Jumat, 23 Agustus 2013

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-ANKABUUT AYAT 41 - 60 ( 03 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-ANKABUUT
Ayat [69]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:3/4
41 Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui.(QS. 29:41)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 41 

مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (41

Kaum penyembah berhala yang memandangnya sebagai penolong selain dari Allah, Yang selalu diharapkan pertolongan dan menolak bahaya yang datang kepada mereka, adalah bagaikan laba-laba yang disebutkan dalam ayat ini begitu lemahnya, sehingga tak kuat menahan tiupan angin, dan melindungi laba-laba itu sendiri dari dingin dan panas. Sarang tersebut tak dapat memenuhi kebutuhan utamanya apabila sedang diperlukan. Demikianlah halnya orang-orang kafir (musyrik), mereka tak sanggup menyelamatkan diri bila Allah mendatangkan siksa-Nya. Penolong mereka (selain dari Allah) tidak akan dapat memberikan pertolongan bahkan diri mereka sendiri tidak dapat mengelakkan mereka dari azab Allah. Ringkasnya hal orang musyrik penyembah berhala itu tak ubahnya bagaikan laba-laba yang membuat sarang, sangat rapuh dan lemah, sebab sarang laba-laba itulah ibarat dari suatu bangunan rumah yang sangat rapuh. Demikian pulalah agama yang sangat lemah adalah agama yang menyembah berhala.
42 Sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang mereka seru selain Allah. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 29:42)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 42

إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مِنْ شَيْءٍ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (42

Allah Maha Mengetahui tentang apa yang mereka mohonkan kepada berhala, patung,. jin, bahkan apa yang mereka minta kepada manusia selain Allah. Semuanya tak akan mungkin memberikan manfaat atau mendatangkan kecelakaan kepada seseorang bilamana Allah tidak menghendaki. Begitu lemahnya apa yang mereka sembah sehingga sama halnya dengan laba-laba yang hanya sanggup membuat rumah yang sangat rapuh sekali. Allah berkuasa menurunkan siksa kepada siapa yang kafir, karena itu orang-orang musyrik hendaklah merasa takut kepada Tuhan, dan segera beriman kepada-Nya sebelum datang siksaan-Nya, seperti yang pernah dikirimkan-Nya kepada orang-orang dahulu kala. Sebab bila siksaan Allah datang, tidak seorangpun di antara para penolong mereka itu (berhala-berhala) yang dapat menyelamatkan mereka. Allah selalu perkasa untuk menghancurkan barang siapa yang sepatutnya dibinasakan, dan Maha Bijaksana untuk mengundurkan siksa tersebut bagi orang yang diharapkan ada perubahan ke arah kebaikan dan dengan teguh melaksanakan kebaikan itu.
43 Dan perumpamaan-perumpamaan ini Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.(QS. 29:43)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 43 

وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ (43

Demikianlah Allah mengumpamakan sesuatu perumpamaan bagi manusia. Hanya orang berakallah yang dapat memikirkan perumpamaan tersebut. Sengaja Allah mengambil laba-laba sebagai perumpamaan, karena itu barangkali yang mudah bagi mereka untuk memahaminya. Selain dari itu, juga dimaksudkan untuk menerangkan segala keraguan mereka selama ini. Bagi orang yang selalu menggunakan hati dan pikirannya dan bagi ahli-ahli ilmu pengetahuan, pastilah dapat memahami perumpamaan seperti tersebut dan akan semakin banyak mengetahui rahasia-rahasia Allah yang terkandung dalam ayat-ayat-Nya. Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah pernah berkata:


العالم من عقل عن الله تعالى وعمل بطاعته واجتنب سخطه
Artinya:
Orang yang berilmu itu ialah orang yang selalu memikirkan Allah (dengan memperhatikan makhluk) yang diciptakan Allah, kemudian beramal dalam rangka taat kepada-Nya serta menjauhi segala kemarahan-Nya.
44 Allah menciptakan langit dan bumi dengan hak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang mukmin.(QS. 29:44)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 44 

خَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ (44

Dalil tentang kebesaran dan keagungan Allah itu terlihat pada ciptaan langit dan bumi. Bagi orang yang beriman dan menggunakan akal pikirannya, semua ciptaan Allah itu mengandung hikmah, dan tidak dijadikan percuma begitu saja. Dengan demikian kejadian langit dan bumi, memungkinkan manusia untuk menambah dan memperluas cakrawala pengetahuannya. Di samping itu pengenalan mereka akan lebih intensif kepada Pencipta-Nya yakni Allah Azza Wa Jalla. Ini diterangkan dalam suatu hadis yang berbunyi:


كنت كنزا مخفيا فأردت أن أعرف فخلقت الخلق فبي عرفوني
Artinya:
(Aku Allah) adalah gudang (pengetahuan) yang tersembunyi maka Aku bermaksud untuk dikenali. Maka Aku ciptakanlah makhluk. Dengan sebab Aku (menciptakan makhluk itu)mereka mengenali Aku.
45 Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 29:45)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 45

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ (45

Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw agar selalu membaca. mempelajari dan memahami Alquran yang telah diturunkan kepadanya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian ia akan mengetahui rahasia dan kelemahan dirinya, sehingga ia dapat memperbaiki, dan membina dirinya sesuai dengan tuntunan Nya. Perintah ini juga ditujukan kepada seluruh kaum Muslimin. Penghayatan seseorang terhadap kalam Ilahi yang pernah dibacanya itu akan nampak pengaruhnya pada sikap, tingkah laku, dan budi pekerti orang yang membacanya itu.
Setelah Allah SWT memerintahkan membaca dan mempelajari dan melaksanakan ajaran-ajaran Alquran, maka Allah memerintahkan pula agar kaum Muslimin mengerjakan salat wajib, yaitu salat yang lima waktu. Salat itu hendaklah dikerjakan dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya dan dikerjakan dengan penuh kekhusyukan. Sangat dianjurkan mengerjakan salat itu lengkap dengan sunah-sunahnya. Jika salat itu dikerjakan sedemikian rupa, maka salat itu dapat menghalangi dan mencegah orang yang mengerjakannya dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.
Mengerjakan salat adalah sebagai perwujudan dari keyakinan yang telah tertanam di dalam hati orang yang mengerjakannya, dan menjadi bukti bahwa ia telah merasakan bahwa dirinya sangat tergantung kepada nikmat Allah. Karena itu ia berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan Nya, sesuai dengan doanya kepada Allah dalam salatnya, "Tunjukanlah kepada kami (wahai Allah) jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan jalan yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat". Doa-doa yang diucapkannya dalam salat selalu teringat olehnya, sehingga ia tidak berkeinginan sedikitpun untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan yang keji dan mungkar.
Dalam pada itu ada pula sebagian ahli tafsir yang berpendapat bahwa yang memelihara orang yang mengerjakan salat dari perbuatan keji dan mungkar itu ialah salat itu sendiri. karena salat itu memelihara seseorang selama orang itu memelihara salatnya, sebagaimana firman Allah SWT:


حافظوا على الصلوات والصلاة الوسطى وقوموا لله قانتين
Artinya:
Peliharalah segala salatmu dan (peliharalah) salat wusta. Berdirilah karena Allah (dalam salatmu) dengan khusyuk (Q.S. Al Baqarah: 238)
Rasulullah saw menerangkan keutamaan dan manfaat yang diperoleh orang yang mengerjakan salat serta kerugian dan siksaan yang akan menimpa orang yang tidak mengerjakannya, sebagaimana tersebut dalam hadis:


عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه ذكر الصلاة فقال: من حافظ عليها كانت له نورا وبرهانا ونجاة يوم القيامة, ومن لم يحافظ عليها لم تكن له نورا ولا برهانا ولا نجاة, وكان يوم القيامة مع قارون وفرعون وهامان وأبي بن خلف.
Artinya:
Dari Nabi saw, bahwasanya ia pada suatu hari menyebut tentang salat, maka ia berkata "Barangsiapa yang memelihara salat, ia akan memperoleh cahaya, petunjuk dan keselamatan pada hari Kiamat, dan barangsiapa yang tidak memeliharanya, ia tidak akan memperoleh cahaya, petunjuk dan tidak pula keselamatan. Dan ia pada hari Kiamat bersama Karun, Firaun, Haman dan Ubai bin Khalaf (H.R. Ahmad dan Tabrani dari Abdullah bin Umar)
Nabi saw menerangkan pula keadaan orang yang mengerjakan salat lima waktu yang dikerjakannya dengan sungguh-sungguh, lengkap dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya, tetap dikerjakan pada waktu-waktu yang telah ditentukan, maka seakan-akan dosa orang tersebut dicuci lima kali sehari, sehingga tidak sedikitpun yang tertinggal dari dosa-dosanya itu, Rasulullah saw bersabda:


أرأيتم لو أن نهرا بباب أحدكم يغتسل فيه كل يوم خمس مرات هل يبقى من درنه شيء? قالوا: لا يبقى من درنه شيء قال: فذلك مثل صلوات الخمس يمحو الله بهن الخطايا
Artinya:
Bagaimanakah pendapatmu, andai kata ada sebuah sungai dekat pintu rumah salah seorang kamu, ia mandi di sungai itu lima kali setiap hari. Adakah dakinya yang masih tinggal barang sedikitpun?". Para sahabat menjawab, "Tidak ada daki yang tertinggal barang sedikitpun". Rasulullah bersabda, "Maka demikianlah perumpamaan salat yang lima waktu dengan salat itu Allah akan menghapus semua kesalahannya". (H.R. tirmizi)
Demikianlah perumpamaan yang diberikan oleh Rasulullah saw tentang keadaan orang yang mengerjakan salat lima waktu dengan sungguh-sungguh, semata-mata karena Allah SWT.
Dari ayat di atas dan hadis-hadis Rasulullah yang telah disebutkan itu dapat diambil suatu kesimpulan, bahwa ada tiga sasaran yang hendak dituju oleh orang yang mengerjakan salat yaitu:
1. Timbulnya keikhlasan.
2. Bertakwa kepada Allah.
3. Mengingat Allah.
Hendaklah salat itu menimbulkan keikhlasan bagi orang yang mengerjakannya, sehingga salat itu dikerjakan semata-mata karena Allah, untuk memurnikan ketaatan hanya kepada Nya saja. Sebagai perwujudan dari ikhlas ini pada diri seseorang ialah timbulnya keinginan di dalam hatinya untuk mengerjakan segala sesuatu yang diridai Allah. Yang dimaksud dengan bertakwa kepada Allah ialah timbulnya keinginan bagi orang yang mengerjakan salat itu untuk melaksanakan semua yang diperintahkan Allah dan untuk menghentikan semua yang dilarang Nya. Dengan bersalat seseorang akan selalu mengingat Allah, karena dalam bacaan salat itu terdapat ucapan-ucapan tasbih, tahmid, takbir serta dapat merasakan keagungan dan kebesaran Allah.
Terhadap orang-orang yang tidak mengerjakan salat, maka Allah mengancam mereka dengan siksa neraka. Demikian pula terhadap orang-orang yang mengerjakan salat karena ria dan terhadap orang-orang yang lalai dalam mengerjakan salat, Allah SWT berfirman:


فويل للمصلين الذين هم عن صلاتهم ساهون الذين هم يراءون ويمنعون الماعون
Artinya:
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya, orang-orang yang berbuat ria, dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (Q.S. Al Ma'un: 47)
Senada dengan ayat di atas, maka Rasulullah saw bersabda


من صلى صلاة لم ينه عن الفحشاء والمنكر لم يزد بها من الله إلا بعدا.
Artinya:
Barangsiapa yang telah mengerjakan salat, tetapi salatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan perbuatan mungkar, maka salatnya itu tidak akan menambah sesuatupun (kepadanya), kecuali ia bertambah jauh dari Allah. H.R. Ibnu Jarir dari Ismail bin Muslim dari Al Hasan, Lihat Fi zilalil Quran, juz 20 hal.131)
Selanjutnya ayat ini menerangkan bahwa "mengingat Allah itu adalah lebih besar", maksudnya ialah, "Salat itu adalah ibadat yang paling utama dibanding dengan ibadat-ibadat yang lain". Karena itu hendaklah setiap kaum Muslimin mengerjakannya dengan sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain, bahwa kalimat ini merupakan penguat dari kalimat yang sebelumnya yang memerintahkan kaum Muslimin mengerjakan salat dan menerangkan hikmah mengerjakannya.
Ibnu Abbas dan Mujahid menafsirkan kalimat "mengingat Allah itu adalah Iebih besar" dengan Allah mengingat hamba-hamba Nya itu adalah lebih banyak dibanding dengan ingatnya hamba-hamba Nya kepada Allah dengan menaati Nya. Pendapat ini didasarkan kepada hadis Rasulullah saw waktu menafsirkan ayat ini. Beliau bersabda:


ذكر الله إياكم أكبر من ذكركم إياه
Artinya:
Allah mengingatmu lebih banyak dari pada kamu mengingat Nya.
Dan sesuai dengan hadis Nabi saw:


من ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي ومن ذكرني في ملإ ذكرته خيرا منهم.
Artinya:
Barangsiapa yang mengingat Aku di waktu dia berada seorang diri, tentu Aku akan mengingatnya pula dan siapa yang mengingat Ku bersama-sama dengan suatu jemaah tentu Aku akan mengingat mereka lebih banyak. (Tafsir Qurtubi Juz 13, hal 349)
46 Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah:` Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri `.(QS. 29:46)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 46 

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ وَقُولُوا آمَنَّا بِالَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَأُنْزِلَ إِلَيْكُمْ وَإِلَهُنَا وَإِلَهُكُمْ وَاحِدٌ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ (46

Sesungguhnya ajaran tentang keesaan Allah yang merupakan azas risalah yang dibawa para Nabi dan Rasul sejak dahulu kala sampai kepada risalah Nabi dan Rasul terakhir, yaitu Nabi Muhammad saw berasal dari sumber yang satu, yaitu dari Allah Maha Pencipta, dan tujuannya adalah satu pula, yaitu memberi petunjuk kepada manusia dan mengembalikan mereka dari jalan yang sesat ke jalan yang lurus, serta untuk mendidik mereka agar selalu mengikuti ajaran-ajaran Allah, sehingga mereka berbahagia hidup di dunia dan di akhirat nanti. Allah SWT juga menetapkan bahwa setiap orang yang telah mengikuti risalah Nabi dan Rasul yang diutus kepada mereka, masing-masing mereka adalah manusia yang lebih mulia dari yang lain, karena mereka adalah merupakan umat yang satu sama-sama menyembah Tuhan yang satu Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Pencipta.
Berdasarkan hal yang tersebut di atas maka manusia pada setiap kurun, masa dan generasi dapat dibagi kepada dua golongan, yaitu:
1. Golongan mukmin yang merupakan pendukung agama Allah.
2. Golongan kafir yang merupakan penentang agama Allah dan termasuk pengikut setan.
Setiap manusia yang mengikuti seruan Rasul yang diutus kepada mereka, adalah orang-orang mukmin dan termasuk hizbullah. Mereka sejak dahulu sampai saat ini, masing-masing kelompok mereka merupakan mata-mata rantai yang sambung menyambung, sehingga merupakan suatu rantai yang amat panjang, tidak ada putus-putusnya. Antara mata rantai yang satu dengan mata rantai yang lain dijalin dan diikat oleh ikatan kepercayaan yang kokoh, yaitu kepercayaan akan keesaan Allah, yang akhirnya dilanjutkan dan disempurnakan Allah SWT dengan diutus-Nya Nabi Muhammad saw, sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir, sebagaimana firman Allah SWT:


اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا
Artinya:
Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu. dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu. (Q.S. Al Maidah: 3)


ما كان محمد أبا أحد من رجالكم ولكن رسول الله وخاتم النبيين
Artinya:
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu; tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi. (Q.S. Al Ahzab: 40)
Risalah yang berazaskan keesaan Allah yang telah dibawa dan disampaikan para Nabi dan Rasul sejak berabad-abad yang lalu kemudian dilanjutkan oleh Nabi Muhammad saw, sebagaimana yang ditegaskan oleh ayat ini, mempunyai suatu nilai yang sangat tinggi yang meningkatkan hubungan antara manusia, sejak manusia pertama kali diciptakan sampai kepada suatu saat manusia dan alam semesta ini mengalami kehancuran yang total. Dengan azas ini manusia tidak hanya terikat oleh hubungan keturunan, hubungan suku bangsa hubungan senegara dan setanah air, hubungan perdagangan, hubungan se-ideologi dan sebagainya, yang kadang-kadang terlalu bersifat subyektif, mementingkan diri atau kelompok, tetapi terikat dengan hubungan yang maha tinggi dan agung, yaitu hubungan dengan Allah. Hubungan dalam bentuk ini adalah hubungan antara Khalik dan makhluk dan hubungan antara sesama makhluk yang selalu menghambakan diri kepada Khaliknya, karena merasa diri tergantung kepada Nya. Hubungan yang seperti ini adalah hubungan yang tidak lagi terikat kepada keadaan masa dan tempat serta merupakan hubungan yang sangat erat kekal dan abadi, sejak dari dunia fana ini sampai ke akhirat nanti. Hubungan yang demikian berada di atas segala macam hubungan yang ada bahkan berada jauh di atas hubungan kemanusiaan. Karena hubungan kemanusiaan hanyalah hubungan antara sesama makhluk saja.
Berdasarkan kepada azas inilah, maka Allah SWT menunjukkan kepada Rasulullah saw dan kaum Muslimin materi dakwah yang akan disampaikan kepada Ahli Kitab. Dengan materi ini akan dirasakan hikmah kedatangan. Muhammad sebagai Nabi dan Rasul terakhir beserta risalah yang dibawanya. Nikmat itu ialah berupa keterangan dan pengungkapan hubungan antara risalah dengan risalah-risalah yang telah disampaikan para Rasul Allah yang telah diutus Nya sejak zaman dahulu. Dengan petunjuk yang demikian itu, hendaklah kaum Muslimin merasa berbahagia dan hendaklah mereka melaksanakan dakwah sesuai dengan ajaran-ajaran yang telah disampaikan Allah itu. Dalam pada itu hendaklah kaum Muslimin mengkaji, mendalami dan mengembangkan petunjuk Allah itu, sehingga mudah diterima dan dipahami oleh orang-orang yang akan menerimanya.
Allah SWT memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin tentang materi dakwah dan cara menghadapi Ahli Kitab itu adalah karena orang-orang Ahli Kitab tidak menerima seruan Nabi Muhammad yang disampaikan kepada mereka. Ketika Rasulullah saw menyampaikan kepada mereka kalam Ilahi, kebanyakan dari mereka mendustakannya; hanya sedikit sekali di antara mereka yang menerimanya. Padahal mereka telah mengetahui Muhammad dan ajaran yang dibawanya, sebagaimana mereka mengetahui dan mengenal anak-anak mereka sendiri.
Allah SWT berfirman:


الذين آتيناهم الكتاب يعرفونه كما يعرفون أبناءهم وإن فريقا منهم ليكتمون الحق وهم يعلمون
Artinya:
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil), mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, pada hal mereka mengetahui. (Q.S. Al Baqarah: 146)
Pada ayat yang lain Allah SWT menerangkan dan menjelaskan cara berdakwah yang baik itu, sebagaimana diterangkan dalam firman Allah SWT:


ادع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي احسن إن ربك هو أعلم بمن ضل عن سبيله وهو أعلم بالمهتدين
Artinya:
Serulah (semua manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhan mu Dialah yang mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. An Nahl : 125)
Menyeru manusia ke jalan Tuhan dengan hikmah dan kebijaksanaan dan mendebat mereka dengan yang baik, hanyalah dilakukan kepada orang-orang yang tidak melakukan kezaliman. Adapun orang-orang yang melakukan kezaliman, yaitu orang-orang yang hatinya telah terkunci mati tidak mau menerima kebenaran lagi dan ia berusaha untuk melenyapkan Islam dan kaum Muslimin, maka orang-orang yang semacam ini tidak dapatlah kaum Muslimin melapangkan dada kepada mereka.
Sebagian orang-orang Ahli Kitab yang zalim itu ialah mereka yang di dalam hatinya ada penyakit, berupa iri hati, rasa benci dan dengki kepada kaum Muslimin, karena Rasul dan Nabi terakhir tidak diangkat dari kalangan mereka. Mereka memerangi kaum Muslimin dengan mengadakan tipu daya dan fitnah, menimbulkan api peperangan dan perselisihan secara terang-terangan dan tersembunyi dengan Rasulullah dan kaum Muslimin. Mereka selalu berusaha merintangi dakwah yang dilakukan Rasulullah dan para sahabatnya, seperti mengadakan perjanjian persekutuan dengan orang-orang kafir yang lain untuk memerangi kaum Muslimin. Amatlah banyak contoh-contoh yang terjadi dalam sejarah yang berhubungan dengan usaha orang-orang kafir itu. Karena usaha-usaha mereka itulah, maka mereka dinamai orang-orang yang zalim, berusaha merugikan kaum Muslimin dan di akhirat nanti mereka menjadi orang-orang yang merugi dengan menerima azab yang setimpal dengan perbuatan mereka itu.
Selanjutnya Nabi Muhammad saw dan kaum Muslimin diperingatkan Allah, bahwa jika orang-orang Ahli Kitab mengajak kaum Muslimin memperbincangkan kitab suci mereka, dan memberitahukan kepadanya apa yang patut dibenarkan dan apa yang patut ditolak, sedang kamu sekalian mengetahui keadaan mereka itu, maka katakanlah kepada mereka, "Kami percaya kepada Alquran yang telah diturunkan kepada kami dan kami juga percaya kepada Taurat dan Injil yang telah diturunkan kepadamu Yang kami sembah dan yang kamu sembah, sebenarnya adalah sama, yaitu Tuhan Yang Maha Esa, karena itu marilah kita bersama-sama tunduk dan patuh kepada Nya dan marilah kita sama-sama melaksanakan perintah-perintah Allah dan menghentikan larangan-larangan Nya.
Sehubungan dengan maksud ayat ini, Abu Hurairah berkata, "Para ahli Kitab itu membaca Taurat dengan bahasa Ibrani dan menafsirkan dengan bahasa Arab untuk orang-orang Islam. Lalu Nabi saw bersabda:


لا تصدقوا أهل الكتاب ولا تكذبوهم وقولوا آمنا بالذي أنزل إلينا وأنزل إليكم وإلهنا وإلههم واحد ونحن له مسلمون
Artinya:
Janganlah kamu membenarkan Ahli Kitab dan jangan pula kamu mendustakan mereka Katakanlah kepada mereka, "Kami beriman dengan apa yang telah diturunkan kepada kami dan yang telah diturunkan kepadamu. Tuhan kami dan Tuhan kamu adalah satu dan kami berserah diri hanya kepada Nya saja (H.R. Bukhari dan Nasai dari Abu Hurairah)
Dalam hadis yang lain Nabi saw bersabda:


لا تسألوا أهل الكتاب عن شيء فإنهم لن يهدوكم وقد ضلوا إما أن تكذبوا بحق وإما أن تصدقوا بباطل.
Artinya:
Janganlah kamu bertanya kepada Ahli Kitab tentang sesuatu. maka sesungguhnya mereka sekali-kali tidak akan menunjuki kamu dan sungguh mereka telah sesat. Adakalanya mereka mendustakan kebenaran dan adakalanya mereka membenarkan yang batil. (H.R. Ibnu Jarir dari Ibnu Mas'ud)
Demikianlah keadaan kaum Yahudi dan Nasrani pada umumnya yang di dalam Alquran mereka disebut Ahli Kitab.
47 Dan demikian (pulalah) Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al quran). Maka orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Al Kitab (Taurat) mereka beriman kepadanya (Al quran); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekah) ada yang beriman kepadanya. Dan tidak adalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir.(QS. 29:47)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 47

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ فَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَمِنْ هَؤُلَاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ (47

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan kepada Muhammad saw, "Hai Muhammad, sebagaimana Kami telah menurunkan beberapa kitab kepada para Rasul yang telah Kami utus sebelum engkau. Kepada para Rasul yang Kami utus sebelum engkau telah Kami turunkan Kitab-kitab. Dalam kitab-kitab itu diisyaratkan kedatangan Rasul di kemudian hari sesudah masing-masing Rasul itu. Dan akhirnya engkau diutus sebagai Nabi dan Rasul terakhir. Kepada Rasul itu Kami perintahkan agar mereka menyampaikan kepada umatnya termasuk umatnya yang datang kemudian setelah ia meninggal dunia, agar beriman dan mengikut para Rasul yang datang kemudian, karena jika seseorang beriman kepada salah seorang Rasul-rasul yang diutus Allah, maka ia wajib pula beriman kepada Rasul-rasul Allah yang lain, baik para Rasul yang datang dahulu, maupun para rasul yang datang kemudian.
Karena itulah sebagian orang-orang Ahli Kitab yang ada pada masa engkau beriman kepada engkau dan kepada Alquran, sesuai dengan yang diperintahkan Nabi-nabi mereka kepada mereka. Mereka itu lebih mementingkan akhirat dari dunia yang fana ini, tidak memperturutkan hawa nafsu mereka. Mereka itu ialah seperti Abdullah bin Salam, Tamim Al Ansari dan sebagainya.
Adapun orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit, seperti iri hati, karena Rasul yang mereka tunggu kedatangannya itu bukan dari golongan mereka, atau tertipu oleh kesenangan dunia, karena mereka memperturutkan hawa nafsunya dan sebagainya, mereka mengingkari Alquran, terutama ayat-ayat yang menyatakan kerasulan engkau. Karena itu hendaklah orang-orang Ahli Kitab memperhatikan seruan dan petunjuk Rasul-rasul mereka itu, yaitu dengan menyembah kepada Allah saja, serta mempercayai bahwa Muhammad adalah Rasul dan Nabi terakhir, tidak ada seorang Nabi atau Rasulpun yang diutus Allah sesudahnya, dan beriman kepada Alquran, karena mereka yakin orang-orang Ahli Kitab itu adalah orang-orang yang mengesakan Allah.
48 Dan kamu tidak pernah membaca sebelumnya (Al quran) sesuatu Kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari (mu).(QS. 29:48)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 48

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ (48

Ayat ini menerangkan bahwa sebelum Alquran diturunkan, orang Arab telah mengetahui dengan sesungguhnya bahwa Nabi Muhammad tidak pandai menulis dan membaca. Seakan-akan ayat ini menerangkan: Muhammad yang diutus itu adalah Muhammad yang telah dikenal dengan baik oleh kaumnya. la telah lama hidup di tengah-tengah mereka sebelum diangkat menjadi Rasul. Semua orang Arab waktu itu mengakui bahwa Muhammad mempunyai budi pekerti yang tinggi, seorang kepercayaan, tidak pernah berdusta dan disegani oleh kawan-kawannya. Mereka mengetahui dengan sebenar-benarnya bahwa Muhammad tidak pandai membaca dan menulis, apalagi mengarang buku atau cerita.
Di samping orang-orang Arab, orang-orang Yahudi dan Nasranipun mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa Muhammad adalah seorang yang tidak pandai menulis dan membaca.
Berkata Mujahid, "Ahli Kitab mengetahui dari kitab-kitab mereka bahwa Nabi Muhammad saw tidak pandai menulis dan membaca, karena itu turunlah ayat ini.
Dalam ayat yang lainpun Allah menegaskan yang demikian. Allah SWT. berfirman:


الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث ويضع عنهم أصرهم والأغلال التي كانت عليهم
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi, yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka (Q.S. Al A'raf: 157)
Dalam keadaan yang demikian, Allah SWT menurunkan Alquran kepada Muhammad, yang memuat akidah yang sangat tinggi nilainya, dilengkapi dengan bukti-bukti yang meyakinkan, mempunyai gaya bahasa yang sangat indah tidak ada seorangpun yang dapat menandinginya, sekalipun di waktu itu di kalangan bangsa Arab banyak pujangga-pujangga sastra yang kenamaan dan seni sastra sedang berkembang pula. Namun demikian sedikit sekali mereka yang beriman di waktu itu.
Seandainya Muhammad saw dapat membaca dan menulis, pernah belajar kepada Ahil Kitab, atau ia bukan seorang kepercayaan, tidak memiliki budi pekerti yang luhur dan tidak pula seorang yang disegani, tentulah orang-orang kafir Mekah itu akan lebih mudah lagi mengatakan bahwa Alquran itu adalah buatan Muhammad, bukan berasal dari Tuhan.
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa orang-orang kafir Quraisy pada permulaan Islam, berdasarkan pengetahuan mereka kepada Muhammad, dan berdasarkan nilai sastra Alquran itu sendiri, sebenarnya hati dan pikiran mereka telah mempercayai Alquran dan kerasulan Muhammad. Tetapi karena dalam hati mereka ada penyakit dan takut kedudukan mereka dalam kaumnya akan jatuh, maka mereka menyatakan sesuatu yang bertentangan den gan hati dan pikiran mereka sendiri.
Yang dimaksud dengan ummi dalam ayat ini ialah tidak pandai menulis dan membaca, tidak termasuk di dalamnya "tidak berilmu pengetahuan". Mengenai ilmu pengetahuan, maka Allah SWT telah mengajarkan kepadanya ilmu pengetahuan yang tinggi, bahkan mungkin ilmu pengetahuan yang belum pernah diajarkan Nya kepada manusia biasa, sekalipun beliau adalah orang yang alim dan bijaksana. Allah SWT berfirman:


وأنزل الله عليك الكتاب والحكمة وعلمك ما لم تكن تعلم وكان فضل الله عليك عظيما
Artinya
Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. (Q.S. An Nisa: 153)
49 Sebenarnya, Al quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim.(QS. 29:49)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 49 

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ (49

Ayat ini menegaskan bahwa ayat-ayat Alquran itu petunjuknya, tidak ada kesamaran sedikitpun tentang pengertiannya dan Allah memudahkan penafsirannya bagi orang-orang yang ingin mencari kebenaran yang hakiki. Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:


ولقد يسرنا القرآن للذكر فهل من مدكر
Artinya:
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Alquran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran. (Q.S. Al Qamar: 17)
Demikian pula para Ahli Kitab yang ingin mencari kebenaran, mereka dengan mudah dapat memahami Alquran, sehingga beriman kepadanya dan meyakini bahwa Muhammad itu benar-benar Rasul. Allah SWT berfirman mengajarkan kepada Nabi Muhammad saw agar mengatakan kepada orang-orang kafir yang tidak percaya kepada kerasulan beliau:


كفى بالله شهيدا بيني وبينكم ومن عنده علم الكتاب
Artinya:
Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu, dan antara orang yang mempunyai ilmu Al Kitab. (Q.S. Ar Ra'd: 43)
Maksudnya: Ulama-ulama Ahli Kitab itupun cukuplah menjadi saksi-saksi atas kerasulan Muhammad, karena mereka telah membaca dalam kitab-kitab mereka akan kedatangan Muhammad itu, karena itu ada di antara ahli Kitab yang beriman kepadanya, di antaranya orang-orang yang telah disebutkan di atas, dan ada lagi yang lain-lain.
Allah SWT menegaskan lagi bahwa Alquran itu terpelihara dalam dada dengan dihafal oleh kaum Muslimin turun temurun sehingga tidak seorangpun dapat merubahnya.
Selanjutnya ayat ini menerangkan bahwa tidak ada seorang pun yang mengingkari ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang zalim. Ayat ini merupakan isyarat bagi Ahli Kitab, bahwa mereka telah mengetahui dalam kitab suci mereka tentang kenabian Muhammad, dan diturunkannya Alquran kepadanya banyak di antara mereka yang mengingkari kebenaran itu setelah mereka mengetahuinya. Allah SWT berfirman:


فلما جاءهم ما عرفوا كفروا به فلعنة الله على الكافرين
Artinya:
maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu. (Q.S. Al Baqarah: 89)
Selain dari pada isyarat bagi Ahli Kitab, ayat ini juga merupakan cercaan dari Allah SWT yang ditujukan kepada orang-orang musyrik Mekah yang mengingkari ayat-ayat Tuhan dengan tidak percayanya mereka kepada Alquran dan kerasulan Muhammad saw yang sudah menjadi suatu kebenaran yang nyata itu.
Mereka yang mengingkari kebenaran itu disebut oleh Tuhan "zalim". Sifat zalim ini adalah sifat yang paling tepat bagi mereka, sebab mereka menyembunyikan persaksian akan kebenaran yang telah mereka ketahui. Allah SWT berfirman :


ومن أظلم ممن كتم شهادة عنده من الله
Artinya:
dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadat dari Allah yang ada padanya?. (Q.S. Al Baqarah: 140)
50 Dan orang-orang kafir Mekah berkata:` Mengapa tidak diturunkan kepadanya mukjizat-mukjizat dari Tuhannya? `Katakanlah:` Sesungguhnya mukjizat-mukjizat itu terserah kepada Allah. Dan sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan yang nyata `.(QS. 29:50)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 50 

وَقَالُوا لَوْلَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَاتٌ مِنْ رَبِّهِ قُلْ إِنَّمَا الْآيَاتُ عِنْدَ اللَّهِ وَإِنَّمَا أَنَا نَذِيرٌ مُبِينٌ (50

Dalam sebuah hadis diterangkan mengenai kebodohan orang musyrik itu dan sebab turunnya ayat ini, yaitu:


جاء الناس من المسلمين بكتب قد كتبوها فيها بعض ما سمعوه من اليهود, فقال النبي صلى الله عليه وسلم: كفى بقوم حمقا او ضلالة أن يرغبوا بما جاء به نبيهم إلى ما جاء به غيره إلى غيرهم. فنزلت "أولم يكفهم" الآية.
Artinya:
Telah datang serombongan kaum Muslimin kepada Nabi Muhammad saw membawa kitab-kitab yang telah mereka tulis di dalamnya sebagian dari apa yang telah mereka dengar dari orang-orang Yahudi, maka Nabi saw berkata: "Cukuplah kebodohan dan kesesatan suatu kaum yang menolak apa yang dibawa Nabi mereka untuk mereka, dan menginginkan sesuatu yang dibawa oleh seorang Nabi yang bukan Nabi mereka untuk orang lain. Lalu ayat ini diturunkan oleh Allah SWT. (H.R. Darimi dan Abu Daud)
Dalam hadis yang lain diterangkan pula bahwa orang-orang yang tidak merasa cukup dengan Alquran sebagai suatu mukjizat, maka mereka bukanlah termasuk orang-orang Islam. Hadis ini berbunyi:


ليس منا من لم يتغن بالقرآن -أي يستغن به عن غيره
Artinya:
Tidaklah termasuk golongan kami, orang-orang yang tidak merasa cukup dengan Alquran. (H.R. Bukhari)
Hadis di atas dengan jelas menerangkan kebodohan orang-orang musyrik yang menuntut agar diturunkan mukjizat yang nyata, padahal mukjizat Alquran lebih tinggi nilainya dan berlaku untuk selamanya sampai hari akhirat.
Pada ayat ini dijelaskan bahwa orang-orang kafir Quraisy mengingkari Alquran sebagai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. karena menurut mereka tidak pantas Alquran itu dijadikan sebagai mukjizat, yang pantas dijadikan mukjizat itu ialah suatu yang nyata, yang langsung dapat dilihat dan dirasakan, seperti mukjizat yang diturunkan kepada para Rasul yang terdahulu, seperti topan Nabi Nuh, tongkat Nabi Musa dan sebagainya. Mereka menyatakan bahwa mukjizat yang nyata itu mudah diterima akal pikiran dan dapat menimbulkan keyakinan bagi orang-orang yang melihatnya.
Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Muhammad saw agar menjawab permintaan orang-orang musyrik Quraisy itu dengan mengatakan bahwa persoalan mukjizat itu adalah persoalah Tuhan. Tuhanlah yang menetapkan mukjizat apakah yang akan diberikan kepada seorang Rasul yang diutus Nya, serta disesuaikan pula dengan tingkat kemampuan umat yang akan menyaksikan mukjizat itu. Mengenai pengakuan orang-orang Quraisy, bahwa mereka tidak dapat menerima Alquran sebagai mukjizat, Allah SWT Maha Mengetahui isi hati mereka. Sebenarnya hati mereka telah mengakuinya sebagai mukjizat, tetapi karena keingkaran dan penyakit yang ada dalam hati mereka, maka mereka mengatakan yang demikian itu hanyalah sekadar membantah saja. Jika mereka benar-benar akan beriman dengan diturunkan Nya mukjizat sesuai dengan yang mereka minta itu, tentulah Allah akan menurunkan. tidak ada sesuatupun yang sukar bagi Allah, semua mudah bagi Nya. Allah SWT berfirman:


وما منعنا أن نرسل بالآيات إلا أن كذب بها الأولون
Artinya:
Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. (Q.S. Al Isra: 59)
Setelah permintaan mereka yang bukan-bukan itu dijawab Nabi, maka Allah SWT memerintahkan kepadanya agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik itu, bahwa dia (Nabi) diperintahkan hanya sekadar memberi peringatan kepada orang-orang yang tidak mengindahkannya. Tugasnya hanyalah menyampaikan risalah kepada mereka. Ia tidak dapat menjadikan mereka orang-orang yang beriman, Yang dapat menjadikan orang beriman hanyalah Allah semata. Allah berfirman:


من يهد الله فهو المهتد ومن يضلل فلن تجد له وليا مرشدا
Artinya:
Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan Nya maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya. (Q.S. Al Kahfi: 17)
Dan firman Allah SWT yang lain:


ليس عليك هداهم ولكن الله يهدي من يشاء
Artinya:
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk akan tetapi Allahlah yang memberi petunjuk (taufik) kepada siapa yang dikehendaki Nya. (Q.S. Al Baqarah: 272)
51 Dan apakah tidak cukup bagi mereka bahwasanya Kami telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al quran) sedang dia dibacakan kepada mereka? Sesungguhnya dalam (Al quran) itu terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman.(QS. 29:51)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 51 

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَى عَلَيْهِمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَى لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (51

Ayat ini merupakan jawaban yang lain terhadap permintaan orang-orang musyrik Mekah kepada Nabi Muhammad saw untuk mendatangkan mukjizat yang nyata. Jawaban ini menolak tuntutan mereka yang meminta mukjizat yang nyata. Padahal Alquran telah dibacakan kepada mereka. Apakah tidak cukup bagi mereka dalil-dalil yang menerangkan bukti-bukti kerasulannya, memberitahukan yang. termuat dalam kitab-kitab suci yang terdahulu, sedang mereka sendiri tidak mengetahuinya dengan pasti. Dalam pada itu apakah tidak terpikir oleh mereka bahwa seorang yang tidak pandai tulis baca, tidak pernab bergaul rapat apalagi belajar kepada Ahli Kitab sanggup menyampaikan -Alquran kepada mereka dengan isi yang demikian itu. Seandainya mereka mau berpikir dan menginginkan kebenaran, sebenarnya telah cukup Alquran itu saja bagi mereka untuk membenarkan kerasulanmu.
Kemudian Allah SWT menerangkan keutamaan dan kelebihan Alquran dengan mengatakan bahwa ayat-ayatnya merupakan rahmat bagi mereka, karena di dalamnya tidak terdapat ancaman-ancaman kehancuran itu, seperti ancaman yang pernah diberikan kepada orang-orang yang terdahulu, mereka pasti mengingkari juga, dan tentu mereka akan mengalami pula apa yang pernah dialami oleh orang-orang dahulu yang pernah mengingkari Rasul Nya, seperti yang pernah dialami oleh kaum `Ad, Samud, Firaun dan kaumnya yang lain. Tidak adanya ancaman kemusnahan bagi kaum musyrikin di dalam Alquran merupakan suatu rahmat Allah yang besar bagi umat Muhammad yang datang kemudian.
Diterangkan pula bahwa ayat-ayat Alquran itu adalah pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Maksudnya ialah ayat-ayat Alquran-itu menerangkan peristiwa yang dialami umat-umat dahulu karena sikap mereka terhadap para Rasul yang diutus kepada mereka, menerangkan bukti-bukti yang kuat dan lengkap, menerangkan akhlak yang mulia yang harus dipunyai oleh seorang manusia yang baik, menerangkan hukum-hukum dan petunjuk mencapai kebahagiaan hidup, memuat pengetahuan yang sangat berguna bagi manusia, dan sebagainya. Seandainya orang-orang musyrik dan manusia yang lain mau menjadikan ayat-ayat tersebut sebagai pelajaran, memikirkan serta mengamalkannya, tentulah mereka akan memperoleh jalan yang benar, mereka akan berbahagia hidup di dunia dan di akhirat. Tetapi jika mereka tidak mau dan tidak berniat untuk menghilangkan penyakit yang ada dalam hati mereka, tentulah mereka akan menjadi orang yang merugi di dunia dan di akhirat.
52 Katakanlah:` Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan antaramu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.(QS. 29:52)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 52

قُلْ كَفَى بِاللَّهِ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ شَهِيدًا يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالَّذِينَ آمَنُوا بِالْبَاطِلِ وَكَفَرُوا بِاللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ (52

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan agar menyampaikan kepada orang-orang musyrik yang tetap tidak percaya kepada kerasulannya:
"Hai orang-orang musyrik, cukuplah Allah mengetahui dan menyaksikan bahwa aku telah menyampaikan tugasku kepada kamu sekalian, bahwa aku telah menyampaikan ancaman-ancaman Nya kepadamu, tetapi semuanya itu kamu ingkari, Allah mengetahui sikapmu terhadap seruanku, bahkan mengetahui isi hatimu. Dia akan memberi ganjaran setiap sesuatu yang dikerjakan oleh makhluk Nya. Seandainya aku berdusta dan mengada-adakan kebohongan terhadap Nya pasti aku akan ditimpa azab Nya, sesuai dengan firman Nya:


ولو تقول علينا بعض الأقاويل لأخذنا منه باليمين ثم لقطعنا منه الوتين فما منكم من أحد عنه حاجزين
Artinya:
Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya, kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu. (Q.S. Al Haqqah: 44-47)
Allah menerangkan bahwa Dia mengetahui segala apa yang ada di langit dan di bumi, dia mengetahui keadaan makhluk Nya sejak dari yang halus tidak kelihatan oleh mata, sampai kepada yang sebesar-besarnya. Dia mengetahui keadaan orang-orang musyrik dan keadaan orang-orang beriman., Dia mengetahui tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik bahwa Alquran adalah buatan Muhammad, sekalipun tidak seorangpun dari mereka yang sanggup menandinginya. Orang-orang yang percaya kepada kebatilan dan mengingkari Allah itu adalah orang-orang yang merugi hidupnya di dunia dan di akhirat.
53 Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.(QS. 29:53)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 53

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَلَوْلَا أَجَلٌ مُسَمًّى لَجَاءَهُمُ الْعَذَابُ وَلَيَأْتِيَنَّهُمْ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ (53

Ayat ini menerangkan bahwa kaum musyrikin telah mengetahui ancaman Tuhan berupa azab yang akan ditimpakan kepada mereka, tetapi mereka tidak percaya akan kedatangan azab itu, sehingga mereka menantang; kalau benar azab itu ada, maka hendaklah segera ditimpakan kepada mereka, seperti perkataan mereka dalam firman Allah SWT:


فأمطر علينا حجارة من السماء أو أئتنا بعذاب أليم
Artinya:
Hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (Q.S. Al anfal: 32)
dan firman Allah SWT:


ويقولون متى هذا الوعد إن كنتم صادقين
Artinya:
Mereka mengatakan: "Bilakah (datangnya) ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar". (Q.S. Yunus: 48)
Allah SWT menerangkan bahwa ketentuan datangnya azab itu seluruhnya berada di tangan-Nya, tidak seorangpun yang dapat mengetahuinya. Allah SWT telah menetapkan untuk menangguhkan azab itu sampai kepada waktu yang telah ditentukan-Nya Seandainya Allah SWT tidak menetapkan waktu akan mendatangkan azab itu, tentu telah ditentukannya azab itu kepada orang-orang musyrik secara tiba-tiba, pada saat-saat mereka lengah dan tidak menyadarinya.
Pengunduran datangnya azab kepada orang-orang kafir itu tentu ada hikmah dan tujuannya. Di antara hikmah pengunduran azab itu ialah sebagai ujian bagi manusia, siapa di antara mereka yang sabar dan siapa yang tidak. Orang yang sabar, maka ujian itu akan menambah kuat keimanannya, sedang orang yang tidak sabar, maka dengan ujian itu ia akan kembali kafir atau bertambah kekafirannya sebagaimana firman Allah SWT:


ولنبلونكم حتى نعلم المجاهدين منكم والصابرين ونبلو أخباركم
Artinya:
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal-ikhwalmu. (Q.S. Muhammad: 31)
Adakalanya penangguhan azab itu ialah agar orang yang ingkar itu semakin bertambah keingkarannya, sehingga mereka akan ditimpa azab yang berlipat ganda.
Allah SWT berfirman


الذين كفروا وصدوا عن سبيل الله زدناهم عذابا فوق العذاب بما كانوا يفسدون
Artinya:
Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan yang disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (Q.S. An Nahl: 88)
Dalam pada itu ada semacam azab yang telah menimpa orang-orang musyrik Mekah, tetapi mereka tidak menyadari bahwa yang mereka alami itu adalah semacam azab Tuhan kepada mereka, yakni kekalahan mereka pada peperangan Badar. Dalam perang Badar itu mereka melihat dan merasakan bagaimana Allah SWT telah menimpakan azab kepada mereka. Namun demikian Allah SWT tidak menghancurkan semua orang-orang kafir dalam peperangan itu, sebagaimana terjadi pada umat-umat yang dahulu. Bagi orang yang berpikir, maka mereka akan menemukan pula kenapa Allah SWT tidak memusnahkan seluruh orang-orang kafir dalam perang Badar. Di antara mufassirin ada yang berpendapat bahwa Allah SWT sengaja tidak menghancurkan mereka semuanya itu, karena di antara mereka masih ada orang-orang yang masih diharapkan keimanannya, sesudah peperangan itu, dan agar mereka nanti menjadi tentara Islam yang berpengalaman yang akan membawa panji-panji Islam, kemudian dilanjutkan keturunan-keturunan mereka dari suatu generasi ke generasi yang akan datang kemudian, sampai kepada waktu yang ditentukan Allah. Semuanya itu adalah sesuai dengan rencana dan kebijaksanaan Allah yang tidak diketahui oleh seorangpun, selain dari Dia sendiri.
54 Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang kafir,(QS. 29:54)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 54 

يَسْتَعْجِلُونَكَ بِالْعَذَابِ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ (54

Pada ayat ini diterangkan akibat-akibat yang akan dialami oleh orang-orang musyrik karena keingkaran dan kebodohan mereka, yaitu mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, yang apinya meliputi seluruh tubuh mereka. Ayat ini merupakan peringatan keras bagi orang-orang kafir dengan menerangkan azab yang sangat, yang akan menimpa mereka di akhirat nanti. Karena tuntutan mereka agar disegerakan datangnya azab itu.
55 pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata (kepada mereka): `Rasailah (pembalasan dari) apa yang telah kamu kerjakan`.(QS. 29:55)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 55 

يَوْمَ يَغْشَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ وَيَقُولُ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ (55

Ayat ini menerangkan bagaimana api neraka itu meliputi orang-orang kafir di akhirat nanti. Pada hari seluruh bagian tubuh mereka akan merasakan azab, sejak dari ubun-ubun di. kepala, sampai kepada ujung-ujung jari kaki, sejak dari bagian-bagian tubuh yang kelihatan sampai ke bagian tubuh mereka yang tidak kelihatan, mereka akan diselubungi oleh azab dari segala penjuru, dari atas dan dari bawah, dari samping kanan dan dari samping kiri mereka. Dalam keadaan demikian, dikatakan kepada mereka: "Rasakanlah olehmu pada hari ini azab yang dijanjikan itu, sebagai akibat perbuatan-perbuatanmu dahulu".
Pada ayat-ayat yang lain dijelaskan bagaimana api neraka itu meliputi orang-orang kafir. Allah SWT berfirman:


لهم من جهنم مهاد ومن فوقهم غواش
Artinya:
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). (Q.S. Al A'raf: 41)
Dan firman-Nya:


لهم من فوقهم ظلل من النار ومن تحتهم ظلل
Artinya:
Bagi mereka lapisan-lapisan dari api di atas mereka dan di bawah merekapun lapisan-lapisan (dan api). (Q.S. Az Zumar: 16)
56 Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.(QS. 29:56)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Ankabuut 56 

يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ (56

(Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja) di mana saja kalian dapat melakukannya dengan mudah, umpamanya kalian berhijrah dari suatu tempat yang kalian mendapat kesukaran untuk melakukannya, ke tempat yang kalian akan mendapat kemudahan untuk melakukannya. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan kaum Muslimin Mekah yang lemah, karena mereka mendapat tekanan dari orang-orang kafir Mekah yang tidak menghendaki Islam berkembang di negerinya.

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 56


يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ (56

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar meninggalkan tanah air mereka, seandainya di tanah air mereka itu tidak dapat melaksanakan ketentuan-ketentuan agama, dan hidup dalam keadaan tertindas. Ayat ini mengandung suatu prinsip yang universal yang menyatakan bahwa bumi Allah ini, diciptakan untuk kepentingan manusia dan kemanusiaan. Seseorang boleh tinggal di mana saja yang mereka ingini, apabila mereka merasa aman di tempat itu. Di tempat yang baru itu, mereka akan menemui saudara-saudara baru, keluarga-keluarga yang baru sebagai ganti dari saudara dan keluarga yang mereka tinggalkan, karena pada asasnya seluruh kaum Muslimin adalah bersaudara, saudara senasib dan seperjuangan.
Prinsip lain yang terkandung dalam ayat ini ialah agama Islam menyuruh penganutnya agar jangan terlalu fanatik kepada tanah air dan bangsanya. Tanah air wajib dibela, dibina dan dibangun, demikian pula bangsa wajib dimajukan, tetapi janganlah sekali-kali karena terlalu mementingkan tanah air dan bangsa sendiri, berakibat merugikan negara dan bangsa lain. Seakan-akan Allah mengingatkan; bahwa alam semesta ini adalah milik Allah diciptakan untuk kepentingan manusia dan kemanusiaan; karena itu gunakanlah alam ini sesuai dengan tujuan Allah menciptakan-Nya. Jangan sekali-kali ada yang mengaku bahwa sesuatu adalah miliknya yang mutlak, karena pemilikan seseorang atas sesuatu hanyalah sementara, dan pada saatnya milik itu akan diambil oleh-Nya kembali.
Ungkapan kalimat ayat di atas juga mengingatkan kaum Muslimin akan luas dan banyaknya milik Allah, agar mereka melayangkan pandangan mereka jauh ke depan, dan jangan sekali-kali berpandangan sempit dan terbatas. Ungkapan itu mengingatkan kaum Muslimin agar jangan hanya melihat tempat kediaman sendiri dan jangan sekali-kali beranggapan bahwa bumi itu hanyalah terbatas pada tempat mereka saja. Anggapan yang demikian itu adalah anggapan yang salah. Bumi Allah itu adalah lebih luas dari yang mereka perkirakan semula. Kalau mereka keluar dari negeri mereka pergi menjalani negeri-negeri yang ada di dunia ini, tentulah mereka akan melihat dan memperoleh pengalaman yang pengalaman yang berharga dalam perjalanan itu, dan tentulah mereka akan memperoleh kelapangan sesudah kesempitan dan sebagainya.
Allah SWT berfirman:


ومن يهاجر في سبيل الله يجد في الأرض مراغما كثيرا وسعة
Artinya
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak (Q.S. An Nisa: 100)
Kemudian dalam sebuah hadis Rasulullah saw bersabda:


البلاد بلاد الله والعباد عباد الله فحيثما أصبت خيرا فأقم
Artinya:
Semua negeri adalah negeri Allah, dan semua hamba adalah hamba Allah, maka di mana saja kamu mendapat kebaikan (rezeki), maka berdiamlah di sana. (H.R. Ahmad).
Sebagaimana diterangkan di atas bahwa dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan agar hamba-hamba-Nya yang beriman berhijrah meninggalkan tanah air mereka. berarti Allah menjamin kehidupan mereka di bumi tempat mereka berhijrah itu. Melaksanakan perintah berhijrah, meninggalkan kampung halaman adalah suatu perintah yang sangat berat dilaksanakan oleh seseorang, karena dengan hijrah itu berarti ia bercerai dan meninggalkan famili dan kaum kerabatnya, ia meninggalkan rumah dan pekarangan yang telah lama dirawat dan dibinanya ia meninggalkan harta benda dan binatang ternak kesayangannya, ia akan berpisah dengan negeri dan segala isinya yang selama ini, yang seakan-akan telah bersatu dengan dirinya sebagai mana bersatunya tubuh dengan anggota-anggota tubuh lainnya. Karena itu Allah SWT menyampaikan perintah berhijrah. itu dengan nada yang lemah lembut dan halus sekali, seakan-akan diperintahkan kepada mereka; "Wahai hamba-hamba-Ku yang telah beriman kepada-Ku, ingatlah olehmu bahwa Aku telah menciptakan bumi yang luas ini untuk kamu semua, oleh karena itu manfaatkanlah dan diami bumi itu olehmu, sebagai tamu-Ku pada banyak negeri yang lain yang lebih subur dan aman yang dapat kamu diami".
Dalam seruan Allah SWT tergambar pula janji Allah yang dapat diharapkan oleh orang-orang yang berhijrah itu, yaitu Allah akan membalasi mereka karena kepatuhan mereka melaksanakan seruan-Nya, yaitu akan memberinya rumah-rumah yang lebih baik dari rumah yang mereka tinggalkan, akan memberikan harta yang lebih banyak berkahnya dari harta yang mereka tinggalkan. Demikian pula saudara-saudara dan kerabat-kerabat mereka akan diganti dengan kerabat yang lebih baik dan luhur dari saudara dan kerabat yang mereka tinggalkan selama mereka tetap menghambakan diri kepada-Nya dan melaksanakan dakwah kepada manusia.
Nabi saw dan kaum Muslimin telah memperkenalkan panggilan suci itu. Mereka telah pergi hijrah kepada Allah baik secara perorangan maupun secara rombongan. Pertama kali mereka berhijrah ke Ethiopia (Habsyah). Di sana Allah menempatkan mereka di tempat yang mulia. Kemudian mereka berhijrah ke Madinah. yang akhir nya menjadi tempat hijrah kaum Muslimin terutama setelah Rasulullah saw berhijrah ke sana. Di Madinah orang-orang Muhajirin (kaum Muslimin yang datang dari Mekah) diterima dengan tangan terbuka dan senang hati oleh sahabat-sahabat mereka kaum Ansar (Penduduk asli Madinah) yang masuk Islam, seakan-akan kaum Muhajirin itu adalah tamu-tamu yang mereka nanti-nantikan kedatangannya selama ini. Rumah-rumah dan harta mereka dimanfaatkan bersama dengan orang Muhajiriin yang baru datang, yang tidak membawa sesuatupun dari Mekah. Bahkan terlihat kaum Ansar telah mengutamakan kaum Muhajirin dari mereka sendiri. Demikian eratnya kedua golongan itu sehingga Rasulullah menjadikan keduanya sebagai hubungan karib-kerabat, bahkan pada permulaan hijrah itu mereka dapat waris mewarisi antara mereka yang telah mengikat persaudaraan.
Dengan kedatangan kaum Muhajirin itu kota Madinah semakin bersemarak dan berkembang telah menjadi pusat pembinaan masyarakat Islam, tempat berkumpul kaum Muslimin dari segala penjuru dan akhirnya menjadi pusat pemerintahan Islam.
Kedua golongan Muhajirin dan Ansar dipuji Allah sebagai golongan-golongan yang menjadi dasar masyarakat Islam. Allah meninggikan kedudukan Muhajirin, karena mereka telah mengorbankan segala yang ada pada mereka, untuk kepentingan agama Allah, sedang kaum Ansar adalah penolong-penolong agama Allah. Mereka telah menyediakan apa yang ada pada mereka untuk kepentingan agama Allah.
Semua yang dialami oleh orang-orang Muhajirin setelah sampai di Madinah dan setelah menetap dan menjadi satu dengan penduduk asli Madinah, yaitu golongan Ansar, merupakan bukti kebenaran janji Allah, kepada mereka, di waktu mereka diperintahkan hijrah ke Madinah.
Ayat ini ditutup dengan perkataan: "karena itu hanya kepada Nyalah kamu menyembah". Kalimat ini berarti bahwa kami ini kepunyaan Allah, dan bumi Allah adalah luas sekali. Di mana saja kamu berada dan bertempat tinggal, maka tempat itu adalah milik Allah. Karena itu sepantasnyalah kamu mengesakan dan menghambakan diri kepada-Nya.
Ayat suci di atas merupakan dakwah samawiyah kepada manusia untuk membebaskan dirinya baik fisik maupun jiwanya dari segala macam belenggu material atau spiritual yang dapat mengganggu gerak-geriknya, menghalangi kebebasannya atau menghambat keinginan dan sebagainya.
Di dalam kehidupan mana saja dan dalam situasi apa saja, manusia tidak akan mendapatkan kebebasan. kemerdekaan. kelangsungan hidup dan kelangsungan jenisnya yang hakiki, sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, seandainya ia sendiri tidak berusaha dengan sungguh-sungguh ke arah itu. Jika mereka berusaha tentu mereka akan memperolehnya. Sebaliknya jika mereka tidak berusaha berarti mereka telah menganiaya diri mereka sendiri dan mereka tidak akan memperoleh apa yang mereka inginkan itu.
Dakwah Islam itu adalah untuk membebaskan manusia dari penindasan dan kesesatan. Karena itu kaum Muslimin diwajibkan berjihad menentang penindasan dan kesesatan itu, dengan jalan mengorbankan harta dan jiwa mereka. Jihad yang paling tinggi nilainya dan paling utama bagi seseorang mukmin ialah jihad yang dilakukan oleh mereka untuk membebaskan diri sendiri dari penindasan dan kesesatan, sesudah itu barulah dihadapkan kepada orang lain. Seorang mukmin harus membebaskan diri dari segala belenggu kerendahan dan penghinaan karena itu ia harus memberantas kedua penyakit itu. Allah SWT berfirman:

إن الذين توفهم الملائكة ظالمي أنفسهم قالوا فيما كنتم قالوا كنا مستضعفين في الأرض قالوا ألم تكن أرض الله واسعة فتهاجروا فيها فأولئك مأواهم جهنم وساءت مصيرا
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?" Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukanlah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu? Orang-orang itu tempatnya ialah neraka Jahanam dan Jahanam itu seburuh-buruk tempat kembali. (Q.S. An Nisa: 97)
Pada ayat di atas Allah SWT menjanjikan azab yang sangat di akhirat nanti, kepada orang-orang yang hina dan lemah itu, karena mereka telah merendahkan agama dan meremehkan budi pekerti yang luhur dengan merendahkan diri kepada orang-orang kafir. Mereka tidak ubahnya seperti barang dagangan yang berpindah dari satu tangan ke tangan yang lain. Mereka tidak sanggup menyatakan kehendak dan keinginan mereka, apalagi dakwah ke jalan kebaikan. Karena itu dakwah Islam itu ditujukan secara seutuhnya, untuk pembebasan manusia, untuk perkembangan akal, untuk menghilangkan segala macam tekanan pada hati dan jiwa, sebagaimana dakwah itu ditujukan untuk mempertahankan kelangsungan adanya manusia, sebagai makhluk yang diciptakan untuk beribadat kepada-Nya.
Keadaan manusia itu bebas seratus persen dari pengaruh masyarakat sekitarnya. sehingga ia tidak mendapat kelaliman dari kelompoknya. Sekalipun demikian ia masih menjadi tawanan dari hawa nafsunya dan diperbudak oleh kehendak dan keinginannya. Orang seperti itu berarti tidak mempunyai kebebasan hidup sama sekali. Karena itu pertama sekali manusia harus berjihad melawan hawa nafsunya, hawa nafsu yang selalu menggoda dan menguasainya. Sebagai yang dimaksud oleh Nabi saw dalam suatu hadis yang diucapkannya, ketika beliau menyambut sebuah pasukan yang kembali dari suatu peperangan. beliau berkata:


رجعنا من الجهاد الأصغر إلى الجهاد الأكبر. قالوا: يا رسول الله وما الجهاد الأكبر. قال: جهاد النفس.
Artinya:
"Kamu telah kembali dari jihad yang kecil dan akan memasuki jihad yang lebih besar". Para sahabat bertanya "Ya, Rasulullah, apakah jihad yang lebih besar itu?". Beliau menjawab "Jihad memerangi hawa nafsu".
57 Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.(QS. 29:57)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 57 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (57

Ayat ini menguatkan ayat sebelumnya dengan menerangkan hakikat kehidupan manusia itu sendiri. Diterangkan bahwa tiap-tiap manusia pasti akan mati dan setelah mati. ia akan kembali kepada pemiliknya, yaitu Tuhan seru sekalian alam. Pada saat ia akan dibangkitkan kembali di akhirat. sejak itulah manusia akan mengalami kehidupan yang sebenarnya. Corak kehidupan yang sebenarnya itu ditentukan oleh keadaan dan tindak-tinduk seseorang selama hidup di dunia. Jikalau seseorang yang mukmin, maka ia akan memperoleh kebahagiaan yang abadi, sedang jika ia kafir ia akan mengalami azab yang pedih dan Allah.
Ayat ini telah disebut pula pada ayat 185 surat Ali-Imran, tapi di sini diulangi lagi dengan maksud agar kaum Muslimin jangan terlalu terpikat dan terpesona oleh kehidupan dunia yang fana ini. semuanya itu merupakan kesenangan yang akan berakhir. Hubungan manusia dengan semua yang dimilikinya itu lambat laun akan habis. Janganlah sampai kecintaan seseorang kepada sesuatu menghalanginya untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, karena sesuatu itu bersifat sementara yang kekal hanyalah hasil ibadat dan amal saleh seseorang, berupa rida dan surga yang dijanjikan-Nya.


Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Ankabuut 57 

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ (57

(Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kalian dikembalikan) sesudah kalian dibangkitkan, lafal turja'uuna dapat pula dibaca yurja'uuna.
58 Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal,(QS. 29:58)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 58 - 59 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (58) الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (59

Ayat ini menerangkan ganjaran yang akan diperoleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, karena mereka telah berhijrah untuk kepentingan agama-Nya. Mereka lari dari orang-orang yang memperserikatkan Allah dan telah berani menanggung segala resiko akibat dari berhijrah itu.
Janji Allah SWT itu ialah memberi ganjaran orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya terdapat taman-taman yang indah dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Mereka kekal di dalam surga itu selama-lamanya.
Mengenai gambaran surga itu, diterangkan oleh hadis Nabi, beliau bersabda:


أهل الجنة ليتراءون أهل الغرف من فوقهم كما تراءون الكواكب الدري من الأفق من المشرق أو المغرب لتفاضل بينهم. قالوا: يا رسول الله تلك منازل الأنبياء لا يبلغها غيرهم. قال: بلى والذي نفسي بيده رجال آمنوا بالله وصدقوا المرسلين
Artinya:
Sesungguhnya penghuni surga akan melihat penghuni tempat yang tinggi di atas mereka, seperti mereka melihat bintang-bintang gemerlapan yang lewat di ufuk, baik dari timur maupun dari barat, karena keimanan yang ada pada mereka. Para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, itu adalah tempat-tempat para Nabi, manusia yang lain tidak akan sampai kepadanya". Rasulullah menjawab: "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, itu adalah tempat-tempat mereka yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul". (H.R. Muslim).
Pada hadis yang lain Nabi bersabda:


إن في الجنة لغرفا يرى ظهورها من بطونها ويرى بطونها من ظهورها. فقام عليه أعرابي فقال: لمن هو يا رسول الله? قال: لمن أطاب الكلام وأطعم الطعام وأدام الصيام وصلى لله بالليل والناس نيام.
Artinya:
Sesungguhnya di dalam surga ada tempat-tempat yang tinggi. di belakangnya dapat dilihat tembus dari hadapan-nya dan hadapannya dapat dilihat tembus dari belakangnya". Lalu seseorang Arab Badui berdiri dan bertanya: "Untuk siapa tempat-tempat itu Ya Rasulullah?". Rasulullah menjawab: "Tempat-tempat itu untuk orang-orang yang baik perkataannya, memberi makan (orang miskin), selalu berpuasa dan salat karena Allah di malam hari sedang orang lain tidur". (H.R. tirmizi).
Demikianlah surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, bersabar dan bertawakal kepada-Nya.
Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah berjanji akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang beriman. Janji Allah itu dikuatkan dengan kalimat sumpah. Hal ini adalah untuk menenteramkan hati kaum Muslimin, agar langkah mereka tetap dalam menempuh jalan yang lurus dan sulit, seperti berhijrah dan sebagainya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Ankabuut 58

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (58

(Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka) akan diberi tempat tinggal. Menurut qiraat yang lain lafal lanubawwiannahum dibaca lanutsawwiannahum dengan memakai huruf tsa sebagai ganti huruf ba, karena berasal dari kata ats-tsawa yang artinya tempat bermukim, yang menjadi maf`ulnya adalah lafal ghurafan dengan membuang huruf fi (pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal) mereka ditakdirkan hidup kekal (di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal) imbalan yang terbaik.
59 (yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya.(QS. 29:59)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 58 - 59 

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ مِنَ الْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا نِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (58) الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (59

Ayat ini menerangkan ganjaran yang akan diperoleh orang-orang yang beriman kepada Allah SWT, karena mereka telah berhijrah untuk kepentingan agama-Nya. Mereka lari dari orang-orang yang memperserikatkan Allah dan telah berani menanggung segala resiko akibat dari berhijrah itu.
Janji Allah SWT itu ialah memberi ganjaran orang-orang yang beriman dan beramal saleh dengan surga yang penuh kenikmatan. Di dalamnya terdapat taman-taman yang indah dengan sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Mereka kekal di dalam surga itu selama-lamanya.
Mengenai gambaran surga itu, diterangkan oleh hadis Nabi, beliau bersabda:


أهل الجنة ليتراءون أهل الغرف من فوقهم كما تراءون الكواكب الدري من الأفق من المشرق أو المغرب لتفاضل بينهم. قالوا: يا رسول الله تلك منازل الأنبياء لا يبلغها غيرهم. قال: بلى والذي نفسي بيده رجال آمنوا بالله وصدقوا المرسلين
Artinya:
Sesungguhnya penghuni surga akan melihat penghuni tempat yang tinggi di atas mereka, seperti mereka melihat bintang-bintang gemerlapan yang lewat di ufuk, baik dari timur maupun dari barat, karena keimanan yang ada pada mereka. Para sahabat berkata: "Ya Rasulullah, itu adalah tempat-tempat para Nabi, manusia yang lain tidak akan sampai kepadanya". Rasulullah menjawab: "Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, itu adalah tempat-tempat mereka yang beriman kepada Allah dan membenarkan para Rasul". (H.R. Muslim).
Pada hadis yang lain Nabi bersabda:


إن في الجنة لغرفا يرى ظهورها من بطونها ويرى بطونها من ظهورها. فقام عليه أعرابي فقال: لمن هو يا رسول الله? قال: لمن أطاب الكلام وأطعم الطعام وأدام الصيام وصلى لله بالليل والناس نيام.
Artinya:
Sesungguhnya di dalam surga ada tempat-tempat yang tinggi. di belakangnya dapat dilihat tembus dari hadapan-nya dan hadapannya dapat dilihat tembus dari belakangnya". Lalu seseorang Arab Badui berdiri dan bertanya: "Untuk siapa tempat-tempat itu Ya Rasulullah?". Rasulullah menjawab: "Tempat-tempat itu untuk orang-orang yang baik perkataannya, memberi makan (orang miskin), selalu berpuasa dan salat karena Allah di malam hari sedang orang lain tidur". (H.R. tirmizi).
Demikianlah surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, bersabar dan bertawakal kepada-Nya.
Pada ayat ini diterangkan bahwa Allah berjanji akan memberikan ganjaran kepada orang-orang yang beriman. Janji Allah itu dikuatkan dengan kalimat sumpah. Hal ini adalah untuk menenteramkan hati kaum Muslimin, agar langkah mereka tetap dalam menempuh jalan yang lurus dan sulit, seperti berhijrah dan sebagainya.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Ankabuut 59 

الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (59

Mereka adalah (orang-orang yang bersabar) mengalami perlakuan yang menyakitkan dari pihak kaum musyrikin dan bersabar di dalam hijrah meninggalkan tanah kelahiran mereka demi membela agama (dan mereka bertawakal hanya kepada Rabbnya) karenanya Dia memberi rezeki kepada mereka dari jalan yang tidak mereka duga.
60 Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. 29:60)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 60 

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (60

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad saw berkata kepada orang-orang yang beriman di Mekah, ketika orang-orang musyrik menyiksa mereka: "Keluarlah kamu sekalian dan berhijrahlah jangan bertetangga dengan orang yang zalim itu". Orang-orang mukmin menjawab: "Ya Rasulullah, di sana kami tidak mempunyai rumah, tidak mempunyai harta yang dimiliki, tidak ada orang yang akan memberi makan dan tidak ada orang yang akan memberi minum". Maka turunlah ayat ini sebagai jawaban kekhawatiran orang-orang mukmin itu.
Ayat ini turun untuk menenteramkan hati orang-orang yang beriman yang memperkenankan seruan Rasulullah saw untuk berhijrah, baik mereka yang telah berhijrah, maupun kaum Muslimin yang sedang bersiap-siap untuk berhijrah, seakan-akan Allah SWT mengatakan: "Hai orang-orang yang beriman, tantanglah musuh-musuh Allah itu. Janganlah sekali-kali kamu takut kepada kepapaan dan kemiskinan karena betapa banyaknya binatang melata yang tidak sanggup mengumpulkan makanan setiap hari untuk keperluannya, tetapi Allah tetap memberinya rezeki. Maka kamu wahai orang-orang yang beriman, jauh lebih baik dari binatang dan lebih pandai mencari makan, kenapa kamu khawatir tidak akan mendapat makanan. Walaupun kamu berhijrah tanpa membawa sesuatu, tetapi Allah pasti memberimu rezeki. Allah Maha Mendengar segala macam doa, mengetahui segala rupa keadaan hamba-hamba Nya.
Ayat ini mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan mahkluk-Nya sedikiptun. Dia mengemukakan suatu perumpamaan yang sudah ditangkap pengertiannya oleh kaum Muslimin, seperti anak-anak binatang yang tidak sanggup mencari makanannya sendiri. Allah telah menjadikan induknya sayang kepadanya, sehingga mereka bersedia berusaha dan bersusah payah mencarikan makanan bagi anaknya itu. Kemudian menyuapkan ke dalam mulut anak-anaknya itu, seperti burung dan sebagainya. Ada pula binatang yang memberi makan anaknya telah tersedia pada ibunya sendiri seperti susu yang terdapat pada binatang-binatang menyusui. Semuanya itu merupakan ketentuan yang rapi dari Allah, sehingga dengan demikian setiap makhluk yang ada ini mempertahankan jenis dan kelangsungan hidupnya.
Demikian pula halnya manusia, ada yang kuat, ada yang lemah, ada yang kaya, ada yang miskin, ada yang kecil, ada yang besar, ada yang tinggal di tempat yang subur, dan ada pula yang tinggal di tempat yang tandus, semuanya diberi. rezeki oleh Allah, sesuai dengan keperluan mereka. Inilah yang dimaksud dengan ayat. Allah memberikan kepadanya dan kepadamu. Sebagaimana binatang yang tidak berakal diberi rezeki, begitu pula kamu diberi rezeki, hai para Muhajirin, sekalipun harta bendamu tertinggal di Mekah, dan mata pencaharianmu terputus.
Allah SWT berfirman:


وما من دابة في الأرض إلا على الله رزقها ويعلم مستقرها ومستودعها كل في كتب مبين
Artinya:
Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis di dalam Kitab yang nyata (Lohmahfuz). (Q.S. Hud: 6)
Kemudian ayat ini ditutup dengan menegaskan bahwa Allah Maha Mendengar apa yang kamu minta dan Dia Maha Mengetahui semua keperluanmu.
Dari ayat-ayat di atas dipahami bahwa manusia itu tidak mengetahui dengan pasti apa-apa yang dilakukannya, ada yang diketahuinya dan ada pula yang tidak diketahuinya. Ia hanya mengetahui keperluan-keperluannya yang lahir saja, sedang keperluan-keperluannya yang batin dan keperluan-keperluannya yang lain banyak yang tidak diketahuinya, seperti keperluan akan udara yang harus ia hirup sehari-hari, keperluan air, keperluan batinnya dan sebagainya. Karena itu manusia meminta kepada Tuhan hanya keperluan-keperluan dirinya yang diketahuinya saja sedang keperluan-keperluan yang tidak diketahuinya tidak dimintanya. Bahkan orang-orang yang tidak mengetahui adanya Tuhan tidak pernah meminta keperluan-keperluannya kepada Tuhan yang menciptakannya, namun semua keperluan itu dicukupi dan dilengkapi Allah SWT kepada makhluk-Nya. Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Ankabuut 60 

وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (60

(Dan berapa banyak) alangkah banyaknya (binatang yang tidak dapat membawa rezekinya sendiri) karena lemah. (Allahlah yang memberi rezeki kepadanya dan kepada kalian) hai orang-orang Muhajirin, sekalipun kalian tidak membawa bekal dan pula tidak membawa nafkah (dan Dia Maha Mendengar) perkataan-perkataan kalian (lagi Maha Mengetahui) apa yang terpendam di dalam hati kalian.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [4]
Ayat 41 s/d 60 dari [69]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI
2. Tafsir Jalalain Indonesia

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AL-ANKABUUT AYAT 21 - 40 ( 02 )

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AL-ANKABUUT
Ayat [69]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:2/4
21 Allah mengazab siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi rahmat kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.(QS. 29:21)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 21 

يُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَيَرْحَمُ مَنْ يَشَاءُ وَإِلَيْهِ تُقْلَبُونَ (21

Setelah Allah menegaskan tentang adanya Hari Berbangkit tersebut dilanjutkan pula dengan menerangkan bahwa Allah akan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya di antara orang-orang yang tak mau beriman dan orang beriman (yang mengerjakan dosa), siksaan tersebut tidak hanya terbatas di kampung akhirat saja, tetapi juga siksaan di atas dunia ini, sesuai dengan tata aturannya yang berlaku. Sebaliknya Allah akan merahmati siapa yang dikehendaki-Nya dengan nikmat dan keutamaannya. Allah-lah penguasa yang berbuat menurut kehendak-Nya dan menetapkan sesuatu menurut apa yang diinginkan-Nya. Allah tidak bertanggung jawab kepada manusia, tapi manusialah yang wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah. Akhir ayat ini menyebutkan semua manusia akan dikembalikan kepada Tuhan setelah mereka dimatikan. Ayat tersebut berarti bahwa andaikata kematian itu tidak kunjung menimpa kamu seperti yang kamu harapkan, maka janganlah kamu kira kamu akan luput daripadanya. Dialah yang memperhitungkan amal perbuatanmu. Dia pula yang menentukan pahala dan siksaan untukmu.
22 Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di bumi dan tidak (pula) di langit dan sekali-kali tiadalah bagimu pelindung dan penolong selain Allah.(QS. 29:22)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 22

وَمَا أَنْتُمْ بِمُعْجِزِينَ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ (22

Tidak ada yang mengalahkan dan menandingi kekuasaan Allah seorangpun juga. Justru Allah berkuasa atas sekalian hamba-Nya. Semua yang diciptakan-Nya membutuhkan-Nya. Andaikata seseorang pergi mencari tempat pelarian ke langit yang tinggi, atau bersembunyi dalam perut ikan di laut, namun ia takkan dapat melepaskan diri dari genggaman kekuasaan Allah. Oleh karena itu tidak seorangpun di antara manusia yang dapat mencari seorang penolong yang akan melepaskannya dari azab dan siksaan Allah, baik di langit maupun di bumi.
23 Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.(QS. 29:23)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 23 

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ وَلِقَائِهِ أُولَئِكَ يَئِسُوا مِنْ رَحْمَتِي وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (23

Setelah Allah menjelaskan tiga masalah pokok dalam Islam yang merupakan sebagian dari rukun iman, maka Allah mengancam orang yang kafir yang tidak mau membenarkan keterangan-keterangan Allah di atas dengan ancaman bahwa orang yang demikian adalah orang yang tidak akan mendapat rahmat Allah SWT, yang mengakibatkan mereka berputus asa dari rahmat Allah. Karena mereka mengingkari keesaan Allah, mendustakan para Rasul yang diutus-Nya, serta tidak percaya akan adanya Hari Berbangkit, maka hal itu berarti bahwa mereka tidak takut akan ancaman siksaan Allah dan tidak mengharapkan balasan yang baik dari sisi Nya. Oleh karena itu wajarlah mereka diancam dengan siksaan yang pedih, di dunia maupun di akhirat.
24 Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim selain mengatakan: `Bunuhlah atau bakarlah dia`, lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang beriman.(QS. 29:24)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 24 

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا اقْتُلُوهُ أَوْ حَرِّقُوهُ فَأَنْجَاهُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ (24

Karena Ibrahim tetap saja dengan gigih mengajak kaumnya menyembah Allah SWT dengan mengesakan-Nya serta bertakwa kepada-Nya, maka kesabaran merekapun sampailah ke puncaknya. "Bunuh saja Ibrahim atau campakkan dia ke dalam api", teriak mereka. Demikianlah suatu hari, dibangunlah sebuah rumah tempat pembakaran. Api dinyalakan, dan menyala tidak lama kemudian. Ibrahim dengan disaksikan oleh semua orang-orang kafir itu dilemparkan ke dalam api yang sedang berkobar-kobar itu. Akan tetapi Allah berbuat menurut kehendak-Nya. Ibrahim selamat, dan tidak satupun anggota tubuhnya yang hangus terbakar. Api diperintahkan menjadi dingin dan memberi keselamatan bagi Ibrahim. Allah berfirman:


قلنا يا نار كوني بردا وسلاما على إبراهيم
Artinya
Kami berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim":. (Q.S. Al anbiya: 69)
Selamatnya Nabi Ibrahim dari amukan api yang begitu dahsyat dan mengerikan, adalah Suatu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah bagi orang yang beriman kepada-Nya. Tidak hanya itu, justru api yang sedang berkobar malah memberikan keselamatan bagi Ibrahim. Suatu peristiwa yang tiada duanya di dunia ini.
25 Dan berkata Ibrahim: `Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu melaknati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali-kali tak ada bagimu para penolongpun.(QS. 29:25)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 25 

وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ (25

Ibrahim setelah selamat, mendatangi kaumnya lagi dengan sikap mengecam dan mencela tuhan-tuhan yang mereka sembah. Sebenarnya kamu menyembah berhala-berhala itu tidak lain adalah demi untuk memelihara kasih sayang antara sesamamu. Kamu merasa mesra dan semakin akrab karena menyembah kepadanya. Sedang tidak ada sedikitpun alasan yang dapat dibenarkan tentang penyembahan itu", kata Ibrahim memberi pengajaran kepada kaumnya. Sebaliknya di Hari Kiamat kelak hubungan kasih sayang itu akan berubah menjadi suasana saling tuduh menuduh dan saling benci membenci, malahan saling kutuk mengutuk. Baik antara sesama teman akrab, maupun antara yang mengikut (rakyat) dengan yang diikuti (pemimpin). Hanya satu yang tidak mungkin lagi meneka harapkan yakni pertolongan dari Allah.
Allah berfirman:


الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
Artinya:
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Az Zukhruf: 67)
26 Maka Luth membenarkan (kenabian) nya. Dan berkatalah Ibrahim:` Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku (kepadaku); sesungguhnya Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 29:26)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 26 

فَآمَنَ لَهُ لُوطٌ وَقَالَ إِنِّي مُهَاجِرٌ إِلَى رَبِّي إِنَّهُ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (26

Dalam ayat ini disebutkan seorang hamba Allah yang bernama Lut menurut ahli silsilah, nama keturunannya ialah Lut Ibnu Haran. Beliau anak saudara Nabi Ibrahim. Setelah ia menyaksikan kehebatan mukjizat Allah atas Nabi Ibrahim (tidak hangus dimakan api), ia segera menyatakan keimanannya. Ibrahim menyambut gembira pengikut pertamanya itu dengan ucapan: "Aku akan menjadikan negeri Syam sebagai kampung tempat aku berhijrah". Menurut keterangan ahli sejarah, kampung yang dijadikan Ibrahim tempat berhijrah tersebut adalah dalam wilayah Kufah yaitu Kusa sampai ke negeri Syam. Lut semakin kuat keimanannya dengan memperoleh hidayah dari Allah, meskipun hidup dalam suasana masyarakat yang porak poranda, membuang waktu dan pekerjaan yang tiada bermanfaat, dan jika ia diam tanpa menjalankan tugas dakwah, maka diamnya (Ibrahim) itu adalah tanda tidak setuju atas perbuatan mungkar yang dilakukan kaumnya. Ibrahim berkata dalam hatinya jika ia tinggal tetap dinegerinya maka berarti ia membuang waktu percuma begitu saja. Atas pertimbangan inilah Ibrahim hijrah ke negeri Syam. Imam Al Baihaqy meriwayatkan dari Qatadah, bahwa di antara kaum Muslimin (pada masa Rasulullah saw) yang pertama hijrah dengan keluarganya adalah sahabat Usman bin Affan. Anas bin Malik menceritakan bahwa Usman bersama istrinya Ruqayah binti Rasulullah melakukan hijrah ke negeri Habsyah. Rasulullah terlambat mendapat berita tentang keadaan mereka di Habsyah. Akhirnya seorang wanita Quraisy datang menceritakan kepada Nabi bahwa ia melihat putri beliau bersama suaminya. Rasulullah bertanya, "bagaimana keadaan mereka yang engkau lihat". Aku lihat, kata perempuan itu, istrinya (Ruqayah) sedang menunggangi himar yang sedang merangkak sedang suaminya menuntun himar istrinya". Ya, mudah-mudahan keduanya selalu ditemani Allah. Sesungguhnya Usman adalah orang yang pertama hijrah dengan keluarganya "Karena agamanya", sesudah Lut, ujar beliau pula. Berdasarkan hadis di atas, jelaslah bahwa Lut ialah orang pertama yang terpaksa melakukan hijrah (bersama Ibrahim) demi menyelamatkan agamanya. Alasan Ibrahim melakukan hijrah itu ialah, karena Allah sajalah yang berkuasa untuk memberikan pertolongan kepadanya. Allah-lah yang mencegah niat seseorang yang ingin berbuat jahat kepadanya. Dia Maha Bijaksana dalam mengatur urusan makhluk-Nya, dan segala apa yang mereka usahakan.
27 Dan Kami anugerahkan kepada Ibrahim, Ishak dan Yaqub, dan Kami jadikan kenabian dan Al Kitab pada keturunannya, dan Kami berikan kepadanya balasannya di dunia; dan sesungguhnya dia di akhirat, benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.(QS. 29:27)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 27

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ وَآتَيْنَاهُ أَجْرَهُ فِي الدُّنْيَا وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ (27

Pada ayat ini Allah menceritakan pula beberapa nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada Ibrahim as di dunia dan di akhirat sebagai imbangan dari keikhlasan beliau dalam beramal. Nikmat karunia tersebut adalah antara lain:
a. Ibrahim dikaruniai seorang putra bernama Ishak. Ishak kelak berputra pula yang bernama Yakub. Dalam pada itu di ayat lain dijumpai pula keterangan sebagai berikut:


ووهبنا له إسحق ويعقوب كلا هدينا ونوحا هدينا من قبل ومن ذريته داود وسليمان وأيوب ويوسف وموسى وهارون وكذلك نجزي المحسنين
Artinya:
Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk, dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah kami beri petunjuk, dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman. Ayub. Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang yang berbuat baik. (Q.S. Al An'am: 84)
Dalam ayat lain diperoleh pula keterangan; yaitu:


ووهبنا له إسحق ويعقوب نافلة وكلا جعلنا صالحين
Artinya:
Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim), Ishak dan Yakub, sebagai suatu anugerah (dari pada Kami). Dan masing-masing Kami jadikan orang-orang yang saleh. (Q.S. Al anbiya: 72)
Ketinggian derajat Ibrahim, Ishak dan Yakub pernah pula ditegaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya:


إن الكريم ابن الكريم ابن الكريم ابن الكريم يوسف بن يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم
Artinya:
Sesungguhnya orang yang dikatakan mulia adalah anak dari orang mulia, anak dari orang yang mulia, anak dari orang yang mulia, yaitu Yusuf Ibnu Yakub Ibnu Ishak Ibnu Ibrahim. (H.R. Bukhari dan Muslim)
b. Dijadikan dari garis-garis keturunan anak-anak cucu Ibrahim, orang yang mendapat derajat nubuat (kenabian) dengan memperoleh wahyu. Boleh dikatakan nabi-nabi yang datang sesudah beliau merupakan anak cucunya belaka Sekalipun Nabi Yakub as (putra Nabi Ishak as), sampai kepada Nabi terakhir dikalangan mereka, yakni Isa Ibnu Maryam.
c. Dianugerahkan kepada Ibrahim pahala di dunia, para ahli tafsir menerangkan makna "pahala di dunia" di sini ialah keturunan yang banyak, menukar keyakinan pengikutnya dari bangsa yang sesat menjadi bangsa yang memperoleh hidayah, yakni di kalangan keturunannya yang banyak di antara mereka memperoleh derajat kenabian yang diturunkan wahyu, (Al Kitab), padahal di antara mereka itu bukan keturunan kaya. Dan disebutkan nama Ibrahim dalam ucapan selamat ketika mengerjakan salat, dan namanya terkenal sebagai "bapak para Nabi", di mana sebelumnya dia seorang laki-laki yang tidak begitu banyak dikenal. Ini ditegaskan Allah dalam ayat yang berbunyi:


قالوا من فعل هذا بآلهتنا إنه لمن الظالمين قالوا سمعنا فتى يذكرهم يقال له إبراهيم
Artinya:
Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami. Sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim". Mereka berkata "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim". (Q.S. Al anbiya: 59-60)
Lebih dari itu Ibrahimlah satu-satunya Nabi yang memperoleh gelar "Khalilullah" (kekasih Allah).
d. Pada Hari Kiamat Ibrahim dimasukkan dalam barisan orang-orang saleh. Maksudnya disempurnakan untuknya pahala kebaikan dan ketakwaan. Juga disempurnakan pahalanya dengan memberikan bermacam-macam kelebihan. Lebih dari itu ia memperoleh kemenangan dengan mencapai beberapa derajat yang tinggi di sisi Tuhan semesta alam.
Ringkasnya Allah telah menghimpunkan kepada Ibrahim segala macam kebahagiaan dunia dan akhirat.
28 Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya: `Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu`.(QS. 29:28)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 28 

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (28

Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan tentang kisah Nabi Lut. Beliau diutus ke suatu kaum yang berdiam di negeri Sodom. Lut sendiri berasal dan berdiam di negeri itu. Salah seorang dari putri kaum itu dikawininya, sehingga Lut ada hubungan ipar besan dengan mereka. Dengan tegas Lut mengatakan kepada kaumnya bahwa apa yang mereka kerjakan selama ini dipandang sebagai perbuatan-perbuatan jahat (fahisyah). Menurut. bahasa Arab yang disebut fahisyah itu ialah "perbuatan jahat dan tercela yang mengotorkan kesucian jiwa". Apa yang mereka kerjakan belum pernah diperbuat oleh umat-umat sebelumnya seperti dijelaskan dalam ayat berikutnya tentang jenis perbuatan apa yang mereka kerjakan itu.
29 Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: `Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar`.(QS. 29:29)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 29 

أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (29

Mereka kaum Lut senang melampiaskan syahwatnya kepada kaum pria. Kebiasaan ini jelas bertentangan dengan tujuan kebutuhan biologis manusia biasa. Nafsu sexual yang normal justru merangsang pria untuk melampiaskan nafsu syahwatnya kepada wanita. Oleh Lut perbuatan ini sangat dicela dan menasihati kaumnya agar perbuatan terkutuk tersebut ditinggalkan. Selain dari itu mereka senang melakukan perampokan dan pembunuhan di jalan yang dilalui oleh kafilah yang membawa barang dagangan mereka. Barang-barang mereka dirampas, kemudian pemiliknya dibunuh. Di samping itu perkataan dan perbuatan mereka di tempat-tempat perkumpulan sangat menjijikkan, merusak sendi-sendi akhlak dan moral yang mulia dan pikiran yang sehat.
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Tirmizi dan Tabrani serta Imam Al Baihaqy dari Umi Hani bin Abi Talib, yang menanyakan arti ayat "Kamu berbuat mungkar ditempat perkumpulan" kepada Rasulullah. Beliau menjelaskan, bahwa perkataan tersebut berarti mereka senang duduk-duduk sambil ngobrol di pinggir jalan. Kalau ada seseorang lewat, segera mereka menuduh yang bukan-bukan serta mengejek dan menghinanya.
Lut tidak tinggal diam melihat kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam masyarakat kaumnya, ia berusaha mencegahnya dengan memberikan nasihat-nasihat dan pengajaran yang berharga. Akan tetapi semuanya itu dipandang remeh dan tidak pernah mereka gubris.
Ketika Lut mengancam mereka bahwa Allah akan menurunkan azabnya kalau mereka tidak juga mau merubah kelakuannya yang keji itu, malah mereka itu mengeluarkan tantangannya. Kalau benar Tuhan itu akan mendatangkan siksaan-Nya, coba engkau wahai Lut mintakan kepada Tuhan engkau itu supaya diturunkan siksaan yang dijanjikan itu sekarang juga", kata mereka. "Kami akan membuktikan sampai di mana kebenaran ucapanmu, hai Lut", tegas mereka pula. Karena sangat bencinya mereka kepada Lut, beliau diusir dari negerinya sendiri. Sebab tak ada gunanya orang-orang suci seperti beliau tinggal di negeri mereka. Allah menjelaskan:


وما كان جواب قومه إلا أن قالوا أخرجوهم من قريتكم إنهم أناس يتطهرون
Artinya:
Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan "Usirlah mereka (Lut dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri". (Q.S. Al A'raf: 82)
Ayat di atas menggambarkan betapa keras sikap kekafiran mereka dan sikap keras kepalanya, sampai-sampai tega hati mereka mengusir Rasul utusan Tuhan itu sendiri dari negerinya sendiri.
30 Luth berdoa: `Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu`.(QS. 29:30)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 30 

قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (30

Akhirnya Lut telah sampai kepada kesimpulan bahwa kaumnya tidak mungkin lagi menerima seruannya. Ia tidak berpengharapan lagi bahwa kaumnya akan mendapatkan petunjuk dari Tuhan. Di saat itu Lut berdoa kepada Tuhan agar Dia membantunya menghadapi dan memberantas perbuatan-perbuatan jahat dan busuk yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakatnya, serta menjadi kebudayaan yang turun temurun. Mereka menganggap ancaman-ancaman Lut sebagai gertak sambal belaka. Oleh karena itu Allah sungguh-sungguh mengabulkan doa Lut. Dikirimkanlah kepada mereka hujan abu dari langit sehingga mereka binasa semua. Ini diakibatkan kefasikan dan kekafiran mereka jua.
31 Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: `Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini; sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang zalim`.(QS. 29:31)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 31 

وَلَمَّا جَاءَتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُشْرَى قَالُوا إِنَّا مُهْلِكُو أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ إِنَّ أَهْلَهَا كَانُوا ظَالِمِينَ (31

Dalam ayat ini Allah menerangkan tentang kedatangan malaikat yang datang menemui Nabi Ibrahim memberi kabar gembira bahwa Allah akan mengaruniakan kepadanya seorang anak bernama Ishak. Kelak putra itu akan diangkat menjadi Nabi dan Rasul menggantikan tugas dan jabatan Ibrahim. Kemudian diberitahukan kepada beliau bahwa negeri Sodom akan dihancurkan untuk menghukum kaum yang mendustakan Lut.
32 Berkata Ibrahim: `Sesungguhnya di kota itu ada Luth`. Para malaikat berkata: `Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).(QS. 29:32)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 32

قَالَ إِنَّ فِيهَا لُوطًا قَالُوا نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَنْ فِيهَا لَنُنَجِّيَنَّهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (32

Ibrahim merasa khawatir dan cemas akan nasib Lut, karena Lut mungkin akan turut hancur bersama mereka. Karena itu ia mengingatkan hal ini kepada mereka yang ditugaskan Allah itu. Hai malaikat , di sana ada seorang utusan Tuhan bernama Lut, dia bukan termasuk orang yang aniaya kepada dirinya bahkan ia seorang rasul yang beriman dan taat kepada-Nya. Malaikat itu menjawab , "Ya Kami sudah memakluminya, dan Lut bukan termasuk dalam golongan orang yang jahat itu. Hanya istrinya yang termasuk orang yang tetap akan disiksa, karena turut membenarkan kaum Lut atas kekafiran dan kelaliman serta perbuatan-perbuatan kejinya.
33 Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak mempunyai kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata:` Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan) `.(QS. 29:33)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 33 - 34 

وَلَمَّا أَنْ جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ (33) إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (34

Demikianlah, ketika malaikat datang menemui Lut, dan menyampaikan maksud kedatangannya, Lut menjadi panik dan sesak napas Sebab ia khawatir orang-orang Sodom itu, akan mengganggunya kelak bila mengetahui ada tamu yang mulia itu. Oleh karena itu kedatangan malaikat itu sengaja dirahasiakannya. Lut tidak sanggup menolak kedatangan mereka.
Malaikat setelah melihat ketakutan dan kecemasan Lut atas kedatangan kaumnya, ia di tentramkan oleh para malaikat itu dengan ucapan, "Hai Lut hendaklah engkau tenang, jangan gusar". Engkau tak usah khawatir akan keselamatan kami dan apa yang dilakukan oleh kaummu terhadap kami. Sebab perbuatan jahat mereka telah sampai ke puncaknya dan nasihat sudah cukup banyak engkau sampaikan kepada mereka.
Untuk menenteramkan perasaan Lut, malaikat itu berkata pula, "Kami akan menyelamatkan engkau dari siksaan yang akan diturunkan kepada kaummu dalam waktu dekat ini, demikian pula para pengikutmu yang beriman dan setia. Tak dapat tidak, pastilah mereka itu akan mengalami siksaan berat. Dan istrimu termasuk golongan mereka yang akan dihukum itu". Istri Lut mengetahui ada tamu lelaki singgah (menginap) di rumahnya, maka dengan serta merta ia memberitahukan hal itu kepada rekan-rekannya sehingga tersiarlah berita dengan cepat bahwa di rumah Lut ada tamu tak dikenal. Dengan segera timbullah niat jahat dalam hati mereka untuk mengganggu tamu itu. Berundinglah dan bermufakatlah mereka membuat suatu rencana, bagaimana bisa melaksanakan niat tersebut. Dengan demikian jelaslah bahwa istri Lut termasuk orang yang berserikat dalam rencana busuk itu. Keterangan malaikat di atas, menenangkan perasaan Lut dari ketakutan. Kepada beliau diingatkan lagi, "Kami para malaikat pasti akan mendatangkan siksaan kepada mereka dengan tangan kami sendiri, akibat kefasikan yang sudah berurat berakar dalam diri mereka".
Pendapat yang masyhur menyebutkan, mula-mula terjadi guncangan keras, tanah tempat kediaman manusia yang durhaka itu jungkir balik. Negeri itu setelah diserang hujan batu dan gempa bumi yang dahsyat menjadi hancur berantakan dan menjadi rata dengan bumi. Akhirnya negeri Sodom bekas kediaman umat Nabi Lut menjadi lautan mati (Al Bahrul Mayit).
34 Sesungguhnya Kami akan menurunkan azab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik.(QS. 29:34)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Al 'Ankabuut 34

  إِنَّا مُنْزِلُونَ عَلَى أَهْلِ هَذِهِ الْقَرْيَةِ رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ (34

(Sesungguhnya Kami akan menurunkan) dapat dibaca munziluuna dan munazziluuna (azab atas penduduk kota ini) yakni siksaan (dari langit karena) perbuatan (kefasikan yang mereka kerjakan) disebabkan kefasikan mereka.
35 Dan sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal.(QS. 29:35)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 35 

وَلَقَدْ تَرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ (35

Kemudian dijelaskan bahwa azab dan bala itu diturunkan di samping untuk menghukum kesalahan-kesalahan yang telah di perbuat oleh umat Nabi Lut, juga diharapkan menjadi peringatan bagi generasi yang hidup sesudahnya. yaitu orang-orang yang menggunakan akal dan ingin pelajaran dari apa yang telah terjadi.
36 Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syuaib, maka ia berkata:` Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan `.(QS. 29:36)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 36 

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ (36

Allah mengutus Nabi Syuaib kepada kaum yang berdiam di negeri Madyan, supaya mereka beribadah kepada Allah Yang Maha Esa dengan ikhlas (tidak mempersekutukan-Nya dengan yang lain). Ibadah tersebut akan bermanfaat untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak". Dalam ayat ini diharapkan "berharaplah kamu untuk hari akhirat", berarti hendaklah kamu merasa takut dengan kedatangan hari itu dan persiapkanlah dirimu dengan amal saleh sebanyak-banyaknya guna menghadapinya. Di samping seruan itu untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, dan memperbanyak amal untuk perbekalan di kampung akhirat, Syuaib juga menganjurkan supaya meninggalkan segala perbuatan yang bersifat merusak dan membinasakan.
Jangan saling merugikan antara sesama manusia. Umpamanya mengurangi takaran dan timbangan, dan merampok kafilah yang sedang lalu. Kemudian perbanyaklah tobat kepada Tuhan sambil mengembalikan diri kepada-Nya dengan jalan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
37 Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.(QS. 29:37)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 37 

فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (37

Akan tetapi sebagaimana halnya kaum Nabi Lut, umat Nabi Syuaib pun durhaka dan tidak mau menerima nasihat Nabi Syuaib. Mereka malah mendustakannya. Oleh karena itu berlakulah Sunah Tuhan. Ketika mereka dengan terang-terangan mendustai Syuaib setelah diberi peringatan berulang-ulang, maka tibalah waktunya Allah mengazab mereka. Bumi tempat kediaman mereka diguncangkan oleh gempa yang menggetarkan dan menghancurkan tanah kediaman mereka. Mereka mati jungkir balik dan ditelan bumi, tanpa bergerak lagi. Cerita lebih lengkap tentang Nabi Syuaib telah disebutkan pula oleh Tuhan dalam ayat-ayat lain, yaitu surat Al A'raf ayat 88 s/d 93, surat Hud ayat 87 s/d 94, dan surat Asy Syu'ara' ayat 176 s/d 190.
38 Dan (juga) kaum Aad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari puing-puing tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang berpandangan tajam,(QS. 29:38)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 38 

وَعَادًا وَثَمُودَ وَقَدْ تَبَيَّنَ لَكُمْ مِنْ مَسَاكِنِهِمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَكَانُوا مُسْتَبْصِرِينَ (38

Ayat ini menyebutkan sebab mereka durhaka kepada Nabi Hud dan tidak mau meninggalkan sesembahan nenek moyang mereka. Itu disebabkan bujukan setan juga. Di samping mereka menyembah selain dari Allah Yang Maha Esa mereka juga senang mengganggu kafilah yang sedang lewat membawa barang dagangannya, pada hal mereka mempunyai cukup kemampuan untuk berpikir dan menilai betapa buruknya perbuatan mereka itu. Mereka sering menyangsikan dan menunggu-nunggu kedatangan azab Tuhan yang dijanjikan itu, itu, tetapi mereka tidak pernah memikirkan azab Tuhan yang dijanjikan itu, mereka tidak pernah memikirkan dan merenungkan azab yang bakal menimpa itu. Sementara mereka asyik dengan pekerjaannya sampai terlengah untuk memperhatikan sesuatu yang menunjukkan kepada keesaan Allah.
39 dan (juga) Karun, Firaun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu).(QS. 29:39)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 39 

وَقَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مُوسَى بِالْبَيِّنَاتِ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ وَمَا كَانُوا سَابِقِينَ (39

Musa telah menjelaskan kepada Karun, Firaun dan Haman, tanda-tanda kebesaran ayat Tuhan sebagai dasar untuk memperkuat risalah yang dibawanya. Namun mereka bersikap angkuh (takabur) dan tidak mau beriman. Kecongkakan Firaun sungguh tak ada batasnya, ia menganggap dirinya sebagai tuhan yang harus disembah. Oleh karena itu mereka semua tidak terlepas dari azab Allah dalam berbagai siksaan.
40 Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. 29:40)
TKQ/TPQ/MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al 'Ankabuut 40 

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ (40

Umat yang dibinasakan Allah dengan sebab mereka mendustakan Rasul, diturunkan kepada mereka bermacam-macam azab, yakni:
a. Angin yang sangat kencang yang mengandung batu, yang didatangkan kepada umat Nabi Hud (`Ad). Mereka menantang Nabi Hud, "siapakah gerangan yang lebih kuat dan berkuasa lagi dari kami?". Kesombongan mereka dibalas Tuhan dengan mendatangkan angin, sehingga mereka mati bergelimpangan. Allah berfirman dalam ayat lain yang menjelaskan tentang siksaan itu, yakni:


وأما عاد فأهلكوا بريح صرصر عاتيه سخرها عليهم سبع ليال وثمانية أيام حسوما فترى القوم فيها صرعى كأنهم أعجاز نخل خاوية فهل ترى لهم من باقية
Artinya:
Adapun kaum `Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka (Q.S. Al Haqqah: 6-8)
b. Suara mengguntur yang memecahkan anak telinga Siksaan ini diturunkan kepada umat Nabi Saleh (kaum Samud). Mereka masih membangkang tidak mau beriman. Tiba-tiba mereka dipingsankan lalu mati oleh kejutan suara yang mengguntur yang dahsyat sekali. Allah menjelaskan lagi:


فأما ثمود فأهلكوا بالطاغية
Artinya:
"Adapun kaum Samud maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa". (Q.S. Al Haqqah: 5)
c. Ditelan bumi, inilah siksaan buat hartawan Karun. Dia mulanya seorang beriman dan patuh kepada Musa. Kemudian setelah kaya menjadi orang yang sombong dan durhaka. Ia berbuat kemungkaran melampaui batas. Lebih dari itu ia tidak mau menyerahkan zakat sebagai kewajiban harta kekayaan bagi orang kaya. Karena kecongkakan ini Allah menyiksanya. Tanah sekitar Karun berpijak berguncang, runtuh dan secara berangsur menelan tubuh Karun sampai lenyap sama sekali dari permukaann bumi.
d. Ditenggelamkan air. Inilah siksaan bunt umat Nabi Nuh. Selain dari umat Nabi Nuh, Firaun, Haman beserta bala tentaranya juga tenggelam dalam laut merah sebagai balasan atas kesombongan dan siksaan yang mereka lakukan terhadap Musa dan pengikutnya. Semua itu adalah sebagai balasan yang setimpal atas kesalahan yang mereka lakukan, bukan merupakan kelaliman dari Allah SWT. Allah sekali-kali tidak menyiksa seseorang melainkan bilamana ia mengerjakan perbuatan yang tercela, sebab mengazab seseorang tanpa ada kesalahan bukanlah suatu Sunah Allah yang berlaku. Sebaliknya mereka yang tersebut dalam ayat-ayat yang lalu disiksa karena dosa dan kekafiran mereka terhadap Tuhan, juga karena mereka menyembah berhala dan mereka mengingkari nikmat yang diberikan kepadanya.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [4]
Ayat 21 s/d 40 dari [69]


Sumber Tafsir Di sadur dari :

1. Tafsir DEPAG RI
2. Tafsir Jalalain Indonesia
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU