Jumat, 14 Februari 2014

TAFSIR AL QUR'AN SURAH ATH-THALAAQ AYAT 1 - 12

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin


No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : ATH THALAAQ
Ayat [12]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/1
1 Hai Nabi, apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) dan hitunglah waktu iddah itu serta bertakwalah kepada Allah Tuhanmu. Janganlah kamu keluarkan mereka dari rumah mereka dan janganlah mereka (diizinkan) ke luar kecuali kalau mereka mengerjakan perbuatan keji yang terang. Itulah hukum-hukum Allah dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, maka sesungguhnya dia telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. Kamu tidak mengetahui barangkali Allah mengadakan sesudah itu sesuatu hal yang baru.(QS. 65:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 1

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ وَأَحْصُوا الْعِدَّةَ وَاتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ لَا تُخْرِجُوهُنَّ مِنْ بُيُوتِهِنَّ وَلَا يَخْرُجْنَ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ وَتِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ لَا تَدْرِي لَعَلَّ اللَّهَ يُحْدِثُ بَعْدَ ذَلِكَ أَمْرًا (1

Dalam ayat ini, khitab (seruan) Allah ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW., tetapi pada hakikatnya dimaksudkan juga kepada umatnya yang beriman Allah SWT menyeru kepada orang-orang mukmin, apabila mereka itu ingin menceraikan (menalak) istri-istri mereka, supaya mereka itu menceraikannya dalam waktu istri itu langsung menjalani idahnya, yaitu pada waktu istri-istri itu suci dari haid dan belum dicampuri, sebagaimana dijelaskan dalam suatu hadis Nabi yang berasal dari Ibnu Umar R.A


طلق ابن عمر إمرأته حائضا فسال عمر بن الخطاب رسول الله صلى الله عليه وسلم عن ذلك فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم مره فليراجعها ثم يمسكها حتى تطهر ثم تحيض فتطهر ثم إن شاء أمسك وإن شاء طلق قبل أن يمسها فتلك العدة أمرا الله أن يطلقها بها النساء
Artinya:
Abdullah bin Umar telah menalak istrinya dalam keadaan haid. Umar R.A menanyakan hal itu kepada Rasulullah SAW, lalu Rasulullah SAW menjawab: "Perintahkan dia (Abdullah) rujuk kembali dan tinggal brsama istrinya sampai ia suci. Kemudian apabila ia haid lagi lalu suci dari haidnya itu, kemudian Abdullah (boleh memilih). Ia boleh tinggal lagi bersama istrinya dan boleh juga ia menolaknya (dengan syarat) sebelum dicampuri. Itulah masa yang direstui Allah SWT menalak istri. (H.R Bukhari dan Muslim)
Seorang suami yang akan menalak istrinya, supaya ia meneliti dan mengetahui betul kapan idah istrinya mulai dan kapan berakhir, supaya istri langsung menjalani idahnya sehingga idahnya tidak terlalu lama. Dan supaya suami melaksanakan hukum-hukum dan hak-hak istri yang harus dipenuhinya selama masa idah. Hendaklah suami itu takut kepada Allah dan jangan menyalahi apa yang telah diperintahkan Allah mengenai talak. Antara lain, janganlah suami itu mengeluarkan istri yang ditalak itu dari rumah yang ditempatinya sebelum ditalak dengan alasan marah dan sebagainya, karena menempatkan istri itu pada tempat yang layak adalah hak istri yang telah diwajibkan Allah selama ia masih dalam idah. Dan janganlah pula ia menginginkan istri yang sedang mengalami idah keluar dari rumah yang ditempatinya. Apalagi membiarkan keluar sekehendaknya, karena yang demikian merupakan pelanggaran agama, kecuali apabila istri terang-terangan mengerjakan perbuatan keji, seperti melakukan perbuatan zina dan sebagainya. Atau berkelakuan tidak sopan terhadap mertua, maka bolehlah ia dikeluarkan dari tempat tinggalnya. Demikianlah batas-batas dan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan Allah SWT mengenai talak, idah dan sebagainya.
Oleh karena itu barangsiapa melanggar hukum-hukun, Allah itu, berarti ia berbuat zalim kepada dirinya sendiri. Andai kata Allah SWT menakdirkan satu perubahan, lalu hati suami berbalik menjadi cinta lagi kepada istrinya yang telah ditalaknya dan merasa menyesal atas perbuatannya itu, kemudian ia ingin rujuk kembali, maka baginya sudah tertutup jalan, bila keinginannya itu dilaksanakan sesudah habis masa idahnya karena ia telah menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya. Istri yang dimaksud di sini, ialah istri yang sudah atau masih haid dan sudah dicampuri sesudah akad nikah. Adapun istri yang masih kecil atau sudah ayisah (tidak haid lagi) atau belum dicampuri sesudah akad nikah, apabila ditalak, mempunyai hukum idah tersendiri. Berbeda dengan hukum yang berlaku seperti tersebut di atas.
2 Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.(QS. 65:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 2 - 3 

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3

Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apabila masa idah istri hampir habis, dan apabila suami masih ingin berkumpul kembali, ia boleh rujuk kepada istrinya dan tinggal bersama secara baik sebagai suami istri melaksanakan kewajibannya, memberi belanja, pakaian, tempat tinggal dan lainnya. Tetapi kalau suami tetap tidak akan rujuk kepada istri, maka ia boleh melepaskannya secara baik pula tanpa ada ketegangan terjadi, menyempurnakan maharnya, memberi mutah sebagai imbalan dan terima kasih atas kebaikan istrinya selama ia hidup bersama dan lain-lain yang menghibur hatinya, mengobati pedihnya perceraian. Apabila suami memilih rujuk, maka hendaknya hal itu disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki yang adil, untuk memantapkan rumah tangganya kembali, sehingga apabila salah seorang di antara suami istri itu meninggal dunia, maka yang lain menjadi ahli warisnya.
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa baik rujuk maupun talak memerlukan persaksian. Hanya bedanya persaksian mengenai rujuk hukumnya wajib, sedangkan persaksian mengenai talak hukumnya mandub. Selanjutnya Allah SWT menyerukan supaya kesaksian itu supaya diberikan secara jujur, karena Allah semata-mata tanpa mengharapkan bayaran, tanpa memihak, sebagaimana firman Allah menjelaskan:


آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى
Artinya:
Jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri. (Q.S An Nisa': 135)
Demikian seruan mengenai rujuk dan talak untuk menjadi pelajaran bagi orang yang beriman kepada Allah di hari akhirat: Orang yang bertakwa kepada Allah patuh menaati peraturan-peraturan-Nya yang telah ditetapkan, antara lain mengenai rujuk dan talak tersebut di atas, niscaya Allah akan menunjukkan baginya jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya.
Dan bahwa orang-orang yang bertakwa kepada Allah, tidak saja diberi dan dimudahkan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya, tetapi ia diberikan pula rezeki oleh Allah SWT dari arah yang tiada disangka-sangkanya, yang belum pernah terlintas dalam pikirannya. Selanjutnya Allah SWT menyerukan supaya mereka itu bertawakkal kepada-Nya, karena mencukupkan keperluannya mensukseskan urusannya. Bertawakkal kepada Allah, artinya berserah diri kepada-Nya, menyerahkan sepenuhnya kepada Allah keberhasilan usahanya. Setelah ia berusaha dan memantapkan Satu ikhtiar barulah ia bertawakkal. Bukanlah tawakal namanya apabila seorang menyerahkan keadaannya kepada Allah tanpa ada usaha dan ikhtiar. Berusaha dan berikhtiar dahulu baru bertawakal menyerahkan diri kepada Allah. Pernah terjadi seorang Arab Badwi berkunjung kepada Nabi di Madinah dengan mengendarai unta. Setelah Arab itu sampai ke tempat yang dituju, ia turun dari untanya lalu masuk menemui Nabi SAW, Nabi bertanya: "Apakah unta sudah ditambatkan?" Badwi itu menjawab: Tidak! Saya melepaskan begitu saja, dan saya bertawakal kepada Allah". Nabi SAW. bersabda: 

أعقلها وتوكل
( Tambatkan dulu untamu itu, baru bertawakal .)
Allah SWT akan melaksanakan dan menyempurnakan urusan orang yang bertawakkal kepada-Nya sesuai dengan kodrat iradat-Nya, pada waktu yang telah ditetapkan sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam ayat ini.


وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ (8
Artinya:
Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (Q.S Ar Ra'd: 8)
3 Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(QS. 65:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 2 - 3 

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3

Dalam ayat-ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apabila masa idah istri hampir habis, dan apabila suami masih ingin berkumpul kembali, ia boleh rujuk kepada istrinya dan tinggal bersama secara baik sebagai suami istri melaksanakan kewajibannya, memberi belanja, pakaian, tempat tinggal dan lainnya. Tetapi kalau suami tetap tidak akan rujuk kepada istri, maka ia boleh melepaskannya secara baik pula tanpa ada ketegangan terjadi, menyempurnakan maharnya, memberi mutah sebagai imbalan dan terima kasih atas kebaikan istrinya selama ia hidup bersama dan lain-lain yang menghibur hatinya, mengobati pedihnya perceraian. Apabila suami memilih rujuk, maka hendaknya hal itu disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki yang adil, untuk memantapkan rumah tangganya kembali, sehingga apabila salah seorang di antara suami istri itu meninggal dunia, maka yang lain menjadi ahli warisnya.
Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa baik rujuk maupun talak memerlukan persaksian. Hanya bedanya persaksian mengenai rujuk hukumnya wajib, sedangkan persaksian mengenai talak hukumnya mandub. Selanjutnya Allah SWT menyerukan supaya kesaksian itu supaya diberikan secara jujur, karena Allah semata-mata tanpa mengharapkan bayaran, tanpa memihak, sebagaimana firman Allah menjelaskan:


آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاءَ لِلَّهِ وَلَوْ عَلَى
Artinya:
Jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpun terhadap dirimu sendiri. (Q.S An Nisa': 135)
Demikian seruan mengenai rujuk dan talak untuk menjadi pelajaran bagi orang yang beriman kepada Allah di hari akhirat: Orang yang bertakwa kepada Allah patuh menaati peraturan-peraturan-Nya yang telah ditetapkan, antara lain mengenai rujuk dan talak tersebut di atas, niscaya Allah akan menunjukkan baginya jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya.
Dan bahwa orang-orang yang bertakwa kepada Allah, tidak saja diberi dan dimudahkan jalan keluar dari kesulitan yang dihadapinya, tetapi ia diberikan pula rezeki oleh Allah SWT dari arah yang tiada disangka-sangkanya, yang belum pernah terlintas dalam pikirannya. Selanjutnya Allah SWT menyerukan supaya mereka itu bertawakkal kepada-Nya, karena mencukupkan keperluannya mensukseskan urusannya. Bertawakkal kepada Allah, artinya berserah diri kepada-Nya, menyerahkan sepenuhnya kepada Allah keberhasilan usahanya. Setelah ia berusaha dan memantapkan Satu ikhtiar barulah ia bertawakkal. Bukanlah tawakal namanya apabila seorang menyerahkan keadaannya kepada Allah tanpa ada usaha dan ikhtiar. Berusaha dan berikhtiar dahulu baru bertawakal menyerahkan diri kepada Allah. Pernah terjadi seorang Arab Badwi berkunjung kepada Nabi di Madinah dengan mengendarai unta. Setelah Arab itu sampai ke tempat yang dituju, ia turun dari untanya lalu masuk menemui Nabi SAW, Nabi bertanya: "Apakah unta sudah ditambatkan?" Badwi itu menjawab: Tidak! Saya melepaskan begitu saja, dan saya bertawakal kepada Allah". Nabi SAW. bersabda:

أعقلها وتوكل
( Tambatkan dulu untamu itu, baru bertawakal .)
Allah SWT akan melaksanakan dan menyempurnakan urusan orang yang bertawakkal kepada-Nya sesuai dengan kodrat iradat-Nya, pada waktu yang telah ditetapkan sebagaimana dijelaskan oleh Allah dalam ayat ini.


وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ (8
Artinya:
Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya. (Q.S Ar Ra'd: 8)
4 Dan perempuan-perempuan yang putus asa dari haid di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.(QS. 65:4)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 4 

وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا (4

Diriwayatkan bahwasanya ada satu kaum, di antara mereka itu terdapat Ubay bin Kaab dan Khalid bin Nukman, mereka itu setelah mendengar firman Allah SWT, "Wanita-wanita yang ditalak hendaknya menahan diri (menunggu) tiga quru' (tiga kali suci)". Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah maka berapakah idah wanita yang tidak ada haidnya, baik yang belum pernah haid atau yang tidak haid lagi", maka turunlah ayat ini yang menjelaskan bahwa jika kamu ragu tentang idah perempuan-perempuan yang ya-is yakni yang tidak haid lagi, karena telah mencapai umur lebih kurang lima puluh lima tahun ke atas maka idahnya tiga bulan. Begitu juga perempuan muda yang belum pernah haid. Adapun bagi perempuan-perempuan yang hamil, maka idahnya sampai melahirkan kandungannya. Begitu juga perempuan-perempuan hamil yang suaminya meninggal, idahnya sampai melahirkan kandungannya, sebagaimana yang diriwayatkan Imam Malik, Imam Syafi'i, Abdur Razak, Ibnu Abi Syaibah, dan Ibnul Munzir dari Ibnu Umar. Ketika ia ditanya tentang perempuan hamil yang meninggal suaminya, Ibnu Umar menjawab, "Apabila perempuan itu melahirkan kandungannya, maka halallah ia". Orang yang bertakwa kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka ia akan dimudahkan urusannya, dilepaskan dari kesulitan yang dialaminya.
5 Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu; dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.(QS. 65:5)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 5 

ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنْزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا (5

Dalam ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa hukum-hukum yang disyariatkan mengenai talak, tempat tinggal dan idahnya perempuan yang tertera pada ayat-ayat yang lampau, adalah ketentuan yang diperintahkan Allah SWT yang mesti diamalkan dan dilaksanakan.
Pada akhir ayat ini, sekali lagi Allah SWT menjelaskan bahwa orang yang bertakwa kepada-Nya dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan Nya, niscaya Dia akan menghapus dan mengampuni dosanya sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya. Dalam ayat lain yang sama artinya Allah berfirman:


إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ
Artinya:
Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. (Q.S Hud: 114)
Selain dari itu, juga dilipatgandakan pahala amalnya
6 Tempatkanlah mereka (para isteri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka. Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya; dan musyawarahkanlah diantara kamu (segala sesuatu), dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.(QS. 65:6)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 6

أَسْكِنُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ سَكَنْتُمْ مِنْ وُجْدِكُمْ وَلَا تُضَارُّوهُنَّ لِتُضَيِّقُوا عَلَيْهِنَّ وَإِنْ كُنَّ أُولَاتِ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ فَإِنْ أَرْضَعْنَ لَكُمْ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ وَأْتَمِرُوا بَيْنَكُمْ بِمَعْرُوفٍ وَإِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَى (6

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa menjadi kewajiban bagi suami memberi tempat tinggal yang layak sesuai dengan kemampuan suaminya kepada istri yang tengah menjalani idah. Jangan sekali-kali berbuat yang menyempitkan dan menyusahkan hati istri itu dengan menempatkannya pada tempat yang tidak layak atau membiarkan orang lain tinggal bersama dia, sehingga ia merasa harus meninggalkan tempat itu dan menuntut tempat lain yang disenangi.
Jika istri-istri yang ditalak ba'in sedang hamil, maka wajib mereka itu diberi nafkah secukupnya sampai mereka melahirkan, karena apabila mereka itu melahirkan maka habislah masa idahnya. Sekalipun mereka itu sudah habis masa idahnya, tetapi mereka menyusukan anak-anak dari suami yang menalaknya, maka mereka wajib diberi upah sebesar yang umum berlaku, oleh ayah anak-anak itu. Sebaliknya ayah dan ibu dari anak-anak itu merundingkan bersama tentang kemaslahatannya (anak-anak) itu, mengenai kesehatan pendidikan dan sebagainya.
Apabila antara kedua belah pihak tidak terdapat kata sepakat, maka pihak ayah boleh saja memilih perempuan lain yang dapat menerima dan memahami kemampuannya itu, untuk menyusukan anak-anaknya. Sekalipun demikian, kalau anak itu tidak mau menyusu kepada perempuan lain, tetapi maunya kepada ibunya juga, maka wajiblah anak itu menyusu pada ibunya, dengan nafkah yang sama besarnya seperti nafkah yang diberikan kepada orang lain.
7 Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberi kelapangan sesudah kesempitan.(QS. 65:7)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 7

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا (7

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa kewajiban ayah memberikan upah kepada perempuan yang menyusukan anaknya, hanya menurut kemampuannya, sehingga andai kata kemampuan ayah itu hanya mampu memberi makan saja karena rezekinya disempitkan, maka hanya itulah yang menjadi kewajibannya. Allah tidak akan memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang diberikan Allah kepadanya sesuatu dengan kemampuannya, sebagaimana Allah menjelaskan dalam ayat yang lain.


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Q.S Al Baqarah: 286).
dan dijelaskan juga dalam ayat lain.


لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya:
Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya (Q.S Al Baqarah: 233).
Tidak ada yang kekal di dunia, pada suatu waktu Allah SWT akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan, kekayaan sesudah kemiskinan, kesenangan sesudah penderitaan sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah yang berbunyi:


إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا (6
Artinya:
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S Al am Nasyrah: 6).
8 Dan berapalah banyaknya (penduduk) negeri yang mendurhakai perintah Tuhan mereka dan Rasul-Rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan.(QS. 65:8)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 8 

وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُكْرًا (8

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa tidak sedikit tempat di dunia ini yang penduduknya menyalahi perintah-Nya, mendustakan rasul-rasul yang telah diutus kepada mereka, maka mereka itu akan dihisab dengan hisab yang sangat teliti, sehingga terbongkarlah segala kejahatan yang telah di di dunia, lalu diazablah mereka itu dengan azab yang mengerikan.

Tafsir / Indonesia / Jalalain / Surah Ath Thalaaq 8 

وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُكْرًا (8

(Dan berapalah banyaknya) lafal ka'ayyin huruf kafnya adalah huruf jarr, masuk ke dalam huruf ayy yang bermakna kam. Sudah berapa banyak (negeri) yakni banyak negeri-negeri (yang mendurhakai) yang penduduknya telah berbuat durhaka (perintah Rabbnya dan rasul-rasul-Nya, maka Kami hisab penduduk negeri-negeri itu) di akhirat, sekalipun hari akhirat itu belum datang. Diungkapkan dengan memakai fi'il madhi, yaitu haasabnaahaa, karena hal itu pasti terjadi (dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan) dapat dibaca nukra dan nukura, artinya azab yang mengerikan, yaitu azab neraka.
9 Maka mereka merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya, dan adalah akibat perbuatan mereka kerugian yang besar.(QS. 65:9)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 9 

فَذَاقَتْ وَبَالَ أَمْرِهَا وَكَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهَا خُسْرًا (9

Dalarn ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang diazab di Hari Kiamat dengan azab yang mengerikan, adalah sebagai orang-arnag yang memetik hasil tanaman mereka, mendapatkan hasil usaha mereka, sesuai dengan tanaman dan usaha mereka, jika baik yang ditanam, baik pula yang akan dipetik, jika buruk yang ditanam, buruk pula yang akan dipetik, dan tidak mungkin terjadi sebaliknya. Dalam ayat lain dijelaskan.


مَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ (46
Artinya:
Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-Nya. (Q.S Fussilat: 46).
Akibat perbuatan mereka itu, rugilah mereka dengan kerugian yang besar.
10 Allah menyediakan bagi mereka azab yang keras, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang yang mempunyai akal; (yaitu) orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Allah telah menurunkan peringatan kepadamu,(QS. 65:10)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 10 

أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ آمَنُوا قَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكُمْ ذِكْرًا (10

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang senantiasa memperlihatkan keingkaran dan pembangkangan mereka untuk mengikuti ajaran-ajaran para rasul yang berasal dari Allah SWT bagi mereka itu telah disediakan azab yang keras di hari kemudian. Oleh karena itu orang-orang yang berakal dan beriman harus bertakwa kepada Allah SWT, karena Allah SWT telah lama menurunkan peringatan yaitu Alquran yang memperingatkan segala sesuatunya untuk menjadi pegangan dengan mengamalkan serta mematuhi isinya.
11 (Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.(QS. 65:11)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 11

رَسُولًا يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِ اللَّهِ مُبَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا (11

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia telah mengutus seorang rasul untuk membacakan dan mengajarkan ayat-ayat kitab suci Alquran yang diturunkan kepadanya, yang di dalamnya terdapat bermacam-macam persoalan dan hukum. Ayat-ayatnya sangat jelas dan mudah dipahami oleh orang yang mau memikirkannya dan mempergunakan akalnya, agar dapat orang-orang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh memperoleh petunjuk, dan keluar dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Orang-orang yang beriman kepada Allah, mengakui kebesaran kekuasaan-Nya. Mereka itu akan dimasukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya untuk selama-selamanya, tidak akan mati dan tidak akan dikeluarkan daripadanya. Di dalam surga mereka itu memperoleh beraneka macam kenikmatan yang besar, dilapangkan rezekinya berupa makanan dan minuman yang mata tidak pernah melihatnya, telinga tidak pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia.
12 Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.(QS. 65:12)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Ath Thalaaq 12 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا (12

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan tujuh petala langit dan yang menciptakan tujuh lapis bumi.
Diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud bahwasanya Nabi SAW. bersabda yang artinya: "Tiadalah tujuh petala langit dan yang ada di dalamnya serta yang ada di antaranya, juga bumi yang tujuh lapis dan yang ada di dalamnya serta yang ada di antaranya, di dalamnya "Kursi" (ilmu dan kekuasaan Allah) kecuali hanya seperti satu lingkaran kecil yang dilemparkan ke tanah lapang yang luas". Berlaku perintah dan kada serta kadar Allah di antara bumi dan langit. Dia-lah yang mengatur di dalamnya sesuai dengan ilmu-Nya yang maha luas, menerapkan kebijaksanaan-Nya yang adil dan membawa maslahat. Semuanya itu untuk diketahui manusia sejauh mana kekuasaan Allah. Tiada sesuatu yang dapat menghalangi kehendak-Nya. Dia kuasa di atas segala sesuatu, juga supaya manusia mengetahui bahwa Allah SWT, ilmu-Nya meliputi segala sesuatunya. Tiada sesuatu di langit dan di bumi walau bagaimanapun kecilnya, pasti diketahui-Nya. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sebagaimana Allah menjelaskan dalam ayat lain yang berbunyi.


إِنَّ اللَّهَ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ (5
Artinya:
Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit. (Q.S Ali Imran: 5).
dan dijelaskan dengan firman-Nya.


وَمَا يَخْفَى عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ (38
Artinya:
Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. (Q.S Ibrahim: 38).

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [1]
Ayat 1 s/d 12 dari [12]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.

Kamis, 13 Februari 2014

TAFSIR AL QUR'AN SURAH AT-TAGHAABUN AYAT 1 - 18

Cari dalam "TAFSIR" Al Qur'an
Bahasa Indonesia    English Translation    Dutch    nuruddin

No. Pindah ke Surat Sebelumnya... Pindah ke Surat Berikut-nya... [TAFSIR] : AT TAGHAABUN
Ayat [11]   First Previous Next Last Balik Ke Atas  Hal:1/1
1 Bertasbih kepada Allah apa yang di langit dan apa yang di bumi; hanya Allah-lah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji-pujian; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS. 64:1)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 1

يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (1

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi menunjukkan kesucian Allah SWT dan kesempurnaan-Nya serta semua makhluk itu tunduk dan menyerah kepada Nya. Dialah Maharaja diraja yang berwenang berbuat sesuai dengan kehendaknya terhadap semua yang ada, berhak dipuji atas penciptaan-Nya, karena Dia sumber segala kebaikan, melimpah ruah kebaikan, melimpah ruah keberkatan dan keagungan. Kuasa atas segala sesuatu, apa yang dikehendaki-Nya pasti berwujud dan menjadi kenyataan tanpa ada yang dapat menghalangi-Nya dan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak akan ada.
2 Dialah yang menciptakan kamu maka diantara kamu ada yang kafir dan diantaramu ada yang beriman. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. 64:2)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 2

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (2

Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Dia-lah yang menciptakan semua yang ada menurut kehendak-Nya sebagaimana dalam ayat yang lain Allah berfirman:

اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ (62
Artinya:
Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. (Q.S Az Zumar: 62)
Sebagian dari manusia itu memilih kekafiran yang bertentangan dengan fitrahnya dan sebahagian lagi memilih iman sesuai dengan tuntutan fitrahnya, sebagaimana sabda Nabi SAW:

كل مولود يولد على الفطرة فابواه يهودانه او ينصرانه او يمجسانه
Artinya:
Tiap-tiap anak dilahirkan menurut fitrahnya. Ibu bapaknyalah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR Abu Ya'la Tabrani dan Baihaqi dari Aswad bin Sari)
Andai kata manusia itu mau kembali memikirkan kejadiannya dan kejadian yang ada pada mayapada ini, pasti cukup menjadi jaminan bagi manusia untuk kembali kepada yang hak dengan memilih iman, dan mensyukuri nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya. Tetapi manusia itu tidak sadar dan tidak insaf atas semuanya itu, sehingga terjadilah perpecahan, berpuak-puak, mengingkari Tuhan yang menciptakannya serta nikmat-nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya. Selayaknyalah manusia itu menginsafi bahwa Allah itu melihat segala yang dikerjakannya, dan di akhirat nanti Dia membalas perbuatannya. Yang baik dibalas dengan surga dan yang jahat dengan siksaan dan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam, sejahat-jahat tempat kediaman; sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (66
Artinya:
Sesungguhnya neraka Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Q.S Al Furqan: 66)
3 Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu dan dibaguskan-Nya rupamu itu, dan hanya kepada-Nya-lah kembali (mu).(QS. 64:3)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 3 

خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمْ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ (3

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa Dia menciptakan langit dan bumi itu dengan tujuan yang benar penuh kebijaksanaan dan menjamin kebahagiaan dunia dan akhirat. Dan Dia pulalah yang menjadikan manusia itu dengan bentuk yang sebagus-bagusnya, berbeda dengan makhluk yang lain seperti kerbau, sapi dan sebagainya. Kepada-Nyalah akan kembali semua makhluk di Hari Kiamat dan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia lalu mendapat balasan yang setimpal, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (281
Artinya:
Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dianiaya (dirugikan). (Q.S Al Baqarah: 281)
4 Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati.(QS. 64:4)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 4

يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (4

Dalam ayat ini, Allah SWT menyatakan bahwa Dia Maha Mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak satu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dialah yang mengatur yang ada, sesuai dengan ilmu-Nya yang luas dan kekuasaan-Nya yang mencakup dan meliputi segala sesuatunya menurut kehendak-Nya, sebagaimana ayat lain Allah berfirman:

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ (82
Artinya:
Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia". (Q.S Yasin: 82)
Allah SWT mengetahui segala sesuatu, baik yang dirahasiakan apa lagi yang nampak nyata. Maka seyogianyalah manusia itu berbuat sesuai dengan apa yang digariskan agama Allah yang dibawa junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW. yaitu agama Islam, untuk mendapat rida-Nya memperoleh pahala yang berlipat ganda dan berbahagia dunia dan akhirat.
Ayat ke 4 ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu Maha Mengetahui segala isi hati, tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi-Nya.
Sejalan dengan ayat ini, firman Allah SWT:

إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (62
Artinya:
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Q.S Al Ankabut: 62)
Dalam ayat lain pula Allah berfirman:

عَمِلُوا إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ (23
Artinya:
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati. (Q.S Luqman: 23)
5 Apakah belum datang kepadamu (hai orang-orang kafir) berita orang-orang kafir dahulu? Maka mereka telah merasakan akibat yang buruk dari perbuatan mereka dan mereka memperoleh azab yang pedih.(QS. 64:5)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 5 

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ فَذَاقُوا وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (5

Allah SWT memperingatkan orang-orang musyrik penduduk Mekah tentang kejadian-kejadian yang telah dialami oleh orang-orang yang mengingkari rasul-rasul sebelum mereka, seperti kaum Nuh, kaum Hud, kaum Saleh dan lainnya atas pengingkaran dan pembangkangan mereka secara terang-terangan. Kepada mereka telah ditimpakan azab dan siksa dari Allah yang bermacam-macam bentuknya. Ada yang berupa banjir yang menenggelamkan dan merusak apa yang ada di atas bumi, ada yang berupa angin topan yang menerbangkan dan menghancurkan bangunan-bangunan tempat tinggal mereka dan lain sebagainya.
6 Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-Rasul mereka (membawa) keterangan-keterangan lalu mereka berkata:` Apakah manusia yang akan memberi petunjuk kepada kami? `, Lalu mereka ingkar dan berpaling; dan Allah tidak memerlukan (mereka). Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.(QS. 64:6)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 6 

ذَلِكَ بِأَنَّهُ كَانَتْ تَأْتِيهِمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَقَالُوا أَبَشَرٌ يَهْدُونَنَا فَكَفَرُوا وَتَوَلَّوْا وَاسْتَغْنَى اللَّهُ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَمِيدٌ (6

Allah SWT menerangkan bahwa sebab-sebab ditimpakan azab kepada umat terdahulu itu, ialah karena kecerobohan mereka dengan mendustakan rasul-rasul sesudah mereka diberi keterangan yang jelas, diperlihatkan mukjizat-mukjizat nyata. Mereka berkata, "Satu hal yang ajaib bahwa orang yang akan memberi petunjuk kepada kami ialah manusia biasa yang tidak mempunyai sedikitpun kelebihan dari kami. Ia tidak mempunyai pikiran lebih unggul dari kami, tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk menundukkan kami. Di dalam ayat yang lain yang bersamaan artinya Allah berfirman:

فَقَالُوا أَبَشَرًا مِنَّا وَاحِدًا نَتَّبِعُهُ
Artinya:
Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?". (Q.S Al Qamar: 24)
Mereka tidak mengetahui bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul itu adalah orang-orang yang telah dipilih oleh Allah SWT menurut kehendak-Nya sebagaimana diterangkan dalam ayat lain yang berbunyi:

اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ
Artinya:
Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. (Q.S Al An'am: 124)
Setelah keingkaran mereka berkepanjangan, pembangkangan mereka berlarut-larut, maka Allah SWT membinasakan mereka. Allah tidak memerlukan mereka, serta tidak mempunyai kepentingan sedikitpun kepada mereka. Dia Maha Kuasa, tidak mempunyai keperluan sedikitpun kepada sesuatu. Maha Terpuji atas segala hikmah kebijaksanaan yang telah ditetapkan kepada makhluk-Nya.
7 Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah:` Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. `Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. 64:7)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 7 

زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ (7

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang musyrik beranggapan bahwa tidak akan ada hari barbangkit, hari perhitungan dan hari pembalasan. Anggapan mereka ini diungkapkan juga dalam ayat yang berbunyi:

قَوْلُهُمْ أَئِذَا كُنَّا تُرَابًا أَئِنَّا لَفِي خَلْقٍ
Artinya:
Apabila kami telah menjadi tanah, apakah kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?. (Q.S Ar Ra'd: 5)
dan dalam ayat yang berbunyi:

قَالَ مَنْ يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ (78
Artinya:
Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh?. (Q.S Yasin: 78)
Anggapan orang-orang musyrik yang salah itu ditolak dengan tegas bahwa hari berbangkit dan hari pembalasan itu pasti ada, dan semua manusia dihidupkan kembali pada hari itu, lalu diberitakan semua yang pernah mereka perbuat di dunia sampai kepada yang sekecil-kecilnya untuk dihisab dan diberi balasan. Yang demikian ini bagi Allah sangat mudah dan tidak ada kesulitan sama sekali.
Firman Allah:

قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنْشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ (79
Artinya:
Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk." (Q.S Yasin: 79)
dan firman-Nya dalam ayat yang lain berbunyi:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَأْتِينَا السَّاعَةُ قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ عَالِمِ
Artinya:
Dan orang-orang yang kafir berkata: "Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami". Katakanlah; "Pasti datang, demi Tuhanku Yang mengetahui yang gaib". (Q.S Saba': 3)
8 Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. 64:8)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 8

فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالنُّورِ الَّذِي أَنْزَلْنَا وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ(8


Setelah Allah Subhaanahu wa Ta'aala menyebutkan pengingkaran orang-orang yang mengingkari kebangkitan dan bahwa hal itu sama saja mereka kafir kepada Allah dan ayat-ayat-Nya, maka Allah Subhaanahu wa Ta'aala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk melakukan sesuatu yang dapat menjaga seseorang dari kebinasaan dan kesengsaraan, yaitu beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kitab-Nya. Beriman kepada Allah, Rasul-Nya dan kitab-Nya menghendaki keyakinan yang pasti serta beramal terhadap konsekwensi dari pembenaran itu berupa mengerjakan perintah dan menjauhi larangan. Allah Subhaanahu wa Ta'aala menamai kitab-Nya dengan “cahaya” karena keadaannya yang menyinari gelapnya kebodohan dan kesesatan, dan dengannya seseorang dapat berjalan di tengah kegelapan-kegelapan itu. Lalu Dia akan membalas amalmu yang baik dan yang buruk.
9 (Ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan (untuk dihisab), itulah hari (waktu itu) dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan mengerjakan amal saleh niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah keberuntungan yang besar.(QS. 64:9)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 9 

يَوْمَ يَجْمَعُكُمْ لِيَوْمِ الْجَمْعِ ذَلِكَ يَوْمُ التَّغَابُنِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحًا يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (9

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat nanti Dia akan mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang kemudian di suatu lapangan, sebagaimana dijelaskan dalam ayat yang berbunyi:

ذَلِكَ يَوْمٌ مَجْمُوعٌ لَهُ النَّاسُ وَذَلِكَ يَوْمٌ مَشْهُودٌ (103
Artinya:
Hari Kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)-Nya dan hari itu adalah satu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk). (Q.S Hud: 103)
dan dalam ayat lain yang berbunyi:

قُلْ إِنَّ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ (49) لَمَجْمُوعُونَ إِلَى مِيقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُومٍ (50
Artinya:
Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal. (Q.S Al Waqi'ah: 49-50)
Pada hari itulah nanti akan diteliti dan dibalas amal yang telah dilakukan setiap manusia di dunia ini. Semua amal, baik berupa kesalahan atau kebenaran, akan terungkap pada hari itu. Hari itulah yang dinamakan hari "Tagabun". Orang-orang kafir yang telah menukar kehidupan akhirat dengan dunia yakni memilih kelezatan dunia dari kenikmatan akhirat, merugilah mereka dan tak akan memperoleh keuntungan sedikitpun. Sedangkan orang-orang mukmin yang telah mengorbankan dirinya untuk memperoleh surga, mereka itulah yang beruntung dan tak akan merugi sedikitpun. Di dalam suatu hadis sahih dijelaskan sebagai berikut:

ما من عبد يدخل الجنة إلا أري مقعده من النار لو أساء ليزداد شكرا وما من عبد يدخل الجنة إلا أري مقعده من الجنة ليزداد حسرة
Artinya:
Tidak seorang hambapun yang masuk surga kecuali diperlihatkan tempatnya di neraka, (apabila ia berbuat jahat) untuk menambah kesyukuran. Dan tidak seorang hambapun yang masuk neraka melainkan diperlihatkan tempatnya di surga (andai kata ia berbuat baik) untuk menambah penyesalannya. (lihat Tafsir Al Maragi hal. 125, juz 28, jilid X)
Orang-orang yang percaya kepada Allah dan taat kepada perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, niscaya dihapus semua kesalahannya dan semua dosanya, diampuni serta dimasukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawah pohon-pohonnya. Mereka kekal tinggal di dalamnya, tidak akan mati, dan tidak akan keluar dari sana. Yang demikian itu adalah satu keuntungan dan kebahagiaan yang tiada taranya, karena telah terhindar dari kebinasaan dan kehancuran. Sejalan dengan ayat ini Allah berfirman dalam ayat lain:

وَمَنْ يَأْتِهِ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ فَأُولَئِكَ لَهُمُ الدَّرَجَاتُ الْعُلَا (75) جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّى (76
Artinya:
Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia) (yaitu) surga `Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan). (Q.S Taha: 75-76)
10 Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.(QS. 64:10)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 10 

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ خَالِدِينَ فِيهَا وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (10

Dalam ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, mendustakan ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, mereka itulah penghuni neraka. Mereka akan tinggal kekal di dalamnya, sebagaimana dalam ayat lain Allah berfirman:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (10
Artinya:
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu adalah penghuni neraka. (Q.S Al Ma'idah: 10)
dan firman-Nya dalam ayat lain pula:

وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (39
Artinya:
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka mereka kekal di dalamnya. (Q.S Al Baqarah: 39)
Alangkah ruginya penghuni neraka itu, karena mereka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali, dan sejahat-jahat tempat tinggal, sebagaimana Allah menjelaskan dalam ayat lain:

إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (66
Artinya:
Sesungguhnya Jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. (Q.S Al Furqan: 66)
11 Tidak ada sesuatu mushibahpun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. 64:11)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 11 

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (11

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa apa yang menimpa manusia baik yang merupakan kelezatan dunia, maupun yang berupa siksa atau kepahitannya, semuanya itu adalah kada dan kadar yang telah digariskan dan sesuai dengan kehendak Allah yang telah ditetapkan di muka bumi. Manusia di dalam usahanya dengan sungguh-sungguh untuk mencapai yang baik yang diingininya dan mencegah hal-hal yang berbahaya yang akan menimpa dirinya. Janganlah ia menyesal dan merasa kecewa apabila ia menemui hal-hal yang tidak sesuai dengan usaha dan keinginannya, karena yang demikian itu adalah di luar kemampuannya dan bagaimanapun juga ketentuan Allah-lah yang akan berlaku dan menjadi kenyataan. Sebagaimana firman-Nya:

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا
Artinya:
Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa Kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami". (Q.S At Taubah: 51)
Allah SWT memberi petunjuk kepada orang yang beriman melapangkan dadanya, menerima dengan segala senang hati apa yang terjadi pada diri nya, baik yang sesuai dengan yang diingininya, maupun yang tidak, karena ia yakin bahwa kesemuanya itu dari Allah SWT, sebagaimana Allah menjelaskannya dalam ayat yang berbunyi:

مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ
Artinya:
Katakanlah: "Ini semua (datang) dan sisi Allah". (Q.S An Nisa': 78)
Allah SWT mengetahui segala sesuatunya, mengetahui bisikan hati seseorang, rahasia yang tersembunyi di dalamnya dan melihat gerak-gerik seseorang, sabda Nabi SAW:

أن تعبد الله كأنك تراه فان لم تكن تراه فانه يراك
Artinya:
Agar kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya. Jika kamu tak melihat-Nya pasti Dia melihatmu. (HR. Muslim dari Umar R.A)
12 Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.(QS. 64:12)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 12 

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَإِنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (12

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan supaya manusia taat kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya dengan melaksanakan yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan larangan masing-masing. Manakala mereka itu tetap juga berpaling, tidak menaati dan tidak patuh, ketahuilah bahwa tugas Rasulullah hanyalah sekadar menyampaikan apa yang menjadi tugas dan kewajibannya, sebagaimana yang ditegaskan di akhir ayat ini.

فَإِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوا أَنَّمَا عَلَى رَسُولِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ (92
Artinya:
Jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kewajiban Rasul Kami, hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang. (Q.S Al Ma'idah: 92)
13 (Dialah) Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakkal kepada Allah saja.(QS. 64:13)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 13 

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ (13

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa tidak ada Tuhan selain Dia. Maka hendaklah kita semua meng-Esakan-Nya, berbakti kepada-Nya dengan ikhlas dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, sebagaimana dijelaskan-Nya dalam ayat lain yang berbunyi:

رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ فَاتَّخِذْهُ وَكِيلًا (9
Artinya:
(Dia-lah) Tuhan masyrik dan Magrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (Q.S Al Muzammil: 9)
Dijelaskan pula dalam ayat lain:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ
Artinya:
Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. (Q.S An Nisa': 36)
Kepada Allah-lah orang-orang mukmin itu hendaknya bertawakal, karena orang-orang yang bukan mukminlah yang tidak bertawakkal kepada-Nya, sebagaimana firman Allah SWT:

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (23
Artinya:
Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (Q.S Al Mai'dah: 23)
14 Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. 64:14)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 14 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (14

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa ada di antara istri-istri dan anak-anak menjadi musuh bagi suami dan orang tuanya mencegah mereka berbuat baik yang mendekatkan mereka kepada Allah SWT, menghalang mereka beramal saleh yang berguna bagi akhirat mereka. Bahkan adakalanya menjerumuskan mereka kepada perbuatan maksiat, perbuatan haram yang dilarang oleh agama, sebagaimana yang dijelaskan di dalam satu riwayat bahwa Nabi bersabda:

يأتي زمان على أمتي يكون فيه هلاك الرجل على يد زوجته وولده يعيرانه بالفقر فيركب مراكب السوء فيهلك
Artinya:
Akan datang suatu zaman kepada umatku, seorang lelaki hancur gara-gara istri dan anaknya. Keduanya mencela dan mengejeknya, karena kemiskinannya. Maka ia melakukan perbuatan yang jahat (untuk menghilangkan kemiskinannya) lalu binasalah ia. (lihat Tafsir Al Maragi hal. 129, juz 28, jilid X).
Karena ia merasa cinta dan sayang kepada istri dan anaknya, supaya kedua hidup mewah dan senang, ia tidak segan berbuat yang dilarang agama, seperti korupsi dan lainnya, menyebabkan ia rusak binasa oleh karena itu, ia harus berhati-hati, penuh kesabaran menghadapi anak istri mereka. Jangan terlalu ditekan. Sebaiknyalah mereka itu dimaafkan; tidak dimarahi tetapi diampuni. Allah sendiri pun Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang, sebagaimana dijelaskan dalam ayat yang berbunyi.

ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ وَأَنْ تَصْبِرُوا خَيْرٌ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (25
Artinya:
Dan kesabaranmu itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S An Nisa': 25)
15 Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.(QS. 64:15)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 15 

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (15

Dalam ayat ini Allah SWT menerangkan bahwa cinta terhadap harta dan anak adalah cobaan. Kalau kita tidak berhati-hati, akan mendatangkan bencana. Tidak sedikit orang, karena cintanya yang berlebihan kepada harta dan anaknya, berani berbuat yang bukan-bukan, melanggar ketentuan agama. Dalam ayat ini harta didahulukan dari anak karena ujian dan bencana harta itu lebih besar, sebagaimana firman Allah dalam ayat lain.

كَلَّا إِنَّ الْإِنْسَانَ لَيَطْغَى (6) أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى (7
Artinya:
Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas karena dia melihat dirinya serba cukup. (Q.S Al Alaq: 6-7)
dan dijelaskan pula oleh sabda Nabi SAW:

إن لكل أمة فتنة وإن فتنة أمتي المال
Artinya:
Sesungguhnya bagi tiap-tiap umat ada cobaan dan sesungguhnya cobaan umatku (yang berat) ialah harta. (H.R Tabrani dari Ka'ab bin Iyad)
Kalau manusia itu dapat menahan diri, tidak akan berlebih cintanya kepada harta dan anaknya, tetapi cintanya kepada Allah lebih besar daripada cintanya kepada yang lainnya. Maka ia akan mendapat pahala yang besar dan berlipat ganda.
16 Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.(QS. 64:16)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 16

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (16

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan supaya manusia yang mempunyai harta, anak dan istri itu bertakwa kepada-Nya sekuat tenaga dan kemampuannya, sebagaimana dijelaskan yang demikian oleh sabda Nabi SAW:

إذا أمرتكم بأمر فأتو منه ما استطعتم وما نهيتكم عنه فاجتنبوه
Artinya:
Apabila saya perintahkan kamu dengan sesuatu maka laksanakanlah sekuat tenaga dan kemampuanmu dan apa yang saya larang melakukannya, maka jauhilah ia. (HR. Bukhari)
dan dijelaskan pula dalam ayat yang berbunyi:

اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (102
Artinya:
Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Q.S Ali Imran: 102)
Selanjutnya Allah memerintahkan supaya mendengar dan patuh kepada apa yang diperintahkan oleh-Nya dan Rasul-Nya. Jangan terpengaruh pada keadaan sekelilingnya, di kiri dan kanannya, sehingga melanggar apa yang dilarang agama. Harta benda supaya dibelanjakan untuk meringankan penderitaan fakir miskin, menolong orang-orang yang memerlukan pertolongan, dan untuk menolong hal-hal yang berguna kepada umat dan agama, kepada yang membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Yang demikian itu jauh lebih baik daripada menumpuk harta dan memanjakan anak. Ayat ke 16 ini ditutup dengan satu penegasan bahwa orang yang menjauhi kebakhilan dan ketamakan pada harta adalah orang yang beruntung, akan mencapai keinginannya di dunia dan di akhirat, disenangi oleh teman-temannya. Di akhirat nanti ia sangat berbahagia, karena ia dekat pada Tuhannya, disenangi, diridai dan dimasukkan ke dalam surga.
17 Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.(QS. 64:17)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 17 

إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ (17

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sewaktu ia di dunia yakni membelanjakan harta bendanya kepada yang diridai Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dengan ikhlas dan hati yang lega, akan dilipatgandakan pahalanya. Satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh sampai tujuh ratus pahala. Bahkan akan dilipatgandakan lebih dari itu, sesuai dengan keikhlasannya yang mantap di dalam hatinya, sebagaimana di jelaskan dalam ayat lain yang berbunyi:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً
Artinya:
Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. (Q.S Al Baqarah: 245)
Selain daripada itu dosanyapun akan diampuni Allah. Dia Maha Pembalas Jasa, melipatgandakan pahala bagi orang yang taat kepada-Nya, lagi Maha Penyantun, tidak menyegerakan azab orang yang berdosa, meskipun dosa dan kesalahannya bertumpuk.
18 Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(QS. 64:18)
TKQ-TPQ-MADIN "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN,KEC. WONOAYU

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah At Taghaabun 18 

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (18

Dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan bahwa Dia Maha Mengetahui yang gaib apalagi yang nampak. Apa saja yang dikerjakan oleh manusia semua itu tercatat dan tersimpan di sisi-Nya. Tidak satupun yang ketinggalan sekalipun sebesar biji sawi, sebagaimana dijelaskan oleh Allah dengan firman-Nya:

هَذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا
Artinya:
Kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya. (Q.S Al Kahfi: 49)
Amal yang tercatat dalam kitab itu akan dibalas oleh Allah dengan seteliti-telitinya. Yang baik dibalas dengan baik yaitu surga dan yang jahat dibalas dengan siksa di dalam neraka: Dia itu Maha Perkasa dan Kuasa. Semua kehendak-Nya terwujud menjadi kenyataan, lagi Maha Bijaksana mengatur ciptaan-Nya, memberikan apa yang baik kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

Halaman  First Previous Next Last Balik Ke Atas   Total [1]
Ayat 1 s/d 18 dari [18]


Sumber Tafsir dari :

1. Tafsir DEPAG RI, 2. Tafsir Jalalain Indonesia.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU