Rabu, 06 Maret 2013

Risalah Tuntunan Sholat

BAB I

         PENGANTAR UMUM 
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
A. HUKUM ISLAM  

1. MUKALLAF
    Orang Mukallaf adalah orang muslim yang dikenai kewajiban atau perintah dan menjauhi larangan agama,karena telah dewasa dan berakal (akil baligh) serta telah mendengar seruan agama.

2. Hukum-hukum Islam.
     Hukum Islam yang biasa disebut juga hukum Syara' terbagi menjadi lima  :

a. Wajib ; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan mendapat dosa.
Wajib atau fardlu itu dibagi menjadi 2 bagian  :
1). Wajib 'ain ; yaitu yang mesti dikerjakan oleh setiap orang yang mukallaf sendiri,seperti sholat yang lima
      waktu, puasa dan sebagainya.
2). Wajib Kifayah ; yaitu suatu kewajiban yang telah dianggap cukup apabila telah dikerjakan oleh   
      sebagian dari orang-orang mukallaf. Dan berdosalah seluruhnya apabila tidak seorangpun dari mereka 
       mengerjakannya, seperti menyembahyangkan mayit dan menguburkannya.

b. Sunnat  ; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak 
berdosa. 
Sunnat dibagi menjadi dua  :
1). Sunnat Mu'akkad ; yaitu sunnat yang sangat dianjurkan mengerjakannya seperti sholat tarawih, sholat
      dua hari raya, yaitu Idul Fitri dan Idul Adlha dan sebagainya.
2). Sunnat Ghairu Mu'akkad ; yaitu sunnat biasa. 

c. H a r a m ; yaitu suatu perkara yang apabila ditinggalkan mendapat pahala dan jika dikerjakan mendapat
dosa, seperti minum minuman keras, menduhakai orang tua dan sebagainya. 

d. Makruh  ; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan tidak berdosa, dan apabila ditinggalkan mendapat pahala, seperti makan petai dan berambang mentah dan sebagainya.  

e. M u b a h  ; yaitu suatu perkara yang apabila dikerjakan tidak mendapat pahala dan berdosa,dan jika ditinggalkan juga tidak berdosa dan tidak mendapat pahala. Jelasnya boleh saja dikerjan dan ditinggalkan.

3. SYARAT DAN RUKUN.

A. Syarat
          Syarat adalah suatu yang harus ditepati sebelum mengerjakan sesuatu. Kalau syarat-syarat sesuatu tidak sempurna, maka pekerjaan itu tidak sah.

B. R u k u n
          Rukun adalah sesuatu yang harus dikerjakan sebelum memulai suatu pekerjaan, rukun disini berarti bagian yang pokok seperti membaca Fatihah dalam sholat merupakan pokok bagian sholat. Tegasnya sholat tanpa Fatihah tidak sah. Jadi sholat dengan fatihah tidak dapat di pisah-pisahkan.

C. S a h  ; Sah artinya cukup syarat rukunnya dan betul.

D. B a t a l    ;
         Batal artinya tidak cukup syarat rukunnya,atau tidak betul. Jadi apabila suatu pekerjaan atau perkara yang tidak memenuhi syarat rukunnya berarti perkara itu tidak sah atau dianggap batal.

B.   R U K U N  I S L A M


Rukun Islam ada lima yaitu  :

1. Mengucapkan dua kalimat Syahadat ; artinya mengaku tidak ada Tuhan yang wajib di sembah,
    melainkan Allah, dan mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Utusan Allah.

2. Mengerjakan Sholat Lima Waktu sehari semalam

3. Mengeluarkan Zakat.

4. Berpuasa dalam Bulan Ramadhan.

5. Menunaikan Ibadah Haji bagi yang mampu.  

* Dua Kalimat Syahadat  
    Dua Kalimat Syahadat ialah ; Dua perkataan pengakuan yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati untuk menjadikan diri orang Islam.
Lafazh Kalimat Syahadat ialah  :
 
   أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله
                 "ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA-ASYHADU ANNA 
                   MUHAMMADAR RASUULULLAH".
Artinya  ; 
              " Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah,Dan aku bersaksi bahwa Nabi
                 Muhammad adalah Utusan Allah ".
 
               Jika seorang yang bukan Islam membaca dua kalimat syahadat dengan sungguh-sungguh, yakni
membenarkan dengan hati apa yang ia ucapkan, serta mengerti apa yang diucapkan, maka masuklah ia kedalam agama Islam, dan wajiblah ia mengerjakan rukun yang lima.
 
Dua kalimat syahadat masing-masing adalah  ;
1. Syahadat Tauhid = artinya menyaksikan ke Esaan allah.
2. Syahadat Rosul   = artinya menyaksikan dan mengakui ke Rasulan Nabi Muhammad  saw.
 
              Bagi orang yangyang akan memasuki agama Islam, dua kalimat syahadat ini harus diucapkan bersama-sama (berturut-turut) tidak boleh dipisah-pisahkan.
 
** K e t e r a n g a n   :
              Orang-orang yang hendak menjadi muslim/mukmin,mula pertama ia harus mengucapkan dua kalimat syahadat dengan faham maknanya.
              Orang yang tidak bisa mengucapkan dengan lisan karena bisu atau uzur lainnya, atau karena ajal telah mendahuluinya padahal hatinya sudah beriman, mereka itu mukmin di hadapan Allah dan akan selamat kelak di hari kemudian. Tetapi orang yang tidak mau mengucapkannya, maka mereka tetap di hukum kafir.
              Adapun arti Islam ialah tunduk menyerahkan diri kepada Allah dengan ikhlash.
  
<<<<< ooo000ooo>>>>>   
  
 
         
  
        
  
                                 






Selasa, 05 Maret 2013

CARA MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN BENAR

TATA CARA MEMBACA ALQUR'AN YANG BENAR
By 'aLa Kulli Haal

قال تعالى : ورتل القرآن ترتيلا

Maksud tartil dsini adalah :

1. Membca AlQur'an dengan tahqiq, yaitu membaca dengan sefasihfasihnya, dan meratakan gunnah, mad, wakaf dan saktahnya.

2. Membaca AlQur'an dengan hadr, atau dengan cepat, tapi tetap memelihara tajwid makharij, sifat huruf dan gunnahnya.

3. Tadwir, yaitu membaca degan tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.

Untuk kami para ma'aasyirul huffazh AlQur'an, bisa memilih dengan cara apapun.

Jika menggunakan bacaan AlQur'an dengan cara tahqiq, maka sudah saya hitung kecepatannya itu satu juz skitar 40 menit, untuk yang bukan hafal AlQur'an, cara ini sudah pasti dapat memikirkan tiap ayat yang dibacanya, dan inilah cara bacaan yang pantas buat yang bukan hufazh alquran.

Jika menggunakan bacaan AlQur'an dengan cara hadr, maka sudah saya hitung kecepatannya itu satu juz sekitar 20 menit, dan bacaan ini yang dapat melaksanakannya pada kebnyakannya hanya orang-orang hafal AlQur'an, karena biar bagaimanapun cepatnya, mereka tetap bisa menimbang-nimbang tajwidnya dan maknanya.

Jika menggunakan bacaan AlQur'an dengan cara tadwir, maka sudah saya hitung kecepatannya dalam satu juz adalah 30 menit, dan bacaan ini juga cocok untuk yang hafizh atau bukan hafizh alquran, menurut saya bacaan inilah yang paling standar, karena selain bisa menjaga kecepatan, juga bisa menjaga tajwid huruf, sifat, gunnah, mad dan waqaf2.

Jika waktu satu hari kita habiskan cuma buat membaca alquran, maka :

1. Jika menggunakan bacaan tahqiq 40 menit 1 juz, maka untuk menghabiskan 30 juz dperlukan waktu 20 jam dalam sehari saja sudah khatam.

2. Jika menggunakan bacaan hadr 20 menit 1 juz, maka untuk menghabiskan 30 juz diperlukan wkt 10 jam dalam sehari saja udah khatam.

3. Jika menggunakan bacaan tadwir 30 menit 1 juz, maka untuk menghabiskan 30 juz diperlukan waktu 15 jam dalam sehari saja udah khatam.

Adapun cerita-cerita imam nawawi dalam kitab tibyannya, bahwa diantara para sahabat dan para imam ada yang bisa mengkhatamkan sehari dua kali, atau lebih, maka itu adalah pemberian Allah kepada orang yang dipilihnya, dan sayapun tidak sanggup mengikuti amalan mereka, karena sekarang ini berkah waktu sudah banyak diangkat oleh Allah dikarenakan manusianya suka buang2 waktu... ^_^

KATA KATA BIJAK

70 Perkataan Orang Bijak Yang Terkenal

1.Marah itu mudah. Tapi marah kepada siapa, dengan ukuran kemarahan yang sesuai, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itulah yang susah. (Aristoteles)

2.Kesakitan membuat Anda berpikir. Pikiran membuat Anda bijaksana. Kebijaksanaan membuat kita boleh bertahan dalam hidup. (John Pattrick).

3.Jangan pernah melupakan apa pun yang dikatakan seseorang ketika dia sedang marah, kerana akan seperti itu pulalah perlakuannya kepada Anda. (Henry Ward Beecher)

4.Kejayaan adalah kemampuan untuk melalui dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat. (Winston Chuchill)

5.Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam gelombang besar kehidupan. (Goethe)

6.Secara teori saya meyakini hidup harus dinikmati, tapi kenyataannya justru sebaliknya – Kerana tidak semuanya mudah dinikmati. (Charles Lamb)

7.Orang yang menginginkan impiannya menjadi kenyataan, harus menjaga diri agar tidak banyak tertidur. (Richard Wheeler)

8.Bila Anda ingin bahagia, buatlah tujuan yang boleh mengendalikan pikiran, melepaskan tenaga, serta mengilhami harapan Anda, (Andrew Carnegie).

9. Kita hanya berfikir ketika kita menghadapi pada suatu masalah. (John Dewey)

10.Kesalahan orang lain terletak pada mata kita, tetapi kesalahan kita sendiri terletak di belakang kita. (Ruchert)

11.Yang baik bagi orang lain adalah selalu yang betul-betul membahagiakannya. (Aristoteles)

12.Semua yang betul bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat betul. (Hegel)

13.Sebelum menolong orang lain, saya harus dapat menolong diri sendiri. Sebelum menguatkan orang lain, saya harus menguatkan diri sendiri dahulu. (Petrus Claver)

14.Lebih baik bertempur dan kalah daripada tidak pernah bertempur sama sekali. (Arthur Hugh Clough)

15.Hidup adalah humor yang baru saja dimulai. (W.S. Gilbert)

16.Orang yang boleh menggunakan dan menyimpan wang adalah orang yang paling bahagia, karena dia memiliki kedua kesenangan. (Samuel Johnson)

17.Kebijaksanaan tidak pernah berbohong. (Homer)

18.Tuhan sering mengunjungi kita, tetapi kebanyakan kita sedang tidak ada di rumah. (Joseph Roux)

19.Seorang pendengar yang baik mencuba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja dia sangat tidak setuju, tetapi sebelum dia tidak setuju, dia ingin tahu dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells)

20.Seorang lelaki sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan perbualannya dengan penuh perhatian. (Brenden Francis)

21.Kebahagian hidup yang sebenarnya adalah hidup dengan rendah hati. (W.M. Thancheray)

22.3×25 Watt ≠ 75 Watt
Sebuah bola lampu berukuran 75 watt kelihatan bersinar lebih terang dibandingkan dengan tiga buah bola lampu 25 Watt yang dinyalakan bersamaan
.
23.Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, kerana tidak kena tanggung jawab maupun tidak dapat dicuri, kerana tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan. (Hitopadesa)

24.Bila orang mulai dengan kepastian, dia akan berakhir dengan keraguan. Jika orang mulai dengan keraguan, dia akan berakhir dengan kepastian. (Francis Bacon)

25.Cuma sedikit orang yang menginginkan kebebasan, kebanyakan hanya menginginkan seorang tuan yang adil. (Gaius Sallatus Crispus)

26.Tidak diinginkan, tidak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan orang, itu merupakan derita kelaparan yang hebat, kemiskinan yang lebih besar daripada orang yang tidak boleh makan. Kita harus saling merasakan hal itu. (Ibu Teresa)
27.Pengalaman bukan saja yang telah terjadi pada diri Anda. Melainkan apa yang Anda lakukan dengan kejadian yang Anda alami. (Aldous Huxley)

28.Dunia adalah komedi bagi mereka yan memikirkannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. (Harace Walpole)

29.Saya percaya kata pengurusan berarti memegang burung dara di genggaman tangan. Kalau terlalu kuat ia akan mati. Tapi bila terlalu kendur, ia boleh terlepas. (Tommy Lasorda)

30.Sejarah manusia merupakan tanah pemakaman dari kebudayaan-kebudayaan yang tinggi, yang runtuh kerana mereka tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan dan cabaran. (Erich Fromm)

31.Kemajuan merupakan kata yang merdu. Tetapi perubahanlah penggeraknya dan perubahan mempunyai banyak musuh. (Robert F. Kennedy)

32.Kita mengajarkan disiplin untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi lemah, pasif, atau penurut. (Maria Montessori)

33.Tugas dan pendidikan ialah mengusahakan agar anak tidak mempunyai anggapan keliru bahwa kebaikan sama dengan bersikap lemah dan kejahatan sama dengan bersikap kuat. (Maria Montessori)

34.Kemampuan mendisplinkan keinginan merupakan latar belakang dari watak. (John Locke 1632-1704)

35.Kebahagian dari setiap negara lebih bergantung pada watak penduduknya daripada bentuk pemerintahannya. (Thomas Chandler Haliburton 1796-1865)

36.Menyapu lantai dan mencuci pinggan sama mulianya seperti menjadi presiden. (Richard M. Nixon)

37.Jangan pernah menghempas pintu, siapa tahu kita harus kembali. (Don Herold)

38.Diplomat ialah orang yang selalu ingat pada ulang tahun seorang wanita tetapi tidak pernah ingat berapa umur wanita itu. (Robert Frost)

39.Orang yang paling tidak bahagia ialah mereka yang yang paling takut pada perubahan. (Mignon McLaughlin)

40.Kalau manusia berangsur menjadi tua, umumnya dia cenderung menentang perubahan, terutama perubahan ke arah perbaikan. (John Steinbeck)

41.Selama hidup saya yang sudah 87 tahun ini, saya telah menyaksikan banyak revolusi teknologi. Tetapi tidak satu pun diantaranya yang tidak memerlukan watak yang baik atau kemampuan untuk berfikir. (Bernard M. Baruch)

42.Pendidikan mempunyai akar yang pahit, tapi buahnya manis. (Aristoteles)

43.Pendidikan mengembangkan kemampuan, tetapi tidak menciptakannya. (Voltaire)

4.Pendidikan yang baik tidak menjamin pembentukan watak yang baik. (Fonttenelle)

45.Setelah makan, pendidikan merupakan keperluan utama rakyat. (Danton)

46.Kerendahan hati disukai orang-orang terkenal. Namun orang yang bukan apa-apa susah untuk rendah hati. (Paul Valěry)

47.Berdikari merupakan seni untuk berdiri di atas kaki sendiri namun dipeluk tangan orang lain. (Alex Winter)

48.Sebelum menikah saya mempunyai enam teori tentang bagaimana mendidik anak. Kini saya mempunyai enam anak dan tidak mempunyai satu teoripun. (John Wilmot, Earl of Rochester 1647-1680)

49.Kebahagiaan itu seperti batu arang, ia diperoleh sebagai produk sampingan dalam proses pembuatan sesuatu. (Aldous Huxley)

50.Dari pesawat terbang yang saya cintai, saya melihat ilmu pengetahuan yang saya puja memusnahkan kebudayaan, padahal saya mengharapkan mereka dimanfaatkan untuk kebudayaan. (Charles A. Lindbergh, Jr.)

51.Harapan adalah tiang yang menyangga dunia. (Pliny the Elder)

52.Alat yang menghemat kerja yang paling popular sampai saat ini masih tetap suami yang kaya. (Joey Adams)

53.Seorang ahli arkeologi merupakan suami terbaik yang boleh diperolehi wanita; makin tua si istri, makin besar minat suami terhadapnya. (Agatha Cristie)

54.Saya lebih suka lamunan untuk masa akan datang daripada sejarah masa lalu. (Thomas Jefferson 1743-1826)

55.Jangan memberi nasehat kalau tidak diminta. (Erasmus)

56.Manusia mudah dibohongi oleh orang yang dicintainya. (Molire)

57.Sebelum menulis, belajarlah berpikir dulu. (Boileau)

58.Orang yang berjiwa besar, merasa boleh menulis dengan hebat. Orang yang berjiwa besar merasa boleh menulis cukup-cukup. (La Bruyère)

59.Kemenangan yang paling indah adalah boleh menaklukkan hati sendiri. (La Fontaine)

60.Tidak ada yang selembut dan sekeras hati. (G.C. Lichtenberg)

61.Lebih baik faham sedikit daripada salah faham. (A. France)

62.Orang memerlukan dua tahun untuk berbicara, tetapi lima puluh tahun untuk belajar tutup mulut. (Ernest Hemingway)

63.Penulis buku jarang intelektual. Intelektual ialah mereka yan berbicara tentang buku yang ditulis orang lain. (Françoise Sagan)

64.Orang yang mencemarkan udara dengan kilangnya dan budak jahat yang memecahkan kaca kedai menunjukkan hal yang sama. Mereka tidak peduli pada orang lain. (Dhaniel Patrick Moynihan)

65.Mereka yang bermimpi di siang hari akan lebih menyadari bahaya yang hilang dari penglihatan mereka yang mimpi di malam hari. (Edgar Allen Poe)

66.”Mulai” adalah kata yang penuh kekuatan. Cara terbaik untuk menyelesaikan sesuatu adalah, “mulai”.Tapi juga mengherankan, pekerjaan apa yang dapat kita selesaikan kalau kita hanya memulainya. (Clifford Warren)

67.Saya tidak hanya menggunakan semua kecerdasan yang dimiliki otak melainkan juga yang dapat saya pinjam. (Woodrow Wilson)

68.Yang kalah adalah wujud hukuman atas kegagalan. Pemenang adalah penghargaan atas kejayaannya. (Bob Gilbert)

69.Bila Anda mengatakan apa yang Anda pikirkan, jangan harap hanya mendengar apa yang Anda sukai. (Malcom S. Forbes)

70.Kesusahan itu ibarat seorang bayi. Hanya boleh berkembang dengan cara merawatnya. (Douglas Jerrold)



SHOLAT ISTIHOROH DAN FADILLAHNYA

Shalat sunah istikharah merupakan shalat sunah yang dilakukan seorang muslim dengan harapan mendapatkan petunjuk dari Allah SWT antara dua pilihan yang berbeda perkara di dunia. Shalat sunah istikharah banyak manfaat yang bisa anda dapatkan seperti kematangan pilihan yang terbaik untuk masa depan anda.
Niat shalat sunah istikharah
Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini Lillahi Ta’aala

Artinya: “Aku niat shalat sunah istikharah dua rakaat karena Allah”.
Bacaan surah yang harus dibaca dalam rakaat pertama shalat sunah istikharah adalah surah Al-Fatihah dan surah Al-Khafirun, sedangkan untuk rakaat kedua shalat sunah istikharah dianjurkan untuk membaca surah Al-Fatihah dan surat Al-Iklas.
Doa shalat sunah istikharah
Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika , wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pilihan-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku mohon kepastian kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, Engakau Maha Tahu dan Maha Mengetahui segala yang gaib”.
Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibati amrii, ‘aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii ‘aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni ‘anhu waqdur liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir
Artinya: “Ya Allah, jika Engkau mengetahui urusan ini baik bagiku, untuk agamaku, untuk penghidupanku dan akhir kesudahannya kelak, maka takdirkanlah dia bagiku dan mudahkanlah dia bagiku, kemudian berilah dia berkah bagiku.
Dan apabila Engkau mengetahui pekerjaan itu buruk bagiku, untuk agamaku, untuk penghidupanku dan akhir kesudahannya kelak, maka singkirkanlah dia daripadaku dan hindarkanlah aku daripadanya.. Takdirkanlah hal-hal yang baik bagiku dimana kebajikan itu berada, kemudian berilah aku menyenanginya”.
Sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah dan sangat butuh pada pertolongan Allah dalam setiap urusan-Nya. Yang mesti diyakini bahwa manusia tidak mengetahui perkara yang ghoib. Manusia tidak mengetahui manakah yang baik dan buruk pada kejadian pada masa akan datang. Oleh karena itu, di antara hikmah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya, Dia mensyariatkan do’a supaya seorang hamba dapat bertawasul pada Rabbnya untuk dihilangkan kesulitan dan diperolehnya kebaikan.
Seorang muslim sangat yakin dan tidak ada keraguan sedikit pun bahwa yang mengatur segala urusan adalah Allah Ta’ala. Dialah yang menakdirkan dan menentukan segala sesuatu sesuai yang Dia kehendaki pada hamba-Nya.
Allah Ta’ala berfirman,
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (68) وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (69) وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الْأُولَى وَالْآَخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (70)
Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Rabb (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al Qashash: 68-70)
Al ‘Allamah Al Qurthubi rahimahullah mengatakan, “Sebagian ulama menjelaskan: tidak sepantasnya bagi orang yang ingin menjalankan di antara urusan dunianya sampai ia meminta pada Allah pilihan dalam urusannya tersebut yaitu dengan melaksanakan shalat istikhoroh.[1]
Yang dimaksud istikhoroh adalah memohon kepada Allah manakah yang terbaik dari urusan yang mesti dipilih salah satunya.[2]
Dalil Disyariatkannya Shalat Istikhoroh
Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا ، كَمَا يُعَلِّمُ السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ يَقُولُ « إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ »
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan. Beliau mengajari shalat ini sebagaimana beliau mengajari surat dari Al Qur’an. Kemudian beliau bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a: “Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih
Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya.”[3]
Faedah Mengenai Shalat Istikhoroh
Pertama: Hukum shalat istikhoroh adalah sunnah dan bukan wajib. Dalil dari hal ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu
Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah didatangi seseorang, lalu ia bertanya mengenai Islam. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat lima waktu sehari semalam.”  Lalu ia tanyakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
هَلْ عَلَىَّ غَيْرُهَا قَالَ « لاَ ، إِلاَّ أَنْ تَطَّوَّعَ »
“Apakah aku memiliki kewajiban shalat lainnya?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun menjawab, “Tidak ada, kecuali jika engkau ingin menambah dengan shalat sunnah.”[4]
Kedua: Dari hadits di atas, shalat istikhoroh boleh dilakukan setelah shalat tahiyatul masjid, setelah shalat rawatib, setelah shalat tahajud, setelah shalat Dhuha dan shalat lainnya.[5] Bahkan jika shalat istikhoroh dilakukan dengan niat shalat sunnah rawatib atau shalat sunnah lainnya, lalu berdoa istikhoroh setelah itu, maka itu juga dibolehkan. Artinya di sini, dia mengerjakan shalat rawatib satu niat dengan shalat istikhoroh karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu.” Di sini cuma dikatakan, yang penting lakukan shalat dua raka’at apa saja selain shalat wajib. [6]
Al ‘Iroqi mengatakan, “Jika ia bertekad melakukan suatu perkara sebelum ia menunaikan shalat rawatib atau shalat sunnah lainnya, lalu ia shalat tanpa niat shalat istikhoroh, lalu setelah shalat dua rakaat tersebut ia membaca doa istikhoroh, maka ini juga dibolehkan.”[7]
Ketiga: Istikhoroh hanya dilakukan untuk perkara-perkara yang mubah (hukum asalnya boleh), bukan pada perkara yang wajib dan sunnah, begitu pula bukan pada perkara makruh dan haram. Alasannya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يُعَلِّمُ أَصْحَابَهُ الاِسْتِخَارَةَ فِى الأُمُورِ كُلِّهَا
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengajari para sahabatnya shalat istikhoroh dalam setiap urusan.” Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Abi Jamroh bahwa yang dimaksudkan dalam hadits ini adalah khusus walaupun lafazhnya umum.[8] Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan hadits tersebut bahwa istikhoroh hanya khusus untuk perkara mubah atau dalam perkara sunnah (mustahab) jika ada dua perkara sunnah yang bertabrakan, lalu memilih manakah yang mesti didahulukan.”[9]
Contohnya, seseorang tidak perlu istikhoroh untuk melaksanakan shalat Zhuhur, shalat rawatib, puasa Ramadhan, puasa Senin Kamis, atau mungkin dia istikhoroh untuk minum sambil berdiri ataukah tidak, atau mungkin ia ingin istikhoroh untuk mencuri.  Semua contoh ini tidak perlu lewat jalan istikhoroh.
Begitu pula tidak perlu istikhoroh dalam perkara apakah dia harus menikah ataukah tidak. Karena asal menikah itu diperintahkan sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,
وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan.” (QS. An Nur: 32)
Begitu pula Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ
Wahai para pemuda, jika salah seorang di antara kalian telah mampu untuk memberi nafkah, maka menikahlah.[10] Namun dalam urusan memilih pasangan dan kapan tanggal nikah, maka ini bisa dilakukan dengan istikhoroh.
Sedangkan dalam perkara sunnah yang bertabrakan dalam satu waktu, maka boleh dilakukan istikhoroh. Misalnya seseorang ingin melakukan umroh yang sunnah, sedangkan ketika itu ia harus mengajarkan ilmu di negerinya. Maka pada saat ini, ia boleh istikhoroh.
Bahkan ada keterangan lain bahwa perkara wajib yang masih longgar waktu untuk menunaikannya, maka ini juga bisa dilakukan istikhoroh. Semacam jika seseorang ingin menunaikan haji dan hendak memilih di tahun manakah ia harus menunaikannya. Ini jika kita memilih pendapat bahwa menunaikan haji adalah wajib tarokhi (perkara wajib yang boleh diakhirkan).[11]
Keempat: Istikhoroh boleh dilakukan berulang kali jika kita ingin istikhoroh pada Allah dalam suatu perkara. Karena istikhoroh adalah do’a dan tentu saja boleh berulang kali. Ibnu Az Zubair sampai-sampai mengulang istikhorohnya tiga kali. Dalam shahih Muslim, Ibnu Az Zubair mengatakan,
إِنِّى مُسْتَخِيرٌ رَبِّى ثَلاَثًا ثُمَّ عَازِمٌ عَلَى أَمْرِى
“Aku melakukan istikhoroh pada Rabbku sebanyak tiga kali, kemudian aku pun bertekad menjalankan urusanku tersebut.”[12]
Kelima: Do’a shalat istikhoroh yang lebih tepat dibaca setelah shalat dan bukan di dalam shalat. Alasannya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ …
“Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu, lalu hendaklah ia berdo’a: “Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika …[13]
Syaikh Musthofa Al ‘Adawi hafizhohullah mengatakan, “Aku tidak mengetahui dalil yang shahih yang menyatakan bahwa do’a istikhoroh dibaca ketika sujud atau setelah tasyahud (sebelum salam) kecuali landasannya adalah dalil yang sifatnya umum yang menyatakan bahwa ketika sujud dan tasyahud akhir adalah tempat terbaik untuk berdo’a. Akan tetapi, hadits ini sudah cukup sebagai dalil tegas bahwa do’a istikhoroh adalah setelah shalat. ”[14]
Keenam: Istikhoroh dilakukan bukan dalam kondisi ragu-ragu dalam satu perkara karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
““Jika salah seorang di antara kalian bertekad untuk melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua raka’at selain shalat fardhu”. Begitu pula isi do’a istikhoroh menunjukkan seperti ini. Oleh karena itu, jika ada beberapa pilihan, hendaklah dipilih, lalu lakukanlah istikhoroh. Setelah istikhoroh, lakukanlah sesuai yang dipilih tadi. Jika memang pilihan itu baik, maka pasti Allah mudahkan. Jika itu jelek, maka nanti akan dipersulit.[15]
Ketujuh: Sebagian ulama menganjurkan ketika raka’at pertama setelah Al Fatihah membaca surat Al Kafirun dan di rakaat kedua membaca surat Al Ikhlas. Sebenarnya hal semacam ini tidak ada landasannya. Jadi terserah membaca surat apa saja ketika itu, itu diperbolehkan.[16]
Kedelepan: Melihat dalam mimpi mengenai pilihannya bukanlah syarat dalam istikhoroh karena tidak ada dalil yang menunjukkan hal ini. Namun orang-0rang awam masih banyak yang memiliki pemahaman semacam ini. Yang tepat, istikhoroh tidak mesti menunggu mimpi. Yang jadi pilihan dan sudah jadi tekad untuk dilakukan, maka itulah yang dilakukan.[17] Terserah apa yang ia pilih tadi, mantap bagi hatinya atau pun tidak, maka itulah yang ia lakukan karena tidak dipersyaratkan dalam hadits bahwa ia harus mantap dalam hati.[18] Jika memang yang jadi pilihannya tadi dipersulit, maka berarti pilihan tersebut tidak baik untuknya. Namun jika memang pilihannya tadi adalah baik untuknya, pasti akan Allah mudahkan.
Tata Cara Istikhoroh
Pertama: Ketika ingin melakukan suatu urusan yang mesti dipilih salah satunya, maka terlebih dahulu ia pilih di antara pilihan-pilihan yang ada.
Kedua: Jika sudah bertekad melakukan pilihan tersebut, maka kerjakanlah shalat dua raka’at (terserah shalat sunnah apa saja sebagaimana dijelaskan di awal).
Ketiga: Setelah shalat dua raka’at, lalu berdo’a dengan do’a istikhoroh:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ فَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ هَذَا الأَمْرَ – ثُمَّ تُسَمِّيهِ بِعَيْنِهِ – خَيْرًا لِى فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – قَالَ أَوْ فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – فَاقْدُرْهُ لِى ، وَيَسِّرْهُ لِى ، ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، اللَّهُمَّ وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّهُ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى – أَوْ قَالَ فِى عَاجِلِ أَمْرِى وَآجِلِهِ – فَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِىَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ، ثُمَّ رَضِّنِى بِهِ
Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.
[Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku beristikhoroh pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak. Engkaulah yang mengetahui perkara yang ghoib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini (sebut urusan tersebut) baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, penghidupan, dan akhir urusanku (baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, takdirkanlah yang terbaik bagiku di mana pun itu sehingga aku pun ridho dengannya]
Keempat: Lakukanlah pilihan yang sudah dipilih di awal tadi, terserah ia merasa mantap atau pun tidak dan tanpa harus menunggu mimpi. Jika itu baik baginya, maka pasti Allah mudahkan. Jika itu jelek, maka pasti ia akan palingkan ia dari pilihan tersebut.
Demikian penjelasan kami mengenai panduan shalat istikhoroh. Semoga bermanfaat.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.
Diselesaikan di Pangukan-Sleman, di sore hari menjelang Maghrib, 15 Rabi’ul Awwal 1431 H (01/03/2010)
26- DOA SHALAT ISTIKHARAH74. Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah utk memutuskan segala sesuatu sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda: “Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana utk mengerjakan sesuatu hendaknya melakukan shalat sunnah dua rakaat kemudian bacalah doa ini:74- {{اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ -أَوْ قَالَ: عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ- فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ}}.“Ya Allah sesungguhnya aku meminta pilihan yg tepat kepadaMu dgn ilmu pengetahuanMu dan aku mohon kekuasaanMu dengan kemahakuasaanMu. Aku mohon kepadaMu sesuatu dari anugerahMu Yang Maha Agung sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahuinya dan Engkau adl Maha Mengetahui hal yg ghaib. Ya Allah apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini {orang yg mempunyai hajat hendaknya menyebut persoalannya} lbh baik dalam agamaku dan akibatnya terhadap diriku atau -Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: …di dunia atau akhirat- sukseskanlah untukku mudahkan jalannya kemudian berilah berkah. Akan tetapi apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lbh berbahaya bagiku dalam agama perekonomian dan akibatnya kepada diriku maka singkirkan persoalan tersebut dan jauhkan aku daripadanya takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada kemudian berilah kerelaanMu kepadaku.” (89)Tidak menyesal orang yg beristikharah kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta’ala berfirman: “… dan bermusyawarahlah kepada mereka dalam urusan itu . Bila kamu telah membulatkan tekad bertawakkallah kepada Allah…” (89) HR. Al-Bukhari 7/162. sumber : Kitab Hisnul Muslim - Kumpulan Doa dan Dzikir Dari Al Quran dan As Sunnah, Said bin Ali Al Qathani dalam ebook DzikirWirid.chm oleh akhukum fillah La Adri At Tilmidz

Manfaat mandi air dingin dibanding air hangat

MANFAAT MANDI AIR DINGIN DI BANDING AIR HANGAT

Seberapa seringkah Anda mandi air hangat di pagi hari? Jika jawabannya tiap hari sebaiknya ubah kebiasaan itu. Di pagi hari orang disarankan mandi air dingin karena lebih banyak manfaatnya.

Sedangkan mandi air hangat boleh sesekali dilakukan jika tubuh terlalu lelah di malam hari karena mandi air hangat berkhasiat mengendurkan otot, meredakan stres dan mengatasi insomsia.

Sedangkan saat Anda membutuhkan semangat untuk memulai aktivitas di pagi hari, sebaiknya mandilah dengan air dingin.

Air hangat memang punya khasiat untuk relaksasi otot dan pikiran, serta mengobati insomnia. Tapi bila dilakukan setiap hari dan berlebihan, maka Anda juga akan merasakan risiko buruknya.

Beberapa risiko bila terlalu sering mandi air hangat, seperti dilansir BBC dan babycenter, Jumat (4/2/2011) adalah:

1. Memperbesar pori-pori
Untuk membersihkan wajah dari kotoran dan minyak, mandi hangat memang dapat membantu. Namun bila Anda tidak menutup kegiatan mandi air hangat dengan air dingin, maka pori-pori Anda akan membuka dan semakin lebar, yang menyebabkan mudah terbentuknya jerawat.

2. Menurunkan kualitas sperma
Berendam atau mandi dengan air hangat tidak baik untuk testis. Berdasarkan penelitian tahun 2007, berendam selama 30 menit dalam bak air hangat atau panas dapat menurunkan produksi sperma. Tapi efek negatif ini bersifat reversible (dapat berubah).
Eksposur air hangat atau panas bisa berdampak negatif bagi sperma karena membuat sperma membutuhkan waktu yang lama untuk matang. Perkembangan sperma terbaik dikenal pada lingkungan yang dingin, inilah sebabnya mengapa testis terletak di luar tubuh manusia, yaitu di dalam skrotum.

3. Membahayakan janin
Mandi air hangat sebenarnya tidak bermasalah untuk ibu yang sedang hamil, tapi yang perlu diperhatikan adalah suhunya. Bila suhu air terlalu tinggi maka kegiatan mandi tersebut bisa membahayakan bayi. Suhu yang tinggi terutama di awal-awal kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir pada keturunan yang dilahirkan.

Kebalikannya dengan air dingin terutama pada pagi hari justru memberi manfaat pada kulit dan pembuluh darah seperti:

1. Membuat sirkulasi darah lebih baik
Jika air hangat membuat aliran darah bergerak menuju kulit, maka air dingin membuat aliran darah menuju organ-organ tubuh. Mandi air dingin lebih meningkatkan sistem sirkulasi darah. Sirkulasi darah yang baik dapat menghindari berbagai penyakit serius seperti hipertensi, pengerasan arteri dan munculnya varises. Hal ini bisa dipraktikkan dengan mandi didahului air hangat dan diakhiri dengan air dingin.

2. Kulit bercahaya dan membuat awet muda
Mengecilkan dan menutup pori-pori dengan air dingin dapat mencegah masuknya kotoran dan minyak yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan ketidaksempurnaan kulit seperti jerawat. Manfaat lain, mandi air dingin dapat mengurangi pembengkakan pembuluh darah yang menyebabkan muculnya lingkaran hitam di bawah mata. Dengan begitu, mandi air dingin bisa membuat kulit bercahaya, sehat dan awet muda.

3. Membuat rambut sehat
Air dingin dapat membuat rambut sehat dan bercahaya karena dapat menutup kutikula sehingga membuat rambut lebih kuat dan mencegah kotoran menumpuk di kulit kepala. Dengan menutup pori-pori akan membuat rambut lebih kuat ketika disisir, sehingga mencegah kerontokan dan juga memperlambat tumbuhnya uban.

4. Memberi semangat di pagi hari
Pada zaman samurai kuno, prajurit selalu menyiram air dingin ke kepala setiap pagi dengan mempraktikkan Misogi. Ini adalah ritual pemurnian pada tingkat spiritual. Menurut prajurit, mandi air dingin dapat memberi semangat, membantu memulai hari dan petualangan baru yang segar. Air dingin jelas membantu membangunkan orang yang masih merasa mengantuk di pagi hari.


Sabtu, 02 Maret 2013

BIOGRAFI KYAI DAHLAN SALIM ZARKASYI

- See more at: http://dapur-tutorial.blogspot.com/2012/10/cara-pasang-efek-salju-di-blog.html#sthash.OTQ3URGV.dpuf - See more at: http://dapur-tutorial.blogspot.com/2012/10/cara-pasang-efek-salju-di-blog.html#sthash.OTQ3URGV.dpuf - See more at: http://afahngeblog.blogspot.com/2012/09/cara-memasang-widget-animasi-follow-me.html#sthash.HtJUCl8q.dpuf
Kyai Dahlan Salim Zarkasyi
Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi seisinya, yang telah melimpahkan anugrah kepada kita semua. Hingga saat ini kita masih merasakan anugrah itu yang berupa kesehatan, keimanan dan mahabbah orang-orang yang terpilih menjadi Ahlul qur’an.
Sholawat dan salam mari kita sanjungkan ke pangkuan insan terpilih, insan teladan sepanjang zaman dan penerima wahyu dari ar-Rohman berupa al-Qur’an yang membawa manusia keluar dari kegelapan menuju terang benderang.
Syukur dan terimakasih kepada Allah yang telah mempertemukan kita kepada seorang guru al-Qur’an yang sangat arif dan penuh wawasan, pendobrak system pengajaran yang sudah lama yang berjalan dari zaman ke zaman, penerima ilmu dari Allah SWT. Untuk mempersatukan umat dari berbagai kelompok dan golongan, sehingga merasa satu dan bersatu dalam tujuan. Yaitu, menyebarluaskan ilmu baca al-Qur’an yang benar, fasih dan penuh keikhlasan. Beliau adalah al-Mukarrom Bapak K.H. Dahlan Salim Zarkasyi yang sangat teliti dan hati-hati di setiap langkah yang dilalui.
Menurut kami beliau adalah
1. “Seorang waliyullah yang sangat amat pandai dalam menyembunyikan kewaliannya”
Pada suatu saat saya sowan silaturrahim, kebetulan tidak ada tamu selain saya. Beliau mengajarkan kepada saya tentang tawadhu’, ilmu sufi, sampai beliau menjelaskan dengan cerita si A, si B dan seterusnya semua itu waliyullah. Ada sebuah foto yang beliau tunjukkan kepada saya seraya dawuh, “Ini adalah waliyullah yang sangat pandai menyembunyikan kewaliannya”. Berhubung saya belum kenal yang di foto itu, saya bertanya “Siapakah ini yai?” beliau menjawab, “Beliau adalah Gus Mik”. Kemudian saya matur secara sepontan, mungkin di luar kesadaran saya, “Kalau begitu Pak Kyai juga waliyullah karena
لا يعرف الولى الا الولى
Sambil wajah beliau menunduk dan berkaca-kaca beliau diam dan tidak berkomentar. Menurut pendapat saya diamnya beliau adalah menunjukkan bahwa tebakan saya adalah benar berdasarkan firman Allah:
اللهُ وَلِىُّ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِصلى
Artinya, “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)”. (al-Baqoroh:257)
2. “Beliau adalah seorang hafidz yang amat sangat pandai menyembunyikan kehafidhaannya”
Beliau sering dawuh kepada saya, “Alhamdulillah guru al-Qur’an saya semua hafidh”.
TPA Darul Istiqomah, saya termasuk orang yang ikut khidmat di sana. Tempo dulu, setiap anak khotam ijazahnya ditandatangani oleh al-Mukarrom Bapak K.H. Dahlan Salim Zarkasyi (Pengasuh TPA Raudlotul Mujawwidin). Pada khotam ke tiga tahun 1993 yang khotam di TPA Darul Istiqomah ada 100 anak, seperti biasa saya sowan ke Semarang mohon tandatangan beliau dengan ijazah yang sudah tertulis rapi. Nama Bapak K.H. Dahlan, kami kasih tambahan AL HAAFIDH. Dengar tutur bahasa yang tidak menyakitkan hati, beliau berkata, “Saya ndak berani nandatangani”. Saya berkata, “Kanapa yai?”. Beliau menjawab, “Saya kan tidak hafidh, kok ditulis al-hafidz. Maaf ya, dibetulkan nanti saya akan tandatangani”. Dengan hati marem tapi penuh harap, saya pulang ke kudus untuk membenahi ijazah.
Walaupun begitu hati tetap percaya dan yakin, bahwa Bapak K.H. Dahlan Salim Zarkasyi adalah seorang hafidh. Buktinya, setiap ada orang baca al-Qur’an, satu ayat bahkan satu kalimat saja beliau sudah bisa menyimpulkan karakter bacaan orang tersebut.
Suatu hari ada tamu seorang hafidh dan minta ditashih. Beliau dawuh, “Sudah ndak usah, langsung serahkan saja foto dan identitas anda, nanti akan kami buatkan Syahadah”. Peristiwa semacam ini berulangkali terjadi, berpuluh-puluh para hafidh yang ingin ditashih Bapak K.H. Dahlan Salim Zarkasyi. Pada akhirnya suatu hari saya sowan silaturahim. Beliau sudah duduk diruang tamu, setelah saya salam dan salim, seperti biasa dengan senyum has, saya dipersilahkan duduk. Tidak lama kemudian Pak Bunyamin membawa dua cangkir teh. Satu untuk yai Dahlan satu untuk saya. Kemudian Bapak K.H. Dahlan bercerita, “Kemaren ada tamu seorang hafidh minta saya tashih, kemudian saya niat ngaji (berguru dengan orang itu). Akhirnya kami tashih, ternyata menurut aturan Qiraati orang itu belum lulus, karena banyak kesalahan”. Dengan peristiwa itu, walaupun hafidh tetap harus ditashih.
Bahkan beliau dawuh kepada saya, “Pak Halimi bila ada orang hafidh minta di simak bacaannya, simak saja dengan niat ngaji pada orang itu” kata-kata itu yang menjadi kami mau menyimak bacaan orang-orang yang kami tidak kenal.
Bukti bahwa Bapak K.H. Dahlan Salim Zarkasyi adalah seorang hafidh adalah dawuh seorang waliyullah di Moga Pemalang Mbah Nor Moga.
Kyai Dahlan cerita, “Saya itu orang yang senang ziarah silaturahim pada waliyullah, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Pada suatu hari saya silaturahim ke Mbah Nor Moga. Di sana banyak tamu, sampai rumah beliau penuh dengan tamu. Berhubung saya datangnya kari (belakangan), maka saya duduk di pojok ruangan”. Mbah Nor berkata, “Ngaji al-Qur’an 2 tahun apal al-Qur’an iku biasa, 2 bulan apal, biasa. Dua hari apal, yo biasa, seng luar biasa, ono wong ngaji al-Qur’an 2 daqiqoh (2 detik) apal, iku luar biasa. Iki ono wonge neng kene (ada di sini) opo sampean ora pengen weruh wonge?” tanya Mbah Nor pada para tamu. Para tamu serentak jawab, “Inggih kepengen mbah”. Kemudian Mbah Nor jawab sambil menunjukkan jarinya ke arah pojok ruangan (Pak Yai Dahlan), “Iku lo wonge”. Semua wajah berpaling memandang pak Yai Dahlan. Kemudian Yai Dahlan bilang pada saya, “Saya bingung waktu itu, wong saya tidak apal kok dibilang apal al-Qur’an”.
Untuk kami (Achmad Chalimi) yakin dengan haqqul yaqin bahwa al-Mukarrom Bapak K.H. Dahlan adalah seorang hafidh.
Bukti bahwa Bapak K.H. Dahlan adalah seorang yang hafidh, pada waktu beliau wafat banyak teman-teman Bapak K.H. Dahlan yang bilang pada ustadz Bunyamin bahwa Bapak K.H. Dahlan adalah seorang hafidh. Bahkan ada seorang teman beliau memaksa pada ustadz Bunyamin untuk bersaksi bahwa Bapak K.H. Dahlan adalah hafidzh dengan kalimat, “Bunyamin kamu harus bersaksi bahwa ayahmu itu hafal Qur’an”. Ustadz Bunyamin menolak kesaksian itu, namun teman Yai Dahlan tadi memaksa pada Ustadz Bunyamin. Akhirnya, ustadz Bunyamin bersaksi bahwa ayah adalah seorang hafidh. Jawab teman Yai tadi, “Gitu dong, tinggal bersaksi saja kok ndak mau”.
3. Bapak K.H. Dahlan Salim Zarkasyi adalah seorang tawadhu’ tidak mementingkan diri sendiri, melainkan yang dipentingkan adalah masalah umat. Sangat menghormati tamu, melalaikan kehormatan pribadi. Setiap tamu yang datang pasti disambut dengan senyum dan tutur kata yang membuat tamu merasa krasan dan betah di sampingnya.
Pada suatu hari ada seorang yang kebingungan dalam hidupnyadatang bertamu. Seperti biasanya tamu tadi disambut dengan senyum dan tutur kata yang indah. Tamu yang berinisial M.N. bicara banyak. Akhirnya berkata pada beliau, “Pak Dahlan, saya ini orang yang benci agama, agama yang paling saya benci apa pak Dahlan tau?” Tanya tamu tadi. Beliau menjawab, “Ya ndak tahu”. Kemudian tamu tadi menyahut kata-kata, “Agama yang paling saya benci adalah agama Islam”. Beliau tidak marah, tapi senyum manis yang menyambut sambil mempersilahkan tamu tadi minum teh yang telah disuguhkan. Tamu tadi terheran-heran kenapa pak Dahlan tidak marah? Kemudian tamu tadi pamit pulang, beliau mengantar sampai teras. Setelah tamu tadi agak jauh beliau masuk rumah.
Pada hari berikutnya tamu M.N. tadi datang lagi, dan seperti biasanya, disambut dengan senyum has beliau, dipersilahkan duduk, kemudian disuguhi air teh. Tamu tadi juga berkata yang sama, “Pak Dahlan, saya adalah orang yang benci agama, dan agama yang paling saya benci adalah agama Islam”. Dengan senyum dan tutur kata yang indah, tamu tadi dipersilahkan minum teh, bahkan diajak makan siang bersama. Setelah makan dan minum tamu tadi berpamitan sambil heran kenapa pak Dahlah tidak marah, malah diajak makan siang bersama. Kemudian beliau antar tamu tadi sampai di luar. Setelah agak jauh baru beliau masuk rumah.
Di hari ke tiga tamu tadi datang lagi. Setelah dipersilahkan duduk tamu tadi bilang, “Pak Dahlan tolong saya diajari sholat dan ngaji!” Dengan merasa terharu yang disembunyikan beliau, beliau menjawab, “InsyaAllah silahkan datang kapan saja, akan kami ajarkan sholat dan ngaji” Akhirnya M.N. menjadi seseorang yang paling tekun dengan bimbingan beliau. Sampai dengan pergi ibadah haji, beliau yang membimbing
سبحان الله والحمد لله
Pada tahun 1996 kami merasakan betul perhatian dan keprihatinan beliau terhadap masalah pendidikan al-Qur’an, khususnya di Kudus. Karena tajamnya pikiran dan felling beliau, sebingga beliau merasakan adanya pelaksanaan amanah koordinator cabang (korcab) yang dulu disebut dengan istilah koordinator daerah (korda) yang asal-asalan. Di Kudus -sebagaimana yang kami ceritakan- terdapat dua Korda, yaitu Korda I dan Korda II. Akhirnya beliau dawuhi ustadz Bunyamin untuk super visi (turba) ke Kudus dengan cara merekam keberhasilan anak didik tentang bacaan Qiraati dan al-Qur’annya. Ustadz Bunyamin didawuhi merekam TPQ bimbingan Korda Kudus I yang kurang berhasil dan TPQ Korda Kudus II yang terbaik, nenengah dan kurang berhasil.
Karena waktu yang kurang memadai, maka ustadz Bunyamin mengajak kami mendatangi 3 TPQ bimbingan Korda Kudus II. Yaitu:
1.TPQ Tashilul Murottilin Kudus Kota                                        (terbaik)
2.TPQ… Peganjaran                                                                 (sedang)
3.TPQ Roudlotul Mujawwidin Sambeng Karang Malang             (kurang berhasil)
Bacaan santri TPQ tersebut direkam oleh ustadz M. Saifuddin yang waktu itu menjabat Sekretaris Korda Kudus I. Bahkan, ditemukan KBM dari salah satu TPQ tersebut ada guru yang mengajar 3 anak sekaligus dengan jilid yang berbeda. Kami memperhatikan ustadz Bunyamin sangat sedih dan setiap saat sering tarik nafas panjang sambil geleng-geleng kepala. Kami pun diam dan tidak berani bicara panjang lebar karena kami merasa ikut menjadi bagian orang Kudus. Hal tersebut menjadi guru besar kami untuk introspeksi diri dan mawas diri. Kurang lebih jam 5 sore, ustadz Bunyamin mengajak kami berpamitan pulang. Kami pun tambah bingung “kok gitu ya?” (istilah kami nyolok moto).
Sepulang dari Kudus, hasil rekaman tersebut dihaturkan pada beliau Bapak K.H. Dahlan. Setelah kaset disetel dan didengarkan, beliau sedih sambil terus-menerus membaca istighfar. Kesedihan beliau adalah tanda bakti perhatian beliau terhadap pendidikan al-Qur’an dan wawasan beliau tentang nasib guru pengajar al-Qur’an yang sembrono. Karena kita mengajarkan 1 kalimat saja dari al-Qur’an salah, maka kita akan “pesiun dosa”. Maka dari itu beliau berwasiat, “Jangan ajarkan al-Qur’an yang salah, karena yang benar itu mudah”. Wasiat ini adalah kendali yang kokoh dan luar biasa bagi kita sepanjang zaman. Mari kita sadari!
Setelah mendengarkan semua hasil rekaman dari Kudus tadi. Kemudian beliau memberikan tugas kepada ustadz Bunyamin untuk silaturahim ke Gus Ulin Nuha Arwani. Ustadz Bunyamin pun datang ke Kudus mengajak kami sowan ke Gus Ulin, namun akhinya kami bertemu di rumah Gus Ulil Albab Arwani. Ustadz Bunyamin kami derekke dengan pengurus Korcab I: KH. A. Musyaffa’ al-Hafidh, Ustadz M. Saifuddin dan saya (Achmad Chalimi). Dan dari pihak Korcab Kudus II: KH. Ulin Nuha Arwani al-Hafidh, KH. Ulil Albab Arwani al-Hafidh dan KH. Manshur al-Hafidh. Kemudian ustadz Bunyamin menjelaskan maksud kedatangannya adalah perintah dari beliau bapak KH. Dahlan untuk melaporkan hasil di Kudus khususnya di 3 TPQ dan menyerahkan hasil rekaman tersebut.
Setelah bicara banyak membahas kesana-kemari, tentang proses KBM TPQ di Kudus dan hasilnya, maka beliau dan pengurus Korcab Kudus II sepekat untuk mengadakan pembenahan-pembenahan, dan akhirnya diselenggarakan pertemuan sekaligus pembinaan istilah dulu) di MAK Banat Krandon.
Pada tahun yang sama sekitar 1996 bulannya saya lupa, ada rombongan tamu dari Kudus bersilaturahim. Seperti biasa tamu disambut dengan senyum dan tutur kata yang indah. Setelah beliau berbicara tentang hal-hal yang menyangkut pendidikan al-Qur’an. Satu ustadz dari rombongan tadi mohon ditashih oleh beliau. Jawab beliau, “Tidak usah, saya yakin dari Kudus al-Qur’annya baik-baik karena Mbah Arwani”. Namun ustadz tadi memaksa, akhirnya dia ditashih oleh beliau. Namun, baru disuruh baca Qiraati jilid VI halaman 20 saja sudah banyak yang salah baca. Apalagi lembaran-lembaran yang ditulis oleh beliau, tentu banyak lagi salahannya. Akhirnya beliau berkata, “Berhubung ustadz bacaannya banyak yang salah, maka menurut Qiraati ustadz tidak lulus”. Kemudian ustadz tadi menjawab sambil menunjukkan syahadah dari Ma’arif Kudus berkata, “Saya kan sudah lulus tashih di Kudus. Ini buktinya dari Ma’arif, saya dikasih Syahadah”. Jawab beliau, “Karena ustadz banyak salah baca, maka mnurut Qiraati ustadz tidak lulus”.
Rombongan pulang, kemudian di Kudus heboh ada kata-kata yang tersebar “Bapak K.H. Dahlan mengatakan bahwa Ulama’ Kudus tashihnya tidak sah”: Kata-katanya diplintir untuk mengobati kekecewaan. Kudus semakin memanas situasinya. Akhirnya kesepakatan Penguras Ma’arif dengan Qiraati pusat mengadakan tashih ulang yang diadakan di MAK Banat Rrandon dirawuhi Ustadz Bunyamin dan ustadz Imam Murjito. Tashih diadakan 2 hari dengan jumlah peserta 140 ustadz-ustadzah. Hari pertama 70 orang yang lulus 8 orang. Hari kedua 70 orang yang lulus 12 orang. Dari 140 orang yang lulus 20 orang.
Dengan hasil kelulusan yang kurang memuaskan, di antara peserta ada yang bicara di forum, “Bapak, kami ini adalah guru-guru yang sudah lama mendidik al-Qur’an, tapi kenapa hasilnya kok seperti ini, ini berarti bapak menjatuhkan kami” dengan kecewa ustadzah itu berbicara kepada ustadz Bunyamin. Jawab ustadz Bunyamin, “Bapak ibu, ustadz ustadzah, kami dari Semarang datang ke sini (Kudus) bukan menjatuhkan bapak ibu, namun membangkitkan bapak ibu”. Namun, jawaban yang bijaksana dari ustadz Bunyamin itu tidak bisa diterima dengan logowo.
Akhirnya situasi di kalangan Korcab Kudus II (dulu ada dua koordinator) dengan semarang semakin panas, sampai ulama Kudus mengecab “al-Mukarrom Bapak K.H. Dahlan Salim Zarkasyi berani mengatakan ulama Kudus tashihnya tidak sah”.
Kami (korcab Kudus I) menjadi gelisah atas situasi yang meresahkan umat. Bahkan mencaci dan memojokkan Bapak K.H. Dahlan. Akhirnya kami (Achmad Chalimi) mohon izin kepada Bapak K.H. Dahlan untuk menemui K.H. Sya’roni al-Hafidh demi ketentraman dan keharmonisan umat Namun jawab Bapak K.H. Dahlan, “Tidak usah”. Kami pun tidak berani menemui K.H. Sya’roni al-Hafldh. Situasi semakin menjadi-jadi, kami pun minta izin lagi kepada Bapak K.H. Dahlan, namun beliau tidak mengizinkan. Yang ketiga kali kami minta izin kepada beliau untuk menemui K.H. Sya’roni al-Hafidh. Kami mengutarakan alasan, “Pak yai” matur kami kepada beliau, “kami tidak rela pak yai dimaki-maki dan dijelek-jelekkan oleh orang, mohon diizikan saya tak menjelaskan kepada yai Sya’roni atas peristiwa rombongan dari Kudusyang salah satunya minta ditashih oleh pak yai. Akibatnya terjadi kerenggangan di antara kita”. Namun, jawab beliau, “Tidak usah. wong saya yang dijelek-jelekkan kok kamu yang tidak rela!!!”
Karena tiga kali kami isti’dzan tidak diijini, maka terpaksa kami sowan K.H. Sya’roni tanpa izin dari beliau. MasyaAllah hasilnya saya kualat (terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan hati). Itulah di atara sifat mahmudah dari beliau (Bapak K.H. Dahlan). Andaikata apa yang kami lihat, kami tahu dan apa yang kami saksikan dari beliau kami beberkan di sini mungkin satu minggu tidak rampung.
4. Bapak K.H. Dahlan adalah seorang ulama yang sangat istimewa dan sangat tawadhu’ namun pandai menyembunyikan keistimewaannya. Sangat memikirkan umat, dengan tulus ikhlas tanpa pamrih dan siang malam yang dipikirkan adalah umat dari segala aspek.
Kami pernah didatangi beliau + 1995 siang-siang + jam 2 siang. Beliau naik angkut umum dengan ustadz Fuad Zen. Kedatangan beliau mengejutkan kami, beliau berkata, “Pak Halimi hari ini di Kudus ada khataman di desa Japan Colo (gunung Muria) tolong saya diantar” berhubung beliau tidak membawa kendaraan sendiri, maka kami cari mobil. Namun, hanya mendapat mobil yang tidak layak dinaiki beliau (mobil baru mau dicat, jadi masih didempul).
Sepanjang jalan beliau, kami pun perhatikan, Selaiu membaca hamdalah dan tasbih dan matanya berkaca-kaca. Dan beliau berkata kepada saya, “Pak Halimi, andaikata saya menangis mulai bangun tidur sampai menjelang tidur kembali karena syukur, itu belum imbas atas nikmat Allah yang diberikan kepada kami. Daerah pelosok pegunungan, jalan naik-turun dan lika-liku begini kok qiraati ada, dan ilmu mengajar al-Qur’an bekembang di sini, itu semua minAllah”.
Sesampai di tempat khotmil qur’an, acara dimulai. Giliran sambutan dari beliau diucapkan M.C., namun masih menangis syukur dan menugaskan kami untuk maju mewakili beli’au. Ada seorang ustadzah yang tanya kepada saya, “Pak mau tanya, anak-anak itu loh kok kalau belajar rame dan sulit dikendalikan, akhimya pelajaran kurang difahami, bagaimani mengatasi hal tersebut?” Pertanyaan ustadzah tersebut kami jawab, “Sebelum ibu mengajar hadiyah Fatihah dulu pada Bapak K.H. Dahlan.!”
Bagaimana tanggapan beliau atas jawaban kami pada ustadzah tersebut? Beliau diam. Kesimpulan kami beliau mengizinkan meridhokan.
Ini dikuatkan oleh Habib Husain al-Yahya dari Kudus sewaktu adik saya (Ali Rif an) matur pada Habib Husain. Kata adik saya, “Bib, anak-anak ini kok suit diatur. Mohon nasehatnya!” Habib Husian bilang, “Ajak anak-anak bertawasul pada K.H. Dahlan, pasang gambar beliau, anak-anak suruh baca Fatihah untuk beliau dan pandang bersama foto beliau”. Saran dari Habib Husain tadi dilaksanakan adik saya. Dia minta foto Bapak K.H.Dahlan sama saya, padahal saya hanya punya satu foto lukisan beliau. Jawab kami, “Nanti kami mintakan pak Bin bila kami ke Semarang”. Kami dikasih dua fotonya Bapak K.H. Dahlan oleh pak Bin, satu untuk adik dan satu untuk saya. Sampai sekarang kebiasaan proses KBM di TPQ adik saya sebelum masuk kelas doa bersama membaca MT dan tawajjuh kepada guru. Hasilnya sungguh luar biasa, anak-anak tekun belajar dan KBM lancar.
Keikhlasan dan semangat yang tak kunjung padam dari Bapak K.H. Dahlan adalab suatu uswah bagi kita semua. Semoga Allah menjadikan keteladanan beliau, membawa umat termasuk kita menjadi khoiro ummah. Amin ya Robbal Alamin.
Berikut ini kami sampaikan sebuah sya’ir:
Ulama akhir terbagi dua #
Ada ulama yang istimewa
Kerja semangat punya pikiran #
Tidak berputus sama Tuhan
Ulama kedok bersemangat #
Membimbing kawau seiuruh rakyat
Hati terdorong pada nafsu #
Menuju dunia pikiraya palsu
Beliau sering berwasiat kepada siapa saja yang berkunjung, termasuk saya. Ada tiga wasiat yang sering beliau berikan kepada para muridnya, yaitu:
Guru al-Qur’an harus:       1 – Sering tahajjud
2- Sering tadarrus
3-Ikhlas
Tiga hal ini adalah kimci keberhasilan amal ibadah seseorang.
  • Tahajjud:       Ayo santri gage tangi sholat tahajjud #
Diparingi penjaluke wongkang sujud
Melek-melek wong turu gagean melek #
Yen wes melek amal sholih nggo kito dewek
Untung temen jam telune kito tangi
Yen wes tangi gage tandang sholat bengi
  • Tadarrus:      Ilmu iku dadi obor dadi damar #
Ayo ngaji mumpung Qur’an ijih gumelar
Qur’an iku mu ‘jizat yang paling agung #
Nyelametaken penyakit susah lan bingung
Qur’an hadis ijma’ qiyas sumberane #
Kanggo ngatur urip kito neng dunyane
  • Ikhlas:          Untung temen wonge ayu neng baguse #
Sayang temen atine longko ikhlase
Wadon shobar dadi kembangane jagat
Banget ikhlase ayune ngliwati adat
Niat amal wajib ikhlas ajo liyan
Banget larang koyo regane berlian
Di hari-hari saya berjumpa dengan beliau +tahun 2000 beliau mendatangi khotaman di TPQ Darul Istiqomah yang terakhir (TPQ yang kami ikut khidmad di situ) dengan keadaan fisik beliau yang menurut saya sudah seharusnya tidak bepergian, namun beliau rawuh di khotaman yang ke 10 TPQ Daml Istiqomah dengan keadaan berjalan harus dengan payah. SubhanAllah, keikhlasan beliau dan perhatian beliau pada kita menjadi kenangan sepanjang zaman. Semoga Allah menerima semua amal sholihnya dan memaafkan kehilafannya. Amin.
Pada hari Jum’at Legi Desember tanggalnya saya lupa tahun 2000, karena saya tidak bisa sowan ke Semarang, saya suruh anak saya Sucipto untuk ke Semarang. Beliau dalam keadaan sakit. Kemudian beliau berpesan kepada anak saya lewat Pak Bunyamin, “Pak Halimi diarep-arep (ditunggu kedatangannya) oleh ayah” kata ustadz Bunyamin. Kemudian esok harinya, Sabtu Siang saya sowan ke Semarang. Saya dipersilahkan masuk kamar beliau yang sedang tiduran, oleh ustadz Bunyamin. Begitu saya mengucapkan salam, beliau yang sedang tiduran, mau duduk tapi tidak bisa karena keadaan fisik yang sangat lemas.
Kemudian saya duduk di lantai, namun beliau meminta saya untuk duduk di sebelahnya, sambil dawuh, “Pak Halimi, kok lama sekali tidak ke sini? (padahal minggu lalu saya sudah sowan)”. Kata beliau, “Saya kangen pak Halimi”. Jawab saya, “Mohon maaf yai, ini saya baru bisa sowan”. Jawab beliau dengan suara yang terteteh-teteh, “Ndak apa-apa, aku ingin pesen sama sampean”. “nggih yai” jawab saya. “semoga hidup kita diridloi Allah” kata beliau. “amin” jawab saya. Kemudian beliau berwasiat sama saya, “Mari kita ikhlas dalam berjuang dan beramal!!!” itulah kalimat akhir sekaligus wasiat akhir beliau pada kami (IKHLAS).
Semoga kami bisa belajar melakukan ikhlas dan diaku menjadi murid beliau.
Amin ya Robbal Alamin.


DAWUH-DAWUH BAPAK KH. DACHLAN SALIM ZARKASYI


I.     NAWAITU DAN VISI MISI QIRAATI
  • Qiraati bukan hasil fikiran manusia, Qiraati bukan karangan saya, Qiraati adalah inayah dan hidayah MINALLAH.
    Saya duduk, saya kelihatan tulisan. Jadi kalau ditanya, “mengapa pelajaran ikhfa di jilid 4,  sedangkan idhar di jilid 6,?” jawabannya, “Tidak tahu, saya tidak ikut ngarang.”
  • Saya tidak jual buku, saya ingin anak-anak nanti ngajinya benar. Kalau saya jual buku, buat apa repot repot membentuk Kooordinator, titipkan saja ke toko-toko buku, selesai.
  • Saya tidak pingin yang pakai Qiraati banyak. Saya pingin anak yang ngaji pakai Qiraati, ngajinya benar.
  • Qiraati tidak disebar-sebarkan, saya tidak pernah menyebarkan Qiraati. Qiraati menyebar minallah.

II.  METODOLOGI
  • Kegagalan mengajar tempo dulu sebabnya ialah : Terlalu Toleransi pada anak-anak. Pelajaran belum bisa anaknya minta tambah, ditambah, satu halaman dua halaman belum masalah. Setelah halaman 15 pelajaran tidak bisa diteruskan dan disuruh kembali ke halaman pertama tidak mau. Akhirnya karena merasa tidak berhasil ngajinya pindah.
  • Insya Allah setelah TK Al-Qur’an berdiri. Dua tahun sudah khotaman, di sini (semarang) santri 90 setelah 2 tahun Khotam 20 santri (+ 20 %)
  • Tidak ada murid bodoh, kalau ada yang bodoh paling dalam 100 ada satu atau dua murid saja.  Kalau ada guru yang mengatakan “ Murid saya bodoh-bodoh” apa bukan guru”Gurunya?” Tanya beliau. Dan kalau ada anak yang bodoh seperti itu maka cara yang tepat ialah gurunya SOWAN ke rumah orang tuanya agar orang tuanya sabar.
  • Qiraati tidak kemana-mana tetapi ada di mana-mana. Siapa yang lulus tashih boleh mengajarkan Qiraati. (Yang belum lulus tashih walaupun teman atau saudara tidak boleh mengajar Qiraati)
III.  UJIAN SANTRI, KHATAMAN, DAN IMTIHAN
  • Khatam Qiraati jilid 6 adalah khatam Tingkat Persiapan, insya Allah sudah bisa baca Al Quran dengan tartil (belum khatam).
  • Kalau dulu santri ngaji sampai  با لناس  dikhatami, sekarang di TK Al Quran sampai dengan با لناس  baca Al Qurannya diulangi  الم lagi, belum dikhatami sampai gharib dan ilmu tajwid khatam.
  • Khatam TK Al Quran, khatam Al Qurannya bisa 2 kali, 3 kali, atau sampai 5 kali.
  • Khataman ini adalah khataman untuk pendidikan, dan ini lebih cocok (karena model tadarus ini lebih efektif dibandingkan dengan model tallqi).
  • Saya diundang khataman di Kudus, bacaan gharibnya bagus tapi baca al Qurannya tidak tartil.
  • Baca ان طهرا gharibnya benar, tapi an tha “salah” tidak dengung. Saya sampaikan kepada Kepala TK Al Qurannya bahwa, “anak-anak belum boleh dikhatami, masih jilid 3.”
  • Khataman jangan diganti dengan wisuda
  • Khataman tidak harus meriah (mewah), pernah di sini (Semarang), khataman cukup dengan mengeluarkan minuman teh dan kantong plastik, sedangkan isinya dari (sumbangan) wali murid.
  • Kalau akan mengadakan khataman, wali murid yang dikhtami diajak rapat, mau khataman di gedung atau di sini (TPQ), terserah wali murid.
IV. KRITIK DAN SARAN KH. DAHLAN SALIM ZARKASYI
  • Saya tidak pernah dengar guru Al Quran mengatakan, “al hamdulillah saya telah dijadikan Allah sebagai guru Al Quran, padahal,

خيركم من تعلم القرأن و علمه Berapa itu ? (nilai pahala) خيركم

  • Yang sering saya dengarkan guru mengeluhkan santrinya dan pengurusnya,  (orang bersyukur tidak suka mengeluh).
  • Guru Al Quran harus sering tadarus Al Qur’an.
  • Guru Al Quran harus ikhlas.
  • Saya kira tidak ada guru Al-Quran yang ingin cari sesuatu (nafkah dalam mengajar Al Quran).
  • Kalau ada orang memberi sesuatu pada kita, maka cepat-cepat doakan semoga rizkinya barokah.
  • Guru Al Quran supaya hati-hati dalam mengajarkan Al Quran.
disampaikan oleh : A. Alwafa Wajih
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger... Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket
TPQ NURUDDIN NEWS : Terima kasih kepada donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk pembangunan TPQ Nuruddin| TKQ-TPQ "NURUDDIN" MENERIMA SANTRI DAN SANTRIWATI BARU | INFORMASI PENDAFTARAN DI KANTOR TPQ "NURUDDIN" KEMALANGAN-PLAOSAN-WONOAYU