. Demikian pula sewaktu hidup di dunia, mereka telah menerima perintah dan larangan Allah, tetapi mereka tidak mau melaksanakan atau menghentikannya, sebab mereka melakukan yang demikian itu adalah karena mereka telah terpesona oleh harta benda kehidupan dunia, mereka telah kena tipu daya setan dan memperturutkan hawa nafsunya.
56 Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan (kepada orang-orang yang kafir): `Sesungguhnya kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakini (nya).`(QS. 30:56)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 56 

وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَالْإِيمَانَ لَقَدْ لَبِثْتُمْ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْبَعْثِ فَهَذَا يَوْمُ الْبَعْثِ وَلَكِنَّكُمْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ (56

Orang-orang yang diberi pengetahuan Al Kitab dan orang-orang yang beriman kepada Allah berkata kepada orang-orang kafir itu, sebagai bantahan terhadap permintaan mereka yang disertai dengan sumpah itu: "Hai orang-orang kafir, bukan kah kamu cukup lama hidup di dalam kubur, sesuai dengan ketetapan Allah, sampai kamu dibangkitkan dari kuburmu hari ini? lnilah hari berbangkit yang pernah kamu dustakan itu, yang pernah kamu ingkari terjadinya sewaktu hidup di dunia dahulu. karena itu kamu tidak pernah mempersiapkan diri untuk menghadapinya, kamu lalai dari padanya, seakan-akan hidup di dunia itulah hidup yang sebenarnya.
57 Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zalim permintaan uzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi.(QS. 30:57)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 57 

فَيَوْمَئِذٍ لَا يَنْفَعُ الَّذِينَ ظَلَمُوا مَعْذِرَتُهُمْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ (57

Setelah diterangkan bahwa hidup di dunia adalah untuk mempersiapkan diri untuk hidup di akhirat nanti, dan di akhirat seseorang akan memperoleh balasan yang adil dari segala perbuatannya, maka Allah menerangkan bahwa pada hari kiamat itu tidak berguna lagi permintaan untuk melakukan sesuatu perintah atau menghentikan sesuatu larangan dan pada hari itu pintu tobat telah tertutup.
58 Dan sesungguhnya telah Kami buat dalam Al quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: `Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka`.(QS. 30:58)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 58 

وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَلَئِنْ جِئْتَهُمْ بِآيَةٍ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا مُبْطِلُونَ (58

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia telah membuat pelbagai macam perumpamaan dalam Alquran, berupa keterangan tentang Alquran, berupa keterangan tentang kebenaran, bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya, bukti-bukti keluasan nikmat dan karunia-Nya, bukti-bukti adanya hari berbangkit, bukti-bukti kebenaran para Rasul. Penjelasan dan perumpamaan itu dikemukakan untuk direnungkan dan dipikirkan, kemudian diikuti dan diamalkan. Tetapi kebanyakan manusia mengingkarinya.
Kemudian dijelaskan sifat orang kafir terhadap perumpamaan-perumpamaan itu, bahwa mereka tetap tidak beriman bahkan mereka mengatakan Alquran itu sihir yang diada-adakan dan dongeng-dongengan purbakala.
Pada ayat-ayat lain dijelaskan sikap orang-orang kafir itu terhadap ayat-ayat Allah. Allah SWT berfirman:


إن الذين حقت عليهم كلمة ربك لا يؤمنون ولو جاءتهم كل آية حتى يروا العذاب الأليم
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih. (Q.S. Yunus: 96-97)
59 Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.(QS. 30:59)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 59 

كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ (59

Demikianlah Allah SWT mengunci mati hati dan pikiran orang-orang yang tidak mau memperhatikan perumpamaan-perumpamaan, mereka tidak memahami ayat-ayat yang dibacakan kepada mereka, mereka bergelimang dalam kesesatan mereka.
60 Maka bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu.(QS. 30:60)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ar Ruum 60 

فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ (60

Surat Ar Rum ini ditutup dengan perintah Allah SWT agar para Rasul dan orang-orang yang beriman hendaknya tetap tabah dan saber menghadapi segala macam sikap dan tindakan orang-orang kafir, dan tetap menyampaikan agama Allah kepada manusia. Allah pasti menepati janji-Nya, yaitu akan menolong para Rasul dan orang-orang yang beriman besertanya. Janganlah sekali-kali menggelisahkan kamu sekalian sikap dan tindak tanduk orang-orang kafir itu.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [3]
Ayat 41 s/d 60 dari [60]


sumber Tafsir di salin dari  :

1. Tafsir DEPAG RI
2. Tafsir Jalalain Indonesia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU